Hidup
manusia sejak dari bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali penuh dengan
dinamika dan romantika, seharian dilalui dengan usaha dan kerja atau kegiatan
lain yang menguras fikiran dan tenaga, semua itu merupakan energy yang sangat
terbatas kemampuannya sehingga harus istirahat pada waktu-waktu tertentu atau
tidur di malam hari. Dalam islam ibadah itu banyak sekali maknanya bahkan tidur
yang dilakukan dengan baik merupakan ibadah kepada Allah dengan berbagai
tuntunan diantaranya;
1. Dari
Aisyah ra, dari Nabi saw, Beliau
bersabda,"Tidaklah seorang hamba yang pada saat Allah mengembalikan ruhnya
(sesudah tidur) kemudian mengucapkan Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa
syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai in qadiir
melainkan pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di
lautan." (HR Ibnu Sunni)
2. Tidur itu tidak sia-sia, tetapi
sesungguhnya yang sia-sia ialah orang yang tidak shalat hingga masuk pula waktu
shalat yang lain (Riwayat muslim)
3. Dari
Aisyah, "Sesungguhnya Nabi saw jika
akan tidur, beliau merapatkan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu
membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An- Naas. Sesudah itu beliau mengusap kedua
tangannya ke badan, bermula kepala, wajah, lalu bagian depan badan. Demikian
itu beliau lakukan 3x" (HR
Bukhari).
Disela-sela tidur kita kadangkala
kita mengalami mimpi yang menyenangkan bahkan mimpi buruk yang menyeramkan,
pendapat menyatakan bahwa mimpi itu merupakan mainannya tidur artinya dengan
tidurlah segala keinginan, cita-cita yang kita harapkan kadang-kadang hadir
dalam mimpi, sebenarnya banyak hal yang menyebabkan kita bermimpi.
Tak
seorang pun yang ingin terbangun dari tidur karena mengalami mimpi yang
buruk.Mimpi buruk terjadi akibat pergerakan mata yang sangat cepat saat malam
hari akibat dalam keadaan tak sadar mengingat terlalu jelas tentang berbagai
hal yang menakutkan atau mencemaskan.
Mimpi
buruk umumnya terjadi pada anak-anak karena sering merasa ketakutan, tetapi
sering juga dialami orang dewasa karena perasaan cemas yang melanda. Sebenarnya
apa saja yang bisa menyebabkan Anda mengalami mimpi buruk?
1. Kecemasan dan stres.Rasa cemas dan stres sering kali terjadi akibat kejadian traumatik di masa lalu. Berdasarkan penelitian dari International Association for the Study of Dreams, sebuah operasi besar, kehilangan orang yang dicintai, dan menyaksikan kecelakaan tragis bisa menjadi pemicu mimpi buruk. Post traumatic stress disorder (PTSD) juga merupakan penyebab utama mimpi buruk yang berulang-ulang. Tak hanya trauma yang menyebabkan mimpi buruk, tetapi juga stres yang dialami sehari-hari seperti bangkrut, masalah keuangan, ataupun perceraian.
1. Kecemasan dan stres.Rasa cemas dan stres sering kali terjadi akibat kejadian traumatik di masa lalu. Berdasarkan penelitian dari International Association for the Study of Dreams, sebuah operasi besar, kehilangan orang yang dicintai, dan menyaksikan kecelakaan tragis bisa menjadi pemicu mimpi buruk. Post traumatic stress disorder (PTSD) juga merupakan penyebab utama mimpi buruk yang berulang-ulang. Tak hanya trauma yang menyebabkan mimpi buruk, tetapi juga stres yang dialami sehari-hari seperti bangkrut, masalah keuangan, ataupun perceraian.
2. Makanan pedas. Kapan dan apa yang dimakan bisa mengganggu istirahat di malam hari, termasuk kecenderungan untuk mendapat mimpi buruk. Sebuah penelitian dalam International Journal of Psychophysiology membandingkan kualitas tidur antara orang yang telah menyantap makanan berbumbu dan non-bumbu.Orang yang menyantap makanan pedas lebih sering terjaga dan memiliki kualitas tidur yang rendah.Makanan pedas terbukti dapat meningkatkan suhu tubuh dan berakibat gangguan tidur.Hal ini mungkin juga menjadi alasan mengapa beberapa orang mendapatkan mimpi buruk ketika mereka baru makan menjelang tidur malam.Beberapa studi melaporkan bahwa makan ketika mendekati waktu tidur bisa memengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan aktivitas otak sehingga menyebabkan mimpi buruk.
3. Makanan berlemak. Beberapa penelitian telah menunjukkan, semakin banyak konsumsi makanan tinggi lemak, kemungkinan besar jumlah dan kualitas tidur Anda akan semakin berkurang. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Reports menemukan bahwa mimpi orang yang mengonsumsi makanan organik berbeda dengan orang yang menyantap junk food
.
4. Alkohol.Alkohol adalah bahan yang bersifat antidepresi yang bisa membantu Anda untuk tertidur dalam jangka pendek. Namun, setelah efeknya hilang, alkohol justru akan membuat Anda menjadi sulit tidur. Kelebihan konsumsi juga bisa membuat mimpi buruk.
4. Alkohol.Alkohol adalah bahan yang bersifat antidepresi yang bisa membantu Anda untuk tertidur dalam jangka pendek. Namun, setelah efeknya hilang, alkohol justru akan membuat Anda menjadi sulit tidur. Kelebihan konsumsi juga bisa membuat mimpi buruk.
5. Obat-obatan.Beberapa jenis obat termasuk antidepresi, barbiturat, dan narkotika dapat menyebabkan mimpi buruk sebagai efek samping penggunaannya. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Psychopharmacology, diungkapkan bahwa ketamin—obat yang digunakan dalam anestesi—akan membuat ketidaknyamanan tidur dan mimpi buruk jika dibandingkan dengan obat lainnya
6. Penyakit. Berbagai jenis penyakit termasuk demam, atau flu, sering memicu mimpi buruk dan gangguan tidur lainnya.[6 Penyebab Mimpi Buruk, Christina Andhika Setyanti ,kompas.com.Minggu, 30 Oktober 2011 | 14:12 WIB].
Solusi
mimpi buruk yang dialami seorang muslim diajarkan oleh Rasululah dalam sabdanya
yang menyatakan;
Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda: "Jikalau
seseorang di antara engkau semua bermimpi melihat sesuatu impian yang ia
menyukainya maka hanyasanya impian itu adalah dari Allah Ta'ala. Maka dari itu
hendaklah mengucapkan pujian kepada Allah atas impian tadi -yakni membaca
Alhamdulillah -dan hendaklah memberitahukan impiannya itu - pada orang
lain." Dalam suatu riwayat lain disebutkan: "Maka janganlah
memberitahukan impiannya tersebut, kecuali kepada orang yang ia mencintainya.
Tetapi jikalau bermimpi melihat impian yang selain demikian - yaitu impian
buruk dan tidak disukai, maka hanyasanya impian tadi adalah dari syaitan. Oleh
karena itu hendaklah ia memohonkan perlindungan kepada Allah daripada
keburukannya-yakni membaca ta'awwudz - dan janganlah menyebut:nyebutkannya
kepada orang lain, sebab sesungguhnya impian sedemikian itu tidak akan
membahayakan dirinya." (Muttafaq
'alaih)
Dari Jabir r.a. dari Rasulullah s.a.w., sabdanya: "Jikalau seseorang
di antara engkau semua melihat impian yang ia tidak menyukainya, maka hendaklah
ia berludah di sebelah kirinya tiga kali dan hendaklah pula ia memohonkan
perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan - yakni membaca ta'awwudz
-sebanyak tiga kali dan lagi baiklah ia beralih dari sebelah yang ia tidur di
atasnya tadi - yaknr kalau tadinya miring kiri hendaklah beralih ke kanan dan
demikian pula sebaliknya." (Riwayat
Muslim).
Dalam
hal cinta dan seks mimpi juga menghiasi
pelakunyadengan khayalan yang membuatnya mengingat kembali masa-masa
lalu yang seharusnya sudah dikuburkan, tidak akan diingat lagi karena sudah
punya pasangan sendiri-sendiri, tapi yang namanya syaitan, selalu menggoda
manusia melalui mimpi sehingga mimpi itu mengingatkan kembali kepada seseorang,
sebutlah mantan kekasih.
Bila
satu dari empat pria ternyata masih sering memimpikan mantan kekasihnya, apakah
ini juga berarti dalam kehidupan sehari-hari mereka masih memikirkan
perempuan-perempuan di masa lalunya tersebut?Oh, no!
Fakta
ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Premier Inn (penginapan di
London) terhadap 2.000 orang Inggris mengenai pola mimpi mereka.Yang lebih
menyebalkan, kaum pria rupanya tak pernah memimpikan pasangannya sendiri.
Mereka justru sering bermimpi mengenai kolega atau atasan mereka, dan 26 persen
mengaku sering memimpikan rekan kerja, bahkan ibu mertua!
Lalu
bagaimana dengan mimpi kaum perempuan?
Lebih dari separuh perempuan Inggris mengatakan bahwa mereka
sering memimpikan pasangan mereka saat ini.Perhatian mereka yang luas terhadap
keluarga juga membuat perempuan kerap memimpikan orangtua dan anak-anak
mereka.Persahabatan juga amat memengaruhi kehidupan perempuan, sehingga
sepertiga dari perempuan yang disurvei kadang-kadang juga bermimpi tentang
teman-teman mereka.
Meskipun begitu, perempuan rupanya juga mampu
berfantasi.Sebanyak 20 persen mengatakan bahwa mereka sering memimpikan
orang-orang yang belum pernah mereka temui.
Kesibukan dan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari
tampaknya memengaruhi cara kita bermimpi. Menurut para peneliti, 31 persen
orang mengatakan bahwa hal-hal penting yang kerap mereka pikirkan ikut terbawa
dalam mimpi.Mengingat situasi ekonomi saat ini, tidak mengherankan pula jika 20
persen orang Inggris lebih sering bermimpi saat berada di bawah tekanan.Hal ini
menunjukkan bahwa mereka sulit melupakan masalah pekerjaan hingga waktunya
tidur.
"Mimpi adalah satu bagian dalam kehidupan yang tidak
dapat kita kontrol.Meskipun kita mungkin tidak bertemu dengan orang-orang
tertentu secara teratur, mereka masih hadir secara rutin dalam mimpi kita,"
ujar Claire Haigh, juru bicara Premier Inn.
Sementara itu, pakar mimpi Davina MacKail berpendapat bahwa
mimpi akan membantu kita belajar, tumbuh, dan memproses emosi kita. Wajar jika
kita cenderung mengalami mimpi buruk ketika sedang stres, dan akan bermimpi
mengenai masalah yang sedang dihadapi, karena pikiran dalam mimpi mencoba
memecahkan masalah tersebut untuk kita.
"Lingkungan yang tenang dan rileks, dan tidur malam
yang berkualitas akan memastikan mimpi-mimpi yang lebih damai," katanya.
Selain itu, diungkapkan pula bahwa perempuan cenderung lebih
terbuka secara emosional dengan hubungan yang sedang dijalani, dan karenanya
bermimpi tentang problem dalam hubungan mereka.Sedangkan pria cenderung tidak
menjelajahi emosi mereka secara terbuka."Ini berarti mereka memiliki
kecenderungan untuk memecahkan masalah melalui mimpi-mimpi mereka, oleh karena
itu mereka bermimpi tentang mantan.Hal itu menggambarkan kerapuhan emosional
mereka, dan rasa tidak aman yang mereka alami bersama pasangan mereka saat ini,"
tambahnya.
Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir.Menurut para
peneliti, tidak ada kecenderungan pada kaum pria untuk merindukan mantannya
dalam kehidupan nyata. Sebab, mayoritas pria mengakui kadar kepuasan yang
tinggi dengan hubungannya saat ini.[1 dari 4 Pria Sering Mimpi Mantannya,
Felicitas Harmandini ,kompas.com.Kamis, 8 Desember 2011 | 11:38 WIB].
Memang mimpi merupakan permainan tidur seseorang, tapi
manusia yang hadir di dunia ini beragam jenis dan karakter, mimpi masyarakat
awam tentu berbeda dengan mimpinya orang yang shaleh, orang yang dekat kepada
Allah, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah dalam haditsnya, Dari Abu Hurairah r.a.bahwasanya Nabi
s.a.w. bersabda: "Jikalau zaman
sudah dekat - yakni dekat dengan datangnya hari kiamat, maka impian seseorang
mu'min itu hampir tidak dusta dan impian seseorang mu'min itu adalah sebagian
dari empat puluh enam bagian dari kenubuwatan."(Muttafaq 'alaih) .
Memang mimpi hadir kadangkala
karena berkaitan dengan sikap dan aktivitas yang kita lakukan ketika siang hari
yang diliputi oleh jiwa-jiwa yang sedang kagau, stress, kecewa dan gunda
gulana, biasanya mimpi menghampirinya sehingga bisa saja kita bermimpi dengan
SBY, dengan Obama dan dengan Osamah bin Laden, tapi itu semua hanya mimpi yang
bisa dialami oleh semua orang, mimpi bertemu dengan Rasulullah adalah mimpi
yang hanya orang-orang tertentu yang bisa mengalaminya, sebagaimana hadits
berikut ini, Dari Abu Hurairah r.a.
katanya: "Rasulullah s.a.w.
bersabda: "Barangsiapa yang bermimpi melihat saya dalam tidur, maka ia
akan melihat saya di waktu jaga - yakni melek dan. ini ditakwilkan sewaktu di
akhirat nanti - atau seolah-olah ia melihat saya di waktu jaga, karena syaitan
itu tidak dapat menyerupakan dirinya dengan diriku," maksudnya tidak dapat
menjelmakan diri seperti beliau s.a.w. itu."(Muttafaq 'alaih).
Dalam hal kebenaran kita tidak
boleh berpedoman kepada mimpi apalagi mimpi itu mengandung tahyul, kurafat dan
syirik, seperti orang yang bermimpi digigit ular ditakwilkan orang itu akan
kawin lagi, atau orang yang bermimpi pakaiannya hanyut ditakwilkan bahwa dia
akan bercerai, demikian buruknya takwil yang diberikan kepadanya, semuanya itu
berdasarkan sak wasangka saja yang tentu berasal dari syaitan, tidak dapat
dibuktikan dengan fakta dalam kehidupan.Juga tidak dibenarkan mengambil
keputusan hukum berasal dari mimpi seseorang, mimpi tidak bisa dijadikan
sebagai sandaran hokum untuk menegakkan kebenaran dan keadilan kecuali mimpi
yang dialami oleh para nabi dan rasul, mereka adalah orang yang jauh dari mimpi
yang berasal dari syaitan.
Imam Asy-Syathibi lebih rinci berkata: “Di antara contohnya
jika seorang Hakim yang telah mendengar kesaksian 2 orang saksi yang adil, lalu
Hakim tersebut bermimpi Nabi SAW berkata bahwa kedua saksi itu tidak adil, maka
mimpi itu harus ditolak karena bertentangan dengan prinsip syariat. Demikian
pula jika seseorang mendapat kasyaf atau firasat bahwa air yang akan dipakainya
berwudhu’ adalah najis, padahal berdasar fakta air tersebut tidak najis, maka
iapun tidak boleh meninggalkan air itu dalam keadaan apapun. Semua ini didasarkan
dalil shahih dari nabi SAW:
Dari Zainab ra dari Ummu Salamah ra: Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya kalian mengadukan perkara
padaku, dan boleh jadi sebagian kalian lebih pandai berargumentasi dibanding
yang lain, maka aku putuskan perkaranya sesuai dengan apa yang kudengar
darinya…”
Demikianlah - lanjut Imam Asy-Syathibi rahimahuLLAAH - bahwa
RasuluLLAAH SAW mengambil keputusan berdasarkan bukti & fakta dan
memerintahkan kita juga berbuat demikian, padahal banyak hal-hal yang beliau
telah lebih dulu mengetahui permasalahannya ataupun hakikat kebatilannya, tapi
beliau SAW tidak menghukumi kecuali berdasar bukti dan fakta, bukan berdasar
hakikat yang telah beliau SAW ketahui sebelumnya”
Sebagai contoh, Nabi SAW mengetahui rahasia orang-orang
munafiq berdasarkan apa yang telah dibukakan ALLAH SWT padanya, tapi beliau SAW
tetap menghukumi mereka berdasarkan lahiriah mereka dan baru bersikap tegas dan
meluruskan jika telah ada pelanggaran terang-terangan dari mereka. Bahkan
ketika para sahabat ra (yang juga telah membaca gelagat ketidakberesan isi hati
para munafiqin tersebut berdasarkan firasat -pen) ingin memperlakukan
orang-orang munafiq tersebut seperti orang kafir, maka Nabi SAW bersabda: “Aku
kuatir manusia akan berkata bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya.”
Demikianlah, beliau SAW tetap memperlakukan mereka seperti
yang lainnya, berdasarkan zhahir dan bukan berdasarkan batin dan hal yang
ghaib, maka kita tidak diperintah untuk membelah hati manusia untuk mengetahui
hakikatnya. Jika terhadap firasat seorang mu’min saja tidak dapat menjadi
hujjah syar’iyyah untuk menetapkan benar dan salah, halal dan haram, bahkan
sekedar hukum makruh dan sunnah, apalagi berbagai kisah khurafat yang
dituturkan oleh seorang kafir musyrik yang dipakai untuk menentukan kebenaran
aqidah?! [DR. Yusuf Al-Qardhawi, Apakah
Ilham, Firasat, Mimpi, dan Kasyaf (Melihat Sesuatu yang Ghaib) Dapat Dijadikan
Dalil? ,Al-Ikhwan.net | 19 October 2006 | 26 Ramadhan 1427 ].
Nabi Ibrahim AS, mendapat perintah Allah untuk menyembelih
Ismail AS berasal dari sekian mimpi yang dialaminya, dia yakin mimpi itu datang
dari Allah sebagai ujian yang harus dia lakukan, yang akhirnya pelaksanaan
mimpi itu menjadi syariat yang harus ditunaikan oleh ummat islam setiap
tahunnya yaitu menyembelih hewan kurban pada bulan Zulhijjah.
“Maka tatkala anak itu sampai (pada
umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku
Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah
apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang
yang sabar".tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan
anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” [Ash Shaffat 37;102-103].
Namun mimpi juga bisa mendatangkan hidayah kepada seseorang
untuk masuk islam sebagaimana yang dialami seorang mualaf ini. Petunjuk Allah
bisa datang dari mana saja. Khusus bagi Ahui, hidayah itu ia peroleh dari
serangkaian mimpi. Pada usia 39, adalah awal pria keturunan Tionghoa itu
mengalami serangkaian peristiwa yang akhirnya membawanya ke Islam. Saat itu ia
bermimpi memasuki sebuah gedung dan mengaji di dalam gedung tersebut. Tapi ia
tak memandang mimpi itu istimewa. Ahui tidak tergelitik."Saya tidak tahu
mengapa bisa mendapat mimpi itu, jadi saya abaikan saja," katanya.
Selang satu
bulan, Ahui kembali bermimpi. Kali ini ia menyuarakan adzan di atas kabah.
Seperti mimpi pertama, ia juga tak menghiraukanya. Lagi-lagi, berjarak satu
bulan dari mimpi kedua, dalam tidurnya, Ahui melihat dirinya berwudhu dan
mengucapkan kalimat syahadat.
Hingga mimpi
ketiga, pikiran Ahui tetap tidak terusik.Ia masih menanggap semuanya sekedar
kembang tidur.
Ketika mimpi-mimpi
itu datang, Ahui tengah mencoba peruntungan dalam wirausaha yang ia rintis
sejak muda. Bukan mendapat untung, ia merugi hingga bangkrut. Semua harta
bendanya habis dan kondisi Ahui saat itu, tuturnya, sangat menyedihkan.Pada
tahun berikut, tepatnya 1998, Istri Ahui sakit keras.Ia divonis mengidap
penyakit kanker stadium 4. Selang beberapa bulan, istrinya pun meninggal.
Sebelum jatuh sakit, rupanya istri Ahui pernah pula bermimpi membawa Al Qur'an lalu kitab itu terjatuh."Dalam mimpinya, istri saya memasuki sebuah Masjid mengikuti sebuah pengajian.Setelah keluar dari masjid itu istri saya mendapat hadiah sebuah Al-Quran.Ketika membawa Al-Quran tersebut istri saya tersenggol oleh seseorang dan Al-Quran itu jatuh hingga terbelah menjadi dua”, tuturnya.
Ahui tak bisa
lagi mengabaikan rentetan peristiwa yang ia alami. Ia mencoba mengaitkan satu
demi satu kejadian tersebut. Ahui sempat kebingungan, mengapa di saat
kehilangan semua harta dan orang kesayangannya, ia malah mendapatkan
mimpi-mimpi yang berkaitan dengan Islam.“Saat saya mengalami kebangkrutan saya
bermimpi mengenai Islam, ketika Istri saya meninggal, isti saya juga mengalami
mimpi yang berkaitan dengan Islam.Saya sendiri waktu itu tidak tahu apa itu
Islam”, ungkapnya.
Ahui memang
tidak pernah mengenal agama dan memeluk agama sejak ia dilahirkan. Keluarganya
pun setali tiga uang.Tapi, sebagai persyaratan membuat Kartu Tanda Penduduk
(KTP), Ahui mencatumkan agama Budha.Begitupun dengan keluarganya. “KTP kan
harus ada agamanya, ya udah saya cantumkan saja agama Budha," kata Ahui.
Karena hanya
agama KTP, ia pun mengaku tak pernah mengerti dan tahu bagaimana cara beribadah
umat Budha. Ahui hanya mengikuti gerakan dan ritual yang dilakukan oleh umat
Budha.“Saya melihatat orang membakar dupa, ya saya ikut bakar duha, orang
berdoa ya saya ikut berdoa, padahal saya tak tahu bagaimana bacaan doanya”, aku
Ahui.
Akhirnya Ahui
terdorong untuk mencari tahu tentang Islam.Ia mendatangai ustad dan melakukan
diskusi tentang Islam. Bahkan ia mendatangi pula beberapa orang yang ahli
agama. Ia juga membaca sedikit-sedikit buku mengenai islam.
Setelah kurang
lebih tiga tahun ia mencari tahu tentang Islam, Ahui memutuskan untuk memeluk
agama tersebut pada akhir Febuari tahun 2001. Dari sinilah ia mulai menyusun
hidup barunya.
Setelah masuk
Islam, Ahui mengubah namanya menjadi Muhamad Abdul Ahui.Keputusannya memeluk
Islam tak mendapat pertentangan dari keluarga. Sebaliknya, ia malah disambut
baik, terutama oleh ibundanya. Ibu Ahui merasa bangga dengan anaknya yang telah
memiliki agama dan berubah menjadi lebih baik setelah beragama Islam.[Salah
Satu Hidayah Ahui, Mimpi Beradzan di Atas Kabah,Republika.co.id.Rabu, 30 Maret
2011 08:38 WIB].
Dalam tidur kita dihiasi oleh mimpi yang kadangkala mimpi
itu menyenangkan, menyedihkan dan mengecewakan, tapi semua itu hanyalah
bunga-bunganya tidur yang dialami manusia, mimpi secara wajar adalah alami
dialami manusia apalagi biasanya mimpi itu terjadi berkaitan dengan aktivitas
dan kejiwaan yang sedang kita alami, tapi hati-hatilah kalau kita bermimpi
mendapat wahyu, mendapat wangsit atau ada orang yang mengalami hal demikian,
itu adalah mimpi dari syaitan yang sengaja mempengaruhi manusia dan menyesatkannya
sehingga ada saja kelak yang mengaku sebagai nabi karena menerima wahyu dari
mimpi yang dialaminya, tidurlah dengan mimpi sebagai hiasan keindahannya tapi
janganlah kita hidup dengan mimpi karena akan mencelakakan fikiran dan
perasaan, Wallahu
a’lam [Cubadak Solok, 13 Desember 2011.M/ 17 Muharam 1433.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar