Selasa, 02 Februari 2016

148. Palestina



Palestina, adalah sebuah negeri yang selalu bergejolak, pertempuran terjadi disana antara Yahudi yang didukung oleh Amerika dan sekutunya dengan rakyat muslim Palestina sendirian, tanpa didukung oleh negara manapun selain segelintir doa yang membasuh darah syuhada’ di negeri tempat terakhir perjalanan Isra’nya nabi Muhammad Saw. Yaser Arafat telah mengkhianati perjuangan rakyatnya dengan mengatakan bahwa dia tidak akan menikah sebelum Palestina merdeka, nyatanya belum lagi hal itu terujud dia sudah menyunting seorang wanita dari kalangan Yahudi sendiri yang merupakan musuh Palestina dan musuh kaum muslimin.

Yang terjadi di Palestina kerap diopinikan sebagai konflik Arab-Israel.Kata “konflik” dipakai untuk mengaburkan realita.Padahal yang sesungguhnya terjadi adalah penjajahan, penindasan dan teror.Berdirinya Israel sebagai negara pada tahun 1948 adalah sebentuk penjajahan atas tanah Palestina.Tidak berbeda dengan penjajahan yang digilir Portugis, Belanda, dan Jepang atas negeri ini di masa lampau.

Anomali peradaban yang begitu nyata ini, tak kentara di mata bangsa-bangsa besar yang menuding diri sebagai pejuang hak azasi.Di satu sisi Israel dimerdekakan dan dibela mati-matian, disisi yang lain Palestina ditindas dan dihancurkan habis-habisan.Hak hidup kaum muslimin direnggut paksa, hak Yahudi diagungkan bahkan dikeramatkan.Bangsa pemilik sah negeri Syam itu kian tersingkir.

Di tengah perjuangan maha berat yang dilakoni untuk meraih kemerdekaan, kepedulian saudara-saudara sebangsa dan seiman terdekat [negara-negara Arab] masih setengah hati.Mereka hanya membantu secara materi-itupun seadanya, namun tidak untuk sebuah kemerdekaan.

Palestina dibiarkan terkatung-katung sebagaimana kita saksikan.Laksana perahu tanpa layar yang dihempas badai di tengah samudera. Sejatinya sikap pemimpin negara-negara Arab itu sama saja dengan prilaku kaum Zionis; menolak kemerdekaan Palestina. Walau demikian, kebebasan harus diperjuangkan.[Chairul Ahmad, Palestina, Majalah Sabili No. 24 Juni 2010].

Beberapa berita berikut ini menggambarkan bagaimana ganasnya Yahudi untuk menghancurkan rakyat Palestina yang sudah berlansung sekian tahun.



Sebuah laporan dari Palestina melaporkan bahwa dua hari lalu, tentara Israel menghancurkan sebuah masjid yang terletak di Khirbit Yirza, dekat kota Tepi Barat tuba, dan juga menghancurkan 10 tenda yang digunakan oleh para petani dan pengembala di daerah tersebut.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa beberapa jip militer Israel menyerang desa yang terletak di Khirbit Yirza, dan menghancurkan sebuah masjid.Ini adalah kejadian kedua kalinya, dalam enam bulan ini.
Setelah tentara Israel menghancurkan masjid tersebut dan tenda-tenda, tentara juga melakukan pembongkaran terhadap tiga rumah penduduk dan kandang hewan.Selain itu, buldoser tentara juga menghancurkan sepuluh rumah di daerah Bardala, dekat tuba.Ini adalah serangan kedua terhadap desa ini.Sebelumnya sepuluh rumah sudah dibongkar oleh tentara beberapa minggu yang lalu.
Wilayah Tuba terletak di lembah Yordan, dan menjadi target utama pembangunan pemukiman Yahudi karena sifat tanahnya subur dan lokasinya sangat geografis dan sensitif.[Tentara Israel Merobohkan Masjid Palestina , Cyber SabiliMinggu, 20 Februari 2011 22:36 Harnes Yudha].
Sekitar seribu warga Yahudi beserta tiga orang mentri kabinet Israel menyerbu dan menodai makam Nabi Yusuf A.S yang terletak di kota Nablus, Palestina Barat, salah satu kota yang dikuasai warga Yahudi.  Menurut media Palestina, kemarin malam, Sejumlah warga Yahudi berbondong-bondong menyerbu untuk berziarah ke makam Nabi Yusuf tetapi berubah menjadi penodaan dan melecehkan terhadap makam Nabi Yusuf.Mereka mulai tidak menghormati makam dan berlaku tidak sopan dilingkungan makam.
Pihak keamanan Israel beserta Pasukan milisi Abbas ikut mengamankan kedatangan mereka. Menurut keterangan saksi mata, sebelumnya kuburan Nabi Yusuf A.S dan Nabi-nabi lainnya pernah didatangi warga Yahudi, akan tetapi kedatangan sebanyak ini adalah kejadian pertama kali yang terjadi di Nablus, dimana sekitar seribu warga Yahudi mendatangi makam Nabi Yusuf
Pihak keamanan berhasil mengamankan jalan-jalan di kota Nablus yang menuju makam Nabi Yusuf A.S sebelum mereka datang. Dan semua kota-kota di Palestina diumumkan untuk menghentikan semua aktivitasnya.
Radio Israel mengkonfirmasikan kejadiaan ini bahwa tiga orang mentri kabinet bersama seribu warga Yahudi datang makam Nabi Yusuf untuk mengadakan acara ritual.
Nablus, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan nama Shechem, adalah sebuah kota di tepi barat utara Palestina, sekitar 63 km dari utara Yerusalem. Terletak di posisi strategis antara Gunung Ebal dan Gunung Gerizim.
Pada tahun 636, Nablus berada di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam, Umar al-Khattab. Kemudian pada tahun 1099, Tentara Salib menguasai kota ini selama kurang dari satu abad Setelah itu Saladin Ayyub berhasil merebutnya kembali. Pada tahun 1187, Nablus dikuasai kerajaan Mamluk kemudian kerajaan Ottoman.
Pada akhir 1948 terjadi perang Arab-Israel, yang akhirnya Nablus jatuh ke tangan Yahudi. Dan sejak tahun 1995, kota ini diatur oleh Otoritas Nasional Palestina[Warga Yahudi Menyerbu Makam Nabi Yusuf A.S , Cyber Sabili, Sabtu, 12 Februari 2011 00:21 Harnes Yudha].
Sejarah konflik Arab-Israel membuktikan penerapan di lapangan doktrin tersebut yang mulai dari perang pertama pada 1948 hingga perang keenam pada 2006 di Libanon. Pada perang 1948 misalnya, tentara Israel yang kewalahan menghadapi perlawanan gagah berani gerilyawan Palestina akhirnya melakukan serangkaian holocaust seperti pembantaian di Deir Yasin yang korbannya adalah anak-anak dan kaum wanita.
Pembantaian tersebut tetap tercatat rapi dalam sejarah yang hingga saat ini justeru mengilhami generasi muda Palestina untuk tidak pernah padam semangat juangnya menghadapi pendudukan Israel.
Pada perang kilat tahun 1967, negeri zionis itu kembali melakukan pembantaian serupa, namun kali ini tidak membutuhkan anak-anak atau wanita tapi tawanan perang Mesir yang tidak berdaya.
Puluhan tentara Mesir dan personil yang ditawan dengan tangan terikat dibantai dan dikuburkan secara masal.Berita pembantaian tersebut sengaja dibocorkan untuk menimbulkan kepanikan di kalangan publik dan militer negeri Piramida itu.
Seandainya pembantaian tersebut bukan suatu doktrin peperangan, niscaya aksi holocaust tersebut akan tetap tersimpan rapi menjadi rahasia di bawah tanah hingga saat ini. Pada perang Yom Kipur tahun 1973 antara Israel melawan Mesir dan Suriah, pasukan negeri Israel yang sudah terdesak oleh pasukan Mesir itu kembali melakukan pembantaian terhadap anak-anak sekolah di daerah Bahrel Baqer Mesir.
Seperti biasanya, Tel Aviv mengklaim salah sasaran.Namun aksi holocaust tersebut tidak mampu mengintimidasi pasukan Mesir sehingga AS turun tangan membantu sekutu strategisnya hingga perang berakhir tanpa ada "menang-kalah".
Pembantaian tersohor lainnya yang dilakukan negeri Yahudi itu kembali terjadi di saat perang melawan Lebanon tahun 1982 yang dipimpin oleh Jenderal Ariel Sharon yang mantan PM Israel.
Lebih 5 ribu pengungsi Palestina tak berdaya di kamp Shabra dan Shatila dibantai sehingga Sharon yang sekarang tinggal menunggu ajalnya karena tidak bisa bergerak itu dikenal di kalangan publik Arab sampai saat ini sebagai tukang jagal.
Pembantaian serupa juga dilakukan dalam eskalasi di Lebanon tahun 1996 dan 2006 seperti dijelaskan sebelumnya.Jadi dalih salah sasaran merupakan "lagu lama" yang seharusnya ditentang keras oleh masyarakat dunia terutama dunia Arab dan Islam.
Bahkan doktrin perang ini mendorong tentara Israel untuk menghabisi pejabat-pejabat PBB seperti komisi pencari pakta PBB yang berusaha untuk mencari fakta pembantaian yang dilakukan negeri Yahudi tersebut.
“Kemenangan” yang diingikan lewat perang Libanon pada 2006, tidak hanya bertujuan untuk menghancurkankan atau minimal memandulkan perlawanan Hizbullah tapi untuk melapangkan jalan menuju Timur Tengah (Timteng) baru.
Kita keliru bila menilai serangan Israel di Libanon saat itu yang menjadikan penculikan dua tentaranya sebagai dalih menyerang Libanon semata-mata menghancurkan perlawanan Hizbullah.
Target utamanya adalah Timteng baru yang sepi dari perlawanan Arab sehingga segala kebijakan kawasan tersebut sepenuhnya “digodok” lewat persetujuan Tel Aviv untuk melanggengkan “perdamaian” yang diinginkannya. Resolusi PBB nomor 1559 secara tersirat bertujuan untuk melucuti Hizbullah.[Musthafa Luthfi, Lautan Darah di Gaza Makin Pertegas Doktrin Perang Israel, Hidayatullah.comSenin, 03 Maret 2008].
Komite Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah Dan Fatwa (Lajnah Da`imah Lilbuhuts al-Ilmiyah Wa al-Ifta`) mengeluarkan penjelasan tentang peristiwa pembunuhan, pengepungan dan pengeboman yang terjadi di Jalur Ghaza.
Berikut ini adalah teks penjelasan tersebut :Komite Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa (Lajnah Dâ`imah lilbuhûts al-Ilmiyah wa al-Iftâ`) di Saudi Arabia merasa berduka cita dan merasakan sedih atas apa yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, khususnya di Ghaza berupa kezhaliman, pembunuhan terhadap anak-anak, wanita dan orang-orang jompo, merusak kehormatan dan penghancuran terhadap rumah-rumah dan tempat-tempat strategis serta menebarkan rasa takut. Ini jelas merupakan kejahatan dan kezhaliman terhadap masyarakat Palestina.

Peristiwa menyedihkan ini seharusnya menjadikan kaum Muslimin bersatu bersama kaum Muslimin Palestina, saling tolong-menolong bersama mereka, membantu serta berupaya keras menghilangkan kezhaliman ini dari mereka dengan berbagai sebab dan sarana yang bisa dilakukan.Sebagai wujud ukhuwah Islamiyah dan ikatan iman. Allah Azza wa Jalla berfirman :"Sesungguhnya orang-orang Mu'min itu bersaudara". [al-Khujurât/49:10]Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman :"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain". [at-Taubah/9:71] Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan’. Dan beliau menjalin antara jari-jemari beliau" [Muttafaq ‘Alaihi].
Beliau juga bersabda:"Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan, kasih dan sayang mereka seperti satu tubuh. Apabila aa salah satu anggota tubuh sakit maka mengakibatkan seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur". [Muttafaq ‘Alaihi].Juga beliau bersabda: "Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, ia tidak menzhaliminya, tidak merendahkannya, tiak menyerahkannya (kepada musuh) dan tidak menghinakannya" [HR Muslim]
Pertolongan ini mencakup banyak hal sesuai dengan kemampuan dan keadaan, baik bantuan itu berwujud materi ataupun maknawi (spirit); baik yang berasal dari individu-individu kaum Muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian dan lain sebagainya, atau pun bantuan dari pihak negara-negara arab dan Islam dengan mempermudah pendistribusian bantuan-bantuan tersebut kepada kaum muslimin yang membutuhkan bantuan serta mengambil sikap yang benar serta membela kepentingan kaum Muslimin yang sedang membutuhkan bantuan itu di berbagai acara, perkumpulan dan pertemuan tingkat internasional atau nasional. Semua ini termasuk tolong-menolong pada kebenaran dan taqwa yang diperintahkan dalam firman Allah Azza wa Jalla :"Tolong-menolonglah kalian diatas kebaikan dan takwa". [al-Mâidah/5:2].
Juga termasuk membantu adalah memberikan nasehat dan menunjukkan sesuatu yang membawa kebaikan dan kemaslahatan buat mereka.Diantara bantuan yang teragung adalah berdo’a buat mereka di setiap waktu, semoga Allah k menghilangkan cobaan dan musibah besar ini, memperbaiki keadaan mereka dan meluruskan amal dan perkataan mereka.
Demikian. Dan kami berwasiat kepada saudara-saudara kami kaum Muslimin di Palestina agar tetap bertaqwa kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami juga mewasiatkan kepada mereka agar bersatu dalam kebenaran, tidak berpecah belah dan tidak bertikai serta tidak memberikan kesempatan kepada musuh untuk menghina dan berbuat lebih zhalim lagi.
Kami menganjurkan kepada saudara-saudara kami untuk melakukan tindakan-tindakan dalam rangka menghilangkan kezhaliman di daerah mereka sambil terus beramal dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengharapkan ridha-Nya dan isti’anah (memohon bantuan) kepada Allah melalui kesabaran dan shalat serta tetap bermusyawarah dengan para ulama dalam segala urusan mereka. Karena itu adalah tanda mendapatkan hidayah dari Allah.
Sebagaimana juga kami mengajak para cendikiawan dunia dan masyarakat internasiobnal secara umum agar melihat musibah ini dengan baik dan adil untuk memberikan masyarakat Palestina apa yang menjadi hak-hak mereka dan menghilangkan kezhaliman. Sehingga mereka bisa hidup mulia. Dan pada kesempatan ini juga, kami berterima kasih kepada semua negara dan individu yang telah berperan dalam membela dan membantu kaum Muslimin Palestina.[Lajnah Da`imah Lilbuhuts al-Ilmiyah Wa al-Ifta`FATWA PALESTINA, www.saaid.net. Diterjemahkan oleh Kholid Syamhudi.,Selasa, 13 Oktober 2009 02:00:14 WIB].
Selayaknya seorang muslim memperhatikan penderitaan yang dirasakan oleh ummat islam lainnya sampai Rasulullah menyatakan “bukanlah ummatku yang tidak memperhatikan ummat islam lainnya’’ semoga perjuangan rakyat Palestina mendapat berkah dan rahmat dari Allah yang diiringi dengan untaian do’a yang kita sanjungkan;
Ya Allah ya Ilahi, hari ini belahan bumi islam bersimbah darah dan air mata, masih ada mayat-mayat yang bergelimpangan yang tidak jelas akan dikubur dimana, mereka menjadi korban keganasan orang-orang kafir lantaran hanya sebagai muslim. Bosnia belum lagi reda, Afghanistan tidak tahu ujungnya, Kasymir tetap bergolak dan Palestina mustahil terujud kedamaian bila kedengkian orang-orang kafir masih membara.
Benar ya Allah apa yang Engkau firmankan, ”Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepadamu [kaum muslimin] sebelum kalian ikuti langkah-langkah mereka”.

            Ya Ilahi Rabbi, dengan  ketundukan hati, kesucian jiwa dan kepasrahan, dengan segala kelemahan kami memanjatkan do’a untuk saudara kami  yang ada di Palestina, mereka berhadapan dengan anjing-anjing Yahudi dan Amerika hanya untuk mempertahankan identitasnya sebagai muslim. Paling tidak ya Allah sikap kami ini ujud solidaritas dan simpati kami kepada mereka, tidak ada yang dapat kami berikan sebagai bantuan atas perjuangan mereka kecuali sepenggal do’a.

            Ya Allah ya Tuhan kami, mereka menuduh kami sebagai teroris, fundamentalis dan ekstrimis karena rasa benci mereka yang luar biasa. Bila islam dan muslim identik dengan fundamentalis maka jadikanlah kami seorang fundamentalis, bila islam dan muslim identik dengan ekstrimis maka jadikanlah kami seorang ekstrimis, asal semua itu engkau ridhai.

            Ya Allah ya Tuhan kami, kobarkanlah semangat juang putra-putri Palestina dengan inifadhahnya, gelorakan ruh jihad  di dada pejuang Hamas demi terujudnya kemenangan itu, sadarkanlah Yaser Arafat atas kekeliruan dan kebodohannya selama ini yang dimanfaatkan Israel dan Amerika untuk membinasakan rakyat Palestina serta mengangkangi perjanjian yang tidak ada artinya.

            Ya Allah, hadirnya kami hari ini memanjatkan do’a untuk Palestina dan kehancuran Israel adalah sebagai bukti bahwa kami bukanlah antek-antek Yahudi di negara ini sekaligus kami tidak membuka sedikitpun peluang bagi Yahudi untuk masuk ke negara kami.

            Ya Allah ya Rabbi, sasaran mereka bukanlah Palestina dan Afghanistan saja, tapi dimana saja ummat islam itulah sasarannya. Negara dan daerah kamipun telah dimasuki oleh Yahudi-Yahudi Melayu yang mendukung progam Free Masonry, Woman Club, Rotari Club dan lembaga-lembaga lainnya yang merupakan tangan-tangan Yahudi di Indonesia.

            Ya Allah ya Tuhan kami, kobarkan semangat iman dan jihad di dada kami, tinggikan ghirah [rasa cemburu] pada ajaran islam, gerakkan hati kami untuk membela agama-Mu dimanapun kami berada. Jadikanlah da’wah bagi kami panglima dalam perjuangan ini, sadarkanlah kaum muslimin yang pro Yahudi untuk mereka bertaubat dan menyesali sikap yang demikian, hancurkanlah sehancur-hancurnya antek-antek Yahudi di dunia ini yang dikomandoi oleh Amerika La’natullah, sebagaimana engkau hancurkan mereka dalam  perang Khaibar dahulu.

            Ya Allah ya Rabbi, wahai kaum muslimin, masalah al Quds bukan masalah rakyat Palestina dan Bangsa Arab saja, namun permasalahan bersama ummat islam dimanapun mereka berada, di belahan bumi utara, selatan, timur dan juga barat. [Mukhlis Denros, Harian Mimbar Minang Padang, 29112002].

            Ketika kita bicara tentang Palestina, itu hanya sebagian dari penderitaan ummat islam yang diperlakukan biadab oleh bangsa-bangsa lain di dunia, pada hakekatnya mereka tidaklah memerangi Palestina tapi memerangi islam secara keseluruhan sehingga tidak sejengkalpun tanah di dunia ini yang ada ummat islamnya selalu diganggu dan diperangi sampai mereka bisa memurtadkan ummat islam,  wallahu a’lam [Cubadak Solok, 27 Juli 2011.M/ 25 Sya’ban 1432.H].


Tidak ada komentar:

Posting Komentar