Senin, 01 Februari 2016

138. Selingkuh




Mencintai seorang wanita saja bagi lelaki tidaklah istimewa karena watak negative lelaki itu tidak puas hanya dengan satu cinta saja, begitu  juga lama bertahan dengan suami sendiri  membuat wanita bosan apalagi banyak hal yang dapat memperuncing untuk terjadinya perbedaan dan perselisihan, hal ini membuat terjadinya selingkuh yang dapat merusak keutuhan rumah tangga walaupun ada yang mengatakan  rumah tangga tetap selamat walaupun melakukan selingkuh, Selingan Indah Keluarga Utuh.
Lafal selingkuh berasal dari bahasa Jawa yang artinya perbuatan tidak jujur, sembunyi-sembunyi, atau menyembunyikan sesuatu yang bukan haknya.Dalam makna itu ada pula kandungan makna perbuatan serong.
Namun, lafal selingkuh di Indonesia muncul secara nasional dalam bahasa Indonesia dengan makna khusus "hubungan gelap" atau tingkah serong orang yang sudah bersuami atau beristri dengan pasangan lain.
Sehingga begitu bahasa Jawa selingkuh ini mencuat jadi bahasa Indonesia tahun 1995-an, langsung punya makna lain (tersendiri) yaitu hubungan gelap ataupun perzinaan orang yang sudah bersuami atau beristri. Ini satu perpindahan makna bahasa serta budaya bahkan ajaran.[Selingkuh Mengancam Keluarga Muslim, kholda naajiyahMedia Ummat; Saturday, 02 April 2011 15:36].

Anda tentu akan sakit hati bila si dia selingkuh dengan perempuan lain. Tetapi, sadarkah Anda bila Anda adalah kekasih gelapnya, wanita simpanannya, WIL-nya?Sebab, banyak juga perempuan yang tidak mengetahui bahwa dirinya telah ditipu oleh pasangannya.Anda merasakan keanehan dalam beberapa sikapnya, tetapi tidak mampu mengutarakannya, atau tidak ingin mempermasalahkannya.

Ketika sedang berselingkuh, kaum pria umumnya saling tahu di antara teman-temannya.Teman-temannya ini saling menjaga kerahasiaan di antara mereka. Namun, ada pria yang takut sekali ketahuan dan pada saat yang sama tak ingin kehilangan Anda sehingga ia menutupi kehidupannya dengan membuat-buat alasan pada Anda.

Apakah hal ini terjadi pada Anda, atau Anda mencurigai bahwa ia sudah beristri atau punya kekasih lain? Coba simak tanda-tandanya di bawah ini.Beberapa orang (yang tidak sedang selingkuh) mungkin juga menunjukkan tanda-tanda ini, tetapi bila Anda melihat dua atau tiga cirinya saja, sebaiknya Anda berhati-hati.

1. Ia punya dua ponsel
Sekarang ini, sangat umum bila orang memiliki dua ponsel: satu untuk urusan kerja atau bisnis, satunya untuk keluarga dan teman-teman. Kunci perbedaannya adalah, nomor mana yang diberikannya untuk Anda?Nomor prabayar atau pascabayar? Jika prabayar, kemungkinan ia melakukannya agar nomor Anda tak mudah terlacak. Kemudian, ketika ada telepon masuk, ia mendiamkannya saja atau menjauh dari Anda ketika menerima telepon tersebut.

2. Ia menemui Anda pada jam-jam tertentu saja
Misalnya, ia hanya mengunjungi Anda segera setelah jam kantor, saat hari kerja, atau ketika makan siang. Anda hanya bisa bermimpi menghabiskan akhir pekan bersamanya (maklum, akhir pekan adalah waktu untuk kekasih, atau istri dan anak-anaknya). Kalaupun ia mengizinkan Anda menemuinya di kantor, ia akan sembunyi-sembunyi, mencari tempat yang sepi agar tak terlihat oleh orang lain.

3. Anda tak pernah diajak ke rumahnya, atau dikenalkan pada keluarganya
Ia selalu punya alasan, seperti rumahnya kotor, berantakan, atau jauh. Atau, ia selalu mengatakan bahwa orangtuanya sedang bepergian, atau sang ayah bertugas di luar kota. Bila tinggal di rumah kos atau kontrakan, alasannya teman serumahnya sering tak ramah pada tamu. Bahkan, ia hanya mau menemui Anda di rumah Anda. Ia tak ingin mengajak Anda ke mal-mal atau kafe karena tak suka suasananya yang terlalu ramai.

4. Ia sering membatalkan janjinya
Alasannya banyak, mendadak ada meeting, harus bertemu klien, atau orangtuanya datang dari luar kota. Sebaliknya, ia juga sering mendadak mengajak bertemu, meskipun tidak ingin berlama-lama menghabiskan waktunya bersama Anda. Alasannya pun beragam, mulai dari yang harus menemani ibunya di rumah, kecapekan, dan lain sebagainya.

5. Ia punya teman-teman imajiner
Anda tak pernah bertemu dengan teman-temannya. Sesekali ia mungkin menyebut nama beberapa orang, tetapi mereka tak pernah muncul atau hadir untuknya. Ia juga tak mau mengajak Anda hangout dengan teman-temannya karena ia ingin berdua saja dengan Anda. Tentu saja hal ini membuat Anda berbunga-bunga, meskipun dalam hati Anda bertanya-tanya, bagaimana sih kehidupannya saat tak bersama Anda?

6. Ia tak punya akun di jejaring social
Saat ini, sudah biasa bila orang saling mengungkapkan cintanya di Facebook atau Twitter. Sadar bahwa hal ini menjadi sarana untuk membekuknya (sebagai peselingkuh), ia pun memutuskan untuk tidak membuat akun pribadi. Meskipun ia tidak aktif dalam meng-update status, bisa saja ada perempuan lain yang mengirimkan pesan-pesan cinta buatnya, kan? [Enam Tanda Anda Kekasih Gelapnya!Kompas.com.Minggu, 1 Mei 2011 | 09:44 WIB].

Ya, praktik selingkuh telah begitu meluas.Bahkan, kini menjadi ancaman serius bagi institusi keluarga bahagia.Sejumlah hasil penelitian dalam dan luar negeri membuktikan bahwa dari sekian banyak penyebab perceraian, selingkuh menjadi penyebab utama.
Menurut data Ditjen Pembinaan Peradilan Agama (PPA) Mahkamah Agung, persentase perselingkuhan perempuan lebih kecil dari pria. Sedangkan Amir Sjarifoedin Tjunti Agus, dalam bukunya “Wanita-Wanita Selingkuh; Rumput Tetangga Terlihat lebih Hijau”,  melakukan penelitian terhadap 100 "wanita peselingkuh" usia 24-50 tahun, berdasarkan strata ekonomi, sosial, dan sebagainya, -dengan latar belakang pendidikan (SLTA sampai S-2).
Terungkap, banyak wanita lebih memilih selingkuh daripada memperbaiki hubungan dengan suami. Bahkan, mereka berselingkuh tidak saja dengan PIL (pria idaman lain), tapi juga dengan adik ipar, anak kos, siswa, mahasiswa, "brondong", lesbian, bahkan gigolo. Menjijikkan!

Hasil perselingkuhan ini, mendorong pergerakan stastistik perceraian dari tahun ke tahun.Direktorat Jendral Pembinaan Peradilan Agama mencatat, kini selingkuh menjadi virus keluarga nomor empat. Tahun 2005 lalu, misalnya, ada 13.779 kasus perceraian yang bisa dikategorikan akibat selingkuh; 9.071 karena gangguan orang ketiga, dan 4.708 akibat cemburu. Persentasenya mencapai 9,16 persen dari 150.395 kasus perceraian tahun 2005 atau 13.779 kasus.

Alhasil, dari 10 keluarga bercerai, 1 di antaranya karena selingkuh. Atau, rata-rata, setiap 2 jam ada tiga pasang suami istri bercerai gara-gara selingkuh. Perceraian karena selingkuh itu jauh melampaui perceraian akibat poligami tidak sehat yang hanya 879 kasus atau 0,58 persen dari total perceraian tahun 2005. Perceraian gara-gara selingkuh juga 10 kali lipat dibanding perceraian karena penganiayaan yang hanya 916 kasus atau 0,6  persen.Dan, data perselingkuhan itu diprediksi akan terus meroket. "Karena banyak tokoh yang melakukannya," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan untuk Keadilan (LBH APIK), Ratna Batara Munti.

"Selingkuh adalah fenomena tidak sehat bagi bangsa ini.Selingkuh itu zina," tandas Nasaruddin Umar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Depag.Sayang, istilah selingkuh sendiri kerap diakronimkan 'selingan indah keluarga utuh', hingga banyak yang penasaran mencobanya.Padahal mereka Muslim dan Muslimah. Ironi!

Rusaknya moral kaum elite (al-mutrafin) adalah menyangkut selingkuh secara utuh, yaitu makna secara keseluruhan.Baik selingkuh yang maknanya korupsi, tidak jujur, serong maupun zina. Diadili saja tidak, apalagi dirajam, yaitu dibunuh dengan cara dilempari batu.
Kalau yang cerai gara-gara selingkuh saja tiap dua jam ada, lantas kalau mereka diadili, berarti tiap dua jam ada sepasang selingkuh yang bisa divonis mati dengan dirajam. Karena yang diseret ke pangadilan hanya yang korupsi, bukan yang berzina, maka suatu ketika lembaga ulama mengeluarkan semacam fatwa atau imbauan hanya menyangkut pemberantasan korupsi, bukan untuk mengadili yang berzina.

Kenapa separah ini?Karena, ada kekuatan-kekuatan jahat yang bersekongkol atau berkomplot yang merusak umat Islam Indonesia ini secara sistematis.
Antara lain melalui majalah porno (Playboy misalnya), film porno, situs porno, dll.Sedangkan aturan yang 'berbau' Islam terus diobrak-abrik. Seperti UU Perkawinan, tentang kebolehan poligami, diikuti dengan syarat yang ketat. Sebaliknya, bagi yang ingin zina, sarananya telah tersedia, sedang sistemnya tidak mempersoalkannya.Lebih dari itu justru perzinaan menjadi salah satu lahan pemasukan bagi pemerintah daerah atau orang-orang yang berbisnis maksiat..[Selingkuh Mengancam Keluarga Muslim, kholda naajiyah Media Ummat; Saturday, 02 April 2011 15:36].

Perselingkuhan yang terjadi memang tidak diinginkan oleh keluarga manapun, seharusnya masing-masing pihak yaitu suami dan isteri mempertahankan keutuhan keluarganya, menjaga rumah tangga dengan sebaik-baiknya, tapi kadangkala setelah terjadi perselingkuhan dan heboh barulah masing-masing menuding sebab-sebab terjadinya selingkuh itu diantaranya karena satu pihak tidak pandai menjaga cinta dan kasih sayang, tidak lagi  memperhatikan pasangannya sehingga mencari dan menemukan kasih sayang dari pihak ketiga, semuanya berawal dari selingkuh yang akhirnya melakukan poligami melalui nikah siri, karena bila hubungan suami isteri yang dilakukan diluar nikah termasuk zina.

Kalau dihubungkan secara serampangan kata nikah dengan siri maka bisa saja itu berarti “nikah malu-malu”. Atau jika seandainya siri itu ternyata berasal dari kata bahasa Arab sirri, maka nikah siri adalah “nikah rahasia” karena sirr dalam bahasa Arab berarti rahasia.

“Nikah malu-malu” ataupun “nikah rahasia” sama-sama mengindikasikan adanya sesuatu yang terlindung dari tatapan publik atau paling tidak, publik yang mengetahuinya adalahpublik yang sangat terbatas.Di sisi yang berbeda, Rasulullah pernah menekankan pernikahan itu harus diketahui oleh publik.Persoalannya, publik di sini maksudnya publik yang mana?
Secara umum dipahami oleh masyarakat adalah nikah siri itu berarti nikah secara agama (Islam) dan nikah resmi adalah nikah secara negara.Di sini lalu persoalan menggelinding menjadi kontroversi ketika ada niatan negara untuk mengatur pernikahan dan salah satu bentuknya adalah melarang nikah siri.

Mereka yang memahami nikah siri sama dengan nikah secara agama (Islam) tentu akan bereaksi cepat karena itu dianggap sama saja dengan mengharamkan apa yang oleh Allah sendiri dihalalkan. Di sini kemudian mencuat lagi ke permukaan betapa peliknya persoalan keagamaan yang menyentuh wilayah-wilayah privat itu.[Nikah Siri Yes Atau No?Eramuslim.com. Jumat, 19 Februari 2010 08:44].

Sebelum menikah, tidak ada orang yang menikah kelak akan berselingkuh, perselingkuhan  dipicu oleh berbagai factor yang terjadi dalam rumah tangga itu, tidak ada dalam perselingkuhan itu tujuannya untuk meruntuhkan rumah tangga tapi akibat dari perselingkuhan banyak yang meruntuhkannya, bila terjadi perselingkuhan maka sebaiknya diselesaikan dengan baik oleh keduabelah pihak, jangan emosional dan egois yang ditonjolkan sehingga memicu untuk perceraian.

Satu hal terpenting dari sebuah rumah tangga adalah dahulukan syari’ah dalam mengambil keputusan, pentingkan komunikasi dua arah, tidak mudah suudzhon dan selalu mendahulukan sangka baik. Siapkan 1000 alasan untuk suudzhon dan yang terpenting usahakan segala cara untuk menyelamatkan pernikahan. Perbanyak ibadah dan berdo,a serta bersabar, banyak mengalah dan banyak lagi.. namun jangan jadikan bercerai sebagai solusi bagi semua masalah, ibarat orang hidup susah dan merasa hidup ini sangat menyusahkan maka berfikir bahwa bunuh diri adalah solusi untuk mengakhiri hidup ini. Ingatlah dunia tidak selalu indah dan langit tak selalu cerah sehingga masalah pasti ada. Ingatlah anak, ketika ingin bercerai dan renungkanlah setelah bercerai apakah hidup akan lebih baik atau tidak, bukan hanya untuk kita tapi juga untuk anak-anak. Murid saya disekolah pernah berkata, “hal yang paling menyedihkan dalam hidupku adalah bila ayah ibu jadi bercerai, rasanya kayak gempa bumi.”

Biasanya anak-anak yang orangtuanya bercerai akan menjadi pemurung, minder dan bermasalah di sekolah. Menurut pendapat kawan saya yang baru saja bercerai mengatakan bahwa perceraian sangat menyakitkan, hal yang paling menyakitkan dalam hidup. Percayalah bahwa bercerai bukanlah solusi yang terbaik dalam mengatasi masalah dalam pernikahan, maka tak heran bila dibenci Allah kan..? mungkin karena dampaknya itu lho.. seperti yang disabdakan Rasulullah dalam haditsnya, “Sesungguhnya perbuatan mubah tapi dibenci Allah adalah talak (cerai).” (HR. Muslim) dan “Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian.” (HR. Muslim)[Haruskah Bercerai, Eramuslim.com.Rabu, 08/06/2011 12:56 WIB].

Secara umum selingkuh terjadi karena kehidupan rumah tangga berjalan dengan monoton bahkan tidak harmonis, diantaranya bisa saja karena intervensi dan dominasi yang dilakukan oleh satu pihak sehingga kehidupan yang dilalui sangat memuakkan, adanya sikap yang tidak mengenakkan dari satu pihak karena prilaku yang keras dan kasar, egois yang diperturutkan membuat sang salah satu pihak melakukan selingkuh untuk melepaskan jeratan salah satu pihak yang paling dominan dalam rumah tangga itu, sikap dan sifat intervens dan dominasi ini bukan hanya dilakukan oleh suami saja sebagai kepala keluarga tapi juga dilakukan oleh isteri terhadap suaminya.

Islam telah memberikan solusi terbaik tentang hal itu, agar suami isteri mampu untuk bertahan dalam rumah tangga dan keluarga yang harmonis dengan memperhatikan factor-faktor kebaikan, bagaimanapun juga segala kekurangan yang ada pada pasangan maka lebih banyak kelebihannya yang patut disyukuri yang mungkin pada orang lain tidak ditemukan hal itu, selain itu Nabi Muhammad menyampaikan pesan kepada sang suami bahwa ketika melihat wanita lain di luar rumah yang dapat menggodanya maka cepat-cepatlah kembali ke rumah, karena apa yang ada pada wanita itu juga ada pada isteri yang dirumah, berhati-hatilah menjaga cinta suami/isteri, selamatkan keluarga dari selingkuh dengan meningkatkan servis dan perhatian yang penuh, wallahu a’lam [Cubadak Solok, 1 Agustus 2011.M/ 1 Ramadhan 1432.H].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar