Jumat, 18 Desember 2015

110. Kiamat



Kiamat, ini suatu kejadian yang luar biasa tentang kehancuran alam raya ini, manusia yang beriman kepada Allah meyakini bahwa dunia hanya sementara saja sedangkan yang abadi nanti di akherat kelak, peristiwa besar yang terjadi sebelum akherat dinamakan kiamat.

Allah mempunyai nama-nama indah yang terkandung dalam asma ul husna,salah satunya adalah Al Akhir. Makna dari “yang akhir”  ialahAllah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah. Karena memang bumi dan jagad raya yang diciptakan Allah ini diberi waktu tertentu untuk bertahan, semuanya tidak ada yang kekal tapi bersifat fana artinya hanya sementara.Kehancuaran semuanya disebut dengan peristiwa besar yang kita kenal dengan qiamat. Beberapa ayat mengungkapkan hal ini;
1. hari kiamat,
2. Apakah hari kiamat itu?
3. tahukah kamu Apakah hari kiamat itu?
4. pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
5.dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
[Al Qari’ah 101;1-5]

1. apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. karena Sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6. pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
[Al Zalzalah 99;1-6]

Begitu dahsyatnya awal kejadian qiamat itu, apalagi proses hingga hancurnya dunia ini tentu tidak mampu kita menyaksikannya, sedangkan suasana mendung yang pekat diiringi dengan hujan lebat, petir bersambar-sambaran dan angin kencang yang terjadi di sekitar kita membuat kiat panik tidak karuan, apatah lagi kiamat itu hadir di depan kita.

Dikala hancurnya dunia ini dengan segala isinya hingga tidak ada sisanya satupun, maka Allah tidaklah terpengaruh dengan kejadian itu karena memang Dia yang  menjadikan semua itu hancur, dan kelak masuk kepada kehidupan baru yang disebut dengan alam akherat. Disinilah manusia akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya selama di dunia.
 “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula”[Al  Zalzalah 99;7-8]

Meskipun kejadian HaRi Kiamat adalah sesuatu yang ghaib dan meRupakan Rahasia Allah, tetapi Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah membeRitahukan kepada kita semua tentang tanda-tandanya.Dan kalau kita mau menceRmati tanda-tanda HaRi Kiamat teRsebut, maka kita semua akan sepakat pada satu kesimpulan, yakni "HaRi Kiamat Sudah Semakin Dekat". 

Asy-Syaikh Muhammad bin IbRahim at-TuwaijiRi di dalam kitabnya MukhtashaR al-Fiqh al-Islami menyebutkan tentang tanda-tanda HaRi Kiamat dengan begitu sistimatis. Beliau membagi tanda-tanda teRjadinya HaRi Kiamat menjadi dua bagian, yaitu "asyRathus sa'ah as-sughRa" yakni tanda-tanda kiamat yang kecil dan "asyRathus sa'ah al-kubRa" yakni tanda-tanda kiamat yang besaR yang menunjukkan sudah sangat dekatnya kiamat. Beliau lalu membagi tanda-tanda kiamat yang kecil menjadi tiga bagian:

Yang peRtama yaitu tanda-tanda yang sudah teRjadi dan telah beRlalu, yaitu beRupa teRbelahnya Rembulan sebagaimana disebutkan dalam suRat al-QamaR, lalu diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan sekaligus wafatnya beliau, kemudian penaklukan Baitul Maqdis dan keluaRnya api daRi negeRi Nejed.
Yang kedua: Tanda-tanda yang sedang teRjadi dan masih teRus beRlangsung, di antaRanya adalah teRsebaRnya fitnah (kekacauan dan kemungkaRan), munculnya ORang yang mengaku nabi, diangkatnya ilmu dan teRsebaRnya kebOdOhan, kezhaliman teRjadi di sana-sini, meRatanya alat-alat musik dan anggapan halal teRhadapnya, zina meRajalela, banyak ORang meminum khamaR, ORang-ORang melaRat saling beRlOmba membangun Rumah dan gedung, membangun masjid hanya untuk beRmegah-megahan, banyak teRjadi pembunuhan, kemudian waktu teRasa pendek, banyak teRjadi gempa bumi, pasaR-pasaR dan supeR maRket saling beRdekatan, uRusan tidak diseRahkan kepada ahlinya, kebuRukan mendOminasi, kesyiRikan menyebaR di tengah-tengah umat Islam. Juga banyak teRjadi kebOhOngan, pemutusan silatuRahim, pengkhianat justRu mendapat kepeRcayaan, ORang tidak peduli lagi halal-haRam dalam mencaRi Rizki, dan juga banyak wanita-wanita yang beRpakaian tetapi telanjang. 

Inilah di antaRa tanda-tanda kiamat yang saat ini sedang banyak teRjadi dan masih teRus teRjadi. Tanda-tanda ini telah disebutkan di dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih, dan tentunya bukan melalui fORum ini untuk menyebutkannya secaRa detail satu peR satu. Yang jelas -jama'ah sekalian- kita semua telah membuktikan sendiRi bahwa apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beRkenaan dengan tanda-tanda teRjadinya HaRi Kiamat adalah benaR adanya. Apa yang telah disebutkan di atas, kini telah menjadi fakta yang benaR-benaR teRjadi pada masa ini, dan kita semua tidak mengingkaRinya. 

Selajutnya yang ketiga adalah tanda Kiamat SughRa yang belum teRjadi dan akan teRjadi, di antaRanya yaitu: teRjadinya penaklukan KOnstantinOpel dengan tanpa pepeRangan, kemudian kaum Muslimin akan memeRangi bangsa at-TuRk, memeRangi Yahudi hingga mendapat kemenangan, munculnya seORang laki-laki daRi kabilah Qahthan yang mengajak manusia kepada ketaatan, lalu teRjadi dOminasi jumlah kaum wanita hingga seORang laki-laki beRbanding dengan lima puluh wanita. Selain itu adalah munculnya al-Mahdi atau Imam Mahdi, lalu setelah itu akan teRjadi penghan-cuRan Ka'bah Oleh seORang laki-laki daRi Habasyah yang disebut dengan Dzu as-Sawiqatain, dan inilah akhiR zaman yang menunjukkan sudah sangat dekatnya HaRi Kiamat yang ditandai dengan munculnya tanda-tanda Kiamat KubRa.[Khutbah Jum’at,KhOlif Mutaqin DjawaRi HaRi Kiamat,DaRul Haq JakaRta).
Kapan kiamat itu terjadi?Sebuah pertanyaan sederhana, namun mustahil untuk dijawab oleh manusia.Pertanyaan ini pertama kali dilontarkan oleh malaikat Jibril kepada nabi Muhammad Saw.saat Beliau sedang duduk-duduk bersama para Sahabatnya di awal-awal kerasulannya. Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang keempat setelah malaikat Jibril menanyakan tiga pertanyaan yang fundamental lainnya, yakni : 1. Apa iman itu? 2. Apa Islam itu?3. Apa Ihsan itu. Pertanyaan Jibril yang ke 4 adalah : Mata Assa’ah? (Kapan kiamat itu terjadi)?Tiga pertanyaan pertama dijawab oleh Rsul Saw.dengan baik sesuai yang Beliau pelajari dari wahyu Allah. Sedangkan pertanyaan yang ke 4 Beliau mengatakan : Yang ditanya bukanlah lebih tahu dari yang menanya.
Lalu Rasul Saw. meneruskan ucapannya : Akan tetapi saya akan ceritakan padamu indikasi-indikasinya, yakni bila budak telah melahirkan tuannya, maka yang demikian itu adalah indikasinya. Bila orang-orang yang bertelanjang kaki dan badan telah menjadi para pemimpin atau panutan manusia, maka yang demikian itu adalah indikasinya.Bila para pengembala binatang ternak berlomba-lomba membangun bangunan yang tinggi, maka yang demikian itu juga adalah indikasinya.
Ada lima perkara yang tidak dapat diketahui kecuali hanya oleh Allah. Kemudian Rasul Saw. membaca ayat : “Sesungguhnya Allah, di sisi-Nyalah pengetahuan tentang kiamat itu, Dia menurunkan hujan, Dia mengetahui apa saja yang ada di dalam kandungan, seseorang tidak akan tahu dengan pasti apa yang akan dia lakukan esok hari, seseorang tidak akan tahu di belahan bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Berpengalaman”.(Q.S. Luqman/31 : 34)

Dalam diskusi dengan Rasul Saw.tersebut, malaikat Jibril muncul bagaikan seorang laki-laki. Setelah berpaling dan meninggalkan majlis Rasul Saw. Nabi Muhammad Saw. berkata: Datangkan lagi kepada saya laki -laki itu! Para sahabat mencoba untuk mendatangkannya, namun mereka tidak melihat apapun. Maka Rasul Saw. berkata : Dia adalah malaikat Jibril, datang untuk mengajarkan kepada manusia (dasar-dasar) agama mereka”. (Hadits Riwayat Imam Muslim dalam Bab Al-Iman).

Dahulu, orang-orang kafir quraisy ingin mengetes kebenaran kenabian Nabi Muhammad Saw.dengan menanyakan kapan kiamat itu terjadi. Mereka beranggapan, jika Nabi Muhammad bisa menjawabnya, maka kenabian dan kerasulan Muhammad mungkin dapat diterima.Namun, jika Nabi Muhammad tidak bisa menjawabnya, berarti Muhammad bukanlah Nabi dan Rasul Allah.Anehnya, kaum kafir Quraiys itu tidak beriman kepada hari kiamat.Mereka bertanya hanya sekedar mengetes pengetahuan Nabi Muhammad Saw.dan ingin memperolok-olokan Beliau.
Seperti yang Allah jelaskan dalam ayat di atas, mustahil Nabi Muhammad mengetahui kiamat dengan pasti, karena pengetahuan tentang kapan persisnya kiamat itu terjadi hanya murni milik Allah dan tidak diberikan kepada siapapun dari hamba-Nya, kendati kepada Nabi Muhammad Saw. Sebab itu, Nabi Muhammad Saw.tidak menjawab pertanyaan orang-orang kafir Quraisy tersebut sampai Allah turunkan firman-Nya :
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba."Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mau tahu.” (Q.S. Al-A’raf/7 : 187)

Di samping tidak ada seorangpun yang mengetahuai kapan persisnya kiamat itu terjadi, bahwa peristiwa kiamat itu amatlah dahsyat, bukan seperti yang digambarkan dalam film 2012 itu?Kiamat itu adalah kehancuran alam semesta.Bukan hanya kehancuran bumi?Apalagi hanya sebagian bumi saja? Akan tetapi kehancuran alam dunia ini dengan segala isinya karena Allah akan menggantinya dengan alam lain bernama alam akhirat, seperti yang Allah firmankan :
 (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (Q.S. Ibrahim / 14 : 48)[Eramuslim, Ustadz Fathuddin Ja'far, Kapan Kiamat Itu? Kamis, 03/12/2009 08:42 WIB ].

Hendaklah kita meRenungi haRi yang dahsyat ini, saat seluRuh manusia dikumpulkan di satu tempat untuk mempeRtanggungjawabkan amalnya di hadapan AllOh subhanahu wata’ala, satu haRi yang menyebabkan langit hancuR beRantakan, anak-anak yang baRu lahiR menjadi beRuban. Janji AllOh subhanahu wata’ala pasti akan teRlaksana.
Ingatlah haRi yang dinamai juga dengan haRi taghabun (haRi dinampakkannya kesalahan-kesalahan). HaRi ini meRupakan penyingkanpan yang hakiki, kaRena pada haRi manusia dikumpulkan sesuai dengan amal peRbuatannya. Di antaRa manusia ada yang beRtaqwa kepada AllOh subhanahu wata’ala. dan di antaRa manusia ada yang penuh beRlumuR dOsa. MeReka akan digiRing menuju neRaka jahannam dalam menahan haus yang menyiksa. Panas api neRaka menipu pandangan meReka, teRgambaR di pelupuk mata bahwa meReka dibawa menuju mata aiR yang akan menghilangakan Rasa haus, tetapi kenyataan beRkata lain. Yang ditemuinya teRnyata api yang menyala menungggu kedatangan meReka. Iyadzan billah.
Allah menggambaRkan kepada kita tentang dahsyatnya haRi itu dalam banyak ayat. Begitu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah beRfiRman,
“Dan pada haRi teRjadinya kiamat, di haRi itu meReka (manusia) beRgOlOng-gOlOngan. Adapun ORang-ORang yang beRiman dan mengeRjakan amal saleh, Maka meReka di dalam taman (suRga) beRgembiRa. Adapun ORang-ORang yang kafiR dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al QuRan) seRta (mendustakan) menemui haRi akhiRat, Maka meReka tetap beRada di dalam siksaan (neRaka).” (QS. aR-Rum: 14-16) 

Itulah bebeRapa gambaRan tentang haRi kiamat yang pasti akan kita alami. Maka haendaknya kita beRlOmba untuk melakukan amal akhiRat. Senatiasa beRdOa, semOga AllOh membeRikan kebaikan di dunia dan akhiRat. Janganlah sekali-kali kita menjual akhiRat dengan dunia yang singkat ini. BaRangsiapa yang menukaR akhiRat dengan dunia, maka dia pasti akan menyesal dan akan meRasakan keRugian tiada taRa.
Sebagai penutup khutbah yang peRtama ini, maRilah kita meRenungi fiRman AllOh,
“Maka apabila malapetaka yang sangat besaR (haRi kiamat) telah datang. Pada haRi (ketika) manusia teRingat akan apa yang telah dikeRjakannya. Dan dipeRlihatkan neRaka dengan jelas kepada Setiap ORang yang melihat. Adapun ORang yang melampaui batas,38. Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia. Maka Sesungguhnya neRakalah tempat tinggal(nya). Dan Adapun ORang-ORang yang takut kepada kebesaRan Tuhannya dan menahan diRi daRi keinginan hawa nafsunya. Maka Sesungguhnya syuRgalah tempat tinggal(nya).” (QS. an-Nazi’at: 34-41) [Khutbah Jum’at HaRi AkhiR & Bekalnya,Majalah as-Sunnah, SOlO. Edisi 03/IX/1426H/2005M.].

Isu akan terjadinya kiamat di tahun 2012 begitu banyak menyedot perhatian manusia. Sampai-sampai, ada film berjudul 2012 yang bercerita tentang peristiwa mahadahsyat berupa kiamat.Film yang disutradari oleh Rolland Emmerich ini menggambarkan kejadian ‘akhir dunia’ dengan efek gambar yang cukup membelalakkan mata pemirsanya.

Gedung-gedung pencakar langit yang hancur melebur, hujan meteor, bumi yang terbelah, sampai luapan samudera yang meluluhlantahkkan permukaan bumi tergambar jelas di film tersebut. Saat itu, manusia sibuk dengan urusan masing-masing, menyelamatkan diri dari bencana akbar itu. Terlepas silang pendapat mengenai cerita di balik 2012, film tersebut cukup mampu menarik penonton untuk melihatnya.


Selain beberapa ayat di atas, masih banyak gambaran serupa dituliskan dalam Al Qur’an.Tak sekedar isapan jempol, kiamat yang Allah sebutkan ternyata diakui ilmuwan bakal benar-benar terjadi.Bahkan prakiraan dahsyatnya kejadian itu secara ilmiah berupaya dipaparkan para ilmuwan melalui berbagai penelitian mereka. Berikut bagian-bagian episode kiamat yang diramalkan para peneliti berdasarkan data-data ilmiah mereka.[Eramuslim, Syaefudin, Menguak Misteri Ilmiah Kiamat 2012, Monday, 23 November 2009 20:18].

            Kiamat pasti akan terjadi, tentang waktunya kita tidak tahu, yang sangat  penting adalah bagaimana kita mempersiapkan iman yang kokoh dengan amal yang shaleh untuk memasuki proses kehidupan yang akan datang, yaitu kematian, alam barzakh dan akherat setelah terjadinya kiamat, wallahu a’lam,[Cheras Kuala Lumpur Malaysia, 03 Rajab 1432.H/ 05 Juni 2011.M].




Tidak ada komentar:

Posting Komentar