Jumat, 19 Februari 2016

253. Perawan



Ketika seorang lelaki mencari pasangan hidupnya yang diharapkan adalah wanita yang masih perawan, tapi sang lelaki tidak berfikir apakah dia masih perjaka. Tentang keperawanan ini tidak bisa dianggap sepele memang, rumah tangga yang baru diresmikan bisa saja berakhir begitu cepat ketika diketahui sang isteri sudah tidak perawan, di daerah Jawa Barat, pada malam pertama pengantin sang mertua was-was sebelum diketahui adanya bercak darah di seprai kasur tidur anaknya, yang menandakan bahwa anak gadisnya masih perawan. Apalagi hidup dizaman modern sekarang sulit sekali untuk memastikan sang gadis yang akan menikah masih dalam keadan perawan.

Budaya seks bebas di kalangan pelajar mulai mengancam masa depan bangsa Indonesia. Pemerintah menemukan indikator baru yakni makin sulitnya menemukan remaja putri yang masih memiliki keperawanan (virginity) di kota-kota besar.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berdasar survei menyatakan separuh remaja perempuan lajang yang tinggal di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi kehilangan keperawanan dan melakukan hubungan seks pranikah. Bahkan, tidak sedikit yang hamil di luar nikah. Rentang usia remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah antara 13-18 tahun.

"Berdasar data yang kami himpun dari 100 remaja, 51 diantaranya sudah tidak lagi perawan," Ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarief ketika ditemui dalam peringatan Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Minggu (28/11/2010) kemarin.

Ironisnya, temuan serupa juga terjadi di kota-kota besar lain di Indonesia. Selain di Jabodetabek, data yang sama juga diperoleh di wilayah lain. Di Surabaya misalnya, remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54 persen, di Medan 52 persen, Bandung 47 persen, dan Yogyakarta 37 persen.

Menurutnya, data ini dikumpulkan BKKBN sepanjang kurun waktu 2010 saja. "Ini ancaman yang diam-diam bisa menghancurkan masa depan bangsa, jadi harus segera ditemukan solusinya," ujar Sugiri.

Maraknya perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja berimbas pada kasus infeksi penularan HIV/AIDS yang cenderung berkembang di Indonesia.Perilaku seks bebas merupakan memicu meluasnya kasus HIV/AIDS. Mengutip data dari Kemenkes pada pertengahan 2010, kasus HIV/AIDS di Indonesia mencapai 21.770 kasus AIDS positif dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun (48,1 persen) dan usia 30-39 tahun (30,9 persen). Kasus penularan HIV/AIDS terbanyak ada di kalangan heteroseksual (49,3 persen) dan IDU atau jarum suntik (40,4 persen).

Fenomena free seks di kalangan remaja, menurut dia, tidak hanya menyasar pada kalangan pelajar saja, tetapi juga jamak didapati di kelompok mahasiswa. Dari 1.660 responden mahasiswi di kota pelajar Jogjakarta, sekitar 37 persen mengaku sudah kehilangan kegadisannya. Menurutnya, di samping masalah seks pranikah, remaja dihadapkan pada dua masalah besar lainnya yang terkait dengan penularan HIV/AIDS. "Masalah itu adalah tingkat aborsi yang tinggi dan penyalahgunaan narkoba," kata Sugiri

"Data Kemenkes memang menyebutkan bahwa pertumbuhan jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai 3,2 juta jiwa. Sebanyak 75 persen di antaranya atau 2,5 juta jiwa adalah remaja.

Tingkat kehamilan di luar nikah juga sangat tinggi.Sugiri mengatakan, rata-rata terdapat 17 persen kehamilan di luar nikah yang terjadi tiap tahun.Sebagian dari jumlah tersebut bermuara pada praktik aborsi. Sugiri menyampaikan, grafik aborsi di Indonesia masuk katagori lumayan tinggi, dengan jumlah rata-rata per tahun mencapai 2,4 juta jiwa.

"Ini adalah problem nasional yang harus dihadapi bersama. Jadi bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan demi menemukan solusi yang tepat atas persoalan ini," kata dia.[Separuh Gadis di Kota Besar tak Perawan Lagi,JPNN - Padang Today Senin, 29/11/2010 08:20 WIB].

Provokasi KRR
Perilaku seks bebas rupanya sudah menjadi gaya hidup sebagian remaja. Seperti pacaran, hampir pasti dilakukan mayoritas remaja. Padahal gaya pacarannya sudah seperti pasangan menikah saja. Bahkan jauh lebih hot.Inilah kunci utama perzinaan.Namun, alih-alih melarang remaja pacaran, pemerintah (didukung LSM dan media massa) justru memberikan pendidikan seks pada remaja. Isinya, tips-tips cara pacaran yang aman; yakni tanpa risiko seperti KTD, terinfeksi penyakit seksual menular (termasuk HIV), dan bahkan aborsi yang aman. Termasuk diajarkan cara memakai kondom. Masya Allah!

Tak ayal, program yang diinfiltrasikan dalam Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) itu, justru merangsang mencuatnya nafsu seks itu sendiri.Buktinya, begitu KRR digulirkan, angka perilaku seks bebas bukannya menurun malah meningkat dari tahun ke tahun. Angka KTD, aborsi dan infeksi HIV juga terus membengkak. Mengapa begitu?

Ini karena isi KRR tak lepas dari paradigma sekulerisme, yakni menafikan nilai-nilai agama.Remaja dicekoki informasi seputar seks tanpa disertai pemahaman soal halal dan haram.Akibatnya, remaja makin penasaran dan kemudian mencicipi seks.Toh sudah diajari seks aman.

Ironisnya, ketika kemudian mencuat perilaku seks bebas, semua berteriak 'ini karena kurangnya pendidikan agama.'Ketika kebobrokan moral remaja terkuak, mereka berteriak memanggil ulama untuk menyelesaikan problem tersebut.

Anehnya, ketika ulama mengajukan syariat Islam sebagai solusi, dibenturkanlah dengan peraturan pemerintah yang anti-Islam.Pemerintah dengan setia menerapkan sekulerisme, padahal sekulerisme itu sendirilah yang melahirkan semua kebobrokan sosial ini. Begitulah, masyarakat –termasuk pemerintah-- tampak ambigu, antara butuh dan tidak butuh terhadap agama (baca: syariat Islam).

Tes Keperawanan
Wacana tes keperawanan juga mencuat kembali. Ini pernah diutarakan anggota DPRD Jambi beberapa bulan lalu, bahwa untuk mencegah seks bebas, sebaiknya pelajar yang akan masuk SMP, SMA dan perguruan tinggi dites keperawanan.

Wacana ini jelas tidak menyelesaikan masalah. Dalam pandangan Islam, hukum asal seorang gadis sebelum menikah itu tentu saja perawan (kecuali kondisi tertentu, seperti kecelakaan atau diperkosa, itu persoalan lain). Jadi tes keperawanan pada anak gadis yang belum menikah tidak relevan.Sebab, seorang gadis yang belum menikah diharamkan disentuh lelaki manapun.

Lebih dari itu, tes keperawanan sangat melecehkan gadis baik-baik yang selama ini menjaga virginitasnya.Gara-gara 'temennya' berbuat binal, mereka ikut diinterogasi dan diperiksa keperawanannya. Mereka seolah dihukum dan dihakimi atas apa yang tidak pernah dilakukan. Ini akan menimbulkan tekanan psikis tersendiri. 

Terlebih teknis tes keperawanan itu sendiri, bagaimana caranya? Ini akan membuat mereka malu luar biasa. Mengapa orang lain yang berbuat maksiat, gadis baik-baik ini yang kena getahnya? Jelaslah, tes keperawanan melanggar hak para gadis baik-baik.

Lalu muncul pula pertanyaan, bagaimana dengan tes keperjakaan?Bukankah para lelaki bejat itu yang menyebabkan para gadis tidak perawan? Alangkah tidak adilnya dunia, jika masalah seks bebas hanya ditudingkan kepada remaja-remaja perempuan, sementara cowok-cowok bengal itu tidak dihukum.

Seks pranikah pada remaja, umumnya terjadi karena remaja pacaran, cewek dibujuk dan dirayu untuk menyerahkan keperawanannya sebagai pembuktian cinta. Nah, lelaki bejat seperti ini yang harusnya disikat.[Ketika Keperawanan Digadaikan...,Media Ummat; Tuesday, 01 March 2011 10:17].

Pasangan hidup adalah salah satu hal yang amat menentukan terbinanya kehidupan sakinah wa rahmah didalam keluarga. tentunya selain ketaqwaan, nasab (garis keturunan) dan memiliki sedikit harta (bukan dalam artian matre), kecantikan serta keperawanan seorang gadis sangat dianjurkan dan menentukan dalam memilih pasangan. Walaupun tidak melakukan tes keperawanan, tapi keperawanan itu dapat dilihat dari fisik seorang wanita diantaranya;

HIDUNG
Gadis yang masih suci atau tubuhnya belum disentuh oleh lelaki, ujung hidungnya berwarna kemerah-merahan, jika disentuh ujung hidungnya nampak merah. Gadis yang tidak suci ujung hidungnya merah tetapi merah pucat, terkadang warna merah tidak nampak, yang nampak hanyalah pucat, tak percaya coba liat ujung hidung anak perempuan, merahkan..? Bagi lelaki yang suka merusak kesucian wanita, hidungnya berbelang, oleh karena itu disebut lelaki hidung belang.

MATA
Kita menggunakan mata untuk memandang dan melihat seseorang, cantikkah, bugarkah, luweskah, dsb.Terkadang kita memandang wanita cantik dibagian luar saja, tapi bagian dalamnya sudah habis, untuk mengetahui wanita itu masih suci atau tidak coba tengoklah matanya.Bila bagian bawah kelopak terlipat sedikit dan terdapat tanda lebam (tanda memar) berarti gadis itu sudah tidak suci lagi, mungkin sudah bersuami.lebam yang menunjukkan tidak suci nampak semacam garis2 hitam di bawah kelopak mata disamping warna hitam dibawah kelopak mata sedikit kelihatan berkeriput (berkedut). Gadis yang masih suci matanya berseri2, tidak ada warna hitam, lebam maupun garis2. Apabila gadis itu tertawa di bawah kelopak matanya tidak terdapat apapun, seperti kedut (berkeriput) 

PUNGGUNG
Punggung gadis berubah melalui 2 proses:
1. Punggung gadis menjadi besar karena proses hormon.
2. Punggung gadis menjadi besar karena lelaki.

Punggung yang sudah kena sentuhan lelaki akan menjadi besar, lebih2 yang sudah berhubungan badan. Punggung gadis yang masih suci walaupun gemuk ia masih kelihatan cantik, sebab masih kental dan tegang serta tidak lesu dan jatuh. Cobalah perhatikan pinggang gadis, kalau pinggangnya masih ramping dan punggung tidak besar, tidak montok dan kenyal pada punggungnya.Kalau berjalan punggungnya tidak goyah sebab dagingnya masih solid dan tidak lembut kalau dipegang, artinya dia masih suci. Bagi yang pernah melakukan hubungan badan, punggungnya memang berisi dan besar tetapi tidak kental, punggungnya nampak jatuh, lebih2 disaat ia berjalan, goyangannya tidak melantun.

TELINGA
Telinga termasuk salah satu panca indra yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah gadis itu masih suci atau tidak. Di negeri china telinga sebagai peramal untuk mengetahui penyakit didalam tubuh seseorang. Gadis yang tidak pernah disentuh oleh laki2, telinganya cantik dan nampak bersih, kalau gadis itu pernah disetubuhi atau telinganya pernah digigit atau dicium dan disentuh, secara otomatik bentuk telinga gadis itu akan berubah menjadi lebih leper sedikit dan tidak lagi kemerah-merahan dan menjadi pucat. Bagi gadis yang masih suci tapi pernah kena sentuh lelaki, pucatnya tidaklah ketara sangat.

BUAH DADA (payudara)
Peranan buah dada memang banyak, bukan sekedar menggoda nafsu lelaki saja, tapi buah dada sebagai bukti kalau gadis itu pernah disentuh atau tidak.Buah dada gadis yang belum pernah kena sentuh, senantiasa tegang.Tetapi kalau sudah kena sentuhan, buah dada itu tegangnya berkurang dan membesar sedikit dari pada ukuran asalnya, lebih kerap disentuh, lebih kendur.Perhatikan gadis disaat berjalan atau berlari, bergerak2 dan melambai jatuh (ke bawah) dan berbuai sekali berarti ketegangan sudah hilang.Kalau belum kena sentuhan, walaupun buah dada berbuai disaat berlari tetapi buaiannya tidak terlalu melambai2 berarti ketegangan masih ada.

Puting buah dada yang pernah kena sentuhan menjadi panjang dan terjojol (keluar) sedikit dari tempat persembunyiannya. Buah dada yang selalu kena remas akan menjadi lebih besar, dan jangan menuduh gadis yang berbuah dada besar itu kena remas. Sebab, buah dada yang besar kena remas dan yang besar karna alami memang berbeda.

Buah dada yang kena remas menjadi besar tetapi tidak tegang.Sementara buah dada yang besar karna alami senantiasa tegang dan disaat berjalan tidak bergoyang, kalau yang kena remas bergoyang terbuai-buai seperti telinga gajah, berbuai kekiri, kekanan, keatas, kebawah terkadang melambung2 ketika gadis itu berjalan atau berlari.


BIBIR
Percaya atau tidak bahwa bibir gadis yang pernah dicium lebih menarik dan cantik. Apabila bibir bertemu bibir, maka akan membuat pergerakan darah akan mengalir kebibir dan membentuk bibir yang baru. Lebih kerap dicium, lebih cantik pula bibirnya.Tapi ada juga gadis yang mempunyai bibir mulut yang cantik walaupun tidak pernah dicium.Gadis yang belum pernah dicium bibirnya kelihatan berwarna merah jambu dan tidak ada garis lembam (bengkak) atau hitam di sekitar bibirnya.Bibir gadis yang tidak pernah dicium tidak tampak pucat dan bibirnya licin dan basah. Bibir yang pernah kena cium akan nampak lembam walaupun hanya satu kali saja, dan dapat merubah bibirnya juga terdapat garis-garis kasar yang memperindah bentuk bibir seperti irisan jeruk. Bila gadis itu tidak suci lagi, bagian tengah bibirnya nampak retak, seakan-akan terbagi dua, retaknya tidak begitu jelas, akan tetapi nampak kalau diperhatikan betul-betul. Ada pula yang mengatakan gadis tidak suci ketika ia tertawa bibirnya nampak lebih lebih besar dari pada tidak tertawa dan bibir bawah tampak keluar dari pada bibir yang atas

KEMALUAN.
Ini Tentunya hanya diketahui setelah menikah.Permukaan gadis yang pernah melakukan hubungan badan, terkesan lembam (memar), pintu kemaluan tidak tertutup rapat, agak renggang sedikit.Kalau gadis yang masih perawan, kemaluannya senantiasa tertutup rapat.Sebenarnya selaput darah bisa dilihat langsung kedalam kemaluan gadis.Bila kemaluan masih ciut berarti gadis itu masih suci.Kalau lobang itu terbuka sedikit berarti gadis itu sudah tidak perawan lagi. Coba perhatikan warna kemaluan gadis, kalo permukaannya pintu kemaluannya berwarna ungu, kemerah-merahan berarti dia masih suci, akan tetapi kalau warna merah sudah pudar malah menjadi pucat, berarti dia sudah tidak suci lagi.satu lagi, biasanya disaat malam pertama, lelaki biasanya agak susah memasukkan zakar (penis) nya kedalam kemaluan gadis. 

Pertama kali melakukan hubungan badan dengan seorang gadis yang baru pecah selaput darahnya memang tidak memuaskan, karena gadis itu tidak nyaman dengan darah yang keluar pada malam pertama (kebiasaannya) dan rasa perih pada kemaluannya. Sehingga ia tidak akan mau berlama-lama. Untuk mengetahui selapaut dara yang pecah, coba konsentrasikan mata anda kedahi istri anda, kalau dia berkerut artinya dia menahan sakit, tetapi kalau dia berpura-pura, rilex ajalah…[Ciri Ciri Fisik Gadis Masih Perawan, Disadur dari berbagai sumber, Senin, 14 Maret 2011].

Begitu pentingnya keperawanan sehingga semua perkembangan tubuh wanita jadi obyek penelitian para ahli atau orang yang menyatakan dirinya sebagai ahli, ini hanya sebuah ikhtiar untuk membuktikan sebuah keperawanan, memang seorang wanita layak mempersembahkan sesuatu kepada suaminya di malam pertama, persembahan itu adalah keperawanan, alangkah ruginya lelaki ketika dia masih lajang sementara yang dinikahinya wanita yang tidak perawan lagi, apalagi hilangnya keperawanan itu karena dicicipi oleh lelaki lain.

Ketika seorang sahabat menyatakan dia akan menikah, Rasulullah menyarankan agar menikahi gadis, dikesempatan lain sahabat menyampakan maksudnya menikahi janji, Rasul bertanya kenapa tidak gadis, sahabat menyatakan bahwa adik-adiknya masih kecil-kecil, kalau menikah dengan janda maka dia akan mengurus dan mendidik adik-adiknya, maka Rasul memberikan tanda setuju.

Memang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan agar menikahi seorang wanita lajang daripada seorang janda sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah dia berkata; Saya menikah dengan seorang wanita, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku: "Apakah engkau telah menikah?" Saya menjawab; Ya. Beliau kembali bertanya: "Dengan gadis ataukah janda?" Saya jawab; Dengan janda. Beliau lalu bersabda: "Kenapa kamu tidak memilih gadis hingga kamu dapat bercumbu dengannya?"

Namun hal demikian tidaklah selamanya karena bisa jadi seorang janda lebih utama dinikahi daripada seorang wanita lajang dikarenakan mungkin beban-beban utang yang tidak disanggupinya atau beban-beban pembiayaan keseharian anak-anaknya sehingga membutuhkan seorang suami yang bisa meringankannya.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin, maka ia seperti halnya seorang mujahid di jalan Allah atau seorang yang berdiri menunaikan qiyamullail dan berpuasa di siang harinya."

Syeikh Mustafa ar Ruhaibani menyebutkan hadits "Kenapa tidak dengan gadis sehingga kamu dapat bermain-main dengannya dan ia pun dapat bermain-main denganmu?." (Muttafaq Alaihi) dan Syeikh mengatakan,”Kecuali jika terdapat kemaslahatan lebih besar dalam menikahi seorang janda maka hendaklah dia mendahulukan janda daripada lajang dikarenakan kemasalahatan itu.” (Mathalib Ulin Nuha juz I hal 6530)

Tidak ada perbedaan dalam khitbah (meminang) antara seorang janda dengan seorang wanita lajang.Hanya saja seorang janda perlu berterus terang kepada walinya terhadap orang yang datang melamarnya itu berbeda dengan seorang wanita lajang yang cukup hanya dengan diam. Karena tidaklah diperbolehkan bagi seorang wali menikahkan anaknya yang janda tanpa mendapat keredhoannya.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah menceritakan kepada mereka bahwasanya; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang janda tidak boleh dinikahi hingga ia dimintai pendapatnya, sedangkan gadis tidak boleh dinikahkan hingga dimintai izinnya." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, seperti apakah izinnya?" beliau menjawab: "Bila ia diam tak berkata." 

Imam Muslim meriwayatkan dari dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Seorang janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, sedangkan anak gadis harus dimintai izin darinya, dan izinnya adalah diamnya"? Dia menjawab; "Ya."[Antara Menikahi Janda dengan Gadis,Eramuslim.com.,Senin, 04/07/2011 10:30 WIB].

            Keperawanan memang mahkota yang harus dijaga secara baik oleh seorang gadis hingga memasuki pintu perkawinan, sifat ego lelaki terhadap keperawanan banyak kasus yang dapat diangkat, begitu malam pertama dia mengetahui bahwa isterinya tidak perawan lagi maka malam itu jadi malam terakhir baginya atau itu malam pertama baginya untuk berkomplik dengan isteri, sehingga ketika terjadi hubungan yang tidak harmonis suami akan mengungkit-ungkit ketidakperawanan isterinya dengan tuduhan yang menyakitkan, karena keperawanan itu sangat penting dan sensitive maka diserahkan kepada perawan untuk menjaga keselamatannya, Wallahu a’lam [Cubadak Solok, 16 Desember 2011.M/ 20 Muharam 1433.H].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar