Selasa, 15 Desember 2015

78. Syurga dan Neraka



Sebuah keyakinan yang harus diimani oleh muslim yaitu keyakinan adanya hari akhir yang kita kenal dengan alam akherat setelah melalui proses kehidupan yang panjang, sejak dari alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam barzakh dan akherat setelah terjadinya kiamat.

Setelah kehidupan akherat dimasuki maka proses selanjutnya juga akan berjalan hingga ditentukan mau kemana setelah ini, apakah akan masuk syurga atau akan masuk neraka, dalam sebuah hadits  Rasulullah bersabda; "Ditampakkan padaku tiga macam orang yang pertama masuk syurga dan tiga macam orang yang pertama masuk neraka. Tiga orang yang masuk syurga adalah; orang yang mati syahid, hamba sahaya yang taat kepada Allah dan suka menasehati majikannya dan orang yang rajin berusaha dan tidak suka meminta-minta. Tiga orang yang pertama masuk neraka adalah; penguasa yang zhalim, orang kaya yang kikir dan orang miskin yang tidak tahu diri".

            Dari hadits diatas digambarkan bahwa ada tiga kelompok manusia yang pertama sekali akan masuk syurga karena memiliki keistimewaan amal, mereka itu adalah;

1.Orang yang mati syahid
            Syahid adalah orang yang mati dalam melaksanakan jihad di jalan Allah dengan segala bentuk perjuangan, puncaknya ketika terjadi qital yaitu peperangan melawan kekafiran dan keangkaramurkaan. Orang yang mati syahid adalah kelompok manusia pertama yang masuk syurga. Sabda Rasulullah; "Maukah kamu kuberi tahu tentang manusia yang paling utama? Yaitu orang-orang yang kuat memegang kendali kudanya dalam jihad di jalan Allah".

            Al Mubarak dalam kitab Jihad berkata; Apabila seorang pemberani dan seorang penakut sama-sama turut berperang, maka pahala orang yang penakut lebih besar daripada orang yang pemberani".

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya" [Al Baqarah 2;154]

2.Hamba sahaya yang taat kepada Allah dan suka menasehati majikannya
            Sesama muslim berkewajiban  untuk saling menasehati apapun statusnya, bila orang yang merdeka menyampaikan nasehat kepada saudaranya tidaklah berat bebannya tapi seorang hamba sahaya yang berani menda'wahi majikannya adalah keberanian yang luar biasa. Bila ini yang dilakukan maka dialah orang pertama yang masuk syurga.

" Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik" [Ali Imran 3;110]

3.Orang yang rajin berusaha dan tidak suka meminta-minta
Kehadiran manusia di dunia ini dibawah lindungan dan pengawasan Allah, hidup dan matinya dalam genggaman-Nya, sakit dan sehatnya di bawah kekuasaan Allah, demikian pula tentang rezeki, jangankan manusia sedangkan ulat di sela-sela batu saja masih diberi rezeki yang layak untuknya. Keimanan kepada kalimat tauhid yang berbunyi,”Laa Ilaaha Illallah” mengandung salah satu makna yaitu “Laa Raaziqu Illallah” artinya tidak ada Pemberi rezeki kecuali Allah.

Namun rezeki tersebut tidaklah turun dari langit dengan demikian saja tanpa usaha, usaha itu menunjang untuk dapatnya rezeki dari  Allah, firman-Nya dalam beberapa ayat menerangkan;  Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Al Lail 92;4]. "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.  Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung"[Al Jumu'ah 62;9-10]

Orang yang rajin mencari nafkah, berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya dan pantang baginya meminta-minta maka dialah orang yang masuk dalam kelompok pertama masuk syurga.

Allah SWT mengajak hamba-Nya bertamasya untuk melihat kondisi syurga di akherat kelak dengan syarat iman dan amal shaleh, secara rinci difirmankan oleh Allah siapa saja orang-orang  yang berhak menghuni syurga itu, hal itu tergambar dalam surat Al Mukminun 23;1-11

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)
   yang tiada  berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka
    Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu, Maka mereka Itulah orang-orang
   yang melampaui batas.
8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan
    janjinya.
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.

            Dalam surat Al Mukminun  23; 1-11 diatas Allah mengabarkan bahwa yang akan mendapatkan keberuntungan dan masuk syurga Firdaus yaitu orang-orang yang mengaku beriman dengan beberapa bukti diantaranya:

Pertama, shalat yang khusyu’ dan memeliharanya, ”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’   dalam shalatnya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya”.[23;1,2,9] ”Dirikan shalat itu, sesungguhnya shalat itu diwajibkan untuk melakukannya pada waktu-waktu tertentu atas sekalian orang mukmin”[ An Nisa’ 4;103].

Kewajiban shalat tegas diperintahkan dalam Al Qur’an, tetapi perintah itu bersifat umum, tentang detail cara dan waktu-waktunya berdasarkan atas petunjuk dan sunnah Rasul.  ”Dirikan shalat itu, sesungguhnya shalat itu diwajibkan untuk melakukannya pada waktu-waktu tertentu atas sekalian orang mukmin”[ An Nisa’ 4;103].

Kedua, berbuat dan berkata baik, Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna” [23;3] Nabi bersabda, ”Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat, selain dari pada keindahan akhlak. Dan Allah benci kepada orang yang keji mulut dan kelakuan”[HR.Turmuzi].

            Mengatakan sesuatu yang tidak perlu atau tidak berfaedah itu, termasuk mengurangi ciri kita sebagai seorang muslim yang baik. Karena menurut sebuah hadits yang diriwayatkan Turmizi dari Abu Hurairah katanya, ”Rasulullah telah bersabda, termasuk sebaik-baiknya islam seseorang ialah meninggalkan apa yang tidak perlu baginya” ”Setiap perkataan yang diucapkan dengan sembunyi sekalipun, pasti dihadapannya ada pengawas yang siap sedia untuk mencatatnya”.[Qaf 50;18]

Ketiga, membayar zakat,  ”Dan orang-orang yang menunaikan zakat” [23;4].  Kewajiban berzakat adalah satu rukun dari rukun islam yang lima perkara, Allah berfirman, ”Di dalam harta benda mereka ada hak yang tertentu bagi orang fakir dan miskin” [Adz Dzariyat;19].

            Mengerluarkan zakat sama halnya dengan mengerjakan shalat sedangkan hukumnya sama berat ”fardhu ain”. Di dalam shalat sering dijumpai perintah shalat digandengkan dengan perintah zakat. Salah satu hikmah zakat adalah membersihkan harta kita dari hal-hal yang subhat, yaitu penghasilan yang tidak jelas halal atau haramnya, bila zakat tidak dikeluarkan berarti harta kita belum bersih karena ada hak-hak ummat islam yang menjadi komsumsi kita.

            Keempat, menjaga kehormatan.  ”Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa [23;5-6]

Orang yang menjaga sikap ini nampak dalam segala sikapnya, sebagai pribadi dia tidak akan berbuat merusak, melakukan penyelewengan, mendahulukan kepentingan bersama.

Kelima, memelihara amanat”Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya” [23;8].
Yang dimaksud dengan amanat disini adalah suatu sikap dan sifat pribadi setia, tulus ikhlas dan jujur dalam melaksanakan sesuatu yangt dipercayakan kepadanya, berupa harta benda, rahasia maupun tugas kewajiban lainnya, pelaksanaan amanat dengan baik dapat disebut dengan Al Amin berarti yang mendapat kepercayaan, yang jujur, setia dan aman.

Orang yang shalat dengan khusyu’, menjaga shalatnya dengan baik, berbuat dan bertingkahlaku baik serta berbicara sebagai akhlak muslim yang diajarkan nabi, mengeluarkan zakat dan sEdaqah, menjaga kehormatan diri dan keluarga dari kemaksiatan, memelihara amanat, maka orang inilah yang akan mendapatkan tempat yang mulia yaitu ”Syurga Firdaus”.

Tinggal berpulang kepada kita, akan masuk syurga firdaus yang  telah dijanjikanNya atau akan masuk neraka jahanam yang juga telah dijanjikan-Nya bagi mereka yang ingkar dan dimurkainya. Memasuki syurga firdaus memang dilakukan melalui cetusan iman dan dibuktikan dengan amaliyah ibadah, tetapi sedikit sekali orang yang mengetahuinya dan tidak sedikit yang merasa berat untuk mengerjakannya.

Dalam menerima kebenaran risalah Islam manusia dikelompokkan menjadi dua  golongan yaitu iman dan kafir, dalam awal surat Al Baqarah ditambah dengan keimanan yang abu-abu sehingga kelompok manusia itu menjadi tiga yaitu orang-orang yang beriman, orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, sedangkan dari asfek pengabdian maka kelompok manusia itu digambarkan dalam surat Al Fatihah menjadi tiga golongan saja yaitu;    "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[Al Fatihah 1;6-7]

Dari ayat diatas terdapat tiga golongan manusia  yang jadi pembicaran yaitu;
-Mun'an; adalah  orang yang diberi nikmat oleh Allah .
-Maghdud; orang yang dimurkai
-Dlolin; orang yang celaka

Jalan   orang yang diberi nikmat oleh Allah
            Ada jalan yang telah terbuka untuk siapapun untuk memasukinya yaitu jalan orang yang mendapat nikmat, namun hanya beberapa orang saja yang mau memasukinya, mereka terdiri dari para nabi, shiddiqin, syuhada' dan shalihin;

a.Para Nabi dan Rasul
mereka adalah orang pilihan Allah yang dapat amanat untuk menerima wahyu dan mengajar ummatnya dengan nilai-nilai tauhid sejak dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad Saw. "Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).' [An Nahl 16;36]

"Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah"[Al Ahzab 33;21]

b.Para Shiddiqin
adalah orang-orang yang membenarkan risalah yang dibawa para Nabi dan Rasul, mereka mengamalkan dan membela risalah itu hingga tetes darahnya. Mereka adalah orang yang benar dan lurus dalam kehidupannya, yang ikut beriman dengan konsekwen melalui jihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar" [Al Hujurat 49;15[


c.Para Syuhada'
mereka adalah orang yang ikut  dalam peperangan atau jihad membela agama Allah hingga menemui syahidnya, walaupun begitu kematian mereka tidak sama dengan kematian manusia lainnya, tiada balasan bagi syuhada' kecuali syurga. "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya" [Al Baqarah 2;154]

d.Para Shalihin
shalihin adalah orang-orang yang  beriman, dengan keimanannya itu mereka mengamalkan dengan sepenuh hati tanpa pamrih dari siapapun kecuali mengharap ridha Allah. Orang yang shaleh pasti shalat tapi orang yang shalat belum tentu shaleh karena makna keduanya nampaknya ada kedekatan tapi sebenarnya jauh berbeda; "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan.' [An Nahl 16;97]

Jalan   orang yang dimurkai
Walaupun mereka mengerti bahwa ada jalan yang dilalui oleh  orang-orang yang jelas-jelas dimurkai Allah tapi mereka yang tidak mendapat hidayah atau mereka yang memang tidak mencari hidayah tetap saja melewati jalan yang dimurkai itu, golongan itu terdiri dari orang fasiq dan munafiq;  "Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia[218], dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu Karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas" [Ali Imran 3;112]

Golongan ini ada dua kelompok yaitu;
            a.Orang Fasiq
Orang  fasiq adalah orang yang mengakui kebenaran islam, dia juga mungkin menganut agama islam tapi mereka enggan untuk mengamalkan ajaran islam tersebut dengan berbagai dalih. Karena kefasikan mereka itu akhirnya mereka melalui jalan yang dimurkai Allah. 

" Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik"[An Nuur 24;55]

            b.Orang Munafiq
munafiq adalah orang yang beriman kepada ajaran islam di lisannya saja tapi hatinya menolak,  mereka ibarat musang berbulu ayam atau seperti menggunting  dalam lipatan, sangat licik dalam menipu dan merayu ummat islam supaya mempercayai keimanan yang palsu itu.

''Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka Hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar'[Al Baqarah 2;8-9]


Jalan orang yang sesat
Rasulullah pernah menyatakan bahwa ada jalan yang lurus dan jalan yang berliku, jalan yang lurus adalah jalan orang yang beirman sedangkan jalan yang berliku adalah jalan orang yang sesat, yang memasuki jalan ini terdiri dari dua kelompok manusia yaitu kafir dan musyrik;
            a.Orang kafir
adalah kelompok manusia yang tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, intinya mereka tidak percaya dengan agama Islam apalagi dengan asfek-asfek iman lainnya. Kelompok ini juga berupaya untuk menghancurkan agama islam dengan terang-terangan. "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan berima"[Al Baqarah 2;6]

            b.Orang Musyrik
musyrik adalah orang yang menserikatkan Allah dengan sesuatu yang lain walaupun ada diantara mereka yang mempercayai sebagian ajaran islam tapi sebagian yang lain mereka cari jawabnya dengan cara mereka sendiri. Allah mengampuni semua dosa mukmin bila mau bertaubat kecuali dosa karena perbuatan syirik.  "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar" [An Nisa' 4;48]
           
            Rasul juga menyampaikan dalam rangkaian hadits diatas tentang tiga macam orang yang pertama masuk neraka yaitu;

1.Penguasa yang zhalim
            Penguasa yang zhalim adalah kelompok orang yang pertama masuk neraka sebab selama hidupnya melalui kekuasaan dia  telah berlaku zhalim kepada rakyatnya melalui kebijakan yang tidak bijak. Keadilan hukum hanya akan dirasakan oleh orang-orang terpandang sehingga hukum tidak ditegakkan sedangkan rakyat jelata yang melanggar hukum maka akan dijatuhi hukuman yang tidak seimbang, karena pentingnya keadilan ini sampai Rasulullah pernah bersabda, biarlah pemimpin itu bukan muslim tapi dia menegakkan keadilan daripada muslim tapi mereka menzhalimi rakyatnya; "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. [An Nisa' 4;58]

2.Orang kaya yang kikir
            Dalam kehidupan sehari-hari, masalah harta kekayaan sering benar jadi alat untuk menyombongkan diri walaupun dahulu orang tersebut hidupnyapun kekurangan tapi setelah kaya dia bisa melupakan kesusahannya dengan menikmati segala kekayaan dengan kesombongan,  Ujud kesombongan melalui harta nampak dalam hidup glamour, membeli hal yang belum prioritas sampailah tanpa diduga akhirnya orang-orang yang sombong dengan kekayaan itu melupakan Allah sehingga datang teguran dan azab Allah kepada mereka.

            Kesombongan merekapun teraplikasi melalui sifat kikirnya, menikmati harta itu hanya untuk kepentingan pribadinya saja, enggan sekali untuk memberi kepada orang yang tidak berpunya bahkan ada juga orang kaya yang juga kikir mengeluarkan hartanya untuk kesejahteraan pribadi apalagi untuk orang lain. Orang inilah yang lebih awal masuk neraka.'Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.

Al Mubarak berkata; Bila seorang yang kikir dan seorang yang pemurah sama-sama bersedekah maka pahala bagi orang yang kikir lebih besar daripada orang yang pemurah" 

3.Orang miskin yang tidak tahu diri
            Maksudnya adalah orang miskin yang sombong, dengki, tidak berterima kasih dan sifat-sifat negatif lainnya. Orang kaya yang sombong walaupun tidak boleh dalam islam tapi masih lebih baik dengan orang miskin yang sombong dan tidak tahu diri karena orang kaya yang sombong ada yang dia sombongkan.
            Orang miskin yang tidak tahu diri apalagi sombong akan masuk neraka lebih awal.
            Demikianlah peringatan yang disampaikan oleh Rasulullah dalam rangka menyelamatkan ummatnya dari api neraka dan beramai-ramai masuk syurga dengan kriteria yang telah disampaikan, wallahu a'lam. [Cubadak Solok, 19 Ramadhan 1431.H/ 29Agustus 2010.M]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar