Selasa, 15 Desember 2015

70. Ukhuwah



Perpecahan ummat islam harus dihentikan lalu menuju kepada kesatuan ummat yang mantap, karena dengan kesatuanlah ummat ini akan  selamat dan jaya sehingga tidak mampu dihadapi oleh ummat lain.  Al Hujurat 49;10 "Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat".

Yang berukhuwah bukan hanya muslim dan mukmin saja tapi ukhuwah itu memiliki level masing-masing yaitu; Ukhuwah Basyariyah; Persaudaraan antar manusia. Yaitu persaudaraan lintas agama, suku dan ras. Ukhuwah Wathaniyah; Persaudaraan antar bangsa, adalah persaudaraan karena sebangsa dan se tanah air tanpa memandang agama, suku dan ras. Ukhuwah  Islamiyah Persaudaraan sesama muslim, adalah persaudaraan karena sama-sama beragama islam tanpa memandang bangsa, golongan dan ras. Ukhuwah Imaniyah Persaudaraan sesama iman, adalah persaudaraan yang terbangun karena sama-sama menjalankan nilai-nilai  iman  sesama muslim yang terikat dengan kekuataan komitmen dalam iman dan da'wah.

Ukhuwah Islamiyyah merupakan sikap pribadi yang diajarkan Muhammad Saw kepada ummatnya dalam rangka menjaga kehidupan yang harmonis antar sesama muslim, ukhuwah islamiyyah sebaiknya tidak hanya sebatas hiasan. Banyak ayat yang menganjurkan hal itu diantaranya surat Ali Imran 3;103 ''Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk'

Ayat diatas mengandung beberapa hal yaitu;
a.Berpegang teguh pada agama Allah, artinya menjaga kesucian Islam, dan menjauhkan diri dari faham yang menyesatkan.

b.Jangan bercerai berai, maksudnya kita boleh berbeda suku, golongan dan partai tapi ukhuwah tetap dijaga.

c.Persaudaraan adalah nikmat Allah selain nikmat  lain seperti kehidupan, kesehatan, kemerdekaan dan  dan keimanan.

d.Permusuhan dilaknat Allah, sebagai  penyulut permusuhan itu diantaranya tidak menjalankan ukhuwah sesuai dengan rukunnya.

Rukun ukhuwah itu adalah; ta'waruf; saling mengenal, tafahum; saling memahami, ta''awun; saling membantu dan takaful; saling mendukung dalam kebenaran.  Allah menjelaskan dalam surat Ali Imran 3;105 agar ummat ini tidak bercerai berai dan berselisih yang dapat menghancurkan ukhuwah; ''Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat''

Dalam Al Hujurat 49;10 dengan tegas menyebutkan bahwa persaudaraan mukmin itu sudah dipastikan sehingga harus dijaga sebaik-baiknya; "Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat".

            Karena ukhuwah tidak sebatas retorika dan dekorasi, dia harus dijaga dengan sikap-sikap muslim melalui kepribadiannya yaitu;

1.'Adamus sukriyah; tidak mengolok-olok
Agar ukhuwah terjaga dengan baik maka masing-masing muslim tidak mengolok-olok sebagai mana firman Allah memperingatkan;

''Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim''[Al Hujurat 49;11]

2.'Adamul Lamz; tidak mencela
Perbuatan suka mencela dapat memicu kerusakan ukhuwah, untuk itulah seorang muslim dengan muslim lainnya tidak mencela saudaranya yang intinya mencela diri sendiri. "dan janganlah suka mencela dirimu sendiri"

3.Tarkut Tanabutz ; meninggalkan panggilan buruk
Nabi Muhammad memberikan nama panggilan yang  baik kepada sahabatnya seperti kepada Abu Bakar dengan panggilan Ash Shiddiq artinya orang yang dapat dipercaya, kepada Khalid bin Walid beliau menyebutnya Saifullah artinya pedang Allah karena Khalid sangat jago memainkan pedangnya dalam peperangan, untuk itulah maka kita harus  meninggalkan panggilan buruk kepada saudara kita. "dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman "

4.Husnudzon; berbaik sangka
            Menjadi orang yang berbaik sangka adalah salah satu sikap untuk memelihara ukhuwah, bila  sikap buruk sangka yang tertanam dalam hati maka akan mencurigai semua orang.

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. [Al Hujurat 49;12]

5.'Adamut Tajasus; tidak mencari kesalahan
            Kita punya lima jari pada tangan, dikala kita  menunjuk orang dengan satu telunjuk maka empat jari berikutnya menunjuk diri kita sendiri, demikian sebuah ungkapan yang disampaikan agar kita tidak mudah menunjuk kesalahan orang lain. "dan janganlah mencari-cari keburukan orang"

6.Ijtinalul ghibah; meninggalkan gunjingan
            Rasulullah menyatakan bahwa seorang muslim harus meninggalkan gunjingan, sahabat bertanya,"Kalau benar apa yang digunjingkan bagaimana ya Rasulullah?", beliau menjawab,"itulah gunjing, kalau salah maka itulah fitnah". "dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.

            Sesama manusia saja kita dituntut untuk menegakkan ukhuwah basyariyyah apalagi sesama muslim kita harus merajut tali ukhuwah yaitu ukhuwah islamiyyah dan ukhuwah imaniyyah karena ikatan berdasarkan iman akan mampu merajut ukhuwah itu, adapun langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang muslim agar ukhuwah tidak hanya tinggal konsep diantaranya;

1.At Tasrih/ berterus terang
            Berterus terang dengan saudara seiman sangat dianjurkan dalam rangka memupuk ukhuwah islamiyyah apalagi yang berkaitan dengan isi hati tentang kecintaan kepada saudara kita, sebagaimana Rasulullah bersabda, "Apabila seorang mencintai saudaranya, maka hendaklah ia memberitahukan kepada saudaranya bahwa ia mencintainya".[HR. Abu Daud].

            Satu ketika Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah aku mencintaimu sebagaimana aku mencintai diriku sendiri?", nabi bersabda,"Belum lagi sempurna keimananmu ya Umar, seharusnya kau mencintaiku lebih dari mencintai dirimu dan keluargamu sendiri", lansung Umar menjawab,"Aku mencintaimu lebih dari mencintai diriku sendiri dan keluargaku".
           
2.Al Mushafahah/ berjabat tangan
            Ukhuwah islamiyyah juga dirajut melalui pertemuan yang hangat antara sesamanya dan saling berjabat tangan antara satu dengan lainnya, sebagaimana sabda Rasulullah,"Tidalah dua orang muslim bertemu, kemudian keduanya berjabatan tangan, kecuali Allah akan mengampuni dosa keduanya sebelum keduanya berpisah" [HR. Abu Daud]
            Bahkan jabat tangan juga dianjurkan dalam islam setiap pertemuan, andaikata dalam perjalanan kita berpisah dengan teman karena dipisahkan oleh sebatang pohon apalagi bukit maka sebaiknya ketika bertemu lagi juga berjabat tangan.

3.Basyasyatul wajh/ menampakkan wajah yang cerah
Dalam berinteraksi dengan ikhwah fillah yaitu saudara seiman kita harus  menyiapkan hati yang bersih dengan jalan memuliakannya sesuai dengan kapasitasnya apalagi sahabat yang datang mengunjungi kita tentu sikap memuliakan perlu dilakukan Rasulullah bersabda, ”Janganlah kamu menganggap hina sedikitpun dari suatu kebaikan, meskipun hanya dengan menjumpai saudaramu dengan muka manis” [HR. Muslim].

4.Attazawur/ saling berziarah
Berziarah dalam rangka bersilaturrahim, mengunjungi tetangga dan kerabat dalam rangka memupuk dan merajut ukhuwah islamiyyah merupakan sunnah Rasulullah bahkan diberikan kabar gembira bagi yang melakukannya sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW "Siapa yang ingin rezekinya dipanjangkan Allah atau ingin usahanya dipanjangkan, maka hendaklah ia menghubungkan silaturrahim". [HR. Muslim]

Dalam hadits Qudsi dinyatakan,"Wajib mendapat kecintaan-Ku orang yang saling mencintai karena Aku, orang yang duduk berkumpul karena Aku, dan orang yang saling membantu karena aku".

5.Saling mendoakan atau minta dido'akan
            Kedekatan persaudaraan sesama muslim nampak dalam saling mendoakan atau minta didoakan dalam waktu-waktu tertentu apalagi ketika mendapat kesulitan atau mendapat musibah. Ketika Umar bin Khattab permisi kepada Rasulullah hendak melakukan umarh, pesan Rasul adalah, "Jangan lupa engkau mendo'akan aku ketika engkau berdoa ya saudarakau".

            Dalam surat Ibrahim 14;41 untaian doa tergambar, "Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

6.Tahni'ah dan ta'ziyyah
            Berilah ucapan tahni'ah yaitu ucapan selama ketika melangsungkan pernikahan, ketika dikaruniai anak, ketika berpakaian baru, saat pulang dari berjihad, ketika pulang dari menunaikan ibadah haji, kepulangan dari bepergian yang cukup jauh dan lama.  Demikian pula tunjukkan sikap dengan ucapan kata belasungkawa ketika dia sakit atau  ketika ditimpa musibah apapun.

7.Membantu keperluannya
Ujud ukhuwah itu bila kita  ringan tangan memberikan bantuan kepada siapa saja yang layak dibantu apalagi ketika ada musibah di daerah tersebut, berupa banjir, kebakaran, kelaparan yang menyusahkan masyarakat apalagai saudara kita seiman yang mengalami kemalangan itu.  ”Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah bertolong menolong dalam dosa dan permusuhan, dan bertaqwalah kepada Allah” [5;2]

”Barangsiapa yang melepaskan kesulitan untuk seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat, barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akherat. Allah selalu menolong hamba-Nya yang selalu menolong saudaranya” [HR. Muslim].

8.Saling memberi hadiah
            Benang-benang ukhuwah akan terajut kembali bila ada upaya untuk merajutnya diantaranya melalui saling memberi hadiah, tidaklah diukur harga dan bentuknya tapi ada oleh-oleh atau buah tangan yang dibawa ke rumah saudara ketika berkunjung kepadanya dan ini merupakan sunnah Rasulullah,"Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai, saling memberi hadiahlah  kalian, karena sesungguhnya hal itu akan menghilangkan kebencian".

9.Saling berkomunikasi
            Untuk merekat ukhuwah islamiyyah kepada saudara kita yang jauh dapat dilakukan dengan telefon atau surat menyurat, apalagi pada zaman sekarang tidak ada daerah yang tidak bisa diakses komunikasi dalam waktu yang relatif singkat.

            Ukhuwah islamiyyah hingga menjadi ukhuwah imaniyyah tidaklah datang dengan sendirinya tapi harus diupayakan dengan sikap-sikap terpuji diatas, semuanya berlansung kalau kedua belah pihak melakukan hal yang sama yaitu saling merajut benang-benang ukhuwah, selain untuk meningkatkan kualitas iman juga meningkatkan jalinan silaturahim yang semakin erat.

Ummat islam dituntut untuk bersatu dalam bingkai ukhuwah islamiyyah, banyak hal  yang mendukung kearah itu, adapun pendukung kesatuan ummat adalah;

1.Wihdatul 'Aqidah; kesatuan aqidah
            Kesatuan aqidah adalah yang utama untuk bisa bersatunya ummat ini karena memang orang yang aqidah dan imannya yang baik, bersih dan kuatlah yang dapat berinteraksi dalam kehidupan ukhuwah islamiyyah, kita tidak dipaksa untuk masuk ke dalam agama islam ini tapi dikala kita telah masuk ke dalam islam maka wajib mengikuti segala aturan yang terdapat di dalamnya; "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui"[Al Baqarah 2;256]

2.Wihdatul 'Ibadah ; kesatuan ibadah
            Dimanapun kita berada maka umat islam disatukan dengan ibadah yang sama seperti shalat, walaupun dalam negara semisal Indonesia maka dalam shalat kita sama-sama membaca do'a dalam bahasa arab. Lebih jauh lagi kita beribadah sama-sama berniat ikhlas, tatacara sesuai yang dituntunkan nabi dan mengharapkan ridha Allah semata' "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus''[Al Bayyinah 98;5]

3.Wihdatus Suluk wal 'adat; kesatuan prilaku dan adat
            Prilaku seorang muslim dimanapun dia berada tidaklah berbeda karena meneladani kehidupan Rasulullah, tak satupun prilaku dan kebiasaan yang ada pada para nabi, semuanya berdasarkan bimbingan dan wahyu Allah yang intinya mengharapkan rahmat-Nya,  sebagaimana firman Allah; "Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.'' [Al Ahzab 33;21]

4.Wihdatus Syirah; kesatuan sejarah
          Ummat islam memiliki sejarah yang sama yang diawali dari kehidupan Nabi Muhammad, para khulafaurrasyidin hingga khilafah pada sebuah negara, bagaimana kejayaan ummat ini dimasa lalu, disaat kehancuran ummatpun dirasakan bersama, karena kesatuan sejarah itulah maka mendorong ummat ini untuk sama-sama bersatu untuk bangkit kembali meraih kejayaan dimasa yang akan datang. Umar bin Khattab menyatakan bahwa dikala kita ingin merasakan kejayaan ummat ini maka harus meneladani bagaimana Nabi membina ummatnya, artinya kita tidak akan meraih kejayaan islam dimasa yang akan datang bila kita mengabaikan dan tidak mau meniru bagaimana  pembinaan yang dilakukan rasul pada masa lalu.   “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil,”. [Al Fath 48;29]

5.Wihdatul Lughah; kesatuan bahasa
            Bahasa Arab merupakan salah satu kesatuan ummat tapi yang lebih abadi adalah bahasa Al Qur'an dimanapun tidak berbeda karena Al Qur'an memakai bahasa Arab yang tinggi nilai sastranya; "Sesungguhnya kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya" [Yusuf 12;2]

6.Wihdatut Thariq; kesatuan jalan
            Islam adalah jalan yang lurus yang menjadi acuan dalam kehidupan muslim, karena islamlah kesatuan hidup  dapat bertahan lama, bersatu karena bisnis,  bersatu karena bangsa dan bersatu karena keturunan bisa terujud tapi tidak akan bertahan lama, rapuh dan mudah bercerai berai. Karena jalan islam inilah Bilal bin Rabah yang budak hitam dari Afrika dapat hidup bersama komunitas muslim bersama Rasulullah, Mushaib ar Rumy yang berasal dari Romawi dengan kulit merahnya bergandengan tangan bersama sahabat Mushaib bin Umair;"Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".[Yusuf 12;108]

7.Wihdatu Dustur; kesatuan  undang-undang
            Islam adalah agama yang bukan hanya membicarakan kehidupan akherat atau dunia saja, tapi membicarakan seluruh asfek kehidupan. Tak satupun asfek kehidupan manusia yang luput dari Islam, semuanya tercakup di dalamnya hingga menjalankan kehidupan bermasyarakat hingga bernegara tidak lepas dari undang-undang yang diwahyukan Allah, kesatuan undang-undang inilah yang mengikat seseorang menjadi muslim dan mukmin, jikalau muslim tidak mau menegakkan undang-undang  yang diturunkan Allah maka kualitasnya tidak beda dengan kafir, zhalim  dan fasiq;"...........barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir."[Al Maidah 5;44]"...............barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim" [Al Maidah 5;45]"............barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik" [Al Maidah 5;47]

8.Wihdatul Qiyadah; kesatuan kepemimpinan
            Dahulu dikala Kekhalifahan masih berdiri kokoh, ada seorang ibu yang dilecehkan pribadinya oleh seorang kafir, maka satu batalyon didatangkan untuk membelanya, tapi ketika kekhalifahan hancur di Turki tahun 1924, siapa yang bisa membela penjajahan Israel di Palestina, Afghanistan dipermainkan oleh musuh-musuh islam tidak ada yang  bisa membelanya karena kita terpecah berdasarkan negara yang punya idiologi sempit sebatas wilayah teritorial saja.

            Itulah perlunya kesatuan kepemimpinan dibawah kekhalifahan islamiyah bahkan kekhalifahan islamiyah 'alamiyyah. Kesatuan inilah yang membuat ummat islam masih berupaya untuk bangkit dari kehancurannya untuk meraih kembali kejayaan masa lalu;"Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [Al An'am 6;165]

Berdasarkan argumentasi diatas, tidak ada alasan bagi muslim untuk hidup menyendiri, bercerai-berai dan saling bermusuhan. Biarlah kita beda suku bangsa, beda negara, beda partai dan faham tapi ukhuwah tetap dijaga dalam bingkai persatuan ummat dan bangsa. wallahu a'lam. [Cubadak Solok, 15 Ramadhan 1431.H/ 25 Agustus 2010]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar