Selasa, 09 Februari 2016

175. Olah Raga



Kegiatan yang satu ini merupakan bagian dari penjagaan kesehatan fisik manusia, penyegaran kembali tubuh yang sudah bekerja sekian jam sekaligus pemulihan badan karena sakit yang diderita. Olahraga bagian terpenting bagi hidup manusia agar hidup tawazun atau seimbang, bahkan islam yang diteladani oleh Rasulullah mengajak ummat ini agar berolahraga, beliau sering berjalan pagi bersama Aisyah, mengadakan lomba lari dengan isterinya, beliau juga mengajari kepada kepala keluarga agar mengajari anak-anak memanah, berenang dan berkuda, dengan tiga olahraga ini akan tercetak generasi masa depan yang sehat dan kuat.

Islam mendidik kita agar memperhatikan jasmani dengan mengatur waktu makan dan berhati-hati mengkonsumsi jenis makanan menurut azas kesehatan. Fisik yang sakit akan menghambat aktivitas penting dalam kehidupan kita selain harus mengeluarkan banyak dana untuk pemulihannya juga sangat sedikit peluang ibadah yang dapat dilakukan. Jasmani yang sehat juga didukung oleh olah raga yang cukup untuk meningkatkan stamina dengan tidak melupakan riyadhah [olah raga] walaupun ringan tapi dilakukan dengan kontinyu, bahkan Rasulullah memperlihatkan kekuatan fisiknya saat bergulat dengan seorang sahabat.

Pesan beliau kepada orangtua, ”Bila anda dalam keadaan tidur maka duduklah, bila pada posisi duduk maka berdirilah, dalam kondisi berdiri maka berjalanlah, sedang berjalan maka teruskan dengan berlari”, demikian sangat pentingnya gerak tubuh manusia untuk menjaga kebugaran dan kesehatan fisiknya.

Bagi seorang muslim apalagi da’i, kesehatan sangat penting, tidak mungkin dia bisa melakukan monuver-monuver da’wah bila fisiknya dalam keadaan lemah apalagi sakit bahkan kehadirannya jadi beban orang disekitarnya, sehat itu memang mahal tapi sakit lebih mahal lagi harganya, wajar bila ustadz Hasan Al Banna menyarankan agar pada da’i melakukan pemeriksaan kesehatan setiap bulannya. Tidak ada alasan untuk tidak berolah raga lantaran di bulan Ramadhan, tentu porsinya saja yang dikurangi bahkan bulan mulia ini dijuluki pula syahrul jihad yaitu bulan untuk berjuang.

Lebih hebatnya lagi, olahraga bukan sekedar untuk kesehatan fisik saja tapi juga bermanfaat untuk kebutuhan seks seseorang, sebagaimana yang diungkapkan dalam tulisan yang dituangkan di Tabloid Wanita Indonesia
Berolahraga bukan saja memberikan efek bagi tubuh, lebih jauh lagi juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan seksual. Jika secara fisik anda sudah fit, anda akan mendapatkan kenikmatan lebih dalam masalah seksual dan juga secara seksual anda akan lebih aktif.

Mereka yang berolahraga secara teratur, pada usia berapapun, cenderung memiliki hasrat yang lebih tinggi, keyakinan diri dan frekuensi seksual yang lebih besar serta kemampuan untuk terangsang dan mencapai orgasme yang lebih tinggi.

Aerobik (apapun jenisnya) tampaknya betul-betul merupakan pendorong libido. Suatu teori menyatakan bahwa olah raga memicu dilepaskannya endorfin (senyawa kimia yang menyerupai opium, yang dihasilkan oleh otak untuk menciptkan suatu perasaan sehat), yang akan membuat anda lebih terbuka terhadap masalah seksual. Sebaiknya anda mencoba untuk melakukan olah raga selama 30 menit/hari.

Tubuh yang fit juga akan memperkuat rasa percaya diri dan memperindah bentuk tubuh, yang keduanya merupakan faktor yang penting untuk mempertahankan suatu perilaku positif terhadap seks. Olaharaga dapat memicu system pernapasan yang baik.Sistem pernapasan adalah modal utama jika anda ingin memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan.

Olahraga teratur dapat memicu kesehatan jantung yang terjamin.Ingat kasus kematian mendadak yang melanda banyak lelaki setengah baya ketika melakukan hubungan seksual?Itu karena lelaki setengah baya itu menderita penyakit jantung yang kambuh tiba-tiba karena aktivitas seksual yang menyita energi.Aktivitas olahraga dapat secara tidak langsung menimbulkan efek positif mengatasi stress. Orang yang bebas dari stress dapat lebih prima melakukanhubungan seksual.[Tabloid Wanita Indonesia,  November 5th, 2010].

Allahpun mengajak hambanya untuk mempersiapkan generasi muslim adalah generasi yang kuat fisik dan mentalnya karena banyak tugas agama yang harus dipikul kelak, kita membutuhkan generasi yang kuat, kokoh dan stabil dalam mengemban amanah hidup ini bukan generasi yang cengeng, lemah dan tak berdaya;
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar" [An Nisa' 4;9]

Sejak awal orangtua seharusnya mengupayakan anaknya lahir dalam keadaan fisik yang sehat dan sempurna, hal ini dilakukan sejak masih berupa janin dengan mengupayakan pemeliharaan oleh ayah dan ibunya. Ketika lahirpun agar fisik kuat dan sehat digalakkan dengan makanan yang bergizi dan olah raga yang baik, sebagaimana Rasul mengajak orangtua untuk mengajari anaknya dengan memanah, menunggang kuda dan berenang, semuanya itu untuk pembentukan fisik yang kuat, bahkan Allah mengingatkan kepada kita agar mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi musuh dengan kekuatan fisik;

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).[Al Anfal 8;60]

Bahkan kegandrungan orang untuk hidup sehat, dimana-mana selalu Nampak orang berolah raga seperti pagi dihari Ahad sepanjang jalan-jalan penting ramai yang melakukan olah raga, ada yang berjalan santai, berjalan cepat, lari marathon, naik sepeda hingga main bola, yang intinya satu pekan sekali disempatkan benar berolahraga itu walaupun di rumah karena sudah banyak tersedia fasilitas olahraga yang dapat dimiliki oleh pecandunya, namun olah raga dapat dilakukan dimana saja dengan gerakan ringan hingga gerakan keras pada waktu-waktu istirahat disela-sela pekerjaan yang menumpuk.

Olah raga juga menjadi salah satu sarana bagi Yahudi dan Nasrani untuk merusak ummat islam dalam program yang  mereka lancarkan, hal itu tanpa disadari sehingga melalui olah raga kita sebagai ummat islam jauh dari nilai-nilai islami, gerakan ini kita sebut dengan ghazwul fikri yaitu perang pemikiran, mereka menemukan jalan untuk menghancurkan islam itu salah satunya dengan merusak pemikiran ummat islam, sehingga olahraga yang tadinya menjadi ajang untuk menjaga kesehatan, kini menjadi sarana untuk memurtadkan ummat ini.

Ghazwul Fikri berasal dari bahasa Arab yang artinya secara harfiyah yaitu Perang Pemikiran, sedangkan maksudnya adalah sebuah upaya umat non muslim untuk menghancurkan ummat islam dengan berbagai cara, sistim yang tepat mereka gunakan untuk  itu adalah memerangi ummat islam melalui fikiran dan idiologi mereka dengan tujuan agar seluruh tatanan kehidupan muslim tersebut mengadopsi cara hidup mereka, hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam surat Al Baqarah 2;120, “Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepadamu sebelum kamu mengikuti millah mereka”, kata “Millah” itu maksudnya adalah cara cara pandangan hidup, idiologi dan pemikiran, semua dari ajaran selain islam. Istilah sudah ketinggalan zaman, tidak relevan lagi, perlu direvisi dan kehendak-kehendak lain untuk meruntuhkan nilai-nilai ajaran islam.
            Samuel Zwemer adalah orang yang paling gencar memusuhi islam dan ummatnya, hanya dengan empat program S tapi tercapai semuanya, dalam waktu yang relatif singkat dengan dana yang minim bahkan ummat islam itu sendiri yang membiayai penghancuran dirinya tanpa disadari. Program mereka tersebut hanya dengan S saja salah satunya Sport yaitu;

Mereka melancarkan Sport, yaitu olah raga. Ini adalah program mendunia, bahkan Eropa telah menukar tuhannya dengan sport, khususnya sepak bola. Sehingga kegiatan gereja sudah kosong dari ritual ibadah mereka karena disibukkan oleh agama baru mereka di lapangan hijau. Kita sebagai muslim dianjurkan pula berolah raga, tapi bukan olah raga yang hari ini diikuti dan digandrungi oleh ummat ini. Sejak dari pakaian olah raga yang cendrung membuka aurat, nampaknya ketika berolah raga seorang ustadzpun sah membuka auratnya dengan celana pendek di lapangan. Bukanlah rasul kita telah menyatakan bahwa aurat laki-laki itu sejak dari pusat hingga lutut, kenapa ketika berolah raga kita mengabaikan sunnah Rasul. Apalagi pakaian renang, tennis, volley pantai  sungguh tidak islami.

Sekolah sekolah bila menerima dua buah surat dari instansi atasannya, pertama untuk mengadakan pesantren kilat dan kedua untuk mempersiapkan tim olah raga, maka kepala sekolah dan pembina osis akan mengerahkan segala daya upaya, waktu dan tenaga hingga biaya untuk menanggapi surat kedua, sementara surat pertama dimasukkan ke dalam laci karena dianggap tidak begitu penting. Demikian hebatnya bius sport yang dilancarkan oleh musuh-musuh islam.

Khususnya olah raga Sepak Bola, di negara Amerika menjadi agama baru, paling tidak kecendrungan orang terhadap sepak bola dan agama kalau tidak mendominasi paling tidak sama, sebagaimana tulisan yang dituangkan oleh Abdul Muid Nawawi berikut ini;
Gibbs menyebut kampungnya sebagai tempat di mana sepak bola dan Tuhan berkecamuk bersamaan di dalam hati dan pikiran penduduk setempat. Boleh dikata, 86 persen penduduk di sana adalah penganut agama Kristen. Namun sepak bola adalah ritual tersendiri yang dilakukan oleh hampir semua penduduk. Seperti memasuki sebuah tempat suci, setiap Sabtu, penduduk kampung Gibbs berbondong-bondong menuju stadion dengan pakaian yang sama dan nyanyian serta yel-yel yang sama yang mereka teriakkan dengan serius dan semangat hingga suara mereka serak.
Keeseokan harinya, hari Minggu, penduduk hadir di gereja untuk beribadah.Namun sepanjang perjalanan menuju gereja hingga di dalam gereja, pembicaraan para jamaah masih tentang bola yang kemarin dan semua pristiwa yang menarik ketika pertandingan berlangsung. Lalu sang pastor naik mimbar dan memulai khotbahnya dengan puji-pujian jika tim mereka menang di hari sebelumnya atau ungkapan-ungkapan berduka jika tim mereka kalah. Betapa hubungan antara “tuhan” dan sepak bola berhubungan erat.
Tentu kita ingat bagaimana cara banyak pemain sepak bola yang merayakan gol-gol mereka dengan mengacung-ngacungkan telunjuknya sambil menengadah ke langit. Banyak di antara mereka yang memaksudkannya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta atas gol yang terjadi (juga pencipta gol), walau ada pula yang tidak bermaksud demikian. Lionel Messi, misalnya, yang menunjuk-nunjuk langit setelah mencetek gol adalah sebentuk persembahan untuk jasa-jasa neneknya, bukan Tuhan.
Ricardo Kaka, pemain Brazil, mantan pemain AC Milan yang kini merumput di Santiago Bernabeu, selalu melakukan selebrasi menunjuk langit ketika mencetak gol, bahkan dengan kedua tangan dan telunjuknya. Biasanya dia lalu memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan ‘I Belong to Jesus’ (saya adalah milik Yesus). Kaka memang terkenal dengan religiusitas, kerendahan hati, dan kebaikannya.Karena itu, ada Tuhan dalam sepak bola.
Dan “Tuhan” juga hadir ketika Diego Armando Maradona menciptakan gol ke gawang Inggris pada Piala Dunia Mexico 1986.Ketika itu, Maradona memenangi perebutan bola tinggi dengan kiper Inggris Peter Shilton yang jauh lebih menjulang darinya dan gol terjadi dengan sedikit bantuan tangan Maradona.Di waktu yang berbeda setelah peristiwa itu, Maradona menamai golnya dengan ‘Gol Tangan Tuhan’.
Fenomena teranyar adalah selebrasi Mustafa Habibi Gonzales (Cristian Gonzales), pemain naturalisasi Indonesia asal Uruguay, ketika menciptakan gol indah ke gawang Filipina pada leg kedua semi final Piala AFF 2010. Dia lalu berlari ke pinggir lapangan dan menunjuk-nunjuk ke langit.Mengingat kini dia adalah seorang Muslim, maka bukan tidak mungkin yang dimaksudkan dengan telunjuknya itu adalah Tuhan.
Selain segala macam ekspresi ber-Tuhan yang menjadi bumbu dalam sepak bola, ada juga ekspresi yang mirip sebagaimana yang dilakukan tim kesebelasan Afrika Selatan dan umumnya tim-tim asal benua Afrika lainnya. Tidak lupa mereka menyertakan peran dukun dan kekuatan supranatural agar tim mereka menang. Kenyataannya, sekalipun mereka akhirnya kalah, peran dukun-dukun itu tidak pernah memudar. Lain lagi John Barnes, mantan pemain timnas Inggris, Manchester United dan Liverpool. Konon tabu baginya melakukan pemanasan sebelum pertandingan. David Beckham lain lagi, nama putranya, Brooklyn yang tertera di sepatu adalah jimat yang sangat ampuh demi kemenangan. Sebagaimana ekspresi ber-Tuhan, simbol-simbol lainnya juga tidak pernah hilang walau kekalahan menjelang.[Tuhan dan Sepak Bola, nuansaislam.com. Senin, 20 Desember 2010 06:37].
Rata-rata ibadah yang dilakukan seorang muslim melibatkan fisik dan kekuatan tubuhnya seperti shalat, puasa, jihad dan haji, tanpa kekuatan fisik dan kesehatan badan maka mustahil atau sulit sekali untuk melakukan aktivitas ibadah itu, bila sulit melakukannya maka berlakulah rukhshah baginya yaitu adanya dispensasi, seperti yang tidak mampu shalat berdiri maka lakukanlah dengan duduk saja, tidak mampu duduk boleh dengan berbaring, begitu juga puasa, yang sedang sakit atau dalam perjalanan boleh tidak berpuasa pada hari itu tapi diganti pada hari yang lain. Kekuatan fisik dalam melakukan ibadah, lebih nampak banyak dilakukan pada pelaksanaan ibadah haji.
Ibadah haji juga membentuk pribadi Muslim pekerja keras yang terbiasa dengan tantangan.Ini mudah dipahami, karena hampir setiap manasik melibatkan fisik dan membutuhkan kerja keras.Dan semuanya penuh tantangan.
Untuk melaksanakan Tawaf, seorang Muslim harus berjuang menghadapi kepadatan manusia. Jika orangnya pesimis, begitu melihat lautan manusia, ia praktis akan mundur dan bisa saja membatalkan hajinya.
Tetapi muslim yang hakiki, tidak akan demikian. Begitu juga halnya ketika Sa’i dan melempar Jumrah yang sangat kental dengan nuansa pergulatan.Ibadah-ibadah itu secara tidak langsung membentuk watak dan kepribadian Muslim yang siap menghadapi tantangan. Bukan muslim yang lemah semangat.
Mentalitas seperti ini sangat berguna di zaman sekarang yang sangat diwarnai oleh persaingan.Namun seorang Muslim juga sudah terbiasa tertib dalam bersaing. Tidak langsung menghalalkan apa saja asal memperoleh kemenangan.[Dr. Daud Rasyid, MA, Haji dan Kekuatan Umat,eramuslim.com.Kamis, 20/11/2008 12:30 WIB].

Tentu sebelum berangkat menunaikan ibadah haji sudah dipersiapkan fisik semaksimal mungkin dengan berbagai kegiatan olah raga secara disiplin dan terus menerus agar mampu melakukan rangkaian ibadah haji dengan sukses, sebab bagi yang sakit atau tidak kuat karena melalaikan penjagaan kesehatan dan kekuatan fisik dengan olah raga tentu menemukan berbagai kesulitan disana.

Apalagi melakukan jihad fisik, tentu tidak sembarang orang yang bisa ikut lansung terlibat dalam kegiatan ini, orang-orang yang fisik dan mentalnya yang primalah yang dapat melakukannya karena jihad lebih banyak dilakukan dengan kekuatan fisik, otot dan kekuatan badan, bagi yang tidak punya kekuatan fisik yang baik tentu tidak akan dilibatkan dalam jihad.

Kita jadikan olah raga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, agar kita mampu untuk shalat dengan baik dan khusyuk, supaya ibadah puasa Ramadhan dapat diselesaikan secara utuh, dapat kita melakukan ibadah haji tanpa mengalami kesulitan yang berarti serta dapat pula melakukan aktivitas yang bermanfaat karena kita punya fisik yang baik dan kuat yang diawali dengan olah raga, jadikanlah olah raga sebagai sarana agar hidup lebih segar, olah raga bukan tujuan dalam hidup ini,  wallahu a’lam [Dukuh Pinggir, Tanah Abang, Jakarta, 21 Agustus 2011.M/ 21 Ramadhan 1432.H].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar