Manusia
adalah makhluk Allah yang diciptakan dari tanah atau saripati tanah yang
diawali dengan kehadiran Adam As, malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan
dari nur atau cahaya, sedangkan jin adalah makhluk yang diciptakan dari api.
Iblis adalah sifat yang yang dimiliki oleh jin tergambar ketika dia disuruh
Allah untuk sujud ketika Adam diciptakan dan syaithan juga sifat yang
menyesatkan manusia dari jalan Allah, sebenarnya sifat sombong dan penyesatan ada pada jin dan
manusia yang berupaya untuk mengajak manusia dengan berbagai cara agar
berpaling dari hidayah Allah, sehingga dituntut seorang mukmin itu untuk selalu
berlindung kepada Allah dari segala ajakan dan ajaran yang menyesatkan; "Katakanlah: "Aku berlidung kepada
Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.Raja manusia. Sembahan manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, Yang membisikkan
(kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. Dari
(golongan) jin dan manusia" [An Nas 114;1-6]
Ada beberapa ajakan dan
ajaran yang mengajak manusia kepada kesesatan, bila iman yang dimiliki tidak baik posisinya didalam hati, maka
mereka cendrung terpengaruh dengan program yang dijajakan oleh syaitan
sebagaimana firman Allah dibawah ini; " Sesungguhnya syaitan itu bermaksud
hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum)
khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan
sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)" [Al
Maidah 5;91].
Dari ayat diatas tergambar ada enam program
syaithan yang berusaha menggiring ummat ini kearah kesesatan, itulah makanya
perlu kita ketahui enam program tersebut agar kita berupaya untuk
menghindarinya yaitu;
1.Menimbulkan Permusuhan/ Al 'Adawah
Islam menuntut agar kita hidup di dunia
ini dalam keadaan harmonis, saling menghargai dan memenuhi hak dan kewajiban
masing-masing, bila hal ini terujud maka
hidup akan aman dan tentram. Tapi yang namanya syaithan tidak suka dengan kondisi
demikian, maka dihembuskan api permusuhan diantara manusia sehingga keadaan
hari ini akan sama dengan keadaan ummat jahiliyyah sebelum islam datang, antara suku satu dengan suku lainnya terjadi permusuhan
dan saling dengki, rasa kebencian antara satu dengan lainnya disebabkan
perbedaan tempat lahir dan kabilah.
Permusuhan
yang berkobar diantara suku sangat dahsyat, hanya sedikit persoalan dapat
mengakibatkan meruncingnya permusuhan dan hancurnya satu kabilah. Rasa
kemanusiaan dan persaudaraan tidak tercermin dalam kehidupan masyarakat,
apalagi jiwa gotong royong, rasa kasih sayang terhadap lainnya. Yang tinggi
pada saat itu adalah kelompok saya, suku lain rendah di matanya, egonya terlalu
diperturutkan. Peristiwa diatas terukir dalam surat Ali Imran pada ayat 103; "Dan berpeganglah kamu semuanya
kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan,
Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah,
orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan
ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk"
Ketika da’wah
datang membawa persaudaraan, dipersatukanlah ummat dalam satu cahaya kebenaran
di bawah lentera Ilahi sebagai nikmat yang amat besar, yang tampak adalah
manusia sama derajatnya, kabilah, suku, keturunan hidup berdampingan, betapapun
besar perpecahan, perselisihan, permusuhan bahkan peperangan, dengan nikmat
Allah berupa agamanya Islam, maka api yang berkobar sirna dengan turunnya
tetesan nikmat Allah, selamatlah ummat
dari bahaya perpecahan, permusuhan dan peperanganpun bertukar menjadi ummat
bersaudara, berkasih-kasihan dan cinta
mencintai, Allah berfirman; ”Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah
bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah
kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat” [Al Hujurat 49;10].
2.Membuat Kebencian/ Al Baghdhah
Syaithan menanamkan kebencian kepada manusia
melalui ego atau nafsu atau sifat ananiyah kita yang berada di dalam diri kita.
Jadi kita yang memenjara dan yang dipenjara. Manusia yang telah terbenam oleh
egonya bahkan kemudian akan mempertuhankan egonya itu. Dia menjadi manusia yang
tamak, loba dan serakah. Dia tidak puas dengan apa yang dimilikinya, walaupun
kekayaannya sudah melimpah ruah, akibatnya menjadi masyarakat nafsi-nafsi.
Semangat ”kerjasama” dan ”tolong menolong” menjadi sirna bahkan menjadi masyarakat yang
eksploitatif, pihak yang kuat memeras dan menindas pihak yang lemah, yang kaya
menghisap yang miskin, akibatnya akan timbul beberapa penyakit yang diawali
oleh penyakit Tabaghud [benci
membenci] antara sipendengki dengan orang yang didengki. Kemudian tabaghud yang
tidak terpendam akan menyala menjadi ’Adawah
[permusuhan]. Dan kalau ’adawah inipun selalu beroleh bensin, ia akan berkobar
menjadi Al Baghyu, tak segan
melakukan pengkhianatan terhadap siapa yang dimusuhinya, apalagi ia mendapat
peluang dan kesempatan. Kita tidak lagi melihat masyarakat manusia yang
manusiawi, tetapi yang kita lihat adalah masyarakat Srigala yang berujud
manusia.
3.Minum Khamar/ Al Khamr
Peminum
khamar atau minuman sejenisnya yang dapat memabukkan menjadi target teman iblis
melalui bisikan para syaithan karena perbuatan ini selain membuat tidak sadar
juga merusak iman dan memang sebagian dari perbuatan syaitan. " Hai
orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan.
Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan" [Al
Maidah 5;90]
Pada zaman jahiliyyah
kebiasaan minum khamar dilakukan di tempat-tempat umum atau pesta-pesta
bahagia, maka tidak jauh bedanya dengan zaman sekarang; di hari ulang tahun,
pesta tahun baru dan lebaran terasa indah bila koleksi minuman terpampang di
rumahnya dengan lengakp, Bir sampai Columbus serta merek lainnya yang menarik,
hari itu bukan sekedar pelebur dosa antara manusia tetapi hari mabuk-mabukan
dengan penumpukan dosa baru.
Khamar bagaimanapun
jenisnya sejak dari Bir, Wiski, Brandy,
Vodka sampai kepada Jenifer dengan kadar alkohol dari 1 sampai 70 % tetap
haram, sebagaimana sabda Rasulullah, “Segala
sesuatu minuman bilamana banyak memabukkan maka sedikitpun tetap haram”
[Abu Daud dan Turmuzi].
Ulama-ulama agama
mengatakan bahwa khamar itu haram hukumnya lantara ia merupakan induk segala
kejahatan. Ahli kedokteran mengatakan bahwa khamar bahaya besar yang mengancam
manusia yaitu penyakit paru-paru. Ulama moral mengatakan bahwa agar manusia
memiliki sifat-sifat seperti terpuji, terhormat, berwibawa, mulia dan
bersemanga yang tinggi, maka seharusnya dia menjauhkan diri dari hal-hal yang
dapat menghilangkan sifat-sifat terpuji itu. Ulam ekonomi mengatakan bahwa
setiap sen yang kita belanjakan untuk kepentingan yang wajar adalah menjadi
kekuatan kita dan kekuatan negara. Sebaliknya setiap sen yang kita hamburkan untuk hal yang mencelakakan
diri kita sendiri merupakan kerugian kita dan kerugian negara.
4.Perjudian / Al Maisir
Judi biasanya dilakukakan pada zaman jahiliyah
seiring dengan minum khamar di tempat-tempat pesta yang tenggelam dalam
kemaksiatan, namun kini dapat kita saksikan dalam berbagai bentuk, sejak dari
yang resmi sampai yang terlarang, apapun nama dan jenisnya tetap dinamakan judi
dan haram dilakukan.
Dari segi rohani maka judi
sangat mempengaruhi jiwa seseorang sebab tidak adanya keselarasan antara
cita-cita dan perbuatan, dengan khayalan membubung tinggi tanpa kerja keras
ingin mendapatkan kekayaan yang banyak dan mudah, nasib berada pada nomor
undian yang dibeli. Judi yang berlansung sekian hari, minggu dan tahun akhirnya
jiwa merana, harta benda habis. Menurut H. Marzuki Yatim, judi dapat mendatangkan
akibat-akibat sebagai berikut; Melalaikan segalanya, bahkan tugas sehari-hari,
anak dan isteri, Banyak musuh, Merusak
kesehatan, Merusak iman, Musuh Polisi dan Merusak keuangan rumah tangga.
Dari sekian warisan
jahiliyyah yang masih hidup dan digandrungi anak-anak remaja dan orang-orang
tua ialah khamar dan judi, dari kampung dengan lapau tuaknya sampai kota besar
dengan Barnya. Warisan ini akan tetap abadi di masyarakat bila segala
akivitasnya dilestarikan dengan membuka kesempatan selebar-lebarnya, sementara
kesadaran ummat kepada agama semakin pudar.
5.Menghalangi untuk Zikir
Zikir atau mengingat Allah merupakan sarana untuk tazkiatunnafs atau
pembersihan jiwa, Allah berfirman dalam surat Ali Imran 3;190-191
”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka.”
Tazkiatunnafs dapat terujud bila seorang mukmin
siap menerima Al Qur’an selain sebagai Al Kitab juga sebagai undang-undang yang
wajib ditegakkan. Jiwa akan bersih bila kita sebagai hamba Allah selalu
memprogram diri untuk membaca, menghafal, mentadabburi, memahami, tetap berdiri
pada makna-maknanya dan mengambil i’tibar dari kisah-kisahnhya. Orang yang
melecehkan Al Qur’an dengan cara tidak mau membaca, enggan mengkaji dan ogah
mengamalkannya maka jiwanya gersang, ”Berkatalah
Rasul ,”Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini sesuatu yang
tidak diacuhkan” [Al Furqan 25;30].
Ibnu Taimiyah menyatakan,”Barangsiapa yang tidak membaca Al Qur’an
berarti dia telah mencampakkannya, siapa yang membaca tapi tidak mengkaji
isinya berarti dia mencampakkannya, dan siapa yang membaca, mengkaji serta
tidak mengamalkannya berarti mencampakkannya”.
Syaitan berupaya menjauhkan
ummat ini dari ajaran Islam agar tidak lagi mengingat atau berzikir kepada
Allah melalui berbagai agenda yang sengaja dirancang untuk itu dan segala
bentuk permainan, segala bentuk tontonan menjadikan kita lari dari ingat kepada Allah tanpa disadari.
6.Melupakan Shalat
Shalat merupakan
ibadah wajib dalam ajaran Islam yang dilakukan sehari semalam lima waktu dengan
tata cara tertentu, shalat merupakan upaya yang mampu menahan seseorang dari
berbuat keji dan mungkar. Dengan shalat seseorang mendekatkan diri kepada Allah
membina hubungan vertikal juga memupuk hubungan herizontal antara manusia.
Pada satu
segi shalat mendatangkan kecelakaan bagi pelaksananya karena tidak melaksanakan
dengan baik sesuai dengan aturan yang ditentukan Allah, sebagaimana dijelaskan
dalam surat Al Ma’un ayat 4-5, ”Maka
kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari
shalatnya”.
Shalat seseorang dapat
dikatakan celaka karena shalatnya lalai dalam waktu, misalnya shalat zhuhurnya
dilakukan ketika waktu ashar akan tiba, atau shalat asharnya dilakukan ketika
waktu shalat maghrib akan tiba, begitupun dengan shalat-shalat wajib lainnya
yang dilaksanakan dengan mengundur-undur
waktunya.
Bahkan target syaitan adalah agar ummat islam lupa
untuk mengerjakan shalat sampai meninggalkan shalat sama sekali dengan berbagai
macam alasan yang tidak masuk akal, sedangkan Rasulullah mengajarkan kepada
orangtua agar menyuruh anak usia tujuh tahun untuk melaksanakan shalat, bila
mereka tidak mau diberikan hak kepada orangtua untuk memukul anaknya. Anak usia
tujuh tahun saja yang meninggalkan shalatnya harus dipukul, lalu bagaimana
kalau orang yang sudah tua tidak shalat tentu sangsinya tak dapat dibayangkan.
Dari Hadits yang disampaikan oleh Ibnu Abbas, dikisahkan
tentang kedatangan Iblis kepada Rasulullah, maka terjadilah dialoq diantara
keduanya; "Berkata Rasulullah Saw,"Pada suatu hari terjadi
percakapan dengan Iblis,"Berapa banyaknya dari ummatku yang menjadi teman
baikmu?", Iblis menjawab,"Ada sepuluh golongan, yaitu:
1.Imam/ pemimpin yang tidak jujur
Pemimpin yang suka
mengumbar janji untuk menyenangkan hati rakyatnya dengan berbagai ucapan dan
sikap yang membuat orang terpesona, padahal dalam hatinya tiada lain bahwa itu
hanya sebagai hiasan bibir. Pemimpin yang begini disenangi oleh Iblis dan
senantiasa untuk diajak untuk bersikap tidak jujur. ''Sesungguhnya Allah
menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh
kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan
adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat''[An Nisa' 4;58]
2.Orang yang takabur/ sombong
Rasulullah menyatakan
bahwa orang yang sombong diharamkan untuk mencium bau syurga padahal harumnya
syurga itu dapat dinikmati dari jarak yang begitu jauh. Umumnya kesombongan
terjadi karena mempunyai kelebihan dari orang lain dan dipicu pula oleh ajaran
iblis "Adapun kaum 'Aad Maka mereka menyombongkan diri di muka bumi
tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar
kekuatannya dari kami?" dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa
Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka?
dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) kami" [Fushshilat
41;15]
3.Orang kaya yang tidak peduli dari jalan mana diperolehnya harta itu
Seorang mukmin dalam
mencari harta sangat berhati-hati, dia mengharapkan harta yang halal dan
menjauhkan yang haram, sedangkan iman yang baik sabda Rasulullah adalah orang
yang mampu menghindari harta yang subhat. Teman Iblis adalah orang yang
menghalalkan segala cara, asal tujuan tercapai maka apapun akan dilakukan,“Hai
orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami
berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya
kamu menyembah.”[Al Baqarah 2;172]
4.Orang alim yang
membenarkan pemimpinnya melakukan penyelewengan
Orang yang alim adalah
orang yang diangkat derajatnya oleh Allah dengan beberapa derajat karena dia
mengetahui yang benar dan membela kebenaran dan tahu dengan kebathilan lalu
menghancurkan kebatilan itu, sedangkan teman iblis adalah orang yang alim yang membenarkan dan membela pemimpin
walaupun melakukan penyelewengan.
5.Pedagang yang penipu
Menjadi seorang pedagang tidaklah
mudah apalagi untuk mendapatkan keuntungan yang banyak dengan cara jujur, untuk
itulah makanya iblis mendorong para teman pedagangnya untuk memperoleh
keuntungan dengan cara menipu, mempermainkan takaran, meteran dan timbangan. "Kecelakaan
besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila
menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, Dan apabila mereka
menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah
orang-orang itu menyangka, bahwa Sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, Pada suatu hari yang besar,(yaitu) hari
(ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? [Al Muthaffifin
83;1-6]
6.Orang yang
suka menimbun barang
Agar
harga membubung naik dan dapat dimonopoli maka sikap teman iblis adalah
berusaha untuk menimbun barang, dikala barang habis, orang membutuhkan barang
maka dia akan berperan menaikkan harga sekehendak hatinya tanpa memperhatikan
harga pasar.
7.Orang yang
suka berzina
Allah
memberikan azab kepada orang-orang yang berzina dengan balasan rajam atau
cambuk di dunia dan neraka di akherat, apalagi bagi pezina yang sudah menjadi
pekerjaannya tanpa menyadari dan bertaubat kepada Allah. Iblis merasa gembira
dikala dia mampu menggoda mangsanya untuk berbuat zina. "Dan janganlah
kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.
dan suatu jalan yang buruk" [Al Isra' 17;32]
8.Orang yang
suka makan riba
Teman
iblis diantaranya adalah orang yang suka makan riba dengan dalih apapun. "Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan
bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan." [Ali
Imran 3;130]
9.Orang yang
bakhil dan tidak peduli darimana ia memperoleh harta itu
Orang
yang kikir atau bakhil biasanya mudah sekali cepat kaya karena dia tidak peduli
darimana hartanya diperoleh, halal dan haram bukan masalah baginya yang penting
harta da[at dikumpulkan." Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat
keluh kesah lagi kikir.[Al Ma'arij 70;19]
10.Orang yang
suka mabuk
Peminum
khamar atau minuman sejenisnya yang dapat memabukkan menjadi target teman iblis
karena perbuatan ini selain membuat tidak sadar juga merusak iman dan memang
sebagian dari perbuatan syaitan. "
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan" [Al Maidah 5;90]
Rasulullah
bersabda; Bertaqwallah kepada Allah karena itu adalah kumpulan
segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah
kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca
Al Kitab-Nya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian
sebutan bagimu di langit, kuncilah lidah kecuali untuk segala yang baik.
Dengan demikian
kamu dapat mengalahkan syaithan"
[HR. Thabrani].
Dalam hadits diatas Rasulullah
memberikan resep atau kiat untuk menghadapi syaithan yaitu;
1.Bertaqwa
kepada Allah
Dengan taqwa, seorang muslim dapat mengalahkan syaitan
dengan segala kekuasaannya sebagaimana firman Allah; " Iblis berkata:
"Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa Aku sesat, pasti Aku
akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan
pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang
mukhlis di antara mereka".[Al Hijr 15;39-40]
2.Berjihad
di jalan Allah
Diantara yang dapat mengalahkan syaitan adalah
aktivitas mukmin untuk memfungsikan potensinya untuk berjihad di jalan Allah; Sesungguhnya
orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan
Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.[Al Baqarah 2;218]
3.Berzikir
kepada Allah
Petunjuk Rasul yang lain agar dapat mengalahkan
syaitan adalah berzikir kepada Allah dalam arti luas; "Maka apabila
kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu
duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka
Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"[An
Nisa' 4;103]
4.Membaca
Al Qur'an
Syaitan sangat tidak suka mendengarkan bacaan Al
Qur'an sehingga dia berupaya mengajak ummat islam untuk tidak membacanya karena
dapat melemahkan kemampuan syaitan; Sesungguhnya
orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan
menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anuge- rahkan kepada mereka dengan
diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak
akan merugi,[Al Fathir 35;29]
Seorang mukmin berkewajiban untuk
menjaga Al Qur'an dengan cara; Memiliki,
Membaca, Mengamalkan, Menda'wahkan dan Mempertahankannya. Rasulullah menyatakan
bahwa orang mukmin yang membaca Al Qur'an ibarat buah Turjah yang rasanya enak
juga harum baunya. Sedangkan mukmin yang tidak suka membaca Al Qur'an ibarat
buah Kurma, yang rasanya enak tapi tidak berbau.
5.Mengendalikan
lidah
Rasulullah bersabda; "Barangsiapa
yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka bicaralah yang baik atau lebih
baik diam".
Satu ketika Lukmanul Hakim diperintahkan oleh Sultan
untuk menyediakan masakan yang paling enak, maka dia sediakan gulai lidah.
Dikala sang Sultan menghendaki masakan yang paling tidak enak, maka Lukmanpun
menyediakan gulai lidah. Dengan hal itu sang Sultan menanyakan kepada Lukman,
kenapa dia berbuat begitu, Lukman menjelaskan bahwa yang paling enak dan yang
paling tidak karena lidah .
Syaitan selalu mengajak ummat islam kepada
kesesatan dengan menentang semua larangan Allah dan mengikuti hawa nafsu dan
memperbudak diri kepada iblis laknatullah, untuk itu hati-hatilah kita,
janganlah iblis dan sifat syaitan lainnya dijadikan sebagai teman, jadikanlah
mereka sebagai musuh karena memang mereka memusuhi keimanan, Wallahu a'lam [Cubadak Solok, 19 Ramadhan
1431.H/ 29 Agustus 2010]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar