Senin, 15 Februari 2016

209. Sinkritisme



Islam menurunkanaturanhidupkepadamanusia agar teratur, terarah, tertib, adalarangandanadasuruhan.Konsekwensilaranganadalahmendapatkanpahalajikatidakdikerjakandanberdosabiladilakukan, sedangkansuruhan, mendapatpahalabiladikerjakandanmendapatdosabiladitinggalkan.Seiringdenganperkembanganzamanmakalahirlahbeberapafaham yang menggiringummatiniuntukmelepaskanummatislamdariagamanya, salahsatufahamituadalahsinkritismeyaitufaham yang menganut “semua agama samabaikdanbenarnya”.

            Keyakinanbahwaislamadalah agama yang benarsudahtertanamsejakdahulumelaluiceramah, pengajiandanilmu agama yang diperoleh di sekolah, semuaituberdasarkandalildari Al Qur’an danSunnahRasulullah. Islam adalah agama yang berasaldariwahyu Allah, sedangkan Muhammad adalahnabi yang menerimadanmenyampaikanwahyutersebutkepadaummatnyasehinggatidakbenarbilaislamdikatakanhasilpemikirannabi Muhammad. Adapun perbandingan agama islam dengan agama selainnya ada beberapa hal yaitu;

            Pertama, agama islam mutlak dari Allah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril [42;13].
”Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yangdikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).”.

Kedua, dienul islam diciptakan oleh Allah sebagai Khaliq atau Pencipta manusia, tentu saja Dia lebih tahu apa kebutuhan dan pedoman yang layak untuk diikuti manusia, sedangkan dienul jahiliyah buatan manusia, yang keberadaannya adalah sebagai makhluk yang memiliki kekurangan dan keterbatasan;
            “ Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya’[Al Furqan 25;2]

            Ketiga, Allah yang menurunkan Al Islam adalah yang Maha Mengetahui kebutuhan  dan kemaslahatan hamba-Nya, sedangkan agama jahiliyah produk manusia, yang jelas manusia itu bodoh dan tidak mengetahui apa kebutuhan bagi kepentingannya [33;72] . Segala aturan yang diturunkan Allah adalah untuk kemaslahatan manusia, baik di dunia maupun di akherat, jangankan akherat, urusan pribadi manusia saja dia duniaini manusia  tidak tahu, apalagi untuk mengurus di luar kemampuannya;    
            “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan dia Maha halus lagi Maha Mengetahui?”[Al Mulk 67;14]

            Keempat, Allah yang menurunkan dienul islam ke dunia ini adalah Tuhan Yang Maha Bijaksana, sedangkan manusia dalam menentukan sesuatu berdasarkan sangkaan dan rekaan belaka [6;148], bijaksananya Allah dalam menetapkan aturan bagi hamba-Nya disesuaikan dengan fithrah yaitu kemampuan manusia;
            “Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada Kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana."[Al Baqarah 2;32]

            Kelima, karena Allah adalah Khaliq yang memiliki kesempurnaan dan jauh dari sifat-sifat mustahil, maka segala sesuatu yang datang dari Allah adalah benar maka dien yang datang dari-Nya adalah dien yang haq, yang tidak boleh diragukan lagi;
            “Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.’[Ash Shaff 61;9]

            Sedangkan secara otomatis undang-undang yang dibuat manusia yang bodoh yang berdasarkan kepada sangkaan dan rekaan adalah undang-undang bathil yang menyesatkan manusia di dunia dan menyengsarakan di akherat;“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah Karena Sesungguhnya Allah, dialah (Tuhan) yang Haq dan Sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, Itulah yang batil, dan Sesungguhnya Allah, dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar”[Al Hajj  22;63].

            Keenam, dienul haq inilah yang mengantarkan manusia kepada hidayah atau petunjuk kebenaran agar hidupnya layak sebagai manusia yang hanya mengabdikan diri kepada Allah dengan pedoman syariatnya, hidayah tersebut telah dirasakan oleh generasi terdahulu karena mereka komit dengan undang-undang Ilahi tanpa dibelenggu oleh undang-undang buatan manusia;
            “Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekuturmu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakanlah "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? bagaimanakah kamu mengambil keputusan?”[Yunus 10;32]

            Sedangkan dienul jahiliyyah adalah undang-undang bathil yang mengantarkan manusia kepada kesesatan karena sumbernya telah salah, demikian pula tujuan dan sistim yang mereka terapkan sesuai dengan tuntutan hawa nafsu. Bila sesa di dunia otomatis mengarkan pula kegagalan dan kehancuaran di akherat dengan segala kesia-siaannya;
            “Maka (Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yang Sebenarnya; Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?”[Yunus 10;32]

             Demikian  jauhnya melenceng perbedaan antara dienul islam dengan dienul jahiliyah, antara agama islam dengan segala agama selain islam. Mumpung masih ada waktu untuk menikmati sisa-sisa umur ini, bagi yang mengikuti dienul jahiliyyah agar gunakan akal untuk mengkaji dan menelaah segala esensi yang terdapat dalam agama islam, mudah-mudahan anda mendapat hidayah dan bergabung dengan shaf atau barisan mulia yaitu muslim dan mukmin untuk menuju kampung akherat dengan kemenangan.

            Dapatkah disamakan agama islam dengan agama yang lain, bahkan faham yang menyatakan semua agama sama adalah orang-orang yang tidak beragama karena agama apa saja pasti dia menyatakan bahwa agama yang diyakininya itulah yang benar,kalau dia ragu dengan keyakinan agamanya maka dia akan mencari agama yang dapat menerima keyakinannya.

Sejakkecilkitasudahyakinbahwa agama yang baiklagibenaradalahislamyaitusuatukeyakinan yang ditanamkanolehnenekmoyangkita yang dilanjutkanolehbapakibukita,daribeliaulahkitamemperolehsemuaitubahkansebagianmasyarakatislamwalaupunmerekatidaksempurnadenganpengamalanislamnyatidakmaudisebutfasiq, munafiqmaupunkafir, padahalsepakterjangdalamkehidupansehari-haritidakbedadengankelompokini.

            Satukeyakinan yang masihtertanamdalamjiwaseorangmuslim, seawam-awamnyamerekaterhadapislamadalahasfekkeyakinan yang tidakdapatmerekatolakbahkansiapasaja yang inginmelencengkannyaakandihadapidengansegalakekuatan yang adayaitu;

            Pertama, seorangmuslimwalaupunmerekabelummampumengujudkannilai-nilaiislamdalamkehidupansehari-hariapalagiuntukmenda’wahkanadalahkeyakinanbahwaislamadalah agama yang diwahyukanoleh Allah SwtkepadaNabiMuhammad  denganperantaraJibriltanpabisameekadipengaruhiwalaupunmerekatidakmampumenunjukkandalil-dalilbaiknaqlimaupunaqli, inilahkeyakinan yang masihtertanamdalamjiwasetiapmuslim, sebagaimana Allah berfirmandalamsuratAsySyura 42;13
            “DiaTelahmensyari'atkanbagikamutentang agama apa yang Telahdiwasiatkan-NyakepadaNuhdanapa yang Telah kami wahyukankepadamudanapa yang Telah kami wasiatkankepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlahagama[1340] danjanganlahkamuberpecahbelahtentangnya. amatberatbagi orang-orang musyrik agama yang kamuserumerekakepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”.

            Islam bukanlah buatan para nabi dan rasul, mereka hanya mendapat amanat untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia, merekapun tidak punya saham apa-apa tetang syariat itu selain apa yang tertulis dan apa yang harus disampaikan. Secara historis agama wahyu di dunia ini hanyalah Yahudi dan Nasrani yang sudah kadaluarsa  dan telah dicemari oleh tangan-tangan kotor, lalu Islam yang dijamin Allah kesuciannya hingga akhir zaman.

            Kedua, seorang muslim walaupun dia tidak pernah sekolah di perguruan islam semisal Tsanawiyah, Aliyah, IAIN ataupun sebangsanya,  masih mengakui dalam jiwa kecilnya bahwa islam adalah agama yang haq yaitu agama yang benar, bebas dari polusi dan campurtangan manusia didalamnya, sedangkan agama wahyu sebelum sepertinya seperti Yahudi dan Nasrani tidak dapat dipertanggungjawabkan, apalagi agama buatan manusia yang diawali oleh tradisi dan pengkultusan seseorang. Kita mengakui dengan keyakinan yang mendalam bahwa segala bentuk isme dan agama yang ada di dunia  ini selain islam adalah bathil, haram untuk dijadikan sebagai pegangan dalam hidup apalagi sebagai way of  live yang mengatur kehidupan manusi,semisal Pancasila yang telah dijadikan sebagai berhala dan agama  baru oleh penguasa di zaman orbala [orde baru dan lama] [Sabili no.26/14 Juni 2000]

             Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci”[Ash Shaf 61;9]

            Ketiga, keyakinan yang masih melekat di hati setiap muslim adalah bahwa islam merupakan agama yang lurus, mengajak ummatnya untuk mengikuti jalan yang lurus tersebut tanpa terpengaruh oleh segala propaganda dari isme-isme lain yang menyesatkan manusia;
             “Dia Telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." [Yusuf 12;40]

            Keempat, keyakinan kita sebagai ummat islam tetap bahwa islam adalah agama yang bersih dari segala bentuk kotoran yang  dapat mencemari sebuah agama wahyu, dia dari Allah, dia pulalah yang memeliharanya [39;3].

            Agama islam ini bersih dari syirik yaitu watak menserikatkan Allah dengan berbagai hal, baik dengan bentuk isme-isme buatan manusia maupun segala sesuatu yang diberhalakan, peneluk islam dibersihkan dari segala bentuk kotoran yang pensuciannya melalui kalimat tauhid yaitu “Laa Ilaha Illallah” artinya tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Allah. Orang  yang menserikatkan Allah tidak layak ada dalam naungan agama tauhid ini, sebab tiada manfaat dari amal yang dilakukan di dunia ini,syirik adalah noda dan dosa yang besar sekali, pelakunya layak berada dalam neraka sebagai balasannya [13;36].

            Islam juga bersih dari kesalahan dan kekurangan karena yang punya adalah Allah Yang Maha Sempurna, apalagi  syariat ini telah diawali sejak manusia hadir di duniaini melalui wahyu yang disampaikan oleh Nabi Adam hingga nabi-nabi lainnya dan terakhir adalah nabi Muhammad. Bila  ajaran islam ini manusia yang membuat maka dapatlah disangsikan kebenarannya, ini Tuhan Allah Yang Maha Sempurna dan mustahil Allah memiliki  sifat-sifat itu[4;82].

            Islam bersih dari campur tangan manusia dan hawa nafsu, semua hasil wahyu dari Allah, tak satupun manusia menyamai apa yang telah diturunkan Allah dan tak satupun manusia dapat mencampurkannya dengan ajaran-ajaran lainnya, hal ini mudah sekali disaring dan dipilahkan, walaupun sudah banyak rekayasa manusia untuk merusak dienul islam ini tapi Alhamdulillah selamat dari semua itu karena memang Alah telah menjanjikan bahwa islam dengan segala ajarannya akan dijaga, dipelihara dari segala campur tangan manusia dan  ronrongan  hawa nafsun.
           
            Kelima, keyakinan seorang muslim terhadap dienul islam adalah bahwa islam merupakan satu-satunya dien Allah yang otomatis menolak segala bentuk dien yang datang setelah atau se belumnya,”Sesungguhnya agama yang diridhai Allah adalah islam”[Ali Imran 3;19]

            Berartisemuabentukismedandien lain selainislamadalahbathildansia-sia, alangkahmeruginyamanusiabilasalahmemilih agama apa yang layakuntukdijadikansebagaipeganganhidup, tapitidaksedikit pula manusia yang mengetahuikebenaranislamnamunengganuntukmengakuikebenarannyakarenabeberapafaktor.

            Allah memberikan ultimatum secaraterbuka di duniainikepadamanusia yang tidakmengakuidanmeyakiniislamsebagai agama yang layakdiikuti, bagimereka yang menganutajaranapasajawalaupunnampaknyaindah, ilmiah, sesuaidenganzamandanseleramanusiatapitidak agama wahyu yang kitasebutdenganislam, makasemuapenyembahanmereka, pengabdianmerekaterhadap agama itusia-siadanbahkanmendapatkerugian yang sebesar-besarnya, Allah menjelaskandalamfirman-Nya“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”[Ali Imran 3;85]

            Itulah keyakinan azasi seorang muslim terhadap islam sebagai agama baginya walaupun banyak asfek islam yang belum mampu dia laksanakan, tapi tentang keyakinan ini  tidak dapat diragukan lagi, seawam-awamnya mereka terhadap islam tidak mungkin mengingkari asfek ini. Mengingkari salah satu dari lima hal tersebut apalagi semuanya jelas telah keluar dari iman tauhid yang diajarkan oleh nenek moyang dan orangtua kita.

            Orang-orang yang menyuarakan faham sinkritis adalah orang-orang sekuler dan kaum liberal, mereka mendapat ilmu agama dari orang-orang kafir, belajar agama melalui para orientalis, tentu saja pemikiran mereka dicuci bersih dari segala keashalahan dienul islam, mereka dijejali dengan menu-menu berupa pemikiran Barat yang sengaja mendangkalkan nilai-nilai islam bahkan menghapuskan kebenaran islam dari jiwa dan pemikirannya, sehingga layak kalau para sarjana yang sudah menimba ilmu ke negeri Barat tersebut sebagai kaki tangan  dari para orientalis untuk menyebarkan faham sekulerisme, pluralisme dan sinkritisme, wallahua’lam, [CubadakSolok, 29 Zulhijjah 1432.H/ 25 November 2011.M].   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar