Jumat, 19 Februari 2016

264. Mimpi



Hidup manusia sejak dari bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali penuh dengan dinamika dan romantika, seharian dilalui dengan usaha dan kerja atau kegiatan lain yang menguras fikiran dan tenaga, semua itu merupakan energy yang sangat terbatas kemampuannya sehingga harus istirahat pada waktu-waktu tertentu atau tidur di malam hari. Dalam islam ibadah itu banyak sekali maknanya bahkan tidur yang dilakukan dengan baik merupakan ibadah kepada Allah dengan berbagai tuntunan diantaranya;

1. Dari Aisyah ra, dari Nabi saw, Beliau bersabda,"Tidaklah seorang hamba yang pada saat Allah mengembalikan ruhnya (sesudah tidur) kemudian mengucapkan Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai in qadiir melainkan pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan." (HR Ibnu Sunni)

2. Tidur itu tidak sia-sia, tetapi sesungguhnya yang sia-sia ialah orang yang tidak shalat hingga masuk pula waktu shalat yang lain (Riwayat muslim)

3. Dari Aisyah, "Sesungguhnya Nabi saw jika akan tidur, beliau merapatkan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An- Naas. Sesudah itu beliau mengusap kedua tangannya ke badan, bermula kepala, wajah, lalu bagian depan badan. Demikian itu beliau lakukan 3x" (HR Bukhari).

            Disela-sela tidur kita kadangkala kita mengalami mimpi yang menyenangkan bahkan mimpi buruk yang menyeramkan, pendapat menyatakan bahwa mimpi itu merupakan mainannya tidur artinya dengan tidurlah segala keinginan, cita-cita yang kita harapkan kadang-kadang hadir dalam mimpi, sebenarnya banyak hal yang menyebabkan kita bermimpi.

Tak seorang pun yang ingin terbangun dari tidur karena mengalami mimpi yang buruk.Mimpi buruk terjadi akibat pergerakan mata yang sangat cepat saat malam hari akibat dalam keadaan tak sadar mengingat terlalu jelas tentang berbagai hal yang menakutkan atau mencemaskan.

Mimpi buruk umumnya terjadi pada anak-anak karena sering merasa ketakutan, tetapi sering juga dialami orang dewasa karena perasaan cemas yang melanda. Sebenarnya apa saja yang bisa menyebabkan Anda mengalami mimpi buruk?

1. Kecemasan dan stres.Rasa cemas dan stres sering kali terjadi akibat kejadian traumatik di masa lalu. Berdasarkan penelitian dari International Association for the Study of Dreams, sebuah operasi besar, kehilangan orang yang dicintai, dan menyaksikan kecelakaan tragis bisa menjadi pemicu mimpi buruk. Post traumatic stress disorder (PTSD) juga merupakan penyebab utama mimpi buruk yang berulang-ulang. Tak hanya trauma yang menyebabkan mimpi buruk, tetapi juga stres yang dialami sehari-hari seperti bangkrut, masalah keuangan, ataupun perceraian.

2. Makanan pedas. Kapan dan apa yang dimakan bisa mengganggu istirahat di malam hari, termasuk kecenderungan untuk mendapat mimpi buruk. Sebuah penelitian dalam International Journal of Psychophysiology membandingkan kualitas tidur antara orang yang telah menyantap makanan berbumbu dan non-bumbu.Orang yang menyantap makanan pedas lebih sering terjaga dan memiliki kualitas tidur yang rendah.Makanan pedas terbukti dapat meningkatkan suhu tubuh dan berakibat gangguan tidur.Hal ini mungkin juga menjadi alasan mengapa beberapa orang mendapatkan mimpi buruk ketika mereka baru makan menjelang tidur malam.Beberapa studi melaporkan bahwa makan ketika mendekati waktu tidur bisa memengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan aktivitas otak sehingga menyebabkan mimpi buruk.

3. Makanan berlemak. Beberapa penelitian telah menunjukkan, semakin banyak konsumsi makanan tinggi lemak, kemungkinan besar jumlah dan kualitas tidur Anda akan semakin berkurang. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Reports menemukan bahwa mimpi orang yang mengonsumsi makanan organik berbeda dengan orang yang menyantap junk food
.
4. Alkohol.Alkohol adalah bahan yang bersifat antidepresi yang bisa membantu Anda untuk tertidur dalam jangka pendek. Namun, setelah efeknya hilang, alkohol justru akan membuat Anda menjadi sulit tidur. Kelebihan konsumsi juga bisa membuat mimpi buruk.

5. Obat-obatan.Beberapa jenis obat termasuk antidepresi, barbiturat, dan narkotika dapat menyebabkan mimpi buruk sebagai efek samping penggunaannya. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Psychopharmacology, diungkapkan bahwa ketamin—obat yang digunakan dalam anestesi—akan membuat ketidaknyamanan tidur dan mimpi buruk jika dibandingkan dengan obat lainnya

6. Penyakit. Berbagai jenis penyakit termasuk demam, atau flu, sering memicu mimpi buruk dan gangguan tidur lainnya.[6 Penyebab Mimpi Buruk, Christina Andhika Setyanti ,kompas.com.Minggu, 30 Oktober 2011 | 14:12 WIB].

Solusi mimpi buruk yang dialami seorang muslim diajarkan oleh Rasululah dalam sabdanya yang menyatakan;
Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda: "Jikalau seseorang di antara engkau semua bermimpi melihat sesuatu impian yang ia menyukainya maka hanyasanya impian itu adalah dari Allah Ta'ala. Maka dari itu hendaklah mengucapkan pujian kepada Allah atas impian tadi -yakni membaca Alhamdulillah -dan hendaklah memberitahukan impiannya itu - pada orang lain." Dalam suatu riwayat lain disebutkan: "Maka janganlah memberitahukan impiannya tersebut, kecuali kepada orang yang ia mencintainya. Tetapi jikalau bermimpi melihat impian yang selain demikian - yaitu impian buruk dan tidak disukai, maka hanyasanya impian tadi adalah dari syaitan. Oleh karena itu hendaklah ia memohonkan perlindungan kepada Allah daripada keburukannya-yakni membaca ta'awwudz - dan janganlah menyebut:nyebutkannya kepada orang lain, sebab sesungguhnya impian sedemikian itu tidak akan membahayakan dirinya." (Muttafaq 'alaih)
Dari Jabir r.a. dari Rasulullah s.a.w., sabdanya: "Jikalau seseorang di antara engkau semua melihat impian yang ia tidak menyukainya, maka hendaklah ia berludah di sebelah kirinya tiga kali dan hendaklah pula ia memohonkan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan - yakni membaca ta'awwudz -sebanyak tiga kali dan lagi baiklah ia beralih dari sebelah yang ia tidur di atasnya tadi - yaknr kalau tadinya miring kiri hendaklah beralih ke kanan dan demikian pula sebaliknya." (Riwayat Muslim).
Dalam hal cinta dan seks mimpi juga menghiasi  pelakunyadengan khayalan yang membuatnya mengingat kembali masa-masa lalu yang seharusnya sudah dikuburkan, tidak akan diingat lagi karena sudah punya pasangan sendiri-sendiri, tapi yang namanya syaitan, selalu menggoda manusia melalui mimpi sehingga mimpi itu mengingatkan kembali kepada seseorang, sebutlah mantan kekasih.

Bila satu dari empat pria ternyata masih sering memimpikan mantan kekasihnya, apakah ini juga berarti dalam kehidupan sehari-hari mereka masih memikirkan perempuan-perempuan di masa lalunya tersebut?Oh, no!

Fakta ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Premier Inn (penginapan di London) terhadap 2.000 orang Inggris mengenai pola mimpi mereka.Yang lebih menyebalkan, kaum pria rupanya tak pernah memimpikan pasangannya sendiri. Mereka justru sering bermimpi mengenai kolega atau atasan mereka, dan 26 persen mengaku sering memimpikan rekan kerja, bahkan ibu mertua!

Lalu bagaimana dengan mimpi kaum perempuan?
Lebih dari separuh perempuan Inggris mengatakan bahwa mereka sering memimpikan pasangan mereka saat ini.Perhatian mereka yang luas terhadap keluarga juga membuat perempuan kerap memimpikan orangtua dan anak-anak mereka.Persahabatan juga amat memengaruhi kehidupan perempuan, sehingga sepertiga dari perempuan yang disurvei kadang-kadang juga bermimpi tentang teman-teman mereka.
Meskipun begitu, perempuan rupanya juga mampu berfantasi.Sebanyak 20 persen mengatakan bahwa mereka sering memimpikan orang-orang yang belum pernah mereka temui.

Kesibukan dan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari tampaknya memengaruhi cara kita bermimpi. Menurut para peneliti, 31 persen orang mengatakan bahwa hal-hal penting yang kerap mereka pikirkan ikut terbawa dalam mimpi.Mengingat situasi ekonomi saat ini, tidak mengherankan pula jika 20 persen orang Inggris lebih sering bermimpi saat berada di bawah tekanan.Hal ini menunjukkan bahwa mereka sulit melupakan masalah pekerjaan hingga waktunya tidur.

"Mimpi adalah satu bagian dalam kehidupan yang tidak dapat kita kontrol.Meskipun kita mungkin tidak bertemu dengan orang-orang tertentu secara teratur, mereka masih hadir secara rutin dalam mimpi kita," ujar Claire Haigh, juru bicara Premier Inn.

Sementara itu, pakar mimpi Davina MacKail berpendapat bahwa mimpi akan membantu kita belajar, tumbuh, dan memproses emosi kita. Wajar jika kita cenderung mengalami mimpi buruk ketika sedang stres, dan akan bermimpi mengenai masalah yang sedang dihadapi, karena pikiran dalam mimpi mencoba memecahkan masalah tersebut untuk kita.

"Lingkungan yang tenang dan rileks, dan tidur malam yang berkualitas akan memastikan mimpi-mimpi yang lebih damai," katanya.

Selain itu, diungkapkan pula bahwa perempuan cenderung lebih terbuka secara emosional dengan hubungan yang sedang dijalani, dan karenanya bermimpi tentang problem dalam hubungan mereka.Sedangkan pria cenderung tidak menjelajahi emosi mereka secara terbuka."Ini berarti mereka memiliki kecenderungan untuk memecahkan masalah melalui mimpi-mimpi mereka, oleh karena itu mereka bermimpi tentang mantan.Hal itu menggambarkan kerapuhan emosional mereka, dan rasa tidak aman yang mereka alami bersama pasangan mereka saat ini," tambahnya.

Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir.Menurut para peneliti, tidak ada kecenderungan pada kaum pria untuk merindukan mantannya dalam kehidupan nyata. Sebab, mayoritas pria mengakui kadar kepuasan yang tinggi dengan hubungannya saat ini.[1 dari 4 Pria Sering Mimpi Mantannya, Felicitas Harmandini ,kompas.com.Kamis, 8 Desember 2011 | 11:38 WIB].

Memang mimpi merupakan permainan tidur seseorang, tapi manusia yang hadir di dunia ini beragam jenis dan karakter, mimpi masyarakat awam tentu berbeda dengan mimpinya orang yang shaleh, orang yang dekat kepada Allah, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah dalam haditsnya, Dari Abu Hurairah r.a.bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Jikalau zaman sudah dekat - yakni dekat dengan datangnya hari kiamat, maka impian seseorang mu'min itu hampir tidak dusta dan impian seseorang mu'min itu adalah sebagian dari empat puluh enam bagian dari kenubuwatan."(Muttafaq 'alaih) .

Memang mimpi hadir kadangkala karena berkaitan dengan sikap dan aktivitas yang kita lakukan ketika siang hari yang diliputi oleh jiwa-jiwa yang sedang kagau, stress, kecewa dan gunda gulana, biasanya mimpi menghampirinya sehingga bisa saja kita bermimpi dengan SBY, dengan Obama dan dengan Osamah bin Laden, tapi itu semua hanya mimpi yang bisa dialami oleh semua orang, mimpi bertemu dengan Rasulullah adalah mimpi yang hanya orang-orang tertentu yang bisa mengalaminya, sebagaimana hadits berikut ini,  Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang bermimpi melihat saya dalam tidur, maka ia akan melihat saya di waktu jaga - yakni melek dan. ini ditakwilkan sewaktu di akhirat nanti - atau seolah-olah ia melihat saya di waktu jaga, karena syaitan itu tidak dapat menyerupakan dirinya dengan diriku," maksudnya tidak dapat menjelmakan diri seperti beliau s.a.w. itu."(Muttafaq 'alaih).

Dalam hal kebenaran kita tidak boleh berpedoman kepada mimpi apalagi mimpi itu mengandung tahyul, kurafat dan syirik, seperti orang yang bermimpi digigit ular ditakwilkan orang itu akan kawin lagi, atau orang yang bermimpi pakaiannya hanyut ditakwilkan bahwa dia akan bercerai, demikian buruknya takwil yang diberikan kepadanya, semuanya itu berdasarkan sak wasangka saja yang tentu berasal dari syaitan, tidak dapat dibuktikan dengan fakta dalam kehidupan.Juga tidak dibenarkan mengambil keputusan hukum berasal dari mimpi seseorang, mimpi tidak bisa dijadikan sebagai sandaran hokum untuk menegakkan kebenaran dan keadilan kecuali mimpi yang dialami oleh para nabi dan rasul, mereka adalah orang yang jauh dari mimpi yang berasal dari syaitan.

Imam Asy-Syathibi lebih rinci berkata: “Di antara contohnya jika seorang Hakim yang telah mendengar kesaksian 2 orang saksi yang adil, lalu Hakim tersebut bermimpi Nabi SAW berkata bahwa kedua saksi itu tidak adil, maka mimpi itu harus ditolak karena bertentangan dengan prinsip syariat. Demikian pula jika seseorang mendapat kasyaf atau firasat bahwa air yang akan dipakainya berwudhu’ adalah najis, padahal berdasar fakta air tersebut tidak najis, maka iapun tidak boleh meninggalkan air itu dalam keadaan apapun. Semua ini didasarkan dalil shahih dari nabi SAW:

Dari Zainab ra dari Ummu Salamah ra: Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya kalian mengadukan perkara padaku, dan boleh jadi sebagian kalian lebih pandai berargumentasi dibanding yang lain, maka aku putuskan perkaranya sesuai dengan apa yang kudengar darinya…”

Demikianlah - lanjut Imam Asy-Syathibi rahimahuLLAAH - bahwa RasuluLLAAH SAW mengambil keputusan berdasarkan bukti & fakta dan memerintahkan kita juga berbuat demikian, padahal banyak hal-hal yang beliau telah lebih dulu mengetahui permasalahannya ataupun hakikat kebatilannya, tapi beliau SAW tidak menghukumi kecuali berdasar bukti dan fakta, bukan berdasar hakikat yang telah beliau SAW ketahui sebelumnya”

Sebagai contoh, Nabi SAW mengetahui rahasia orang-orang munafiq berdasarkan apa yang telah dibukakan ALLAH SWT padanya, tapi beliau SAW tetap menghukumi mereka berdasarkan lahiriah mereka dan baru bersikap tegas dan meluruskan jika telah ada pelanggaran terang-terangan dari mereka. Bahkan ketika para sahabat ra (yang juga telah membaca gelagat ketidakberesan isi hati para munafiqin tersebut berdasarkan firasat -pen) ingin memperlakukan orang-orang munafiq tersebut seperti orang kafir, maka Nabi SAW bersabda: “Aku kuatir manusia akan berkata bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya.”

Demikianlah, beliau SAW tetap memperlakukan mereka seperti yang lainnya, berdasarkan zhahir dan bukan berdasarkan batin dan hal yang ghaib, maka kita tidak diperintah untuk membelah hati manusia untuk mengetahui hakikatnya. Jika terhadap firasat seorang mu’min saja tidak dapat menjadi hujjah syar’iyyah untuk menetapkan benar dan salah, halal dan haram, bahkan sekedar hukum makruh dan sunnah, apalagi berbagai kisah khurafat yang dituturkan oleh seorang kafir musyrik yang dipakai untuk menentukan kebenaran aqidah?! [DR. Yusuf Al-Qardhawi, Apakah Ilham, Firasat, Mimpi, dan Kasyaf (Melihat Sesuatu yang Ghaib) Dapat Dijadikan Dalil? ,Al-Ikhwan.net | 19 October 2006 | 26 Ramadhan 1427 ].

Nabi Ibrahim AS, mendapat perintah Allah untuk menyembelih Ismail AS berasal dari sekian mimpi yang dialaminya, dia yakin mimpi itu datang dari Allah sebagai ujian yang harus dia lakukan, yang akhirnya pelaksanaan mimpi itu menjadi syariat yang harus ditunaikan oleh ummat islam setiap tahunnya yaitu menyembelih hewan kurban pada bulan Zulhijjah.
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” [Ash Shaffat 37;102-103].

Namun mimpi juga bisa mendatangkan hidayah kepada seseorang untuk masuk islam sebagaimana yang dialami seorang mualaf ini. Petunjuk Allah bisa datang dari mana saja. Khusus bagi Ahui, hidayah itu ia peroleh dari serangkaian mimpi. Pada usia 39, adalah awal pria keturunan Tionghoa itu mengalami serangkaian peristiwa yang akhirnya membawanya ke Islam. Saat itu ia bermimpi memasuki sebuah gedung dan mengaji di dalam gedung tersebut. Tapi ia tak memandang mimpi itu istimewa. Ahui tidak tergelitik."Saya tidak tahu mengapa bisa mendapat mimpi itu, jadi saya abaikan saja," katanya.

Selang satu bulan, Ahui kembali bermimpi. Kali ini ia menyuarakan adzan di atas kabah. Seperti mimpi pertama, ia juga tak menghiraukanya. Lagi-lagi, berjarak satu bulan dari mimpi kedua, dalam tidurnya, Ahui melihat dirinya berwudhu dan mengucapkan kalimat syahadat.

Hingga mimpi ketiga, pikiran Ahui tetap tidak terusik.Ia masih menanggap semuanya sekedar kembang tidur.

Ketika mimpi-mimpi itu datang, Ahui tengah mencoba peruntungan dalam wirausaha yang ia rintis sejak muda. Bukan mendapat untung, ia merugi hingga bangkrut. Semua harta bendanya habis dan kondisi Ahui saat itu, tuturnya, sangat menyedihkan.Pada tahun berikut, tepatnya 1998, Istri Ahui sakit keras.Ia divonis mengidap penyakit kanker stadium 4. Selang beberapa bulan, istrinya pun meninggal.

Sebelum jatuh sakit, rupanya istri Ahui pernah pula bermimpi membawa Al Qur'an lalu kitab itu terjatuh."Dalam mimpinya, istri saya memasuki sebuah Masjid mengikuti sebuah pengajian.Setelah keluar dari masjid itu istri saya mendapat hadiah sebuah Al-Quran.Ketika membawa Al-Quran tersebut istri saya tersenggol oleh seseorang dan Al-Quran itu jatuh hingga terbelah menjadi dua”, tuturnya.

Ahui tak bisa lagi mengabaikan rentetan peristiwa yang ia alami. Ia mencoba mengaitkan satu demi satu kejadian tersebut. Ahui sempat kebingungan, mengapa di saat kehilangan semua harta dan orang kesayangannya, ia malah mendapatkan mimpi-mimpi yang berkaitan dengan Islam.“Saat saya mengalami kebangkrutan saya bermimpi mengenai Islam, ketika Istri saya meninggal, isti saya juga mengalami mimpi yang berkaitan dengan Islam.Saya sendiri waktu itu tidak tahu apa itu Islam”, ungkapnya.

Ahui memang tidak pernah mengenal agama dan memeluk agama sejak ia dilahirkan. Keluarganya pun setali tiga uang.Tapi, sebagai persyaratan membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), Ahui mencatumkan agama Budha.Begitupun dengan keluarganya. “KTP kan harus ada agamanya, ya udah saya cantumkan saja agama Budha," kata Ahui.

Karena hanya agama KTP, ia pun mengaku tak pernah mengerti dan tahu bagaimana cara beribadah umat Budha. Ahui hanya mengikuti gerakan dan ritual yang dilakukan oleh umat Budha.“Saya melihatat orang membakar dupa, ya saya ikut bakar duha, orang berdoa ya saya ikut berdoa, padahal saya tak tahu bagaimana bacaan doanya”, aku Ahui.

Akhirnya Ahui terdorong untuk mencari tahu tentang Islam.Ia mendatangai ustad dan melakukan diskusi tentang Islam. Bahkan ia mendatangi pula beberapa orang yang ahli agama. Ia juga membaca sedikit-sedikit buku mengenai islam.

Setelah kurang lebih tiga tahun ia mencari tahu tentang Islam, Ahui memutuskan untuk memeluk agama tersebut pada akhir Febuari tahun 2001. Dari sinilah ia mulai menyusun hidup barunya.

Setelah masuk Islam, Ahui mengubah namanya menjadi Muhamad Abdul Ahui.Keputusannya memeluk Islam tak mendapat pertentangan dari keluarga. Sebaliknya, ia malah disambut baik, terutama oleh ibundanya. Ibu Ahui merasa bangga dengan anaknya yang telah memiliki agama dan berubah menjadi lebih baik setelah beragama Islam.[Salah Satu Hidayah Ahui, Mimpi Beradzan di Atas Kabah,Republika.co.id.Rabu, 30 Maret 2011 08:38 WIB].

Dalam tidur kita dihiasi oleh mimpi yang kadangkala mimpi itu menyenangkan, menyedihkan dan mengecewakan, tapi semua itu hanyalah bunga-bunganya tidur yang dialami manusia, mimpi secara wajar adalah alami dialami manusia apalagi biasanya mimpi itu terjadi berkaitan dengan aktivitas dan kejiwaan yang sedang kita alami, tapi hati-hatilah kalau kita bermimpi mendapat wahyu, mendapat wangsit atau ada orang yang mengalami hal demikian, itu adalah mimpi dari syaitan yang sengaja mempengaruhi manusia dan menyesatkannya sehingga ada saja kelak yang mengaku sebagai nabi karena menerima wahyu dari mimpi yang dialaminya, tidurlah dengan mimpi sebagai hiasan keindahannya tapi janganlah kita hidup dengan mimpi karena akan mencelakakan fikiran dan perasaan,  Wallahu a’lam [Cubadak Solok, 13 Desember 2011.M/ 17 Muharam 1433.H].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar