Semua akan berlansung baik kalau
suasananya dalam keadaan sehat, akan terjadi tegur sapa yang ramah, senyum yang
merekah, kehidupan
yang harmonis bila kita dalam keadaan sehat, sehat memang menjadi tumpuan untuk
berlansungnya sebuah proses, hukuman seseorang ditunda bahkan mungkin
dibatalkan bila sang terpidana jatuh
sakit, menunggu sehat dahulu barulah proses hukum bisa berlansung kembali.
Untuk menjadi petugas, pegawai ataupun pekerja dimana saja maka yang pertama
sekali ditanya adalah kesehatan sang kandidat.
Sehat tidaknya seseorang kadangkala
karena faktor makanan, kebersihan dan kedisiplinan yang tidak terjaga, bahan dan
sumber yang dikonsumsipun memicu terjadinya ketidaksehatan seseorang.
Saat ini, tidak sedikit orang yang mencari harta tapi
tidak mengindahkan halal dan haramnya.Yang halal pun terkadang tidak diproduk
dengan baik.Dalam arti, memproduksi makanan yang tidak bermutu dan bergizi.
Etika produksi tidak dipedulikan lagi.Kemudian makanan
dengan kandungan bahan-bahan kimiawi yang membahayakan atau menjual makanan
kadaluarsa dengan kemasan yang menarik dijual. Semuanya demi meraup keuntungan
sebesar-besarnya, walaupun membahayakan orang lain.
Inilah zaman, sebagaimana telah disabdakan oleh
Rasulullah SAW, “Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi
terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram.” (HR Bukhari).
Dalam Islam, ada etika untuk memproduksi dan tidak
sembarang memakan. Semua ini diatur agar manusia menjadi sehat, baik jasmani
maupun rohani.
Agama Islam tidak hanya mengatur tata cara ritual peribadatan, akan tetapi aspek-aspek yang mendukung beribadah juga diatur, seperti kesehatan. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menjaga kondisi tubuh, agar bisa menunaikan ibadah dengan sempurna.
Rasulullah SAW pernah menyuruh Abbas untuk berdoa memohon
kesehatan. “Wahai Abbas, mohonlah kepada Allah SWT untuk kesehatanmu di
dunia ini dan di akhirat nanti.” (HR. Tirmidzi).
Anjuran Rasulullah SAW menjaga kesehatan itu salah satu
di antaranya adalah menjaga perut dari hal-hal yang menimbulkan penyakit.
Diriwayatkan, Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "Tidak
ada bejana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia melainkan perutnya sendiri.
Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa kerat makanan yang dapat menegakkan
tulang punggungnya.Jika terpaksa, maka ia bisa mengisi sepertiga perutnya
dengan makanan, sepertiga lagi dengan minuman, dan sepertiga sisanya untuk
nafas."(HR.Ahmad dan Tirmidzi).
Hadis tersebut memberi pelajaran bahwa kita tidak boleh
sembarangan memakan.Ada aturan dan batasan-batasan untuk menjaga keseimbangan
tubuh.Hal itu agar terjadi stabilitas dan harmonisasi antara tubuh dan jiwa
manusia. Sehingga ia menjadi orang yang kuat, tidak hanya kuat jasmani tapi
ruhaninya juga tangguh.
Bahkan Rasulullah SAW cukup piawai dalam ilmu pengobatan
dan penjegahan penyakit.Seperti tertulis dalam Kitab Tibb al-Nabawi karya
Ibn Qayyim al-Jauziyyah yang berisi himpunan cara Nabi SAW dalam pengobatan dan
terapi penyakit baik fisik maupun hati.
Dalam kitab itu, diungkapkan bahwa menurut Rasulullah
SAW, perlindungan itu lebih baik daripada mengobati (al-wiqayah khoirun
minal ‘Ilaj).Menjaga kesehatan merupakan obat yang paling besar untuk
menghadapi penyakit.
Lantas bagaimana Islam mengatur keseimbangan jasmani dan
ruhani agar tetap sehat?Al-Qur’an telah memberi petunjuk yaitu, memakan yang
halal dan yang baik-baik (thayyib). Allah SWT berfirman: “Wahai manusia!
Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi.”
(QS.al-Baqarah : 168).
Di ayat yang lain Allah SWT juga memberi anjuran yang
sama. Surat Al Maidah ayat 88 “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik
(thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah
dan kamu beriman kepada-Nya.”
Allah SWT memerintahkan untuk tidak memakan makanan haram
sebab itu membahayakan jasmani dan ruhani. Tidak hanya itu, untuk penjagaan
tersebut, Allah SWT juga memerintahkan untuk tidak sekedar memilih makanan,
akan tetapi pilihlah makanan yang baik-baik.
Makanan yang halal dan thoyyib adalah dalam rangka
menjaga jasmani dan ruhani.Penjagaan jasmani dengan memilih yang
thoyyib.Artinya, memakan makanan yang bergizi, dan mempunyai fungsi yang baik
untuk kesehatan tubuh.
Islam menyuruh kita untuk menjauhi barang yang diharamkan
karena makanan yang dimakan akan mendarah daging dalam tubuh. Hal ini bisa
menjadi salah satu penyebab doa seseorang tidak di ijabah oleh Allah SWT.
Penjagaan ruhaniyah dengan memakan makanan yang
halal.Allah SWT telah mengatur semuanya, bahwa makanan-makanan yang dihalalkan
itu sudah cukup bagi manusia untuk melangsungkan hidup dan menjaga
kesehatan.Sehingga tidak perlu lagi untuk memakan yang haram.Allah SWT
berfirman: “Makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan
kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku
menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya
binasalah ia.” (QS. Thaaha:81)
Makanya, orang yang mamakan makanan haram sesungguhnya
orang yang berlebih-lebihan. Orang yang mengkonsumsi makanan secara berlebihan
tentu tidak baik untuk kesehatan.Makanan yang haram itu ada dua; yaitu pertama,
esensinya memang diharamkan seperti: babi, bangkai, darah dan lain-lain. Kedua
cara memperolehnya, seperti mencuri, merampok, riba dan lain-lain.
Kenyataannya, makanan yang halal itu lebih banyak
daripada yang diharamkan.Pada dasarnya semua makanan halal kecuali ada petunjuk
yang mengharamkannya.Memakan makanan yang hanya halal adalah bentuk keimanan
seseorang, karena hal itu adalah perintah Allah SWT untuk menghindari barang
yang haram.Sementara, makanan yang halal itu lebih baik dan menyehatkan.Sedangkan
yang haram itu adalah tidak baik. Allah SWT berfirman: “Dan menghalalkan
bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”.
(QS. Al-A’raf: 157).
Ayat ini menunjukkan makanan haram itu biasanya yang
buruk.Contoh misalnya, alkohol, babi, darah dan lain-lain.
Tidah hanya itu, ternyata kita diperintah untuk memakan
yang halal lagi bergizi.Kata Thayyib dalam ayat al-Qur’an di atas adalah yang
baik, dalam arti yang memiliki manfaat bagi tubuh.Tidak sekedar halal. Sebab,
ternyata saat ini pun terdapat makanan halal akan tetapi ia tidak bagus atau
tidak memberi manfaat untuk kesehatan. Makanan yang bermutu di sini dianjurkan
agar seseorang itu menjadi kuat tidak lemah.Sehingga lebih bersemangat dalam
beribadah.
Makanya dalam Islam, tidak diperkenankan menggunakan
bahan-bahan pengawet yang tidak mendukung kesehatan manusia. Sebab itu akan
mengurangi kualitas kesehatan makanan tersebut.
Pilihlah
makanan yang bergizi, memiliki mutu kesehatan.Sebab itu menguatkan tubuh.Jika
tubuh kuat, maka kita mampu menunaikan semua kewajiban dengan sempurna. Tidak
sekedar bergizi dan bermutu, akan tetapi juga halal. Cara mendapatkannya pun
harus dengan cara yang halal. Inilah cara sehat secara Islami. Menyehatkan
rohani menguatkan jasmani.[Cholis AkbarSehat
Islami: Pilih Yang Halal Sekaligus Thayyib ,hidayatullah.comSenin, 31 Januari 201].
Selain
mengkomsumsi makanan yang halal lagi thayib sebagaimana yang diungkapkan oleh
Al Qur’an dan Hadits nabi, beberapa pakar kesehatanpun sudah mengungkap
bagaimana sikap seseorang dalam menjaga kesehatan itu, diantaranya adalah;
1.Olahraga, olahraga, olahraga
Menurut
James Rippe, ahli jantung sekaligus direktur Rippe Lifestyle Institute di
Shrewsbury, Massachusetts, AS, olahraga terutama jenis aerobik adalah obat
terbaik mengatasi kelelahan dan menambah energi. Olahraga aerobik seperti
bersepeda, berenang dan lari akan memperkuat jantung sehingga lebih banyak lagi
pasokan oksigen yang sampai ke seluruh tubuh. Lebih banyak oksigen yang sampai
ke panas lagi organ dalam dapat bekerja, sehingga meningkatkan efisiensi
produksi energi.
Berolahraga bukan saja
memberikan efek bagi tubuh, lebih jauh lagi juga dapat memberikan pengaruh
positif terhadap kehidupan seksual. Jika secara fisik anda sudah fit, anda akan
mendapatkan kenikmatan lebih dalam masalah seksual dan juga secara seksual anda
akan lebih aktif.
Mereka yang berolahraga
secara teratur, pada usia berapapun, cenderung memiliki hasrat yang lebih
tinggi, keyakinan diri dan frekuensi seksual yang lebih besar serta kemampuan
untuk terangsang dan mencapai orgasme yang lebih tinggi.
Aerobik (apapun
jenisnya) tampaknya betul-betul merupakan pendorong libido. Suatu teori
menyatakan bahwa olah raga memicu dilepaskannya endorfin (senyawa kimia yang
menyerupai opium, yang dihasilkan oleh otak untuk menciptkan suatu perasaan
sehat), yang akan membuat anda lebih terbuka terhadap masalah seksual.
Sebaiknya anda mencoba untuk melakukan olah raga selama 30 menit/hari.
Tubuh
yang fit juga akan memperkuat rasa percaya diri dan memperindah bentuk tubuh,
yang keduanya merupakan faktor yang penting untuk mempertahankan suatu perilaku
positif terhadap seks. Olaharaga dapat memicu system pernapasan yang
baik.Sistem pernapasan adalah modal utama jika anda ingin memiliki kehidupan
seksual yang menyenangkan.
Olahraga teratur dapat memicu kesehatan jantung yang terjamin.Ingat kasus kematian
mendadak yang melanda banyak lelaki setengah baya ketika melakukan hubungan
seksual?Itu karena lelaki setengah baya itu menderita penyakit
jantung yang kambuh tiba-tiba karena aktivitas seksual yang menyita
energi.Aktivitas olahraga dapat secara tidak langsung menimbulkan efek positif
mengatasi stress. Orang yang bebas dari stress dapat lebih prima melakukan
hubungan seksual.[Manfaat Olahraga Bagi
Kehidupan Seks, November 5th, 2010 by Wanita Indonesia].
2. Minum lebih banyak
Kurang cairan adalah penyebab kelelahan.Jika tubuh
kekurangan cairan, darah mengental.Akibatnya aliran darah jadi lambat dan butuh
waktu lebih bagi sel tubuh untuk mendapatkan oksigen.
3. Makan sedikit, tetapi sering
Makanlah dengan porsi kecil bergizi seimbang, tetapi
sering.Makan porsi besar kaya karbihidrat menyebabkan gula darah membumbung.Ini
membuat lebih banyak insulin yang dikeluarkan tubuh. Kondisi ini akan
menyebabkan terlalu banyak gula darah dikirim ke sel otot untuk disimpan.
Inilah biang keladi kelelahan.
4. Konsumsi suplemen vitamin, mineral dan asam lemak omega 3
Dr. Roberta Lee, Direktur Continuum Center for Health and
Healing di Beth Israel Medical Center, New York AS, menyarankan asupan
multivitamin dan mineral untuk pasien yang kelelahan. Mengapa?Vitamin
antioksidan membantu tubuh menetralkan kerusakan dalam sel karena serangan
radikal bebas.Mineral mendukung kinerja hati dan ginjal dalam melakukan kerja
detoksifikasi tubuh.Asam lemak omega 3 membantu kerja setiap sel tubuh agar
berjalan mulus.
5. Ubah rutinitas
Bila kegiatan sehari-hari sudah dapat ditebak, ubah
kebiasaan itu.Ini dapat menyebabkan kebosanan, biang keladi penguras energi.
Coba dengarkan jenis musik baru, tempuh rute baru ke kantor, atau ngobrol
dengan orang baru.
6. Beri prioritas
Buat daftar hal paling penting dalam hidup, apa yang ingin
Anda lakukan. Melakukan hal yang tak diinginkan, kata Tony Schwartz, pengarang
buku The Power of full Engagement, akan menghabiskan energi.
7. Istirahat sejenak
Manusia sudah diprogram oleh yang Maha Kuasa untuk bergerak
antara menghabiskan dan meregenerasi energi.Siklus ini, kata Schwartz,
berlangsung selama 90-120 menit, selama waktu kelelahan. Istirahatlah beberapa
menit untuk memulihkan energi.[Tips
Menjaga dan Meningkatkan Stamina,Posted: November 6, 2009 by ayinosa31].
Pada
diri manusia ada jasmani dan rohani, kedua unsur ini harus dijaga dengan
sebaik-baiknya sehingga keduanya sehat, mengabaikan salah satunya akan
mendatangkan ketidakseimbangan dalam hidup, hidup yang sehat itu adalah hidup
yang seimbang.
Dikisahkan
oleh Ibnu Sa’ad bahwa suatu hari istri Utsman bin Madz’un datang kepada istri
Rasulullah dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Istri Rasulullah pun
berkata kepadanya, “Kenapa kamu terlihat seperti ini, bukankah tidak ada orang
Quraisy yang lebih kaya daripada suamimu?” Istri Utsman bin Madz’un menjawab,
“Saat ini keadaan itu sudah tak tersisa lagi! Ketika malam hari dia (Utsman bin
Madz’un) menghabiskannya dengan shalat malam, sedangkan siangnya dia selalu
berpuasa.”
Tak
lama setelah itu, Rasulullah SAW masuk ke rumah.Istri Utsman pun menceritakan
keadaan ini kepada beliau. Rasulullah kemudian menemui Utsman bin Madz’un lalu
bertanya, “Wahai Ustman bin Madz’un, tidakkah kamu menjadikanku sebagai
contoh?”
“Ada
apa wahai Rasulullah, sehingga engkau berkata demikian?” ujar Utsman balik
bertanya.“Apakah kamu selalu puasa pada siang hari dan menghabiskan malammu
dengan shalat malam?” Rasul kembali bertanya.“Iya, saya sungguh melakukannya,
wahai Rasulullah,” jawab Utsman.“Jangan kamu lakukan itu,” sabda Nabi
kepadanya.“Sesungguhnya matamu memilki hak atasmu, tubuhmu memiliki hak atasmu
dan keluargamu juga memiliki hak atasmu.Maka shalatlah dan tidurlah.Dan
puasalah lalu berbukalah.” (HR Bukhari).
Riwayat
di atas adalah salah satu keistimewaan ajaran Islam yang menganjurkan kepada
Kaum Muslim untuk selalu hidup seimbang.Seimbang antara ibadah dan bekerja,
seimbang antara ruh dan raga, seimbang antara akal dan hati, dan lain
sebagainya.Islam melarang umatnya untuk berlebihan dalam membatasi gerak hidup (tafrith)
sehingga mengharamkan kenikmatan-kenikmtan yang Allah halalkan.
Atau
sebaliknya, terlalu longgar (ifrath) seakan-akan semua hukum adalah halal,
sehingga berlaku sekehendak hatinya dan membolehkan segala cara.
Islam adalah agama fitrah, dan fitrah manusia selalu menginginkan keseimbangan.Dengan keseimbanganlah alam alam raya ini selalu berjalan teratur.“Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?..” (Al-Mulk [67]: 3). Keseimbangan inilah yang menjadi ruh dan inti ajaran Islam.
Islam adalah agama fitrah, dan fitrah manusia selalu menginginkan keseimbangan.Dengan keseimbanganlah alam alam raya ini selalu berjalan teratur.“Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?..” (Al-Mulk [67]: 3). Keseimbangan inilah yang menjadi ruh dan inti ajaran Islam.
Dalam
Surah Al-Jumuah ayat 9-10 Allah menggambarkan bagaimana seharusnya seorang
Muslim menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Orang-orang Mukmin,
dalam ayat tersbut, adalah mereka yang ketika telah tiba saatnya untuk
beribadah, akan bergegas mengingat Allah dengan meninggalkan jual beli dan
segala rutinitas dunia. Namun setelah usai menjalankan ibadah, mereka kembali
menyebar ke penjuru bumi untuk mencari karunia dan rizki-Nya dengan tidak lupa
untuk selalu berdzikir kepada-Nya.Mereka bersungguh-sungguh mempersiapkan bekal
untuk kehidupan akhirat, namun tidak pernah melupakan kehidupan dunia yang saat
ini mereka jalani.Kepala mereka menengadahkan ke langit, namun kaki mereka
tetap berpijak di bumi.Dengan itulah Allah menjamin keberuntungan bagi mereka.
Beruntung dalam hidup di dunia dengan mendapatkan karunia dan limpahan
rizki-Nya dan kelak di akhirat mendapatkan ganjaran nikmatnya syurga.[Jauhar Ridloni Marzuq, Menyeimbangkan Hidup,Republika
Online, Rabu, 30 Maret 2011 19:29 WIB].
Keseimbangan itu Nampak dan
diujudkan dalam aktivitas sehari-hari dengan bekerja memeras keringat dan
membanting tulang tapi malam harinya mengistirahatkan fisik dan fikiran dari
segala persoalan yang dihadapi seharian, jangan memaksakan diri untuk lembur
pada malam hari atau melakukan begadang pada malam hari dengan kegiatan yang
tidak ada manfaatnya, bahkan walaupun pekerjaan itu bermanfaat maka sebaiknya jangan
dilakukan pada malam hari karena akan merusak fisik dan mental kecuali tuntutan
agama menghendaki demikian, maka kerjakanlah sebaik mungkin.
Dalam temuannya,
Edward C. Suarez menemukan pengaruh kurang tidur bisa menyebabkan diabetis dan
gangguan kesehatan lainnya. Melalui sejumlah penelitian, ditemukan fakta
bahwa penyakit tidur dan jantung telah membayangi orang-orang yang
memiliki masalah serius dengan tidur, misalnya sleep apnea (sulit tidur
akibatgangguan pernapasan).
Tapi temuan ilmiah Dr Edward ini masih
kalah menakjubkan.Sebab Islam telah menunjukkan perhatian masalah seperti ini
sejak jauh-jauh hari.Disebutkan, di antara bencana yang menimpa sebagian besar
masyarakat zaman sekarang ini adalah begadang sehingga akhir malam.
Dari Abi Barzah
Al-Aslami ra bahwa Nabi saw tidak suka tidur sebelum Isya’ dan mengobrol
setelahnya.[ Shahih Bukhari: 1/195 no: 568] . Al-Hafiz Ibnu Hajar
rahimahullah berkata: “Sebab tidur sebelum Isya’ bisa mengakibatkan seseorang
terlambat shalat sehingga keluar waktunya, atau terlambat sampai waktu ikhtiar
dan berjaga setelahnya bisa menyebabkan tertidur hingga terlambat melaksanakan
shalat Subuh, atau menyebabkan keterlambatan sampai pada waktu ikhtiar atau
terlambat dari qiyamul lail.”
Bahkan Umar
Ibnul Khattab ra pernah memukul orang yang suka begadang seraya mengingatkan,
”Apakah kalian berjaga pada waktu awal malam dan tidur pada bagian
terakhirnya?” [Shahih Bukhari:]
Dr. Amin bin
Abdullah asy-Syaqawi, menulis 4 bahaya dan keburukan begadang dalam pandangan
Islam;
Pertama: Dapat
mengakibatkan keterlambatan menjalankan shalat fajar, sehingga seorang muslim
telah menghalangi dirinya dari pahala dan ganjaran Allah dan menjerumuskan diri
pada siksa Allah swt. Allah swt berfirman: “Maka
datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan salat dan
memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
[QS. Maryam: 59] ”...dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat
Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”[ QS. Al-Isro’: 78 ]
Dari Jundub bin
Abdullah ra bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa
yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada di dalam jaminan Allah, maka
jangan sampai salah seorang di antara kalian dituntut oleh Allah dengan sesuatu
yang merupakan jaminan-Nya. Sesungguhnya orang yang dituntut oleh Allah dengan
sesuatu yang merupakan jaminan-Nya maka dia pasti mendapatkan akibatnya,
kemudian Dia akan mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam”
.Dari Umaroh bin
Rubiyah ra bahwa Nabi saw bersabda: "Tidak akan masuk neraka orang yang
shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya”. Maksudnya adalah
shalat fajar dan shalat Asar. [dalam Shahih Muslim]
Kedua: Bisa
mengakibatkan seseorang tertidur dari qiyamullail. Allah swt berfirman tentang
hamba-hambaNya yang beriman: “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” [QS.
Al-Dzariyat: 18]
“Lambung
mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan
rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami
berikan kepada mereka. “ [QS. Al-Sajdah: 16]
Dari Sahl bin
Sa’d ra berkata: Jibril mendatangi Nabi saw dan berkata: "Wahai Muhammad hiduplah sekehendakmu sebab engkau mesti mati, dan
beramallah sekehendakmu sebab engkau pasti akan dibalas, cintailah siapapun
yang engkau kehendaki namun engkau pasti akan meninggalkannya dan ketahuilah
bahwa kemuliaan seorang mukmin ada pada qiyamul lail dan ketinggiannya pada
ketidakbutuhannya kepada manusia.”
Ketiga:
Menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang tidak ada manfaatnya , dan masalah
waktu ini adalah salah satu perkara yang akan ditanya oleh Allah pada hari
kiamat. Dari Abi Barzah Al-Aslami ra bahwa Nabi saw bersabda: "Tidak akan melangkah dua kaki seorang
hamba sehingga Allah akan bertanya kepadanya tentang umurnya di manakah dia
pergunakan, tentang ilmunya apakah yang dikerjakan dengannya, tentang hartanya
dari manakah dia mendapatkannya dan kemanakah disalurkan dan tentang jasadnya
untuk apakah dia menghabiskannya”. [Sunan Tirmidzi]
Ini bagi orang
yang begadang untuk perkara-perkara yang mubah, adapun orang yang begadang
untuk perkara yang diharamkan, seperti melihat siaran televisi atau
membicarakan keburukan orang lain dari kaum muslimin atau kemungkaran lainnya,
maka sungguh dia telah menambah keburukan sebelumnya dengan keburukan
menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang dimurkai oleh Allah swt.
Keempat: Banyak
begadang dapat membahayakan kesehatan. Allah swt berfirman: “Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa
sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya…”.
(QS. Al-Naml: 86)
Dan tidur pada
permulaan waktu malam adalah kesempatan yang tidak pernah tergantikan, dan para
ulama mengecualikan begadang dalam ketaatan, dan padanya terdapat kemaslahatan
syar’I, seperti beribadah pada waktu malam atau berdakwah menyerukan manusia
kepada Allah, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar atau
untuk menuntut ilmu syara’ atau begadang bersama tamu atau istri.Aisyah ra
berkata: “Tidak boleh begadang kecuali untuk tiga hal: Orang yang sholat,
pengantin atau musafir.”
Oleh karena itu
seharusnya bagi orang yang beriman untuk segera tidur guna menjalankan sunnah
serta menghindarkan diri dari bencana begadang dan keburukannya.[Baitul Mal
Hidayatullah "Begadang
Jangan Begadang" ,Thursday, 11 February 2010 15:26 administrator].
Masalah ajal
memang ketentuan Allah, kita tidak tahu kapan dan dimana akan mengakhiri
hidupnya tapi usaha untuk menjaga kesehatan merupakan tuntutan pribadi dan
tuntutan agama, islam mengajarkan kepada ummatnya untuk hidup bersih dan rapi,
hal itu merupakan ujud dari menjaga kesehatan, islam menganjurkan untuk makan
yang baik lagi halal, dikala sakit agar berobat tapi yang lebih baik adalah
menjaga kesehatan sehingga tidak keluar dana untuk berobat, ketahuilah bahwa
sakit itu mahal harganya dan kita merasakan
sehat itu penting dalam hidup ini dikala sedang terbaring mengalami
sakit, wallahu a’lam [Kubu Dalam Parak Karakah Padang, 13 Rajab 1432.H/ 14 Juni
2011.M].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar