Senin, 15 Februari 2016

216. Ma'rifatullah



Ma’rifatullah artinya mengenal Allah, adalah suatu azas yang berdiri sendiri  atas seluruh kehidupan rohani. Dari sinilah kita mengenal para Nabi dan Rasul, mengenal tugas dan sifatnya serta hajat manusia kepada risalahnya, mengenal mu’jizat, karomah dan kitab-kitab samawi, mengenal malaikat, jin, ruh dan hari akhir.

            Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya, tujuan mengapa ia diciptakan dan untuk apa ia berada di atas dunia ini. Oleh sebab itu ia tidak akan terpedaya oleh harta benda dunia. Sebaliknya seseorang yang tidak mengenal Allah, yang pada gilirannya ia habiskan umurnya untuk mencari dunia, menikmatinya layaknya seperti binatang saja, dalam surat Muhammad 47;12 Allah berfirman;”Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka Makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka”.
Seseorang yang mengenal Allah akan merasakan kehidupan yang lapang walaupun bagaimanapun keadaannya. Seandainya ia seorang miskin ia akan sabar, sebab ia tahu bahwa dibalik kehidupan fana ini ada kehidupan baqa [abadi] tempat kenikmatan. Seandainya ia orang kaya ia bersyukur, sebab harta yang ada padanya sekarang ini hanyalah titipan Allah yang diamanatkan padanya.
Ada dua jalan untuk mengenal allah Swt yaitu; 

            Pertama; mengenal Allah melalui akal, banyak ayat Al Qur’an yang menggugah kita untuk berfikir 13;3, 16;11, 27;52 Allah sangat mencela orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan akan memasukkan mereka ke dalam neraka jahanam kelak [Al A’raf 7;179] ”dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai”.
Ayat-ayat Allah yang dapat kita saksikan ada dua macam;

Ayat Kauniyah; artinya tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat kita saksikan pada alam, banyak fenomena/ gejala alam yang nampak seperti;
a.       Fenomena terjadinya alam; sesuatu yang terjadi pasti ada yang menciptakan [Ath Thur 52;35] ”Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?”.

b.      Fenomena kehendak yang tinggi; alam ini teratur rapi dan seimbang berarti
Yang Maha Agung  yang menghendaki demikian.

c.       Fenomena kehidupan; kehidupan di dunia ini terjadi dari berbagai jenis dan bentuknya 24;25, 6;38 berarti disana ada yang menjadikandanmembentuknya, menentukan rezekinya dan   meniupkan ruh kehidupan pada dirinya. [Al Ankabut  29;21; ’’Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan”.

d.      Fenomena pentunjuk dan ilham ; ketika kita memperhatikan alam disana ada petunjuk dari Allah,   bagaimana seorang bayi yang baru lahir bisa mencari susu ibunya, siapa yang mengajar bayi  tersebut ? Seekor ayam betina  untuk menetaskan telur yang sedang dieramnya dia selalu  membolak balik telur itu agar rata pengeramannya,siapa yang mengajar ayam berbuat demikian.
e.       Fenomena pengabulan do’a; suatu hal yang logis kalau manusia ditimpa musibah dia berdo’a  dan do’anya itu dikabulkan oleh Allah 17;67, 10;22-23, 6;63-64

Ayat Qur’aniyah, ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al Qur’an berupa ajaran-ajaran konsep hidup, peraturan yang lengkap merupakan mu’jizat yang menunjukkan adanya Allah.Mu’jizat itu terdapat pada;
a.       Keindahan penyampaiannya, ketinggian bahasanya dan kerapian susunan ayat-ayatnya, yang  sampai kini tidak ada manusia yang mampu menandinginya 2;23, 10;38,11,13, 17;88, salah satu mukjizat Allah adalah tentang adanya wahyu Allah berupa Al Qur’an, hingga detik ini tidak ada manusia yang mampu untuk menandinginya, sebagaimana firman Allah berikut ini;”Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". [Al A’raf 17;88].

b.      Pemberitaan Al Qur’an tentang manusia masa lampau; kaum Aad, Tsamud, kaum nabi Luth,   tentang Maryam, Nabi Isya dan lain-lain 9;70, 14;9, 50;12-14, semua itu disampaikan oleh   seorang yang ummy yaitu Muhammad saw, tidak pernah belajar kepada seorangpun dan tidak   pernah hidup ditengah masyarakat berilmu.’’Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah? telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, Maka Allah tidaklah sekali-kali Menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.” [At Taubah 9;70]

c.       Pemberitaan Al Qur’an tentang kejadian-kejadian yang akan datang persis seperti yang   dikatakan Al Qur’an :

1.      Pemberitaan Al Qur’an  tentang  kekalahan bangsa Persia atas bangsa Romawi 30;1-3
2.      Janji Allah kepada kaum muslimin untuk jadi khalifah di bumi sebagaimana ummat  sebelum mereka 24;55
3.      Janji Allah kepada kaum muslimin  dengan kemenangan pada perang Badar.
4.      Janji  Allah  kepada Rasul-Nya bahwa ia akan memasuki masjidil Haram 48;27
5.      Pemberitaan Al Qur’an bahwa Abu Lahab akan mati dalam keadaan musyrik 111;1-5

d.      Penemuan ilmiah yang tidak mungkin ditemukan oleh seseorang ummy,
tidak pernah belajar,    tidak bisa membaca dan menulis;
1.      Pemberitaan Al Qur’an bahwa mulanya bumi dan langit satu, kemudian terpisah dari   langit 21;30
2.      Tentang asal kejadian manusia 22;5
3.      Pemberitaan Al Qur’an bahwa sumber rasa adalah urat syaraf yang terdapat dibawah   kulit 4;56
4.      Bila manusia berada semakin tinggi ke langit akan ditemukan hampa udara 6;125
5.      Bumi ini bundar 39;5 Semua informasi Al Qur’an ini telah ditemukan secara ilmiah oleh para ahli barat ataupun     timur.

e.       Syari’at dan peraturan yang terkandung dalam Al Qur’an dapat kita lihat
dari beberapa segi;
1.      Kelengkapan peraturan [syumul] dari persoalan yang besar sampai yang terkecil diterangkan hukumnya 6;38, 16;89
2.      Kesesuaian disegala zaman dan tempat 21;107, 34;28
3.      Kekal sampai hari kiamat 15;9

Kedua; mengenal Allah lewat memahami Asma Ul Husna, yaitu nama-nama Allah yang baik, nama-nama Allah yang terangkum dalam Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad terdapat 99 buah, melalui nama dan sifat Allah dalam asma ul husna itu akan menjadikan kita lebih mengenal Allah sebagai Rabb, Malik dan Ilah sebagaimana keterangan dibawah ini;

a.      Allah sebagai Rabb, artinya mengakui Allah sebagai Pencipta, yang menghidupkan dan mematikan, konsekwensinya hanya pengakuan saja sebagaimana orang-orang kafir di zaman Rasulullah mereka mengakui Allah sebagai Rabb tapi dikala disuruh untuk menyembah dan mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan mereka menolak, pengakuan Allah sebagai Rabb dengan ciri-ciri sebagai berikut;
1.      Dia sebagai Pencipta segala sesuatu QS. 40;62, 6;102
2.      Yang memberi rezeki QS. 35;3, 11;6
3.      Yang memiliki QS. 2;284
4.      Yang memberi manfaat dan bahaya QS 6;17, 35;55
5.      Yang menghidupkan dan mematikan QS 30;40
6.      Yang mengatur alam semesta ini.

b.      Allah sebagai Penguasa Raya, artinya yang berkuasa di alam jagad raya ini tiada lain adalah Allah semata, karena Dialah yang menciptakan Alam ini, Dia pula yang menjaganya, Dia berbuat atas segalanya atas kehendak-Nya tidak ada campur tangan dari siapapun[QS. 114;2], kekuasaan Allah itu nampak diantaranya;
1.      Dia sebagai Pelindung QS. 5;55, 2;257
2.      Dia sebagai Penentu hukum QS. 6;57, 12;40, 6;114
3.      Yang hendak memerintah dan melarang QS. 7;54
4.      Yang menentukan undang-undang/ peraturan QS. 42;21
5.      Yang ditaati QS. 3;132

c.       Allah sebagai Ilah, artinya seorang mukmin selain mengakui Allah sebagai Tuhan dan sebagai Penguasa maka keimanan itu harus diujudkan dalam pengabdian, penyembahan dan loyalitas QS. 114;3, Dialah Tuhan, sebagai Zat yang wajibdisembah[QS. Thaha20;14]. “Sesungguhnyaakuiniadalah Allah, tidakadaTuhan (yang hak) selainAku, Makasembahlahakudandirikanlahshalatuntukmengingataku”.

Banyak hal yang membuktikan bahwasanya Allah itu Ada selain yang terungkap dalam Al Qur’an dan Sunnah, bahkan ilmu pengetahuan modernpun melalui berbagai bukti telah menyatakan bahwa Allah bukanlah khayalan dan mimpi Rasul sebagaimana yang dituduhkan oleh orang-orang kafir dahulu, diantara bukti lain itu yaitu ;
1.      Fitrah; manusia sejak berada di alam rahim sudah mengakui adanya Allah, bahkan hadits Rasulullah menyatakan bahwa     setiap bayi yang lahir sudah beriman kepada Allah. Dalam surat Al A’raf 7;172 Allah berfirman;"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",

2.      Dalil Akal; setiap akal yang sehat akan berkata bahwa seluruh yang ada di bumi ini ada  yang   menciptakannya dan mustahil terjadi dengan sendirinya QS An Najm 52;35” (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa”.

3.      Dalil Syar’i; seluruh kitab yang diturunkan Allah membicarakan tentang adanya Allah yang  wajib disembah. Sejak dari kitab Taurat, Zabur, suhuf, Injil dan Al Qur’an membicarakan tentang eksistensi Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah, yang menciptakan alam raya dan sebagai Tuhan yang wajib untuk dicintai.


4.      Panca Indra; diantara dalil yang menunjukan adanya Allah adalah  panca Indra, ini bisa kita    lihatpadaduasegi ;
a.       Pengabulando’a QS. 6;63-64, 17;67, 10;22-23
b.      Mukjizat QS. 3;49/ Mukjizat Musa QS. 2;60/ Nabi Isa QS. 5;110/
MukjizatNabi Muhammad QS. 54;123
            Demikianjelasnya Allah memperkenalkandirinyakepadamakhluk-Nyamelaluiparanabidanrasul yang diutusuntukmembawarisalahkebenaran agar manusiajangansalahmencariTuhan, sebenarnyaTuhanseluruhmanusiaadalah Allah, kenapaada yang menyembahdewa, menyembahmanusia, menyembahmakhluklain, halitukarenamanusiasalahmencariTuhansehinggaterjadikekariranitu, selainitu Allah diperkenalkanolehparanabidanrasulmakakeimanankepada-Nyajugakarenausahadarihambaituuntukmemburuhidayahsehinggadapatmengenal Allah denganbaik, banyakhal yang menjadikanmanusiaterhalanguntukmengenal Allah diantaranya; 

a.       Hanya bersandar kepada Panca Indra QS. 2;55, 4;153 dengan alasan karena Allah tidak teraba, terlihat sebagaimana banyaknya muncul orang-orang yang mendustakan keberadaan Tuhan sehingga mereka hidup dalam keadaan kafir, inilah orang yang ateis.

b.      Kesombongan QS. 7;146, sebagaicontohadalahkesombonganFir’aun, Namrudz, Abu Jahaldan Abu Thalib, merekainitidakmaumengakui Allah karenasombong, satuketika Abu Jahalditanyaolehteman-temannyatentangkekafirannyaterhadapayat-ayat Allah, diamenjawab, seandainyaislaminiditurunkankepada orang selain Muhammad, makasayalah orang yang pertamasekali yang mendukungdanmemperjuangkannya, begitujuga Abu Thalibsaatdisuruholehnabi Muhammad untukmasukislamdiamenjawab, kalausayamasukagamamu, apa kata pembesar-pembesarQuraisy.

c.       Lengah QS. 21;1-3, orang yang sibukdengankehidupanduniasehinggahabiswaktu, fikirandanperasaannyahanyauntukurusandunia, apakahduniaituberupailmuatauhartasehinggatidakadakesempatanuntukmerenungkankebenaran Allah, kesibukannyamembuatdirinyalengahteradapapasaja yang berbau agama.

d.      Bodoh QS. 2;188, orang yang tidakmengenal Allah adalah orang yang bodoh, tidakmaubelajar, tidakmengkajidanmempelajaritentangdirinya, alamrayadansegalakejadian yang terkaitdenganfenomenahidup, itulahmakanya Al Qur’an mengarahkanmanusiauntukmembacaterlebihdahulusebelumshalat, ayat yang turunpertama kami adalahperintahuntukmembacabukanperintahshalat.

e.       Ragu-ragu QS. 6;109-110, walaupunpintar, punyailmupengetahuantapiragu-raguterhadapkebenaranini, makadiatidakakandapathidayahdari Allah, keraguandatangkarenahati yang tidakbersihdankecondongankepada agama tidakada.


f.       Taqlid QS. 5;104, 43;23, orang yang ikut-ikutandalamhidupnyatermasukhidupdalamberagama, tidakakanmenemukantentangkebenaran Allah, merekatidakakandapatmengenal Allah denganbaikkarenamerekataklidkepadaadatistiadat yang penuhdengansyirik, kurafatdanbid’ah.

Orang yang paling beruntungdalamhidupiniadalah orang yang berhasilmengenal Allah.Semuakenikmatanitukecildibandingnikmatmengenal Allah. Orang yang tidakmengenal Allah akan yang selalumeributkanmasalahduniasampai-sampaiiamengorbankankemuliaannya, iakorbankanhargadirinyadanketenangannya. 

Orang yang bersungguh-sungguhkepada Allah, maka Allah akanbersungguh-sungguhkepadanya. DalamHaditsQudsi, Jikaseoranghamba Allah mendekatsejengkal, maka Allah akansatudepak, jikakitasedepak, maka Allah satu hasta, kalaukitaberjalankearah Allah, maka Allah akanmemburuhambaNyadenganberlari-larikecil.
Jadikitasemuaberpeluangdekatdengan Allah.Syaratnyaadalah Jihad ataubersungguh-sungguhkepada Allah.Sempurnakansekecilapapunpengabdiankitakepada Allah, kalaukitatidakdapatberbuat yang besar, lakukan yang keciltetapisungguh-sungguh.Sepertishalattepatwaktu.Kerapianseharusnyadijagaketikahendakshalat.Ketikamasuk masjid carishaf yang paling depan. Para sahabatRasul SAW bahkandiriwayatkanberebutshafterdepan.

Marilahkitadekati Allah dengan yang kecil-kecildulu.Makajangandulumengharapkanmengerjakan yang besar.Hal besar yang baikadalahrangkaiandarihalkecil yang baik.Sekecilapapunmakatetapakansempurnaperhitungannyaoleh Allah. 

Marilahperbaikishalatdimulaidenganwudhudengannikmat.Dari wudhusampaimenjelangshalatberdzikirlah, mengingat Allah danmintadiberikenikmatanshalat yang khusyu.Badanmemakaiwangi-wangian, kalauperlubersiwakdahulu.Sempurnakanlah.Rasakankenikmatanshalat.Untukmengobrol 10 menitberlalutanpaterasa, kenapashalat di hadapan Allah tidakkitasempurnakan.
Keluardari masjid berdesak-desakandapatdijadikanamaldenganmendahulukan orang tua.Ketikakehilangan sandal beristigfardanberbaiksangkalah, denganbegituakansempurna episode kehilangan sandal kita. Tidakadaposisi yang kebetulandalamhidupini, karenasemuakejadianterjadidenganperhitungan Allah yang MahaSempurna.Ketikakitamembayaruangongkosbiskitakelebihanmemberikanuang, lebihbaikdikhlaskansaja, jangansampaidongkolhatikita. Jangansampaiuangmencurihatikita.

Asalkitaikhtiardenganmenyempurnakansetiap episode denganapa yang ada, hasilakhirnyacelakaatautidakituurusan Allah. Setiaplangkahjadiamaluntukbekalmati.

Sebelumtidurberwudhu, baca Al-Qur’an walaucumasepuluhayatdanpamitdenganistri.Matidalamtidursepertiini, insya Allah matidengankeadaanberdzikir.Banguntidurbacalahdoa, bergegaslahkekamarmandi, bersyukurketikadibangunkanoleh Allah di seperempatmalamuntukshalatTahajud. Doakan orang-orang sekelilingkita.[Aa Gym,MenggapaiMa'rifatullah, RangkumanPengajianQolbun ,Salim Masjid Agung Al-Azhar 23 April 2001].

Ma’rifatullahsangatpentingdimilikiolehseorangmuslim, karenainimerupakanbagiandarikeimananbahkanhalinijuga yang mengawalikeimananitusebagaimanaahlihikmahmenyatakan,”Barangsiapa yang kenaldengandirinyamakadiaakankenalsiapaTuhannya”, walaupundemikianuntukma’rifahterhadap Allah jangansalahkaprah, sampaiada yang menyatakandirinyasudahbersatudengan Allah karenademikiandekatnyadiadengan Allah ataukarenadiasangatmengenal Allah, padahalRasulullahsudahmembatasidalamhalma’rifatullahitudenganmenyebutkan ‘’Pelajarilahsifat-sifat Allah tapijangankajitentangzat Allah”, wallahua’lam, [CubadakSolok, 23 Zulhijjah 1432.H/ 19 November 2011.M].   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar