Jumat, 19 Februari 2016

266. Kristenisasi



Firman Allah dalam surat Al Baqarah 2;120; “Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepadamu sebelum kamu mengikuti millah mereka”.

Kata “Millah” itu maksudnya adalah cara cara pandangan hidup, idiologi dan pemikiran, semua dari ajaran selain islam. Istilah sudah ketinggalan zaman, tidak relevan lagi, perlu direvisi dan kehendak-kehendak lain untuk meruntuhkan nilai-nilai ajaran islam.

            Samuel Zwemer adalah orang yang paling gencar memusuhi islam dan ummatnya, dalam sebuah pertemuan dengan para uskup dia melontarkan program Krtistenisasi dengan gencarnya, salah seorang uskup menyanggah, bahwa sudah habis dana, waktu dan tenaga untuk mengkristenkan ummat islam, nyatanya program itu tidak sebanding dengan yang sudah dikorban, sulit sekali memindahkan ummat Islam ke agama Kristen, sebaiknya dihentikan saja dulu program ini sambil mencari terobosan yang lebih tepat lagi baik. Begitu kira-kira suara di forum itu, dengan tegas Samuel Zwemer menyatakan,”Tugas tuan-tuan bukanlah mengkristenkan ummat islam, itu tidak perlu, jadikan saja mereka tidak mengerti dengan islamnya itu sudah cukup, biarkanlah mereka beragama islam tapi kepribadiannya bukan islam”.

Samuel Zwemer, ketua misi Kristen untuk negara-negara Arab di Bahrain dan ketua Persekutuan Kristen di Timur Tengah, pernah memimpin majalah “Muslim World” berbahasa Inggris.Majalah ini didirikan tahun 1911.Sampai sekarang majalah ini masih diterbitkan oleh Hartford.

Zwemer masuk Bahrain tahun 1890 M. Sejak tahun 1894 gereja-gereja reformasi Amerika mendukungnya secara penuh. Hasil dari aktivitas kemanusiaan Zwemer yang paling menonjol antara lain berdirinya lembaga-lembaga kedokteran missi di kawasan negara-negara Teluk. Disusul dengan dibukanya puskesmas-puskesmas di Bahrain, Kuwait, Musqat dan Amman. Zwemer ini dapat dikategorikan sebagai salah seorang tokoh gerakan kristenisasi terbesar di abad modern ini.

Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid mengungkapkan strategi yang dilakukan oleh orang-orang Kristen untuk mengkafirkan ummat islam, sebagaimana yang dikutip oleh almanhaj.or.id dari bukuPropaganda Sesat Penyatuan Agama;

Diantara musuh-musuh Islam yang paling menonjol adalah kaum Nasrani yang dengki. Mereka tiada henti-hentinya mengerahkan segala kemampuan mereka untuk melawan dan menghadapi kaum muslimin di seluruh belahan dunia. Bahkan mereka tiada segan-segan menyerbu kaum muslimin ke jantung pertahanan mereka, ke negeri-negeri kaum muslimin. Apalagi pada saat kondisi lemah seperti yang melanda dunia Islam pada hari ini. Sebagaimana dimaklumi bahwa tujuan gerakan mereka itu adalah menggoyahkan aqidah kaum muslimin dan membuat mereka ragu terhadap Islam, sebagai prolog mengeluarkan mereka dari Islam dan menjerat mereka ke dalam agama Nasrani, gerakan ini dikenal dengan sebutan 'kristenisasi'. Yang tidak lain adalah seruan kepada paganisme Nasrani yang sesat, yang tidak ada keterangannya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Nabi Allah Isa 'Alaihis Salam berlepas diri darinya.

Nasrani telah mengeluarkan dana yang sangat banyak dan mengerahkan potensi yang besar demi mewujudkan cita-cita mereka, yaitu mengkristenkan seluruh manusia, khususnya kaum muslimin. Namun kondisi mereka persis seperti yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta'ala."Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam naar Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan" [Al-Anfal : 36]

Demi kelancaran misi tersebut telah diselenggarakan seminar-seminar di berbagai belahan dunia dari dahulu sampai sekarang. Dihadiri oleh para missionaris yang bertugas berbagai daerah untuk saling bertukar pikiran diantara mereka serta mengajukan gagasan masing-masing untuk mencari cara yang paling ampuh dan efisien. Merekapun menelurkan beberapa program dan langkah-langkah, diantaranya adalah :

[*]. Mengirim para misionaris ke negeri-negeri kaum muslimin dan dakwah kepada agama Nasrani melalui buku-buku, selebaran-selebaran, terjemahan-terjemahan Injil dan buletin-buletin untuk merancukan kebenaran Islam, menyerang serta menyebarkan kesan negatif tentang Islam kepada orang lain.

[*]. Mereka juga menyeru kepada Nasrani secara diam-diam dan terselubung serta dengan cara yang tidak langsung. Yang paling berbahaya diantaranya adalah :Melalui jasa pengobatan, memberikan pelayanan kesehatan kepada penduduk. Diantara faktor yang mendukung program tersebut adalah : orang-orang yang membutuhkan pengobatan, banyaknya tersebar wabah-wabah penyakit di daerah kaum muslimin khususnya, langkanya dokter-dokter muslim di beberapa negeri kaum muslimin atau bahkan kadang kala tidak ada sama sekali

Diantaranya juga adalah : Kristenisasi melalui jasa pendidikan. Yaitu dengan mendirikan sekolah-sekolah dan universitas-universitas Kristen atau lembaga-lembaga pendidikan yang secara lahiriyah adalah pendidikan murni namun membawa misi Nasrani secara terselubung. Akibatnya banyak diantara kaum muslimin menyerahkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan tersebut hanya dengan harapan anaknya dapat mempelajari bahasa asing atau mata pelajaran tertentu. Maka jangan tanya seberapa besar kesempatan yang diberikan kaum muslimin kepada umat Nasrani tatkala mereka telah menyerahkan buah hati mereka yang masih kanak-kanak atau mendekati usia baligh, masa yang ketika itu akal mereka masih kosong dan siap menerima apa saja ! Ya, apa saja!.

Dianataranya juga adalah kristenisasi melalui media-media informasi, yaitu melalui siaran-siaran radio dan televisi yang diarahkan ke negeri-negeri Islam. Disamping siaran-siaran langsung melalui satelit akhir-akhir ini, ditambah lagi majalah-majalah, surat kabar, selebaran-selebaran yang dicetak dalam jumlah yang sangat banyak.

Media-media informasi ini, mulai dari audio, visual dan tulisan, seluruhnya merupakan katalis penyebaran kristenisasi melalui cara-cara berikut :

[a] Seruan kepada agama Nasrani dengan menonjolkan keutamaannya, kasih sayang dan kesantunannya yang semu kepada seluruh umat manusia.
[b] Melemparkan syubhat ke dalam aqidah dan syiar kaum muslimin serta syubhat tentang hubungan kaum muslimin terhadap mereka.

[c] Menyebarkan pornogarafi dan barang-barang pembangkit syahwat dengan tujuan merusak orang-orang yang melihatnya, merobohkan pilar akhlak mereka dan mengotori kehormatan diri mereka serta menghilangkan rasa malu dari diri mereka. Pada akhirnya menggiring mereka kepada penghambaan diri mereka kepada syahwat dan kenikmatan sesaat yang rendah. Melalui cara tersebut mereka dengan mudah dapat melancarkan dakwah kepada apa saja ! Hingga kepada kemurtadan dan kekufuran kepada Allah sekalipun ! Wal iyadzubillah! Yaitu setelah tercabut akar keimanan dari hati dan hilangnya fanatisme kepada Islam di dalam jiwa!

[*]. Masih banyak cara lain lagi yang dapat diketahui oleh setiap orang yang sering memperhatikan kondisi negeri-negeri Islam. Kami akan sebutkan secara ringkas saja karena tujuan di sini adalah memberi peringatan bukan membahasnya panjang lebar, karena Allah Subhanahu wa ta'ala juga telah menyatakan."Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu dya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya" [Al-Anfal : 30]

Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta'ala."Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci" [Ash-Shaf : 8]

            dimana saja ada gerakan Kristenisasi akan mempengaruhi ummat Islam, intinya akan mengurangi jumlah ummat Islam dan menambah ummat Kristen walaupun yang masuk ke agama Kristen itu dari kalangan ummat Islam yang bodoh dengan agamanya dan hidupnya yang miskin dari segi finansial, ternyata kegiatan ini tidak lepas dari gerakan dunia, bahkan sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu sebagaimana yang disampaikan oleh Masdum Muharram, seorang penulis WNI yang tinggal di Riyadh,  dalam tulisannya berikut ini dikatakan;

Kristenisasi sering kali hanya dianggap sebagai isapan jempol dan mitos.Inilah sejarah gerakannya yang penting diketahui Kristenisasi adalah sebuah gerakan keagamaan yang bersifat politis kolonialis.Gerakan yang muncul akibat kegagalan perang salib sebagai upaya penyebaran agama Kristen ke tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia ketiga, terutama ummat Islam, sering kali menjadi hanya sekadar isu dan mitos pinggiran.Padahal, kenyataannya adalah sebaliknya.Untuk melihat secara jernih, ada baiknya kita menoleh sejarah ke belakang.

Secara singkat, perlu diketahui bahwa Raymond Lull adalah orang Kristen pertama yang mengumandangkan kristenisasi setelah menyusul kegagalan kaum Kristiani pada Perang Salib. Dengan sungguh-sungguh ia mempelajari bahasa Arab dan berkeliling ke negara-negara Syam dan berdiskusi dengan para ulama di sana.

Para zending Katholik telah masuk Afrika sejak abad XV dan ketika Portugal menemukan negara-negara baru.Setelah itu zending-zending Kristen Protestan dikirim dari Inggris, Jerman dan Perancis.

Peter heling sejak dini sudah terjun ke tengah-tengah ummat Islam di pantai negara-negara Afrika.

Baro du Betez, sejak tahun 1664, menyalakan emosi orang-orang Kristen sehingga ia mampu mendirikan sebuah akademi yang menjadi pusat pengajaran zending Masehi.

Mr. Cary dalam karier gerakan kristenisasi melebihi para pendahulunya.Ia muncul menjelang akhir abad XVIII dan awal abad XIX.

Penginjil Henry Martin (meninggal tahun 1812) sangat besar andilnya dalam pengiriman zending Kristen ke negara-negara Asia Barat.Dia telah menerjemahkan Bibel ke dalam bahasa India, Persia dan Armenia.

Tahun 1795 M Dewan Gereja Prostestan bersepakat dengan orang-orang Kopti di Mesir untuk mendirikan sebuah Misi Kristen yang bertugas menyebarkan Injil di Afrika.

David Livingstone (1813 – 1873), seorang pelancong Inggris, telah melakukan penerobosan ke jantung Afrika. Sebelum menerobos benua itu ia dikenal sebagai seorang penginjil.

Kemudian tahun 1849 M misi-misi Kristen mulai dikirim ke negara-negara Syam.Penugasan mulai dilakukan intensif untuk menggarap beberapa wilayah di kawasan negara-negara tersebut.

Tahun 1855 M sebuah organisasi Pemuda Masehi didirikan.Anggotanya terdiri dari orang-orang Inggris dan Amerika.Tugasnya terbatas pada upaya menanamkan keyakinan Ketuhanan Almasih pada diri mereka masing-masing.

Tahun 1895 M organisasi Persatuan Mahasiswa Kristen Internasional didirikan.Organisasi ini memperhatikan studi terhadap problematika murid-murid sekolah di berbagai negara.Berbarengan dengan itu dilancarkan pula gerakan penanaman jiwa ‘cinta kasih’ (ajaran Kristiani) kepada mereka.

Kenneth Cragg, pengganti Zwemer dalam memimpin majalah Muslim Word, pernah menjadi dosen Universitas Amerika di Kairo dan menjadi kepala bagian Theologi Masehi di Lembaga missi Kristen Hartford. Bukunya yang terkenal, “Panggilan Menara Adzan,” terbit tahun 1956.

Louis Massignon, penasehat gerakan kristenisasi di Mesir.Ia termasuk anggota Lembaga Bahasa Arab di Mesir. Pernah menjadi penasihat Departemen Kolonialisme Perancis untuk urusan Afrika Selatan.

Daniel Bills berkata, “Perguruan Tinggi Robert di Istambul (sekarang Universitas Amerika) tidak lagi menjadi perguruan tinggi yang exclusive, baik pengajaran ataupun fasilitas kemahasiswaan yang disediakannya.Sekarang telah menjadi perguruan tinggi Kristen yang benar-benar terbuka.Pendirinya adalah seorang missionaris Kristen.Bahkan hingga kini, pimpinannya haruslah seorang missionaris.

Pendeta Syantor pada masa pendudukan Perancis menjadi kepala Akademi Yesuit di Beirut dalam waktu yang relatif lama.

Mr. Nibrouse, Rektor Universitas Beirut Amerika tahun 1948 M berkata, “Fakta telah membuktikan, pendidikan adalah sarana paling mahal yang telah diperalat para missionaris Amerika untuk mengkristenkan Suriah dan Libanon.”

Don Huk Crey, tokoh terbesar dalam konferensi Kristen Louzon tahun 1974 M, adalah seorang penganut Prostestan.Menjadi missionaris di Pakistan selama 20 tahun.Pernah menjadi mahasiswa Fuller Scool of International Mission. Setelah konferensi Kristen di Colorado tahun 1978 M, ia menjadi direktur Lembaga Samuel Zwemer. Lembaga ini juga bergerak dalam bidang penerbitan untuk menyebarkan kajian-kajian khusus tentang masalah-masalah kristenisasi terhadap ummat Islam.Kantor pusatnya di California. Berbagai penataran dan pengkaderan dipersiapkan untuk mencetak para missionaris dengan segala keahliannya.[Kristenisasi Dan Sejarah Gerakan Zending, Hidayatullah.com.Rabu, 07 Mei 2003].

      Di Indonesia, program Pemerintah pada masa Orde Baru yaitu Keluarga Berencana atau KB, ternyata  tanpa diketahui banyak orang ini merupakan program Kristenisasi dalam rangka untuk mengurangi jumlah ummat islam.

Hasil temuan Litbang Departemen Agama (kini Kementerian Agama/ Kemenag), bahwa panyebab menurunnya jumlah umat Islam Nusantara itu ada dua hal:

Pertama, Keberhasilan program KB (keluarga berencana, ini istilah tipuan, karena kenyataannya adalah pembatasan keluarga, yang itu hukumnya haram dalam Islam, red) yang dilakukan dengan gencar kepada kaum muslimin, sementara kepada umat non Islam, program KB tidak pernah didengungkan, nyaris tak terdengar. Dengan demikian, program KB mengakibatkan pertumbuhan populasi umat Kristen jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan populasi umat Islam.

Kedua, Keberhasilan program Kristenisasi yang dilakukan dangan gencar, semakin hari semakin canggih dan tidak mengindahkan kode etik penyiaran agama. [Program KB dan Kristenisasi Mengurangi Jumlah Ummat Islam, nahi mungkar.com.20 September 2011].

Banyak upaya untuk menggagalkan upaya Kristenisasi ini diantaranya melalui pendidikan agama dirumah, sekolah dan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan penyuluhan agama, ceramah, khutbah dan training-training keislaman, bahkan di Malaysia upaya yang dilakukan melalui rapat akbar.

Ribuan umat Muslim Malaysia menghadiri rapat akbar melawan Kristenisasi yang diadakan oleh Himpunan Sejuta Umat (Himpun) di Stadion Shah Alam, Selangor Malaysia Sabtu (22/10/2011).5000 massa dari berbagai LSM yang tergabung dalam Himpun tersebut berkumpul sejak siang hari di bawah langit mendung.

Peserta pawai membawa berbagai plakat yang diantaranya bertuliskan “Selamatkan Aqidah Umat,” “Siapa bertanggung jawab atas kristenisasi Melayu di Selangor.” dan yang lainnya.Demikian berita voaislam Sabtu, 22 Oct 2011

Sementara itu sebelumnya Suaraislam online yang bermarkas di Jakarta memberitakan, aksi unjuk rasa besar-besaran, menandakan ketegangan antar etnis dan agama di Malaysia, belumlah selesai bahkan cenderung meningkat.Ketegangan itu berawal dari Departemen Agama Islam (Jais) Selangor menemukan adanya bukti kegiatan pemurtadan yang dilakukan Damansara Utama Gereja Metodis (DUMC) di Petaling Jaya, 3 Agustus silam.

Belum sempat diselesaikan, terjadi kembali ketegangan antara kalangan Muslim dan Kristen.Muslim Malaysia keberatan dengan penggunaan kata Allah oleh umat Kristiani. Perselisihan itu akhirnya diselesaikan melalui jalur  pengadilan.  Oleh pengadilan, umat Kristiani diperkenankan menggunakan kata Allah dalam menjalani keyakinannya.“Kasus DUMC menunjukkan bagaimana mereka dengan agresif mencoba untuk mengkristenkan Muslim,” Wakil Presiden Himpun,  Mohd Azmi Abdul Hamid.

Situs hidayatullah.com yang berpusat di Surabaya mengabarkan,kumpulan massa yang diorganisasikan oleh 25 kelompok non-pemerintah tersebut, awalnya diharapkan dapat mengundang satu juta peserta.Aksi unjuk rasa berjalan dengan damai. Sejumlah tokoh Muslim bergantian berbicara di podium.

“Muslim harus lebih bersatu dan saya di sini untuk mendukung seruan agar kita dilindungi dari upaya pemurtadan, tapi saya tidak menentang agama lain,” kata seorang peserta unjuk rasa Zamzuri Abdul Rahman, seperti dikutip Xinhua.

Masalah agama tergolong sensitif di negara multikultur tersebut.Sebagian orang mengira, aksi unjuk rasa itu muncul setelah diketahui adanya jamuan makan malam di gereja yang mengundang umat Islam.Otoritas keagamaan Selangor menggerebek acara di gereja itu.

Pihak penyelenggara menyatakan khawatir dengan tren murtad di kalangan Muslim.“Kami hidup berdampingan dengan penganut kepercayaan dan agama lain, dan kami ingin menyampaikan pesan bahwa kami tidak ingin diganggu. Kami ingin agar orang mengerti bahwa ada kesepakatan dalam konstitusi bahwa kalian tidak bisa menyebarkan ajaran agama selain Islam kepada Muslim,” kata Muhammad Azmi Abdul Hamim, pemimpin penyelenggara kepada para wartawan.

Enam puluh persen dari 28 juta jiwa populasi Malaysia adalah Muslim.Penganut ajaran Budha mencapai 19 persen, Kristen 9 persen dan Hindu 6 persen.Sisanya adalah penganut kepercayaan etnis China lainnya.Demikian kutip hidayatullah.com.

Sebuah peringatan yang disampaikan Allah dalam firman-Nya bahwa memang ummat Yahudi dan ummat Nasrani tidak akan senang kepada ummat Islam sampai kapanpun sampai ummat Islam itu menjadi bagian dari mereka, sebenarnya bukan hanya agama Yahudi dan Nasrani saja yang begitu tapi Allah menyebutkan hanya Yahudi dan Nasrani karena agama inilah yang turun dari langit dengan wahyu yang kemudian terjadi penyelewengan, semua agama berprilaku sama, mereka tidak senang kepada Islam, seorang teman saya dari keturunan Tionghoa bernama Chin Kun Min yang sudah masuk islam dengan nama baru yaitu Muhammad Amin, saat ditanya kisahnya masuk islam,  yang intinya keluarga mempersilahkannya untuk pindah agama dari Budha ke agama lain, tapi jangan Islam, sebuah kesan bahwa Islam itu sangat buruk, termasuk gerakan Kristenisasi itu menyebarkan hal-hal yang buruk terhadap islam, Wallahu a’lam [Cubadak Solok, 10 Desember 2011.M/ 14 Muharam 1433.H].


Tidak ada komentar:

Posting Komentar