Firman
Allah dalam surat Al Baqarah 2;120; “Yahudi
dan Nasrani tidak akan ridho kepadamu sebelum kamu mengikuti millah mereka”.
Kata “Millah” itu maksudnya adalah cara
cara pandangan hidup, idiologi dan pemikiran, semua dari ajaran selain islam.
Istilah sudah ketinggalan zaman, tidak relevan lagi, perlu direvisi dan
kehendak-kehendak lain untuk meruntuhkan nilai-nilai ajaran islam.
Samuel Zwemer adalah orang yang paling
gencar memusuhi islam dan ummatnya, dalam sebuah pertemuan dengan para uskup
dia melontarkan program Krtistenisasi dengan gencarnya, salah seorang uskup
menyanggah, bahwa sudah habis dana, waktu dan tenaga untuk mengkristenkan ummat
islam, nyatanya program itu tidak sebanding dengan yang sudah dikorban, sulit
sekali memindahkan ummat Islam ke agama Kristen, sebaiknya dihentikan saja dulu
program ini sambil mencari terobosan yang lebih tepat lagi baik. Begitu
kira-kira suara di forum itu, dengan tegas Samuel Zwemer menyatakan,”Tugas
tuan-tuan bukanlah mengkristenkan ummat islam, itu tidak perlu, jadikan saja
mereka tidak mengerti dengan islamnya itu sudah cukup, biarkanlah mereka
beragama islam tapi kepribadiannya bukan islam”.
Samuel
Zwemer, ketua misi Kristen untuk negara-negara Arab di Bahrain dan ketua
Persekutuan Kristen di Timur Tengah, pernah memimpin majalah “Muslim World”
berbahasa Inggris.Majalah ini didirikan tahun 1911.Sampai sekarang majalah ini
masih diterbitkan oleh Hartford.
Zwemer
masuk Bahrain tahun 1890 M. Sejak tahun 1894 gereja-gereja reformasi Amerika
mendukungnya secara penuh. Hasil dari aktivitas kemanusiaan Zwemer yang paling
menonjol antara lain berdirinya lembaga-lembaga kedokteran missi di kawasan
negara-negara Teluk. Disusul dengan dibukanya puskesmas-puskesmas di Bahrain,
Kuwait, Musqat dan Amman. Zwemer ini dapat dikategorikan sebagai salah seorang
tokoh gerakan kristenisasi terbesar di abad modern ini.
Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid mengungkapkan strategi yang dilakukan oleh orang-orang Kristen untuk mengkafirkan ummat islam, sebagaimana yang dikutip oleh almanhaj.or.id dari bukuPropaganda Sesat Penyatuan Agama;
Diantara musuh-musuh Islam yang paling
menonjol adalah kaum Nasrani yang dengki. Mereka tiada henti-hentinya mengerahkan
segala kemampuan mereka untuk melawan dan menghadapi kaum muslimin di seluruh
belahan dunia. Bahkan mereka tiada segan-segan menyerbu kaum muslimin ke
jantung pertahanan mereka, ke negeri-negeri kaum muslimin. Apalagi pada saat
kondisi lemah seperti yang melanda dunia Islam pada hari ini. Sebagaimana
dimaklumi bahwa tujuan gerakan mereka itu adalah menggoyahkan aqidah kaum
muslimin dan membuat mereka ragu terhadap Islam, sebagai prolog mengeluarkan
mereka dari Islam dan menjerat mereka ke dalam agama Nasrani, gerakan ini
dikenal dengan sebutan 'kristenisasi'. Yang tidak lain adalah seruan kepada
paganisme Nasrani yang sesat, yang tidak ada keterangannya dari Allah Subhanahu
wa Ta'ala. Nabi Allah Isa 'Alaihis Salam berlepas diri darinya.
Nasrani telah mengeluarkan dana yang sangat banyak dan mengerahkan potensi yang besar demi mewujudkan cita-cita mereka, yaitu mengkristenkan seluruh manusia, khususnya kaum muslimin. Namun kondisi mereka persis seperti yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta'ala."Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam naar Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan" [Al-Anfal : 36]
Demi kelancaran misi tersebut telah
diselenggarakan seminar-seminar di berbagai belahan dunia dari dahulu sampai
sekarang. Dihadiri oleh para missionaris yang bertugas berbagai daerah untuk
saling bertukar pikiran diantara mereka serta mengajukan gagasan masing-masing
untuk mencari cara yang paling ampuh dan efisien. Merekapun menelurkan beberapa
program dan langkah-langkah, diantaranya adalah :
[*]. Mengirim para misionaris ke negeri-negeri kaum muslimin dan dakwah kepada agama Nasrani melalui buku-buku, selebaran-selebaran, terjemahan-terjemahan Injil dan buletin-buletin untuk merancukan kebenaran Islam, menyerang serta menyebarkan kesan negatif tentang Islam kepada orang lain.
[*]. Mengirim para misionaris ke negeri-negeri kaum muslimin dan dakwah kepada agama Nasrani melalui buku-buku, selebaran-selebaran, terjemahan-terjemahan Injil dan buletin-buletin untuk merancukan kebenaran Islam, menyerang serta menyebarkan kesan negatif tentang Islam kepada orang lain.
[*]. Mereka juga menyeru kepada Nasrani secara diam-diam dan terselubung serta dengan cara yang tidak langsung. Yang paling berbahaya diantaranya adalah :Melalui jasa pengobatan, memberikan pelayanan kesehatan kepada penduduk. Diantara faktor yang mendukung program tersebut adalah : orang-orang yang membutuhkan pengobatan, banyaknya tersebar wabah-wabah penyakit di daerah kaum muslimin khususnya, langkanya dokter-dokter muslim di beberapa negeri kaum muslimin atau bahkan kadang kala tidak ada sama sekali
Diantaranya juga adalah : Kristenisasi
melalui jasa pendidikan. Yaitu dengan mendirikan sekolah-sekolah dan
universitas-universitas Kristen atau lembaga-lembaga pendidikan yang secara
lahiriyah adalah pendidikan murni namun membawa misi Nasrani secara
terselubung. Akibatnya banyak diantara kaum muslimin menyerahkan anak-anak
mereka ke lembaga pendidikan tersebut hanya dengan harapan anaknya dapat
mempelajari bahasa asing atau mata pelajaran tertentu. Maka jangan tanya
seberapa besar kesempatan yang diberikan kaum muslimin kepada umat Nasrani
tatkala mereka telah menyerahkan buah hati mereka yang masih kanak-kanak atau
mendekati usia baligh, masa yang ketika itu akal mereka masih kosong dan siap
menerima apa saja ! Ya, apa saja!.
Dianataranya juga adalah kristenisasi
melalui media-media informasi, yaitu melalui siaran-siaran radio dan televisi
yang diarahkan ke negeri-negeri Islam. Disamping siaran-siaran langsung melalui
satelit akhir-akhir ini, ditambah lagi majalah-majalah, surat kabar,
selebaran-selebaran yang dicetak dalam jumlah yang sangat banyak.
Media-media informasi ini, mulai dari
audio, visual dan tulisan, seluruhnya merupakan katalis penyebaran kristenisasi
melalui cara-cara berikut :
[a] Seruan kepada agama Nasrani dengan
menonjolkan keutamaannya, kasih sayang dan kesantunannya yang semu kepada
seluruh umat manusia.
[b] Melemparkan syubhat ke dalam aqidah
dan syiar kaum muslimin serta syubhat tentang hubungan kaum muslimin terhadap
mereka.
[c] Menyebarkan pornogarafi dan
barang-barang pembangkit syahwat dengan tujuan merusak orang-orang yang
melihatnya, merobohkan pilar akhlak mereka dan mengotori kehormatan diri mereka
serta menghilangkan rasa malu dari diri mereka. Pada akhirnya menggiring mereka
kepada penghambaan diri mereka kepada syahwat dan kenikmatan sesaat yang
rendah. Melalui cara tersebut mereka dengan mudah dapat melancarkan dakwah
kepada apa saja ! Hingga kepada kemurtadan dan kekufuran kepada Allah sekalipun
! Wal iyadzubillah! Yaitu setelah tercabut akar keimanan dari hati dan
hilangnya fanatisme kepada Islam di dalam jiwa!
[*]. Masih banyak cara lain lagi yang dapat diketahui oleh setiap orang yang sering memperhatikan kondisi negeri-negeri Islam. Kami akan sebutkan secara ringkas saja karena tujuan di sini adalah memberi peringatan bukan membahasnya panjang lebar, karena Allah Subhanahu wa ta'ala juga telah menyatakan."Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu dya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya" [Al-Anfal : 30]
Dan juga firman Allah Subhanahu wa
Ta'ala."Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut
(ucapan-ucapan mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun
orang-orang kafir benci" [Ash-Shaf : 8]
dimana saja ada gerakan Kristenisasi akan mempengaruhi ummat Islam, intinya akan mengurangi jumlah ummat Islam dan menambah ummat Kristen walaupun yang masuk ke agama Kristen itu dari kalangan ummat Islam yang bodoh dengan agamanya dan hidupnya yang miskin dari segi finansial, ternyata kegiatan ini tidak lepas dari gerakan dunia, bahkan sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu sebagaimana yang disampaikan oleh Masdum Muharram, seorang penulis WNI yang tinggal di Riyadh, dalam tulisannya berikut ini dikatakan;
dimana saja ada gerakan Kristenisasi akan mempengaruhi ummat Islam, intinya akan mengurangi jumlah ummat Islam dan menambah ummat Kristen walaupun yang masuk ke agama Kristen itu dari kalangan ummat Islam yang bodoh dengan agamanya dan hidupnya yang miskin dari segi finansial, ternyata kegiatan ini tidak lepas dari gerakan dunia, bahkan sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu sebagaimana yang disampaikan oleh Masdum Muharram, seorang penulis WNI yang tinggal di Riyadh, dalam tulisannya berikut ini dikatakan;
Kristenisasi
sering kali hanya dianggap sebagai isapan jempol dan mitos.Inilah sejarah
gerakannya yang penting diketahui Kristenisasi adalah sebuah gerakan keagamaan
yang bersifat politis kolonialis.Gerakan yang muncul akibat kegagalan perang
salib sebagai upaya penyebaran agama Kristen ke tengah-tengah bangsa-bangsa di
dunia ketiga, terutama ummat Islam, sering kali menjadi hanya sekadar isu dan
mitos pinggiran.Padahal, kenyataannya adalah sebaliknya.Untuk melihat secara
jernih, ada baiknya kita menoleh sejarah ke belakang.
Secara
singkat, perlu diketahui bahwa Raymond Lull adalah orang Kristen pertama yang
mengumandangkan kristenisasi setelah menyusul kegagalan kaum Kristiani pada
Perang Salib. Dengan sungguh-sungguh ia mempelajari bahasa Arab dan berkeliling
ke negara-negara Syam dan berdiskusi dengan para ulama di sana.
Para
zending Katholik telah masuk Afrika sejak abad XV dan ketika Portugal menemukan
negara-negara baru.Setelah itu zending-zending Kristen Protestan dikirim dari
Inggris, Jerman dan Perancis.
Peter
heling sejak dini sudah terjun ke tengah-tengah ummat Islam di pantai
negara-negara Afrika.
Baro
du Betez, sejak tahun 1664, menyalakan emosi orang-orang Kristen sehingga ia
mampu mendirikan sebuah akademi yang menjadi pusat pengajaran zending Masehi.
Mr.
Cary dalam karier gerakan kristenisasi melebihi para pendahulunya.Ia muncul
menjelang akhir abad XVIII dan awal abad XIX.
Penginjil
Henry Martin (meninggal tahun 1812) sangat besar andilnya dalam pengiriman
zending Kristen ke negara-negara Asia Barat.Dia telah menerjemahkan Bibel ke
dalam bahasa India, Persia dan Armenia.
Tahun
1795 M Dewan Gereja Prostestan bersepakat dengan orang-orang Kopti di Mesir
untuk mendirikan sebuah Misi Kristen yang bertugas menyebarkan Injil di Afrika.
David
Livingstone (1813 – 1873), seorang pelancong Inggris, telah melakukan
penerobosan ke jantung Afrika. Sebelum menerobos benua itu ia dikenal sebagai
seorang penginjil.
Kemudian
tahun 1849 M misi-misi Kristen mulai dikirim ke negara-negara Syam.Penugasan
mulai dilakukan intensif untuk menggarap beberapa wilayah di kawasan
negara-negara tersebut.
Tahun
1855 M sebuah organisasi Pemuda Masehi didirikan.Anggotanya terdiri dari
orang-orang Inggris dan Amerika.Tugasnya terbatas pada upaya menanamkan
keyakinan Ketuhanan Almasih pada diri mereka masing-masing.
Tahun
1895 M organisasi Persatuan Mahasiswa Kristen Internasional didirikan.Organisasi
ini memperhatikan studi terhadap problematika murid-murid sekolah di berbagai
negara.Berbarengan dengan itu dilancarkan pula gerakan penanaman jiwa ‘cinta
kasih’ (ajaran Kristiani) kepada mereka.
Kenneth
Cragg, pengganti Zwemer dalam memimpin majalah Muslim Word, pernah menjadi
dosen Universitas Amerika di Kairo dan menjadi kepala bagian Theologi Masehi di
Lembaga missi Kristen Hartford. Bukunya yang terkenal, “Panggilan Menara
Adzan,” terbit tahun 1956.
Louis
Massignon, penasehat gerakan kristenisasi di Mesir.Ia termasuk anggota Lembaga
Bahasa Arab di Mesir. Pernah menjadi penasihat Departemen Kolonialisme Perancis
untuk urusan Afrika Selatan.
Daniel
Bills berkata, “Perguruan Tinggi Robert di Istambul (sekarang Universitas
Amerika) tidak lagi menjadi perguruan tinggi yang exclusive, baik pengajaran
ataupun fasilitas kemahasiswaan yang disediakannya.Sekarang telah menjadi
perguruan tinggi Kristen yang benar-benar terbuka.Pendirinya adalah seorang
missionaris Kristen.Bahkan hingga kini, pimpinannya haruslah seorang
missionaris.
Pendeta
Syantor pada masa pendudukan Perancis menjadi kepala Akademi Yesuit di Beirut
dalam waktu yang relatif lama.
Mr.
Nibrouse, Rektor Universitas Beirut Amerika tahun 1948 M berkata, “Fakta telah
membuktikan, pendidikan adalah sarana paling mahal yang telah diperalat para
missionaris Amerika untuk mengkristenkan Suriah dan Libanon.”
Don
Huk Crey, tokoh terbesar dalam konferensi Kristen Louzon tahun 1974 M, adalah
seorang penganut Prostestan.Menjadi missionaris di Pakistan selama 20
tahun.Pernah menjadi mahasiswa Fuller Scool of International Mission.
Setelah konferensi Kristen di Colorado tahun 1978 M, ia menjadi direktur
Lembaga Samuel Zwemer. Lembaga ini juga bergerak dalam bidang penerbitan untuk
menyebarkan kajian-kajian khusus tentang masalah-masalah kristenisasi terhadap
ummat Islam.Kantor pusatnya di California. Berbagai penataran dan pengkaderan
dipersiapkan untuk mencetak para missionaris dengan segala keahliannya.[Kristenisasi
Dan Sejarah Gerakan Zending, Hidayatullah.com.Rabu,
07 Mei 2003].
Di
Indonesia, program Pemerintah pada masa Orde Baru yaitu Keluarga Berencana atau
KB, ternyata tanpa diketahui banyak
orang ini merupakan program Kristenisasi dalam rangka untuk mengurangi jumlah
ummat islam.
Hasil temuan Litbang
Departemen Agama (kini Kementerian Agama/ Kemenag), bahwa panyebab menurunnya
jumlah umat Islam Nusantara itu ada dua hal:
Pertama, Keberhasilan program KB (keluarga berencana, ini istilah tipuan, karena kenyataannya adalah pembatasan keluarga, yang itu hukumnya haram dalam Islam, red) yang dilakukan dengan gencar kepada kaum muslimin, sementara kepada umat non Islam, program KB tidak pernah didengungkan, nyaris tak terdengar. Dengan demikian, program KB mengakibatkan pertumbuhan populasi umat Kristen jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan populasi umat Islam.
Kedua,
Keberhasilan program Kristenisasi yang dilakukan dangan gencar, semakin hari
semakin canggih dan tidak mengindahkan kode etik penyiaran agama. [Program KB
dan Kristenisasi Mengurangi Jumlah Ummat Islam, nahi mungkar.com.20 September
2011].
Banyak upaya untuk
menggagalkan upaya Kristenisasi ini diantaranya melalui pendidikan agama
dirumah, sekolah dan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan
penyuluhan agama, ceramah, khutbah dan training-training keislaman, bahkan di
Malaysia upaya yang dilakukan melalui rapat akbar.
Ribuan umat Muslim Malaysia
menghadiri rapat akbar melawan Kristenisasi yang diadakan oleh Himpunan Sejuta
Umat (Himpun) di Stadion Shah Alam, Selangor Malaysia Sabtu (22/10/2011).5000
massa dari berbagai LSM yang tergabung dalam Himpun tersebut berkumpul sejak
siang hari di bawah langit mendung.
Peserta pawai membawa berbagai
plakat yang diantaranya bertuliskan “Selamatkan Aqidah Umat,” “Siapa
bertanggung jawab atas kristenisasi Melayu di Selangor.” dan yang
lainnya.Demikian berita voaislam Sabtu, 22 Oct 2011
Sementara itu sebelumnya
Suaraislam online yang bermarkas di Jakarta memberitakan, aksi unjuk rasa
besar-besaran, menandakan ketegangan antar etnis dan agama di Malaysia,
belumlah selesai bahkan cenderung meningkat.Ketegangan itu berawal dari
Departemen Agama Islam (Jais) Selangor menemukan adanya bukti kegiatan
pemurtadan yang dilakukan Damansara Utama Gereja Metodis (DUMC) di Petaling
Jaya, 3 Agustus silam.
Belum sempat diselesaikan,
terjadi kembali ketegangan antara kalangan Muslim dan Kristen.Muslim Malaysia
keberatan dengan penggunaan kata Allah oleh umat Kristiani. Perselisihan itu
akhirnya diselesaikan melalui jalur pengadilan. Oleh pengadilan,
umat Kristiani diperkenankan menggunakan kata Allah dalam menjalani
keyakinannya.“Kasus DUMC menunjukkan bagaimana mereka dengan agresif mencoba
untuk mengkristenkan Muslim,” Wakil Presiden Himpun, Mohd Azmi Abdul
Hamid.
Situs hidayatullah.com yang
berpusat di Surabaya mengabarkan,kumpulan massa yang diorganisasikan oleh 25
kelompok non-pemerintah tersebut, awalnya diharapkan dapat mengundang satu juta
peserta.Aksi unjuk rasa berjalan dengan damai. Sejumlah tokoh Muslim bergantian
berbicara di podium.
“Muslim harus lebih bersatu
dan saya di sini untuk mendukung seruan agar kita dilindungi dari upaya
pemurtadan, tapi saya tidak menentang agama lain,” kata seorang peserta unjuk
rasa Zamzuri Abdul Rahman, seperti dikutip Xinhua.
Masalah agama tergolong
sensitif di negara multikultur tersebut.Sebagian orang mengira, aksi unjuk rasa
itu muncul setelah diketahui adanya jamuan makan malam di gereja yang
mengundang umat Islam.Otoritas keagamaan Selangor menggerebek acara di gereja
itu.
Pihak penyelenggara menyatakan
khawatir dengan tren murtad di kalangan Muslim.“Kami hidup berdampingan dengan
penganut kepercayaan dan agama lain, dan kami ingin menyampaikan pesan bahwa
kami tidak ingin diganggu. Kami ingin agar orang mengerti bahwa ada kesepakatan
dalam konstitusi bahwa kalian tidak bisa menyebarkan ajaran agama selain Islam
kepada Muslim,” kata Muhammad Azmi Abdul Hamim, pemimpin penyelenggara kepada
para wartawan.
Enam puluh persen dari 28 juta
jiwa populasi Malaysia adalah Muslim.Penganut ajaran Budha mencapai 19 persen,
Kristen 9 persen dan Hindu 6 persen.Sisanya adalah penganut kepercayaan etnis
China lainnya.Demikian kutip hidayatullah.com.
Sebuah peringatan yang
disampaikan Allah dalam firman-Nya bahwa memang ummat Yahudi dan ummat Nasrani
tidak akan senang kepada ummat Islam sampai kapanpun sampai ummat Islam itu
menjadi bagian dari mereka, sebenarnya bukan hanya agama Yahudi dan Nasrani
saja yang begitu tapi Allah menyebutkan hanya Yahudi dan Nasrani karena agama
inilah yang turun dari langit dengan wahyu yang kemudian terjadi penyelewengan,
semua agama berprilaku sama, mereka tidak senang kepada Islam, seorang teman
saya dari keturunan Tionghoa bernama Chin Kun Min yang sudah masuk islam dengan
nama baru yaitu Muhammad Amin, saat ditanya kisahnya masuk islam, yang intinya keluarga mempersilahkannya untuk
pindah agama dari Budha ke agama lain, tapi jangan Islam, sebuah kesan bahwa
Islam itu sangat buruk, termasuk gerakan Kristenisasi itu menyebarkan hal-hal
yang buruk terhadap islam, Wallahu
a’lam [Cubadak Solok, 10 Desember 2011.M/ 14 Muharam 1433.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar