Pada ayat enam dari surat At Tahrim menyatakan,”Hai
orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang
bahan bakarnya manusia dan batu, didalamnya terdapat malaikat yang kasar lagi
bengis, yang tidak maksiat kepada Allah dan taat atas perintah yang
diperintahkan Allah dilaksanakannya”.
Menurut Al
Maraghi, yang dimaksud dengan keluarga yaitu isteri, anak dan siapa saja yang
berada dalam tanggungjawab kita, sedangkan menurut Sayid Qutb, keluarga adalah
anak, isteri, ibu dan kerabat lainnya.
Bagaimana keadaan neraka yang digambarkan oleh Allah :
- Bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, yaitu manusia yang masih mempunyai dosa dan orang-orang kafir serta batu sembahan yang dijadikan Tuhan oleh manusia.
- Di dalam neraka tersebut terdapat malaikat yang kasar dan kejam, apa yang diperintahkan Allah mereka tidak pernah membantah, dia tidak memiliki rasa kasih sayang kepada penghuni neraka, dan tidak akan mau mendengarkan jerit tangis penghuninya.
Dengan demikian tidaklah sesuai dengan pendapat anak muda
sekarang, mereka senang hidup di neraka karena disana mereka akan bertemu
dengan wanita-wanita cantik, bintang film yang seksi serta wanita yang
tenggelam dalam kemaksiatan. Jangankan tentang kecantikan, sedangkan daging dan
tulang manusia yang masuk neraka akan hancur dimakan api.
Banyak di antara kita yang
salah presepsi bahwa neraka itu hanya untuk orang-orang kafir dan munafik. Ada
pula yang lebih keliru lagi sambil berspekulasi : Hidup ini hanya sekali.
Akhirat adalah urusan nanti.Akibatnya, kita merasa tenang-tengang saja setelah
kita menjadi Muslim dan Mukmin secara formal.Lebih celaka lagi, berbagai dosa
dan maksiatpun dilakukan tanpa malu pada Allah Ta’ala, Tuhan Pencipta. Perlu
kita ketahui bahwa formalitas keislaman dan keimanan kita sama sekali tidak
akan menolong kita di akhirat nanti jika kita tidak melaksanakan
kosekuensi-konsekuensi keislaman dan keimanan itu secara baik dan utuh.
Sesungguhnya Neraka itu bukan
hanya tempat hukuman yang amat pedih bagi orang-orang kafir, musyrik dan
munafik.Neraka juga diperuntukkan bagi orang-orang Mu’min yang tidak mentaati
(durhaka) dan lalai terhadap sistem dan aturan kehidupan yang Allah tetapkan
untuk manusia selama mereka hidup di dunia.Akan tetapi, neraka juga menjadi
tempat hukuman bagi orang-orang yang beriman yang tidak menjalankan nilai-nilai
keimanan secara utuh dan menyeluruh saat mereka hidup di dunia. Mereka ini
disebut orang-rang yang durhaka pada Allah dan Rasul-Nya dan lalai dari mengingat
Allah dan ancaman akhirat.[Fathuddin
Ja'far,Dosa-Dosa Yang Menyebabkan Pelakunya Masuk Neraka,
eramuslim.com.Jumat, 05/02/2010 09:26 WIB].
Sesungguhnya rasa takut kita kepada siksa neraka adalah
hidayah agung daRi Allah yang dibeRikan kepada kita yang patut disyukuRi, demi
kewaspadaan dan kehati-hatian kita di dalam menempuh jalan hidup yang luRus dan
benaR.
MaRi kita
mencOba mengetahui bebeRapa pOin penting yang beRkaitan dengan neRaka, agaR
keimanan kita beRtambah dan selalu beRusaha meninggalkan maksiat-maksiat yang
dapat menjeRumus-kan kita ke salah satu juRangnya yang sangat dalam.Sebab, kejahilan kita teRhadap hakikat neRaka akan
membuat kita menyepelekan faktOR-faktOR beRbahaya yang dapat membuat kita
menjadi salah satu daRi penghuni tempat sadis teRsebut. (Na’udzubillah min
dzalik)
Yang peRtama,
neRaka adalah sebuah tempat (yang sangat luas yang diciptakan Oleh Allah) untuk
menyiksa hamba-hamba-Nya (yang beRmaksiat, membangkang maupun kafiR kepadaNya),
dan neRaka itu teRus meRasa kuRang untuk diisi, sampai Allah Ta’ala meletakkan
(tapak) kakiNya, kemudian neRaka beRkata, "Cukup, cukup!" (Sebagaimana
disebutkan dalam hadits Riwayat al-BukhaRi dan Muslim daRi Abu HuRaiRah).
Yang kedua, neRaka mempunyai tujuh pintu,
setiap pintu itu akan dimasuki Oleh gOlOngan-gOlOngan pembangkang dan pelaku
maksiat teRtentu.
Allah Ta’ala beRfiRman,"Jahanam itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk gOlOngan yang teRtentu daRi meReka." (Al-HijR: 44).
Allah Ta’ala beRfiRman,"Jahanam itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk gOlOngan yang teRtentu daRi meReka." (Al-HijR: 44).
Yang ketiga, panasnya neRaka.Panasnya tak
teRhingga, kaRena dihidupkan selama seRibu tahun sehingga waRnanya menjadi
putih, kemudian dihidupkan selama seRibu tahun lagi sehingga waRnanya beRubah
menjadi meRah, dan dihidupkan kembali selama seRibu tahun lagi sehingga menjadi
hitam.MaRi kita bayangkan, alangkah panasnya neRaka, sehingga waRnanya pun bisa
menjadi hitam kelam.Tak ada satu pun makhluk yang ada di atas bumi ini yang
sanggup menahan panas yang begitu dahsyat ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam menjelaskan,"NeRaka kalian
adalah satu bagian daRi tujuh puluh bagian daRi NeRaka Jahanam." (HR.
al-BukhaRi dan Muslim).
Panas api saat
ini, membuat baja yang begitu keRas dan kOkOh bisa menjadi meleleh. Lalu
bagaimana dengan tubuh-tubuh kita yang begitu lembek, ditambah dengan kadaR
panas yang melebihi daRi panas dunia seukuRan tujuh kali lipat?
POin yang keempat adalah, kObaRan api neRaka yang menyala-nyala. Api neRaka
beRkObaR sangat dahsyat, dan menyambaR semua penghuninya tanpa belas kasihan.
Allah Ta’ala beRfiRman;"Sesungguhnya neRaka itu melOntaRkan bunga api sebesaR dan setinggi istana, seOlah-Olah ia iRingan unta yang kuning." (Al-MuRsalat: 32, 33).
Allah Ta’ala beRfiRman;"Sesungguhnya neRaka itu melOntaRkan bunga api sebesaR dan setinggi istana, seOlah-Olah ia iRingan unta yang kuning." (Al-MuRsalat: 32, 33).
Di samping itu,
api neRaka juga bisa maRah dan menggeRam-geRam ketika melihat ROmbOngan calOn
penghuninya yang digiRing untuk memasuki tempat tinggal meReka. Allah Ta’ala beRfiRman,"Apabila neRaka itu melihat meReka daRi
tempat yang jauh, meReka mendengaR kegeRamannya dan suaRa nyalanya."(Al-FuRqan:
12).
Yang kelima, bahan bakaR neRaka teRdiRi daRi
manusia dan bebatuan. Sebagaimana Allah Ta’ala beRfiRman di dalam suRat
Al-BaqaRah,"PelihaRalah diRimu daRi
neRaka yang bahan bakaRnya manusia dan batu, yang disediakan bagi ORang-ORang
yang kafiR." (Al-BaqaRah: 24).
Yang keenam, sebagaimana neRaka meRupakan
juRang dan lembah, maka dia mempunyai kedalaman.JaRak kedalamannya sejauh kita
melempaR batu daRi pinggiR neRaka ke dalam juRang neRaka selama tujuh puluh
tahun. Satu keteRangan daRi sahabat Abu HuRaiRah menjelaskan,
"Ketika kami sedang beRsama Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba beliau mendengaR suaRa dentuman, beliau
shallallahu ‘alaihi wasallam beRtanya, 'Apakah kalian tahu suaRa apa ini?'Kami
menjawab, 'Hanya Allah dan RasulNya yang paling tahu!'Beliau menjelaskan, 'Ini
adalah batu yang dilempaRkan ke dalam neRaka, sejak tujuh puluh tahun yang
lalu, kemudian ia melayang di dalam neRaka, sekaRang ini ia sampai pada
dasaRnya'." (HR. Muslim, 7096).
Yang ketujuh, penjaga neRaka.Allah Ta’ala
beRfiRman, "Hai ORang-ORang yang
beRiman, pelihaRalah diRimu dan keluaRgamu daRi api neRaka yang bahan bakaRnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasaR, yang keRas,
yang tidak menduRhakai Allah teRhadap apa ang dipeRintahkanNya kepada meReka
dan selalu mengeRjakan apa yang dipeRintahkan." (At-TahRim: 6).
Yang kedelapan, badan penghuni neRaka.Untuk meRasakan siksaan abadi yang
dahsyat di neRaka itu, maka tubuh paRa penghuni neRaka dibesaRkan, dan setiap
kali kulit-kulit meReka telah menjadi hangus dan gOsOng, maka dia akan di-ganti
dengan kulit yang lainnya, agaR siksaan itu benaR-benaR teRasa Oleh meReka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda, "Gigi geRaham ORang kafiR atau gigi taRing ORang kafiR (di HaRi Kiamat, di neRaka) adalah sebesaR gunung Uhud dan tebal kulitnya sejauh peRjalanan tiga haRi." (HR. Muslim).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beRsabda, "Gigi geRaham ORang kafiR atau gigi taRing ORang kafiR (di HaRi Kiamat, di neRaka) adalah sebesaR gunung Uhud dan tebal kulitnya sejauh peRjalanan tiga haRi." (HR. Muslim).
Allah Ta’ala
beRfiRman,"Sesungguhnya ORang-ORang
yang kafiR kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan meReka ke dalam
neRaka.Setiap kali kulit meReka hangus, Kami ganti kulit meReka dengan kulit
yang lain, supaya meReka meRasakan azab.Sesungguhnya Allah MahapeRkasa lagi
Mahabijaksana." (An-Nisa`: 56).
Yang kesembilan, makanan penduduk neRaka
adalah beRupa Zaqqum, yaitu buah daRi sebatang pOhOn yang keluaR daRi dasaR
NeRaka Jahim, jika penduduk neRaka memakan buah itu maka peRut-peRut meReka
akan mendidih, dikaRenakan panasnya buah Zaqqum teRsebut. Dengan demikian tidak
akan penduduk neRaka yang mendapatkan Rasa kenyang, bahkan meReka akan lebih
meRasa lapaR dan haus. Dan Allah Ta’ala
beRfiRman, "Sesungguhnya pOhOn
zaqqum itu, makanan ORang yang banyak beRdOsa.(Ia) sebagai kOtORan minyak yang
mendidih di dalam peRut, sepeRti mendidihnya aiR yang sangat panas."
(Ad-Dukhan: 43-46).
Allah Ta’ala beRfiRman,
Allah Ta’ala beRfiRman,
"Sesungguhnya
ia adalah sebatang pOhOn yang keluaR daRi dasaR NeRaka Jahim.Mayangnya sepeRti
kepala setan-setan.Maka sesungguhnya meReka benaR-benaR memakan sebagian daRi
buah pOhOn itu, maka meReka memenuhi peRutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian
sesudah makan buah pOhOn zaqqum itu pasti meReka mendapat minuman yang
beRcampuR dengan aiR yang sangat panas." (Ash-Shaffat: 63–67).
Yang kesepuluh, minuman penduduk neRaka
adalah minuman yang tidak membuat Rasa dahaga teRObati, tidak mendapat
kesejukan dan kesegaRan. Minuman meReka adalah nanah yang sangat panas, yang
akan membuat peRut ORang yang meminumnya menjadi teRbuRai. Allah Ta’ala beRfiRman,"MeReka tidak meRasakan kesejukan di dalamnya
dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali aiR yang mendidih dan nanah, sebagai
pembalasan yang setimpal." (An-Naba`: 24–26).
Allah Ta’ala juga beRfiRman, yang
aRtinya, "Kemudian sesudah makan buah pOhOn zaqqum itu pasti meReka mendapat
minuman yang beRcampuR dengan aiR yang sangat panas". (Ash-Shaffat:
67).
SeRta Allah
Ta’ala juga beRfiRman,"Di hadapannya
ada Jahanam dan dia akan dibeRi minuman dengan aiR nanah, diminumnya aiR nanah
itu dan hampiR dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya
daRi segenap penjuRu, tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya masih ada
azab yang beRat." (IbRahim: 16–17).
Minuman itu
betapa menyakitkan, menambah deRita, dan menghancuRkan tubuh meReka.
Siksaan bagi
penduduk neRaka sangatlah beRvaRiasi, tetapi semua siksaan itu tidak ada yang
Ringan, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa siksaan
yang paling Ringan adalah, apabila baRa api neRaka diletakkan di bagian lekuk
telapak kaki seseORang maka Otaknya akan mendidih. Sabda Rasulullah,"Sesungguhnya azab yang paling Ringan yang
menimpa penduduk neRaka pada HaRi Kiamat adalah apabila baRa api diletakkan di
lekuk kedua telapak kaki seseORang, maka Otaknya akan mendidih." (HR.
al-BukhaRi).
MeReka akan
memakan baRa api sepenuh peRut meReka, diakibatkan tindakan meReka di dunia
memakan haRta anak yatim dengan caRa yang zhalim, Allah Ta’ala beRfiRman,"Sesungguhnya ORang-ORang yang memakan haRta
anak yatim secaRa zhalim, sebenaRnya meReka itu menelan api sepenuh peRutnya
dan meReka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neRaka)."
(An-Nisa`: 10).
Muka-muka dan punggung-punggung meReka
dipukuli Oleh paRa malaikat, tanpa mengenal Rasa belas kasihan,
"Kalau kamu melihat ketika paRa malaikat mencabut jiwa
ORang-ORang kafiR seRaya memukul muka dan belakang meReka (dan beRkata),
'Rasakan Olehmu siksa neRaka yang membakaR, (tentulah kamu akan meRasa
ngeRi)'."(
Al-Anfal: 50).
Ada juga di antaRa
meReka yang disiksa dengan disetRika lam-bung dan punggung meReka dengan emas
seRta peRak yang tidak meReka zakatkan ketika meReka beRada di dunia.
Di antaRa meReka pun
ada yang disiksa dengan dicambuk tanpa henti dengan besi-besi panas, setiap
kali meReka akan keluaR, meReka digiRing kembali untuk meRasakan cambuk-cambuk
besi teR-sebut.
Ada juga yang
dibelitkan Rantai api NeRaka Jahanam ke leheR-leheR meReka dan tangan-tangan
meReka, seRta Rantai teRebut dibe-lenggukan di kaki-kaki meReka.Siksaan itu
tiada beRkesudahan, beRsambung, dan beRsambung sepanjang haRi.[Waznin Mahfud,NgeRinya NeRaka,Kumpulan
Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, DaRul Haq JakaRta.].
Jika seseorang ditanya: mau masuk surga atau neraka; mau
pahala atau siksa? Tentu semuanya mau masuk surga dan meraih pahala.Mungkin
hanya orang bodoh yang ingin masuk neraka dan mendapatkan siksa.
Namun, sadarkah kita, keinginan masuk surga dan meraih
pahala sering hanya dusta belaka?Bukankah sering keinginan itu hanya ada di
lisan kita, tidak benar-benar berasal dari lubuk hati kita dan
termanifestasikan dalam amal-amal kita?Buktinya, tak sedikit orang justru
melakukan amal-amal yang menjauhkan diri mereka dari kemungkinan masuk surga
dan meraih pahala.Mereka malah makin mendekatkan dirinya ke neraka dan
'memilih' siksa.Di mulut mereka sangat ingin masuk surga dan enggan masuk neraka.Namun
kenyataannya, mereka enggan menunaikan shalat, tak mau melaksanakan kewajiban
menuntut ilmu, tidak berbakti kepada orang tua, malas berdakwah, cuek terhadap
kemungkaran, dll. Semua itu pasti akan menjaukan diri mereka dari surga dan
malah bisa menjerumuskan mereka ke dalam neraka. Di lisan, mereka ingin pahala
dan tak mau disiksa.Namun kenyataannya, mereka suka berbohong, berakhlak buruk,
berlaku sombong dan merendahkan orang lain, memamerkan aurat, berzina, korupsi,
memakan riba, mendzalimi orang lain, dll.Semua itu pasti mengundang siksa dan
menjauhkan mereka dari pahala.
Maka dari itu, tentu benar sabda Baginda Nabi SAW,
sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra., "Seluruh umatku akan masuk surga,
kecuali yang enggan." Para Sahabat heran, bagaimana mungkin ada orang yang
enggan masuk surga? Tentu tidak masuk akal! Karena itu, mereka kemudian
bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah yang enggan masuk surga?"Baginda
menjawab, "Mereka yang menaatiku pasti bakal masuk surga.Sebaliknya, mereka
yang tidak mau mengikutiku, itulah yang enggan masuk surga."(HR Bukhari
dan Ahmad).
Pertanyaannya: Lebih banyak mana, yang mengikuti Rasulullah
SAW atau yang menyimpang bahkan meninggalkan jalan beliau? Tentu lebih banyak
yang terakhir.Artinya, sadar atau tidak, kebanyakan manusia ternyata 'memilih'
neraka ketimbang surga.[Diantara dua pilihan, Media Ummat; Tuesday, 23 March
2010 13:53].
Walaupun ada dua pilihan yang menjadi patokan bagi manusia
untuk menentukan hidupnya kelak, apakah untuk masuk syurga atau akan masuk ke
neraka, namun terlalu banyak yang masuk neraka itu dengan berlomba-lomba
melalui Pilpres, Pilkada, Pemilu dan Pildes, ujung-ujungnya jadi penguasa yang
menyombongkan diri, mementingkan diri sendiri dengan menzhalimin rakyat.
Jika generasi salafush-shalih begitu khawatir dan takut
menjadi penguasa, manusia-manusia zaman sekarang justru berlomba-lomba
meraihnya. Dengan segala cara, meski harus menghamburkan uang ratusan juta
hingga miliaran rupiah, mereka berusaha mewujudkan mimpinya; entah menjadi
presiden/wapres, sekadar menjadi kepala daerah, ataupun menjadi wakil rakyat.
Dalam hal ini, 'keberanian' mereka mengalahkan 'keberanian' Khalifah Umar bin
al-Khaththab atau Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Bagaimana tidak! Keduanya, saat
menjabat sebagai khalifah, begitu takutnya terhadap hisab Allah pada Hari Akhir
nanti atas kepemimpinannya di dunia.Sebaliknya, manusia-manusia zaman sekarang
yang sangat ambisi kekuasaan, begitu beraninya 'menantang' hisab Allah SWT.
Saat mereka berhasil menjadi penguasa, kepala daerah atau
wakil rakyat, bukan kegelisahan dan isak tangis yang mereka tunjukkan
(sebagaimana yang ditunjukkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz), namun kegembiraan
dan rasa syukur. Jika demikian, sesungguhnya mereka tidak sedang bersyukur,
tetapi sedang ber-'sukur' (sukr, b. arab; mabuk). Ya, mereka sedang 'mabuk
kekuasaan'. Mereka lupa bahwa dengan kekuasaan, jabatan atau posisi sebagai
wakil rakyat yang mereka raih dalam sistem sekular yang tidak menerapkan
hukum-hukum Allah itu, mereka sebetulnya sedang berjalan menuju ke neraka;
mereka sedang berlomba masuk ke dalamnya[B. IskandarArief, Berlomba ke Neraka, Mediaummat.com. Monday, 11
May 2009 15:13].
Senantiasalah, mumpung masih ada
restan umur yang diberikan Allah kepada kita, isilah dengan peningkatan iman
dan penambahan iman sehingga hidup kita tidak termasuk orang yang merugi, bila
tidak demikian maka sia-sialah hidup kita di dunia sedangkan di akherat dapat
dipastikan masuk ke dalam neraka, yaitu tempat yang tidak menyenangkan bagi
manusia bahkan tempat penyiksaan bagi orang-orang yang berdosa, wallahu a’lam [Joo Chiat Complex Singapura, 08 Rajab 1432.H/ 10 Juni 2011.M].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar