Sedikit
sekali diantara kita yang tahu kapan masuknya waktu subuh karena kita masih
terbuai mimpi dalam lelap yang panjang, banyak ummat islam yang melakukan
shalat subuh setelah subuh itu berlalu dari waktunya, itupun kadang-kadang
tidak dilakukan karena kita menganggap sudah kadaluarsa waktunya, sekian pahala
yang disediakan Allah untuk orang yang mau dan mampu untuk bangun subuh dan
menunaikan shalat pada waktunya tapi kita mengabaikannya, sementara para bule lebih tahu manfaat subuh
sehingga diwaktu subuh mereka sudah bangun untuk berolah raga dengan anjingnya,
betapa ruginya kita karena mengabaikan rezeki pada hari ini yang diawali dari
bangun subuh, walaupun begitu sejak dahulu, apakah waktu subuh ummat islam bangun
atau tidak, shalat atau tidak maka kehidupan ini akan tetap berlalu sesuai
dengan sunnatullah.
Shalat
yang sulit dikerjakan tepat waktu adalah shalat subuh apalagi dikerjakan di
masjid, karena banyak konsekwensinya yaitu dalam suasana ngantuk, masih gelap,
dingin yang mencekam dan seribu alasan lagi untuk terlambat mengerjakan shalat
ini. Padahal Rasul menyatakan beberapa keutamaan shalat subuh apalagi dikerjakan dengan berjamaah di masjid, ''Barangsiapa berjamaah dalam shalat subuh
dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari kemunafikan dan
kebebasan dari kemusyrikan. (Abu Hanifah]
Shalat
fajar yaitu shalat sunnah sebelum subuh-merupakan shalat sunnah yang paling
banyak pahalanya dibandingkan shalat sunnah lainnya. Rasulullah mengistimewakannya
dengan pahala yang begitu besar, "Dua rakaat fajar [shalat sunnah
sebelum subuh] lebih baik dari dunia dan isinya" [HR. Muslim].
Dunia-seluruh dunia- segala isinya
mulai dari bentuk harta benda, harta simpanan, kedudukan, usaha, segala yang
menggiurkan dan menyenangkan, tidak akan sampai nilainya sebesar shalat sunnah
fajar dua rakaat. Ini baru keutamaan shalat sunnah fajar, lalu bagaimana dengan
dua rakaat fajar yang wajib, yaitu shalat subuh. Dari Aisyah dikatakan bahwa,"Tidak
ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah selain shalat sunnah
sebelum subuh" [HR.Bukhari].
Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan
bahkan ketika melakukan perjalanan Rasulullah tidak mengerjakan shalat sunnah,
baik yang dikerjakan sebelum shalat fardhu maupun sesudahnya, kecuali shalat
sunnah subuh, beliau bersabda,"Janganlah meninggalkan shalat sunnah
subuh walaupun kalian dikejar pasukan musuh"[HR. Abu Daud dan Ahmad]
Di
antara sholat lima waktu, sholat shubuh punya keistimewaannya sendiri. Sholat
itu dilakukan di awal perlawanan harian kita melawan diri sendiri.Melawan
kantuk dan malas. Sedang sholat-sholat yang lain, secara umum dilakukan dalam
kondisi kita teriaga. Tentu dengan pengecualian bagi mereka yang seluruh
harinya adalah tidur.
Sholat
shubuh adalah kekuatan.Kekuatan yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang
yang kuat.Kita menjadi benar-benar kuat bila mengambil sumber kekuatan dari
Yang Maha Kuat.Maka sholat shubuh, pada dasarnya ini adalah soal bagaimana
mengambil energi dari langit.
Sholat
shubuh adalah perlawanan.Perlawanan yang hanya bisa dimenangkan oleh
orang-orang kuat.Ketika syetan mengubah telinga-telinga manusia menjadi
kubangan kencing, orang-orang lemah terlelap kembali.Dan pagi berlalu tanpa
sempat mengambil energi kekuatan.Sementara orang-orang kuat bergegas dengan
semangatnya melawan tipu daya syetan.Saat syetan mengikat tiga ikatan,
orang-orang mukmin yang kuat melawannya, mengufai ikatan itu satu demi
satu.Dengan bangun lalu berdo'a, ikatan pertama pun lepas. Dengan berwudhu
ikatan kedua lepas, lalu dengan sholat ikatan ketiga pun lepas.
Di
shubuh itu hanya orang-orang kuat yang mampu menyertai malaikat siang dan
malaikat malam yang sedang berkumpul. Hanya orang-orang kuat yang mampu sholat
shubuh dalam susana hening dan penuh pengharapan, agar amalnya dilaporkan para
malaikat itu ke langit dalam kabar yang menggembirakan. Tentu, Allah Maha tahu
apa yang terjadi pada-hamba-Nya. Di Shubuh yang dingin itu ada perjumpaan
dengan malaikat. Di sana ada kebersamaan dengan malaikat. Tiada hari yang lebih
menyenangkan, melebihi hari di mana kita bersama-sama dengan malaikat Allah,
memohon ampunan dan memohon kekuatan.
Sumber
kekuatan harian itu dimulai di sini.Di Shubuh itu.Satuan-satuan waktu yang kita
pakai untuk bertarung menundukkan kehidupan ini adalah satuan harian.Maka
setiap hari pula kita memasuki dunia baru, hidup baru, masalah baru, suasana
baru, dan tantangan baru.Maka setiap hari kita perlu kekuatan baru, kesegaran
baru, semangat baru untuk mengawali segala tantangan yang baru.Sumber kekuatan
harian itu dimulai disini.Di Shubuh itu.
Perlawanan
terbesar dalam hidup dimulai dari sini.Dari perlawanan kita terhadap diri
sendiri di shubuh yang dingin dan menenggelamkan.Setelah itu segalanya menjadi
ringan. Semakin banyak orang malas sholat shubuh, akan semakin banyak
orang-orang yang lemah. Semakin sedikit orang yang mau sholat shubuh
tepatwaktu, semakin sedikit pula orang-orang kuat.
Maka bila suatu negeri yang kaya raya
ternyata terus terpuruk, jatuh dan tenggelam dalam kesulitan demi kesulitan,
itu hanya gambaran betapa penduduknya kebanyakan adalah orang-orang
lemah.Terlalu banyak orang yang tidak jujur.Terlalu banyak orang-orang
munafik.Negara ditipu.Rakyat dikhianati.Apa kaitannya dengan sholat shubuh?
Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan
Allah akan membalas tipuan mereka.Dan apabila mereka berdiri untuk sholat
mereka berdiri dengan malas.Mereka bermaksud riya'(dengan sholat) di hadapan
manusia.Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekai. (QS.
An-Nisa': 1
42). Lalu Rasulullah
menegaskan, sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah sholat
isya' dan sholat shubuh ]Apakah Subuh Kita Terlambat Lagi?Dari
berbagai sumber internet]
Seorang
ulama besar Pakistan, Syaikh Maulana Tariq Jamil menyampaikan pengalaman
da'wahnya ketika pergi da'wah di negri Jordania.ketika di Jordania Beliau pergi
ke daerah perbatasan Jordania-Israel. Sampai di daerah perbatasan, ketika
rombongannya Syaikh Maulana Tariq Jamil selesai menunaikan solat subuh disalah
satu masjid di dekat perbatasan, tiba-tiba seorang tentara Israel dari luar
melihat kearah dalam Masjid.Setelah melihat sebentar lalu tentara Israel itu
langsung pergi. Maka Syaikh Maulana Tariq Jamil menghampiri tentara Israel itu
dan bertanya apa yang dia tadi lakukan.
"Saya
hanya ingin melihat berapa jumlah orang Islam yang hadir shalat subuh di
Masjid,"kata tentara Israel itu. Syaikh Maulana Tariq Jamil sambil
keheranan bertanya "kenapa?" Dia pun menjawab "di dalam kitab
kami (Kitab Taurat) ada tertulis "Jika diseluruh dunia jumlah orang Islam
yang hadir untuk shalat subuh berjemaah di masjid sama banyak dengan jumlah
jemaah shalat Jumat, maka saat itu Israel akan hancur." tetapi ketika tadi
saya lihat di masjid jumlah orang Islam yang datang untuk shalat subuh
berjemaah masih sedikit, maka hati saya tenang, karena umat Islam pasti tidak
bisa kalahkan kami."Mendengar pembicaraan ini Syaikh Maulana Tariq Jamil
sangat keheranan.
Seperti
mana sudah ketahui bahwa shalat subuh adalah shalat yang paling sulit
ditunaikan, karena subuh adalah saat masih gelap, dingin dan saat orang-orang
sedang tidur. Jika mana shalat subuh bisa ditunaikan maka shalat lainnya pastilah
akan mudah ditunaikan.
Sebagian
besar umat Islam tidak mengetahui pengakuan tentara Israel ini, bahwasanya Israel
akan hancur jika jemaah shalat subuhnya umat Islam yang hadir sebanyak shalat
Jumat.
Orang
Yahudi selalu berusaha dengan berbagai cara supaya umat Islam bisa meninggalkan
Shalat 5 waktunya. Karena orang Yahudi faham jika mana Orang Islam meninggalkan
shalat fardhunya maka Allah SWT pasti tidak akan menolong umat Islam. Sehingga
semua usaha umat Islam untuk membela Palestina selalu mengalami kegagalan.[Pengakuan
Tentara, Israel Hancur Jika jemaah Solat Subuh Sebanyak Solat Jumat ,Cyber
SabiliSabtu, 01 Januari 2011 21:48 Harnes Yud].
Sebagaimana
tempat, dimensi waktu pun bisa menjadi sarana yang efektif dalam menghantarkan
seorang hamba meraih keutamaan di sisi Allah.Bukankah shalat-yang menjadi
wahana paling khusyuk dalam beraudiensi dengan-Nya-ditandai dengan waktu? Dalam
Kitab-Nya, Allah juga sering menggugah kita dengan ungkapan waktu, termasuk
waktu subuh.
"Demi fajar/subuh,"
firman-Nya dalam surah Al-Fajr.Ayat ini mengetuk kita dengan penggunaan wau
qasam (sumpah). Ini menunjukkan betapa urgennya waktu subuh, yaitu saat udara
masih segar, sejuk, dan pikiran masih jernih. Alam yang tadinya mengantuk, perlahan-lahan
bangun dan kembali membentangkan karunianya. Di sinilah pentingnya arti bangun
pagi; ia bukan hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, melainkan juga
bisa bermakna finansial dan spiritual.
Konon, Indonesia termasuk lima
negara yang paling besar tingkat polusinya di dunia, hingga udara yang cerah
dan segar menjadi sulit didapat. Apalagi di banyak wilayah kota besar, seperti Jakarta, yang setiap
sudutnya nyaris penuh dengan asap kendaraan bermotor. Karena itu, bagi kita
yang ingin menghirup udara segar, bangun pagi bisa menjadi alternate
Bangun pagi juga mempunyai
nilai ekonomis. Karena orang yang bangun lebih awal akan punya waktu lebih
banyak untuk menangani berbagai urusan dan bisnisnya. Lebih-lebih ketika budaya
kompetitif sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka mengejar dan mencari
peluang bisnis adalah suatu tuntutan.
"Hilangnya berbagai macam
peluang mengakibatkan terjadinya kehancuran, karena memang itulah dunia,"
tulis Maulana Wahiduddin Khan, pemikir dari India. Sedangkan Umar bin Abdul
Aziz berujar, "Malam dan siang bekerja untukmu, maka bekerjalah kamu pada
keduanya."
Bangun pagi juga tidak hanya
menawarkan pulsa yang murah bagi orang yang ingin berbicara via telepon,
misalnya.Namun, banyak informasi bisnis penting pun sering dilansir sejak
pagi.Lebih-lebih bagi yang bergerak di bidang jasa transportasi, waktu pagi
sungguh memberikan banyak berkah.
Bagi mereka yang masih
tergeletak di peraduannya, mana mungkin bisa meraih karunia itu.Maka, benarlah
kalau Nabi mengatakan bahwa tidur di pagi hari mewariskan kemiskinan.
Sedangkan dari sisi spiritual,
dalam banyak hadis, Nabi acap kali memberitakan tentang fadilah shalat Subuh
secara berjamaah, juga bershalawat untuknya di kala pagi dan petang.
Guna mempertajam kepekaan
spiritual kita, Nabi juga mewariskan wirid-wirid khusus yang dibaca setiap
subuh, misalnya: "Kami telah memasuki subuh dan kerajaan kepunyaan Allah
pun telah memasukinya. Ya Allah, aku memohon kebaikan hari ini, keterbukaan
(pintu rahmat), pertolongan, keberkahan, dan hidayah hari ini.Aku berlindung
kepada Engkau dari keburukan hari ini, keburukan hari sebelum dan sesudah hari
ini."
Sedemikian besarnya makna
bangun pagi, hingga salah satu kebiasaan Nabi adalah tidur lebih awal. Tidakkah
kita ingin mencontohnya?[Makmun Nawawi, Jangan
Sia-siakan Waktu Subuh Mu. Republika,co.id.Selasa, 12
Oktober 2010, 09:21 WIB].
Shalat fajar yaitu shalat sunnah
sebelum subuh-merupakan shalat sunnah yang paling banyak pahalanya dibandingkan
shalat sunnah lainnya. Rasulullah mengistimewakannya dengan pahala yang begitu
besar, "Dua rakaat fajar [shalat sunnah sebelum subuh] lebih baik dari
dunia dan isinya" [HR. Muslim].
Dunia-seluruh
dunia- segala isinya mulai dari bentuk harta benda, harta simpanan, kedudukan,
usaha, segala yang menggiurkan dan menyenangkan, tidak akan sampai nilainya
sebesar shalat sunnah fajar dua rakaat. Ini baru keutamaan shalat sunnah fajar,
lalu bagaimana dengan dua rakaat fajar yang wajib, yaitu shalat subuh. Dari
Aisyah dikatakan bahwa,"Tidak ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan
Rasulullah selain shalat sunnah sebelum subuh" [HR.Bukhari].
Ibnu
Hajar Al Asqalani menjelaskan bahkan ketika melakukan perjalanan Rasulullah
tidak mengerjakan shalat sunnah, baik yang dikerjakan sebelum shalat fardhu
maupun sesudahnya, kecuali shalat sunnah subuh, beliau bersabda,"Janganlah
meninggalkan shalat sunnah subuh walaupun kalian dikejar pasukan musuh"[HR.
Abu Daud dan Ahmad]
Diriwayatkan dari Abu Musa Al
Asy'ari, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang shalat
dua waktu yang dingin maka akan masuk syurga" [HR. Bukhari].
Inilah
janji Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah.Akan masuk syurga, mereka yang
menjaga dua shalat, yaitu shalat subuh dan ashar.Inilah puncak keinginan
orang-orang mukmin. Inilah kesuksesan hakiki dan kemenangan yang besar, Allah
berfirman dalam surat
Ali Imran 3;185
"Tiap-tiap
yang berjiwa akan merasakan mati.dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah
disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke
dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain
hanyalah kesenangan yang memperdayakan".
Begitu
besarnya balasan yang disediakan Allah kepada orang mukmin yang mau dan mampu
melaksanakan shalat subuh tepat waktunya dan dikerjakan di masjid secara
berjamaah, sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak shalat subuh di
masjid kalau kita mau meraih pahala dan simpati dari Allah sebagai ujud
ketaatan kepada-Nya.
Kalaulah
orang yang di sekitar masjid saja yang bangun pagi untuk melaksanakan shalat
subuh pada sebuah komplek perumahana seperti Perumnas maka sungguh sudah
memadai untuk mengawali bangkitnya ummat islam di sekitar itu, apalagi semua
kepala keluarga yang bangun subuh sungguh sejahteranya ummat ini, bahkan
andaikata pengurus masjid saja pada sebuah komplek itu bangun pagi lalu ke
masjid shalat berjamaah maka luar biasa semarak dan makmurnya masjid itu, atau andaikata
para da’i. ustadz, mubaligh dan ulama yang ada di lingkungan itu saja yang
bangun pagi untuk melaksanakan shalat subuh maka sungguh ujud keteladanan akan
tercipta di masyarakat kita, tapi yang kita saksikan adalah sangat sedikitnya
penghuni komplek, pengurus masjid dan da’i yang bangun pagi lalu shalat subuh
di masjid.
Kita
menyaksikan shalat subuh dimana-mana sangat memprihatinkan, begitu indahnya
masjid, sungguh banyak ummat islam yang berada di sekitarnya tapi yang shalat
subuh ke masjid hanya gharin dengan dua atau tiga orang jamaahnya, lalu apa
yang bisa diberikan Allah kepada kita dan apa yang dapat kita banggakan
terhadap kualitas ummat islam hari ini, jangankan untuk berjuang mati-matian
dengan jihad mendambakan syahid sedangkan pengorbanan dingin, ngantuk dan capek
saja tidak mampu kita ujudkan, besok kuatkan tekad, saya akan bangun subuh
untuk melaksanakan shalat di masjid, wallahu a’lam [Cubadak Solok, 29
Agustus 2011.M/ 29 Ramadhan 1432.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar