Ketika kita
menyebut “salib” maka yang terbayang adalah tentang kisah yang dialami oleh
Yesus yang diyakini oleh ummat Nasrani, beliau mati di tiang salib yang diperlakukan kejam oleh orang-orang yang
tidak senang kepadanya yaitu bangsa Romawi, berbeda dengan faham Islam, yang
menyebutnya sebagai nabi Isa, yang disalib tersebut bukanlah Isa tapi orang
lain yang diserupakan dengan Isa.
Sebenarnya
pertanyaan : …..benarkah Yesus mati di tiang salib…?....telah menjadi
pertanyaan yang selalu menyelinap kedalam akal para kristanis diseluruh dunia.
Cerita
mengenai penyaliban, hanya ada di kitab yang diklaim sebagai kitab suci oleh
umat Kristen.Bukkti-bukti sejarah tidak menunjukkan adanya kematian itu.Mari
kita review apa kata injil :Lihat Yohannes 20: 11 – 17
(11) Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, (12) dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. (13) Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." (14) Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. (15) Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." (16) Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. (17) Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.".
Sampai disini, cerita dari injil jelas menyatakan
bahwa Yesus belum mati.
Mari kita telusuri cerita ini selanjutnya :Yohanes 20 : 19:20(19) Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" (20) Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Mari kita telusuri cerita ini selanjutnya :Yohanes 20 : 19:20(19) Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" (20) Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Yesus
menunjukkan tangan dan lambungnya. Kenapa tangan dan lambung ?.Karena tangan
itulah yg dipakukan ke tiang salib dan lambungnya yang ditusuk dengan tombak
oleh tentara Romawi.(Ini pun, dengan asumsi, cerita penyaliban itu, benar
adanya).
Sampai disini......, Yesus juga belum mati........!!!.Dan yang perlu dicatat, meskipun kita semua tahu, bahwa Yesus, dipanggil Tuhan oleh murid-muridnya setelah bangkit dari kubur.Kita juga perlu menggaris bawahi kata-kata “bangkit dari kubur” ini, karena kata-kata itu adalah kata-kata yang didramatisir sedemikian rupa oleh para penulis injil.Padahal sebenarnya, Yesus berada dalam masa penyembuhan dari luka-lukanya.
Kepercayaan
dogmatis penebusan dosa ditiang salib, adalah rekaan para murtadin ajaran
Yesus.Yesus atau yang kita kenal dengan Isa Al-Masih, tidak mati ditiang
salib.Tetapi beliau mengembara jauh ke Timur, seperti yang dilakukannya ketika
muda selama 18 tahun dari umur 12 sampai 30 tahun.
Yesus tidak mati…!!!. Doktrin Penebusan Dosa ditiang Salib gugur….!!!.
Penyaliban
yang merupakan keyakinan bagi agama Nasrani sehingga mereka disebut dengan kaum
Salib, bahkan gerakan mereka yang mempromosikan ajaran ini menghabiskan waktu,
tenaga dan bahkan dana tidak sedikit, akan tetapi perjuangan ini tidak mengenal
henti. Orang-orang salib gigih sekali memperjuangkan agamanya melalui
penyebaran kepada ummat islam, targetnya agar ummat islam murad, kemudian masuk
keagama mereka, hal ini sudah dilakukan ratusan tahun yang lalu, melalui
gerakan Salibisme, Misionaris dan Kristenisasi.
Banyak
kasus radikal yang dilakukan oleh kaum salibis dalam rangka untuk memerangi
ummat islam sebagaimana konflik yang terjadi di Ambon;
Kalangan ulama di Indonesia
rupanya geram juga dengan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menanggapi
secara berlebihan atas kejadian bom di Solo baru-baru ini.Sikap Presiden yang
begitu reaktif dan cepat itu sangat berbeda ketika terjadi Tragedi Ambon, 11
September lalu.Saat itu tak ada konferensi pers dari SBY, apalagi sampai
meminta agar dilakukan pengusutan dan perlindungan terhadap rakyat.SBY seolah
diam seribu bahasa.
Sikap ulama itu disampaikan
oleh Ketua MUI Pusat, KH Ahmad Cholil Ridwan dalam forum audiensi antara MUI
Pusat dengan Forum Umat Islam (FUI) di Kantor MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta, Selasa
(27/9).
“Saya heran dengan sikap
SBY.Ketika terjadi bom di Solo, langsung muncul di TV.Tapi saat Tragedi Ambon,
tidak ada komentar apa-apa.Presiden kita ini beragama Islam, tetapi tidak
berpihak pada umat Islam”, kata Kiyai Cholil yang diamini sejumlah pengurus MUI
lainnya.
Selain heran terhadap sikap
SBY, Cholil Ridwan juga mencatat beberapa keanehan dari Tragedi Ambon.Pertama,
peristiwa itu terjadi bertepatan dengan Tragedi WTC, 9/11. “Kenapa kok
tanggalnya persis dengan Kasus WTC”, tanya Cholil.
Kedua,
ditengarai di tubuh kepolisian saat ini ada masalah soal kekuatan jaringan
kelompok Kristen.“Sejak zaman kemerdekaan kelompok Kristen sudah membangun
kekuatan jaringan di kepolisian, tetapi Islam tidak. Jenderalnya memang muslim,
tapi Kombes ke bawah banyak yang non muslim”, kata pengasuh PP Husanayain itu.
Karena itu Cholil menyarankan,
dalam kasus Ambon, agar informasi dari kepolisian tidak sepenuhnya dipercaya.
Sehingga MUI Pusat harus membentuk tim investigasi sendiri. “Pembentukan tim
investigasi ini adalah suatu keniscayaan”, tandasnya.[Ketua MUI: Beliau Islam,
tapi Tidak Berpihak pada Umat Islam, nahimunkar.com, Rep:
Shodiq Ramadhan, Tuesday, 27 September 2011 14:18].
Allah
telah menyebutkan kepada kita dalam surat Al Baqarah 2;120 bahwa Yahudi dan
Nasrani sampai kapanpun tidak akan senang kepada ummat islam sampai mereka
murtad dari agamanya, itulah targetnya, mereka siap untuk melakukan apa saja
untuk itu, dalam sejarah kita melihat betapa gigihnya kaum Nasrani memurtadkan
ummat islam sehingga keterlibatan seorang rajapun tidak mau ketinggalan.
Yang paling
afdhal dan mulia, hendaklah seorang Muslim tetap pada agamanya, walaupun dia
diancam dengan pembunuhan, seperti yang telah disebutkan oleh Al-Hafidh bin
Asakir dalam riwayat hidup Abdullah bin Hudzafah as-Sahmy, salah seorang
sahabat Nabi saw: Bahwa sesungguhnya dia ditawan oleh tentara Romawi. Kemudian
dia dibawa ke raja mereka, maka berkatalah raja itu:
“ Masuklah kamu ke agama
Nasrani, aku akan bagikan untukmu sebagian kerajaanku, dan aku nikahkan kamu
dengan anak puteriku.”
Maka ia (Abdullah bin Hudzafah
As-Sahmy) berkata kepada raja itu:
“Seandainya kamu
memberiku semua yang kamu miliki, dan semua yang dimiliki orang-orang Arab,
agar aku keluar dari agama Muhammad saw sekejap mata saja, aku tidak akan
melakukannya.”
Kemudian raja
berkata: “Kalau begitu aku akan membunuhmu!”
Maka ia menjawab:
Engkau (bisa memilih ini dan) itu.
Al-Hafidh (yang
meriwayatkan kisah ini) berkata, maka raja memerintahkan agar ia (Abdullah bin
Hudzafah As-Sahmy) disalib, dan raja memerintahkan pasukan panah, maka mereka
memanahnya dekat kedua tangan dan kedua kakinya, sedangkan raja menawarinya
dengan agama Nasrani. Maka ia (Abdullah As-Sahmy) menolak. Kemudian raja
memerintahkan agar ia diturunkan. Lalu raja memerintahkan agar didatangkan
panci --dalam riwayat lain disebutkan, bejana besar dari tembaga-- kemudian
dipanasi, kemudian salah seorang tawanan dari kaum Muslimin didatangkan dan
dilemparkan ke dalamnya, ia (Abdullah As-Sahmy) pun melihatnya, maka (Muslim
yang dilemparkan ke bejana panas itu kemudian) tinggallah tulang-tulang. Raja
tetap menawar Abdullah, dan ia pun menolak. Maka raja memerintahkan agar ia
dilemparkan ke dalam bejana itu, akan tetapi diundur sampai esok hari. Lalu
menangislah ia (Abdullah As-Sahmy). Maka raja mengira bahwa ada harapan
darinya, lalu raja memanggilnya. Maka ia (Abdullah) berkata:
“Sesungguhnya aku menangis
hanyalah karena menyesali kenapa jiwaku hanya satu, yang akan dilempar ke
bejana ini.Dalam waktu sesaat aku akan bertemu Allah, maka aku lebih senang
kalau setiap rambut di tubuhku dihitung satu jiwa, yang disiksa dengan siksaan
seperti ini dalam rangka memperjuangkan agama Allah.”
Dan di sebagian riwayat,
bahwa raja memasukkannya dalam penjara, dan tidak memberinya makan dan minum
berhari-hari, kemudian ia dikirimi arak (khamr) dan daging babi, namun ia
(Abdullah) tidak mau mendekatinya. Kemudian raja memanggilnya, dan bertanya
kepadanya: “Apa yang melarangmu untuk makan?”
Maka ia (Abdullah)
menjawab: “Kalaupun makanan itu telah dibolehkan untukku, akan tetapi aku tidak
mau menyenangkan kamu.”
Raja berkata kepadanya:
“Kalau begitu ciumlah kepalaku, nanti akan aku bebaskan kamu.”
Lalu ia (Abdullah) berkata:
“Dan kamu juga harus membebaskan tawanan-tawanan Muslim seluruhnya.”
Maka raja menjawab: “Ya”.
Maka ia (Abdullah) mencium kepala raja, kemudian Abdullah dibebaskan dan juga
tawanan-tawanan muslim semuanya. Dan ketika telah pulang (dari Romawi ke
Madinah, pen), Umar bin Al-Khatthab berkata:
“Setiap Muslim berhak
untuk mencium kepala Abdullah bin Hudzafah, dan aku orang yang
memulainya, maka dia berdiri dan mencium kepalanya. Mudah-mudahan Allah
meridhoi keduanya [Pemurtadan dan Cara
Menghadapinya, Nahimungkar.com].
Salah satu kegiatan yang selalu
menyeret keterlibatan ummat islam adalah Natal, sehingga ada yang menjadikan kegiatan ini sebagai jalan
mewujudkan toleransi sesama ummat beragama.
Perayaan semakin
meriah karena mereka memang yang “pegang” uang dan menguasai
perekonomian.Pengusaha politik dan ekonomi yang non Muslim cukup banyak di
negeri ini, dan kesadaran mereka terhadap agamanya juga tinggi sehingga membuat
peryaan semakin meriah dan semarak.Apalagi, natal itu dirayakan seluruh dunia.
Jika semua ini hanya dirayakan oleh umat Kristiani sendiri dan tidak melibatkan
umat lain (umat Islam) tidak ada masalah. Akan menjadi masalah kalau umat Islam
ikut-ikutan, karenanya kita harus merujuk pada Fatwa Buya Hamka yang sudah
banyak lupa.
Buya Hamka
memfatwakan: umat Islam tidak boleh menghadiri perayaan natal baik yang
dirayakan di gereja, di gedung, atau bahkan di lapangan, karena itu adalah
sebuah ritualnya mereka. Saat ini, ada orang berargumen begini, kalau upacara
di gereja tidak boleh hadir, tapi kalau perayaan di lapangan atau di gedung
boleh. Orang ini membandingkannya dengan Islam, yakni shalat ied itu ritual,
tapi halal bi halal kan budaya. Dalam hal ini, tidak bisa disamakan, karena
dalam Islam antara ritual dan budaya dipisahkan dengan jelas, bisa kita bedakan
mana ritual dan budaya.
Tapi di
Kristen tidak dibedakan, bagi mereka semuanya ritual.Walaupun dilaksanakan di
gereja, di lapangan, atau di gedung semua ritual.Karenanya umat Islam tidak
boleh menghadirinya.Termasuk umat Islam yang bekerja di perusahaan milik orang
Kristen, pegawai yang Muslim sebaiknya jangan dilibatkan.Selain itu, Sinter
Klas juga merupakan simbol agama, karenanya pegawai Muslim jangan dilibatkan
untuk ikut serta mengenakan pakaian atau topi Sinter Klas apalagi dilibatkan
dalam perayaan.
Toleransi harus
dipahami dengan benar, toleransi itu saling menghormati anta pemeluk agama,
tidak saling mengganggu, tapi bukan kompromi dalam ritual atau ibadah.Kalau
umat Islam mengadakan syawalan, kemudian orang Kristen datang itu terserah
mereka, tapi kalau natalan kita tidak datang jangan marah, karena Islam punya
keyakinan sendiri.Di sini umat Kristiani harus memahami, yang namaya toleransi
tidak boleh merubah ritual.
Pemurtadan bukan
hanya berjalan pada bulan Desember, tapi berjalan setiap waktu. Nabi saw pernah
menyatakan, domba yang keluar dari jamaah akan diterkam oleh srigala.
Karenanya, yang menjadi sasaran permutadan selama ini adalah: dhuafa,
berpendidikann rendah, tidak ikut majelis taklim manapun, tidak aktif di ormas
manapun. Tapi jika mereka miskin tapi aktif di majelis taklim atau lembaga
dakwah, insya Allah akan terlindungi. [Prof Dr Yunahar Ilyas Lc: “Umat
Islam Jangan Hadiri Perayaan Natal”Cyber Sabili. Sabtu, 25 Desember 2010
12:28 Dwi Hardianto].
Sebagai sebuah
realitas di masyarakat muslim yang sedang diserang gerakan pemurtadan, hal ini
patut dicermati. Dan seiring dengan isu-isu yang memojokkan umat Islam semacam
kasus GKI Yasmin Bogor, HKBP Ciketing Bekasi, dll, kegiatan Kristenisasi alias
pemurtadan semakin digencarkan. International Cirisis Gorup (ICG)
pernah membuat laporan bahwa pemicu terjadinya berbagai bentrokan antara umat
Islam dengan Kristen di Indonesia adalah adanya aktivitas Kristenisasi yang
sangat agresif, khususnya di daerah Jawa Barat yang merupakan basis umat Islam
terkuat di Indonesia. ICG dalam laporannya mencantumkan berbagai lembaga
Kristen yang aktif melakukan pemurtadan terhadap suku Sunda di Jawa Barat,
seperti Joshua Project, Yayasan Beja Kabungahan (Lampstand) sebuah
lembaga misionaris Amerika; Partners International (Mitra Internasional),
berbasis di Spokane, Washington; Frontiers, berbasis di Arizona AS. Dua lembaga
Kristen yang melakukan penginjilan secara radikal di Bekasi Jawa Barat adalah
Yayasan Mahanaim dan Yayasan Bethmidrash Talmiddin. Baru-baru ini misionaris
Kristen membajak program Mobil Pintar Ani Yudhoyono untuk aksi pemurtadan
kepada anak-anak sekolah SD negeri bahkan SD Islam. Masyaallah!
Sebenarnya sudah
ada peraturan yang melarang penyiaran agama kepada warga negara Indonesia yang
telah beragama (SK Menteri Agama nomor 70 tahun 1978). Namun SK itu tak
pernah ditaati oleh pihak Kristen, bahkan mereka menyasar daerah-daerah
Islam.Aktivitas pemurtadan di kantong-kantong miskin dengan kedok sosial
(diakonia) kerap kali mereka lakukan. Kegiatan membawa anak-anak muslim
ke Gereja di daerah basis Islam di Jawa Timur seperti Pasuruan sudah dilakukan
sejak tahun 1970-an. Anak-anak kaum miskin di kota Pasuruan diajak
bersama-sama naik becak setiap minggu ke Gereja dan pulang diberi oleh-oleh
kue-kue dan permen masing-masing satu kantong. Rekaman video penyiaran Kristen
oleh misionaris Amerika dengan pembagian al Kitab (Kitab Injil) dan uang kepada
korban Gempa Padang Pariaman 2009 jelas menunjukkan pelanggaran peraturan
menteri di atas, sebab penyiaran Kristen itu dilakukan terhadap komunitas Islam
yang ditunjukkan oleh gambar penduduk muslimah yang mengenakan kerudung sebagai
obyek penyiaran. Di Bekasi mereka melakukan program Bekasi Berbagi yang
ujung-ujungnya adalah pembaptisan seorang nenek berbusana muslimah. Itu
semua sekedar contoh diakonia yang mereka jalankan untuk memurtadkan umat Islam
dan menarik mereka ke dalam agama Kristen. Dan sejalan dengan penyiaran
Kristen dan pemurtadan yang mereka lakukan di kantong-kantong umat Islam,
peningkatan jumlah gereja berkali-kali lipat. Litbang Depag mencatat bahwa
pertumbuhan Gereja sejak tahun 1990 hingga tahun 2008, meningkat sekitar 300
persen, sementara masjid hanya meningkat sekitar 60%.
Kenapa
pemurtadan dalam bentuk Kristenisasi ini semakin merajalela? Sebab
disamping didukung oleh militansi Kristen dan sokongan dana dalam dan luar
negeri, juga ada sokongan opini kebebasan agama dari tokoh dan media sekuler
liberal. Melihat situasi dan kondisi yang terus mendesak dan memojokkan
Islam dan umat Islam, serta menggerus aqidah umat Islam, maka hanya satu kata
yang harus dilakukan oleh umat Islam, yaitu: LAWAN!
Kenapa kita
harus melawan? Pertama, kita mempertahankan hak kita untuk beragama Islam
dan menjalankan kebebasan serta kekhusyu’an kita untuk menjalankan agama Islam
yang haq yang dijamin konstitusi dan Undang-undang. Juga Allah SWT
memerintahkan kita untuk mempertahankan aqidah Islam kita sampai titik darah
yang penghabisan. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu
mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.(QS. Ali Imran 102).
Kedua, Allah SWT memberikan warning kepada kita akan bahaya peperangan yang dilakukan oleh orang-orang non Islam yang tujuannya adalah memurtadkan kita, paling tidak membuat kita tidak lagi berpegang teguh pada agama kita, alias menjadi muslim yang tidak taat, yang biasa-biasa saja, yang melempem, yang lembek, yang toleran terhadap kemusyrikan dan kemaksiatan, yang semua itu menggerus aqidah kita yang kalau tidak disadari akan menghilangkannya sama sekali. Na’udzubillahi mindzalik. Allah SWT berfirman: Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup...(QS. Al Baqarah 217).
Kedua, Allah SWT memberikan warning kepada kita akan bahaya peperangan yang dilakukan oleh orang-orang non Islam yang tujuannya adalah memurtadkan kita, paling tidak membuat kita tidak lagi berpegang teguh pada agama kita, alias menjadi muslim yang tidak taat, yang biasa-biasa saja, yang melempem, yang lembek, yang toleran terhadap kemusyrikan dan kemaksiatan, yang semua itu menggerus aqidah kita yang kalau tidak disadari akan menghilangkannya sama sekali. Na’udzubillahi mindzalik. Allah SWT berfirman: Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup...(QS. Al Baqarah 217).
Padahal dalam
lanjutan ayat di atas Allah SWT memperingatkan kepada umat Islam tentang betapa
bahayanya orang yang keluar alias murtad dari Islam, orang yang kembali kafir
setelah memeluk agama Islam, yakni sia-sia amalannya dan dipastikan kekal di
neraka. Tentu ini adalah kerugian dan kemalangan yang sangat besar bagi
seorang muslim dan umat Islam. Allah SWT berfirman:
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(QS. Al Baqarah 217).
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(QS. Al Baqarah 217).
Oleh karena itu,
bagi kita umat Islam yang percaya kepada Allah dan rasul-Nya serta percaya kepada
kebenaran kitab suci Al Quran sebagai kalamullah, firman Allah SWT, dan yakin
bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, mempertahankan iman,
aqidah Islam, adalah harga mati! Menolak dan melawan pemurtadan adalah
jihad yang mulia! Allahu Akbar!
Bagaimana
caranya umat Islam mewalan Kristenisasi yang merupakan perang terhadap umat
Islam yang bertujuan untuk memurtadkan umat Islam agar kembali kafir itu?
Secara umum umat Islam harus menempuh lima strategi induk:
(1) Konsolidasi
pemikiran dan perasaan umat Islam serta perlunya mempraktekkan kehidupan Islam
secara berjamaah;
(2) Menanamkan
perasaan yakin dan bangga dengan ajaran Islam yang diridloi Allah dalam diri
umat serta tidak minder menghadapi orang Kristen dan kaum kafir lainnya
(3)
Membuka hakikat Kristen menurut Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw. serta
realitas historis maupun sosial politik keberadaan mereka di Indonesia;
(4) Membuka makar Kristen dan Kristenisasi di Indonesia;
(5) Membentuk
kesatuan opini dan gerakan umat Islam menghadapi berbagai serangan dan manuver
Kristen dan Kristenisasi di Indonesia.
Gereja yang
mereka dirikan bukan sebagai sarana ritual untuk melaksanakan ibadah setiap
hari Minggu tapi juga sebagai sarana untuk menunjukkan eksistensinya pada sebuah
daerah, ketika saya melakukan KKN tahun 1989 di Desa Tiuh Balak Pasar Baradatu
Lampung Utara, di sebelah desa itu terdapat Gereja besar, tinggi lagi megah
padahal penduduknya mayoritas muslim, tapi paa hari Minggu ratusan kaum salibis
datang ke Gereja itu untuk melakukan ritual. Pengakuan masyarakat disana bahwa
dahulu mereka beragama Islam, tapi ketika datang saat sulit,susah dari segi
ekonomi, kaum salibis memberikan bantuian berupa beras, mie, minyak goring dan
bantuan lainnya, ujung-ujungnya mereka harus masuk keagama itu, yang otomatis
meninggalkan islam. wallahu a’lam, [Cubadak Solok, 30 Zulhijjah 1432.H/ 26
November 2011.M].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar