Jumat, 12 Februari 2016

191. Ka'bah



Bangunan yang berbentuk  kubus yang menjadi kiblat bagi ummat islam, terdapat di Masjidil Haram disebut dengan Ka’bah, semua ummat Islam sudah mengenalnya apalagi mereka yang sudah menunaikan ibadah haji, Ka’bah bukan lagi sekedar gambar yang pernah Nampak tapi bentuk fisiknya sudah dikenal. Kita hanya menjadikan Ka’bah itu sebagai simbul untuk menyatukan kiblat ummat islam di seluruh dunia, dia merupakan pedoman arah menghadap ketika melaksanakan shalat, dalam sejarah kiblat ummat islam pernah ke Masjidil Aqsha karena ketika itu dalam Ka’bah masih terdapat berhala orang kafir ratusan jumlahnya.

Ka’bah  awalnya dibangun oleh Adam dan kemudian anak Adam, Syist, melanjutkannya. Saat terjadi banjir Nabi Nuh, Kabah ikut musnah dan Allah memerintahkan Nabi Ibrahim membangun kembali.Al-Hafiz Imaduddin Ibnu Katsir mencatat riwayat itu berasal dari ahli kitab (Bani Israil), bukan dari Nabi Muhammad.

Ka’bah yang dibangun Ibrahim pernah rusak pada masa kekuasaan Kabilah Amaliq.Kabah dibangun kembali sesuai rancangan yang dibuat Ibrahim tanpa ada penambahan ataupun pengurangan.Saat dikuasai Kabilah Jurhum, Kabah juga mengalami kerusakan dan dibangun kembali dengan meninggikan fondasi.Pintu dibuat berdaun dua dan dikunci.[Siapa yang Membangun Kabah?Republika.co.id.Sabtu, 08 Januari 2011, 18:27 WIB].

Riwayat lain menyatakan bahwa pembangunan awal Ka’bah dilakukan oleh Nabi Ibrahim As bukan Nabi Adam, hal itu berdasarkan kepada sumber hadits yang shaheh.Hal ini dijelaskan di dalam al Qur`an dan hadits-hadits. Bahkan riwayat-riwayat tersebut menjelaskan, bahwa Nabi Ibrahim dan Ismail adalah orang yang pertama mendirikan dan membangun Ka’bah, walaupun tempat Ka’bah, yaitu satu dataran yang tinggi dan menonjol dibandingkan dengan sekitarnya telah dikenal oleh para malaikat dan para nabi sebelum Ibrahim. Tempat yang tinggi dan menonjol inilah yang ditinggikan dan dimuliakan, sejak zaman dahulu sampai datangnya Nabi Ibrahim, yang kemudian membuat pondasi dan bangunannya bersama anaknya, Ismail.

Adapun riwayat yang menunjukkan bahwa sebelumnya Ka’bah telah dibangun, riwayat-riwayat tersebut hampir semuanya mauquf kepada para sahabat atau tabi’in, dan hanya diriwayatkan oleh pakar sejarah, seperti al Azraqiy, al Fakihaniy, dan sebagian ahli tafsir serta ahli hadits. Yang mereka itu tidak berpegang teguh dalam meriwayatkannya syarat-syarat keotentikannya. Ibnu Katsir, setelah memastikan bahwa orang pertama yang membangun Ka’bah adalah Ibrahim dan Ismail, maka dia berkata : "Tidak ada satupun riwayat yang sah dari al Ma’shum (Nabi) yang menjelaskan bahwa Ka’bah telah dibangun sebelum al Khalil (yaitu Ibrahim.)[Ustadz Abu Asma Kholid Syamhudi
, Pembangunan Ka’bah,almanhaj.or.idSenin, 23 Nopember 2009].
Bahkan lebih jauh lagi pendapat yang mengatakan bahwa Ka’bah memang sudah ada sejak dahulu sebelum Adam diciptakan hal ini diungkapkan oleh swaramuslim.com.Redaksi 28 Dec 2004;
Sejarah ka’bah adalah sejarah sebelum peradaban manusia ini diciptakan Allah SWT dan sebelum mereka turun ke bumi.Adalah para malaikat yang diperintahkan Allah SWT untuk turun ke bumi dan mendirikan ka’bah lalu mereka diperintahkan untuk bertawaf di sekelilingnya.
Hingga datang masa penciptaan Nabi Adam dan singkat cerita beliau diturunkan ke bumi di wilayah yang sekarang bernama India.Selanjutnya beliau berjalan mencari istrinya Hawwa dan ternyata di sekitar rumah Allah inilah beliau bertemu dan kemudian tinggal lalu beranak pinak.Rumah Allah (ka’bah) ini menjadi tempat untuk beribadah kepada-Nya sepanjang masa, baik masa Nabi Nuh, Ibrahim atau nabi-nabi lainnya.
Di masa Qusai bin Kilab, Hajar Aswad sempat hilang diambil oleh anak-anak Mudhar bin Nizar dan ditanam di sebuah bukit. Qusai adalah orang pertama dari bangsa Quraisy yang mengelola Ka'bah selepas Nabi Ibrahim.Di masa Qusai ini, tinggi Ka'bah ditambah menjadi 25 hasta dan diberi atap.Setelah Hajar Aswad ditemukan, kemudian disimpan oleh Qusai, hingga masa Ka'bah dikuasai oleh Quraisy pada masa Nabi Muhammad.Nabi Muhammad membantu memasangkan Hajar Aswad itu pada tempat semestinya.

Dari masa Nabi Ibrahim hingga ke bangsa Quraisy terhitung ada 2.645 tahun.Pada masa Quraisy, ada perempuan yang membakar kemenyan untuk mengharumkan Ka'bah.Kiswah Ka'bah pun terbakar karenanya sehingga juga merusak bangunan Ka'bah.Kemudian, terjadi pula banjir yang juga menambah kerusakan Ka'bah.Peristiwa kebakaran ini yang diduga membuat warna Hajar Aswad yang semula putih permukaannya menjadi hitam.

Untuk membangun kembali Kabah, bangsa Quraisy membeli kayu bekas kapal yang terdampar di pelabuhan Jeddah, kapal milik bangsa Rum.Kayu kapal itu kemudian digunakan untuk atap Kabah dan tiga pilar Kabah.Pilar Kabah dari kayu kapal ini tercatat dipakai hingga 65 H. Potongan pilarnya tersimpan juga di museum.

Empat puluh sembilan tahun sepeninggal Nabi (yang wafat pada 632 Masehi atau tahun 11 Hijriah), Ka'bah juga terbakar. Kejadiannya saat tentara dari Syam menyerbu Makkah pada 681 Masehi, yaitu di masa penguasa Abdullah bin Az-Zubair, cucu Abu Bakar, yang berarti juga keponakan Aisyah.Kebakaran pada masa ini mengakibatkan Hajar Aswad yang berdiameter 30 cm itu terpecah jadi tiga.

Untuk membangun kembali, seperti masa-masa sebelumnya, Kabah diruntuhkan terlebih dulu.Abdullah AzZubair membangun Ka'bah dengan dua pintu.Satu pintu dekat Hajar Aswad, satu pintu lagi dekat sudut Rukun Yamani, lurus dengan pintu dekat Hajar Aswad. Abdullah bin Az-Zubair memasang pecahan Hajar Aswad itu dengan diberi penahan perak. Yang terpasang sekarang adalah delapan pecahan kecil Hajar Aswad bercampur dengan bahan lilin, kasturi, dan ambar.
Jumlah pecahan Hajar Aswad diperkirakan mencapai 50 butir.

Pada 693 Masehi, Hajjaj bin Yusuf Ath-Taqafi berkirim surat ke Khalifah Abdul Malik bin Marwan (khalifah kelima dari Bani Umayyah yang mulai menjadi khalifah pada 692 Masehi), memberitahukan bahwa Abdullah bin Az-Zubair membuat dua pintu untuk Ka'bah dan memasukkan Hijir Ismail ke dalam bangunan Ka'bah.Hajjaj ingin mengembalikan Kabah seperti di masa Quraisy; satu pintu dan Hijir Ismail berada di luar bangunan Ka'bah. Maka, oleh Hajjaj, pintu kedua--yang berada di sebelah barat dekat Rukun Yamani--ditutup kembali dan Hijir Ismail dikembalikan seperti semula, yakni berada di luar bangunan Ka'bah.

Akan tetapi, Khalifah Abdul Malik belakangan menyesal setelah mengetahui Ka'bah di masa Abdullah bin AzZubair dibangun berdasarkan hadis riwayat Aisyah.Di masa berikutnya, Khalifah Harun Al-Rasyid hendak mengembalikan bangunan Ka'bah serupa dengan yang dibangun Abdullah bin Az-Zubair karena sesuai dengan keinginan Nabi.Namun, Imam Malik menasihatinya agar tidak menjadikan Ka'bah sebagai bangunan yang selalu diubah sesuai kehendak setiap pemimpin. Jika itu terjadi, menurut Imam Malik, akan hilang kehebatannya di hati kaum Mukmin.

Pada 1630 Masehi, Kabah rusak akibat diterjang banjir. Sultan Murad Khan IV membangun kembali, sesuai bangunan Hajjaj bin Yusuf hingga bertahan 400 tahun lamanya pada masa pemerintahan Sultan Abdul Abdul Aziz. Sultan inilah yang memulai proyek pertama pelebaran Masjidil Haram.[Siapa yang Membangun Kabah?Republika.co.id.Sabtu, 08 Januari 2011, 18:27 WIB].

Ka’bah adalah sebuah rumah, bukan sesembahan apalagi tuhan. Shalat menghadap ka’bah tidak sama dengan menyembah ka’bah. Di dalam Al-Quran Al-Karim, secara tegas Allah SWT menetapkan bahwa ka’bah adalah rumah yang pertama didirikan di muka bumi untuk menyembah Allah SWT disitu. Kemudian manusia di seluruh dunia bila hendak menyembah Allah SWT dengan cara sholat diwajibkan menghadapkan diri mereka ke arah ka’bah itu.”Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. Ali Imran : 96)
“Dan dari mana saja kamu , maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. (QS. Al-Baqarah : 150)
Sejak zaman Nabi Adam as manusia tahu bahwa ka’bah bukanlah berhala yang disembah.Bahkan hingga masa kehidupan bangsa Quraisy yang terkenal sebagai penyembah berhala dan telah meletakkan tidak kurang dari 360 berhala di seputar ka’bah, mereka pun tidak terpikir untuk menyembah ka’bah.
Bahkan orang arab di masa itu sering membuat tuhan dari makanan seperti roti, kurma dan apapun yang menurut khayal mereka bisa dianggap menjadi tuhan. Tapi tidak dengan ka’bah, karena dalam keyakinan mereka ka’bah memang bukan tuhan atau berhala.
Mereka hanya melakukan ibadah dan tawaf di sekelilingnya.Ka’bah bagi para penyembah berhala itu bukanlah berhala yang disembah, ka’bah bagi mereka adalah rumah Allah SWT untuk melaksanakan ibadah.
Hal itu bisa menjadi lebih jelas ketika raja Abrahah dari Habasyah menyerbu ka’bah dengan tentara bergajah. Orang-orang Quraisy saat itu tidak merasa takut ka’bah mereka akan hilang, karena dalam diri mereka ada keyakinan bahwa ka’bah itu bukan tuhan, tapi ka’bah adalah rumah Allah, tentu saja Sang Pemilik yang akan menjaganya. Abdul Muttalib justru sibuk mengurus kambing-kambing miliknya yang dirampas sang raja. Sedangkan masalah ka’bah, beliau yakin sekali pasti ada Yang Menjaganya.
Di dalam Al-Quran Al-Karim, peristiwa itu diabadikan dalam sebuah surat pendek :Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah ? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?, dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan . (QS. Al-Fiil : 1-5)
Jadi hanya kalangan orientalis barat yang bodoh dan kurang bacaan saja yang dengan pandirnya menafsirkan bahwa orang arab jahiliyah dulu menyembah ka’bah. Sungguh sebuah analisa yang menelanjangi kedangkalan ilmu mereka dan justru menjelaskan bagaimana ketelatan-berpikir mereka atas kajian yang mereka tulis.
Apalagi bila sampai kepada kesimpulan bahwa orang Islam menyembah ka’bah.Wah, sungguh betul-betul nampak jelas betapa terkucilnya mereka dari dunia ilmu pengetahuan dan sejarah.[Sholat Menghadap Ka'bah, Menyembah Ka'bah ?, swaramuslim.com.Redaksi 28 Dec 2004].

Kini, setiap hari, minimal lima kali umat Islam di seluruh penjuru bumi menghadapkan wajah mereka ke satu arah, yaitu kiblat atau Ka’bah. Ia bahkan menjadi salah satu rukun shalat. Ternyata bangunan istimewa ini punya arti penting di hati umat Islam dan juga beberapa umat lainnya. Betapa tidak, ia menjadi ‘perwakilan’ kehadiran Ilahi di bumi dan di dalam benak kaum Muslimin. Ia sangat unik karena sebagai representasi imajinatif dari Ilahi Yang Maha Agung, Ka’bah ternyata terlalu miskin. Ia tidak lebih dari sebuah bangunan kuno berbentuk kubus, bersahaja, dan isinya pun kosong, tanpa ornamen dan dekorasi. Jauh dari kesan ‘wah’.Yang membuatnya terlihat lebih gagah hanya lah kiswah mahal yang membalutnya. Munkin saja di sanubari para peziarah itgu timbul pertanyaan: Mengapa demikian?

Jawabannya adalah bahwa “Ka’bah bukanlah tujuan terakhirmu, ia hanyalah sebuah tanda agar engkau tidak salah jalan.Ka’bah hanya menunjukimu arah,” kata Ali Syari’ati dalam bukunya, Hajj.Ka’bah menjadi saksi betapa segala gambaran manusia tentang Tuhannya hanyalah sebatas usaha untuk mencerap transendensi Tuhan.
Setiap manusia mengatakan itulah Tuhan, maka Ia bukan itu. Namun, Ka’bah bisa dijadikan petunjuk guna memahami Tuhan.Kesedarhanaan Ka’bah ingin mengungkapkan kefakiran alam dan manusia dibandingkan dengan Tuhannya.Kekosongan Ka’bah menegaskan bahwa manusia tidak punya apa-apa untuk dibandingkan dengan Yang Maha Kuasa.

“Ka’bah mewakili rahasia Tuhan di alam semesta, tidak berbentuk, tidak berwarna, tidak bermirip, tidak serupa dengan apa pun yang dibayangkan manusia tentang-Nya,” lanjut Syari’ati. Kemampuan manusia terlalu naif untuk menggambarkan Tuhannya, sebersahaja Ka’bah “mewakili” kehadiran Sang Pencipta.[Abdul Muid Nawawi, MA, Ka'bah Yang Kosong, nuansa islam,Kamis, 18 November 2010 14:38]

Ka’bah yang kita tahu dilapisi dengan kain selubung atau disebut dengan kiswah, biaya pembuatan kiswah ini tidak sedikit sebagaimana yang diungkapkan oleh pejabat yang bertanggungjawab terhadap itu yang dipublikasikan oleh Republika, -"Dalam setahun, hanya satu kiswah dibuat, dengan melibatkan 220 pekerja," ujar Kepala Humas Masna' Kiswah, Khamis Al-Zahrani.

Sebelumnya, kiswah dibuat di beberapa negara, seperti India dan Mesir.Kiswah luar berwarna hitam dengan lapisan berwarna putih di bagian dalamnya.Kiswah di dalam Ka'bah berwarna hijau.Itu benang sutra yang telah diberi warna.Aslinya, tentu saja berwarna putih."Dibutuhkan 670 kilogram benang sutra asli untuk membuat kiswah," ujar Al-Zahrani. Total dana yang dikeluarkan bila dirupiahkan sekitar Rp 50 miliar.

Pembuatan kiswah kini telah melibatkan mesin dengan kemampuan 9.986 benang per meternya.Alat tenun yang dulu dipakai membuat kain kini disimpan di ruang pe mintalan benang."Tiga puluh tahun lalu, kita terakhir kali memakai alat tenun ini.Bertahun-tahun sebelumnya, kain kiswah dibuat dengan alat tenun, bukan mesin," ujar Ismail Abdullah Mahmadi, kepala Bagian Pemintalan Benang Masna' Kiswah.

Kini, alat tenun bukan mesin itu masih dipakai untuk membuat kain yang akan dipasang di bagian dalam Ka'bah. Kain untuk ruang Kabah ini berwarna hijau.Dengan alat bukan mesin, pembuatan kiswah memakan waktu delapan bulan. Setelah memakai mesin, cukup lima bulan.Replika ruang dalam Kabah juga dihaudirkan di ruang pintal ini. "Ini kiswah bagian dalam Kabah," ujar Ismail, seraya menunjuk kain berwarna hijau yang menu tupi dinding bagian dalam replika ruang   Kabah itu.

Di ruang penyulaman, replika pintu Kabah juga dipasang, ditutup dengan kiswah bersulam berbagai ayat suci.Yang dipasang adalah replika pintu zaman Sultan Murad Khan IV (1410 Hijriyah).Di sini, para pekerja menyulamkan benang emas dan perak ke potongan-potongan kiswah membentuk kaligrafi ayat-ayat Alquran.

Lokasi Masna' Kiswah berdampingan dengan Museum Haramain.Di Masna' Kiswah pula, tiap 1 Dzulhijah diadakan upacara secara simbolis penyerahan kiswah kepada kepala urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.Imam Masjidil Haram biasanya juga menghadiri acara penyerahan kiswah ini.Pada acara penyerahan 1 Dzulhijah 1431 H bakda Isya itu, yang hadir adalah imam Syekh Mahir AlMu'aykali.

Pada acara itu dilakukan pula penyerahan simbolis kunci pintu Ka'bah kepada Dr Saleh Al-Saiby, ahli waris pemegang kunci pintu Ka'bah.Pemegang kunci sebelumnya, Abdul Aziz Al-Saiby, meninggal di pagi harinya.Keluarga Al-Saiby telah menjadi pemegang kunci pintu Ka'bah sejak zaman Quraisy, sebelum Muhammad diangkat sebagai nabi.[Tahukah Anda: Butuh Dana Rp 50 Miliar untuk Membuat Satu Kiswah, Republika.com.Sabtu, 08 Januari 2011, 18:57 WIB].

Sepanjang sejarah kehidupan manusia maka sepanjang itu pula perubahan  bentuk yang terjadi di Mekkah Al Mukarramah, tentu juga melibatkan Ka’bah yang berada didalamnya, orientalis seperti Snouck Hurgronje mengungkapkan wajah Mekkah sepanjang perjalanannya, mendokumentasikan lokasi bersejarah itu dalam beberapa gambar, yang juga dilakukan oleh oreintalis lainnya.

Ahli Islamologi asal Belanda, Snouck Hurgronje, sempat mengabadikan kota suci Makkah saat ia belajar tentang Islam. Kala itu imperialisme barat kewalahan menghadapi perjuangan umat Islam di Pasai (Aceh), zaman Hindia Belanda. Dengan menggunakan kamera buatan Thomas Edison, dia sedikit memberikan gambaran kota Makkah kala itu dalam secarik foto hitam-putih.

Dalam foto itu tergambar, suasana kota Makkah yang ramai dipadati para jamaah. Bangunan yang ada tidaklah menjamur seperti sekarang. Tampak para jamaah masih menggunakan tenda di dataran berdebu di luar kota. Hurgronje pun sempat mengabadikan Kabah, bangunan suci bagi Umat Islam.

kElit Domit, direktur Kreatif Empty Quarter Gallery, mengatakan ada pula hasil jepretan yang menggambarkan suasana Makkah yang mengangumkan. "Saat itu, mungkin masyarakat melupakan pentingnya mengabadikan situasi karena keterbatasan kemampuan kamera.Bayangkan saja, Hurgronje saja harus mengangkat kamera seberat 40 kg untuk mengabadikan satu jepretan kota makkah," kata dia.

Wajah Makkah kini telah tersentuh modernisasi.Awal Ramadhan lalu, pemerintah Arab Saudi sukses menyelesaikan menara jam terbesar di dunia.Proyek itu dikembangkan oleh dua insinyur dari Jerman dan Swiss yang membawahi para ahli dari berbagai negara di Eropa dan dunia.

Seperti yang diberitakan Saudi Press Agency, 4 Agustus lalu, menara jam Makkah mengalahkan menara jam legendaris Big Ben di Inggris. Menara di Makkah berukuran setinggi 601 meter dengan tinggi jam hingga 251 meter.  Melalui menara ini, kelak penduduk Makkah bisa melihat pemandangan kota tersebut hingga 7 km.[Wow..Inilah Wajah Makkah Abad ke 19, Republika OnLine,Selasa, 14 Desember 2010, 12:00 WIB].

Setiap tahun bahkan setiap waktu ummat islam mendambakan untuk menunaikan ibadah haji atau umrah dalam rangka memenuhi panggilan Allah memenuhi rukun Islam yang kelima, dengan segala pengorbanan semuanya itu bisa dilakukan, pada saat itu ummat islam merindukan beribadah, sujud dan rukuk serta berdiam diri dengan doa dan munajatnya di depan Ka’bah tempat yang pernah dilakukan oleh Nabi dan Rasul sebelumnya, ibadah shalat yang dilakukan didalamnya bernilai 1000 shalat dibandingkan di tempat lain,wallahu a’lam [Takziyah Ibuk Rosnidar 12082011 di Metro Lampung, 16 Agustus 2011.M/ 16 Ramadhan 1432.H].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar