Palestina, adalah
sebuah negeri yang selalu bergejolak, pertempuran terjadi disana antara Yahudi
yang didukung oleh Amerika dan sekutunya dengan rakyat muslim Palestina
sendirian, tanpa didukung oleh negara manapun selain segelintir doa yang
membasuh darah syuhada’ di negeri tempat terakhir perjalanan Isra’nya nabi
Muhammad Saw. Yaser Arafat telah mengkhianati perjuangan rakyatnya dengan
mengatakan bahwa dia tidak akan menikah sebelum Palestina merdeka, nyatanya
belum lagi hal itu terujud dia sudah menyunting seorang wanita dari kalangan
Yahudi sendiri yang merupakan musuh Palestina dan musuh kaum muslimin.
Yang terjadi di Palestina kerap
diopinikan sebagai konflik Arab-Israel.Kata “konflik” dipakai untuk mengaburkan
realita.Padahal yang sesungguhnya terjadi adalah penjajahan, penindasan dan
teror.Berdirinya Israel sebagai negara pada tahun 1948 adalah sebentuk
penjajahan atas tanah Palestina.Tidak berbeda dengan penjajahan yang digilir
Portugis, Belanda, dan Jepang atas negeri ini di masa lampau.
Anomali peradaban yang begitu nyata ini,
tak kentara di mata bangsa-bangsa besar yang menuding diri sebagai pejuang hak
azasi.Di satu sisi Israel dimerdekakan dan dibela mati-matian, disisi yang lain
Palestina ditindas dan dihancurkan habis-habisan.Hak hidup kaum muslimin
direnggut paksa, hak Yahudi diagungkan bahkan dikeramatkan.Bangsa pemilik sah
negeri Syam itu kian tersingkir.
Di tengah perjuangan maha berat yang
dilakoni untuk meraih kemerdekaan, kepedulian saudara-saudara sebangsa dan
seiman terdekat [negara-negara Arab] masih setengah hati.Mereka hanya membantu
secara materi-itupun seadanya, namun tidak untuk sebuah kemerdekaan.
Palestina dibiarkan terkatung-katung
sebagaimana kita saksikan.Laksana perahu tanpa layar yang dihempas badai di
tengah samudera. Sejatinya sikap pemimpin negara-negara Arab itu sama saja
dengan prilaku kaum Zionis; menolak kemerdekaan Palestina. Walau demikian,
kebebasan harus diperjuangkan.[Chairul Ahmad, Palestina, Majalah Sabili No. 24
Juni 2010].
Beberapa berita berikut ini
menggambarkan bagaimana ganasnya Yahudi untuk menghancurkan rakyat Palestina
yang sudah berlansung sekian tahun.
Sebuah
laporan dari Palestina melaporkan bahwa dua hari lalu, tentara Israel
menghancurkan sebuah masjid yang terletak di Khirbit Yirza, dekat kota Tepi
Barat tuba, dan juga menghancurkan 10 tenda yang digunakan oleh para petani dan
pengembala di daerah tersebut.
Sumber-sumber
lokal melaporkan bahwa beberapa jip militer Israel menyerang desa yang terletak
di Khirbit Yirza, dan menghancurkan sebuah masjid.Ini adalah kejadian kedua
kalinya, dalam enam bulan ini.
Setelah
tentara Israel menghancurkan masjid tersebut dan tenda-tenda, tentara juga
melakukan pembongkaran terhadap tiga rumah penduduk dan kandang hewan.Selain
itu, buldoser tentara juga menghancurkan sepuluh rumah di daerah Bardala, dekat
tuba.Ini adalah serangan kedua terhadap desa ini.Sebelumnya sepuluh rumah sudah
dibongkar oleh tentara beberapa minggu yang lalu.
Wilayah
Tuba terletak di lembah Yordan, dan menjadi target utama pembangunan pemukiman
Yahudi karena sifat tanahnya subur dan lokasinya sangat geografis dan sensitif.[Tentara Israel
Merobohkan Masjid Palestina , Cyber SabiliMinggu, 20 Februari 2011 22:36 Harnes
Yudha].
Sekitar
seribu warga Yahudi beserta tiga orang mentri kabinet Israel menyerbu dan
menodai makam Nabi Yusuf A.S yang terletak di kota Nablus, Palestina Barat,
salah satu kota yang dikuasai warga Yahudi. Menurut media Palestina,
kemarin malam, Sejumlah warga Yahudi berbondong-bondong menyerbu untuk
berziarah ke makam Nabi Yusuf tetapi berubah menjadi penodaan dan melecehkan
terhadap makam Nabi Yusuf.Mereka mulai tidak menghormati makam dan berlaku
tidak sopan dilingkungan makam.
Pihak
keamanan Israel beserta Pasukan milisi Abbas ikut mengamankan kedatangan
mereka. Menurut keterangan saksi mata, sebelumnya kuburan Nabi Yusuf A.S dan
Nabi-nabi lainnya pernah didatangi warga Yahudi, akan tetapi kedatangan
sebanyak ini adalah kejadian pertama kali yang terjadi di Nablus, dimana
sekitar seribu warga Yahudi mendatangi makam Nabi Yusuf
Pihak
keamanan berhasil mengamankan jalan-jalan di kota Nablus yang menuju makam Nabi
Yusuf A.S sebelum mereka datang. Dan semua kota-kota di Palestina diumumkan
untuk menghentikan semua aktivitasnya.
Radio
Israel mengkonfirmasikan kejadiaan ini bahwa tiga orang mentri kabinet bersama
seribu warga Yahudi datang makam Nabi Yusuf untuk mengadakan acara ritual.
Nablus,
yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan nama Shechem, adalah sebuah kota di
tepi barat utara Palestina, sekitar 63 km dari utara Yerusalem. Terletak di
posisi strategis antara Gunung Ebal dan Gunung Gerizim.
Pada
tahun 636, Nablus berada di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam, Umar
al-Khattab. Kemudian pada tahun 1099, Tentara Salib menguasai kota ini selama
kurang dari satu abad Setelah itu Saladin Ayyub berhasil merebutnya kembali.
Pada tahun 1187, Nablus dikuasai kerajaan Mamluk kemudian kerajaan Ottoman.
Pada
akhir 1948 terjadi perang Arab-Israel, yang akhirnya Nablus jatuh ke tangan
Yahudi. Dan sejak tahun 1995, kota ini diatur oleh Otoritas Nasional Palestina[Warga Yahudi
Menyerbu Makam Nabi Yusuf A.S , Cyber Sabili, Sabtu,
12 Februari 2011 00:21 Harnes Yudha].
Sejarah konflik Arab-Israel
membuktikan penerapan di lapangan doktrin tersebut yang mulai dari perang
pertama pada 1948 hingga perang keenam pada 2006 di Libanon. Pada perang 1948
misalnya, tentara Israel yang kewalahan menghadapi perlawanan gagah berani
gerilyawan Palestina akhirnya melakukan serangkaian holocaust seperti
pembantaian di Deir Yasin yang korbannya adalah anak-anak dan kaum wanita.
Pembantaian tersebut tetap tercatat
rapi dalam sejarah yang hingga saat ini justeru mengilhami generasi muda
Palestina untuk tidak pernah padam semangat juangnya menghadapi pendudukan
Israel.
Pada perang kilat tahun 1967, negeri
zionis itu kembali melakukan pembantaian serupa, namun kali ini tidak
membutuhkan anak-anak atau wanita tapi tawanan perang Mesir yang tidak berdaya.
Puluhan tentara Mesir dan personil
yang ditawan dengan tangan terikat dibantai dan dikuburkan secara masal.Berita
pembantaian tersebut sengaja dibocorkan untuk menimbulkan kepanikan di kalangan
publik dan militer negeri Piramida itu.
Seandainya pembantaian tersebut
bukan suatu doktrin peperangan, niscaya aksi holocaust tersebut akan
tetap tersimpan rapi menjadi rahasia di bawah tanah hingga saat ini. Pada
perang Yom Kipur tahun 1973 antara Israel melawan Mesir dan Suriah, pasukan negeri
Israel yang sudah terdesak oleh pasukan Mesir itu kembali melakukan pembantaian
terhadap anak-anak sekolah di daerah Bahrel Baqer Mesir.
Seperti biasanya, Tel Aviv mengklaim
salah sasaran.Namun aksi holocaust tersebut tidak mampu mengintimidasi pasukan
Mesir sehingga AS turun tangan membantu sekutu strategisnya hingga perang
berakhir tanpa ada "menang-kalah".
Pembantaian tersohor lainnya yang
dilakukan negeri Yahudi itu kembali terjadi di saat perang melawan Lebanon
tahun 1982 yang dipimpin oleh Jenderal Ariel Sharon yang mantan PM Israel.
Lebih 5 ribu pengungsi Palestina tak
berdaya di kamp Shabra dan Shatila dibantai sehingga Sharon yang sekarang
tinggal menunggu ajalnya karena tidak bisa bergerak itu dikenal di kalangan
publik Arab sampai saat ini sebagai tukang jagal.
Pembantaian serupa juga dilakukan
dalam eskalasi di Lebanon tahun 1996 dan 2006 seperti dijelaskan
sebelumnya.Jadi dalih salah sasaran merupakan "lagu lama" yang
seharusnya ditentang keras oleh masyarakat dunia terutama dunia Arab dan Islam.
Bahkan doktrin perang ini mendorong
tentara Israel untuk menghabisi pejabat-pejabat PBB seperti komisi pencari
pakta PBB yang berusaha untuk mencari fakta pembantaian yang dilakukan negeri
Yahudi tersebut.
“Kemenangan” yang diingikan lewat
perang Libanon pada 2006, tidak hanya bertujuan untuk menghancurkankan atau
minimal memandulkan perlawanan Hizbullah tapi untuk melapangkan jalan menuju
Timur Tengah (Timteng) baru.
Kita keliru bila menilai serangan
Israel di Libanon saat itu yang menjadikan penculikan dua tentaranya sebagai
dalih menyerang Libanon semata-mata menghancurkan perlawanan Hizbullah.
Target utamanya adalah Timteng baru
yang sepi dari perlawanan Arab sehingga segala kebijakan kawasan tersebut
sepenuhnya “digodok” lewat persetujuan Tel Aviv untuk melanggengkan
“perdamaian” yang diinginkannya. Resolusi PBB nomor 1559 secara tersirat
bertujuan untuk melucuti Hizbullah.[Musthafa Luthfi, Lautan Darah di Gaza Makin Pertegas
Doktrin Perang Israel, Hidayatullah.comSenin,
03 Maret 2008].
Komite Tetap Untuk Penelitian
Ilmiyah Dan Fatwa (Lajnah Da`imah Lilbuhuts al-Ilmiyah Wa al-Ifta`)
mengeluarkan penjelasan tentang peristiwa pembunuhan, pengepungan dan
pengeboman yang terjadi di Jalur Ghaza.
Berikut ini adalah teks penjelasan
tersebut :Komite Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa (Lajnah Dâ`imah
lilbuhûts al-Ilmiyah wa al-Iftâ`) di Saudi Arabia merasa berduka cita dan
merasakan sedih atas apa yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Palestina,
khususnya di Ghaza berupa kezhaliman, pembunuhan terhadap anak-anak, wanita dan
orang-orang jompo, merusak kehormatan dan penghancuran terhadap rumah-rumah dan
tempat-tempat strategis serta menebarkan rasa takut. Ini jelas merupakan
kejahatan dan kezhaliman terhadap masyarakat Palestina.
Peristiwa menyedihkan ini seharusnya menjadikan kaum Muslimin bersatu bersama kaum Muslimin Palestina, saling tolong-menolong bersama mereka, membantu serta berupaya keras menghilangkan kezhaliman ini dari mereka dengan berbagai sebab dan sarana yang bisa dilakukan.Sebagai wujud ukhuwah Islamiyah dan ikatan iman. Allah Azza wa Jalla berfirman :"Sesungguhnya orang-orang Mu'min itu bersaudara". [al-Khujurât/49:10]Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman :"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain". [at-Taubah/9:71] Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan’. Dan beliau menjalin antara jari-jemari beliau" [Muttafaq ‘Alaihi].
Peristiwa menyedihkan ini seharusnya menjadikan kaum Muslimin bersatu bersama kaum Muslimin Palestina, saling tolong-menolong bersama mereka, membantu serta berupaya keras menghilangkan kezhaliman ini dari mereka dengan berbagai sebab dan sarana yang bisa dilakukan.Sebagai wujud ukhuwah Islamiyah dan ikatan iman. Allah Azza wa Jalla berfirman :"Sesungguhnya orang-orang Mu'min itu bersaudara". [al-Khujurât/49:10]Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman :"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain". [at-Taubah/9:71] Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan’. Dan beliau menjalin antara jari-jemari beliau" [Muttafaq ‘Alaihi].
Beliau juga bersabda:"Perumpamaan
kaum mukminin dalam kecintaan, kasih dan sayang mereka seperti satu tubuh.
Apabila aa salah satu anggota tubuh sakit maka mengakibatkan seluruh tubuh
menjadi demam dan tidak bisa tidur". [Muttafaq ‘Alaihi].Juga beliau bersabda:
"Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, ia tidak menzhaliminya,
tidak merendahkannya, tiak menyerahkannya (kepada musuh) dan tidak
menghinakannya" [HR Muslim]
Pertolongan ini mencakup banyak hal
sesuai dengan kemampuan dan keadaan, baik bantuan itu berwujud materi ataupun
maknawi (spirit); baik yang berasal dari individu-individu kaum Muslimin berupa
harta, makanan, obat-obatan, pakaian dan lain sebagainya, atau pun bantuan dari
pihak negara-negara arab dan Islam dengan mempermudah pendistribusian
bantuan-bantuan tersebut kepada kaum muslimin yang membutuhkan bantuan serta
mengambil sikap yang benar serta membela kepentingan kaum Muslimin yang sedang
membutuhkan bantuan itu di berbagai acara, perkumpulan dan pertemuan tingkat
internasional atau nasional. Semua ini termasuk tolong-menolong pada kebenaran
dan taqwa yang diperintahkan dalam firman Allah Azza wa Jalla :"Tolong-menolonglah
kalian diatas kebaikan dan takwa". [al-Mâidah/5:2].
Juga termasuk membantu adalah
memberikan nasehat dan menunjukkan sesuatu yang membawa kebaikan dan
kemaslahatan buat mereka.Diantara bantuan yang teragung adalah berdo’a buat
mereka di setiap waktu, semoga Allah k menghilangkan cobaan dan musibah besar
ini, memperbaiki keadaan mereka dan meluruskan amal dan perkataan mereka.
Demikian. Dan kami berwasiat kepada
saudara-saudara kami kaum Muslimin di Palestina agar tetap bertaqwa kepada
Allah dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami juga mewasiatkan kepada mereka
agar bersatu dalam kebenaran, tidak berpecah belah dan tidak bertikai serta
tidak memberikan kesempatan kepada musuh untuk menghina dan berbuat lebih
zhalim lagi.
Kami menganjurkan kepada
saudara-saudara kami untuk melakukan tindakan-tindakan dalam rangka
menghilangkan kezhaliman di daerah mereka sambil terus beramal dengan ikhlas
karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengharapkan ridha-Nya dan isti’anah (memohon
bantuan) kepada Allah melalui kesabaran dan shalat serta tetap bermusyawarah
dengan para ulama dalam segala urusan mereka. Karena itu adalah tanda
mendapatkan hidayah dari Allah.
Sebagaimana juga kami mengajak para
cendikiawan dunia dan masyarakat internasiobnal secara umum agar melihat
musibah ini dengan baik dan adil untuk memberikan masyarakat Palestina apa yang
menjadi hak-hak mereka dan menghilangkan kezhaliman. Sehingga mereka bisa hidup
mulia. Dan pada kesempatan ini juga, kami berterima kasih kepada semua negara
dan individu yang telah berperan dalam membela dan membantu kaum Muslimin
Palestina.[Lajnah Da`imah Lilbuhuts al-Ilmiyah Wa al-Ifta`FATWA PALESTINA, www.saaid.net.
Diterjemahkan oleh Kholid Syamhudi.,Selasa, 13 Oktober 2009 02:00:14 WIB].
Selayaknya seorang muslim
memperhatikan penderitaan yang dirasakan oleh ummat islam lainnya sampai
Rasulullah menyatakan “bukanlah ummatku yang tidak memperhatikan ummat islam
lainnya’’ semoga perjuangan rakyat Palestina mendapat berkah dan rahmat dari
Allah yang diiringi dengan untaian do’a yang kita sanjungkan;
Ya Allah ya Ilahi, hari ini belahan bumi islam bersimbah
darah dan air mata, masih ada mayat-mayat yang bergelimpangan yang tidak jelas
akan dikubur dimana, mereka menjadi korban keganasan orang-orang kafir lantaran
hanya sebagai muslim. Bosnia belum lagi reda, Afghanistan tidak tahu ujungnya,
Kasymir tetap bergolak dan Palestina mustahil terujud kedamaian bila kedengkian
orang-orang kafir masih membara.
Benar ya
Allah apa yang Engkau firmankan, ”Yahudi
dan Nasrani tidak akan ridha kepadamu [kaum muslimin] sebelum kalian ikuti
langkah-langkah mereka”.
Ya Ilahi Rabbi, dengan
ketundukan hati, kesucian jiwa dan kepasrahan, dengan segala kelemahan
kami memanjatkan do’a untuk saudara kami
yang ada di Palestina, mereka berhadapan dengan anjing-anjing Yahudi dan
Amerika hanya untuk mempertahankan identitasnya sebagai muslim. Paling tidak ya
Allah sikap kami ini ujud solidaritas dan simpati kami kepada mereka, tidak ada
yang dapat kami berikan sebagai bantuan atas perjuangan mereka kecuali
sepenggal do’a.
Ya Allah ya Tuhan kami, mereka menuduh kami sebagai
teroris, fundamentalis dan ekstrimis karena rasa benci mereka yang luar biasa.
Bila islam dan muslim identik dengan fundamentalis maka jadikanlah kami seorang
fundamentalis, bila islam dan muslim identik dengan ekstrimis maka jadikanlah
kami seorang ekstrimis, asal semua itu engkau ridhai.
Ya Allah ya Tuhan kami, kobarkanlah semangat juang
putra-putri Palestina dengan inifadhahnya, gelorakan ruh jihad di dada pejuang Hamas demi terujudnya
kemenangan itu, sadarkanlah Yaser Arafat atas kekeliruan dan kebodohannya
selama ini yang dimanfaatkan Israel dan Amerika untuk membinasakan rakyat
Palestina serta mengangkangi perjanjian yang tidak ada artinya.
Ya Allah, hadirnya kami hari ini memanjatkan do’a untuk
Palestina dan kehancuran Israel adalah sebagai bukti bahwa kami bukanlah
antek-antek Yahudi di negara ini sekaligus kami tidak membuka sedikitpun
peluang bagi Yahudi untuk masuk ke negara kami.
Ya Allah ya Rabbi, sasaran mereka bukanlah Palestina dan
Afghanistan saja, tapi dimana saja ummat islam itulah sasarannya. Negara dan
daerah kamipun telah dimasuki oleh Yahudi-Yahudi Melayu yang mendukung progam
Free Masonry, Woman Club, Rotari Club dan lembaga-lembaga lainnya yang
merupakan tangan-tangan Yahudi di Indonesia.
Ya Allah ya Tuhan kami, kobarkan semangat iman dan jihad
di dada kami, tinggikan ghirah [rasa cemburu] pada ajaran islam, gerakkan hati
kami untuk membela agama-Mu dimanapun kami berada. Jadikanlah da’wah bagi kami
panglima dalam perjuangan ini, sadarkanlah kaum muslimin yang pro Yahudi untuk
mereka bertaubat dan menyesali sikap yang demikian, hancurkanlah
sehancur-hancurnya antek-antek Yahudi di dunia ini yang dikomandoi oleh Amerika
La’natullah, sebagaimana engkau hancurkan mereka dalam perang Khaibar dahulu.
Ya Allah ya Rabbi, wahai kaum muslimin, masalah al Quds
bukan masalah rakyat Palestina dan Bangsa Arab saja, namun permasalahan bersama
ummat islam dimanapun mereka berada, di belahan bumi utara, selatan, timur dan
juga barat. [Mukhlis Denros, Harian Mimbar Minang Padang, 29112002].
Ketika kita bicara tentang Palestina, itu hanya sebagian
dari penderitaan ummat islam yang diperlakukan biadab oleh bangsa-bangsa lain
di dunia, pada hakekatnya mereka tidaklah memerangi Palestina tapi memerangi
islam secara keseluruhan sehingga tidak sejengkalpun tanah di dunia ini yang
ada ummat islamnya selalu diganggu dan diperangi sampai mereka bisa memurtadkan
ummat islam, wallahu a’lam
[Cubadak Solok, 27 Juli 2011.M/ 25 Sya’ban 1432.H].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar