Sebuah
keyakinan yang harus diimani oleh muslim yaitu keyakinan adanya hari akhir yang
kita kenal dengan alam akherat setelah melalui proses kehidupan yang panjang,
sejak dari alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam barzakh dan akherat setelah
terjadinya kiamat.
Setelah kehidupan akherat dimasuki maka proses selanjutnya juga akan
berjalan hingga ditentukan mau kemana setelah ini, apakah akan masuk syurga
atau akan masuk neraka, dalam sebuah hadits
Rasulullah bersabda; "Ditampakkan padaku tiga macam orang yang
pertama masuk syurga dan tiga macam orang yang pertama masuk neraka. Tiga orang
yang masuk syurga adalah; orang yang mati syahid, hamba sahaya yang taat kepada
Allah dan suka menasehati majikannya dan orang yang rajin berusaha dan tidak
suka meminta-minta. Tiga orang yang pertama masuk neraka adalah;
penguasa yang zhalim, orang kaya yang kikir dan orang miskin yang tidak tahu
diri".
Dari
hadits diatas digambarkan bahwa ada tiga kelompok manusia yang pertama sekali akan
masuk syurga karena memiliki keistimewaan amal, mereka itu adalah;
1.Orang yang mati syahid
Syahid
adalah orang yang mati dalam melaksanakan jihad di jalan Allah dengan segala
bentuk perjuangan, puncaknya ketika terjadi qital yaitu peperangan melawan
kekafiran dan keangkaramurkaan. Orang yang mati syahid adalah kelompok manusia
pertama yang masuk syurga. Sabda Rasulullah; "Maukah kamu kuberi tahu
tentang manusia yang paling utama? Yaitu orang-orang yang kuat memegang kendali
kudanya dalam jihad di jalan Allah".
Al
Mubarak dalam kitab Jihad berkata; Apabila seorang pemberani dan seorang
penakut sama-sama turut berperang, maka pahala orang yang penakut lebih besar
daripada orang yang pemberani".
"Dan janganlah kamu mengatakan
terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati;
bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya" [Al Baqarah 2;154]
2.Hamba sahaya yang taat kepada Allah dan suka menasehati
majikannya
Sesama
muslim berkewajiban untuk saling
menasehati apapun statusnya, bila orang yang merdeka menyampaikan nasehat
kepada saudaranya tidaklah berat bebannya tapi seorang hamba sahaya yang berani
menda'wahi majikannya adalah keberanian yang luar biasa. Bila ini yang
dilakukan maka dialah orang pertama yang masuk syurga.
" Kamu adalah umat yang
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab
beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik" [Ali Imran 3;110]
3.Orang yang rajin berusaha dan tidak suka meminta-minta
Kehadiran manusia di dunia ini dibawah
lindungan dan pengawasan Allah, hidup dan matinya dalam genggaman-Nya, sakit
dan sehatnya di bawah kekuasaan Allah, demikian pula tentang rezeki, jangankan
manusia sedangkan ulat di sela-sela batu saja masih diberi rezeki yang layak
untuknya. Keimanan kepada kalimat tauhid yang berbunyi,”Laa Ilaaha Illallah”
mengandung salah satu makna yaitu “Laa Raaziqu Illallah” artinya tidak
ada Pemberi rezeki kecuali Allah.
Namun rezeki tersebut tidaklah turun dari
langit dengan demikian saja tanpa usaha, usaha itu menunjang untuk dapatnya
rezeki dari Allah, firman-Nya dalam beberapa
ayat menerangkan; Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
Al Lail 92;4]. "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at,
Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang
demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah
banyak-banyak supaya kamu beruntung"[Al Jumu'ah 62;9-10]
Orang yang rajin mencari nafkah, berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya
dan pantang baginya meminta-minta maka dialah orang yang masuk dalam kelompok
pertama masuk syurga.
Allah SWT mengajak hamba-Nya bertamasya untuk
melihat kondisi syurga di akherat kelak dengan syarat iman dan amal shaleh,
secara rinci difirmankan oleh Allah siapa saja orang-orang yang berhak menghuni syurga itu, hal itu
tergambar dalam surat Al Mukminun 23;1-11
1. Sesungguhnya beruntunglah
orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang
khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)
yang tiada
berguna,
4. dan orang-orang yang
menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang
menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap
isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka
Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7. Barangsiapa mencari yang
di balik itu, Maka mereka Itulah orang-orang
yang melampaui batas.
8. dan orang-orang yang
memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan
janjinya.
9. dan orang-orang yang
memelihara sembahyangnya.
10. mereka Itulah
orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan
mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.
Dalam
surat Al Mukminun 23; 1-11 diatas Allah
mengabarkan bahwa yang akan mendapatkan keberuntungan dan masuk syurga Firdaus
yaitu orang-orang yang mengaku beriman dengan beberapa bukti diantaranya:
Pertama, shalat yang khusyu’ dan memeliharanya, ”Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang
memelihara shalatnya”.[23;1,2,9] ”Dirikan
shalat itu, sesungguhnya shalat itu diwajibkan untuk melakukannya pada
waktu-waktu tertentu atas sekalian orang mukmin”[ An Nisa’ 4;103].
Kewajiban shalat tegas diperintahkan dalam
Al Qur’an, tetapi perintah itu bersifat umum, tentang detail cara dan
waktu-waktunya berdasarkan atas petunjuk dan sunnah Rasul. ”Dirikan
shalat itu, sesungguhnya shalat itu diwajibkan untuk melakukannya pada
waktu-waktu tertentu atas sekalian orang mukmin”[ An Nisa’ 4;103].
Kedua, berbuat dan berkata baik, Dan orang-orang yang menjauhkan
diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna” [23;3] Nabi bersabda, ”Tiada sesuatu yang lebih berat dalam
timbangan seorang mukmin di hari kiamat, selain dari pada keindahan akhlak. Dan
Allah benci kepada orang yang keji mulut dan kelakuan”[HR.Turmuzi].
Mengatakan
sesuatu yang tidak perlu atau tidak berfaedah itu, termasuk mengurangi ciri
kita sebagai seorang muslim yang baik. Karena menurut sebuah hadits yang
diriwayatkan Turmizi dari Abu Hurairah katanya, ”Rasulullah telah bersabda, termasuk sebaik-baiknya islam seseorang
ialah meninggalkan apa yang tidak perlu baginya” ”Setiap perkataan yang
diucapkan dengan sembunyi sekalipun, pasti dihadapannya ada pengawas yang siap
sedia untuk mencatatnya”.[Qaf 50;18]
Ketiga, membayar zakat, ”Dan orang-orang yang menunaikan zakat” [23;4]. Kewajiban berzakat adalah satu rukun dari
rukun islam yang lima perkara, Allah berfirman, ”Di dalam harta benda mereka ada hak yang tertentu bagi orang fakir dan
miskin” [Adz Dzariyat;19].
Mengerluarkan
zakat sama halnya dengan mengerjakan shalat sedangkan hukumnya sama berat
”fardhu ain”. Di dalam shalat sering dijumpai perintah shalat digandengkan
dengan perintah zakat. Salah satu hikmah zakat adalah membersihkan harta kita
dari hal-hal yang subhat, yaitu penghasilan yang tidak jelas halal atau
haramnya, bila zakat tidak dikeluarkan berarti harta kita belum bersih karena
ada hak-hak ummat islam yang menjadi komsumsi kita.
Keempat, menjaga kehormatan. ”Dan
orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka
atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada
terceIa [23;5-6]
Orang
yang menjaga sikap ini nampak dalam segala sikapnya, sebagai pribadi dia tidak
akan berbuat merusak, melakukan penyelewengan, mendahulukan kepentingan
bersama.
Kelima,
memelihara amanat”Dan orang-orang yang memelihara
amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya” [23;8].
Yang dimaksud dengan amanat disini adalah
suatu sikap dan sifat pribadi setia, tulus ikhlas dan jujur dalam melaksanakan
sesuatu yangt dipercayakan kepadanya, berupa harta benda, rahasia maupun tugas
kewajiban lainnya, pelaksanaan amanat dengan baik dapat disebut dengan Al Amin
berarti yang mendapat kepercayaan, yang jujur, setia dan aman.
Orang yang shalat dengan khusyu’, menjaga
shalatnya dengan baik, berbuat dan bertingkahlaku baik serta berbicara sebagai
akhlak muslim yang diajarkan nabi, mengeluarkan zakat dan sEdaqah, menjaga
kehormatan diri dan keluarga dari kemaksiatan, memelihara amanat, maka orang
inilah yang akan mendapatkan tempat yang mulia yaitu ”Syurga Firdaus”.
Tinggal berpulang kepada kita, akan masuk
syurga firdaus yang telah dijanjikanNya
atau akan masuk neraka jahanam yang juga telah dijanjikan-Nya bagi mereka yang
ingkar dan dimurkainya. Memasuki syurga firdaus memang dilakukan melalui
cetusan iman dan dibuktikan dengan amaliyah ibadah, tetapi sedikit sekali orang
yang mengetahuinya dan tidak sedikit yang merasa berat untuk mengerjakannya.
Dalam menerima kebenaran risalah Islam manusia dikelompokkan menjadi
dua golongan yaitu iman dan kafir, dalam
awal surat Al Baqarah ditambah dengan keimanan yang abu-abu sehingga kelompok
manusia itu menjadi tiga yaitu orang-orang yang beriman, orang-orang kafir dan
orang-orang munafiq, sedangkan dari asfek pengabdian maka kelompok manusia itu
digambarkan dalam surat Al Fatihah menjadi tiga golongan saja yaitu; "Tunjukilah kami jalan yang
lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka;
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[Al
Fatihah 1;6-7]
Dari
ayat diatas terdapat tiga golongan manusia
yang jadi pembicaran yaitu;
-Mun'an;
adalah orang yang diberi nikmat oleh
Allah .
-Maghdud;
orang yang dimurkai
-Dlolin;
orang yang celaka
Jalan orang yang diberi nikmat oleh Allah
Ada jalan yang
telah terbuka untuk siapapun untuk memasukinya yaitu jalan orang yang mendapat
nikmat, namun hanya beberapa orang saja yang mau memasukinya, mereka terdiri
dari para nabi, shiddiqin, syuhada' dan shalihin;
a.Para
Nabi dan Rasul
mereka adalah orang pilihan Allah yang dapat amanat untuk
menerima wahyu dan mengajar ummatnya dengan nilai-nilai tauhid sejak dari Nabi
Adam hingga Nabi Muhammad Saw. "Dan sungguhnya kami Telah mengutus
Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan
jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi
petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan
baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).' [An Nahl 16;36]
"Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu
suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah
dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah"[Al Ahzab
33;21]
b.Para
Shiddiqin
adalah orang-orang yang membenarkan risalah yang dibawa
para Nabi dan Rasul, mereka mengamalkan dan membela risalah itu hingga tetes
darahnya. Mereka adalah orang yang benar dan lurus dalam kehidupannya, yang
ikut beriman dengan konsekwen melalui jihad dengan harta dan jiwa mereka pada
jalan Allah. "Sesungguhnya
orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada
Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang
(berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah
orang-orang yang benar" [Al Hujurat 49;15[
c.Para
Syuhada'
mereka adalah orang yang ikut dalam peperangan atau jihad membela agama
Allah hingga menemui syahidnya, walaupun begitu kematian mereka tidak sama
dengan kematian manusia lainnya, tiada balasan bagi syuhada' kecuali syurga.
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di
jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup,
tetapi kamu tidak menyadarinya" [Al Baqarah 2;154]
d.Para
Shalihin
shalihin adalah orang-orang yang beriman, dengan keimanannya itu mereka
mengamalkan dengan sepenuh hati tanpa pamrih dari siapapun kecuali mengharap
ridha Allah. Orang yang shaleh pasti shalat tapi orang yang shalat belum tentu
shaleh karena makna keduanya nampaknya ada kedekatan tapi sebenarnya jauh
berbeda; "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki
maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada
mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan.' [An
Nahl 16;97]
Jalan orang
yang dimurkai
Walaupun
mereka mengerti bahwa ada jalan yang dilalui oleh orang-orang yang jelas-jelas dimurkai Allah
tapi mereka yang tidak mendapat hidayah atau mereka yang memang tidak mencari
hidayah tetap saja melewati jalan yang dimurkai itu, golongan itu terdiri dari
orang fasiq dan munafiq; "Mereka
diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang
kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia[218], dan mereka
kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang
demikian itu Karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi
tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan
melampaui batas" [Ali Imran 3;112]
Golongan
ini ada dua kelompok yaitu;
a.Orang Fasiq
Orang fasiq adalah
orang yang mengakui kebenaran islam, dia juga mungkin menganut agama islam tapi
mereka enggan untuk mengamalkan ajaran islam tersebut dengan berbagai dalih.
Karena kefasikan mereka itu akhirnya mereka melalui jalan yang dimurkai Allah.
" Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang
beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh-
sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah
menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan
bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar
akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman
sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu
apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka
mereka Itulah orang-orang yang fasik"[An Nuur 24;55]
b.Orang Munafiq
munafiq adalah orang yang beriman kepada ajaran islam di
lisannya saja tapi hatinya menolak,
mereka ibarat musang berbulu ayam atau seperti menggunting dalam lipatan, sangat licik dalam menipu dan
merayu ummat islam supaya mempercayai keimanan yang palsu itu.
''Di
antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari
kemudian," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang
beriman.Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka
Hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar'[Al
Baqarah 2;8-9]
Jalan
orang yang sesat
Rasulullah
pernah menyatakan bahwa ada jalan yang lurus dan jalan yang berliku, jalan yang
lurus adalah jalan orang yang beirman sedangkan jalan yang berliku adalah jalan
orang yang sesat, yang memasuki jalan ini terdiri dari dua kelompok manusia
yaitu kafir dan musyrik;
a.Orang kafir
adalah kelompok manusia yang tidak beriman kepada Allah
dan Rasulnya, intinya mereka tidak percaya dengan agama Islam apalagi dengan
asfek-asfek iman lainnya. Kelompok ini juga berupaya untuk menghancurkan agama
islam dengan terang-terangan. "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama
saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka
tidak juga akan berima"[Al Baqarah 2;6]
b.Orang Musyrik
musyrik adalah orang yang menserikatkan Allah dengan
sesuatu yang lain walaupun ada diantara mereka yang mempercayai sebagian ajaran
islam tapi sebagian yang lain mereka cari jawabnya dengan cara mereka sendiri.
Allah mengampuni semua dosa mukmin bila mau bertaubat kecuali dosa karena
perbuatan syirik. "Sesungguhnya
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang
selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar" [An
Nisa' 4;48]
Rasul juga menyampaikan dalam
rangkaian hadits diatas tentang tiga macam orang yang pertama masuk neraka
yaitu;
1.Penguasa yang zhalim
Penguasa
yang zhalim adalah kelompok orang yang pertama masuk neraka sebab selama
hidupnya melalui kekuasaan dia telah
berlaku zhalim kepada rakyatnya melalui kebijakan yang tidak bijak. Keadilan
hukum hanya akan dirasakan oleh orang-orang terpandang sehingga hukum tidak
ditegakkan sedangkan rakyat jelata yang melanggar hukum maka akan dijatuhi
hukuman yang tidak seimbang, karena pentingnya keadilan ini sampai Rasulullah
pernah bersabda, biarlah pemimpin itu bukan muslim tapi dia menegakkan keadilan
daripada muslim tapi mereka menzhalimi rakyatnya; "Sesungguhnya Allah
menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh
kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan
adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. [An Nisa' 4;58]
2.Orang kaya
yang kikir
Dalam kehidupan sehari-hari, masalah harta
kekayaan sering benar jadi alat untuk menyombongkan diri walaupun dahulu orang
tersebut hidupnyapun kekurangan tapi setelah kaya dia bisa melupakan
kesusahannya dengan menikmati segala kekayaan dengan kesombongan, Ujud kesombongan melalui harta nampak dalam
hidup glamour, membeli hal yang belum prioritas sampailah tanpa diduga akhirnya
orang-orang yang sombong dengan kekayaan itu melupakan Allah sehingga datang
teguran dan azab Allah kepada mereka.
Kesombongan
merekapun teraplikasi melalui sifat kikirnya, menikmati harta itu hanya untuk
kepentingan pribadinya saja, enggan sekali untuk memberi kepada orang yang
tidak berpunya bahkan ada juga orang kaya yang juga kikir mengeluarkan hartanya
untuk kesejahteraan pribadi apalagi untuk orang lain. Orang inilah yang lebih
awal masuk neraka.'Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Itulah orang yang menghardik anak yatim.
Al
Mubarak berkata; Bila
seorang yang kikir dan seorang yang pemurah sama-sama bersedekah maka pahala
bagi orang yang kikir lebih besar daripada orang yang pemurah"
3.Orang miskin yang tidak tahu diri
Maksudnya
adalah orang miskin yang sombong, dengki, tidak berterima kasih dan sifat-sifat
negatif lainnya. Orang kaya yang sombong walaupun tidak boleh dalam islam tapi
masih lebih baik dengan orang miskin yang sombong dan tidak tahu diri karena
orang kaya yang sombong ada yang dia sombongkan.
Orang miskin
yang tidak tahu diri apalagi sombong akan masuk neraka lebih awal.
Demikianlah peringatan yang disampaikan oleh Rasulullah
dalam rangka menyelamatkan ummatnya dari api neraka dan beramai-ramai masuk
syurga dengan kriteria yang telah disampaikan, wallahu a'lam. [Cubadak Solok, 19 Ramadhan 1431.H/
29Agustus 2010.M]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar