Ma’rifatullah artinya mengenal
Allah, adalah suatu azas yang berdiri sendiri atas seluruh kehidupan rohani. Dari sinilah
kita mengenal para Nabi dan Rasul, mengenal tugas dan sifatnya serta hajat
manusia kepada risalahnya, mengenal mu’jizat, karomah dan kitab-kitab samawi,
mengenal malaikat, jin, ruh dan hari akhir.
Seseorang yang mengenal
Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya, tujuan mengapa ia diciptakan dan untuk
apa ia berada di atas dunia ini. Oleh sebab itu ia tidak akan terpedaya oleh
harta benda dunia. Sebaliknya seseorang yang tidak mengenal Allah, yang pada
gilirannya ia habiskan umurnya untuk mencari dunia, menikmatinya layaknya
seperti binatang saja, dalam surat Muhammad 47;12 Allah berfirman;”Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang
mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai. dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka
Makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka”.
Seseorang yang mengenal Allah akan merasakan kehidupan
yang lapang walaupun bagaimanapun keadaannya. Seandainya ia seorang miskin ia
akan sabar, sebab ia tahu bahwa dibalik kehidupan fana ini ada kehidupan baqa
[abadi] tempat kenikmatan. Seandainya ia orang kaya ia bersyukur, sebab harta
yang ada padanya sekarang ini hanyalah titipan Allah yang diamanatkan padanya.
Ada dua jalan untuk mengenal allah Swt yaitu;
Pertama; mengenal Allah
melalui akal, banyak ayat Al Qur’an yang menggugah kita untuk berfikir
13;3, 16;11, 27;52 Allah sangat mencela orang-orang yang tidak mempergunakan
akalnya dan akan memasukkan mereka ke dalam neraka jahanam kelak [Al A’raf 7;179]
”dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi
neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai”.
Ayat-ayat
Allah yang dapat kita saksikan ada dua macam;
Ayat Kauniyah; artinya tanda-tanda kebesaran
Allah yang dapat kita saksikan pada alam, banyak fenomena/ gejala alam yang
nampak seperti;
a.
Fenomena terjadinya
alam; sesuatu yang terjadi pasti ada yang menciptakan [Ath Thur 52;35] ”Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun
ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?”.
b.
Fenomena kehendak
yang tinggi; alam ini teratur rapi dan seimbang berarti
Yang Maha Agung
yang menghendaki demikian.
c.
Fenomena kehidupan;
kehidupan di dunia ini terjadi dari berbagai jenis dan bentuknya 24;25, 6;38
berarti disana ada yang menjadikandanmembentuknya, menentukan rezekinya
dan meniupkan ruh kehidupan pada
dirinya. [Al Ankabut 29;21; ’’Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya,
dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah
kamu akan dikembalikan”.
d.
Fenomena pentunjuk
dan ilham ; ketika kita memperhatikan alam disana ada petunjuk dari Allah, bagaimana seorang bayi yang baru lahir bisa
mencari susu ibunya, siapa yang mengajar bayi
tersebut ? Seekor ayam betina
untuk menetaskan telur yang sedang dieramnya dia selalu membolak balik telur itu agar rata
pengeramannya,siapa yang mengajar ayam berbuat demikian.
e.
Fenomena pengabulan
do’a; suatu hal yang logis kalau manusia ditimpa musibah dia berdo’a dan do’anya itu dikabulkan oleh Allah 17;67,
10;22-23, 6;63-64
Ayat Qur’aniyah, ayat-ayat
Allah yang terdapat dalam Al Qur’an berupa ajaran-ajaran konsep hidup,
peraturan yang lengkap merupakan mu’jizat yang menunjukkan adanya
Allah.Mu’jizat itu terdapat pada;
a. Keindahan penyampaiannya, ketinggian bahasanya dan
kerapian susunan ayat-ayatnya, yang
sampai kini tidak ada manusia yang mampu menandinginya 2;23,
10;38,11,13, 17;88, salah satu mukjizat Allah adalah tentang adanya wahyu Allah
berupa Al Qur’an, hingga detik ini tidak ada manusia yang mampu untuk
menandinginya, sebagaimana firman Allah berikut ini;”Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk
membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang
serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian
yang lain". [Al A’raf 17;88].
b. Pemberitaan Al Qur’an tentang manusia masa lampau; kaum
Aad, Tsamud, kaum nabi Luth, tentang
Maryam, Nabi Isya dan lain-lain 9;70, 14;9, 50;12-14, semua itu disampaikan
oleh seorang yang ummy yaitu Muhammad saw,
tidak pernah belajar kepada seorangpun dan tidak pernah hidup ditengah masyarakat berilmu.’’Belumkah datang kepada mereka berita
penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad,
Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?
telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata,
Maka Allah tidaklah sekali-kali Menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang
Menganiaya diri mereka sendiri.” [At Taubah 9;70]
c. Pemberitaan Al Qur’an tentang kejadian-kejadian yang akan
datang persis seperti yang dikatakan Al
Qur’an :
1.
Pemberitaan Al
Qur’an tentang kekalahan bangsa Persia atas bangsa Romawi
30;1-3
2.
Janji Allah kepada
kaum muslimin untuk jadi khalifah di bumi sebagaimana ummat sebelum mereka 24;55
3.
Janji Allah kepada
kaum muslimin dengan kemenangan pada
perang Badar.
4.
Janji Allah
kepada Rasul-Nya bahwa ia akan memasuki masjidil Haram 48;27
5.
Pemberitaan Al
Qur’an bahwa Abu Lahab akan mati dalam keadaan musyrik 111;1-5
d. Penemuan ilmiah yang tidak mungkin ditemukan oleh
seseorang ummy,
tidak pernah belajar,
tidak bisa membaca dan menulis;
1.
Pemberitaan Al
Qur’an bahwa mulanya bumi dan langit satu, kemudian terpisah dari langit 21;30
2.
Tentang asal
kejadian manusia 22;5
3.
Pemberitaan Al
Qur’an bahwa sumber rasa adalah urat syaraf yang terdapat dibawah kulit 4;56
4.
Bila manusia berada
semakin tinggi ke langit akan ditemukan hampa udara 6;125
5.
Bumi ini bundar
39;5 Semua informasi Al Qur’an ini telah ditemukan secara ilmiah oleh para ahli
barat ataupun timur.
e. Syari’at dan peraturan yang terkandung dalam Al Qur’an
dapat kita lihat
dari beberapa segi;
1.
Kelengkapan
peraturan [syumul] dari persoalan yang besar sampai yang terkecil diterangkan
hukumnya 6;38, 16;89
2.
Kesesuaian disegala
zaman dan tempat 21;107, 34;28
3.
Kekal sampai hari
kiamat 15;9
Kedua; mengenal Allah lewat memahami Asma Ul Husna, yaitu nama-nama Allah yang
baik, nama-nama Allah yang terangkum dalam Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad
terdapat 99 buah, melalui nama dan sifat Allah dalam asma ul husna itu akan
menjadikan kita lebih mengenal Allah sebagai Rabb, Malik dan Ilah sebagaimana
keterangan dibawah ini;
a.
Allah sebagai Rabb, artinya mengakui Allah sebagai Pencipta, yang menghidupkan dan mematikan,
konsekwensinya hanya pengakuan saja sebagaimana orang-orang kafir di zaman
Rasulullah mereka mengakui Allah sebagai Rabb tapi dikala disuruh untuk
menyembah dan mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan mereka menolak,
pengakuan Allah sebagai Rabb dengan ciri-ciri sebagai berikut;
1.
Dia sebagai
Pencipta segala sesuatu QS. 40;62, 6;102
2.
Yang memberi rezeki
QS. 35;3, 11;6
3.
Yang memiliki QS.
2;284
4.
Yang memberi
manfaat dan bahaya QS 6;17, 35;55
5.
Yang menghidupkan
dan mematikan QS 30;40
6.
Yang mengatur alam
semesta ini.
b.
Allah sebagai Penguasa Raya, artinya yang berkuasa di alam jagad raya ini tiada lain adalah Allah
semata, karena Dialah yang menciptakan Alam ini, Dia pula yang menjaganya, Dia
berbuat atas segalanya atas kehendak-Nya tidak ada campur tangan dari
siapapun[QS. 114;2], kekuasaan Allah itu nampak diantaranya;
1.
Dia sebagai
Pelindung QS. 5;55, 2;257
2.
Dia sebagai Penentu
hukum QS. 6;57, 12;40, 6;114
3.
Yang hendak
memerintah dan melarang QS. 7;54
4.
Yang menentukan
undang-undang/ peraturan QS. 42;21
5.
Yang ditaati QS.
3;132
c.
Allah sebagai Ilah, artinya seorang mukmin selain mengakui Allah sebagai Tuhan dan sebagai
Penguasa maka keimanan itu harus diujudkan dalam pengabdian, penyembahan dan
loyalitas QS. 114;3, Dialah Tuhan, sebagai Zat yang wajibdisembah[QS.
Thaha20;14]. “Sesungguhnyaakuiniadalah
Allah, tidakadaTuhan (yang hak) selainAku,
Makasembahlahakudandirikanlahshalatuntukmengingataku”.
Banyak hal yang membuktikan bahwasanya Allah itu Ada
selain yang terungkap dalam Al Qur’an dan Sunnah, bahkan ilmu pengetahuan
modernpun melalui berbagai bukti telah menyatakan bahwa Allah bukanlah khayalan
dan mimpi Rasul sebagaimana yang dituduhkan oleh orang-orang kafir dahulu,
diantara bukti lain itu yaitu ;
1.
Fitrah; manusia
sejak berada di alam rahim sudah mengakui adanya Allah, bahkan hadits
Rasulullah menyatakan bahwa setiap
bayi yang lahir sudah beriman kepada Allah. Dalam surat Al A’raf 7;172 Allah
berfirman;"Dan (ingatlah), ketika
Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku
Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami
menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu
tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang
lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",
2.
Dalil Akal; setiap
akal yang sehat akan berkata bahwa seluruh yang ada di bumi ini ada yang
menciptakannya dan mustahil terjadi dengan sendirinya QS An Najm 52;35” (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa
besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih mengetahui (tentang
keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin
dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling
mengetahui tentang orang yang bertakwa”.
3.
Dalil Syar’i; seluruh
kitab yang diturunkan Allah membicarakan tentang adanya Allah yang wajib disembah. Sejak dari kitab Taurat,
Zabur, suhuf, Injil dan Al Qur’an membicarakan tentang eksistensi Allah sebagai
Tuhan yang wajib disembah, yang menciptakan alam raya dan sebagai Tuhan yang
wajib untuk dicintai.
4.
Panca Indra; diantara
dalil yang menunjukan adanya Allah adalah
panca Indra, ini bisa kita lihatpadaduasegi
;
a.
Pengabulando’a
QS. 6;63-64, 17;67, 10;22-23
b.
Mukjizat
QS. 3;49/ Mukjizat Musa QS. 2;60/ Nabi Isa QS. 5;110/
MukjizatNabi
Muhammad QS. 54;123
Demikianjelasnya Allah
memperkenalkandirinyakepadamakhluk-Nyamelaluiparanabidanrasul yang
diutusuntukmembawarisalahkebenaran agar manusiajangansalahmencariTuhan,
sebenarnyaTuhanseluruhmanusiaadalah Allah, kenapaada yang menyembahdewa,
menyembahmanusia, menyembahmakhluklain,
halitukarenamanusiasalahmencariTuhansehinggaterjadikekariranitu, selainitu
Allah diperkenalkanolehparanabidanrasulmakakeimanankepada-Nyajugakarenausahadarihambaituuntukmemburuhidayahsehinggadapatmengenal
Allah denganbaik, banyakhal yang menjadikanmanusiaterhalanguntukmengenal Allah
diantaranya;
a.
Hanya bersandar
kepada Panca Indra QS. 2;55, 4;153 dengan alasan karena Allah tidak teraba,
terlihat sebagaimana banyaknya muncul orang-orang yang mendustakan keberadaan
Tuhan sehingga mereka hidup dalam keadaan kafir, inilah orang yang ateis.
b.
Kesombongan
QS. 7;146, sebagaicontohadalahkesombonganFir’aun, Namrudz, Abu Jahaldan Abu
Thalib, merekainitidakmaumengakui Allah karenasombong, satuketika Abu
Jahalditanyaolehteman-temannyatentangkekafirannyaterhadapayat-ayat Allah,
diamenjawab, seandainyaislaminiditurunkankepada orang selain Muhammad,
makasayalah orang yang pertamasekali yang mendukungdanmemperjuangkannya,
begitujuga Abu Thalibsaatdisuruholehnabi Muhammad untukmasukislamdiamenjawab,
kalausayamasukagamamu, apa kata pembesar-pembesarQuraisy.
c.
Lengah
QS. 21;1-3, orang yang sibukdengankehidupanduniasehinggahabiswaktu, fikirandanperasaannyahanyauntukurusandunia,
apakahduniaituberupailmuatauhartasehinggatidakadakesempatanuntukmerenungkankebenaran
Allah, kesibukannyamembuatdirinyalengahteradapapasaja yang berbau agama.
d.
Bodoh
QS. 2;188, orang yang tidakmengenal Allah adalah orang yang bodoh,
tidakmaubelajar, tidakmengkajidanmempelajaritentangdirinya,
alamrayadansegalakejadian yang terkaitdenganfenomenahidup, itulahmakanya Al
Qur’an mengarahkanmanusiauntukmembacaterlebihdahulusebelumshalat, ayat yang
turunpertama kami adalahperintahuntukmembacabukanperintahshalat.
e.
Ragu-ragu
QS. 6;109-110, walaupunpintar,
punyailmupengetahuantapiragu-raguterhadapkebenaranini,
makadiatidakakandapathidayahdari Allah, keraguandatangkarenahati yang
tidakbersihdankecondongankepada agama tidakada.
f.
Taqlid
QS. 5;104, 43;23, orang yang
ikut-ikutandalamhidupnyatermasukhidupdalamberagama,
tidakakanmenemukantentangkebenaran Allah, merekatidakakandapatmengenal Allah
denganbaikkarenamerekataklidkepadaadatistiadat yang penuhdengansyirik,
kurafatdanbid’ah.
Orang yang
paling beruntungdalamhidupiniadalah orang yang berhasilmengenal
Allah.Semuakenikmatanitukecildibandingnikmatmengenal Allah. Orang yang
tidakmengenal Allah akan yang
selalumeributkanmasalahduniasampai-sampaiiamengorbankankemuliaannya, iakorbankanhargadirinyadanketenangannya.
Orang yang
bersungguh-sungguhkepada Allah, maka Allah akanbersungguh-sungguhkepadanya.
DalamHaditsQudsi, Jikaseoranghamba Allah mendekatsejengkal, maka Allah
akansatudepak, jikakitasedepak, maka Allah satu hasta, kalaukitaberjalankearah
Allah, maka Allah akanmemburuhambaNyadenganberlari-larikecil.
Jadikitasemuaberpeluangdekatdengan
Allah.Syaratnyaadalah Jihad ataubersungguh-sungguhkepada
Allah.Sempurnakansekecilapapunpengabdiankitakepada Allah,
kalaukitatidakdapatberbuat yang besar, lakukan yang
keciltetapisungguh-sungguh.Sepertishalattepatwaktu.Kerapianseharusnyadijagaketikahendakshalat.Ketikamasuk
masjid carishaf yang paling depan. Para sahabatRasul SAW
bahkandiriwayatkanberebutshafterdepan.
Marilahkitadekati
Allah dengan yang kecil-kecildulu.Makajangandulumengharapkanmengerjakan yang
besar.Hal besar yang baikadalahrangkaiandarihalkecil yang
baik.Sekecilapapunmakatetapakansempurnaperhitungannyaoleh Allah.
Marilahperbaikishalatdimulaidenganwudhudengannikmat.Dari
wudhusampaimenjelangshalatberdzikirlah, mengingat Allah
danmintadiberikenikmatanshalat yang khusyu.Badanmemakaiwangi-wangian,
kalauperlubersiwakdahulu.Sempurnakanlah.Rasakankenikmatanshalat.Untukmengobrol
10 menitberlalutanpaterasa, kenapashalat di hadapan Allah tidakkitasempurnakan.
Keluardari
masjid berdesak-desakandapatdijadikanamaldenganmendahulukan orang
tua.Ketikakehilangan sandal beristigfardanberbaiksangkalah,
denganbegituakansempurna episode kehilangan sandal kita. Tidakadaposisi yang
kebetulandalamhidupini, karenasemuakejadianterjadidenganperhitungan Allah yang
MahaSempurna.Ketikakitamembayaruangongkosbiskitakelebihanmemberikanuang,
lebihbaikdikhlaskansaja, jangansampaidongkolhatikita.
Jangansampaiuangmencurihatikita.
Asalkitaikhtiardenganmenyempurnakansetiap
episode denganapa yang ada, hasilakhirnyacelakaatautidakituurusan Allah.
Setiaplangkahjadiamaluntukbekalmati.
Sebelumtidurberwudhu,
baca Al-Qur’an
walaucumasepuluhayatdanpamitdenganistri.Matidalamtidursepertiini, insya Allah
matidengankeadaanberdzikir.Banguntidurbacalahdoa, bergegaslahkekamarmandi,
bersyukurketikadibangunkanoleh Allah di seperempatmalamuntukshalatTahajud.
Doakan orang-orang sekelilingkita.[Aa Gym,MenggapaiMa'rifatullah, RangkumanPengajianQolbun ,Salim
Masjid Agung Al-Azhar 23 April 2001].
Ma’rifatullahsangatpentingdimilikiolehseorangmuslim,
karenainimerupakanbagiandarikeimananbahkanhalinijuga yang
mengawalikeimananitusebagaimanaahlihikmahmenyatakan,”Barangsiapa yang
kenaldengandirinyamakadiaakankenalsiapaTuhannya”, walaupundemikianuntukma’rifahterhadap
Allah jangansalahkaprah, sampaiada yang menyatakandirinyasudahbersatudengan
Allah karenademikiandekatnyadiadengan Allah ataukarenadiasangatmengenal Allah,
padahalRasulullahsudahmembatasidalamhalma’rifatullahitudenganmenyebutkan
‘’Pelajarilahsifat-sifat Allah tapijangankajitentangzat Allah”, wallahua’lam,
[CubadakSolok, 23 Zulhijjah 1432.H/ 19 November 2011.M].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar