Selasa, 15 Desember 2015

80. Syaithan



Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dari tanah atau saripati tanah yang diawali dengan kehadiran Adam As, malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari nur atau cahaya, sedangkan jin adalah makhluk yang diciptakan dari api. Iblis adalah sifat yang yang dimiliki oleh jin tergambar ketika dia disuruh Allah untuk sujud ketika Adam diciptakan dan syaithan juga sifat yang menyesatkan manusia dari jalan Allah, sebenarnya sifat  sombong dan penyesatan ada pada jin dan manusia yang berupaya untuk mengajak manusia dengan berbagai cara agar berpaling dari hidayah Allah, sehingga dituntut seorang mukmin itu untuk selalu berlindung kepada Allah dari segala ajakan dan ajaran yang menyesatkan; "Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. Dari (golongan) jin dan manusia" [An Nas 114;1-6]

            Ada beberapa ajakan dan ajaran yang mengajak manusia kepada kesesatan, bila iman yang dimiliki  tidak baik posisinya didalam hati, maka mereka cendrung terpengaruh dengan program yang dijajakan oleh syaitan sebagaimana firman Allah dibawah ini;    " Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)" [Al Maidah 5;91].

Dari ayat diatas tergambar ada enam program syaithan yang berusaha menggiring ummat ini kearah kesesatan, itulah makanya perlu kita ketahui enam program tersebut agar kita berupaya untuk menghindarinya yaitu;

1.Menimbulkan Permusuhan/ Al 'Adawah
            Islam menuntut agar kita hidup di dunia ini dalam keadaan harmonis, saling menghargai dan memenuhi hak dan kewajiban masing-masing, bila hal ini  terujud maka hidup akan aman dan tentram. Tapi yang namanya syaithan tidak suka dengan kondisi demikian, maka dihembuskan api permusuhan diantara manusia sehingga keadaan hari ini akan sama dengan keadaan ummat jahiliyyah sebelum islam datang, antara suku  satu dengan suku lainnya terjadi permusuhan dan saling dengki, rasa kebencian antara satu dengan lainnya disebabkan perbedaan tempat lahir dan kabilah.

            Permusuhan yang berkobar diantara suku sangat dahsyat, hanya sedikit persoalan dapat mengakibatkan meruncingnya permusuhan dan hancurnya satu kabilah. Rasa kemanusiaan dan persaudaraan tidak tercermin dalam kehidupan masyarakat, apalagi jiwa gotong royong, rasa kasih sayang terhadap lainnya. Yang tinggi pada saat itu adalah kelompok saya, suku lain rendah di matanya, egonya terlalu diperturutkan. Peristiwa diatas terukir dalam surat Ali Imran pada ayat 103; "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk"

Ketika da’wah datang membawa persaudaraan, dipersatukanlah ummat dalam satu cahaya kebenaran di bawah lentera Ilahi sebagai nikmat yang amat besar, yang tampak adalah manusia sama derajatnya, kabilah, suku, keturunan hidup berdampingan, betapapun besar perpecahan, perselisihan, permusuhan bahkan peperangan, dengan nikmat Allah berupa agamanya Islam, maka api yang berkobar sirna dengan turunnya tetesan  nikmat Allah, selamatlah ummat dari bahaya perpecahan, permusuhan dan peperanganpun bertukar menjadi ummat bersaudara, berkasih-kasihan dan  cinta mencintai, Allah berfirman; ”Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat” [Al Hujurat 49;10].

2.Membuat Kebencian/ Al Baghdhah
Syaithan menanamkan kebencian kepada manusia melalui ego atau nafsu atau sifat ananiyah kita yang berada di dalam diri kita. Jadi kita yang memenjara dan yang dipenjara. Manusia yang telah terbenam oleh egonya bahkan kemudian akan mempertuhankan egonya itu. Dia menjadi manusia yang tamak, loba dan serakah. Dia tidak puas dengan apa yang dimilikinya, walaupun kekayaannya sudah melimpah ruah, akibatnya menjadi masyarakat nafsi-nafsi.

            Semangat ”kerjasama” dan ”tolong menolong” menjadi sirna bahkan menjadi masyarakat yang eksploitatif, pihak yang kuat memeras dan menindas pihak yang lemah, yang kaya menghisap yang miskin, akibatnya akan timbul beberapa penyakit yang diawali oleh penyakit Tabaghud [benci membenci] antara sipendengki dengan orang yang didengki. Kemudian tabaghud yang tidak terpendam akan menyala menjadi ’Adawah [permusuhan]. Dan kalau ’adawah inipun selalu beroleh bensin, ia akan berkobar menjadi Al Baghyu, tak segan melakukan pengkhianatan terhadap siapa yang dimusuhinya, apalagi ia mendapat peluang dan kesempatan. Kita tidak lagi melihat masyarakat manusia yang manusiawi, tetapi yang kita lihat adalah masyarakat Srigala yang berujud manusia.

3.Minum Khamar/ Al Khamr
Peminum khamar atau minuman sejenisnya yang dapat memabukkan menjadi target teman iblis melalui bisikan para syaithan karena perbuatan ini selain membuat tidak sadar juga merusak iman dan memang sebagian dari perbuatan syaitan. " Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan" [Al Maidah 5;90]

            Pada zaman jahiliyyah kebiasaan minum khamar dilakukan di tempat-tempat umum atau pesta-pesta bahagia, maka tidak jauh bedanya dengan zaman sekarang; di hari ulang tahun, pesta tahun baru dan lebaran terasa indah bila koleksi minuman terpampang di rumahnya dengan lengakp, Bir sampai Columbus serta merek lainnya yang menarik, hari itu bukan sekedar pelebur dosa antara manusia tetapi hari mabuk-mabukan dengan penumpukan dosa baru.

            Khamar bagaimanapun jenisnya sejak dari Bir,  Wiski, Brandy, Vodka sampai kepada Jenifer dengan kadar alkohol dari 1 sampai 70 % tetap haram, sebagaimana sabda Rasulullah, “Segala sesuatu minuman bilamana banyak memabukkan maka sedikitpun tetap haram” [Abu Daud dan Turmuzi].

            Ulama-ulama agama mengatakan bahwa khamar itu haram hukumnya lantara ia merupakan induk segala kejahatan. Ahli kedokteran mengatakan bahwa khamar bahaya besar yang mengancam manusia yaitu penyakit paru-paru. Ulama moral mengatakan bahwa agar manusia memiliki sifat-sifat seperti terpuji, terhormat, berwibawa, mulia dan bersemanga yang tinggi, maka seharusnya dia menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menghilangkan sifat-sifat terpuji itu. Ulam ekonomi mengatakan bahwa setiap sen yang kita belanjakan untuk kepentingan yang wajar adalah menjadi kekuatan kita dan kekuatan negara. Sebaliknya setiap sen yang  kita hamburkan untuk hal yang mencelakakan diri kita sendiri merupakan kerugian kita dan kerugian negara.

4.Perjudian / Al Maisir
Judi biasanya dilakukakan pada zaman jahiliyah seiring dengan minum khamar di tempat-tempat pesta yang tenggelam dalam kemaksiatan, namun kini dapat kita saksikan dalam berbagai bentuk, sejak dari yang resmi sampai yang terlarang, apapun nama dan jenisnya tetap dinamakan judi dan haram dilakukan.

            Dari segi rohani maka judi sangat mempengaruhi jiwa seseorang sebab tidak adanya keselarasan antara cita-cita dan perbuatan, dengan khayalan membubung tinggi tanpa kerja keras ingin mendapatkan kekayaan yang banyak dan mudah, nasib berada pada nomor undian yang dibeli. Judi yang berlansung sekian hari, minggu dan tahun akhirnya jiwa merana, harta benda habis. Menurut H. Marzuki Yatim, judi dapat mendatangkan akibat-akibat sebagai berikut; Melalaikan segalanya, bahkan tugas sehari-hari, anak dan isteri, Banyak musuh,  Merusak kesehatan, Merusak iman, Musuh Polisi dan Merusak keuangan rumah tangga.

            Dari sekian warisan jahiliyyah yang masih hidup dan digandrungi anak-anak remaja dan orang-orang tua ialah khamar dan judi, dari kampung dengan lapau tuaknya sampai kota besar dengan Barnya. Warisan ini akan tetap abadi di masyarakat bila segala akivitasnya dilestarikan dengan membuka kesempatan selebar-lebarnya, sementara kesadaran ummat kepada agama semakin pudar.

5.Menghalangi untuk Zikir
Zikir atau mengingat Allah  merupakan sarana untuk tazkiatunnafs atau pembersihan jiwa, Allah berfirman dalam surat Ali Imran 3;190-191

            ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Tazkiatunnafs dapat terujud bila seorang mukmin siap menerima Al Qur’an selain sebagai Al Kitab juga sebagai undang-undang yang wajib ditegakkan. Jiwa akan bersih bila kita sebagai hamba Allah selalu memprogram diri untuk membaca, menghafal, mentadabburi, memahami, tetap berdiri pada makna-maknanya dan mengambil i’tibar dari kisah-kisahnhya. Orang yang melecehkan Al Qur’an dengan cara tidak mau membaca, enggan mengkaji dan ogah mengamalkannya maka jiwanya gersang, ”Berkatalah Rasul ,”Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan” [Al Furqan 25;30].

            Ibnu Taimiyah menyatakan,”Barangsiapa yang tidak membaca Al Qur’an berarti dia telah mencampakkannya, siapa yang membaca tapi tidak mengkaji isinya berarti dia mencampakkannya, dan siapa yang membaca, mengkaji serta tidak mengamalkannya berarti mencampakkannya”.

            Syaitan berupaya menjauhkan ummat ini dari ajaran Islam agar tidak lagi mengingat atau berzikir kepada Allah melalui berbagai agenda yang sengaja dirancang untuk itu dan segala bentuk permainan, segala bentuk tontonan menjadikan kita lari  dari ingat kepada Allah tanpa disadari.
 
6.Melupakan Shalat
 Shalat merupakan ibadah wajib dalam ajaran Islam yang dilakukan sehari semalam lima waktu dengan tata cara tertentu, shalat merupakan upaya yang mampu menahan seseorang dari berbuat keji dan mungkar. Dengan shalat seseorang mendekatkan diri kepada Allah membina hubungan vertikal juga memupuk hubungan herizontal antara manusia.

 Pada satu segi shalat mendatangkan kecelakaan bagi pelaksananya karena tidak melaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan yang ditentukan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Ma’un ayat 4-5, ”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya”.

            Shalat seseorang dapat dikatakan celaka karena shalatnya lalai dalam waktu, misalnya shalat zhuhurnya dilakukan ketika waktu ashar akan tiba, atau shalat asharnya dilakukan ketika waktu shalat maghrib akan tiba, begitupun dengan shalat-shalat wajib lainnya yang  dilaksanakan dengan mengundur-undur waktunya.

Bahkan target syaitan adalah agar ummat islam lupa untuk mengerjakan shalat sampai meninggalkan shalat sama sekali dengan berbagai macam alasan yang tidak masuk akal, sedangkan Rasulullah mengajarkan kepada orangtua agar menyuruh anak usia tujuh tahun untuk melaksanakan shalat, bila mereka tidak mau diberikan hak kepada orangtua untuk memukul anaknya. Anak usia tujuh tahun saja yang meninggalkan shalatnya harus dipukul, lalu bagaimana kalau orang yang sudah tua tidak shalat tentu sangsinya tak dapat dibayangkan.

Dari Hadits yang disampaikan oleh Ibnu Abbas, dikisahkan tentang kedatangan Iblis kepada Rasulullah, maka terjadilah dialoq diantara keduanya; "Berkata Rasulullah Saw,"Pada suatu hari terjadi percakapan dengan Iblis,"Berapa banyaknya dari ummatku yang menjadi teman baikmu?", Iblis menjawab,"Ada sepuluh golongan, yaitu:

1.Imam/ pemimpin yang tidak jujur
            Pemimpin yang suka mengumbar janji untuk menyenangkan hati rakyatnya dengan berbagai ucapan dan sikap yang membuat orang terpesona, padahal dalam hatinya tiada lain bahwa itu hanya sebagai hiasan bibir. Pemimpin yang begini disenangi oleh Iblis dan senantiasa untuk diajak untuk bersikap tidak jujur. ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat''[An Nisa' 4;58]

2.Orang yang takabur/ sombong
            Rasulullah menyatakan bahwa orang yang sombong diharamkan untuk mencium bau syurga padahal harumnya syurga itu dapat dinikmati dari jarak yang begitu jauh. Umumnya kesombongan terjadi karena mempunyai kelebihan dari orang lain dan dipicu pula oleh ajaran iblis "Adapun kaum 'Aad Maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) kami" [Fushshilat 41;15]

3.Orang kaya yang tidak peduli dari jalan mana diperolehnya harta itu
            Seorang mukmin dalam mencari harta sangat berhati-hati, dia mengharapkan harta yang halal dan menjauhkan yang haram, sedangkan iman yang baik sabda Rasulullah adalah orang yang mampu menghindari harta yang subhat. Teman Iblis adalah orang yang menghalalkan segala cara, asal tujuan tercapai maka apapun akan dilakukan,“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”[Al Baqarah 2;172]

4.Orang alim yang membenarkan pemimpinnya melakukan penyelewengan
            Orang yang alim adalah orang yang diangkat derajatnya oleh Allah dengan beberapa derajat karena dia mengetahui yang benar dan membela kebenaran dan tahu dengan kebathilan lalu menghancurkan kebatilan itu, sedangkan teman iblis adalah orang yang  alim yang membenarkan dan membela pemimpin walaupun melakukan penyelewengan.

5.Pedagang yang penipu
            Menjadi seorang pedagang tidaklah mudah apalagi untuk mendapatkan keuntungan yang banyak dengan cara jujur, untuk itulah makanya iblis mendorong para teman pedagangnya untuk memperoleh keuntungan dengan cara menipu, mempermainkan takaran, meteran dan timbangan. "Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa Sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,  Pada suatu hari yang besar,(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? [Al Muthaffifin 83;1-6]

6.Orang yang suka menimbun barang
            Agar harga membubung naik dan dapat dimonopoli maka sikap teman iblis adalah berusaha untuk menimbun barang, dikala barang habis, orang membutuhkan barang maka dia akan berperan menaikkan harga sekehendak hatinya tanpa memperhatikan harga pasar.

7.Orang yang suka berzina
            Allah memberikan azab kepada orang-orang yang berzina dengan balasan rajam atau cambuk di dunia dan neraka di akherat, apalagi bagi pezina yang sudah menjadi pekerjaannya tanpa menyadari dan bertaubat kepada Allah. Iblis merasa gembira dikala dia mampu menggoda mangsanya untuk berbuat zina. "Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk" [Al Isra' 17;32]

8.Orang yang suka makan riba
            Teman iblis diantaranya adalah orang yang suka makan riba dengan dalih apapun. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan." [Ali Imran 3;130]

9.Orang yang bakhil dan tidak peduli darimana ia memperoleh harta itu
            Orang yang kikir atau bakhil biasanya mudah sekali cepat kaya karena dia tidak peduli darimana hartanya diperoleh, halal dan haram bukan masalah baginya yang penting harta da[at dikumpulkan." Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.[Al Ma'arij 70;19]

10.Orang yang suka mabuk
            Peminum khamar atau minuman sejenisnya yang dapat memabukkan menjadi target teman iblis karena perbuatan ini selain membuat tidak sadar juga merusak iman dan memang sebagian dari perbuatan syaitan.  " Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan" [Al Maidah 5;90]
Rasulullah bersabda; Bertaqwallah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca Al Kitab-Nya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit, kuncilah lidah kecuali untuk segala yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan syaithan" [HR. Thabrani].

Dalam hadits diatas Rasulullah memberikan resep atau kiat untuk menghadapi syaithan yaitu;

1.Bertaqwa kepada Allah
            Dengan taqwa, seorang muslim dapat mengalahkan syaitan dengan segala kekuasaannya sebagaimana firman Allah; " Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa Aku sesat, pasti Aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".[Al Hijr 15;39-40]

2.Berjihad di jalan Allah
            Diantara yang dapat mengalahkan syaitan adalah aktivitas mukmin untuk memfungsikan potensinya untuk berjihad di jalan Allah; Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[Al Baqarah 2;218]

3.Berzikir kepada Allah
            Petunjuk Rasul yang lain agar dapat mengalahkan syaitan adalah berzikir kepada Allah dalam arti luas; "Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"[An Nisa' 4;103]

4.Membaca Al Qur'an
            Syaitan sangat tidak suka mendengarkan bacaan Al Qur'an sehingga dia berupaya mengajak ummat islam untuk tidak membacanya karena dapat melemahkan kemampuan syaitan;  Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,[Al Fathir 35;29]

Seorang mukmin berkewajiban untuk menjaga  Al Qur'an dengan cara; Memiliki, Membaca, Mengamalkan, Menda'wahkan  dan Mempertahankannya. Rasulullah menyatakan bahwa orang mukmin yang membaca Al Qur'an ibarat buah Turjah yang rasanya enak juga harum baunya. Sedangkan mukmin yang tidak suka membaca Al Qur'an ibarat buah Kurma, yang rasanya enak tapi tidak berbau. 

5.Mengendalikan lidah
Rasulullah bersabda; "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka bicaralah yang baik atau lebih baik diam".

            Satu ketika Lukmanul Hakim diperintahkan oleh Sultan untuk menyediakan masakan yang paling enak, maka dia sediakan gulai lidah. Dikala sang Sultan menghendaki masakan yang paling tidak enak, maka Lukmanpun menyediakan gulai lidah. Dengan hal itu sang Sultan menanyakan kepada Lukman, kenapa dia berbuat begitu, Lukman menjelaskan bahwa yang paling enak dan yang paling tidak karena lidah .

Syaitan selalu mengajak ummat islam kepada kesesatan dengan menentang semua larangan Allah dan mengikuti hawa nafsu dan memperbudak diri kepada iblis laknatullah, untuk itu hati-hatilah kita, janganlah iblis dan sifat syaitan lainnya dijadikan sebagai teman, jadikanlah mereka sebagai musuh karena memang mereka memusuhi keimanan, Wallahu a'lam [Cubadak Solok, 19 Ramadhan 1431.H/ 29 Agustus 2010]







Tidak ada komentar:

Posting Komentar