Kegiatan yang satu ini
merupakan bagian dari penjagaan kesehatan fisik manusia, penyegaran kembali
tubuh yang sudah bekerja sekian jam sekaligus pemulihan badan karena sakit yang
diderita. Olahraga bagian terpenting bagi hidup manusia agar hidup tawazun atau
seimbang, bahkan islam yang diteladani oleh Rasulullah mengajak ummat ini agar
berolahraga, beliau sering berjalan pagi bersama Aisyah, mengadakan lomba lari
dengan isterinya, beliau juga mengajari kepada kepala keluarga agar mengajari
anak-anak memanah, berenang dan berkuda, dengan tiga olahraga ini akan tercetak
generasi masa depan yang sehat dan kuat.
Islam mendidik kita agar memperhatikan jasmani dengan
mengatur waktu makan dan berhati-hati mengkonsumsi jenis makanan menurut azas
kesehatan. Fisik yang sakit akan menghambat aktivitas penting dalam kehidupan
kita selain harus mengeluarkan banyak dana untuk pemulihannya juga sangat
sedikit peluang ibadah yang dapat dilakukan. Jasmani yang sehat juga didukung
oleh olah raga yang cukup untuk meningkatkan stamina dengan tidak melupakan
riyadhah [olah raga] walaupun ringan tapi dilakukan dengan kontinyu, bahkan
Rasulullah memperlihatkan kekuatan fisiknya saat bergulat dengan seorang
sahabat.
Pesan beliau kepada orangtua, ”Bila anda dalam keadaan tidur maka duduklah, bila pada posisi duduk
maka berdirilah, dalam kondisi berdiri maka berjalanlah, sedang berjalan maka
teruskan dengan berlari”, demikian sangat pentingnya gerak tubuh manusia
untuk menjaga kebugaran dan kesehatan fisiknya.
Bagi seorang muslim apalagi da’i, kesehatan sangat
penting, tidak mungkin dia bisa melakukan monuver-monuver da’wah bila fisiknya
dalam keadaan lemah apalagi sakit bahkan kehadirannya jadi beban orang
disekitarnya, sehat itu memang mahal tapi sakit lebih mahal lagi harganya,
wajar bila ustadz Hasan Al Banna
menyarankan agar pada da’i melakukan pemeriksaan kesehatan setiap bulannya.
Tidak ada alasan untuk tidak berolah raga lantaran di bulan Ramadhan, tentu
porsinya saja yang dikurangi bahkan bulan mulia ini dijuluki pula syahrul jihad
yaitu bulan untuk berjuang.
Lebih hebatnya lagi, olahraga
bukan sekedar untuk kesehatan fisik saja tapi juga bermanfaat untuk kebutuhan
seks seseorang, sebagaimana yang diungkapkan dalam tulisan yang dituangkan di
Tabloid Wanita Indonesia
Berolahraga bukan
saja memberikan efek bagi tubuh, lebih jauh lagi juga dapat memberikan pengaruh
positif terhadap kehidupan seksual. Jika secara fisik anda sudah fit, anda akan
mendapatkan kenikmatan lebih dalam masalah seksual dan juga secara seksual anda
akan lebih aktif.
Mereka yang
berolahraga secara teratur, pada usia berapapun, cenderung memiliki hasrat yang
lebih tinggi, keyakinan diri dan frekuensi seksual yang lebih besar serta
kemampuan untuk terangsang dan mencapai orgasme yang lebih tinggi.
Aerobik (apapun
jenisnya) tampaknya betul-betul merupakan pendorong libido. Suatu teori
menyatakan bahwa olah raga memicu dilepaskannya endorfin (senyawa kimia yang
menyerupai opium, yang dihasilkan oleh otak untuk menciptkan suatu perasaan
sehat), yang akan membuat anda lebih terbuka terhadap masalah seksual.
Sebaiknya anda mencoba untuk melakukan olah raga selama 30 menit/hari.
Tubuh
yang fit juga akan memperkuat rasa percaya diri dan memperindah bentuk tubuh,
yang keduanya merupakan faktor yang penting untuk mempertahankan suatu perilaku
positif terhadap seks. Olaharaga dapat memicu system pernapasan yang
baik.Sistem pernapasan adalah modal utama jika anda ingin memiliki kehidupan
seksual yang menyenangkan.
Olahraga teratur dapat memicu kesehatan jantung yang terjamin.Ingat kasus
kematian mendadak yang melanda banyak lelaki setengah baya ketika melakukan
hubungan seksual?Itu karena lelaki setengah baya itu menderita penyakit jantung yang kambuh tiba-tiba
karena aktivitas seksual yang menyita energi.Aktivitas olahraga dapat secara
tidak langsung menimbulkan efek positif mengatasi stress. Orang yang bebas dari
stress dapat lebih prima melakukanhubungan seksual.[Tabloid Wanita Indonesia, November 5th, 2010].
Allahpun mengajak hambanya
untuk mempersiapkan generasi muslim adalah generasi yang kuat fisik dan
mentalnya karena banyak tugas agama yang harus dipikul kelak, kita membutuhkan
generasi yang kuat, kokoh dan stabil dalam mengemban amanah hidup ini bukan
generasi yang cengeng, lemah dan tak berdaya;
"Dan
hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan
dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap
(kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah
dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar" [An
Nisa' 4;9]
Sejak awal orangtua seharusnya
mengupayakan anaknya lahir dalam keadaan fisik yang sehat dan sempurna, hal ini
dilakukan sejak masih berupa janin dengan mengupayakan pemeliharaan oleh ayah
dan ibunya. Ketika lahirpun agar fisik kuat dan sehat digalakkan dengan makanan
yang bergizi dan olah raga yang baik, sebagaimana Rasul mengajak orangtua untuk
mengajari anaknya dengan memanah, menunggang kuda dan berenang, semuanya itu
untuk pembentukan fisik yang kuat, bahkan Allah mengingatkan kepada kita agar
mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi musuh dengan kekuatan fisik;
”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi
dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu)
kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang
kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu
nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu
tidak akan dianiaya (dirugikan).”[Al Anfal 8;60]
Bahkan kegandrungan orang
untuk hidup sehat, dimana-mana selalu Nampak orang berolah raga seperti pagi
dihari Ahad sepanjang jalan-jalan penting ramai yang melakukan olah raga, ada
yang berjalan santai, berjalan cepat, lari marathon, naik sepeda hingga main
bola, yang intinya satu pekan sekali disempatkan benar berolahraga itu walaupun
di rumah karena sudah banyak tersedia fasilitas olahraga yang dapat dimiliki
oleh pecandunya, namun olah raga dapat dilakukan dimana saja dengan gerakan
ringan hingga gerakan keras pada waktu-waktu istirahat disela-sela pekerjaan
yang menumpuk.
Olah raga juga menjadi salah
satu sarana bagi Yahudi dan Nasrani untuk merusak ummat islam dalam program
yang mereka lancarkan, hal itu tanpa
disadari sehingga melalui olah raga kita sebagai ummat islam jauh dari
nilai-nilai islami, gerakan ini kita sebut dengan ghazwul fikri yaitu perang
pemikiran, mereka menemukan jalan untuk menghancurkan islam itu salah satunya
dengan merusak pemikiran ummat islam, sehingga olahraga yang tadinya menjadi
ajang untuk menjaga kesehatan, kini menjadi sarana untuk memurtadkan ummat ini.
Ghazwul Fikri berasal dari bahasa Arab
yang artinya secara harfiyah yaitu Perang Pemikiran, sedangkan maksudnya adalah
sebuah upaya umat non muslim untuk menghancurkan ummat islam dengan berbagai
cara, sistim yang tepat mereka gunakan untuk
itu adalah memerangi ummat islam melalui fikiran dan idiologi mereka
dengan tujuan agar seluruh tatanan kehidupan muslim tersebut mengadopsi cara
hidup mereka, hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam surat Al Baqarah 2;120, “Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho
kepadamu sebelum kamu mengikuti millah mereka”, kata “Millah” itu maksudnya
adalah cara cara pandangan hidup, idiologi dan pemikiran, semua dari ajaran
selain islam. Istilah sudah ketinggalan zaman, tidak relevan lagi, perlu
direvisi dan kehendak-kehendak lain untuk meruntuhkan nilai-nilai ajaran islam.
Samuel
Zwemer adalah orang yang paling gencar memusuhi islam dan ummatnya, hanya
dengan empat program S tapi tercapai semuanya, dalam waktu yang relatif singkat
dengan dana yang minim bahkan ummat islam itu sendiri yang membiayai
penghancuran dirinya tanpa disadari. Program
mereka tersebut hanya dengan S saja salah satunya Sport yaitu;
Mereka melancarkan Sport, yaitu olah raga. Ini adalah
program mendunia, bahkan Eropa telah menukar tuhannya dengan sport, khususnya
sepak bola. Sehingga kegiatan gereja sudah kosong dari ritual ibadah mereka
karena disibukkan oleh agama baru mereka di lapangan hijau. Kita sebagai muslim
dianjurkan pula berolah raga, tapi bukan olah raga yang hari ini diikuti dan
digandrungi oleh ummat ini. Sejak dari pakaian olah raga yang cendrung membuka
aurat, nampaknya ketika berolah raga seorang ustadzpun sah membuka auratnya
dengan celana pendek di lapangan. Bukanlah rasul kita telah menyatakan bahwa
aurat laki-laki itu sejak dari pusat hingga lutut, kenapa ketika berolah raga
kita mengabaikan sunnah Rasul. Apalagi pakaian renang, tennis, volley
pantai sungguh tidak islami.
Sekolah sekolah bila menerima dua buah surat dari
instansi atasannya, pertama untuk mengadakan pesantren kilat dan kedua untuk
mempersiapkan tim olah raga, maka kepala sekolah dan pembina osis akan
mengerahkan segala daya upaya, waktu dan tenaga hingga biaya untuk menanggapi
surat kedua, sementara surat pertama dimasukkan ke dalam laci karena dianggap
tidak begitu penting. Demikian hebatnya bius sport yang dilancarkan oleh
musuh-musuh islam.
Khususnya olah raga Sepak Bola, di negara Amerika menjadi agama baru,
paling tidak kecendrungan orang terhadap sepak bola dan agama kalau tidak
mendominasi paling tidak sama, sebagaimana tulisan yang dituangkan oleh Abdul Muid Nawawi berikut ini;
Gibbs menyebut kampungnya sebagai tempat di mana sepak bola
dan Tuhan berkecamuk bersamaan di dalam hati dan pikiran penduduk setempat.
Boleh dikata, 86 persen penduduk di sana adalah penganut agama Kristen. Namun
sepak bola adalah ritual tersendiri yang dilakukan oleh hampir semua penduduk.
Seperti memasuki sebuah tempat suci, setiap Sabtu, penduduk kampung Gibbs
berbondong-bondong menuju stadion dengan pakaian yang sama dan nyanyian serta
yel-yel yang sama yang mereka teriakkan dengan serius dan semangat hingga suara
mereka serak.
Keeseokan harinya, hari Minggu, penduduk hadir di gereja
untuk beribadah.Namun sepanjang perjalanan menuju gereja hingga di dalam
gereja, pembicaraan para jamaah masih tentang bola yang kemarin dan semua
pristiwa yang menarik ketika pertandingan berlangsung. Lalu sang pastor naik
mimbar dan memulai khotbahnya dengan puji-pujian jika tim mereka menang di hari
sebelumnya atau ungkapan-ungkapan berduka jika tim mereka kalah. Betapa
hubungan antara “tuhan” dan sepak bola berhubungan erat.
Tentu kita ingat bagaimana cara banyak pemain sepak bola
yang merayakan gol-gol mereka dengan mengacung-ngacungkan telunjuknya sambil
menengadah ke langit. Banyak di antara mereka yang memaksudkannya sebagai
ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta atas gol yang terjadi (juga
pencipta gol), walau ada pula yang tidak bermaksud demikian. Lionel Messi,
misalnya, yang menunjuk-nunjuk langit setelah mencetek gol adalah sebentuk
persembahan untuk jasa-jasa neneknya, bukan Tuhan.
Ricardo Kaka, pemain Brazil, mantan pemain AC Milan yang
kini merumput di Santiago Bernabeu, selalu melakukan selebrasi menunjuk langit
ketika mencetak gol, bahkan dengan kedua tangan dan telunjuknya. Biasanya dia
lalu memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan ‘I Belong to Jesus’ (saya
adalah milik Yesus). Kaka memang terkenal dengan religiusitas, kerendahan hati,
dan kebaikannya.Karena itu, ada Tuhan dalam sepak bola.
Dan “Tuhan” juga hadir ketika Diego Armando Maradona
menciptakan gol ke gawang Inggris pada Piala Dunia Mexico 1986.Ketika itu,
Maradona memenangi perebutan bola tinggi dengan kiper Inggris Peter Shilton
yang jauh lebih menjulang darinya dan gol terjadi dengan sedikit bantuan tangan
Maradona.Di waktu yang berbeda setelah peristiwa itu, Maradona menamai golnya
dengan ‘Gol Tangan Tuhan’.
Fenomena teranyar adalah selebrasi Mustafa Habibi Gonzales
(Cristian Gonzales), pemain naturalisasi Indonesia asal Uruguay, ketika
menciptakan gol indah ke gawang Filipina pada leg kedua semi final Piala AFF
2010. Dia lalu berlari ke pinggir lapangan dan menunjuk-nunjuk ke
langit.Mengingat kini dia adalah seorang Muslim, maka bukan tidak mungkin yang
dimaksudkan dengan telunjuknya itu adalah Tuhan.
Selain segala macam ekspresi ber-Tuhan yang menjadi bumbu
dalam sepak bola, ada juga ekspresi yang mirip sebagaimana yang dilakukan tim
kesebelasan Afrika Selatan dan umumnya tim-tim asal benua Afrika lainnya. Tidak
lupa mereka menyertakan peran dukun dan kekuatan supranatural agar tim mereka
menang. Kenyataannya, sekalipun mereka akhirnya kalah, peran dukun-dukun itu
tidak pernah memudar. Lain lagi John Barnes, mantan pemain timnas Inggris,
Manchester United dan Liverpool. Konon tabu baginya melakukan pemanasan sebelum
pertandingan. David Beckham lain lagi, nama putranya, Brooklyn yang tertera di
sepatu adalah jimat yang sangat ampuh demi kemenangan. Sebagaimana ekspresi
ber-Tuhan, simbol-simbol lainnya juga tidak pernah hilang walau kekalahan
menjelang.[Tuhan dan Sepak Bola, nuansaislam.com. Senin,
20 Desember 2010 06:37].
Rata-rata ibadah yang dilakukan seorang muslim melibatkan
fisik dan kekuatan tubuhnya seperti shalat, puasa, jihad dan haji, tanpa
kekuatan fisik dan kesehatan badan maka mustahil atau sulit sekali untuk
melakukan aktivitas ibadah itu, bila sulit melakukannya maka berlakulah
rukhshah baginya yaitu adanya dispensasi, seperti yang tidak mampu shalat
berdiri maka lakukanlah dengan duduk saja, tidak mampu duduk boleh dengan
berbaring, begitu juga puasa, yang sedang sakit atau dalam perjalanan boleh
tidak berpuasa pada hari itu tapi diganti pada hari yang lain. Kekuatan fisik dalam
melakukan ibadah, lebih nampak banyak dilakukan pada pelaksanaan ibadah haji.
Ibadah haji juga membentuk
pribadi Muslim pekerja keras yang terbiasa dengan tantangan.Ini mudah dipahami,
karena hampir setiap manasik melibatkan fisik dan membutuhkan kerja keras.Dan
semuanya penuh tantangan.
Untuk melaksanakan Tawaf,
seorang Muslim harus berjuang menghadapi kepadatan manusia. Jika orangnya
pesimis, begitu melihat lautan manusia, ia praktis akan mundur dan bisa saja
membatalkan hajinya.
Tetapi muslim yang hakiki,
tidak akan demikian. Begitu juga halnya ketika Sa’i dan melempar Jumrah yang
sangat kental dengan nuansa pergulatan.Ibadah-ibadah itu secara tidak langsung
membentuk watak dan kepribadian Muslim yang siap menghadapi tantangan. Bukan
muslim yang lemah semangat.
Mentalitas seperti ini sangat
berguna di zaman sekarang yang sangat diwarnai oleh persaingan.Namun seorang
Muslim juga sudah terbiasa tertib dalam bersaing. Tidak langsung menghalalkan
apa saja asal memperoleh kemenangan.[Dr.
Daud Rasyid, MA, Haji dan Kekuatan Umat,eramuslim.com.Kamis, 20/11/2008
12:30 WIB].
Tentu sebelum berangkat
menunaikan ibadah haji sudah dipersiapkan fisik semaksimal mungkin dengan
berbagai kegiatan olah raga secara disiplin dan terus menerus agar mampu
melakukan rangkaian ibadah haji dengan sukses, sebab bagi yang sakit atau tidak
kuat karena melalaikan penjagaan kesehatan dan kekuatan fisik dengan olah raga
tentu menemukan berbagai kesulitan disana.
Apalagi melakukan jihad fisik,
tentu tidak sembarang orang yang bisa ikut lansung terlibat dalam kegiatan ini,
orang-orang yang fisik dan mentalnya yang primalah yang dapat melakukannya
karena jihad lebih banyak dilakukan dengan kekuatan fisik, otot dan kekuatan
badan, bagi yang tidak punya kekuatan fisik yang baik tentu tidak akan
dilibatkan dalam jihad.
Kita jadikan olah raga sebagai
sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, agar kita mampu untuk shalat dengan
baik dan khusyuk, supaya ibadah puasa Ramadhan dapat diselesaikan secara utuh,
dapat kita melakukan ibadah haji tanpa mengalami kesulitan yang berarti serta
dapat pula melakukan aktivitas yang bermanfaat karena kita punya fisik yang
baik dan kuat yang diawali dengan olah raga, jadikanlah olah raga sebagai
sarana agar hidup lebih segar, olah raga bukan tujuan dalam hidup ini, wallahu a’lam [Dukuh Pinggir, Tanah Abang,
Jakarta, 21 Agustus 2011.M/ 21 Ramadhan 1432.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar