Para sahabat
selalu duduk-duduk bersama dengan Rasulullah pada setiap kesempatan, hal itu
sering terjadi sewaktu selesai melaksanakan shalat di masjid, mereka siap-siap
mendengarkan petuah, nasehat dan petuah yang berguna untuk kehidupan di dunia
hingga akherat, di kesempatan lain beliau bersabda; "Bertaqwalah kepada
Allah dimana saja kamu berada, dan ikutilah perbuatan jahat dengan kebajikan
yang dapat menghapuskannya dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang
luhur" [HR. Turmuzi]
1.Bertaqwa kepada Allah
Rasul
mengajak ummatnya untuk meningkatkan kualitas imannya hingga pada level taqwa,
taqwa yang dimaksud adalah taqwa yang sebenar-benarnya;"Hai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan
janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam" [Ali
Imran 3;102]
Taqwa merupakan ukuran mulia di hadapan Allah
sehingga siapapun bisa meraihnya dan siapapun tidak boleh merasa minder
dihadapan orang lain karena ketinggian orang itu hanya Allah saja yang
mengukurnya; "Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal" .[Al
Hujurat 49;13]
2.Bertaubat
Kata taubat berasal dari kata ”Tawaba” berarti
kembali. Seseorang dikatakan
kembali atau taubat apabila ia menjauhi semua perbuatan dosa. Maka arti taubat
ialah kembali kepada Allah SWT dengan melepaskan seluruh ketekaitan hati dan
dosa, kemudian kembali mengerjakan kewajibannya kepada Allah SWT.
Menurut syariat, taubat artinya meninggalkan
seluruh perbuatan dosa dan menyesali semua kemaksiatan yang telah dikerjakannya
karena Allah SWT, kemudian berusaha untuk tidak mengulanginya kapan dan dimana
saja walaupun dia mampu dan tahu akan kemungkinan untuk mengulanginya. "Dan Dirikanlah sembahyang itu pada
kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam.
Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa)
perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat"
[Hud 11;114]
Barangsiapa yang bertaubat dan memohon ampun
kepada –Nya, niscaya Allah akan mengampuninya, walaupun dia telah banyak
berbuat dosa; "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji
atau menyesatkan dirinya sendiri. Kemudian ingat akan Allah dan memohon ampun
atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain
daripada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji itu sedang mereka
mengetahui” [Ali Imran;135]
3.Berakhlak mulia
Seorang
muslim punya teladan dalam hidupnya yaitu Muhammad SAW, sebagai nabi dan Rasul
yang mengajarkan tentang akhlakul karimah karena memang tugas Rasul itu untuk
menyempurnakan akhlak, sehingga wajar bila Allah menyebutkan bahwa akhlakul
karimah itu hanya ada pada Rasulullah saja; "Sesungguhnya Telah ada
pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah" [Al Ahzab 33;21].
"Katakanlah:
"Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu:
janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap
kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu..." [Al An'am 6;151]
Wasiat Ibrahim dan Ya'kub kepada anaknya;
Walaupun Nabi Ibrahim dan
Ya'kub adalah Rasulullah tapi mereka juga khawatir terhadap anak dan keturunan
mereka, sehingga pesan itu digambarkan Allah dalam firman-Nya; " Dan
Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub.
(Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih
agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama
Islam".[Al Baqarah 2;132]
Wasiat Lukman kepada anaknya;
Sebagai seorang pendidik yang sangat bijak, nama Lukman Al Hakim tercantum
dalam Al Qur'an bahkan butir-butir wasiatnya diabadikan Allah dalam surat
Lukman ayat 13-18 diantaranya;
a.Berbuat baik kepada kedua orangtua
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-
bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah,
dan menyapihnya dalam dua tahun
b.Bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada orangtua
bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya
kepada-Kulah kembalimu.
c.Berakhlak mulia walaupun orangtua musyrik
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang
tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya,
dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik
d.Mengikuti jalan orang yang benar
dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya
kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.
e.Beramar ma'ruf dan nahi mungkar \
dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari
perbuatan yang mungkar
f.Jangan berpaling dari manusia
Dan
janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)
g.Jangan angkuh
dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
h.Sederhana dalam berjalan
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan
i.Lunakkan bahasa ketika bicara
dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara
keledai.
Seorang muslim harus taat kepada Allah dan
Rasulullah, bila taat kepada Allah maka harus menunjukkan pula ketaatan kepada
Rasulullah, dilarang membantah ajaran Rasul dan mengerjakan apa yang
dilarangnya, Allah berfirman dalam surat An Nur 24;63 "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan
ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih." Larangan-larangan Rasulullah diantaranya;
1.Melucu dengan kebohongan
Walaupun maksudnya bercanda tapi ada unsur bohongnya
maka hal itu tidak dibenarkan dalam kehidupan muslim. Faktor lucunya boleh tapi
faktor bohongnya yang dilarang, Rasulullah tidak pernah dalam hidupnya
berbohong bahkan ketika ada sahabat membujuk anaknya yang sedang menangis, lalu
dijanjikan bila tidak menangis akan diberikan sesuatu, kata Nabi apa yang dijanjikan tadi harus ditunaikan bila tidak
kamu telah berbohong. "Celakalah bagi orang yang berkata dan berbohong
untuk menjadikan orang lain tertawa karenanya, celakalah ia, celakalah ia"
[HR. Ahmad, Tirmizi dan Abu Daud].
2.Tertawa karena orang lain
kentut
Tidak semua yang dilihat dan tidak semua yang
didengar menjadi bahan tertawaan termasuk kentut. Bila kita mendengar hal itu
cukuplah diam saja dan memang sebaiknya yang kentut sebelumnya mencari tempat
aman sehingga tidak mengganggu orang lain. "Rasulullah melarang tertawa
karena kentut" [HR. Ahmad]
3.Terlalu banyak tertawa
Rasul menyatakan bahwa seandainya manusia menyadari betapa besarnya beban hidup
dan beban kematian yang akan dirasakannya kelak maka tidak sanggup manusia itu
untuk tertawa. Disamping itu banyak tertawa
juga bisa menghilangkan wibawa seseorang dihadapan orang lain; "Jangan
banyak tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati"
[Imam Albani]
4.Bernazar
Walaupun bernazar tidak dilarang dalam islam dan
tidak akan merubah taqdir tapi sebaiknya bila bernazar maka bernazarlah yang
mungkin bisa dilakukan dan segera menunaikannya selama bernazar menyandarkan
kepada keberadaan Allah bukan bernazar kepada yang lain; "Janganlah
kalian bernazar, karena sesungguhnya nadzar itu sedikitpun tidak dapat
mempengaruhi perubahan taqdir, dan hanyasanya nadzar iru dikeluarkan oleh orang
yang pelit" [HR. Muslim dan Turmizi]
5.Memaksakan diri menjamu tamu
Seorang mukmin yang baik adalah yang memuliakan
tamunya, salah satu memuliakan tamu adalah dengan menyediakan jamuan makan atau
minum untuk sang tamu, tapi janganlah jamuan itu memaksakan diri diluar
kemampuan kita; "Janganlah salah seorang diantara kalian memaksakan
diri untuk tamunya diluar kemampuannya ' {HR. Ad Dailami]
6.Mengambil barang orang lain
Mencuri adalah perbuatan tercela dalam islam
walaupun dilakukan dengan bercanda apalagi dengan serius, lebih mulia bila kita
menghendaki sesuatu milik saudara dengan memintanya dan lebih mulia lagi
sebelum diminta yang pemilik memberikan sesuatu kepada saudaranya sebagai
hadiah. Suatu hari Rasulullah ada sahabat yang menanyakan sorbannya, maka
lansung Rasul resfon lalu sorban itu diberikan. "Janganlah salah
seorang diantara kalian mengambil barang milik temannya baik secara main-main
atau serius, dan jika ia mengambil tongkat temannya hendaklah segera
dikembalikan kepadanya" [HR. Ahmad, Abu Daud dan Turmizi]
7.Memuji orang lain secara
berlebihan
Pujian yang diberikan sekedarnya saja dalam rangka
ujud ukhuwah islamiyah dibenarkan dalam islam tapi bila berlebihan maka hal itu
akan merusak dan jiwa seseorang. Rasul mengingatkan bila ada orang yang memuji
dengan berlebihan maka siramlah mukanya dengan pasir, hal ini menggambarkan
betapa bahayanya pujian itu terhadap orang yang gila hormat; "Celaka kamu, kamu telah memenggal
leher temanmu, barangsiapa diantara kamu mau tidak mau harus memuji saudaranya,
hendaklah ia mengatakan," aku mengenal si Fulan dan Allahlah yang
menilainya dan aku tidak memuji seorangpun melebihi pengetahuan Allah. Saya
menilai Fulan begini...begini" jika ia tahu yang baik dari dirinya"
[HR.Ahmad, Bukhari dan Muslim].
8.Shalat dalam keadaan nasi
terhidang
Memang sebaiknya kita shalat diawal waktu dan
dikerjakan di mesjid, tapi dikala hidangan telah terhidang maka dibolehkan kita
menunda shalat dan mendahulukan menikmati hidangan itu, demikian pula bila
terdesak buang air besar atau kecil mustahil kita bisa shalat dengan khusyu'
bila tidak mendahulukan keduanya;"Tidak sempurna shalat dalam kondisi makanan sudah tersedia, dan
tidak sempurna pula shalat orang yang menahan buang air kecil atau besar"
[HR. Muslim dan Abu Daud].
9.Mengusir orang dari tempat
duduknya
Etika manapun tidak membenarkan mengusir seseorang
dari tempat duduknya apalagi orang tersebut terpandang di masyarakat, sebaiknya
bergabung untuk duduk bersama; "Janganlah seorang menyuruh orang lain
berdiri dari tempat duduknya kemudian dia duduk di tempatnya namun
berlapang-lapanglah dan berlapang-lapanglah" [HR. Ahmad dan Muslim].
10.Mendatangi masjid dengan
tergesa-gesa untuk shalat
Sebaiknya seorang muslim sudah hadir di masjid
sebelum waktu shalat tiba bahkan disunnahkan menunggu-nunggu waktu shalat di
masjid, tapi seandainya saat shalat jamaah akan ditegakkan sementara kita masih
dalam perjalanan maka janganlah tergesa-gesa, kerjakanlah apa yang didapatkan
saja karena tergesa-gesa itu akan menghilangkan konsentrasi; "Jika
kalian mendatangi shalat, hendaklah kalian datang dalam keadaan tenang, dan
janganlah kalian mendatangi dengan tergesa-gesa, maka apa yang kalian dapatkan
shalatlah, maka apa yang ketinggalan maka sempurnakanlah" [HR. Ahmad
dan Bukhari].
11.Keluar masjid setelah azan
Sebuah keganjilan bila waktu shalat sudah tiba, azan
telah dikumandangkan lalu jamaah ada yang kelua tanpa alasan yang tepat. Hal
ini terjadi karena masyarakat menjadikan masjid sebagai tempat singgah dari
kehujanan dan kepanasan bukan tempat untuk melaksanakan shalat berjamaah; "Dari Abi Sya'tsa', ia berkata,
"Kami pernah duduk bersama Abu Hurairah di masjid, maka adzanlah
muadzin, maka berdirilah seorang lelaki
berjalan keluar masjid. Dan Abu Hurairah memandanginya sehingga ia keluar dari
masjid. Maka Abu Hurairah berkata,"Adapun orang ini telah bermaksiat
kepada Abal Qasim {Rasulullah]" [HR. Muslim].
12.Shalat sunnah dikala shalat
wajib
Ada tenggang beberapa saat setelah azan
dikumandangkan untuk melaksanakan shalat sunnat rawatib, tapi bila iqamah telah
diserukan dan shalat wajib ditegakkan maka shalat sunnat ditinggalkan saja
untuk melaksanakan shalat wajib. "Dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw,
beliau bersabda,"Apabila telah didirikan shalat, maka tidak ada lagi
shalat kecuali shalat wajib" [HR. Muslim].
13.Mengambil anak binatang
Janganlah kita menyiksa binatang dengan mengambil
anaknya karena induk dan anak binatang itu merasa kehilangan satu sama lain
padahal mereka sedang senang-senangnya dalam dekapan kemesraan;"Dari
Ibnu Mas'ud ia berkata,"Kami pernah bersama Rasulullah dalam suatau
perjalanan, kami pergi ke suatu tempat untu suatu keperluan, kami melihat
burung Humaroh bersama dua anaknya, maka kami ambil dua anaknya, tidak lama
kemudian datanglah induknya hendak mendekap anaknya, datanglah Rasulullah lalu
bersabda,"Siapakah yang telah menyakitinya dengan mengambil anaknya ?
kembalikan anaknya kepada induknya" [Abu Daud].
14.Membunuh binatang dengan api
Kita disunnahkan menyembelih binatang dengan alat
semisal pisau yang tajam agar binatang tersebut tidak terlalu lama merasakan
penderitaan, apalagi membunuhnya dengan api tentu perbuatan ini penyiksaan
terhadap binatang sehingga wajar bila Nabi melarangnya; "Dan Rasulullah
melihat sarang semut yang telah kami bakar. Beliau bertanya, "Siapa yang
membakar ini?" kami menjawab,"Kami ya Rasulullah", lalu beliau
bersabda,"Sesungguhnya tidak boleh menyiksa dengan api kecuali Allah Tuhan
apinya" [Abu Daud].
15.Menunda-nunda hak orang lain
Muslim disunnahkan untuk melaksanakan sesegera
mungkin perbuatan baik ini seperti membayar hutang bila sudah ada untuk
membayarnya, mengubur mayat, menikahkan anak gadis yang sudah ada jodohnya,
tapi syaitan selalu melarang orang untuk
menunaikan kewajibannya sesegera mungkin, hutang merupakan hak orang lain yang
harus ditunaikan dan tidak boleh ditunda, menunda berarti melakukan kezhaliman;"Orang
yang mampu membayar hak orang lain namun menunda-nunda pembayarannya merupakan
kezhaliman" [Mutafaqun alaih].
16.Memanggil orang munafiq dengan
nama penghormatan
Kita boleh memberi penghormatan sesama muslim karena
ketinggian akhlak dan ketagwaannya dan boleh pula memanggil seseorang dengan
memuliakan jabatannya selama tidak berlebih-lebihan, tapi memanggil orang
munafiq apalagi orang kafir atau orang muyrik dengan panggilan penghormatan
tidaklah dibenarkan ;"Janganlah kalian memanggil orang munafiq dengan
panggilan penghormatan, sesungguhnya jika menjadi mulia, maka sungguh kalian
telah menjadi Allah murka" [HR. Abu Daud]
17.Duduk diantara dua orang
Demikian indahnya akhlak seorang muslim, walaupun
dia orang terpandang tapi tidak dibolehkan mengusir orang dari tempat duduknya
bahkan duduk diantara dua orangpun tidak dibenarkan kecuali seizin keduanya; ''Rasulullah
melarang seseorang duduk diantara dua orang kecuali dengan seizin
keduanya" [Hasan al Bani]
18.Membiarkan api menyala dalam
keadaan tidur
Sebelum berangkat tidur sebaiknya semua yang dapat
membahayakan jiwa kita harus disingkirkan, pintu rumah yang harus dikunci
sebaik mungkin, pagar yang tidak mudah dimasuki orang, jangan membairkan api yang menyala disekitar kita ataupun
pembakaran sampah yang belum mati, semua itu untuk keamanan jiwa seseorang."Sesungguhnya
api ini musuh bagi kalian, maka apabila kalian tidur, padamkanlah" [Mutafaqun alaih]
19.Mencabut uban
Bagi seorang muslim, uban merupakan peringatan bahwa
usia telah lanjut yang menambah wibawa orang yang menyandangnya sehingga tidak boleh
disemir apalagi dicabut. "Janganlah kalian mencabut uban, karena
sesungguhnya uban itu merupakan cahaya bagi seorang muslim pada hari
kiamat" [HR. Abu Daud dan Turmizi]
20.Mencukur anak kecil dengan
disisakan
Ketika seorang bayi lahir maka disunnahkan untuk
memberi nama, mengaqiqahkan dan mencukur rambutnya. Dalam mencukur rambut sang
bayi sunnahnya harus dicukur habis dan tidak boleh disisakan sebagaimana budaya
di masyarakat."Rasulullah
melarang mencukur rambut dengan menyisakan sebagiannya" [Mutafaqun alaih]
21.Berambisi mendapatkan kepemimpinan
Kepemimpinan itu merupakan amanah yang harus
dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan dihadapan Allah, kepemimpinan bukanlah
hadiah yang cendrung orang ambisius untuk meraihnya dengan berbagai cara, bagi
seorang muslim dikala kepemimpinan ditangannya maka dia pasti amanah mengelola
kepemimpinan itu. "Wahai Abdur Rahman bin Samurah, janganlah kalian
meminta kepemimpinan, sesungguhnya jika diberikannya kepada kamu tanpa
permintaan engkau akan ditolong dalam melaksanakannya dan jika diberikannya
kepada kamu dengan permintaan maka akan diserahkan kepadamu [tidak akan
ditolong melaksanakannya] " [Mutafaqun alaih].
22.Mencela makanan yang tidak
disukai
Demikian banyak macam dan ragamnya jenis makanan yang tersedia disetiap
pesta dan kedai-kedai nasi bahkan di rumah tangga juga begitu, makanan
merupakan rezeki dari Allah yang harus disyukuri, bila ada makanan yang tidak kita sukai tidaklah elok dicaci maki
disamping tidak bersyukur juga menyinggung perasaan yang memasaknya maka
sebaiknya tidak usah dimakan saja."Dari Abu Hurairah, ia
berkata,"Rasulullah tidak pernah mencela makanan sama sekali, jika ia
menginginkannya, ia makan, dan jika ia tidak suka ia tinggalkan" [Mutafaqun alaih].
23.Dihtiba' pada waktu mendengar
khutbah.
Selayaknya seorang muslim
dikala hadir di masjid, duduklah dengan posisi baik apalagi dikala mendengarkan
khutbah, nabi melarang Dihtiba' artinya duduk dengan mengangkat dua kaki yang
ditempelkan diperut dan dipegang oleh kedua tangan;"Sungguh Nabi Saw
melarang duduk dengan cara ihtiba' pada waktu jum'at sewaktu imam
berkhutbah" [HR. Abu Daud]
24.Masuk masjid dalam keadaan bau
busuk
Di masjid kita berinteraksi dengan masyarakat
sekitar melalui kegiatan ibadah, sebaiknya ibadah yang dilakukan dalam suasana
yang segar dan bersih, hindari bau busuk yang merusak konsentrasi ibadah.
Itulah maka Nabi Muhammad memberi peringatan;"Barangsiapa yang makan
bawang merah atau bawang putih, maka hendaklah menjauhi kami atau menjauhi
masjid kami" [Mutafaqun alaih]
25.Berjual beli/ mencari barang
hilang di masjid
Berjual beli ada tempatnya, boleh saja berjual beli
di emperan masjid dengan harapan jamaah akan membeli setelah keluar dari masjid
tapi tidak dibenarkan berjual beli dalam masjid apalagi mengumumkan barang
hilang di masjid, Rasulullah melarangnya sebab masjid khusus untuk konsentrasi
ibadah kepada Allah dan tidak diganggu oleh kegiatan lainnya; "Apabila
kalian melihat berjual beli di masjid maka katakan kepadanya "Semoga Allah
tidak menguntungkan daganganmu", dan apabila kalian melihat orang yang
mencari barang hilang, katakan padanya, "Semoga Allah tidak mengembalikan
barangmu" [HR. Turmizi]
26.Berteriak-teriak di masjid
Biasanya kita menjadikan masjid sebagai tempat
ibadah ritual juga ibadah sosial lainnya seperti pembagian zakat fithrah,
pengelolaan hewan kurban, penanggulangan bencana dan kegiatan lainnya. Walaupun
begitu kekhasan masjid yang tenang, asri dan sejuk tetap dijaga sehingga tidak layak
berteriak-teriak. "Dari Said bin Yazid ia berkata, "Aku pernah di
dalam masjid, maka seorang laki-laki melemparku dengan batu kecil, ketika aku
lihat ternyata Umar bin Khattab, beliau berkata,"Pergilah dan bawa pergi
kesini orang itu, maka aku membawa orang itu. Beliau bertanya, "Dari mana
kalian?" dua orang itu menjawab, "Dari penduduk Thaif". Umar
berkata, "Andaikan kalian berdua penduduk asli disini tentu aku pukul. Di masjid Rasulullah kalian
berteriak-teriak" [HR. Bukhari]
27.Meludah di masjid
Kebersihan masjid perlu dijaga bersama oleh jamaah
demi kenyamanan ibadah di dalamnya, masjid yang kotor dan bau mencerminkan
kehidupan masyarakat disekitarnya, untuk itulah di masjid perlu adanya tempat
khusus untuk membuang kotoran karena hal meludah saja di masjid tidak
dibenarkan oleh Rasulullah; "Meludah di masjid ada dosa, dan penghapusannya
adalah menimbuninya dengan tanah" [Mutafaqun alaih]
28.Buang hajat di air yang tidak
mengalir
Hikmah yang sangat jelas dari hal diatas adalah agar
kotoran dari hajat yang dikeluarkan tidak mengendap yang dapat mengundang bau
busuk dan penyakit yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya;"Dari
Jabir, sungguh Rasulullah melarang buang air kecil dalam air yang tidak
mengalir" [HR. Muslim]
29.Berpuasa sunnah tanpa izin
suami
Walaupun seorang isteri shalehah yang setiap
hari waktunya diisi dengan ibadah
termasuk puasa sunnah, maka dikala sang suami di rumah dan tidak izin suaminya
maka isteri tidak boleh puasa sunnah. "Tidak halal bagi seorang isteri
berpuasa, sedangkan suaminya menyaksikan kecuali dengan izinnya. Dan tidak
boleh mengizinkan orang lain masuk ke dalam rumahnya kecuali dengan seizin
suaminya" [Mutafaqun alaih].
30.Mendahului imam
Shalat adalah cerminan kepemimpinan dalam
masyarakat, imam adalah pemimpin yang harus berbuat lebih dahulu sebelum orang
lain melakukannya, dalam shalat makmum tidak boleh mendahului imam, disamping
merusak keindahan shalat juga menunjukkan sang makmum orang yang tidak
mengetahui aturan shalat; "Tidaklah
salah seorang diantara kalian takut apabila mengangkat kepalanya sebelum imam,
Allah menjadikan kepalanya kepala himar, atau Allah menjadikan rupanya rupa
himar' [Mutafaqun alaih]
31.Melihat keatas ketika shalat
Posisi shalat harus lurus dan terfokus ke depan,
jangankan melakukan aktivitas lain kecuali gerakan shalat, melihat ke atas saja
dapat merusak ibadah shalat sebagaimana peringatan Rasulullah;"Dari
Anas bin Malik ia berkata, "Rasulullah bersabda, "Mengapa keadaan
orang-orang itu mengangkat penglihatan mereka pada waktu shalat? Peringatan
Rasulullah menjadi keras akan hal ini sehingga ia bersabda,"Hendaklah ia
berhenti dari perbuatan itu atau penglihatan mereka akan tersambar" [HR. Bukhari]
32.Mengkhususkan hari jum'at
untuk shalat/ puasa
Dalam islam tidak ada hari-hari khusus untuk
beribadah kecuali yang diatur oleh syariat, mengkhususkan hari jum'at untuk
puasa atau shalat bukanlah ajaran islam, walaupun keistimewaan hari jum'at itu
ada dibandingkan hari-hari lainnya;"Janganlah kalian mengkhususkan
malam jum'at dengan shalat daripada malam-malam yang lain, dan janganlah kalian
mengkhususkan hari jum'at dengan puasa daripada hari yang lain, kecuali
puasanya bertepatan dengan puasa yang lain [seperti Syawal, Syura]" [HR. Muslim].
33.Duduk di atas kubur
Berziarah merupakan sunnah Nabi bagi mereka yang mau
melakukannya dengan tidak melakukan hal-hal yang mengandung syirik seperti
mengirim kembang dan do'a kepada orang yang mati atau makan-makan di kuburan,
demikian pula halnya Rasulullah melarang peziarah untuk duduk di atas kubur; "Sungguh
salah seorang diantara kalian duduk diatas bara api, kemudian api itu membakar
bajunya sampai kepada kulitnya. Hal itu lebih baik daripada duduk di atas
kuburan" [HR. Muslim]
Demikian hal-hal yang harus dihindari oleh ummat Islam, karena larangan
–larang Rasulullah yang disampaikan dalam rangka untuk menjaga sunnah-sunnah
yang mulia ini, Rasul menyatakan bahagialah orang yang menjaga sunnahku dikala
orang lain meninggalkannya, wallahu a'lam. [Cubadak Solok, 20 Ramadhan 1431.H/ 30Agustus 2010.M]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar