Islam membicarakan berbagai asfek kehidupan
diantaranya ekonomi, kebudayaan, seni, pendidikan, pemerintahan dan politik,
dunia dan akherat, tapi secara garis besar dapat dikelompokkan pada tiga hal
saja;
1.Aqidah, yang terangkum dalam
rukun iman, ibarat akar pada sebuah pohon, ibarat pondasi pada sebuah bangunan.
Manifestasi dari iman itu harus nampak
pada tiga hal yaitu;
a.Iman harus terhunjan di hati nurani
Iman harus terselip di
hati sebagai bukti keimanan tersebut karena bila hati tidak bisa menerima iman
maka keimanannya semu, hanya sebatas dekorasi, hati manusia hanya Allah saja
yang tahu.surat Al Anfal 8;2 “
Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama
Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah
iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal."
[Al Anfal 8;2]
b.Iman harus terucap melalui lisan setiap
hari
Pengakuan iman perlu diucapkan melalui lisan
karena orang lain tahu keimanan seseorang hanya melalui pengakuan. Allah
menjelaskan dalam surat An Nur 24;51 “Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila
mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di
antara mereka[1045] ialah ucapan. "Kami mendengar, dan Kami patuh".
dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung”
c.Iman harus nampak pada amal perbuatan
Iman yang hanya menghunjam di hati saja tidak
terucap di lisan apalagi amal perbuatan maka samalah dengan keimanan iblis dan
Fir'aun, iman yang hanya melalui lisan tanpa terhunjam di hati dan tidak pula
nampak pada amalnya samalah dengan keimanan orang-orang munafiq, tapi iman itu
harus diiringi dengan amal perbuatan, sebagaimana tergambar dalam surat Al
Baqarah 2;25 “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka
yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya.”
2.Syari’ah,
yang terangkum dalam rukun Islam, pada asfek yang kecil adalah ibadah, semua
kehidupan muslim harus mencerminkan pengamalan syari'at dalam rangka
mengujudkan kehidupan yang islami.
3.Akhlak,
yang hampir sama dengan budi pekerti dan moral padahal jauh berbeda maknanya,
karena akhlak merupakan aturan Allah yang mengatur kehidupan manusia, baik
akhlak kepada Allah,Rasul, Manusia, Hewan dan lain-lain.
Aqidah
menurut bahasa dari aqoda ya’qidu- uqdatan wa aqidatan yang berarti ; ikatan,
janji dan keyakinan yang mantap. Menurut istilah adalah perkara-perkara yang dibenarkan oleh jiwa dan
hati merasa senang dan tenang karenanya serta menjadi suatu keyakinan bagi
pemiliknya yang tidak dicampuri keraguan. Aqidah Islamiyah bersumber pada Al
Qur’an, As Sunnah dan Al Ijma’.
Adapun dasar-dasar
aqidah islamiyah adalah; Iman kepada Allah 2;177, 4;136, Iman
kepada pada malaikat 2;97,98, Iman kepada kitab-kitab Allah 2;177, 4;136,
Iman kepada hari akhir 2;177, 4;136, man kepada para Rasul 2;98,
4;136 dan Iman kepada qada dan qadar
25;2, yang kita kenal dengan rukun iman.
Rasulullah bersabda;"Iman ialah
pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan dan pengamalan dengan
anggota" [HR. Ahmad] "Iman itu bukanlah dengan angan-angan
tetapi apa yang telah mantap di dalam hati dan dibuktikan kebenarannya dengan
amalan" [Mutafaqun alaih].
Bukti
bahwa aqidah dan iman itu sangat penting bagi hidup manusia di dunia ini adalah;
1.Nasehat Lukman
kepada anaknya;
Seorang
ahli hikmat yang terkenal sampai namanya tercantum dalam Al Qur'an bernama
Lukman Al Hakim. Sebelum menanamkan ibadah dan akhlak kepada anaknya, pertama
sekali Lukman menanamkan aqidah dan iman yang bersih dari syirik, "Dan
(Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".[Lukman
31;13]
Pembersihan
iman dari noda syirik sangat penting dalam rangka menjaga kesucian tauhid, bila
iman sudah bersih maka ibadah dan akhlak yang diwujudkan dalam kehidupan
sehari-hari akan dijamin kesuciannya. Landasan ibadah dan akhlak adalah iman
yang bersih dari noda syirik. Bahkan Allah akan mengampuni semua dosa dengan
izinnya kecuali dosa yang mencederai ketauhidan dengan kesyirikan.
2.Da'wah Rasul di
Mekkah
Selama
13 tahun Rasulullah di Mekkah dalam menyampaikan agama Islam untuk masyarakat
Quraisy, beliau memperioritaskan pembinaan aqidah dan iman sebelumnya sehingga
berhala di Ka'bah sebanyak 360 dibiarkan dahulu, bila dihancurkan berhala itu
maka pasti akan berdiri berhala-berhala yang lebih banyak lagi dan bentrokan
fisik pasti akan terjadi, tapi ketika islam telah jaya akhirnya mereka yang
membangun berhala itulah yang menghancurkan sembahannya itu.
Selama
da'wah di Mekkah maka khamar, judi dan riba masih dibolehkan karena hal itu
menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat
Quraisy, Masjid belum dibangun, Jilbab
belum diwajibkan
Setelah
iman tertanam dengan baik akhirnya mereka sendiri yang menghancurkan berhala,
meninggalkan khamar, judi dan riba, kaum wanitanya spontan memakai jilbab
ketika perintah itu sudah turun.
3.Ajaran Jibril kepada
Rasulullah
Ketika
Rasulullah dan para sahaba sedang berada di sebuah majelis maka datanglah
seseorang dengan pakaian serba putih dan bertanya tentang empat hal;
- Apa yang dimaksud dengan iman, Rasul memberikan jawaban; " Iman adalah engkau percaya kepada Allah, malaikat-Nya, hari akherat, para Rasul dan yakin adanya hari berbangkit".
- Apa yang dimaksud dengan islam, Rasul memberikan jawaban; "Islam adalah, hendaknya kamu menyembah Allah, jangan menyekutukanNya, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan puasa pada bulan Ramadhan".
- Apa yang dimaksud dengan ihsan, lalu Rasul menjelaskan; "Hendaknya kamu menyembah Allah, seolah-olah kamu melihat-Nya, jika kamu tidak melihatNya, pasti Dia melihatmu".
- Kapan datangnya kiamat?Rasul menjawab,"Saya tidak tahu".
Dari empat pertanyaan itu, yang pertama ditanyakan adalah
iman, sebab iman itu merupakan pondasi dalam beramal.
4.Menangkal datangnya
penyakit Wahn
Rasulullah meramalkan nanti bahwa ummat islam akan
diporakporandakan oleh ummat lain ibarat makanan yang terhidang di meja makan,
atau ibarat buih di atas laut. Dan ummat islam diserang oleh penyakit wahn,
yaitu penyakit,"Terlalu cinta kepada dunia dan terlalu takut dengan
kematian".
Ini terjadi karena aqidah dan iman tidak mantap.
5.Untuk menghadapi
ujian hidup
Untuk
menghadapi derasnya ujian kehidupan ini diperlukan aqidah, yang siap menerima
tempaan hidup; "Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang
yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa
ilaihi raaji'uun"[Al Baqarah 2;155-156]
6.Supaya kenal Allah,
Rasul dan Islam
Orang yang aqidahnya baik, dia
akan mengenal Allah, Rasul dan islam pula dengan baik; Dia-lah yang mengutus
rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya
di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. [Ash Shaff
61;9]
Ada beberapa hal kecil yang nampaknya sepele, akan tetapi
mampu mendangkalkan aqidah, islam hanya sekedar formalitas, tercatat pada
lembaran sensus atau KTP saja. Jangan
aktif melaksanakan keseluruhan perintah Allah, sedangkan sisi luar dari islam
itu sendiri tidak pernah dinampakkan. Misalnya saja, masihkah terucap kalimat ”Astaghfirullah” dikala kita terkejut,
atau ”Subhanallah” saat keindahan dan
kekaguman menyeruak di kalbu. Masihkah terukir ucapan sanjungan ”Alhamdulillah” dikala kita menerima dan
mereguk nikmat Allah ? Masih dapat dikatakan baik bila hanya diam daripada
keluar ucapan yang mengandung dosa.
Ketika
berjanji mampukah kita mengatakan, ”Insya
Allah” [semoga Allah memperkenankan]
atas keterbatasan dan ketidakmampuan manusia. Lebih baik tidak berjanji daripada
hanya untuk mengingkari. Dalam situasi dan kondisi bagaimanapun relakah kita
dengan lidah tanpa kendali mengucapkan ”Allah” atau akan kita alihkan dengan kalimat ”Tuhan Yang Maha Esa”. Tatkala mendengar kabar orang meninggal
dunia, masihkah dengan kerendahan kita mengakui kebesaran Allah dengan
mengucapkan, ”Inna lillahi wainna ilaihi
raji’un”.
Memang
hal di atas merupakan pekerjaan ringan, tetapi mampu menggeser kedudukan dan
eksistensi iman, sementara kita berbaur dengan tradisi dan kemajuan zaman,
ucapan Allah diperlakukan hanya dikala memohon do’a agar dapat kedudukan,
setelah kedudukan diperoleh Allah dilupakan. Ucapan ”Assalamu’alaikum” telah diganti dengan kata-kata ”Merdeka”
atau yang lebih sopan ”selamat siang”
atau ”selamat malam”.
Dalam
menyampaikan rasa gembira dan salud kepada teman-teman yang berhasil dalam
prestasinya, tidak hanya sekedar berjabat tangan, adu pipi, kecup bibir didepan
umum mulai dibudayakan. Islam dan iman telah ditelanjangi oleh bau farfum, kerlap kerlip lampu dan hingar bingarnya
musik di gedung megah yang penuh dengan acara kemaksiatan, kontes mode, kontes
ratu kecantikan sampai lomba ratu sejagat sengaja diadakan untuk mengalihkan
perhatian umum, terutama pemuda untuk meninggalkan agamanya, kemudian terjun ke
gelanggang menyaksikan dari satu kontes ke kontes lainnya, manusia telah asyik
tenggelam bersama alkohol dengan aromanya sampai mereguk nikmatnya kulit-kulit
mulus yang memang diperdagangkan.
Pendidikan
nampaknya bukan lagi menjadikan manusia baik, penyantun kepada orangtua,
pengabdi kepada khaliqnya, tetapi hanya sekedar berilmu dan pintar dengan
harapan kelak menjadi orang kaya, berkedudukan dan beruang [punya duit]. Kalau
sekedar hanya untuk pintar sangat mudah, suapi saja dengan berbagai ilmu. Tetapi
untuk menjadikan manusia yang baik sangat sulit, dia harus dilatih dalam
keluarga dengan dasar keimanan yang kuat, sehingga kehadirannya dalam keluarga
menjadi ”Qurratu a’yunin” penyejuk
mata dan penyenang hati, bukan musuh yang harus dipelototi serta dihardik
dengan menampakkan kekasaran.Masyarakatpun merupakan tantangan yang harus
dihadapi, dia mampu menyeret warganya ke lembah maksiat, nilai manusia
dijunjung karena jabatan.
Sisi
kecil dari islam, yaitu ucapan ”Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh” dikalangan pemuda masjid, Risma atau organsasi
pemuda islam lainnya. Ucapan itu merupakan hal yang wajar dan memang harus
dilestarikan, karena terseret budaya yang tidak islami banyak manusia yang
tercetak menjadi algojo, orang-orang bejat, koruptor dan manipulator. Dalam
keluarga mungkin telah maksimal orangtua memerankan diri untuk menanamkan
keyakinan [aqidah] kepada anaknya, tetapi bisa kabur dan dangkal kembali bila
lingkungan masyarakat tidak menunjang ke arah itu.
”Selamat siang dan selamat malam” lebih
dipopulerkan, bahkan dalam pertemuan yang tidak diselenggarakan di masjid,
ketika menyampaikan sambutan/ pidato ucapan ini menjadi tabu, seolah-olah hanya
layak dipakai di masjid dikala berkhutbah saja, sedangkan islam itu luwes,
dapat dipakai tanpa memperhatikan apakah ini siang, sore atau malam, di ujung
pencakar langit atau di surau di ujung desa. Selain itu, yang menjadikan ummat
ini melupakan ajaran islam karena ada konspirasi untuk mendangkalkan aqidah islam
yaitu;
1.Budaya Barat
Segala
budaya yang datang dari Barat ataupun dari Timur tidaklah semuanya benar dan
tidaklah semuanya salah, selaku seorang muslim yang kita pakai adalah
pertengahan yaitu menyaring segala budaya tersebut, bila baik maka kita ambil
dan bila salah kita singkirkan sebab bila kita bersikap mengambil segala budaya
yang datang dari Barat apa adanya maka kita akan terjerumus kepada kehancuran
bangsa dan kerusakan pribadi, lihat bagaimana pergaulan dan pakaian mereka yang
jauh dari akhlak yang baik, demikian pula halnya bila kita menolak segala yang
datang dari Barat maka kita akan ketinggalan, terisolir dan statis hidup umat
ini, ilmu pengetahuan dan teknologi patut kita pelajari walaupun datangnya dari
manapun.
Budaya
apapun juga, baik yang datang dari Barat apalagi dari nenek moyang yang tidak
sesuai dengan islam harus disingkirkan walaupun banyak penentangan yang terjadi
terutama bagi fanatik buta terhadap budaya itu, mereka enggan untuk mengikuti
budaya yang islami karena sudah budayanya begitu; "Dan
apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang Telah diturunkan
Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami Hanya mengikuti apa
yang Telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah
mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui
suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".[Al
Baqarah 2;170]
2.Toleransi Yang Salah
Kaprah
Yang dikatakan dengan toleransi itu adalah membiarkan
orang lain dengan agamanya dan kita tidak menganggu dan tidak ikut campur.
Bukanlah toleransi bila ummat islam ikut merayakan Natal dan Tahun Baru, bukan toleransi namanya
bila ummat Nasrani ikut merayakan Idul Fithri dan Idul Adha, tapi inilah
campuraduk aqidah. Toleransi agama tidak ada, yang ada adalah toleransi antar
umat beragama dalam hal-hal muamalah.
Dahulu di India ada agama Aria yang bertoleransi dengan
agama Weda, yang akhirnya lahirlah agama baru namanya Hindu, demikian pula
halnya bila agama-agama islam bertoleransi dengan agama lain akan melahirkan
agama baru yang sesat dan menyesatkan. Nabi Muhammad pernah ditawari untuk
berdamai dengan kafir Quraisy, seminggu mereka ikut ke masjid dengan kegiatan
islam dan seminggu berikutnya ummat islam ikut menyembah berhala bersama
mereka, bagi kafir Quraisy mereka mengikuti kegiatan islam di masjid tidak ada
larangan dari faham mereka tapi bagi ummat islam suatu hal terlarang bila ikut
menyembah berhala, dengan tawaran itu tegas dilarang Allah dengan menurunkan
firman-Nya;
1.
Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2.
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3.
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.
4.
Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5.
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.
6.
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." [Al Kafirun 109;6]
3.Sinkritisme,
Pluralisme dan Liberalisme
Ini adalah faham yang menyamaratakan semua agama,
menganggap semua agama benar dan betul, semua orang yang beragama apapun akan
masuk ke syurga yang sama sehingga tidak
perlu fanatik dan berpegang teguh dengan agamanya, faham menyamaratakan
agama, faham keberagaman agama dan faham kebebasan beragama menjadikan ummat
ini hilang kebanggaannya terhadap islam karena sudah dikaburkan dengan
pendapat-pendapat yang merendahkan islam, kalaulah semua agama sama tentu tidak
perlu adanya banyak agama, padahal dalam islam sudah jelas agama mana yang
benar sebagaimana firman-firman Allah menyatakan demikian.
Keyakinan seorang muslim terhadap dienul
islam adalah bahwa islam merupakan satu-satunya dien Allah yang otomatis
menolak segala bentuk dien yang datang setelah atau se belumnya,; "Sesungguhnya
agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang
yang Telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka,
Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya" [Ali
Imran 3;19]
Berarti
semua bentuk isme dan dien lain selain islam adalah bathil dan sia-sia,
alangkah meruginya manusia bila salah memilih agama apa yang layak untuk
dijadikan sebagai pegangan hidup, tapi tidak sedikit pula manusia yang
mengetahui kebenaran islam namun enggan untuk mengakui kebenarannya karena
beberapa faktor.
Allah
memberikan ultimatum secara terbuka di dunia ini kepada manusia yang tidak
mengakui dan meyakini islam sebagai agama yang layak diikuti, bagi mereka yang
menganut ajaran apa saja walaupun
nampaknya indah, ilmiah, sesuai dengan zaman dan selera manusia tapi tidak
agama wahyu yang kita sebut dengan islam, maka semua penyembahan mereka,
pengabdian mereka terhadap agama itu sia-sia dan bahkan mendapat kerugian yang
sebesar-besarnya, Allah menjelaskan dalam firman-Nya; “Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah
akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang
yang rugi.”[Ali Imran 3;85]
4.Sekolah pada
perguruan non Muslim
Selayaknya seorang muslim menyekolahkan anaknya di
perguruan Pemerintah atau perguruan yang dikelola oleh ummat islam dalam rangka
menjaga konsistensi anak didik terhadap agamanya. Menyekolah anak pada
perguruan non muslim dengan anggapan bahwa pendidikan yang dikelola ummat islam
belum baik mutunya, masih rendah dibandingkan perguruan yang dikelola oleh non
muslim, anggapan ini sangat keliru, belum ada acuan dan standard yang pasti
tentang itu, tapi andaikata memang
pendidikan islam kurang bermutu maka seharusnya dibenahi bersama oleh
ummat islam itu sendiri bukan malah lari ke sekolah lain, kalaulah rumah kita
rusak, bocor dan jelek, apakah harus kita mengungsi ke rumah tetangga tentu
tidak, kita akan perbaiki rumah kita itu sebaik-baiknya.
5.Perkawinan antar
agama
Islam menuntun umatnya untuk berhati-hati dalam memilih
calon suami/isteri walaupun dia sesama muslim, pilihlah calon suami/isteri yang
baik agamanya sedangkan masalah tampang, silsilah dan harta bukanlah hal yang
begitu penting, karena dengan agama yang baik maka wajah dan silsilah akan
menjadi baik dihadapan Allah, sedangkan harta bisa dicari melalui usaha dan
kerja keras. Sesama muslim saja harus memilih calon suami/ isteri apalagi
menikah dengan lain agama, islam melarang keras perkawinan antar agama.
Bila ada rumah tangga yang rukun dan harmonis pada
perkawinan antar agama berarti kedua belah pihak bukanlah penganut agama yang
baik karena setiap pemeluk agama yang baik pasti dia bersikap fanatik dan teguh
kepada agamanya dan tidak mau menerima kehadiran suami/isteri dari agama lain.
Allah memperingatkan kita tentang hal itu; "Dan
janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.
Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun
dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan
wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin
lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke
neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka
mengambil pelajaran" [Al
Baqarah 2;221]
8.Permisivisme
Ini adalah faham yang mengajak kita untuk bersikap serba
boleh, faham yang membolehkan segalanya tanpa dibingkai oleh nilai-nilai agama.
Berzina dianggap tidak terlarang kalau dilakukan suka sama suka, kumpul kebo
dibenarkan selama tidak hamil, pacaran
dianggap biasa, campur baur wanita dan pria yang bukan muhrim dalam
suatu tempat dianggap boleh.
Pelarangan terhadap semua itu, maka kita akan dihadapkan
kepada pelanggaran hak-hak azasi manusia, pada suatu hari seorang Satpam
menangkap sepasang remaja yang sedang berbuat tidak senonoh pada sebuah taman,
sampailah prosesnya ke kantor polisi, tapi akhirnya yang kena hukum adalah
seorang satpam tadi karena dia dianggap mengganggu hak azasi orang lain.
Demikianlah
proses pendangkalan aqidah ini akan berlanjut hingga akhir zaman, diawali
dengan hal-hal yang ringan hingga
melakukan perbuatan syirik dan kemungkaran lainnya. Apapun faham yang ada di
dunia ini, intinya adalah agar ummat islam meninggalkan dan menanggalkan
islamnya dalam kehidupan sehari-hari, baju islam yang dipakai tidak akan
dipermasalahkan, organisasi islam yang dinaungi bukan larangan tapi mereka akan
melencengkan kita dari aqidah islamiyyah, sebagaimana yang dilakukan oleh
musuh-musuh Islam melalui ghazwul fikri.
Ghazwul
Fikri berasal dari bahasa Arab yang artinya secara harfiyah yaitu Perang
Pemikiran, sedangkan maksudnya adalah sebuah upaya umat non muslim untuk
menghancurkan ummat islam dengan berbagai cara, sistim yang tepat mereka
gunakan untuk itu adalah memerangi ummat
islam melalui fikiran dan idiologi mereka dengan tujuan agar seluruh tatanan
kehidupan muslim tersebut mengadopsi cara hidup mereka, hal ini sesuai dengan
Firman Allah dalam surat Al Baqarah 2;120, ; “Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepadamu sebelum kamu mengikuti
millah mereka”.
Kata
“Millah” itu maksudnya adalah cara cara pandangan hidup, idiologi dan
pemikiran, semua dari ajaran selain islam. Istilah sudah ketinggalan zaman,
tidak relevan lagi, perlu direvisi dan kehendak-kehendak lain untuk meruntuhkan
nilai-nilai ajaran islam.
Samuel Zwemer
adalah orang yang paling gencar memusuhi islam dan ummatnya, hanya dengan empat
program S tapi tercapai semuanya, dalam waktu yang relatif singkat dengan dana
yang minim bahkan ummat islam itu sendiri yang membiayai penghancuran dirinya
tanpa disadari. Barat dan idiologi
apa saja sudah kewalahan berhadapan dengan ummat islam bila peperangan hanya
secara “asykari” melalui militer. Ummat islam adalah ummat yang tangguh
berperang di medan jihad walaupun dengan perlengkapan seadanya, sehingga wajar
ketika meletuskan Perang Bosnia, sang Presiden Elija Becovic menyatakan siap bertempur dengan Serbia hingga dua
puluh tahun lagi, sementara Serbia sudah kecapaian.
Dengan ketidakberdayaan musuh-musuh islam
berhadapan di medan jihad secara frontal sehingga mereka merubah strategi
perang melalui pemikiran, perang idiologi dan perang urat syaraf, percaya
ataupun tidak ummat islam dilumpuhkan dengan strategi perang ini sehingga
berlutut menghadapi kehancuran, Wallahu 'alam [Cubadak Solok, 18 Ramadhan
1431.H/ 28 Agustus 2010.M].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar