Jamaahartinyabersama-sama,
kolektifdansatu, shalat yang dilakukandenganbersama-sama, dipimpimolehseorang
imam dinamakandenganshalatjamaah, bahkankorupsikolektif yang
dilakukanolehpihakeksekuif, yudikatifdan legislative, kata Amin
Raisdinamakandengankorupsiberjamaah, walaupunistilahinitidaktepatdiucapkan yang
mencederaimaknajamaah.
Dalamibadahkhususnyashalat,
banyakkeutamaannyabiladilakukandenganjamaah, selainmendapatpahala 27
derajatdarishalat yang dilakukansendiri.
Ibnu
Umar meriwayatkanbahwaRasulullah SAW bersabda, "Shalatberjamaahlebihutama
27 derajatdibandingkanshalatsendirian."(HR Bukharidan
Muslim).Denganalasanini, sepertidiceritakan Jabir ra,
sakinginginnyamendapatkankeutamaanpahalashalatberjamaah di masjid,
banyaksahabatdariBaniSalamahterdorongpindahrumahmendekati masjid Nabi.
Mendengarkabartersebut
,Rasulullah bertanyakepadamereka, "Benarkah kalian
inginpindahrumahmendekati masjid?" Merekamenjawab, "Benar,
yaRasulullah."Nabibersabda, "WahaiBaniSalamah, tetaplah di tempat
kalian, karenasetiaplangkah kaki kalian ke masjid dicatatsatupahala."
Selainitu,
orang yang shalatberjamaah di masjid masihmendapat bonus pahala,
yaitusetiaplangkahkakinyake masjid dapatmenghapussatukesalahan.Bahkan,
selamamenunggudatangnyashalat, diatetapmemperolehpahalashalat.Setelahitu,
selesaishalat, selamaiaberada di masjid danbelumbatalwudhu, para
malaikatberdoauntuknya, "Ya Allah, berkahilah dia. Ya Allah, rahmatilah
dia." (Muttafaqun 'alaih).[SyamsuHilal,PahalaShalatBerjamaah,
Republika.com.Senin, 11 Juli 2011 14:32 WIB].
Dalamshalatjamaahkitadididikuntukdisiplin,
bersatudanrapatdalambarisan,
jadibukansembarangshalatberjamaahsajasehinggaRasulullahbersabda;
“Luruskanlahshaf-shaf kalian, jadikanlahsejajardiantarabahu-bahu kalian,
tutuplahcelah yang kosong, bersikaplunaklahterhadaptangansaudara-saudara kalian
danjangan kalian meninggalkansedikitpuncelah-celahbagisyaithan.Barangsiapa yang
menyambungshafmaka Allah akanmenyambungnyadanbarangsiapa yang
memutuskanshafmaka Allah akanmemutuskannya.” (HR Abu Dawud no.666
dandishahihkanolehAsySyaikh Al Albani)
Rasulullahbersabda:
“Luruskanshaf-shaf kalian,
karenameluruskanshaftermasukbagiandarimendirikanshalat.” (H.R Al Bukhari)
Padasatusisikitasangatbersyukurbanyaknyaumat
Islam yang sadarakankeutamaandarisholatberjama’ah. Bahkansebagian
’ulamamenghukuminyasebagaifardhu ’ainuntuksholatberjama’ah,
walaupunadasebagianjuga yang menghukumidenganfardhukifayah.
Dengansholatberjama’ah,
umatiniakanbersatu. Karenasalahsatuhikmahsholatberjama’ah di Masjid
adalahMembiasakanumat Islam
untuksenantiasabersatudantidakberpecahbelah.Dalamberjamaahterdapatkekuasaankecil,
karenaterdapat imam yang diikutidanditaatisecaratepat. Hal
iniakanmembentukpandanganberIslamsecarabenardantepattentangpentingnyakepemimpinan
(imamahataukhilafah) dalam Islam.[Adi Victoria, Antara
HikmahShalatBerjamaahdanSajadah, Senin, 24/01/2011 12:17 WIB].
Amaljamaah yang dapatdilakukan
di masjid bukanhanyashalatsaja, banyakfungsi masjid
untukmenghimpunummatislamdalamamaljamaahsebagaimana yang disampaikanoleh AA
Gimdalamtulisannya di ManajemenKalbu.
Allah
mempunyainamadalamAsmaulHusna Al Jami', Allah MahaMenghimpun. Dalambahasa Arab
apabilaadahuruf Arab ja-min-'ainituartinyamenghimpun. Sebaik-baiknyaperhimpunanmerujukkepadaamalanmesjid.
"Hanyalah orang-orang yang memakmurkanmesjid Allah, yakinkepada Allah,
yakinkepadahariakhir, menegakkansholat, membayar zakat
dantidakpernahgentarselain
kepada Allah merekaitulah yang diharapkanmendapatpetunjuk"
kepada Allah merekaitulah yang diharapkanmendapatpetunjuk"
Sekarangbanyaksekaliperhimpunan
di Indonesia, tapiapakahperhimpunaniniyang dihimpun Allah
dalamkebaikanatauperhimpunandalamkebathilan. 4
(Empat) amalanperhimpunanmesjid yang diupayakanberhimpundimanapunlebih
dari 1 orang amalkanamalaninikarenainilahamalandirumah Allah yaitu :
(Empat) amalanperhimpunanmesjid yang diupayakanberhimpundimanapunlebih
dari 1 orang amalkanamalaninikarenainilahamalandirumah Allah yaitu :
1.
Amalanmesjidperhimpunanitumajlisdzikir
Sepertinyadimanapunkitaberhimpunharuslahmenjadimajlisdzikir.Mesjid,
sholat, dzikir.Dzikir, bacaqur'an, wiriditusemuamengingat Allah.
Tidaklahberhimpun orang denganberdzikirmengingat Allah kecualirahmat
Allah akandatang. Makaperhimpunanapapunharusniatnyauntuk Allah karenaAllah membela agama Allah inimenjadikebaikan.Harusnyarumahitumenjadimajlisdzikir.Jadikansemuanyamenjadiaspekdzikir, Insya Allah amaniturumah.Rumahtangga yang begitubanyakingatkepada Allah, belibarang yang disukai Allah akanmembuathatiinitentram.
2.
Amalanmesjidadalahtaklim
Menuntutilmudanmenyampaikanilmu.Jadiapabilaamalanmesjidinidibawakerumah, kekantorakanbarokah. Apasebabnya? karenanuansanyatawasaubilhaqqiwatawasaubissabr (salingberpesandengankebenarandansalingberpesandengankesabaran). Ilmubisamembuathatijadiringan.Makapastikanmajlissekecilapapunselainingatdanniatkepada Allah ilmukuncinya.
Pokoknyapertemuantidakmenjadiilmurugi.Tiapharitidaknambahilmurugi.Sebaiknyaketemu orang jadiilmu.Kalausaudarabekerjahanyaingincariuang, garongjugakerjanyacariuanghanyabedacara. Kalausaudarabekerjahanyaingincarimakan, dombajugakerjanyacarimakan.Kalausaudarabekerjahanyainginmencarigaji, bagaimanakalaumatisebelumgajian?
Kita bekerjamencari Allah.Kalaukitabekerja,jualan, berumahtanggakarenaAllah
yang dicarimaka Allah-lah yang punyaapapun yang kitainginkan.Setiapkali
punyauangbelikanbuku, itusemuaincestasi.Tidakapa-aparumahkitatidakbagusbarang-barangnya
yang pentingbagusilmunya.
3.
Dakwah
Setiapberhimpunharusjadidakwah.Mesjiditufungsinyadakwahwalau 1 ayat, sampaikan! Pendakwah yang baikalatukurnyabukan orang lainjadibaik, pendakwah yang baikadalah orang dengandakwahnyadirinyamakinbaik. Saudaraberkumpuldisinidandapatilmuituadalahkemurahan Allah kepadasaudara.Mungkinbuahsedekahsaudarakepadaseseorang, mungkinbuahdoa orang tuakepadasaudara, mungkinmunajatanak-anakkepada orang tuanya, jadisajailmuitusampai. Dakwahharusjadi program di perusahaankita, dirumahtanggakitadandimanapun..Rugilahhidupcumasekalitapitidakmenjadicontohkebaikan.Usahakansekuat-kuatnyabila orang melihatdirikitapribadimaupunkelompok, orang melihatkeindahan Islam.
4.
Hikmat/Melayani
Inilahsesungguhnyarahasiakesuksesansebuahmajlis yang barokah.Dimana
setiapberkumpulselainmembuatingatkepada Allah, terusberkembang
kemampuannyadenganilmu, menebarkandakwahnyadengancontoh-contohkebaikandanygtidakkalahpentingnyadiamelayani yang adadisekitarnya.Sepatutnyajamaahmesjiditusepertiitu.Harusnyarumahtanggakitaataukelompokkitaadalah yang inginmelayaniumat.Bilakitasebagai sales biasanyabilamaukeluarrumahberapa target yang harusdidapat, berapa order yang harusmasuk, berapabarang yang harussayajual, wahitucenderung stress. Kalaukitasebagai sales, tiaphari yang dikatakanberapabanyak orang yang berbahagiadengankedatangankita, berapabanyak orang yang bisasayatolongsepanjanghariini, berapabanyak orang yang bisasayasenangkansepanjanghariini.Pikirannyaadalahhikmatkemasyarakat.[KekuatanAmalJamaah, Intisari PQS Al-Azhar 12 Februari 2001 K.H Abdullah Gymnastiar / Aa Gym].
Selainaktivitas
di masjid yang dilakukandenganjamaah, makabanyakpekerjaan lain yang
dapatdilakukansecarakolektifitu, karenamemangbekerjasama untuk menegakkan agama Allah ini, ada beberapa keperluannya dan
keperluan itu mendesak untuk dilaksanakan yaitu;
Pertama, islam
sebagai dien mempunyai sifat syamil [sempurna] dan mutakamil [lengkap] yang
mencakup seluruh asfek kehidupan; politik, ekonomi, sosial dan budaya,
pendidikan, pertahanan dn lain-lain. Tidak ada satupun asfek kehidupan manusia
yang luput dari perhatian islam, sejak dari urusan pribadi hingga masalah
negara, masalah dunia hingga persoalan akherat semuanya jadi perhatian islam.
Ketinggian islam tersebut tidak mungkin dikerjakan oleh satu atau dua orang,
mustahil akan terujud tanpa adanya kerjasama.
Kedua, manusia
sebagai makhluk mempunyai potensi yang terbatas, tidak lengkap dan mempunyai
kelemahan serta kekurangan, dari segala kedhaifan manusia itu perlu adanya
bantuan dari orang lain. Selain berupa
bantuan fisik yang lebih penting dari itu adalah bantuan moral, motivasi untuk
bergerak dan bekerja.
Urgensi Kerjasama
Amal jama’i atau bekerjasama dalam da’wah untuk
menegakkan Kalimatullah di dunia ini penting sekali. Banyak hal yang harus
dikerjakan dan manusia memang membutuhkan teman dalam berjuang, yaitu;
- Fithrah Kauniyah artinya kerjasama itu merupakan fihrah makhluk Allah untuk berkumpul seperti semut dan lebah untuk mengerjakan kerja kecil apalagi besar maka mereka kerjakan secara bersama dengan istilah bergotong royong. Bahkan kawasan plantepun seperti bulan, bintang, mars beredar dalam sebuah kumpulan yang rapi dibawah pimpinan matahari.
- Amal jama’i atau bekerjasama itu merupakan keperluan manusia yang sifat manusia itu yang suka bergotong royong, saling tolong menolong, seperti keperluan untuk makan, sandang dan papan kita, tak bisa disiapkan sendiri oleh masing-masing orang. Kita membutuhkan orang yang berkopetensi menyediakan sarana itu. Apalagi untuk berda’wah dan meninggikan agama Allah ini. Tentu tidak bisa kita kalau kita sendiri-sendiri yang berbuat tanpa koordinasi dan manajemen yang rapi.
- Bekerjasama merupakan kepentingan dari harakah [gerakan] islam. Dien ini bukanlah semata-mata agama ritual, tapi juga sebuah idiologi dan pergerakan untuk mengadakan perbaikan di seluruh lini kehidupan manusia. Sebuah gerakan sekecil apapun juga digerakkan secara bersama, berkumpul didalamnya beberapa ahli untuk memikirkan dan memenej tujuan dari sebuah gerakan.
- Bekerjasama merupakan kewajiban syar’i yang menuntut dan menuntun kita untuk saling bekerjasama dalam kebaikan dan ketaqwaan, mengujudkan ukhuwah, da’wah dan jihad. Semua itu harus dikerjakan dengan rapi dan solid, Allah berfirman dalam surat Ash Shaf 61;4, ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.
Fungsi Dan Peranan Amal Jama’i
Bekerjasama untuk menegakkan agama ini dirasakan perlu
untuk ditumbuhkan kepada seluruh umat islam sehingga masing-masing menyadari
partisipasinya dalam berda’wah dan berjihad sesuai dengan kapasitas
masing-masing. Semua punya andil untuk tegaknya islam di daerah masing-masing,
tidak ada salah seorangpun yang merasa lebih diutamakan lalu yang lain
disingkirkan, semuanya punya beban moral untuk berbuat di jalan Islam ini
sebagai pertanggungjawaban hidupnya disisi Allah kelak.
Pekerjaan yang terorganisir dalam sepuruh asfek kehidupan
sangat penting diujudkan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan, sebagaimana
yang disinyalir oleh Ali bin Abi Thalib, bahwa kebenaran yang tidak
terorganisir dengan baik akan mudah dihancurkan oleh kebatilan yang
terorganisir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa mukmin yang baik itu adalah
yang mampu bekerja seitqon [rapi] mungkin.
Adapun fungsi dan peranan amal jama’i itu adalah;
Pertama, amal
jama’i itu berarti kerjasama yang berdasarkan kesepakatan melalui sebuah syura dengan
berbagai pertimbangana dari anggotanya. Kesepakatan tersebut tidaklah keluar
dari konteks Al Qur’an dan Sunnah. Disamping tidak terkesan dipaksakan juga
sanggup untuk dilakukan berdasarkan ilmu dan wawasan masing-masing.
Kedua, amal jama’i itu berusaha
membagikan amal sesuai dengan keahlian anggotanya masing-masing dengan
pengkajian potensi masing-masing. Tidak semua anggota yang mempunyai keahlian
yang sama, ada yang mampu mengadakan loby kepada yang lain, ada yang siap
bertabligh yaitu menyampaikan ceramah, ada yang harus memperjuangkan aspirasi
ummat melalui lembaga politik, yang jelas semua potensi bisa didistribusikan
sesuai dengan jabatan masing-masing.
Ketiga, kerjasama dapat meringankan
beban da’wah, karena da’wah itu bukanlah pekerjaan kecil dan mudah. Hasan Al
Banna menggambarkan bahwa da’wah itu bukanlah hamparan permadani dan tidak pula
kalungan melati, tapi hamparan kawat dan duri serta kalungan kematian. Ini
adalah pekerjaan berat dan serius yang tidak dapat diselesaikan oleh satu orang
saja dengan kerja serampangan. Namun walaupun demikian beratnya akan terasa
mudah dan ringan bila dikerjakan dengan bekerjasama. Tidak satupun pekerjaan
berat yang tidak dapat diselesaikan ketika mampu mengumpulkan potensi yang ada
dengan pendisribusian pekerjaan sesuai
dengan kafaah [keahlian] masing-masing.
Keempat, obyek da’wah dalam menegakkan
islam itu banyak, sesuai dengan
karakeristik islam yaitu syumul [menyeluruh] untuk itu sangat perlu adanya
pendistribusian skil sesuai dengan obyek yang dituju seperti politik, ekonomi,
pendidikan dan lainnya yang tidak lepas
dari bingkai amal jama’i. Dengan amal
jama’i akan mudah untuk mencapai tujuan dari masing-masing sektor.
Kelima, banyak keterangan Allah dan
Rasul tentang keutamaan pekerjaan yang dilaksanakan dengan amal jama’i sehingga
memperoleh ganjaran [pahala] yang berlipat ganda sebagaimana ibadah shalat yang
dilakukan dengan jama’ah akan berpahala 27 derajat. Apalagi pekerjaan besar
semisal da’wah dan jihad, tentu Allah tidak mengabaikan pahalanya.
Keenam, manusia adalah makhluk yang
terbatas kemampuannya, untuk mengangkat beban yang begitu berat dan besar perlu
adanya teman pendukung dan penyokong sekaligus keterlibatannya dalam kerja
berat ini, demikian pula halnya keaslian da’wah yang dibawa oleh Rasulullah
dikerjakan oleh para sahabat yang militansinya tidak diragukan hasil rekrumen
yang sangat selektif..[Mukhlis Denros, Harian
Mimbar Minang Padang, 27062003].
Demikian
pentingnya bekerjasama untuk mengujudkan ketinggian islam di duniaini, sejarah
telah mencata bahwa ketika ummat tidak bersatu, sibuk dengan kerja
masing-masing, tidak mau mengorganisir amal dalam barisan yang tersusun rapi,
saat itu tunggulah kehancurannya. memang masih panjang kerja para da’i untuk
mensosialisasikan amal jama’i apalagi da’i sendiripun enggan diajak untuk
bekerjasama membangun dan membina umat dalam sebuah wadah da’wah yang
terorganisir dengan solid, walaupun sebatas jama’ah minal muslimin untuk menuju
jamaah muslimin yang hanya berbenderakan satu khilafah, niscaya kejayaan islam
diambang pintu, wallahua’lamwallahua’lam
[TakziyahIbukRosnidar 12082011 di Metro Lampung, 15 Agustus 2011.M/ 15Ramadhan
1432.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar