Jumat, 12 Februari 2016

194. Jamaah



Jamaahartinyabersama-sama, kolektifdansatu, shalat yang dilakukandenganbersama-sama, dipimpimolehseorang imam dinamakandenganshalatjamaah, bahkankorupsikolektif yang dilakukanolehpihakeksekuif, yudikatifdan legislative, kata Amin Raisdinamakandengankorupsiberjamaah, walaupunistilahinitidaktepatdiucapkan yang mencederaimaknajamaah.

Dalamibadahkhususnyashalat, banyakkeutamaannyabiladilakukandenganjamaah, selainmendapatpahala 27 derajatdarishalat yang dilakukansendiri.

Ibnu Umar meriwayatkanbahwaRasulullah SAW bersabda, "Shalatberjamaahlebihutama 27 derajatdibandingkanshalatsendirian."(HR Bukharidan Muslim).Denganalasanini, sepertidiceritakan Jabir ra, sakinginginnyamendapatkankeutamaanpahalashalatberjamaah di masjid, banyaksahabatdariBaniSalamahterdorongpindahrumahmendekati masjid Nabi.

Mendengarkabartersebut ,Rasulullah  bertanyakepadamereka, "Benarkah kalian inginpindahrumahmendekati masjid?" Merekamenjawab, "Benar, yaRasulullah."Nabibersabda, "WahaiBaniSalamah, tetaplah di tempat kalian, karenasetiaplangkah kaki kalian ke masjid dicatatsatupahala."

Selainitu, orang yang shalatberjamaah di masjid masihmendapat bonus pahala, yaitusetiaplangkahkakinyake masjid dapatmenghapussatukesalahan.Bahkan, selamamenunggudatangnyashalat, diatetapmemperolehpahalashalat.Setelahitu, selesaishalat, selamaiaberada di masjid danbelumbatalwudhu, para malaikatberdoauntuknya, "Ya Allah, berkahilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia." (Muttafaqun 'alaih).[SyamsuHilal,PahalaShalatBerjamaah, Republika.com.Senin, 11 Juli 2011 14:32 WIB].

Dalamshalatjamaahkitadididikuntukdisiplin, bersatudanrapatdalambarisan, jadibukansembarangshalatberjamaahsajasehinggaRasulullahbersabda; “Luruskanlahshaf-shaf kalian, jadikanlahsejajardiantarabahu-bahu kalian, tutuplahcelah yang kosong, bersikaplunaklahterhadaptangansaudara-saudara kalian danjangan kalian meninggalkansedikitpuncelah-celahbagisyaithan.Barangsiapa yang menyambungshafmaka Allah akanmenyambungnyadanbarangsiapa yang memutuskanshafmaka Allah akanmemutuskannya.” (HR Abu Dawud no.666 dandishahihkanolehAsySyaikh Al Albani)
Rasulullahbersabda: “Luruskanshaf-shaf kalian, karenameluruskanshaftermasukbagiandarimendirikanshalat.” (H.R Al Bukhari)
Padasatusisikitasangatbersyukurbanyaknyaumat Islam yang sadarakankeutamaandarisholatberjama’ah. Bahkansebagian ’ulamamenghukuminyasebagaifardhu ’ainuntuksholatberjama’ah, walaupunadasebagianjuga yang menghukumidenganfardhukifayah.
Dengansholatberjama’ah, umatiniakanbersatu. Karenasalahsatuhikmahsholatberjama’ah di Masjid adalahMembiasakanumat Islam untuksenantiasabersatudantidakberpecahbelah.Dalamberjamaahterdapatkekuasaankecil, karenaterdapat imam yang diikutidanditaatisecaratepat. Hal iniakanmembentukpandanganberIslamsecarabenardantepattentangpentingnyakepemimpinan (imamahataukhilafah) dalam Islam.[Adi Victoria, Antara HikmahShalatBerjamaahdanSajadah, Senin, 24/01/2011 12:17 WIB].
Amaljamaah yang dapatdilakukan di masjid bukanhanyashalatsaja, banyakfungsi masjid untukmenghimpunummatislamdalamamaljamaahsebagaimana yang disampaikanoleh AA Gimdalamtulisannya di ManajemenKalbu.
Allah mempunyainamadalamAsmaulHusna Al Jami', Allah MahaMenghimpun. Dalambahasa Arab apabilaadahuruf Arab ja-min-'ainituartinyamenghimpun. Sebaik-baiknyaperhimpunanmerujukkepadaamalanmesjid. "Hanyalah orang-orang yang memakmurkanmesjid Allah, yakinkepada Allah, yakinkepadahariakhir, menegakkansholat, membayar zakat dantidakpernahgentarselain
kepada Allah merekaitulah yang diharapkanmendapatpetunjuk"
Sekarangbanyaksekaliperhimpunan di Indonesia, tapiapakahperhimpunaniniyang dihimpun Allah dalamkebaikanatauperhimpunandalamkebathilan. 4
(Empat) amalanperhimpunanmesjid yang diupayakanberhimpundimanapunlebih
dari 1 orang amalkanamalaninikarenainilahamalandirumah Allah yaitu :
1.      Amalanmesjidperhimpunanitumajlisdzikir

Sepertinyadimanapunkitaberhimpunharuslahmenjadimajlisdzikir.Mesjid,
sholat, dzikir.Dzikir, bacaqur'an, wiriditusemuamengingat Allah.
Tidaklahberhimpun orang denganberdzikirmengingat Allah kecualirahmat
Allah akandatang. Makaperhimpunanapapunharusniatnyauntuk Allah karenaAllah membela agama Allah inimenjadikebaikan.Harusnyarumahitumenjadimajlisdzikir.Jadikansemuanyamenjadiaspekdzikir, Insya Allah amaniturumah.Rumahtangga yang begitubanyakingatkepada Allah, belibarang yang disukai Allah akanmembuathatiinitentram.

2.      Amalanmesjidadalahtaklim

Menuntutilmudanmenyampaikanilmu.Jadiapabilaamalanmesjidinidibawakerumah, kekantorakanbarokah. Apasebabnya? karenanuansanyatawasaubilhaqqiwatawasaubissabr (salingberpesandengankebenarandansalingberpesandengankesabaran). Ilmubisamembuathatijadiringan.Makapastikanmajlissekecilapapunselainingatdanniatkepada Allah ilmukuncinya.
Pokoknyapertemuantidakmenjadiilmurugi.Tiapharitidaknambahilmurugi.Sebaiknyaketemu orang jadiilmu.Kalausaudarabekerjahanyaingincariuang, garongjugakerjanyacariuanghanyabedacara. Kalausaudarabekerjahanyaingincarimakan, dombajugakerjanyacarimakan.Kalausaudarabekerjahanyainginmencarigaji, bagaimanakalaumatisebelumgajian?
Kita bekerjamencari Allah.Kalaukitabekerja,jualan, berumahtanggakarenaAllah yang dicarimaka Allah-lah yang punyaapapun yang kitainginkan.Setiapkali punyauangbelikanbuku, itusemuaincestasi.Tidakapa-aparumahkitatidakbagusbarang-barangnya yang pentingbagusilmunya.
3.      Dakwah

Setiapberhimpunharusjadidakwah.Mesjiditufungsinyadakwahwalau 1 ayat, sampaikan! Pendakwah yang baikalatukurnyabukan orang lainjadibaik, pendakwah yang baikadalah orang dengandakwahnyadirinyamakinbaik. Saudaraberkumpuldisinidandapatilmuituadalahkemurahan Allah kepadasaudara.Mungkinbuahsedekahsaudarakepadaseseorang, mungkinbuahdoa orang tuakepadasaudara, mungkinmunajatanak-anakkepada orang tuanya, jadisajailmuitusampai. Dakwahharusjadi program di perusahaankita, dirumahtanggakitadandimanapun..Rugilahhidupcumasekalitapitidakmenjadicontohkebaikan.Usahakansekuat-kuatnyabila orang melihatdirikitapribadimaupunkelompok, orang melihatkeindahan Islam.

4.      Hikmat/Melayani

Inilahsesungguhnyarahasiakesuksesansebuahmajlis yang barokah.Dimana
setiapberkumpulselainmembuatingatkepada Allah, terusberkembang
kemampuannyadenganilmu, menebarkandakwahnyadengancontoh-contohkebaikandanygtidakkalahpentingnyadiamelayani yang adadisekitarnya.Sepatutnyajamaahmesjiditusepertiitu.Harusnyarumahtanggakitaataukelompokkitaadalah yang inginmelayaniumat.Bilakitasebagai sales biasanyabilamaukeluarrumahberapa target yang harusdidapat, berapa order yang harusmasuk, berapabarang yang harussayajual, wahitucenderung stress. Kalaukitasebagai sales, tiaphari yang dikatakanberapabanyak orang yang berbahagiadengankedatangankita, berapabanyak orang yang bisasayatolongsepanjanghariini, berapabanyak orang yang bisasayasenangkansepanjanghariini.Pikirannyaadalahhikmatkemasyarakat.[KekuatanAmalJamaah, Intisari PQS Al-Azhar 12 Februari 2001 K.H Abdullah Gymnastiar / Aa Gym].
Selainaktivitas di masjid yang dilakukandenganjamaah, makabanyakpekerjaan lain yang dapatdilakukansecarakolektifitu, karenamemangbekerjasama untuk menegakkan agama Allah ini, ada beberapa keperluannya dan keperluan itu mendesak untuk dilaksanakan yaitu;

            Pertama, islam sebagai dien mempunyai sifat syamil [sempurna] dan mutakamil [lengkap] yang mencakup seluruh asfek kehidupan; politik, ekonomi, sosial dan budaya, pendidikan, pertahanan dn lain-lain. Tidak ada satupun asfek kehidupan manusia yang luput dari perhatian islam, sejak dari urusan pribadi hingga masalah negara, masalah dunia hingga persoalan akherat semuanya jadi perhatian islam. Ketinggian islam tersebut tidak mungkin dikerjakan oleh satu atau dua orang, mustahil akan terujud tanpa adanya kerjasama.

            Kedua, manusia sebagai makhluk mempunyai potensi yang terbatas, tidak lengkap dan mempunyai kelemahan serta kekurangan, dari segala kedhaifan manusia itu perlu adanya bantuan dari orang lain.  Selain berupa bantuan fisik yang lebih penting dari itu adalah bantuan moral, motivasi untuk bergerak dan bekerja.

Urgensi Kerjasama
            Amal jama’i atau bekerjasama dalam da’wah untuk menegakkan Kalimatullah di dunia ini penting sekali. Banyak hal yang harus dikerjakan dan manusia memang membutuhkan teman dalam berjuang, yaitu;
  1. Fithrah Kauniyah artinya kerjasama itu merupakan fihrah makhluk Allah untuk berkumpul seperti semut dan lebah untuk mengerjakan kerja kecil apalagi besar maka mereka kerjakan secara bersama dengan istilah bergotong royong. Bahkan kawasan plantepun seperti bulan, bintang, mars beredar dalam sebuah kumpulan yang rapi dibawah pimpinan matahari.

  1.  Amal jama’i atau bekerjasama itu merupakan keperluan manusia yang sifat manusia itu yang suka bergotong royong, saling tolong menolong, seperti keperluan untuk makan, sandang dan papan kita, tak bisa disiapkan sendiri oleh masing-masing orang. Kita membutuhkan orang yang berkopetensi menyediakan sarana itu. Apalagi untuk berda’wah dan meninggikan agama Allah ini. Tentu tidak bisa kita kalau kita sendiri-sendiri yang berbuat tanpa koordinasi dan manajemen yang rapi.

  1. Bekerjasama merupakan kepentingan dari harakah [gerakan] islam. Dien ini bukanlah semata-mata agama ritual, tapi juga sebuah idiologi dan pergerakan untuk mengadakan perbaikan di seluruh lini kehidupan manusia. Sebuah  gerakan sekecil apapun juga digerakkan secara bersama, berkumpul didalamnya beberapa ahli untuk memikirkan dan memenej tujuan dari sebuah gerakan.

  1. Bekerjasama merupakan kewajiban syar’i yang menuntut dan menuntun kita untuk saling bekerjasama dalam kebaikan dan ketaqwaan, mengujudkan ukhuwah, da’wah dan jihad. Semua itu harus dikerjakan dengan rapi dan solid, Allah berfirman dalam surat Ash Shaf  61;4, ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang  yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.

Fungsi Dan Peranan Amal Jama’i
            Bekerjasama untuk menegakkan agama ini dirasakan perlu untuk ditumbuhkan kepada seluruh umat islam sehingga masing-masing menyadari partisipasinya dalam berda’wah dan berjihad sesuai dengan kapasitas masing-masing. Semua punya andil untuk tegaknya islam di daerah masing-masing, tidak ada salah seorangpun yang merasa lebih diutamakan lalu yang lain disingkirkan, semuanya punya beban moral untuk berbuat di jalan Islam ini sebagai pertanggungjawaban hidupnya disisi Allah kelak.

            Pekerjaan yang terorganisir dalam sepuruh asfek kehidupan sangat penting diujudkan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan, sebagaimana yang disinyalir oleh Ali bin Abi Thalib, bahwa kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan mudah dihancurkan oleh kebatilan yang terorganisir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa mukmin yang baik itu adalah yang mampu bekerja seitqon [rapi] mungkin.

            Adapun fungsi dan peranan amal jama’i itu adalah;
            Pertama, amal jama’i itu berarti kerjasama yang berdasarkan kesepakatan melalui sebuah syura dengan berbagai pertimbangana dari anggotanya. Kesepakatan tersebut tidaklah keluar dari konteks Al Qur’an dan Sunnah. Disamping tidak terkesan dipaksakan juga sanggup untuk dilakukan berdasarkan ilmu dan wawasan masing-masing.

            Kedua, amal jama’i itu berusaha membagikan amal sesuai dengan keahlian anggotanya masing-masing dengan pengkajian potensi masing-masing. Tidak semua anggota yang mempunyai keahlian yang sama, ada yang mampu mengadakan loby kepada yang lain, ada yang siap bertabligh yaitu menyampaikan ceramah, ada yang harus memperjuangkan aspirasi ummat melalui lembaga politik, yang jelas semua potensi bisa didistribusikan sesuai dengan jabatan masing-masing.

            Ketiga, kerjasama dapat meringankan beban da’wah, karena da’wah itu bukanlah pekerjaan kecil dan mudah. Hasan Al Banna menggambarkan bahwa da’wah itu bukanlah hamparan permadani dan tidak pula kalungan melati, tapi hamparan kawat dan duri serta kalungan kematian. Ini adalah pekerjaan berat dan serius yang tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja dengan kerja serampangan. Namun walaupun demikian beratnya akan terasa mudah dan ringan bila dikerjakan dengan bekerjasama. Tidak satupun pekerjaan berat yang tidak dapat diselesaikan ketika mampu mengumpulkan potensi yang ada dengan pendisribusian   pekerjaan sesuai dengan kafaah [keahlian] masing-masing.

            Keempat, obyek da’wah dalam menegakkan islam itu banyak, sesuai  dengan karakeristik islam yaitu syumul [menyeluruh] untuk itu sangat perlu adanya pendistribusian skil sesuai dengan obyek yang dituju seperti politik, ekonomi, pendidikan dan  lainnya yang tidak lepas dari bingkai amal jama’i. Dengan amal   jama’i akan mudah untuk mencapai tujuan dari masing-masing sektor.

            Kelima, banyak keterangan Allah dan Rasul tentang keutamaan pekerjaan yang dilaksanakan dengan amal jama’i sehingga memperoleh ganjaran [pahala] yang berlipat ganda sebagaimana ibadah shalat yang dilakukan dengan jama’ah akan berpahala 27 derajat. Apalagi pekerjaan besar semisal da’wah dan jihad, tentu Allah tidak mengabaikan pahalanya.

            Keenam, manusia adalah makhluk yang terbatas kemampuannya, untuk mengangkat beban yang begitu berat dan besar perlu adanya teman pendukung dan penyokong sekaligus keterlibatannya dalam kerja berat ini, demikian pula halnya keaslian da’wah yang dibawa oleh Rasulullah dikerjakan oleh para sahabat yang militansinya tidak diragukan hasil rekrumen yang sangat selektif..[Mukhlis Denros,  Harian Mimbar Minang Padang, 27062003].

                     Demikian pentingnya bekerjasama untuk mengujudkan ketinggian islam di duniaini, sejarah telah mencata bahwa ketika ummat tidak bersatu, sibuk dengan kerja masing-masing, tidak mau mengorganisir amal dalam barisan yang tersusun rapi, saat itu tunggulah kehancurannya. memang masih panjang kerja para da’i untuk mensosialisasikan amal jama’i apalagi da’i sendiripun enggan diajak untuk bekerjasama membangun dan membina umat dalam sebuah wadah da’wah yang terorganisir dengan solid, walaupun sebatas jama’ah minal muslimin untuk menuju jamaah muslimin yang hanya berbenderakan satu khilafah, niscaya kejayaan islam diambang pintu, wallahua’lamwallahua’lam [TakziyahIbukRosnidar 12082011 di Metro Lampung, 15 Agustus 2011.M/ 15Ramadhan 1432.H].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar