Kamis, 18 Februari 2016

248. Revolusi



Perubahan secara lambat yang memakan waktu panjang melalui proses yang ditentukan disebut dengan evolusi, sedangkan perubahan secara drastis, terjadinya penjungkirbalikan keadaan ke arah sama sekali berbeda dengan sebelumnya, dinamakan dengan revolusi. Ketika reformasi yang digulirkan bangsa Indonesia sejak lengsernya Soeharto tidak nampak perubahan yang siknifikan banyak tokoh yang menyayangkan era reformasi ini karena ishlah atau reformasi itu membutuhkan waktu sekian generasi, sangat panjang sekali, mereka menghendaki perubahan itu dengan melakukan revolusi, apalagi melihat ke negara lain seperti Mesir, Yaman, Libia dan negara Arab lainnya, bahkan kemajuan yang dicapai Rusia karena revolusi yang mereka lakukan.

Revolusi Boauzizi di Tunis, Revolusi 25 Jan 2011 di Mesir, yang kemudian merebak ke seantero Afrika Utara, dunia Arab seperti di Suriah, Yaman dan terakhir Libya plus bergeliatnya kembali keberanian Palestina sebenarnya membuka peluang terjadi perubahan tata dunia baru.Revolusi ternyata terus menyebar layaknya virus ke negara sekitarnya di kawasan Maghribi dan Timur Tengah. Mereka memilik karakteristik pemerintahan yang sama: otokrasi, otoriter dan secara ekonomi – politik menjadi sekutu bagi kepentingan AS, Israel dan mungkin negara Barat pada umumnya. Namun dalam hitungan waktu peta ini bisa saja berubah. Mesir yang menjadi negara yang paling strategis baik secara geografis (letaknya persis di persimpangan Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa (Laut Tengah) bisa memainkan peranan penting jika proses transisi paska revolusi berjalan baik. Perubahan arah dan model kebijakan sangat akan mungkin terjadi.
Apalagi sebagai salah satu negara paling berpengaruh di dunia Muslim. Bersama Turki, yang sampai sekarang belum berhasil mendapat izin bergabung dengan UE karena berbagai kekhawatiran dan phobi terhadap pemerintahan pro Islam di Turki sekarang, plus bisa jadi Iran, akan menjadi kekuatan baru di kawasan tersebut. Michael Foucault sendiri melihat bagaimana revolusi Islam Iran membawa kebangkitan spiritualitas politik (political spirituality) setelah bertemu langsung dengan Ali Shariati dan Ayatullah Khomeini di tahun 1979.[Saiful Akmal, Antara Uni Eropa, Revolusi Arab dan Uni Islam, Dakwatuna.com 27/10/2011 | 30 Zulqaedah 1432 H].

Sekarang ini banyak orang mengadakan pertemuan untuk mengkritik dan mengatakan perubahan politik harus dilakukan segera.Kok tidak dari dahulu tatkala Anda masih menjabat?Kok sekarang tatkala Anda sudah pensiun atau sudah tidak menduduki kursi menteri.Mengapa?

Proses perubahan politik tersebut bukanlah upaya kudeta ataupun makar karena perubahan yang dilakukan sepenuhnya diharapkan dan didukung oleh kekuatan sipil. Perlu diketahui bahwa rakyat sudah jenuh dengan janji yang Anda katakan. Apalagi mengumpulkan beberapa orang dengan cara berdoa, puasa serta membakar kemenyan di depan istana apakah negeri ini akan berubah dengan kemenyan tersebut? 

Masih saja dengan cara-cara yang tidak disenangi oleh kaum Muslimin yang mayoritas di negeri ini, yaitu kemenyan kemenyan yang selalu dipakai untuk mengusir setan-setan katanya.

Adalagi yang mendeklarasikan Dewan Penyelamat Negara, apakah kurang cukup dengan Dewan Perwakilan Rakyat? Atau Majelis Permusyawaratan Rakyat? Di sana kan ada wakil-wakil kita. Apakah semua mereka sudah tidak bisa kita percaya?Yang pasti masih banyak orang-orang baik di sana biarpun KPK sudah memenjarakan mereka yang tidak baik.

Di dalam sejarah negeri ini belum pernah terjadi seperti apa yang kita lihat sekarang ini, dari menteri, gubernur , walikota, Bupati, camat, lurah jatuh dari kedudukannya karena korupsi dan masuk penjara. Apalagi wakil-wakil rakyat yang di DPR juga masuk penjara karena kasus korupsi dan menggelembungkan anggaran proyek juga jaksa dan hakim yang menerima suap dan berusaha membebaskan para koruptor atau meringankan putusannya di pengadilan.

Memang masih banyak kekurangan kita setelah mendeklarasikan reformasi sejak jatuhnya almarhum Presiden Soeharto. Dan juga banyak yang sudah dijalankan seperti masa jabatan presiden hanya dua kali hal ini kan tidak pernah dilakukan dahulu sejak tahun 1945 sampai 1997. Kita hanya punya 2 presiden, yaitu Soekarno dan  Soeharto.

Dimasa itu hanya pulau Jawa saja yang diprioritaskan dalam pembangunannya tetapi sekarang sudah tidak begitu lagi. Kebijakan dan Kekuasaan hanya ada di Jakarta dan Jakarta yang sepertinya mempunyai veto untuk menolak semua yang tidak diinginkan.

Sekarang gubernur dan walikota serta bupati berfungsi dengan adanya otonomi daerah.  Dahulu kita hanya bisa menyekolahkan anak dengan membayar tiap bulannya sekarang sudah kita rasakan sejak kelas satu sekolah dasar sampai kelas tiga sekolah menengah pertama jadi sembilan tahun bebas dari bayar sekolah.
Setiap tahun kita lihat pemerintah membangun atau membuat jalan baru dan tiap tahun bertambah serta memperlebar jalan Dandles. Tiap tahun penjualan kendaraan bermotor bertambah, baik mobil maupun sepeda motor dan itu juga menunjukkan adanya kenaikan penghasilan dari penduduk negri ini.

Memang tidak bisa kita sangkal bahwa masih ada penduduk negeri ini yang masih hidup dengan kekurangan dan itu tugas kita semua sebagai rakyat yang mencintai negeri ini bukan cuma tiap hari berbicara di TV sehingga kita sebal  melihatnya dan justru ada yang membela para koruptor dengan cara yang berbelit belit dengan meminta keadilan untuk para koruptor tersebut.
Mereka sudah memakan harta rakyat bermilyar-milyar dan kabur ke luar negeri dengan jalan meninggalkan para pengacara tersebut.Contohnya kasus BLBI.Tetapi masih juga para Koruptor dibela sekarang ini.
Media sebagai corong mereka dan sebetulnya mereka mengetahui bahwa pemilik media tersebut juga bukan orang bersih dan juga ada media yang terang terangan melarang penyiarnya dengan berpakaian berjilbab.
Parpol mencari duit dengan cara tidak halal dan para wakilnya harus membagi uang penghasilannya untuk parpol tersebut. Untuk duduk di kursi Gubernur ratusan milyar harus dikeluarkan oleh calon Gubernur tersebut. Walikota milyaran harus menyiapkan dana .Allah melaknat orang yang menyuap dan disuap.
KPK harus ada dan dijaga keberadaannya sebab para koruptor dengan sengaja menjatuhkan nama KPK sehingga akhirnya rakyat benci dengan KPK.
Mereka berbicara tentang kegagalan Mikhail Gorbachev di Uni Soviet. Uni Soviet lain dengan Indonesia. Negeri Komunis yang dilaknat oleh ALLAH tersebut tidak pernah terdengar suara adzan dan kaum Muslimin tidak bisa mengatakan bahwa saya Muslim yang bebas melakukan shalat di masjid.Serta pembunuhan-pembunuhan ke kaum Muslimin tiap hari seperti dibuat sarapan oleh kaum Komunis.
Anda tahu siapa Mikhail?Nama dari keturunan mana?Mikhail tidak sendiri membubarkan Uni Soviet tetapi dengan dukungan kaum Yahudi yang juga menginginkan semua negara jadi negara kecil-kecil di dunia ini.Sehingga negara Amerika menjadi negara adikuasa.
Indonesia penduduknya beragama dan mayoritas kaum Muslimin kita tidak mungkin akan seperti Uni Soviet, Indonesia akan selalu dilindungi oleh Allah SWT, kecuali kalau kita sudah berkelakuan seperti mereka yaitu mengikuti ajaran Komunis.
Dikatakan juga para aktivis pro-demokrasi,pemuda dan mahasiswa di seluruh Indonesia telah sepakat menilai bahwa pemerintahan SBY-Boediono  gagal karena tidak berpihak kepada kepentingan mayoritas rakyat. Mengapa kita tidak berani mengatakan bahwa DPR harus dipilih ulang karena di sana banyak juga maling maling yang tidak berpihak kepada rakyat.
Banyak tokoh politik senior Indonesia, juga para pejuang kemerdekaan dan jenderal purnawirawan TNI menganggap penggantian SBY-Boediono harus segera lebih cepat lebih baik demi kepentingan nasional terutama karena alasan kepemimpinan dan karakter yang sangat lemah.
Bukankah mereka dahulu dipimpin oleh pemerintah atau rezim yang otoriter dan diam seribu bahasa. Apabila rakyat memilih partai selain partai pemerintah dikucilkan di kantor kantor pemerintah dan banyak yang dikeluarkan dari pekerjaannya. Mana para purnawirawan itu?Apakah mereka berani membela partai selain partai pemerintah waktu itu?
Jangan dibawa-bawa apa yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini. Sebab bukan cuma rakyat Mesir dan Tunisia sendiri yang bergerak tetapi faktor luar juga mempengaruhi mereka dari dana untuk mengumpulkan mereka dilapangan berpuluh puluh hari serta makanan mereka. Masalahnya berbeda di Tunisia berbeda dengan Mesir.Mesir berbeda dengan Libya dan juga Libya dengan Yaman dan Suriah serta juga di Bahrain.
Tahukah Anda? Jangan dibiasakan kita mengganti presiden setiap dua tahun.Cukup dengan almarhum presiden Abdurrahman Wahid yang diturunkan di tengah jalan.
Kecuali presiden dan wakilnya melanggar UUD 45, konsitusi dan merubah Pancasila.[Waspadai Ajakan Revolusi ,cybersabili.Selasa, 04 Oktober 2011 12:44 Lutfi A. Tamimi].
Dimanapun terjadinya revolusi pasti ada yang diuntungkan dan tidak sedikit pula mendatangkan kecemasan dari kelompok-kelompok tertentu, apalagi revolusi itu dilakukan oleh kekuatan islam sebagaimana yang terjadi di wilayah Arab saat ini yang notabene adalah ummat islam, kekhawatiran itu dialami oleh Israel laknatullah.

Para pejabat Israel mencemaskan efek dari revolusi yang terjadi di negara-negara Arab. Mereka menilai revolusi yang tengah terjadi saat ini akan didominasi oleh gerakan Islam sekaligus akan melebarkan hegemoninya di tanah Arab. PM. Israel, Benjamin Netanyahu merupakan sosok yang sangat khawatir dengan hal ini, ia mengingatkan dunia akan kondisi serupa dengan membandingkannya dengan revolusi Iran. Menurutnya, revolusi yang terjadi dilakukan oleh kelompok pergerakan yang menentang rezim Syah yang berkuasa pada saat itu, dan berakhir dengan berdirinya negara Islam di Iran. Bukan hal yang mustahil menurut pemimpin penjajah ini, revolusi di Mesir akan menjadi tonggak bangkitnya gerakan Islam dan lahirnya “Mesir Baru” sebagai produk dari revolusi.

Netanyahu tak hanya mengingatkan akan bahayanya apabila gerakan Islam berkuasa, tapi ia juga mengkampanyekan akan terancamnya demokrasi dengan hadirnya pesaing baru melalui revolusi Arab. Ia bahkan menelurkan ide, agar dibentuk penggalangan dana internasional yang fungsinya mensupport gerakan anti Islam di negara-negara Arab. Netanyahu mengistilahkannya dengan Liberalisasi, dan sikap serupa sama seperti gerakan Marshall yang dilakukan oleh Amerika setelah meletus Perang Dunia II untuk mendukung Eropa Barat. Dalam hal ini Netanyahu telah mengirim Eran Lerman, asisten penasihat Keamanan Nasional Israel ke Amerika untuk menyampaikan idenya tersebut kepada para pemimpin Kongres Amerika.

Di tengah upayanya membuat citra buruk terhadap revolusi ‘Arab Spring’ dan mengadu domba dunia dengan isu ini, para elit Israel membenarkan analisa dari Netanyahu dengan mengambil contoh dari apa yang pernah dilalui Iran dan gerakan Hamas, dan mengingatkan dunia bahwa cukup keberhasilan keduanya sebagai pelajaran. Mereka kemudian membahasakan bahwa apa yang terjadi di Mesir saat ini bukanlah sebuah revolusi melainkan tak lebih dari sebuah kudeta. Karena menurut analisa mereka, peristiwa ini akan berujung dengan naiknya gerakan Al Ikhwan Al Muslimun sebagai penguasa di sana. Mesir kemudian akan mendirikan sebuah negara Islam representasi Sunni. Israel dalam hal ini mengkampanyekan bahwa perubahan di Mesir tidak mengarah kepada demokrasi dan kebebasan, tapi mengarah kepada yang sebaliknya.

Yossi Beilin, anggota Knesset Israel, telah memberi peringatan kepada dunia internasional agar tidak memberi kesempatan kepada kubu Islam untuk memimpin. Ia kemudian menyalahkan sikap presiden Amerika, Barack Obama yang membiarkan semua ini terjadi. Menurutnya Obama tak ubahnya Jemmy Charter, mantan presiden Amerika yang melakukan kesalahan fatal dengan bersikap cuek terhadap penggulingan Monarki di Iran.Yang ujungnya tidak hanya berakhir dengan tamatnya rezim kerajaan di Taheran namun juga perubahan frontal yang terjadi di dalam tubuh pemerintahan baru Iran.Ia kemudian menyebut bahwa revolusi yang telah terjadi di Mesir berpotensi memutuskan hubungan negeri itu dengan negara sekuler dan Barat. Apa yang terjadi di Mesir menurutnya sama seperti yang terjadi di Iran, ada sutradara di balik layar yang memiliki target merunyamkan perdamaian dan rekonsiliasi dengan Israel.[Kecemasan Israel di Balik Revolusi Arab, Tim dakwatuna.com,28/11/2011 | 02 Muharram 1433 H].

Prof. Muhammad Badi, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin menyampaikan pesannya kepada ummat Islam di seluruh dunia berkaitan dengan terjadinya revolusi di negara Arab dengan mengambil sebanyak-banyaknya hikmah dari kejadian tersebut, lebih jauh beliau menyatakan;

Bangsa Arab dan umat Islam saat ini sedang bergelora menuju kebangkitan yang tampak di setiap lini kehidupannya; mulai revolusi politik hingga reformasi sosial, kebangkitan ekonomi, hingga pada keinginan yang kuat dan mendesak untuk meraih kebebasan, keadilan dan kesetaraan; sehingga dapat meraih cita-cita menuju kemakmuran, kemuliaan dan kemajuan dihadapan umat lainnya ..karena itu kami ingatkan  bahwa kebebasan adalah tanggung jawab secara sendirinya, dan bahwa Islam telah memberi kepada setiap orang kebebasannya secara penuh untuk melakukan apa saja yang diinginkan, namun tetap berada  dalam konteks dua etika:

Pertama: Bahwa apa yang dilakukan pasti ada balasannya
Dibawah cahaya keimanan melakukan hukuman secara adil, dan apa yang dilakukan setiap insan terhadap orang lain pasti kelak akan diperlakukan seperti itu; karena setiap orang harus berhati-hati dalam melakukan permusuhan, karena dirinya yakin“apa yang kamu lakukan pasti ada balasannya, dan sebagaimana yang anda tanam pasti akan memanennya”, dan dengan gelas kaca yang anda gunakan untuk memberi air lalu meminumnya dan menambahnya; karena kebaikan harus terus ditingkatkan dan ditambah,” Sebagaimana hadits dari  Abu Qalabah berkata: Rasulullah saw bersabda:  ”Kebaikan itu tidak akan habis, dan kejahatan tidak akan terlupakan, dan Zat pemberi balasan tidak akan pernah mati; lakukanlah apa yang anda kehendaki karena apa  yang anda lakukan pasti ada balasannya. 

Inilah yang senantiasa diobati oleh Nabi saw kepada seseorang yang datang kepadanya untuk meminta izin melakukan zina, Nabi saw bersabda: “Apakah kamu suka jika ada seseorang berzina dengan ibumu? Maka dia berkata: Tentu tidak. Begitupula orang lain,  mereka tidak suka jika terjadi pada ibu mereka. Kemudian nabi bersabda: Apakah kamu  suka jika hal tersebut terjadi pada anakmu? Dia berkata: tentu tidak. Nabi berkata: begitupula mereka jika hal tersebut terjadi pada anak-anak mereka. Lalu nabi bersabda lagi.Bagaimana jika terjadi pada saudara perempuanmu? Dia berkata: tentu saja tidak. Nabi bersabda: begitupula manusia, mereka tidak suka jika terjadi pada  saudara perempuan mereka. Maka setelah itu Rasulullah saw meletakkan tangannya diatas dadanya dan berdoa: Ya Allah, hapuslah dosa-dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya”.
Dan betapa indahnya bait syair ini:ketahuilah dan yakinlah bahwa apa yang Anda miliki pasti akan sirna… dan ketahuilah pula bahwa apa yang Anda lakukan pasti ada balasannya

2. Etika lainnya – Anda pasti akan mendapat balasan dari apa yang kamu lakukan:
Jika ada sebagian balasan disegerakan di dunia, maka balasan sepenuhnya ada pada hari kiamat nanti, sebagaimana Allah berfirman:“Dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu”. (Ali Imran:185)
Dari Sahl bin Sa’ad berkata: Jibril datang kepada nabi saw lalu berkata: Wahai Muhammad, hiduplah sesuai kehendakmu karena pada hakikatnya engkau pasti akan mati, kerjakan apa yang engkau suka, karena engkau pasti akan mendapatkan balasannya. Cintailah orang yang engkau inginkan, niscaya ia akan menjadi orang terdekatmu, ketahuilah bahwa kemuliaan orang beriman ada pada qiyamullail dan ketinggian derajatnya ada pada istighfar dari manusia”.

Bahwa, kebebasan yang sempurna adalah kesempurnaan dalam ibadah kepada Allah; inilah kebebasan yang dapat membersihkan seorang muslim dan memerdekakannya, bahkan pada syahwatnya yang dimubahkan saat akan dilampiaskan pada kemaksiatan, sebagaimana halnya puasa, saat telah menjadi hamba yang ikhlas karena Allah maka ia tidak akan menjadi penghamba kepada selainnya.[Abu ANaS, Jalan Menuju Realisasi Tuntutan Revolusi, al ikhwan.net.9/10/2011 | 12 Dhul-Qadah 1432 H].

Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa bila kezhaliman sudah berlaku sewenang-wenang kepada rakyat maka saat itu akan terjadi pemberontakan dari semua elemen sebagai ujud perlawanan, perlawanan diaplikasikan melalui lisan dan tindakan karena tidak menerima perlakuan demikian, jangankan manusia sedangkan cacing saja dikala dia diinjak atau disakiti akan melakukan tindakan melawan. Pelawanan rakyat terhadap kezhaliman dapat dilakukan melalui berbagai prosedur dan action, tergantung kondisi lapangan yang memungkinkan untuk itu serta menimbang untung ruginya bagi rakyat keseluruhan, apakah gerakan rakyat itu hanya sebatas tuntutan reformasi atau harus dengan revolusi, keduanya mengandung konsekwensi terhadap nasib rakyat dan bangsa dikemudian hari, Wallahu a’lam [Cubadak Solok, 17 Desember 2011.M/ 21 Muharam 1433.H].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar