Perubahan secara lambat yang memakan waktu panjang melalui proses yang
ditentukan disebut dengan evolusi, sedangkan perubahan secara drastis,
terjadinya penjungkirbalikan keadaan ke arah sama sekali berbeda dengan
sebelumnya, dinamakan dengan revolusi. Ketika reformasi yang digulirkan bangsa
Indonesia sejak lengsernya Soeharto tidak nampak perubahan yang siknifikan
banyak tokoh yang menyayangkan era reformasi ini karena ishlah atau reformasi itu
membutuhkan waktu sekian generasi, sangat panjang sekali, mereka menghendaki
perubahan itu dengan melakukan revolusi, apalagi melihat ke negara lain seperti
Mesir, Yaman, Libia dan negara Arab lainnya, bahkan kemajuan yang dicapai Rusia
karena revolusi yang mereka lakukan.
Revolusi Boauzizi di Tunis,
Revolusi 25 Jan 2011 di Mesir, yang kemudian merebak ke seantero Afrika Utara,
dunia Arab seperti di Suriah, Yaman dan terakhir Libya plus bergeliatnya
kembali keberanian Palestina sebenarnya membuka peluang terjadi perubahan tata
dunia baru.Revolusi ternyata terus menyebar layaknya virus ke negara sekitarnya
di kawasan Maghribi dan Timur Tengah. Mereka memilik karakteristik pemerintahan
yang sama: otokrasi, otoriter dan secara ekonomi – politik menjadi sekutu bagi
kepentingan AS, Israel dan mungkin negara Barat pada umumnya. Namun dalam
hitungan waktu peta ini bisa saja berubah. Mesir yang menjadi negara yang
paling strategis baik secara geografis (letaknya persis di persimpangan Afrika
Utara, Timur Tengah dan Eropa (Laut Tengah) bisa memainkan peranan penting jika
proses transisi paska revolusi berjalan baik. Perubahan arah dan model
kebijakan sangat akan mungkin terjadi.
Apalagi sebagai salah satu
negara paling berpengaruh di dunia Muslim. Bersama Turki, yang sampai sekarang
belum berhasil mendapat izin bergabung dengan UE karena berbagai kekhawatiran
dan phobi terhadap pemerintahan pro Islam di Turki sekarang, plus bisa jadi
Iran, akan menjadi kekuatan baru di kawasan tersebut. Michael Foucault sendiri
melihat bagaimana revolusi Islam Iran membawa kebangkitan spiritualitas politik
(political spirituality) setelah bertemu langsung dengan Ali Shariati dan
Ayatullah Khomeini di tahun 1979.[Saiful Akmal, Antara Uni Eropa, Revolusi Arab dan Uni
Islam, Dakwatuna.com 27/10/2011 | 30 Zulqaedah 1432 H].
Sekarang ini banyak orang mengadakan pertemuan untuk
mengkritik dan mengatakan perubahan politik harus dilakukan segera.Kok tidak
dari dahulu tatkala Anda masih menjabat?Kok sekarang tatkala Anda sudah pensiun
atau sudah tidak menduduki kursi menteri.Mengapa?
Proses perubahan politik tersebut bukanlah upaya kudeta
ataupun makar karena perubahan yang dilakukan sepenuhnya diharapkan dan didukung
oleh kekuatan sipil. Perlu diketahui bahwa rakyat sudah jenuh dengan janji yang
Anda katakan. Apalagi mengumpulkan beberapa orang dengan cara berdoa, puasa
serta membakar kemenyan di depan istana apakah negeri ini akan berubah dengan
kemenyan tersebut?
Masih saja dengan cara-cara yang tidak disenangi oleh kaum
Muslimin yang mayoritas di negeri ini, yaitu kemenyan kemenyan yang selalu
dipakai untuk mengusir setan-setan katanya.
Adalagi yang mendeklarasikan Dewan Penyelamat Negara, apakah
kurang cukup dengan Dewan Perwakilan Rakyat? Atau Majelis Permusyawaratan
Rakyat? Di sana kan ada wakil-wakil kita. Apakah semua mereka sudah tidak bisa kita percaya?Yang pasti masih
banyak orang-orang baik di sana biarpun KPK sudah memenjarakan mereka yang
tidak baik.
Di dalam sejarah negeri ini belum pernah terjadi seperti apa
yang kita lihat sekarang ini, dari menteri, gubernur , walikota, Bupati, camat,
lurah jatuh dari kedudukannya karena korupsi dan masuk penjara. Apalagi
wakil-wakil rakyat yang di DPR juga masuk penjara karena kasus korupsi dan
menggelembungkan anggaran proyek juga jaksa dan hakim yang menerima suap dan
berusaha membebaskan para koruptor atau meringankan putusannya di pengadilan.
Memang masih banyak kekurangan kita setelah mendeklarasikan
reformasi sejak jatuhnya almarhum Presiden Soeharto. Dan juga banyak yang sudah
dijalankan seperti masa jabatan presiden hanya dua kali hal ini kan tidak
pernah dilakukan dahulu sejak tahun 1945 sampai 1997. Kita hanya punya 2
presiden, yaitu Soekarno dan Soeharto.
Dimasa itu hanya pulau Jawa saja yang diprioritaskan dalam
pembangunannya tetapi sekarang sudah tidak begitu lagi. Kebijakan dan Kekuasaan
hanya ada di Jakarta dan Jakarta yang sepertinya mempunyai veto untuk menolak
semua yang tidak diinginkan.
Sekarang gubernur dan walikota serta bupati berfungsi dengan
adanya otonomi daerah. Dahulu kita hanya bisa menyekolahkan anak dengan
membayar tiap bulannya sekarang sudah kita rasakan sejak kelas satu sekolah
dasar sampai kelas tiga sekolah menengah pertama jadi sembilan tahun bebas dari
bayar sekolah.
Setiap tahun kita lihat pemerintah membangun atau membuat
jalan baru dan tiap tahun bertambah serta memperlebar jalan Dandles. Tiap tahun
penjualan kendaraan bermotor bertambah, baik mobil maupun sepeda motor dan itu
juga menunjukkan adanya kenaikan penghasilan dari penduduk negri ini.
Memang tidak bisa kita sangkal bahwa masih ada penduduk
negeri ini yang masih hidup dengan kekurangan dan itu tugas kita semua sebagai
rakyat yang mencintai negeri ini bukan cuma tiap hari berbicara di TV sehingga
kita sebal melihatnya dan justru ada yang membela para koruptor dengan
cara yang berbelit belit dengan meminta keadilan untuk para koruptor tersebut.
Mereka sudah memakan harta rakyat bermilyar-milyar dan kabur
ke luar negeri dengan jalan meninggalkan para pengacara tersebut.Contohnya
kasus BLBI.Tetapi masih juga para Koruptor dibela sekarang ini.
Media sebagai corong mereka dan sebetulnya mereka mengetahui
bahwa pemilik media tersebut juga bukan orang bersih dan juga ada media yang
terang terangan melarang penyiarnya dengan berpakaian berjilbab.
Parpol mencari duit dengan cara tidak halal dan para
wakilnya harus membagi uang penghasilannya untuk parpol tersebut. Untuk duduk
di kursi Gubernur ratusan milyar harus dikeluarkan oleh calon Gubernur
tersebut. Walikota milyaran harus menyiapkan dana .Allah melaknat orang yang
menyuap dan disuap.
KPK harus ada dan dijaga keberadaannya sebab para koruptor
dengan sengaja menjatuhkan nama KPK sehingga akhirnya rakyat benci dengan KPK.
Mereka berbicara tentang kegagalan Mikhail Gorbachev di Uni
Soviet. Uni Soviet lain dengan Indonesia. Negeri Komunis yang dilaknat oleh
ALLAH tersebut tidak pernah terdengar suara adzan dan kaum Muslimin tidak bisa
mengatakan bahwa saya Muslim yang bebas melakukan shalat di masjid.Serta
pembunuhan-pembunuhan ke kaum Muslimin tiap hari seperti dibuat sarapan oleh
kaum Komunis.
Anda tahu siapa Mikhail?Nama dari keturunan mana?Mikhail
tidak sendiri membubarkan Uni Soviet tetapi dengan dukungan kaum Yahudi yang juga
menginginkan semua negara jadi negara kecil-kecil di dunia ini.Sehingga negara
Amerika menjadi negara adikuasa.
Indonesia penduduknya beragama dan mayoritas kaum Muslimin
kita tidak mungkin akan seperti Uni Soviet, Indonesia akan selalu dilindungi
oleh Allah SWT, kecuali kalau kita sudah berkelakuan seperti mereka yaitu
mengikuti ajaran Komunis.
Dikatakan juga para aktivis pro-demokrasi,pemuda dan
mahasiswa di seluruh Indonesia telah sepakat menilai bahwa pemerintahan
SBY-Boediono gagal karena tidak berpihak kepada kepentingan mayoritas
rakyat. Mengapa kita tidak berani mengatakan bahwa DPR harus dipilih ulang
karena di sana banyak juga maling maling yang tidak berpihak kepada rakyat.
Banyak tokoh politik senior Indonesia, juga para pejuang
kemerdekaan dan jenderal purnawirawan TNI menganggap penggantian SBY-Boediono
harus segera lebih cepat lebih baik demi kepentingan nasional terutama karena
alasan kepemimpinan dan karakter yang sangat lemah.
Bukankah mereka dahulu dipimpin oleh pemerintah atau rezim yang
otoriter dan diam seribu bahasa. Apabila rakyat memilih partai selain partai
pemerintah dikucilkan di kantor kantor pemerintah dan banyak yang dikeluarkan
dari pekerjaannya. Mana para purnawirawan itu?Apakah mereka berani membela
partai selain partai pemerintah waktu itu?
Jangan dibawa-bawa apa yang terjadi di Timur Tengah sekarang
ini. Sebab bukan cuma rakyat Mesir dan Tunisia sendiri yang bergerak tetapi
faktor luar juga mempengaruhi mereka dari dana untuk mengumpulkan mereka
dilapangan berpuluh puluh hari serta makanan mereka. Masalahnya berbeda di
Tunisia berbeda dengan Mesir.Mesir berbeda dengan Libya dan juga Libya dengan
Yaman dan Suriah serta juga di Bahrain.
Tahukah Anda? Jangan dibiasakan kita mengganti presiden
setiap dua tahun.Cukup dengan almarhum presiden Abdurrahman Wahid yang
diturunkan di tengah jalan.
Kecuali presiden dan wakilnya
melanggar UUD 45, konsitusi dan merubah Pancasila.[Waspadai Ajakan Revolusi ,cybersabili.Selasa, 04 Oktober 2011
12:44 Lutfi A. Tamimi].
Dimanapun terjadinya revolusi
pasti ada yang diuntungkan dan tidak sedikit pula mendatangkan kecemasan dari
kelompok-kelompok tertentu, apalagi revolusi itu dilakukan oleh kekuatan islam
sebagaimana yang terjadi di wilayah Arab saat ini yang notabene adalah ummat
islam, kekhawatiran itu dialami oleh Israel laknatullah.
Para pejabat Israel
mencemaskan efek dari revolusi yang terjadi di negara-negara Arab. Mereka
menilai revolusi yang tengah terjadi saat ini akan didominasi oleh gerakan
Islam sekaligus akan melebarkan hegemoninya di tanah Arab. PM. Israel, Benjamin
Netanyahu merupakan sosok yang sangat khawatir dengan hal ini, ia mengingatkan
dunia akan kondisi serupa dengan membandingkannya dengan revolusi Iran.
Menurutnya, revolusi yang terjadi dilakukan oleh kelompok pergerakan yang
menentang rezim Syah yang berkuasa pada saat itu, dan berakhir dengan
berdirinya negara Islam di Iran. Bukan hal yang mustahil menurut pemimpin
penjajah ini, revolusi di Mesir akan menjadi tonggak bangkitnya gerakan Islam
dan lahirnya “Mesir Baru” sebagai produk dari revolusi.
Netanyahu tak hanya
mengingatkan akan bahayanya apabila gerakan Islam berkuasa, tapi ia juga
mengkampanyekan akan terancamnya demokrasi dengan hadirnya pesaing baru melalui
revolusi Arab. Ia bahkan menelurkan ide, agar dibentuk penggalangan dana
internasional yang fungsinya mensupport gerakan anti Islam di negara-negara
Arab. Netanyahu mengistilahkannya dengan Liberalisasi, dan sikap serupa sama
seperti gerakan Marshall yang dilakukan oleh Amerika setelah meletus Perang
Dunia II untuk mendukung Eropa Barat. Dalam hal ini Netanyahu telah mengirim
Eran Lerman, asisten penasihat Keamanan Nasional Israel ke Amerika untuk
menyampaikan idenya tersebut kepada para pemimpin Kongres Amerika.
Di tengah upayanya membuat
citra buruk terhadap revolusi ‘Arab Spring’ dan mengadu domba dunia dengan isu
ini, para elit Israel membenarkan analisa dari Netanyahu dengan mengambil
contoh dari apa yang pernah dilalui Iran dan gerakan Hamas, dan mengingatkan
dunia bahwa cukup keberhasilan keduanya sebagai pelajaran. Mereka kemudian
membahasakan bahwa apa yang terjadi di Mesir saat ini bukanlah sebuah revolusi
melainkan tak lebih dari sebuah kudeta. Karena menurut analisa mereka,
peristiwa ini akan berujung dengan naiknya gerakan Al Ikhwan Al Muslimun
sebagai penguasa di sana. Mesir kemudian akan mendirikan sebuah negara Islam
representasi Sunni. Israel dalam hal ini mengkampanyekan bahwa perubahan di
Mesir tidak mengarah kepada demokrasi dan kebebasan, tapi mengarah kepada yang
sebaliknya.
Yossi Beilin, anggota Knesset
Israel, telah memberi peringatan kepada dunia internasional agar tidak memberi
kesempatan kepada kubu Islam untuk memimpin. Ia kemudian menyalahkan sikap
presiden Amerika, Barack Obama yang membiarkan semua ini terjadi. Menurutnya
Obama tak ubahnya Jemmy Charter, mantan presiden Amerika yang melakukan
kesalahan fatal dengan bersikap cuek terhadap penggulingan Monarki di Iran.Yang
ujungnya tidak hanya berakhir dengan tamatnya rezim kerajaan di Taheran namun
juga perubahan frontal yang terjadi di dalam tubuh pemerintahan baru Iran.Ia
kemudian menyebut bahwa revolusi yang telah terjadi di Mesir berpotensi
memutuskan hubungan negeri itu dengan negara sekuler dan Barat. Apa yang
terjadi di Mesir menurutnya sama seperti yang terjadi di Iran, ada sutradara di
balik layar yang memiliki target merunyamkan perdamaian dan rekonsiliasi dengan
Israel.[Kecemasan Israel di Balik Revolusi Arab, Tim dakwatuna.com,28/11/2011
| 02 Muharram 1433 H].
Prof. Muhammad Badi, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin
menyampaikan pesannya kepada ummat Islam di seluruh dunia berkaitan dengan
terjadinya revolusi di negara Arab dengan mengambil sebanyak-banyaknya hikmah
dari kejadian tersebut, lebih jauh beliau menyatakan;
Bangsa Arab dan umat Islam saat ini sedang bergelora menuju
kebangkitan yang tampak di setiap lini kehidupannya; mulai revolusi politik
hingga reformasi sosial, kebangkitan ekonomi, hingga pada keinginan yang kuat
dan mendesak untuk meraih kebebasan, keadilan dan kesetaraan; sehingga dapat
meraih cita-cita menuju kemakmuran, kemuliaan dan kemajuan dihadapan umat
lainnya ..karena itu kami ingatkan bahwa kebebasan adalah tanggung jawab
secara sendirinya, dan bahwa Islam telah memberi kepada setiap orang
kebebasannya secara penuh untuk melakukan apa saja yang diinginkan, namun tetap
berada dalam konteks dua etika:
Pertama: Bahwa apa yang dilakukan
pasti ada balasannya
Dibawah cahaya keimanan melakukan hukuman secara adil, dan
apa yang dilakukan setiap insan terhadap orang lain pasti kelak akan
diperlakukan seperti itu; karena setiap orang harus berhati-hati dalam
melakukan permusuhan, karena dirinya yakin“apa yang kamu lakukan pasti ada
balasannya, dan sebagaimana yang anda tanam pasti akan memanennya”, dan dengan
gelas kaca yang anda gunakan untuk memberi air lalu meminumnya dan menambahnya;
karena kebaikan harus terus ditingkatkan dan ditambah,” Sebagaimana
hadits dari Abu Qalabah berkata: Rasulullah saw bersabda:
”Kebaikan itu tidak akan habis, dan kejahatan tidak akan terlupakan, dan
Zat pemberi balasan tidak akan pernah mati; lakukanlah apa yang anda kehendaki
karena apa yang anda lakukan pasti ada balasannya.
Inilah yang senantiasa diobati oleh Nabi saw kepada
seseorang yang datang kepadanya untuk meminta izin melakukan zina, Nabi saw
bersabda: “Apakah kamu suka jika ada seseorang berzina dengan ibumu? Maka dia
berkata: Tentu tidak. Begitupula orang lain, mereka tidak suka jika
terjadi pada ibu mereka. Kemudian nabi bersabda: Apakah kamu suka jika
hal tersebut terjadi pada anakmu? Dia berkata: tentu tidak. Nabi berkata:
begitupula mereka jika hal tersebut terjadi pada anak-anak mereka. Lalu nabi
bersabda lagi.Bagaimana jika terjadi pada saudara perempuanmu? Dia berkata:
tentu saja tidak. Nabi bersabda: begitupula manusia, mereka tidak suka jika
terjadi pada saudara perempuan mereka. Maka setelah itu Rasulullah saw
meletakkan tangannya diatas dadanya dan berdoa: Ya Allah, hapuslah
dosa-dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya”.
Dan
betapa indahnya bait syair ini:ketahuilah dan yakinlah bahwa apa yang Anda
miliki pasti akan sirna… dan ketahuilah pula bahwa apa yang Anda lakukan pasti
ada balasannya
2. Etika lainnya – Anda pasti akan mendapat balasan dari apa
yang kamu lakukan:
Jika
ada sebagian balasan disegerakan di dunia, maka balasan sepenuhnya ada pada
hari kiamat nanti, sebagaimana Allah berfirman:“Dan Sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu”. (Ali Imran:185)
Dari Sahl bin Sa’ad berkata: Jibril datang kepada nabi saw
lalu berkata: Wahai Muhammad, hiduplah sesuai kehendakmu karena pada hakikatnya
engkau pasti akan mati, kerjakan apa yang engkau suka, karena engkau pasti akan
mendapatkan balasannya. Cintailah orang yang engkau inginkan, niscaya ia akan
menjadi orang terdekatmu, ketahuilah bahwa kemuliaan orang beriman ada pada
qiyamullail dan ketinggian derajatnya ada pada istighfar dari manusia”.
Bahwa, kebebasan yang sempurna adalah kesempurnaan dalam
ibadah kepada Allah; inilah kebebasan yang dapat membersihkan seorang muslim
dan memerdekakannya, bahkan pada syahwatnya yang dimubahkan saat akan
dilampiaskan pada kemaksiatan, sebagaimana halnya puasa, saat telah menjadi
hamba yang ikhlas karena Allah maka ia tidak akan menjadi penghamba kepada
selainnya.[Abu ANaS, Jalan Menuju
Realisasi Tuntutan Revolusi, al ikhwan.net.9/10/2011 | 12 Dhul-Qadah
1432 H].
Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa bila kezhaliman sudah
berlaku sewenang-wenang kepada rakyat maka saat itu akan terjadi pemberontakan
dari semua elemen sebagai ujud perlawanan, perlawanan diaplikasikan melalui
lisan dan tindakan karena tidak menerima perlakuan demikian, jangankan manusia sedangkan
cacing saja dikala dia diinjak atau disakiti akan melakukan tindakan melawan.
Pelawanan rakyat terhadap kezhaliman dapat dilakukan melalui berbagai prosedur
dan action, tergantung kondisi lapangan yang memungkinkan untuk itu serta
menimbang untung ruginya bagi rakyat keseluruhan, apakah gerakan rakyat itu
hanya sebatas tuntutan reformasi atau harus dengan revolusi, keduanya
mengandung konsekwensi terhadap nasib rakyat dan bangsa dikemudian hari, Wallahu a’lam [Cubadak Solok, 17 Desember 2011.M/ 21
Muharam 1433.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar