Tidak selamanya perselisihan, gesekan dan
pemusuhan dipertahankan dalam kehidupan seorang muslim, hidup rukun damai,
saling menghargai, menyambut saudara dengan salam dan senyum suatu keharusan
yang menyenangkan, sehingga segala yang dapat merenggangkan hubungan bahkan
memutuskan silaturahim sebaiknya dihindari, andaikatapun terjadi maka perlu dilakukan
ishlah atau perbaikan, seribu kawan itu sangat sedikit dan satu musuh terlalu
banyak, hanya tiga hari dispensasi untuk tidak saling bertegur sapa, selam tiga
hari itu lakukanlah introsfeksi diri masing-masing, benahi segala kesalahan,
sadari segala kekhilafan, saling memaafkan jadikan sebagai agenda pokok, hari
keempat tidak juga saling sapa maka haram hukumnya.
Rasulullah
menyampaikan risalah kebenaran kepada ummat manusia pada satu sisi agar ummat
hidup dalam perdamaian, saling tolong menolong dan hidup harmonis ukhuwah
islamiyyah karena permusuhan bukanlah ummat yang terbaik. Dalam surat Ali Imran ayat 103 Allah berfirman, ”Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada
tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat
Allah ketika kamu dahulu masa jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Allah
menjinakkan antara hati kamu. Lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah
orang-orang bersaudara...”
Suatu
hal yang lumrah kalau manusia diciptakan Allah dalam keadaan bersuku-suku dan
berbangsa bangsa serta berlainan partai serta golongan. Itu semua realitas
kejadian manusia sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujurat 49;13 yang
artinya,”Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa an bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang
yang paling bertaqwa...”
Allah
berfirman dalam Al Hujurat ayat 10,”Sesungguhnya
orang-orang mukmin itu tidak lain dan tidak bukan adalah satu saudara. Sebab
itu damaikanlah diantara dua saudaramu yang bertikai....”
Sesama
manusia saja kita dituntut untuk menegakkan ukhuwah basyariyyah apalagi sesama
muslim kita harus merajut tali ukhuwah yaitu ukhuwah islamiyyah dan ukhuwah
imaniyyah karena ikatan berdasarkan iman akan mampu merajut ukhuwah itu, adapun
langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang muslim agar ukhuwah tidak
hanya tinggal konsep sehingga konflik dapat dihindari maka perlu adanya
penampilan yang baik dan sikap yang menarik simpati.
Karena ukhuwah tidak sebatas retorika
dan dekorasi, dia harus dijaga dengan sikap-sikap muslim melalui kepribadiannya
yaitu;
1.'Adamus sukriyah; tidak mengolok-olok
Agar ukhuwah terjaga dengan baik maka
masing-masing muslim tidak mengolok-olok sebagai mana firman Allah
memperingatkan;
''Hai orang-orang yang beriman,
janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi
yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka.dan jangan pula sekumpulan
perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih
baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan
gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang
buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah
orang-orang yang zalim''[Al Hujurat 49;11]
2.'Adamul Lamz; tidak mencela
Perbuatan suka mencela dapat memicu
kerusakan ukhuwah, untuk itulah seorang muslim dengan muslim lainnya tidak
mencela saudaranya yang intinya mencela diri sendiri. "dan janganlah
suka mencela dirimu sendiri"
3.Tarkut Tanabutz ; meninggalkan panggilan buruk
Nabi Muhammad memberikan nama panggilan
yang baik kepada sahabatnya seperti
kepada Abu Bakar dengan panggilan Ash Shiddiq artinya orang yang dapat
dipercaya, kepada Khalid bin Walid beliau menyebutnya Saifullah artinya pedang
Allah karena Khalid sangat jago memainkan pedangnya dalam peperangan, untuk
itulah maka kita harus meninggalkan
panggilan buruk kepada saudara kita. "dan jangan memanggil dengan
gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang
buruk sesudah iman "
4.Husnudzon; berbaik sangka
Menjadi orang
yang berbaik sangka adalah salah satu sikap untuk memelihara ukhuwah, bila sikap buruk sangka yang tertanam dalam hati
maka akan mencurigai semua orang.
"Hai orang-orang
yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian
dari purba-sangka itu dosa. [Al Hujurat 49;12]
5.'Adamut Tajasus; tidak mencari kesalahan
Kita punya lima
jari pada tangan, dikala kita menunjuk
orang dengan satu telunjuk maka empat jari berikutnya menunjuk diri kita
sendiri, demikian sebuah ungkapan yang disampaikan agar kita tidak mudah
menunjuk kesalahan orang lain. "dan janganlah mencari-cari keburukan
orang"
6.Ijtinalul ghibah; meninggalkan gunjingan
Rasulullah
menyatakan bahwa seorang muslim harus meninggalkan gunjingan, sahabat bertanya,"Kalau
benar apa yang digunjingkan bagaimana ya Rasulullah?", beliau
menjawab,"itulah gunjing, kalau salah maka itulah fitnah".
"dan janganlah menggunjingkan satu sama
lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang
sudah mati?Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Selain hal diatas ukhuwah akan
terujud dengan baik bila kita berupaya untuk mengabadikannya dengan beberapa
hal yaitu;
1.At Tasrih/ berterus terang
Berterus
terang dengan saudara seiman sangat dianjurkan dalam rangka memupuk ukhuwah
islamiyyah apalagi yang berkaitan dengan isi hati tentang kecintaan kepada
saudara kita, sebagaimana Rasulullah bersabda, "Apabila seorang mencintai
saudaranya, maka hendaklah ia memberitahukan kepada saudaranya bahwa ia mencintainya".[HR.
Abu Daud].
Satu ketika Umar bin Khattab berkata
kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah aku mencintaimu sebagaimana aku
mencintai diriku sendiri?", nabi bersabda,"Belum lagi sempurna
keimananmu ya Umar, seharusnya kau mencintaiku lebih dari mencintai dirimu dan
keluargamu sendiri", lansung Umar menjawab,"Aku mencintaimu lebih
dari mencintai diriku sendiri dan keluargaku".
2.Al Mushafahah/ berjabat tangan
Ukhuwah
islamiyyah juga dirajut melalui pertemuan yang hangat antara sesamanya dan
saling berjabat tangan antara satu dengan lainnya, sebagaimana sabda Rasulullah,"Tidalah dua orang muslim bertemu, kemudian keduanya berjabatan
tangan, kecuali Allah akan mengampuni dosa keduanya sebelum keduanya
berpisah" [HR. Abu Daud]
Bahkan jabat tangan juga dianjurkan
dalam islam setiap pertemuan, andaikata dalam perjalanan kita berpisah dengan
teman karena dipisahkan oleh sebatang pohon apalagi bukit maka sebaiknya ketika
bertemu lagi juga berjabat tangan.
3.Basyasyatul wajh/ menampakkan wajah yang cerah
Dalam berinteraksi dengan ikhwah fillah yaitu saudara
seiman kita harus menyiapkan hati yang
bersih dengan jalan memuliakannya sesuai dengan kapasitasnya apalagi sahabat
yang datang mengunjungi kita tentu sikap memuliakan perlu dilakukan
Rasulullah bersabda, ”Janganlah
kamu menganggap hina sedikitpun dari suatu kebaikan, meskipun hanya dengan
menjumpai saudaramu dengan muka manis” [HR. Muslim].
4.Attazawur/ saling berziarah
Berziarah dalam rangka bersilaturrahim, mengunjungi
tetangga dan kerabat dalam rangka memupuk dan merajut ukhuwah islamiyyah
merupakan sunnah Rasulullah bahkan diberikan kabar gembira bagi yang
melakukannya sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW
"Siapa yang ingin rezekinya
dipanjangkan Allah atau ingin usahanya dipanjangkan, maka hendaklah ia
menghubungkan silaturrahim". [HR. Muslim]
Dalam
hadits Qudsi dinyatakan,"Wajib mendapat kecintaan-Ku orang yang saling
mencintai karena Aku, orang yang duduk berkumpul karena Aku, dan orang yang
saling membantu karena aku".
5.Saling mendoakan atau minta dido'akan
Kedekatan
persaudaraan sesama muslim nampak dalam saling mendoakan atau minta didoakan
dalam waktu-waktu tertentu apalagi ketika mendapat kesulitan atau mendapat
musibah. Ketika Umar bin Khattab permisi kepada Rasulullah hendak melakukan
umarh, pesan Rasul adalah, "Jangan lupa engkau
mendo'akan aku ketika engkau berdoa ya saudarakau".
Dalam surat Ibrahim 14;41 untaian
doa tergambar;"Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua
ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".
6.Tahni'ah dan ta'ziyyah
Berilah
ucapan tahni'ah yaitu ucapan selama ketika melangsungkan pernikahan, ketika
dikaruniai anak, ketika berpakaian baru, saat pulang dari berjihad, ketika
pulang dari menunaikan ibadah haji, kepulangan dari bepergian yang cukup jauh
dan lama. Demikian pula tunjukkan sikap
dengan ucapan kata belasungkawa ketika dia sakit atau ketika ditimpa musibah apapun.
7.Membantu keperluannya
Ujud ukhuwah
itu bila kita ringan tangan memberikan
bantuan kepada siapa saja yang layak dibantu apalagi ketika ada musibah di
daerah tersebut, berupa banjir, kebakaran, kelaparan yang menyusahkan
masyarakat apalagai saudara kita seiman yang mengalami kemalangan itu.
”Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa,
dan janganlah bertolong menolong dalam dosa dan permusuhan, dan bertaqwalah
kepada Allah” [5;2]
”Barangsiapa yang melepaskan kesulitan untuk seorang
mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat,
barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya
di dunia dan di akherat. Allah selalu menolong hamba-Nya yang selalu menolong
saudaranya” [HR. Muslim].
Rasulpun
menyabdakan, ”Barangsiapa yang tidak
peduli dengan ummat Islam maka dia bukanlah ummatku”.
8.Saling memberi hadiah
Benang-benang
ukhuwah akan terajut kembali bila ada upaya untuk merajutnya diantaranya
melalui saling memberi hadiah, tidaklah diukur harga dan bentuknya tapi ada
oleh-oleh atau buah tangan yang dibawa ke rumah saudara ketika berkunjung
kepadanya dan ini merupakan sunnah Rasulullah,"Saling memberi hadiahlah
kalian, niscaya kalian akan saling mencintai, saling memberi hadiahlah kalian, karena sesungguhnya hal itu akan
menghilangkan kebencian".
9.Saling berkomunikasi
Untuk
merekat ukhuwah islamiyyah kepada saudara kita yang jauh dapat dilakukan dengan
telefon atau surat menyurat, apalagi pada zaman sekarang tidak ada daerah yang
tidak bisa diakses komunikasi dalam waktu yang relatif singkat.
Ukhuwah
islamiyyah hingga menjadi ukhuwah imaniyyah tidaklah datang dengan sendirinya
tapi harus diupayakan dengan sikap-sikap terpuji diatas, semuanya berlansung
kalau kedua belah pihak melakukan hal yang sama yaitu saling merajut
benang-benang ukhuwah, selain untuk meningkatkan kualitas iman juga
meningkatkan jalinan silaturahim yang semakin erat.
Begitu indahnya islam
menuntun ummatnya agar hidup penuh dengan keharmonisan melalui jalinan ukhuwah
sehingga dapat dipastikan tidak akan terjadi konflik yang mengundang
malapetaka. Namun dikala terpaksa juga terjadinya konflik sehingga mengundang
permusuhan maka usaha terakhir adalah diadakannya ishlah yaitu usaha perbaikan
dan merakit kembali tali silaturahim. Langkah yang perlu dilakukan adalah;
1.Menyiapkan
hati yang jernih
Siapkan hati yang
bersih untuk menerima kembali saudara kita dalam hidup bersama tanpa adanya
perselisihan, segala kesalahan dan perselisihan yang ada habislah dikala
masing-masing hati ingin untuk memperbaiki hubungan, sungguh sangat tersiksa
bila seseorang ingin untuk ishlah tapi tidak ditanggapi oleh yang lain.
Dalam berinteraksi dengan masyarakat
kita harus menyiapkan hati yang bersih
dengan jalan memuliakan siapapun sesuai dengan kapasitasnya masing-masing Seseorang akan mudah diterima oleh masyarakat bila
penampilannya penuh dengan kejernihan hati, keceriaan, tidak kusut dan kaku
tapi luwes sehingga mudah bergaul dengan siapapun, namun demikian tetap menjaga
diri dengan adab-adab islam, kehadirannya disana boleh beda tapi istimewa
dibandingkan yang lain, sebagaimana pendapat lama, bila masuk ke kandang
kambing mengembek, jangan ketika masuk ke kandang kambing jadi kambing atau
masuk ke kandang kerbau jadi kerbau, ibarat orang orang memancing, tukang
pancing yang dilarikan ikan, Rasulullah bersabda, ”Janganlah kamu menganggap hina sedikitpun dari suatu kebaikan,
meskipun hanya dengan menjumpai saudaramu dengan muka manis” [HR. Muslim]
2.Berbuat
baik
Sebagai
bukti bahwa ishlah sedang berlansung adalah melakukan kebaikan kepadanya,
apalagi orang tersebut tetangga sendiri.Orang yang pertama sekali memberikan
bantuan kepada kita dalam keadaan suka dan duka ialah tetangga. Walaupun
saudara kita banyak dan orang-orang yang berada, tapi mereka berada di tempat
yang jauh maka sulit baginya untuk membantu kita, tetanggalah yang terlebih
dahulu memperdulikan keadaan kita, maka sikap baik kepada tetangga adalah
terpuji menurut islam. Rasulullah bersabda; "Apabila engkau memasak
gulai, perbanyaklah kuahnya dan sisihkan untuk tetangga" [HR. Muslim]
Kita akan
dicintai masyarakat bila ringan tangan
memberikan bantuan kepada siapa saja yang layak dibantu apalagi ketika ada
musibah di daerah tersebut, berupa banjir, kebakaran, kelaparan yang
menyusahkan masyarakat. Maka dengan kejadian ini mereka mencari sang pahlawan
yang siap memberikan bantuan untuk meringankan
beban penderitaan berupa sandang, obat-obatan ataupun pangan yang lansung dapat
mereka rasakan. Biasanya disaat beginilah tampil pahlawan-pahlawan untuk
menarik simpati rakyat terlepas apapun motivasinya yang penting sebuah
kebajikan telah terujud;
”Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa,
dan janganlah
bertolong menolong dalam dosa dan permusuhan” [Al Maidah 5;2]
”Barangsiapa yang melepaskan kesulitan untuk seorang
mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat,
barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya
di dunia dan di akherat. Allah selalu menolong hamba-Nya yang selalu menolong
saudaranya” [HR. Muslim].
Rasul menyabdakan, ”Barangsiapa
yang tidak peduli dengan ummat Islam maka dia bukanlah ummatku”.
3.Mengunjungi yang sakit
Bukti ishlah dari perselisihan adalah mengunjungi yang sakit karena ini
merupakan haknya.Hak muslim terhadap muslim lainnya adalah mengunjungi
ketika dia sakit, Rasulullah bersabda,"Siapa mengunjungi orang sakit,
maka ia senantiasa berada dalam sebuah tanam syurga yang penuh buah-buahan yang
dapat dipetik sampai ia pulang" [HR. Muslim]
Sangat berkesan sekali bagi si
sakit bila dia dikunjungi oleh tetangga dan teman-temannya bahkan serasa hal
itu seperti sugesti membuat hati senang, hati tenang dan memotivasi untuk
sembuh segera.
Sebuah penyesalan bagi tetangga yang
baik bila dia tidak sempat mengunjungi
temannya yang sedang terbaring sakit baik di rumah ataupun di rumah sakit bila
si sakit akhirnya meninggal terlebih dahulu.
4.Bertegur
sapa
Ishlah
tidak hanya dengan ucapan tapi dibuktikan dengan saling bertegur sapa, anggap
segala persoalan yang terjadi tidak ada lagi, memang berat untuk mengawalinya
bila sedang terjadi perselisihan tapi jiwa besar dan kelapangan hati harus
dimiliki.Bertegur
sapa sesama muslim menambah keharmonisan ukhuwah islamiyyah, bahkan dikala
terpaksa sehingga tidak bisa untuk saling tegur sapa maka Rasulullah hanya
memberi dispensasi selama tiga hari maka hari keempat haram hukumnya bila tidak
bertegur sapa. Rasulullah bersabda;"Orang yang berkendaraan hendaklah
memberi salam kepada pejalan kaki, orang yang berjalan kepada yang duduk dan
orang yang sedikit kepada orang yang banyak" [HR. Muslim]
Dilain kesempatan Rasulullah bersabda,"Janganlah
kalian duduk-duduk di jalanan", jawab para sahabat,"Kami di jalanan
hanya sekadar bercakap-cakap ya Rasulullah", "Jika kalian keberatan
meninggalkan jalanan, maka penuhilah hak jalan", kata
Rasulullah,"Apakah hak jalan itu ya Rasulullah?" tanya para sahabat,
Rasulullah menjawab,"hak jalan itu adalah; ghadhul bashar/ picingkan mata,
jangan mengganggu orang lewat, jawab salam orang yang lewat, menyuruh kepada
yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar" [HR. Muslim]
5.Bersilaturrahim
Ishlah
akan terasa buktinya bila dilanjutkan dengan bersilturahim pada saat-saat
tertentu apalagi ada momen penting seperti pesta pernikahan, undangan makan
bersama, targetnya untuk mencairkan kembali hubungan yang sudah retak.
Bersilaturrahim, mengunjungi tetangga
dan kerabat dalam rangka memupuk dan merajut ukhuwah islamiyyah merupakan
sunnah Rasulullah bahkan diberikan kabar gembira bagi yang melakukannya
sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW "Siapa yang ingin
rezekinya dipanjangkan Allah atau ingin usahanya dipanjangkan, maka hendaklah
ia menghubungkan silaturrahim". [HR. Muslim]
Secara pribadi
segala perselisihan dan kesalahfahaman mudah diselesaikan bila dimediasi oleh
sahabat yang mengerti dengan ukhuwah dan silaturahim bukan teman yang malah
membakar permusuhan sehingga perselisihan jadi pertengkaran dan pemusuhan
hingga sekian generasi, tidak ada benang yang tidak kusut tapi dapat
diselesaikan dengan baik, tidak ada air yang tidak akan keruh tapi segera untuk
dijernihkan, silaturahim itu mendatangkan rezeki dan panjang umur, memutuskan
silaturahim ini mendatangkan kerugian dan bencana, wallahu a’lam wallahu a’lam [Takziyah Ibuk Rosnidar 12082011 di Metro Lampung, 15
Agustus 2011.M/ 15 Ramadhan 1432.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar