Khairun nisa’ adalah wanita yang baik,
wanita yang baik itu dalam disebut dengan wanita yang shalehah, dia hanya
beriman kepada Allah semata, jauh dari syirik, hidupnya selalu dihiasi dengan
ibadah, kepribadiannya hanya mengikuti contoh teladan dari para isteri nabi dan
shahabiah dizamannya. Inilah sekelumit kepribadiannya yang digambarkan olehYusuf Al Bahi;
Satu hal yang membedakan
antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci
untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya,
memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan
mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka
berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu,
mencintaimu karena keturunan keluargamu.. Cinta mereka murni..bening.. suci..
hanya karena-Nya..
Kebeningan inilah yang membuat
mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang
kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta
mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..
Yang lebih banyak menghabiskan
waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering
menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang
sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk
perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya
mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri
mereka?bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?
Dengan seringnya mereka
membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang
tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam
cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya,
meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela
menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya.
Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang
banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan
dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis
ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.
Jangan khawatir soal bagaimana
mereka merawat dan menjaga diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan
bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka.Mereka sadar dan
memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan
nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri
mereka.Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua
kecantikan itu?
Dan jangan takut mereka akan
ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu
pengetahuan..Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang
menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik.Mereka adalah orang-orang
yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap
untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk
itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi
wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.
Mereka adalah
bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah
untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka
untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan
lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga…
Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah,
yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah..sebab
mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.
Allah mempersiapkan mereka
untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah
lisannya..namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk
sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya..yang
siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di
bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada
Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia..yang akan rela berkorban, dan
meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis
meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan
mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…[Kenapa Harus Wanita Shalihah?,dakwatuna.com
14/12/2010 | 07 Muharram 1432 H].
Karena pentingnya wanita yang
baik dalam rumah tangga, AA Gym dalam ceramahnya menggambarkan wanita shalehah
itu dengan indahnya;
Wanita yang didunianya solehah
akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika
wafat di akhirat akan menjadi bidadari. Hikam: Katakanlah kepada orang
laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara
faraz-nya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman,
hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya.
Rosulullah saw bersabda: "Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik
perhiasan adalah wanita yang solehah." (HR. Muslim) Wanita solehah
merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat
ibadah suami.
Suami yakin tidak akan
dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur
katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya. Pada
prinsipnya wanita solehah adalah wanita yang taat pada Allah, taat pada Rasul.
Kecantikannya tidak menjadikan fitnah pada orang lain. Kalau wanita muda dari
awal menjaga dirinya, selain dirinya akan terjaga, juga kehormatan dan
kemuliaan akan terjaga pula, dan dirinya akan lebih dicintai Allah karena orang
yang muda yang taat lebih dicintai Allah daripada orang tua yang taat. Dan,
Insyaallah nanti oleh Allah akan diberi pendamping yang baik. Agar wanita
solehah selalu konsisten yaitu dengan istiqomah menimba ilmu dari alam dan
lingkungan di sekitarnya dan mengamalkan ilmu yang ada.Wanita yang solehah juga
dapat berbakti terhadap suami dan bangsanya dan wanita yang solehah selalu
belajar.Tiada hari tanpa belajar[Ramadhan bersama AA Gym, stasiun televisi RCTI
pada pukul 04.00 WIB-04.30 WIB].
Wanita yang baik itu adalah
wanita yang memerankan dirinya sesuai dengan fithrah dan kodratnya, menjalankan
perintah Allah dan Rasulnya, mereka punya beberapa tuntunan hidup yang harus
dijalankan menurut syariat, paling tidak adasepuluh diantaranya;
1.
Menuntut
ilmu
Allah Subhanahu wa Ta'ala dan
Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk menuntut ilmu yang telah ditetapkan
syari'at yang kita butuhkan supaya kita dapat beribadah kepada-Nya dengan benar
sehingga benar-benar diridhai-Nya. Dia berfirman." Katakanlah, Adakah
kesamaan antara orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak
berilmu". [Al-Zumar : 9]
Sedangkan
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda. "
Barangsiapa yang menghendaki kebaikan dari Allah, maka Dia memberikan pemahaman
dalam agama". [Diriwayatkan oleh Muttafaqun 'alaih, dari Mua'wiyah Radhiyallahu
'anhu] "Menuntut ilmu merupakan
kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah".Ilmu inilah yang diminta
oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam do'anya."Ya
Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan aku berlindung kepada-Mu
dari ilmu yang tidak bermanfaat".
Sama
seperti orang laki-laki, wanita juga diberi tugas untuk menuntut ilmu, yaitu
belajar hal-hal yang berkenaan dengan agama, misalnya Thaharah, Shalat, Zakat
Haji dan lain-lainnya yang dibutuhkannya dalam memahami masalah agama. [Amr bin Abdul Mun'im,Keringanan Untuk Pergi Menuntut Ilmu Yang
Diharuskan Syari'at
12 Februari 2002
Assunnah.or.id].
2.
Tidak
berpergian tanpa muhrim
Dari
Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,
telah bersabda."Tidak diperbolehkan seorang wanita bepergian selama
tiga hari melainkan bersamanya ada seorang muhrim". [Hadits Riwayat
Muttafaqun 'alaihi] Dan dari Ibnu Abbas Radhiyalahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam, beliau bersabda."Tidak diperbolehkan seorang
wanita bepergian melainkan bersamanya seorang wanita".
Lalu
ada seorang yang berkata."Wahai Rasulullah, isteriku keluar rumah untuk
menunaikan ibadah haji dan aku bertugas di perang ini dan ini".
Beliau pun bertutur."Pergi dan berhajilah bersama
isterimu". [Hadits Riwayat Muttafaqun 'alaihi]
Dalam
setiap kondisinya, wanita Muslimah harus selalu mengikuti langkah-langkah
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, berusaha semampunya
melaksanakan perintah-perintah beliau dan menjauhi apa yang dilarangnya.
Perkataan beliau, "La Yakhilu", maksudnya "La
Yajuzu", tidak diperbolehkan.Perkataan beliau, "Bagi wanita yang
beriman kepada Allah dan hari akhirat", menurut sebagian ulama,
pengertiannya bahwa larangan tersebut hanya dikhususkan bagi wanita Mukminah,
tidak termasuk wanita-wanita kafir. Pendapat ini disanggah bahwa imanlah yang
terus menerus menjadi seruan pembuat syari'at terhadap orang yang memiliki iman
itu, sehingga dia dapat mengambil manfaat darinya dan dapat selamat.[Amr bin Abdul Mun'im,Larangan Bepergian Tanpa Adanya Muhrim Yang
Mendampinginya,14 January 2002 Assunnah.or.id].
3.
Tidak
bersalaman dengan lelaki lain
Dari
Ma'qil bin Yasar Radhiyallahu 'anhu, dia menceritakan, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam pernah bersabda. "Andaikan ditusukkan ke kepala
salah seorang diantara kalian dengan jarum besi, yang demikian itu lebih baik
daripada dia harus menyentuh wanita yang tidak dibolehkan baginya".[Diriwayatkan
oleh Imam Thabrani dalam Al-Kabir XX/211 dengan isnad hasan.
Hadits ini mempunyai jalan lain yang saya sebutkan dalam ta'liq
(komentar) saya terhadap buku Al-Mushafahah wa Fadhluha, yang ditulis
oleh Al-Hafidzh Dhiya'uddin Al-Maqdisi]
Dari
Umaimah binti Raqiqah, dia menceritakan."Aku pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam yang sedang menemui wanita-wanita yang berbai'at kepada
beliau, wanita-wanita itu mengatakan. "Wahai Rasulullah, kami berbai'at
kepadamu untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri,
tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak akan berbuat dusta yang
mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu
dalam urusan yang baik". Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
berkata. "Pada hal-hal yang kamu mampu".Maka wanita-wanita itupun
berucap. "Allah dan Rasul-Nya lebih menyayangi kami daripada diri kami
sendiri, mari kami akan berbai'at kepadamu, wahai Rasulullah. "Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda. "Sesungguhnya aku tidak menyalami wanita,
karena ucapanku bagi seratus wanita sama seperti ucapanku bagi satu wanita,
atau seperti ucapanku bagi satu wanita".(Diriwayatkan oleh Imam Malik
dalam Al-Muwattha', hal. 982 dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Umaimah).
Kedua hadits di atas
menunjukkan bahwasanya seorang wanita tidak boleh bersalaman dengan laki-laki
yang bukan muhrimnya, karena sentuhan merupakan langkah pendahuluan dari
perzinaan.[Amr bin Abdul Mun'im,
Larangan Bersalaman Dengan Laki-Laki Yang Bukan Muhrim, 02 August 2001 Assunnah.or.id].
4.
Keluar rumah
tidak pakai parfum
Dari
Zainab Al-Tsaqafiyyah Radhiyallahu 'anha, dari Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam, beliau pernah bersabda. "Apabila salah seorang
di antara kalian menyaksikan waktu Isya, -dalam suatu riwayat disebutkan :
masjid- maka hendaklah dia tidak memakai wangi-wangian pada malam itu".
[Hadits Riwayat Muslim]
Dan
dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dia menceritakan, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam telah bersabda."Setiap wanita mana saja yang
terkena bau wangi maka hendaklah dia tidak mengerjakan shalat Isya bersama
kami". [Hadits Riwayat Muslim]
Dan
dari Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu, dia menceritakan,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda."Setiap
wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu dia berjalan melewati suatu
kaum supaya mereka mencium bau wanginya itu, berarti dia telah berzina".
[Imam Ahmad,Abu Daud Tirmidzi, Imam Nasa'i].
Hadits-hadits
tersebut di atas menunjukkan larangan keluarnya dari rumah wanita dengan memakai
wangi-wangian, karena memakai wangi-wangian di hadapan orang laki-laki dapat
membangkitkan nafsu birahi dalam diri mereka.Dalam menerangkan hadits di atas,
Al-Allamah Al-Mubarakfuri Rahimahullahu mengatakan."Yang demikian disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan
wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian
mereka.Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata, dan dengan
demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa".[Amr bin Abdul Mun'im,Larangan
Keluar Rumah Dengan Memakai Wangi-Wangian,12 Februari 2002 Assunnah.or.id].
5.
Tidak keluar
rumah tanpa keperluan
Imam
Ibnu Jauzi Rahimahullahu mengatakan."Seorang wanita harus senantiasa
berusaha untuk tidak keluar rumah meskipun ada kesempatan.Apabila keadaan
mendesaknya keluar, maka dia harus meminta izin kepada suaminya, dan harus
memilih jalan sepi, jauh dari keramaian dan pasar.Selain itu, dia harus
berjalan dengan langkah yang tidak terdengar dan berjalan di tepi jalan dan
bukan di tengahnya".
Dalam hal ini penulis katakan, hal itu didasarkan pada
adanya seruan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mengharuskan kaum wanita untuk
tetap tinggal di rumah dan tidak keluar kecuali untuk keperluan. Allah Azza wa
Jalla telah berfirman. " Dan hendaklah kalian tetap di rumah
kalian dan janganlah kalian berhias dan
bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu ..." [Al-Ahzab : 33]
Maksudnya adalah isteri-isteri Rasulullah agar tetap di
rumah, dan keluar apabila ada keperluan yang dibenarkan oleh syarat.Perintah
ini juga ditujukan kepada seluruh wanita Muslimah.
Yang dimaksud dengan "Jahiliyah dahulu" adalah
Jahiliyah kekafiran yang terdapat sebelum zaman Nabi Muhammad Shallallahu
'alaihi wa sallam.Dan yang dimaksud dengan "Jahiliyah sekarang"
adalah Jahiliyah kemaksiatan yang terjadi sesudah datangnya Islam.
Perintah ini meskipun hanya
ditujukan kepada isteri-isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, namun
demikian mencakup seluruh wanita Muslimah.
Dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu anha, dia
menceritakan." Seandainya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
mengetahui apa yang terjadi pada kaum wanita, niscaya beliau akan melarang
mereka berangkat ke masjid sebagaimana larangan yang berlaku bagi wanita Bani
Israel". [Hadits Riwayat Muttafaqun 'alaih]
Dari
Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, dia menceritakan, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam."Janganlah kalian melarang isteri-isteri kalian
pergi ke masjid, tetapi berdiam di rumah adalah lebih baik bagi mereka".[Hadits
shahih. Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud (567) melalui Habib bin Abi Tsabit,
dari Ibnu Umar]. [Amr bin Abdul Mun'im,Larangan Keluar Rumah Tanpa Adanya Kebutuhan,31 Januari 2002 Assunnah.or.id].
Itulah
sebagian akhlak yang harus dimiliki oleh khairun nisa’ yaitu wanita terbaik
sepanjang zaman, hal ini berangkat dari factor tarbiyyah yang diterimanya sejak
masih usia dini, pendidikan di sekolah hingga tarbiyyah di masyarakat, tepatnya
untuk menemukan khairun nisa’ di lingkungan yang baik atau bi’ah shalehah.
Wanita yang baik tidaklah muncul tiba-tiba tapi hasil pengkaderan yang
berkelanjutan dari orangtua, guru dan masyarakat, wanita yang baik atau
muslimah shalehah hanya layak mendapatkan pendamping hidupnya dari laki-laki
yang baik pula sehingga kelak akan melahirkan generasi shaleh berikutnya, Wallahu a’lam [Cubadak Solok, 10 Desember 2011.M/ 14
Muharam 1433.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar