Senin, 15 Februari 2016

201. Transportasi



Lazim kita memperingati peristiwa IsrakMikraj tiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah. Peristiwa ini perjalanan malam hari Nabi Muhammad SAW dariMasjidil Haram MakkahkeMasjidilAqsha di Palestina.Mikraj, naik dari bumi melalui beberapa planet sampai kelangit lapis ketujuh di Baitul Makmur, berakhir di Sidratul Muntaha, Arasy.
Perjalanan yang dilalui secara wajar pada masa itu kalau menempuh jarak dari Mekkah ke Palestina lebih kurang 2000 km yang dapat ditempuh dengan perjalanan onta selama 30 hari pulang pergi, tapi dapat ditempuh oleh Rasul dalam setengah malam saja.  Peristiwa ini yang membuat banyak orang yang tidak percaya karena mereka beranggapan keberangkatan Rasulullah tersebut dilakukan sendiri saja tanpa menggunakan kendaraan sebagai alat transportasi, apalagi Abu Jahal, dia adalah orang yang paling tidak percaya dengan isra’ mi’raj.

Rasa penasaran Abu Jahal mendorong dia untuk menemui Abu Bakar, sahabata Nabi yang sangat baik, dia ingin mendengar pengakuan Abu Bakar tentang sahabatnya itu.

Abu Jahal ; Adakah kamu percaya dengan sahabatmu itu ?
Abu Bakar; Apakah dia yang mengatakan demikian ?
Abu Jahal ; Ya, dia yang mengatakan demikian!
Abu Bakar; Jika betul dia berkata demikian, maka apa yang dikatakannya itu
                     benar.
Abu Jahal ; Apakah kamu membenarkan orang yang datang dari negeri Syam
                     dalam waktu satu malam, lalu kembali ke Mekkah sebelum pagi?
Abu Bakar ; Andai kata lebih dari itu yang dikabarkan oleh Muhammad, sayapun
                     percaya.

            Pada saat itulah Abu Bakar digelari As Shiddiq, artinya orang yang membenarkan peristiwa Isra’ Mi’raj, walaupun beliau belum mendengar lansung dari Nabi Muhammad Saw atas peristiwa yang sebenarnya.

Tidak usah kita membicarakan bagaimana kejadian Isra’ Mi’raj yang berbeda di luar alam manusia, hal ini dapat dikemukakan dengan contoh seekor semut yang hinggap pada sebuah tas manusia lalu dibawa ke Jakarta. Kemudian orang tersebut kembali  ke kampung lagi, masih bersama semut tadi. Ketika  semut itu bertemu dengan teman-temannya, lalu menceritakan peristiwa kepergiannya dalam waktu dekata ke Jakarta sambil melihat segala keadaan yang ada, dalam waktu yang singkat hadir kembali di tempat asalnya. Tentu saja kawanan semut akan tercengang dan mengatakan,”Dia adalah semut yang gila”.
Hal itu menjadi mustahil karena ketika itu sangat sederhananya alat transportasi yang digunakan, tapi untuk zaman kini, alat transportasi sudah mengalami kemajuan yang luar biasa sehingga jarak yang jauh sekalipun dapat ditempuh hanya dengan beberapa saat saja, begitu juga halnya beban yang  berat dapat diangkat melebihi kapasitas manusia karena adanya alat transportasi yang dapat digunakan.

            Luasnya lautan, yang dahulu hanya ditempuh oleh kapal laut dalam waktu yang cukup lama, seperti ummat islam Indonesia dizaman dahulu untuk menunaikan ibadah haji harus menempuh waktu satu bulan keberangkatan, satu bulan pula untuk kembali ke tanah air, sehingga ketika ada yang akan berangkat menunaikan ibadah haji diantar bersama oleh keluarga dan kerabatnya karena begitu lamanya perjalanan yang akan dilalui, tapi kini, perjalanan itu hanya ditempuh selama 7 hingga 9 jam saja dengan pesawat terbang.

            Jembatan yang membentang antara satu pulau dengan pulau lainnya juga dalam rangka menyingkat perjalanan yang panjang, dengan jembatan itu mobil jenis apa saja bisa melaju sehingga dalam waktu singkat dapat sampai ke sebuah pulau, andaikata belum ada jembatan yang dimaksud maka berapa lamanya kita untuk membelah laut dengan kapal laut.

            Dengan transportasi, belantara hutan di sepanjang pulau jawa dapat ditembus hanya beberapa jam saja karena adanya alat transportasi Kereta Api, apa jadinya bila kita harus berjalan atau naik kuda dan unta bahkan dengan mobil saja dapat dikalahkan dengan kelajuan Kereta Api.

            Semua itu merupakan kemajuan ilmu pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya yang wajib disyukuri agar bertambah nikmat-nikmat lainnya dengan kemudahan hidup yang kita lalui, Allah berfirman tentang eksistensi manusia yang diberi kemudahan dalam transportasi;”dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.[Al Isra’ 17;70].

                Kami angkutmereka di daratandan di lautan, tentusajapengangkutaninimemerlukanupayadancara, maka Allah berikankepadamanusiailmuuntukmenciptakanalatangkutitu, kalaulahalatangkut di darattentuberupahewan yang merupakanalattransportasitradisionalataukendaraan yang dirancangolehmanusiasepertimobil, sepeda, motor, gerobakdankeretaapi, sedangkanalatangkut di lautberupaperahudankapal. Kemajuanzamanjugamenjadikanmanusiaberupayauntukmenemukandanmembukatransportasikealamrayasebagaimana yang pernahdialamiolehRasulullahdenganIsra’ danMi’rajnya.
Dr. Maurice Bucailledalambukunya yang berjudul BIBEL, QUR-AN, danSains Modern mengungkapkanpenjelajahanmanusiakeangkasamembukatransportasiantarabumidanruangangkasadenganalattransportasi modern.
               TerdapattigaayatdalamQur-an  yang  perlusekalikitaperhatikan, yang pertamamenerangkansecarategashal  yangdapatdilakukanmanusiauntukmenundukkanangkasa. DalamduaayatlainnyaTuhanmenyebutkanbahwa orang-orang kafirMekahakansangatterperanjatjikamerekadapatnaikkelangit.Hal inimerupakanisyaratkepadasuatuhipotesa  yang  takakandikerjakanolehmereka.

               Ayatpertamaadalahayat 33 daripadasurat 55:"Haijindanmanusiajikakamusanggupmenembus (melintasi) penjurulangitdanbumi, makalintasilah, dankamutidakdapatmenembusnyamelainkandengankekuatan (sedangkamutidakpunyakekuatan)."

     Tidaksyaklagibahwaayattersebutmenunjukkankemungkinanbahwadikemudianharimanusiaakandapatmelakukanapa yangbiasanyasekarangkitanamakansecaratidakbenar"menundukkanangkasa."  Kita perlumemperhatikanjugabahwateksQur-an   tidakhanyamenyebutkanpenetrasi   didaerah-daerahsamawi,  akantetapijugapenetrasi di bumi,artinyamasukdalam-dalamkebumi.

               Duaayatlainnyadiambildarisurat 15, yakniayat  14  dan15.  Tuhanmembicarakantentang orang-orang kafir di Mekah,sepertikonteksparagrafsurattersebutmenerangkan:"Dan jikaseandainya Kami membukakankepadamerekasalahsatudari (pintu-pintu) langit, lalumerekaterusmenerusnaikkeatasnya. Tentulahmerekaberkata: Sesungguhnyapandangankamilahyang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kenasihir."

               Iniadalahsuatukeherananterhadapsuatukejadianyang  taktersangka,  berbedadenganapa yang dapatdikhayalkanolehmanusia.

               Kata-kata yang bersyarat di sinimemakaihuruf  (law)  yangmenunjukkanbahwahipotesa  yang  disebutkantidakakandilaksanakanbagimereka yang memperhatikanparagrafini.

               Dalamhal-halmenundukkan "angkasa" kitaberhadapandenganduateksparagrafQur-an;  yang  satumenunjukkansuatukejadian yang akanterjadipadasuatuwaktukarenakekuasaanyang  akandiberikanolehTuhankepadaotakdanketrampilanmanusia. Yang lain menunjukkansuatukejadian  yang  tidakakandialamioleh  orang-orang  kafir  di  Mekah;  inilahsebabnyamakakejadianitudilukiskansebagaihal  yang  takakanterjadi.   Tetapikejadianituakandialamiolehorang-orang  lain,  seperti  yang  digambarkanolehayatpertama.  Ayatinimenggarnbarkanreaksimanusiaterhadapsuatukejadian yang takmerekaharapkantetapi  yang  akandiberikankepadaastronout-astronout.  Reaksiituadalahpandangan yang  penuhdengankekhawatiransertaperasaanseakan-akandirimerekakenasihir.

               Mulaitahun 1961 paraastronouttelahmengalamipetualanganini. Tahun 1961  adalahtahundimanauntukpertama  kalimanusiadapatterbangmengelilingibumi. Menurutlaporanparaastronouttersebut,  jikaseseorangberadadiluaratmosfirbumi,  langittidaklaginampakbiruseperti yangdilihatolehpendudukbumi,  dan  yang  merupakanhasilfenomenacahayamatahari yang disedotolehlapisan-lapisanatmosfir. Manusia yang beradadiangkasa  di  luaratmosfirbumimelihatlangitituhitamdan me lihatbumisebagaiterselubungolehlapisanwarnakebiru-biruan yang disebabkanolehsedotanatmosfirbumiterhadapcahayamatahari. Bulanyang tidakpunyaatmosfirnampakdenganwarnanyasendiri  diatasdasarlangit  yang  hitam.  Iniadalahpandangan yangsangatbarubagimanusia,   pandanganangkasa   yanggambar-gambarnyasudahsecaraumumdiketahuimanusiasekarang.

               Di situ, jikakitamenghadapkanteksQur-an  denganSainsmodern kitaakanterpesonadenganketepatan yang takmungkinkitadugaakandibawaolehfikiranseorangmanusia  yanghidup 14 abad yang lalu.

               Dalammelaksanakanibadahdiantaranyaibadah haji, Allah memberiisyaratbahwadalammelaksanakanibadahtersebutkaummusliminakanmendatangiMekkahdariberbagaipenjuruduniadenganberbagaikendaraan yang merekamampuuntukmengendarainyasepertionta.

               “dan (ingatlah), ketika Kami memberikantempatkepada Ibrahim di tempatBaitullah (denganmengatakan): "JanganlahkamumemperserikatkansesuatupundenganakudansucikanlahrumahKuinibagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadatdan orang-orang yang ruku' dansujud. danberserulahkepadamanusiauntukmengerjakan haji, niscayamerekaakandatangkepadamudenganberjalan kaki, danmengendaraiunta yang kurus yang datangdarisegenappenjuru yang jauh, “[Al Hajj 22;26-27].

               Semakinmajuduniaini, semakinbanyakdancanggihnyaalattransportasi yang dirancanguntukmenyamananhidupmanusia, bahkanalattransportasibukanhanyasebagaikebutuhantapijugalambangkemewahanbagipemiliknya, lihatlahbegituantusiasnya orang-orang kaya danparapejabatuntukmemilikialattransportasisebagaisaranauntukmobilitaskerja yang padat, sehinggadengankendaraan yang demikianmampumelakukanperjalananpanjangdenganwaktu yang singkat. Kadangkalamanusiajugadituntutuntukmemilikikendaraantersebuttanpamengukurkemauannyadengankemampuansehinggabesarpasakdaripadatiang, sedangkanparapejabatmemboboluangnegarauntukmembelikendaraantersebut.

               Ketikamasyarakatkitamasihdalamkeadaansulitekonomi, merekabelumdantidakmampumempunyaialattransportasisendirisehinggaaktivitaskerja yang jauh, perjalananmudikketikahari-haribesarharusmengendaraikendaraanumumseperti bus, keretaapi, kapallauthinggakapalterbang, makakewajibanpemerintahuntukmelayanimasyarakatnyadenganalattranportasi yang memadai, aman, nyamandanlayakuntukdikendaraisehinggaselamatpulangdanpergi, selainitusaranatransportasisepertijalan yang baikdanjembatan yang kokohjadisarana yang sangatdibutuhkanuntukmasyarakat, pelabuhandanbandara yang refresentatifsehinggamenjaminadanyakeselamatanpelayarandanpenerbangan.

               KarenapentingnyaalattransportasiinisampaiRasulullahmenyatakanbahwaadaempatperhiasandunia yang digemarimanusiayaituisteri yang shalehah, tetangga yang baik, rumah yang luasdankendaraan yang baik, Umar bin Khattabjugamengatakan, kalauadakeledai yang terperosokpadasebuahjalan, makaituadalahtanggungjawab Umar, karenadiasebagaiKhalifahketikaitu, begitubesarnyatanggungjawabpemimpinterhadaptransportasibagikepentinganrakyatnya, wallahua’lam, [CubadakSolok, 03 Muharam 1433.H/ 29 November 2011.M].   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar