Islam
menurunkanaturanhidupkepadamanusia agar teratur, terarah, tertib,
adalarangandanadasuruhan.Konsekwensilaranganadalahmendapatkanpahalajikatidakdikerjakandanberdosabiladilakukan,
sedangkansuruhan, mendapatpahalabiladikerjakandanmendapatdosabiladitinggalkan.Seiringdenganperkembanganzamanmakalahirlahbeberapafaham
yang menggiringummatiniuntukmelepaskanummatislamdariagamanya, salahsatufahamituadalahsinkritismeyaitufaham
yang menganut “semua agama samabaikdanbenarnya”.
Keyakinanbahwaislamadalah agama yang
benarsudahtertanamsejakdahulumelaluiceramah, pengajiandanilmu agama yang
diperoleh di sekolah, semuaituberdasarkandalildari Al Qur’an
danSunnahRasulullah. Islam adalah agama yang berasaldariwahyu Allah, sedangkan
Muhammad adalahnabi yang
menerimadanmenyampaikanwahyutersebutkepadaummatnyasehinggatidakbenarbilaislamdikatakanhasilpemikirannabi
Muhammad. Adapun perbandingan agama islam dengan agama selainnya
ada beberapa hal yaitu;
Pertama, agama
islam mutlak dari Allah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad melalui malaikat
Jibril [42;13].
”Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa
yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu
dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu:
Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi
orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada
agama itu orang yangdikehendaki-Nya dan
memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).”.
Kedua, dienul islam
diciptakan oleh Allah sebagai Khaliq atau Pencipta manusia, tentu saja Dia
lebih tahu apa kebutuhan dan pedoman yang layak untuk diikuti manusia,
sedangkan dienul jahiliyah buatan manusia, yang keberadaannya adalah sebagai
makhluk yang memiliki kekurangan dan keterbatasan;
“ Yang
kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan
tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan dia Telah menciptakan segala
sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya’[Al Furqan 25;2]
Ketiga, Allah
yang menurunkan Al Islam adalah yang Maha Mengetahui kebutuhan dan kemaslahatan hamba-Nya, sedangkan agama
jahiliyah produk manusia, yang jelas manusia itu bodoh dan tidak mengetahui apa
kebutuhan bagi kepentingannya [33;72] . Segala aturan yang diturunkan Allah
adalah untuk kemaslahatan manusia, baik di dunia maupun di akherat, jangankan
akherat, urusan pribadi manusia saja dia duniaini manusia tidak tahu, apalagi untuk mengurus di luar
kemampuannya;
“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang
kamu lahirkan atau rahasiakan); dan dia Maha halus lagi Maha Mengetahui?”[Al Mulk 67;14]
Keempat, Allah
yang menurunkan dienul islam ke dunia ini adalah Tuhan Yang Maha Bijaksana,
sedangkan manusia dalam menentukan sesuatu berdasarkan sangkaan dan rekaan
belaka [6;148], bijaksananya Allah dalam menetapkan aturan bagi hamba-Nya
disesuaikan dengan fithrah yaitu kemampuan manusia;
“Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang
kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada Kami;
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana."[Al Baqarah 2;32]
Kelima, karena
Allah adalah Khaliq yang memiliki kesempurnaan dan jauh dari sifat-sifat
mustahil, maka segala sesuatu yang datang dari Allah adalah benar maka dien
yang datang dari-Nya adalah dien yang haq, yang tidak boleh diragukan lagi;
“Dia-lah
yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia
memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.’[Ash Shaff 61;9]
Sedangkan secara otomatis undang-undang yang dibuat
manusia yang bodoh yang berdasarkan kepada sangkaan dan rekaan adalah
undang-undang bathil yang menyesatkan manusia di dunia dan menyengsarakan di
akherat;“(Kuasa Allah) yang demikian itu,
adalah Karena Sesungguhnya Allah, dialah (Tuhan) yang Haq dan Sesungguhnya apa
saja yang mereka seru selain dari Allah, Itulah yang batil, dan Sesungguhnya
Allah, dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar”[Al Hajj 22;63].
Keenam, dienul
haq inilah yang mengantarkan manusia kepada hidayah atau petunjuk kebenaran
agar hidupnya layak sebagai manusia yang hanya mengabdikan diri kepada Allah
dengan pedoman syariatnya, hidayah tersebut telah dirasakan oleh generasi
terdahulu karena mereka komit dengan undang-undang Ilahi tanpa dibelenggu oleh
undang-undang buatan manusia;
“Katakanlah:
"Apakah di antara sekutu-sekuturmu ada yang menunjuki kepada
kebenaran?" Katakanlah "Allah-lah yang menunjuki kepada
kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu
lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali
(bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? bagaimanakah kamu
mengambil keputusan?”[Yunus 10;32]
Sedangkan dienul jahiliyyah adalah undang-undang bathil
yang mengantarkan manusia kepada kesesatan karena sumbernya telah salah,
demikian pula tujuan dan sistim yang mereka terapkan sesuai dengan tuntutan
hawa nafsu. Bila sesa di dunia otomatis mengarkan pula kegagalan dan
kehancuaran di akherat dengan segala kesia-siaannya;
“Maka
(Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yang Sebenarnya; Maka tidak ada
sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan
(dari kebenaran)?”[Yunus 10;32]
Demikian jauhnya melenceng perbedaan antara dienul
islam dengan dienul jahiliyah, antara agama islam dengan segala agama selain
islam. Mumpung masih ada waktu untuk menikmati sisa-sisa umur ini, bagi yang
mengikuti dienul jahiliyyah agar gunakan akal untuk mengkaji dan menelaah
segala esensi yang terdapat dalam agama islam, mudah-mudahan anda mendapat
hidayah dan bergabung dengan shaf atau barisan mulia yaitu muslim dan mukmin
untuk menuju kampung akherat dengan kemenangan.
Dapatkah disamakan agama islam dengan agama yang lain,
bahkan faham yang menyatakan semua agama sama adalah orang-orang yang tidak
beragama karena agama apa saja pasti dia menyatakan bahwa agama yang
diyakininya itulah yang benar,kalau dia ragu dengan keyakinan agamanya maka dia
akan mencari agama yang dapat menerima keyakinannya.
Sejakkecilkitasudahyakinbahwa agama yang
baiklagibenaradalahislamyaitusuatukeyakinan yang ditanamkanolehnenekmoyangkita
yang dilanjutkanolehbapakibukita,daribeliaulahkitamemperolehsemuaitubahkansebagianmasyarakatislamwalaupunmerekatidaksempurnadenganpengamalanislamnyatidakmaudisebutfasiq,
munafiqmaupunkafir,
padahalsepakterjangdalamkehidupansehari-haritidakbedadengankelompokini.
Satukeyakinan yang
masihtertanamdalamjiwaseorangmuslim,
seawam-awamnyamerekaterhadapislamadalahasfekkeyakinan yang
tidakdapatmerekatolakbahkansiapasaja yang
inginmelencengkannyaakandihadapidengansegalakekuatan yang adayaitu;
Pertama,
seorangmuslimwalaupunmerekabelummampumengujudkannilai-nilaiislamdalamkehidupansehari-hariapalagiuntukmenda’wahkanadalahkeyakinanbahwaislamadalah
agama yang diwahyukanoleh Allah SwtkepadaNabiMuhammad
denganperantaraJibriltanpabisameekadipengaruhiwalaupunmerekatidakmampumenunjukkandalil-dalilbaiknaqlimaupunaqli,
inilahkeyakinan yang masihtertanamdalamjiwasetiapmuslim, sebagaimana Allah
berfirmandalamsuratAsySyura 42;13
“DiaTelahmensyari'atkanbagikamutentang
agama apa yang Telahdiwasiatkan-NyakepadaNuhdanapa yang Telah kami
wahyukankepadamudanapa yang Telah kami wasiatkankepada Ibrahim, Musa dan Isa
yaitu: Tegakkanlahagama[1340] danjanganlahkamuberpecahbelahtentangnya.
amatberatbagi orang-orang musyrik agama yang kamuserumerekakepadanya. Allah menarik
kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada
(agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”.
Islam bukanlah buatan para nabi dan rasul, mereka hanya
mendapat amanat untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia, merekapun
tidak punya saham apa-apa tetang syariat itu selain apa yang tertulis dan apa
yang harus disampaikan. Secara historis agama wahyu di dunia ini hanyalah
Yahudi dan Nasrani yang sudah kadaluarsa
dan telah dicemari oleh tangan-tangan kotor, lalu Islam yang dijamin
Allah kesuciannya hingga akhir zaman.
Kedua, seorang
muslim walaupun dia tidak pernah sekolah di perguruan islam semisal Tsanawiyah,
Aliyah, IAIN ataupun sebangsanya, masih
mengakui dalam jiwa kecilnya bahwa islam adalah agama yang haq yaitu agama yang
benar, bebas dari polusi dan campurtangan manusia didalamnya, sedangkan agama
wahyu sebelum sepertinya seperti Yahudi dan Nasrani tidak dapat
dipertanggungjawabkan, apalagi agama buatan manusia yang diawali oleh tradisi
dan pengkultusan seseorang. Kita mengakui dengan keyakinan yang mendalam bahwa segala
bentuk isme dan agama yang ada di dunia
ini selain islam adalah bathil, haram untuk dijadikan sebagai pegangan
dalam hidup apalagi sebagai way of live
yang mengatur kehidupan manusi,semisal Pancasila yang telah dijadikan sebagai
berhala dan agama baru oleh penguasa di
zaman orbala [orde baru dan lama] [Sabili no.26/14 Juni 2000]
“Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk
dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama
meskipun orang musyrik membenci”[Ash Shaf 61;9]
Ketiga, keyakinan yang
masih melekat di hati setiap muslim adalah bahwa islam merupakan agama yang
lurus, mengajak ummatnya untuk mengikuti jalan yang lurus tersebut tanpa
terpengaruh oleh segala propaganda dari isme-isme lain yang menyesatkan manusia;
“Dia Telah memerintahkan agar kamu tidak
menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui." [Yusuf 12;40]
Keempat,
keyakinan kita sebagai ummat islam tetap bahwa islam adalah agama yang bersih
dari segala bentuk kotoran yang dapat
mencemari sebuah agama wahyu, dia dari Allah, dia pulalah yang memeliharanya
[39;3].
Agama islam ini bersih dari syirik yaitu watak
menserikatkan Allah dengan berbagai hal, baik dengan bentuk isme-isme buatan
manusia maupun segala sesuatu yang diberhalakan, peneluk islam dibersihkan dari
segala bentuk kotoran yang pensuciannya melalui kalimat tauhid yaitu “Laa Ilaha
Illallah” artinya tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Allah. Orang yang menserikatkan Allah tidak layak ada dalam
naungan agama tauhid ini, sebab tiada manfaat dari amal yang dilakukan di dunia
ini,syirik adalah noda dan dosa yang besar sekali, pelakunya layak berada dalam
neraka sebagai balasannya [13;36].
Islam juga bersih dari kesalahan dan kekurangan karena
yang punya adalah Allah Yang Maha Sempurna, apalagi syariat ini telah diawali sejak manusia hadir
di duniaini melalui wahyu yang disampaikan oleh Nabi Adam hingga nabi-nabi
lainnya dan terakhir adalah nabi Muhammad. Bila
ajaran islam ini manusia yang membuat maka dapatlah disangsikan
kebenarannya, ini Tuhan Allah Yang Maha Sempurna dan mustahil Allah
memiliki sifat-sifat itu[4;82].
Islam bersih dari campur tangan manusia dan hawa nafsu,
semua hasil wahyu dari Allah, tak satupun manusia menyamai apa yang telah
diturunkan Allah dan tak satupun manusia dapat mencampurkannya dengan
ajaran-ajaran lainnya, hal ini mudah sekali disaring dan dipilahkan, walaupun
sudah banyak rekayasa manusia untuk merusak dienul islam ini tapi Alhamdulillah
selamat dari semua itu karena memang Alah telah menjanjikan bahwa islam dengan
segala ajarannya akan dijaga, dipelihara dari segala campur tangan manusia
dan ronrongan hawa nafsun.
Kelima,
keyakinan seorang muslim terhadap dienul islam adalah bahwa islam merupakan
satu-satunya dien Allah yang otomatis menolak segala bentuk dien yang datang
setelah atau se belumnya,”Sesungguhnya
agama yang diridhai Allah adalah islam”[Ali Imran 3;19]
Berartisemuabentukismedandien
lain selainislamadalahbathildansia-sia, alangkahmeruginyamanusiabilasalahmemilih
agama apa yang layakuntukdijadikansebagaipeganganhidup, tapitidaksedikit pula
manusia yang
mengetahuikebenaranislamnamunengganuntukmengakuikebenarannyakarenabeberapafaktor.
Allah memberikan ultimatum
secaraterbuka di duniainikepadamanusia yang
tidakmengakuidanmeyakiniislamsebagai agama yang layakdiikuti, bagimereka yang
menganutajaranapasajawalaupunnampaknyaindah, ilmiah,
sesuaidenganzamandanseleramanusiatapitidak agama wahyu yang
kitasebutdenganislam, makasemuapenyembahanmereka, pengabdianmerekaterhadap
agama itusia-siadanbahkanmendapatkerugian yang sebesar-besarnya, Allah
menjelaskandalamfirman-Nya“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat
termasuk orang-orang yang rugi.”[Ali Imran 3;85]
Itulah keyakinan azasi seorang muslim terhadap islam
sebagai agama baginya walaupun banyak asfek islam yang belum mampu dia
laksanakan, tapi tentang keyakinan ini
tidak dapat diragukan lagi, seawam-awamnya mereka terhadap islam tidak
mungkin mengingkari asfek ini. Mengingkari salah satu dari lima hal tersebut
apalagi semuanya jelas telah keluar dari iman tauhid yang diajarkan oleh nenek
moyang dan orangtua kita.
Orang-orang yang menyuarakan faham sinkritis adalah
orang-orang sekuler dan kaum liberal, mereka mendapat ilmu agama dari
orang-orang kafir, belajar agama melalui para orientalis, tentu saja pemikiran
mereka dicuci bersih dari segala keashalahan dienul islam, mereka dijejali
dengan menu-menu berupa pemikiran Barat yang sengaja mendangkalkan nilai-nilai
islam bahkan menghapuskan kebenaran islam dari jiwa dan pemikirannya, sehingga
layak kalau para sarjana yang sudah menimba ilmu ke negeri Barat tersebut
sebagai kaki tangan dari para orientalis
untuk menyebarkan faham sekulerisme, pluralisme dan sinkritisme, wallahua’lam,
[CubadakSolok, 29 Zulhijjah 1432.H/ 25 November 2011.M].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar