Lazim kita memperingati peristiwa IsrakMikraj tiap tanggal
27 Rajab tahun Hijriah. Peristiwa ini perjalanan malam hari Nabi Muhammad SAW
dariMasjidil Haram MakkahkeMasjidilAqsha di Palestina.Mikraj,
naik dari bumi melalui beberapa planet sampai kelangit lapis ketujuh di
Baitul Makmur, berakhir di Sidratul Muntaha, Arasy.
Perjalanan
yang dilalui secara wajar pada masa itu kalau menempuh jarak dari Mekkah ke
Palestina lebih kurang 2000 km yang dapat ditempuh dengan perjalanan onta
selama 30 hari pulang pergi, tapi dapat ditempuh oleh Rasul dalam setengah
malam saja. Peristiwa ini yang membuat
banyak orang yang tidak percaya karena mereka beranggapan keberangkatan
Rasulullah tersebut dilakukan sendiri saja tanpa menggunakan kendaraan sebagai
alat transportasi, apalagi Abu Jahal, dia adalah orang yang paling tidak
percaya dengan isra’ mi’raj.
Rasa
penasaran Abu Jahal mendorong dia untuk menemui Abu Bakar, sahabata Nabi yang
sangat baik, dia ingin mendengar pengakuan Abu Bakar tentang sahabatnya itu.
Abu
Jahal ; Adakah kamu percaya dengan
sahabatmu itu ?
Abu Bakar; Apakah dia yang mengatakan demikian ?
Abu
Jahal ; Ya, dia yang mengatakan demikian!
Abu Bakar; Jika betul dia berkata demikian, maka apa yang dikatakannya itu
benar.
Abu
Jahal ; Apakah kamu membenarkan orang
yang datang dari negeri Syam
dalam waktu satu malam, lalu
kembali ke Mekkah sebelum pagi?
Abu Bakar ; Andai kata lebih dari itu yang dikabarkan oleh Muhammad, sayapun
percaya.
Pada saat itulah Abu Bakar digelari As Shiddiq, artinya
orang yang membenarkan peristiwa Isra’ Mi’raj, walaupun beliau belum mendengar
lansung dari Nabi Muhammad Saw atas peristiwa yang sebenarnya.
Tidak usah
kita membicarakan bagaimana kejadian Isra’ Mi’raj yang berbeda di luar alam
manusia, hal ini dapat dikemukakan dengan contoh seekor semut yang hinggap pada
sebuah tas manusia lalu dibawa ke Jakarta. Kemudian orang tersebut kembali ke kampung lagi, masih bersama semut tadi.
Ketika semut itu bertemu dengan
teman-temannya, lalu menceritakan peristiwa kepergiannya dalam waktu dekata ke
Jakarta sambil melihat segala keadaan yang ada, dalam waktu yang singkat hadir
kembali di tempat asalnya. Tentu saja kawanan semut akan tercengang dan
mengatakan,”Dia adalah semut yang gila”.
Hal itu
menjadi mustahil karena ketika itu sangat sederhananya alat transportasi yang
digunakan, tapi untuk zaman kini, alat transportasi sudah mengalami kemajuan
yang luar biasa sehingga jarak yang jauh sekalipun dapat ditempuh hanya dengan
beberapa saat saja, begitu juga halnya beban yang berat dapat diangkat melebihi kapasitas
manusia karena adanya alat transportasi yang dapat digunakan.
Luasnya lautan, yang dahulu hanya ditempuh oleh kapal
laut dalam waktu yang cukup lama, seperti ummat islam Indonesia dizaman dahulu
untuk menunaikan ibadah haji harus menempuh waktu satu bulan keberangkatan,
satu bulan pula untuk kembali ke tanah air, sehingga ketika ada yang akan
berangkat menunaikan ibadah haji diantar bersama oleh keluarga dan kerabatnya
karena begitu lamanya perjalanan yang akan dilalui, tapi kini, perjalanan itu
hanya ditempuh selama 7 hingga 9 jam saja dengan pesawat terbang.
Jembatan yang membentang antara satu pulau dengan pulau
lainnya juga dalam rangka menyingkat perjalanan yang panjang, dengan jembatan
itu mobil jenis apa saja bisa melaju sehingga dalam waktu singkat dapat sampai
ke sebuah pulau, andaikata belum ada jembatan yang dimaksud maka berapa lamanya
kita untuk membelah laut dengan kapal laut.
Dengan transportasi, belantara hutan di sepanjang pulau
jawa dapat ditembus hanya beberapa jam saja karena adanya alat transportasi
Kereta Api, apa jadinya bila kita harus berjalan atau naik kuda dan unta bahkan
dengan mobil saja dapat dikalahkan dengan kelajuan Kereta Api.
Semua itu merupakan kemajuan ilmu pengetahuan yang
dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya yang wajib disyukuri agar bertambah
nikmat-nikmat lainnya dengan kemudahan hidup yang kita lalui, Allah berfirman
tentang eksistensi manusia yang diberi kemudahan dalam transportasi;”dan Sesungguhnya telah Kami muliakan
anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka
rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang
sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.[Al Isra’ 17;70].
Kami
angkutmereka di daratandan di lautan, tentusajapengangkutaninimemerlukanupayadancara,
maka Allah berikankepadamanusiailmuuntukmenciptakanalatangkutitu,
kalaulahalatangkut di darattentuberupahewan yang merupakanalattransportasitradisionalataukendaraan
yang dirancangolehmanusiasepertimobil, sepeda, motor, gerobakdankeretaapi,
sedangkanalatangkut di lautberupaperahudankapal.
Kemajuanzamanjugamenjadikanmanusiaberupayauntukmenemukandanmembukatransportasikealamrayasebagaimana
yang pernahdialamiolehRasulullahdenganIsra’ danMi’rajnya.
Dr.
Maurice Bucailledalambukunya yang berjudul BIBEL, QUR-AN, danSains Modern
mengungkapkanpenjelajahanmanusiakeangkasamembukatransportasiantarabumidanruangangkasadenganalattransportasi
modern.
TerdapattigaayatdalamQur-an yang
perlusekalikitaperhatikan, yang pertamamenerangkansecarategashal
yangdapatdilakukanmanusiauntukmenundukkanangkasa.
DalamduaayatlainnyaTuhanmenyebutkanbahwa orang-orang
kafirMekahakansangatterperanjatjikamerekadapatnaikkelangit.Hal
inimerupakanisyaratkepadasuatuhipotesa
yang takakandikerjakanolehmereka.
Ayatpertamaadalahayat
33 daripadasurat 55:"Haijindanmanusiajikakamusanggupmenembus
(melintasi) penjurulangitdanbumi, makalintasilah,
dankamutidakdapatmenembusnyamelainkandengankekuatan (sedangkamutidakpunyakekuatan)."
Tidaksyaklagibahwaayattersebutmenunjukkankemungkinanbahwadikemudianharimanusiaakandapatmelakukanapa
yangbiasanyasekarangkitanamakansecaratidakbenar"menundukkanangkasa." Kita perlumemperhatikanjugabahwateksQur-an tidakhanyamenyebutkanpenetrasi didaerah-daerahsamawi, akantetapijugapenetrasi di
bumi,artinyamasukdalam-dalamkebumi.
Duaayatlainnyadiambildarisurat
15, yakniayat 14 dan15.
Tuhanmembicarakantentang orang-orang kafir di Mekah,sepertikonteksparagrafsurattersebutmenerangkan:"Dan jikaseandainya Kami
membukakankepadamerekasalahsatudari (pintu-pintu) langit,
lalumerekaterusmenerusnaikkeatasnya. Tentulahmerekaberkata: Sesungguhnyapandangankamilahyang
dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kenasihir."
Iniadalahsuatukeherananterhadapsuatukejadianyang taktersangka,
berbedadenganapa yang dapatdikhayalkanolehmanusia.
Kata-kata
yang bersyarat di sinimemakaihuruf
(law)
yangmenunjukkanbahwahipotesa
yang disebutkantidakakandilaksanakanbagimereka
yang memperhatikanparagrafini.
Dalamhal-halmenundukkan
"angkasa" kitaberhadapandenganduateksparagrafQur-an; yang
satumenunjukkansuatukejadian yang
akanterjadipadasuatuwaktukarenakekuasaanyang
akandiberikanolehTuhankepadaotakdanketrampilanmanusia. Yang lain
menunjukkansuatukejadian yang tidakakandialamioleh orang-orang
kafir di Mekah;
inilahsebabnyamakakejadianitudilukiskansebagaihal yang
takakanterjadi.
Tetapikejadianituakandialamiolehorang-orang lain,
seperti yang digambarkanolehayatpertama.
Ayatinimenggarnbarkanreaksimanusiaterhadapsuatukejadian yang
takmerekaharapkantetapi yang akandiberikankepadaastronout-astronout. Reaksiituadalahpandangan yang
penuhdengankekhawatiransertaperasaanseakan-akandirimerekakenasihir.
Mulaitahun
1961 paraastronouttelahmengalamipetualanganini. Tahun 1961 adalahtahundimanauntukpertama kalimanusiadapatterbangmengelilingibumi.
Menurutlaporanparaastronouttersebut,
jikaseseorangberadadiluaratmosfirbumi,
langittidaklaginampakbiruseperti yangdilihatolehpendudukbumi, dan
yang
merupakanhasilfenomenacahayamatahari yang
disedotolehlapisan-lapisanatmosfir. Manusia yang beradadiangkasa di
luaratmosfirbumimelihatlangitituhitamdan me
lihatbumisebagaiterselubungolehlapisanwarnakebiru-biruan yang disebabkanolehsedotanatmosfirbumiterhadapcahayamatahari.
Bulanyang tidakpunyaatmosfirnampakdenganwarnanyasendiri diatasdasarlangit yang hitam. Iniadalahpandangan
yangsangatbarubagimanusia,
pandanganangkasa
yanggambar-gambarnyasudahsecaraumumdiketahuimanusiasekarang.
Di situ,
jikakitamenghadapkanteksQur-an
denganSainsmodern kitaakanterpesonadenganketepatan yang
takmungkinkitadugaakandibawaolehfikiranseorangmanusia yanghidup 14 abad yang lalu.
Dalammelaksanakanibadahdiantaranyaibadah
haji, Allah
memberiisyaratbahwadalammelaksanakanibadahtersebutkaummusliminakanmendatangiMekkahdariberbagaipenjuruduniadenganberbagaikendaraan
yang merekamampuuntukmengendarainyasepertionta.
“dan (ingatlah), ketika Kami memberikantempatkepada Ibrahim di tempatBaitullah
(denganmengatakan):
"JanganlahkamumemperserikatkansesuatupundenganakudansucikanlahrumahKuinibagi
orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadatdan orang-orang yang
ruku' dansujud. danberserulahkepadamanusiauntukmengerjakan haji, niscayamerekaakandatangkepadamudenganberjalan
kaki, danmengendaraiunta yang kurus yang datangdarisegenappenjuru yang jauh, “[Al
Hajj 22;26-27].
Semakinmajuduniaini,
semakinbanyakdancanggihnyaalattransportasi yang
dirancanguntukmenyamananhidupmanusia, bahkanalattransportasibukanhanyasebagaikebutuhantapijugalambangkemewahanbagipemiliknya,
lihatlahbegituantusiasnya orang-orang kaya
danparapejabatuntukmemilikialattransportasisebagaisaranauntukmobilitaskerja
yang padat, sehinggadengankendaraan yang demikianmampumelakukanperjalananpanjangdenganwaktu
yang singkat.
Kadangkalamanusiajugadituntutuntukmemilikikendaraantersebuttanpamengukurkemauannyadengankemampuansehinggabesarpasakdaripadatiang,
sedangkanparapejabatmemboboluangnegarauntukmembelikendaraantersebut.
Ketikamasyarakatkitamasihdalamkeadaansulitekonomi,
merekabelumdantidakmampumempunyaialattransportasisendirisehinggaaktivitaskerja
yang jauh,
perjalananmudikketikahari-haribesarharusmengendaraikendaraanumumseperti bus,
keretaapi, kapallauthinggakapalterbang, makakewajibanpemerintahuntukmelayanimasyarakatnyadenganalattranportasi
yang memadai, aman, nyamandanlayakuntukdikendaraisehinggaselamatpulangdanpergi,
selainitusaranatransportasisepertijalan yang baikdanjembatan yang
kokohjadisarana yang sangatdibutuhkanuntukmasyarakat, pelabuhandanbandara yang refresentatifsehinggamenjaminadanyakeselamatanpelayarandanpenerbangan.
KarenapentingnyaalattransportasiinisampaiRasulullahmenyatakanbahwaadaempatperhiasandunia
yang digemarimanusiayaituisteri yang shalehah, tetangga yang baik, rumah yang
luasdankendaraan yang baik, Umar bin Khattabjugamengatakan, kalauadakeledai
yang terperosokpadasebuahjalan, makaituadalahtanggungjawab Umar,
karenadiasebagaiKhalifahketikaitu,
begitubesarnyatanggungjawabpemimpinterhadaptransportasibagikepentinganrakyatnya,
wallahua’lam,
[CubadakSolok, 03 Muharam 1433.H/ 29 November
2011.M].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar