Selasa, 09 Februari 2016

166. Subuh



Sedikit sekali diantara kita yang tahu kapan masuknya waktu subuh karena kita masih terbuai mimpi dalam lelap yang panjang, banyak ummat islam yang melakukan shalat subuh setelah subuh itu berlalu dari waktunya, itupun kadang-kadang tidak dilakukan karena kita menganggap sudah kadaluarsa waktunya, sekian pahala yang disediakan Allah untuk orang yang mau dan mampu untuk bangun subuh dan menunaikan shalat pada waktunya tapi kita mengabaikannya,  sementara para bule lebih tahu manfaat subuh sehingga diwaktu subuh mereka sudah bangun untuk berolah raga dengan anjingnya, betapa ruginya kita karena mengabaikan rezeki pada hari ini yang diawali dari bangun subuh, walaupun begitu sejak dahulu, apakah waktu subuh ummat islam bangun atau tidak, shalat atau tidak maka kehidupan ini akan tetap berlalu sesuai dengan sunnatullah.

Shalat yang sulit dikerjakan tepat waktu adalah shalat subuh apalagi dikerjakan di masjid, karena banyak konsekwensinya yaitu dalam suasana ngantuk, masih gelap, dingin yang mencekam dan seribu alasan lagi untuk terlambat mengerjakan shalat ini. Padahal Rasul menyatakan beberapa keutamaan shalat subuh apalagi  dikerjakan dengan berjamaah di masjid,  ''Barangsiapa berjamaah dalam shalat subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan. (Abu Hanifah]

Shalat fajar yaitu shalat sunnah sebelum subuh-merupakan shalat sunnah yang paling banyak pahalanya dibandingkan shalat sunnah lainnya. Rasulullah mengistimewakannya dengan pahala yang begitu besar, "Dua rakaat fajar [shalat sunnah sebelum subuh] lebih baik dari dunia dan isinya" [HR. Muslim].

            Dunia-seluruh dunia- segala isinya mulai dari bentuk harta benda, harta simpanan, kedudukan, usaha, segala yang menggiurkan dan menyenangkan, tidak akan sampai nilainya sebesar shalat sunnah fajar dua rakaat. Ini baru keutamaan shalat sunnah fajar, lalu bagaimana dengan dua rakaat fajar yang wajib, yaitu shalat subuh. Dari Aisyah dikatakan bahwa,"Tidak ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah selain shalat sunnah sebelum subuh" [HR.Bukhari].

            Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan bahkan ketika melakukan perjalanan Rasulullah tidak mengerjakan shalat sunnah, baik yang dikerjakan sebelum shalat fardhu maupun sesudahnya, kecuali shalat sunnah subuh, beliau bersabda,"Janganlah meninggalkan shalat sunnah subuh walaupun kalian dikejar pasukan musuh"[HR. Abu Daud dan Ahmad]

Di antara sholat lima waktu, sholat shubuh punya keistimewaannya sendiri. Sholat itu dilakukan di awal perlawanan harian kita melawan diri sendiri.Melawan kantuk dan malas. Sedang sholat-sholat yang lain, secara umum dilakukan dalam kondisi kita teriaga. Tentu dengan pengecualian bagi mereka yang seluruh harinya adalah tidur.

Sholat shubuh adalah kekuatan.Kekuatan yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang kuat.Kita menjadi benar-benar kuat bila mengambil sumber kekuatan dari Yang Maha Kuat.Maka sholat shubuh, pada dasarnya ini adalah soal bagaimana mengambil energi dari langit.

Sholat shubuh adalah perlawanan.Perlawanan yang hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang kuat.Ketika syetan mengubah telinga-telinga manusia menjadi kubangan kencing, orang-orang lemah terlelap kembali.Dan pagi berlalu tanpa sempat mengambil energi kekuatan.Sementara orang-orang kuat bergegas dengan semangatnya melawan tipu daya syetan.Saat syetan mengikat tiga ikatan, orang-orang mukmin yang kuat melawannya, mengufai ikatan itu satu demi satu.Dengan bangun lalu berdo'a, ikatan pertama pun lepas. Dengan berwudhu ikatan kedua lepas, lalu dengan sholat ikatan ketiga pun lepas.

Di shubuh itu hanya orang-orang kuat yang mampu menyertai malaikat siang dan malaikat malam yang sedang berkumpul. Hanya orang-orang kuat yang mampu sholat shubuh dalam susana hening dan penuh pengharapan, agar amalnya dilaporkan para malaikat itu ke langit dalam kabar yang menggembirakan. Tentu, Allah Maha tahu apa yang terjadi pada-hamba-Nya. Di Shubuh yang dingin itu ada perjumpaan dengan malaikat. Di sana ada kebersamaan dengan malaikat. Tiada hari yang lebih menyenangkan, melebihi hari di mana kita bersama-sama dengan malaikat Allah, memohon ampunan dan memohon kekuatan.

Sumber kekuatan harian itu dimulai di sini.Di Shubuh itu.Satuan-satuan waktu yang kita pakai untuk bertarung menundukkan kehidupan ini adalah satuan harian.Maka setiap hari pula kita memasuki dunia baru, hidup baru, masalah baru, suasana baru, dan tantangan baru.Maka setiap hari kita perlu kekuatan baru, kesegaran baru, semangat baru untuk mengawali segala tantangan yang baru.Sumber kekuatan harian itu dimulai disini.Di Shubuh itu.

Perlawanan terbesar dalam hidup dimulai dari sini.Dari perlawanan kita terhadap diri sendiri di shubuh yang dingin dan menenggelamkan.Setelah itu segalanya menjadi ringan. Semakin banyak orang malas sholat shubuh, akan semakin banyak orang-orang yang lemah. Semakin sedikit orang yang mau sholat shubuh tepatwaktu, semakin sedikit pula orang-orang kuat.

Maka bila suatu negeri yang kaya raya ternyata terus terpuruk, jatuh dan tenggelam dalam kesulitan demi kesulitan, itu hanya gambaran betapa penduduknya kebanyakan adalah orang-orang lemah.Terlalu banyak orang yang tidak jujur.Terlalu banyak orang-orang munafik.Negara ditipu.Rakyat dikhianati.Apa kaitannya dengan sholat shubuh? Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka.Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas.Mereka bermaksud riya'(dengan sholat) di hadapan manusia.Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekai. (QS. An-Nisa': 1 42). Lalu Rasulullah menegaskan, sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah sholat isya' dan sholat shubuh  ]Apakah Subuh Kita Terlambat Lagi?Dari berbagai sumber internet]

Seorang ulama besar Pakistan, Syaikh Maulana Tariq Jamil menyampaikan pengalaman da'wahnya ketika pergi da'wah di negri Jordania.ketika di Jordania Beliau pergi ke daerah perbatasan Jordania-Israel. Sampai di daerah perbatasan, ketika rombongannya Syaikh Maulana Tariq Jamil selesai menunaikan solat subuh disalah satu masjid di dekat perbatasan, tiba-tiba seorang tentara Israel dari luar melihat kearah dalam Masjid.Setelah melihat sebentar lalu tentara Israel itu langsung pergi. Maka Syaikh Maulana Tariq Jamil menghampiri tentara Israel itu dan bertanya apa yang dia tadi lakukan.

"Saya hanya ingin melihat berapa jumlah orang Islam yang hadir shalat subuh di Masjid,"kata tentara Israel itu. Syaikh Maulana Tariq Jamil sambil keheranan bertanya "kenapa?" Dia pun menjawab "di dalam kitab kami (Kitab Taurat) ada tertulis "Jika diseluruh dunia jumlah orang Islam yang hadir untuk shalat subuh berjemaah di masjid sama banyak dengan jumlah jemaah shalat Jumat, maka saat itu Israel akan hancur." tetapi ketika tadi saya lihat di masjid jumlah orang Islam yang datang untuk shalat subuh berjemaah masih sedikit, maka hati saya tenang, karena umat Islam pasti tidak bisa kalahkan kami."Mendengar pembicaraan ini Syaikh Maulana Tariq Jamil sangat keheranan.

Seperti mana sudah ketahui bahwa shalat subuh adalah shalat yang paling sulit ditunaikan, karena subuh adalah saat masih gelap, dingin dan saat orang-orang sedang tidur. Jika mana shalat subuh bisa ditunaikan maka shalat lainnya pastilah akan mudah ditunaikan.

Sebagian besar umat Islam tidak mengetahui pengakuan tentara Israel ini, bahwasanya Israel akan hancur jika jemaah shalat subuhnya umat Islam yang hadir sebanyak shalat Jumat.

Orang Yahudi selalu berusaha dengan berbagai cara supaya umat Islam bisa meninggalkan Shalat 5 waktunya. Karena orang Yahudi faham jika mana Orang Islam meninggalkan shalat fardhunya maka Allah SWT pasti tidak akan menolong umat Islam. Sehingga semua usaha umat Islam untuk membela Palestina selalu mengalami kegagalan.[Pengakuan Tentara, Israel Hancur Jika jemaah Solat Subuh Sebanyak Solat Jumat ,Cyber SabiliSabtu, 01 Januari 2011 21:48 Harnes Yud].

            Sebagaimana tempat, dimensi waktu pun bisa menjadi sarana yang efektif dalam menghantarkan seorang hamba meraih keutamaan di sisi Allah.Bukankah shalat-yang menjadi wahana paling khusyuk dalam beraudiensi dengan-Nya-ditandai dengan waktu? Dalam Kitab-Nya, Allah juga sering menggugah kita dengan ungkapan waktu, termasuk waktu subuh.

"Demi fajar/subuh," firman-Nya dalam surah Al-Fajr.Ayat ini mengetuk kita dengan penggunaan wau qasam (sumpah). Ini menunjukkan betapa urgennya waktu subuh, yaitu saat udara masih segar, sejuk, dan pikiran masih jernih. Alam yang tadinya mengantuk, perlahan-lahan bangun dan kembali membentangkan karunianya. Di sinilah pentingnya arti bangun pagi; ia bukan hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, melainkan juga bisa bermakna finansial dan spiritual.

Konon, Indonesia termasuk lima negara yang paling besar tingkat polusinya di dunia, hingga udara yang cerah dan segar menjadi sulit didapat. Apalagi di banyak wilayah kota besar, seperti Jakarta, yang setiap sudutnya nyaris penuh dengan asap kendaraan bermotor. Karena itu, bagi kita yang ingin menghirup udara segar, bangun pagi bisa menjadi alternate

Bangun pagi juga mempunyai nilai ekonomis. Karena orang yang bangun lebih awal akan punya waktu lebih banyak untuk menangani berbagai urusan dan bisnisnya. Lebih-lebih ketika budaya kompetitif sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka mengejar dan mencari peluang bisnis adalah suatu tuntutan.

"Hilangnya berbagai macam peluang mengakibatkan terjadinya kehancuran, karena memang itulah dunia," tulis Maulana Wahiduddin Khan, pemikir dari India. Sedangkan Umar bin Abdul Aziz berujar, "Malam dan siang bekerja untukmu, maka bekerjalah kamu pada keduanya."

Bangun pagi juga tidak hanya menawarkan pulsa yang murah bagi orang yang ingin berbicara via telepon, misalnya.Namun, banyak informasi bisnis penting pun sering dilansir sejak pagi.Lebih-lebih bagi yang bergerak di bidang jasa transportasi, waktu pagi sungguh memberikan banyak berkah.

Bagi mereka yang masih tergeletak di peraduannya, mana mungkin bisa meraih karunia itu.Maka, benarlah kalau Nabi mengatakan bahwa tidur di pagi hari mewariskan kemiskinan.
Sedangkan dari sisi spiritual, dalam banyak hadis, Nabi acap kali memberitakan tentang fadilah shalat Subuh secara berjamaah, juga bershalawat untuknya di kala pagi dan petang.
Guna mempertajam kepekaan spiritual kita, Nabi juga mewariskan wirid-wirid khusus yang dibaca setiap subuh, misalnya: "Kami telah memasuki subuh dan kerajaan kepunyaan Allah pun telah memasukinya. Ya Allah, aku memohon kebaikan hari ini, keterbukaan (pintu rahmat), pertolongan, keberkahan, dan hidayah hari ini.Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan hari ini, keburukan hari sebelum dan sesudah hari ini."
Sedemikian besarnya makna bangun pagi, hingga salah satu kebiasaan Nabi adalah tidur lebih awal. Tidakkah kita ingin mencontohnya?[Makmun Nawawi, Jangan Sia-siakan Waktu Subuh Mu. Republika,co.id.Selasa, 12 Oktober 2010, 09:21 WIB].

Shalat fajar yaitu shalat sunnah sebelum subuh-merupakan shalat sunnah yang paling banyak pahalanya dibandingkan shalat sunnah lainnya. Rasulullah mengistimewakannya dengan pahala yang begitu besar, "Dua rakaat fajar [shalat sunnah sebelum subuh] lebih baik dari dunia dan isinya" [HR. Muslim].

            Dunia-seluruh dunia- segala isinya mulai dari bentuk harta benda, harta simpanan, kedudukan, usaha, segala yang menggiurkan dan menyenangkan, tidak akan sampai nilainya sebesar shalat sunnah fajar dua rakaat. Ini baru keutamaan shalat sunnah fajar, lalu bagaimana dengan dua rakaat fajar yang wajib, yaitu shalat subuh. Dari Aisyah dikatakan bahwa,"Tidak ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah selain shalat sunnah sebelum subuh" [HR.Bukhari].

            Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan bahkan ketika melakukan perjalanan Rasulullah tidak mengerjakan shalat sunnah, baik yang dikerjakan sebelum shalat fardhu maupun sesudahnya, kecuali shalat sunnah subuh, beliau bersabda,"Janganlah meninggalkan shalat sunnah subuh walaupun kalian dikejar pasukan musuh"[HR. Abu Daud dan Ahmad]

Diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy'ari, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk syurga" [HR. Bukhari].

            Inilah janji Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah.Akan masuk syurga, mereka yang menjaga dua shalat, yaitu shalat subuh dan ashar.Inilah puncak keinginan orang-orang mukmin. Inilah kesuksesan hakiki dan kemenangan yang besar, Allah berfirman dalam surat Ali Imran 3;185

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan".
Begitu besarnya balasan yang disediakan Allah kepada orang mukmin yang mau dan mampu melaksanakan shalat subuh tepat waktunya dan dikerjakan di masjid secara berjamaah, sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak shalat subuh di masjid kalau kita mau meraih pahala dan simpati dari Allah sebagai ujud ketaatan kepada-Nya.

Kalaulah orang yang di sekitar masjid saja yang bangun pagi untuk melaksanakan shalat subuh pada sebuah komplek perumahana seperti Perumnas maka sungguh sudah memadai untuk mengawali bangkitnya ummat islam di sekitar itu, apalagi semua kepala keluarga yang bangun subuh sungguh sejahteranya ummat ini, bahkan andaikata pengurus masjid saja pada sebuah komplek itu bangun pagi lalu ke masjid shalat berjamaah maka luar biasa semarak dan makmurnya masjid itu, atau andaikata para da’i. ustadz, mubaligh dan ulama yang ada di lingkungan itu saja yang bangun pagi untuk melaksanakan shalat subuh maka sungguh ujud keteladanan akan tercipta di masyarakat kita, tapi yang kita saksikan adalah sangat sedikitnya penghuni komplek, pengurus masjid dan da’i yang bangun pagi lalu shalat subuh di masjid.

Kita menyaksikan shalat subuh dimana-mana sangat memprihatinkan, begitu indahnya masjid, sungguh banyak ummat islam yang berada di sekitarnya tapi yang shalat subuh ke masjid hanya gharin dengan dua atau tiga orang jamaahnya, lalu apa yang bisa diberikan Allah kepada kita dan apa yang dapat kita banggakan terhadap kualitas ummat islam hari ini, jangankan untuk berjuang mati-matian dengan jihad mendambakan syahid sedangkan pengorbanan dingin, ngantuk dan capek saja tidak mampu kita ujudkan, besok kuatkan tekad, saya akan bangun subuh untuk melaksanakan shalat di masjid, wallahu a’lam [Cubadak Solok, 29 Agustus 2011.M/ 29 Ramadhan 1432.H].


Tidak ada komentar:

Posting Komentar