Selasa, 15 Desember 2015

73. Sehat



Semua akan berlansung baik kalau suasananya dalam keadaan sehat, akan terjadi tegur sapa yang ramah, senyum yang merekah,  kehidupan yang harmonis bila kita dalam keadaan sehat, sehat memang menjadi tumpuan untuk berlansungnya sebuah proses, hukuman seseorang ditunda bahkan mungkin dibatalkan bila sang  terpidana jatuh sakit, menunggu sehat dahulu barulah proses hukum bisa berlansung kembali. Untuk menjadi petugas, pegawai ataupun pekerja dimana saja maka yang pertama sekali ditanya adalah kesehatan sang kandidat.

            Sehat tidaknya seseorang kadangkala karena faktor makanan, kebersihan dan kedisiplinan yang tidak terjaga, bahan dan sumber yang dikonsumsipun memicu terjadinya ketidaksehatan seseorang.

Saat ini, tidak sedikit orang yang mencari harta tapi tidak mengindahkan halal dan haramnya.Yang halal pun terkadang tidak diproduk dengan baik.Dalam arti, memproduksi makanan yang tidak bermutu dan bergizi.
Etika produksi tidak dipedulikan lagi.Kemudian makanan dengan kandungan bahan-bahan kimiawi yang membahayakan atau menjual makanan kadaluarsa dengan kemasan yang menarik dijual. Semuanya demi meraup keuntungan sebesar-besarnya, walaupun membahayakan orang lain.

Inilah zaman, sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram.” (HR Bukhari).
Dalam Islam, ada etika untuk memproduksi dan tidak sembarang memakan. Semua ini diatur agar manusia menjadi sehat, baik jasmani maupun rohani.

Agama Islam tidak hanya mengatur tata cara ritual peribadatan, akan tetapi aspek-aspek yang mendukung beribadah juga diatur, seperti kesehatan. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menjaga kondisi tubuh, agar bisa menunaikan ibadah dengan sempurna.

Rasulullah SAW pernah menyuruh Abbas untuk berdoa memohon kesehatan. “Wahai Abbas, mohonlah kepada Allah SWT untuk kesehatanmu di dunia ini dan di akhirat nanti.” (HR. Tirmidzi).
Anjuran Rasulullah SAW menjaga kesehatan itu salah satu di antaranya adalah menjaga perut dari hal-hal yang menimbulkan penyakit.

Diriwayatkan, Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "Tidak ada bejana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia melainkan perutnya sendiri. Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa kerat makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya.Jika terpaksa, maka ia bisa mengisi sepertiga perutnya dengan makanan, sepertiga lagi dengan minuman, dan sepertiga sisanya untuk nafas."(HR.Ahmad dan Tirmidzi).

Hadis tersebut memberi pelajaran bahwa kita tidak boleh sembarangan memakan.Ada aturan dan batasan-batasan untuk menjaga keseimbangan tubuh.Hal itu agar terjadi stabilitas dan harmonisasi antara tubuh dan jiwa manusia. Sehingga ia menjadi orang yang kuat, tidak hanya kuat jasmani tapi ruhaninya juga tangguh.

Bahkan Rasulullah SAW cukup piawai dalam ilmu pengobatan dan penjegahan penyakit.Seperti tertulis dalam Kitab Tibb al-Nabawi karya Ibn Qayyim al-Jauziyyah yang berisi himpunan cara Nabi SAW dalam pengobatan dan terapi penyakit baik fisik maupun hati.

Dalam kitab itu, diungkapkan bahwa menurut Rasulullah SAW, perlindungan itu lebih baik daripada mengobati (al-wiqayah khoirun minal ‘Ilaj).Menjaga kesehatan merupakan obat yang paling besar untuk menghadapi penyakit.

Lantas bagaimana Islam mengatur keseimbangan jasmani dan ruhani agar tetap sehat?Al-Qur’an telah memberi petunjuk yaitu, memakan yang halal dan yang baik-baik (thayyib). Allah SWT berfirman: “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi.” (QS.al-Baqarah : 168).

Di ayat yang lain Allah SWT juga memberi anjuran yang sama. Surat Al Maidah ayat 88 “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya.”

Allah SWT memerintahkan untuk tidak memakan makanan haram sebab itu membahayakan jasmani dan ruhani. Tidak hanya itu, untuk penjagaan tersebut, Allah SWT juga memerintahkan untuk tidak sekedar memilih makanan, akan tetapi pilihlah makanan yang baik-baik.

Makanan yang halal dan thoyyib adalah dalam rangka menjaga jasmani dan ruhani.Penjagaan jasmani dengan memilih yang thoyyib.Artinya, memakan makanan yang bergizi, dan mempunyai fungsi yang baik untuk kesehatan tubuh.

Islam menyuruh kita untuk menjauhi barang yang diharamkan karena makanan yang dimakan akan mendarah daging dalam tubuh. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab doa seseorang tidak di ijabah oleh Allah SWT.

Penjagaan ruhaniyah dengan memakan makanan yang halal.Allah SWT telah mengatur semuanya, bahwa makanan-makanan yang dihalalkan itu sudah cukup bagi manusia untuk melangsungkan hidup dan menjaga kesehatan.Sehingga tidak perlu lagi untuk memakan yang haram.Allah SWT berfirman: “Makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.” (QS. Thaaha:81)

Makanya, orang yang mamakan makanan haram sesungguhnya orang yang berlebih-lebihan. Orang yang mengkonsumsi makanan secara berlebihan tentu tidak baik untuk kesehatan.Makanan yang haram itu ada dua; yaitu pertama, esensinya memang diharamkan seperti: babi, bangkai, darah dan lain-lain. Kedua cara memperolehnya, seperti mencuri, merampok, riba dan lain-lain.

Kenyataannya, makanan yang halal itu lebih banyak daripada yang diharamkan.Pada dasarnya semua makanan halal kecuali ada petunjuk yang mengharamkannya.Memakan makanan yang hanya halal adalah bentuk keimanan seseorang, karena hal itu adalah perintah Allah SWT untuk menghindari barang yang haram.Sementara, makanan yang halal itu lebih baik dan menyehatkan.Sedangkan yang haram itu adalah tidak baik. Allah SWT berfirman: “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”. (QS. Al-A’raf: 157).

Ayat ini menunjukkan makanan haram itu biasanya yang buruk.Contoh misalnya, alkohol, babi, darah dan lain-lain.
Tidah hanya itu, ternyata kita diperintah untuk memakan yang halal lagi bergizi.Kata Thayyib dalam ayat al-Qur’an di atas adalah yang baik, dalam arti yang memiliki manfaat bagi tubuh.Tidak sekedar halal. Sebab, ternyata saat ini pun terdapat makanan halal akan tetapi ia tidak bagus atau tidak memberi manfaat untuk kesehatan. Makanan yang bermutu di sini dianjurkan agar seseorang itu menjadi kuat tidak lemah.Sehingga lebih bersemangat dalam beribadah.

Makanya dalam Islam, tidak diperkenankan menggunakan bahan-bahan pengawet yang tidak mendukung kesehatan manusia. Sebab itu akan mengurangi kualitas kesehatan makanan tersebut.

Pilihlah makanan yang bergizi, memiliki mutu kesehatan.Sebab itu menguatkan tubuh.Jika tubuh kuat, maka kita mampu menunaikan semua kewajiban dengan sempurna. Tidak sekedar bergizi dan bermutu, akan tetapi juga halal. Cara mendapatkannya pun harus dengan cara yang halal. Inilah cara sehat secara Islami. Menyehatkan rohani menguatkan jasmani.[Cholis AkbarSehat Islami: Pilih Yang Halal Sekaligus Thayyib ,hidayatullah.comSenin, 31 Januari 201].

Selain mengkomsumsi makanan yang halal lagi thayib sebagaimana yang diungkapkan oleh Al Qur’an dan Hadits nabi, beberapa pakar kesehatanpun sudah mengungkap bagaimana sikap seseorang dalam menjaga kesehatan itu, diantaranya adalah;

1.Olahraga, olahraga, olahraga
Menurut James Rippe, ahli jantung sekaligus direktur Rippe Lifestyle Institute di Shrewsbury, Massachusetts, AS, olahraga terutama jenis aerobik adalah obat terbaik mengatasi kelelahan dan menambah energi. Olahraga aerobik seperti bersepeda, berenang dan lari akan memperkuat jantung sehingga lebih banyak lagi pasokan oksigen yang sampai ke seluruh tubuh. Lebih banyak oksigen yang sampai ke panas lagi organ dalam dapat bekerja, sehingga meningkatkan efisiensi produksi energi.

Berolahraga bukan saja memberikan efek bagi tubuh, lebih jauh lagi juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan seksual. Jika secara fisik anda sudah fit, anda akan mendapatkan kenikmatan lebih dalam masalah seksual dan juga secara seksual anda akan lebih aktif.
Mereka yang berolahraga secara teratur, pada usia berapapun, cenderung memiliki hasrat yang lebih tinggi, keyakinan diri dan frekuensi seksual yang lebih besar serta kemampuan untuk terangsang dan mencapai orgasme yang lebih tinggi.

Aerobik (apapun jenisnya) tampaknya betul-betul merupakan pendorong libido. Suatu teori menyatakan bahwa olah raga memicu dilepaskannya endorfin (senyawa kimia yang menyerupai opium, yang dihasilkan oleh otak untuk menciptkan suatu perasaan sehat), yang akan membuat anda lebih terbuka terhadap masalah seksual. Sebaiknya anda mencoba untuk melakukan olah raga selama 30 menit/hari.
Tubuh yang fit juga akan memperkuat rasa percaya diri dan memperindah bentuk tubuh, yang keduanya merupakan faktor yang penting untuk mempertahankan suatu perilaku positif terhadap seks. Olaharaga dapat memicu system pernapasan yang baik.Sistem pernapasan adalah modal utama jika anda ingin memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan.

Olahraga teratur dapat memicu kesehatan jantung yang terjamin.Ingat kasus kematian mendadak yang melanda banyak lelaki setengah baya ketika melakukan hubungan seksual?Itu karena lelaki setengah baya itu menderita penyakit jantung yang kambuh tiba-tiba karena aktivitas seksual yang menyita energi.Aktivitas olahraga dapat secara tidak langsung menimbulkan efek positif mengatasi stress. Orang yang bebas dari stress dapat lebih prima melakukan hubungan seksual.[Manfaat Olahraga Bagi Kehidupan Seks, November 5th, 2010 by Wanita Indonesia].

2. Minum lebih banyak
Kurang cairan adalah penyebab kelelahan.Jika tubuh kekurangan cairan, darah mengental.Akibatnya aliran darah jadi lambat dan butuh waktu lebih bagi sel tubuh untuk mendapatkan oksigen.

3. Makan sedikit, tetapi sering
Makanlah dengan porsi kecil bergizi seimbang, tetapi sering.Makan porsi besar kaya karbihidrat menyebabkan gula darah membumbung.Ini membuat lebih banyak insulin yang dikeluarkan tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan terlalu banyak gula darah dikirim ke sel otot untuk disimpan. Inilah biang keladi kelelahan.

4. Konsumsi suplemen vitamin, mineral dan asam lemak omega 3
Dr. Roberta Lee, Direktur Continuum Center for Health and Healing di Beth Israel Medical Center, New York AS, menyarankan asupan multivitamin dan mineral untuk pasien yang kelelahan. Mengapa?Vitamin antioksidan membantu tubuh menetralkan kerusakan dalam sel karena serangan radikal bebas.Mineral mendukung kinerja hati dan ginjal dalam melakukan kerja detoksifikasi tubuh.Asam lemak omega 3 membantu kerja setiap sel tubuh agar berjalan mulus.

5. Ubah rutinitas
Bila kegiatan sehari-hari sudah dapat ditebak, ubah kebiasaan itu.Ini dapat menyebabkan kebosanan, biang keladi penguras energi. Coba dengarkan jenis musik baru, tempuh rute baru ke kantor, atau ngobrol dengan orang baru.

6. Beri prioritas
Buat daftar hal paling penting dalam hidup, apa yang ingin Anda lakukan. Melakukan hal yang tak diinginkan, kata Tony Schwartz, pengarang buku The Power of full Engagement, akan menghabiskan energi.

7. Istirahat sejenak
Manusia sudah diprogram oleh yang Maha Kuasa untuk bergerak antara menghabiskan dan meregenerasi energi.Siklus ini, kata Schwartz, berlangsung selama 90-120 menit, selama waktu kelelahan. Istirahatlah beberapa menit untuk memulihkan energi.[Tips Menjaga dan Meningkatkan Stamina,Posted: November 6, 2009 by ayinosa31].

Pada diri manusia ada jasmani dan rohani, kedua unsur ini harus dijaga dengan sebaik-baiknya sehingga keduanya sehat, mengabaikan salah satunya akan mendatangkan ketidakseimbangan dalam hidup, hidup yang sehat itu adalah hidup yang seimbang.

Dikisahkan oleh Ibnu Sa’ad bahwa suatu hari istri Utsman bin Madz’un datang kepada istri Rasulullah dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Istri Rasulullah pun berkata kepadanya, “Kenapa kamu terlihat seperti ini, bukankah tidak ada orang Quraisy yang lebih kaya daripada suamimu?” Istri Utsman bin Madz’un menjawab, “Saat ini keadaan itu sudah tak tersisa lagi! Ketika malam hari dia (Utsman bin Madz’un) menghabiskannya dengan shalat malam, sedangkan siangnya dia selalu berpuasa.”

Tak lama setelah itu, Rasulullah SAW masuk ke rumah.Istri Utsman pun menceritakan keadaan ini kepada beliau. Rasulullah kemudian menemui Utsman bin Madz’un lalu bertanya, “Wahai Ustman bin Madz’un, tidakkah kamu menjadikanku sebagai contoh?”

“Ada apa wahai Rasulullah, sehingga engkau berkata demikian?” ujar Utsman balik bertanya.“Apakah kamu selalu puasa pada siang hari dan menghabiskan malammu dengan shalat malam?” Rasul kembali bertanya.“Iya, saya sungguh melakukannya, wahai Rasulullah,” jawab Utsman.“Jangan kamu lakukan itu,” sabda Nabi kepadanya.“Sesungguhnya matamu memilki hak atasmu, tubuhmu memiliki hak atasmu dan keluargamu juga memiliki hak atasmu.Maka shalatlah dan tidurlah.Dan puasalah lalu berbukalah.” (HR Bukhari).

Riwayat di atas adalah salah satu keistimewaan ajaran Islam yang menganjurkan kepada Kaum Muslim untuk selalu hidup seimbang.Seimbang antara ibadah dan bekerja, seimbang antara ruh dan raga, seimbang antara akal dan hati, dan lain sebagainya.Islam melarang umatnya untuk berlebihan dalam membatasi gerak hidup (tafrith) sehingga mengharamkan kenikmatan-kenikmtan yang Allah halalkan.

Atau sebaliknya, terlalu longgar (ifrath) seakan-akan semua hukum adalah halal, sehingga berlaku sekehendak hatinya dan membolehkan segala cara.
Islam adalah agama fitrah, dan fitrah manusia selalu menginginkan keseimbangan.Dengan keseimbanganlah alam alam raya ini selalu berjalan teratur.“Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?..” (Al-Mulk [67]: 3). Keseimbangan inilah  yang menjadi ruh dan inti ajaran Islam.

Dalam Surah Al-Jumuah ayat 9-10 Allah menggambarkan bagaimana seharusnya seorang Muslim menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Orang-orang Mukmin, dalam ayat tersbut, adalah mereka yang ketika telah tiba saatnya untuk beribadah, akan bergegas mengingat Allah dengan meninggalkan jual beli dan segala rutinitas dunia. Namun setelah usai menjalankan ibadah, mereka kembali menyebar ke penjuru bumi untuk mencari karunia dan rizki-Nya dengan tidak lupa untuk selalu berdzikir kepada-Nya.Mereka bersungguh-sungguh mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat, namun tidak pernah melupakan kehidupan dunia yang saat ini mereka jalani.Kepala mereka menengadahkan ke langit, namun kaki mereka tetap berpijak di bumi.Dengan itulah Allah menjamin keberuntungan bagi mereka. Beruntung dalam hidup di dunia dengan mendapatkan karunia dan limpahan rizki-Nya dan kelak di akhirat mendapatkan ganjaran nikmatnya syurga.[Jauhar Ridloni Marzuq, Menyeimbangkan Hidup,Republika Online, Rabu, 30 Maret 2011 19:29 WIB].

            Keseimbangan itu Nampak dan diujudkan dalam aktivitas sehari-hari dengan bekerja memeras keringat dan membanting tulang tapi malam harinya mengistirahatkan fisik dan fikiran dari segala persoalan yang dihadapi seharian, jangan memaksakan diri untuk lembur pada malam hari atau melakukan begadang pada malam hari dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, bahkan walaupun pekerjaan itu bermanfaat maka sebaiknya jangan dilakukan pada malam hari karena akan merusak fisik dan mental kecuali tuntutan agama menghendaki demikian, maka kerjakanlah sebaik mungkin.

Dalam temuannya, Edward C. Suarez menemukan pengaruh kurang tidur bisa menyebabkan diabetis dan gangguan kesehatan lainnya.  Melalui sejumlah penelitian, ditemukan fakta bahwa penyakit tidur dan jantung  telah membayangi orang-orang yang memiliki masalah serius dengan tidur, misalnya sleep apnea (sulit tidur akibatgangguan pernapasan).

  Tapi temuan ilmiah Dr Edward ini masih kalah menakjubkan.Sebab Islam telah menunjukkan perhatian masalah seperti ini sejak jauh-jauh hari.Disebutkan, di antara bencana yang menimpa sebagian besar masyarakat zaman sekarang ini adalah begadang sehingga akhir malam.

Dari Abi Barzah Al-Aslami ra bahwa Nabi saw tidak suka tidur sebelum Isya’ dan mengobrol setelahnya.[  Shahih Bukhari: 1/195 no: 568] . Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Sebab tidur sebelum Isya’ bisa mengakibatkan seseorang terlambat shalat sehingga keluar waktunya, atau terlambat sampai waktu ikhtiar dan berjaga setelahnya bisa menyebabkan tertidur hingga terlambat melaksanakan shalat Subuh, atau menyebabkan keterlambatan sampai pada waktu ikhtiar atau terlambat dari qiyamul lail.”

Bahkan Umar Ibnul Khattab ra pernah memukul orang yang suka begadang seraya mengingatkan, ”Apakah kalian berjaga pada waktu awal malam dan tidur pada bagian terakhirnya?”  [Shahih Bukhari:]
Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi, menulis 4 bahaya dan keburukan begadang dalam pandangan Islam;
Pertama: Dapat mengakibatkan keterlambatan menjalankan shalat fajar, sehingga seorang muslim telah menghalangi dirinya dari pahala dan ganjaran Allah dan menjerumuskan diri pada siksa Allah swt. Allah swt berfirman: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”  [QS. Maryam: 59] ”...dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”[ QS. Al-Isro’: 78 ]

Dari Jundub bin Abdullah ra bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada di dalam jaminan Allah, maka jangan sampai salah seorang di antara kalian dituntut oleh Allah dengan sesuatu yang merupakan jaminan-Nya. Sesungguhnya orang yang dituntut oleh Allah dengan sesuatu yang merupakan jaminan-Nya maka dia pasti mendapatkan akibatnya, kemudian Dia akan mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam”

.Dari Umaroh bin Rubiyah ra bahwa Nabi saw bersabda: "Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya”. Maksudnya adalah shalat fajar dan shalat Asar. [dalam Shahih Muslim]
Kedua: Bisa mengakibatkan seseorang tertidur dari qiyamullail. Allah swt berfirman tentang hamba-hambaNya yang beriman:  “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” [QS. Al-Dzariyat: 18]

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. “ [QS. Al-Sajdah: 16]

Dari Sahl bin Sa’d ra berkata: Jibril mendatangi Nabi saw dan berkata: "Wahai Muhammad hiduplah sekehendakmu sebab engkau mesti mati, dan beramallah sekehendakmu sebab engkau pasti akan dibalas, cintailah siapapun yang engkau kehendaki namun engkau pasti akan meninggalkannya dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin ada pada qiyamul lail dan ketinggiannya pada ketidakbutuhannya kepada manusia.”

Ketiga: Menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang tidak ada manfaatnya , dan masalah waktu ini adalah salah satu perkara yang akan ditanya oleh Allah pada hari kiamat. Dari Abi Barzah Al-Aslami  ra bahwa Nabi saw bersabda: "Tidak akan melangkah dua kaki seorang hamba sehingga Allah akan bertanya kepadanya tentang umurnya di manakah dia pergunakan, tentang ilmunya apakah yang dikerjakan dengannya, tentang hartanya dari manakah dia mendapatkannya dan kemanakah disalurkan dan tentang jasadnya untuk apakah dia menghabiskannya”. [Sunan Tirmidzi]

Ini bagi orang yang begadang untuk perkara-perkara yang mubah, adapun orang yang begadang untuk perkara yang diharamkan, seperti melihat siaran televisi atau membicarakan keburukan orang lain dari kaum muslimin atau kemungkaran lainnya, maka sungguh dia telah menambah keburukan sebelumnya dengan keburukan menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang dimurkai oleh Allah swt.

Keempat: Banyak begadang dapat  membahayakan kesehatan. Allah swt berfirman: “Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya…”. (QS. Al-Naml: 86)
 
Dan tidur pada permulaan waktu malam adalah kesempatan yang tidak pernah tergantikan, dan para ulama mengecualikan begadang dalam ketaatan, dan padanya terdapat kemaslahatan syar’I, seperti beribadah pada waktu malam atau berdakwah menyerukan manusia kepada Allah, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar atau untuk menuntut ilmu syara’ atau begadang bersama tamu atau istri.Aisyah ra berkata: “Tidak boleh begadang kecuali untuk tiga hal: Orang yang sholat, pengantin atau musafir.”
Oleh karena itu seharusnya bagi orang yang beriman untuk segera tidur guna menjalankan sunnah serta menghindarkan diri dari bencana begadang dan keburukannya.[Baitul Mal Hidayatullah "Begadang Jangan Begadang" ,Thursday, 11 February 2010 15:26 administrator].

Masalah ajal memang ketentuan Allah, kita tidak tahu kapan dan dimana akan mengakhiri hidupnya tapi usaha untuk menjaga kesehatan merupakan tuntutan pribadi dan tuntutan agama, islam mengajarkan kepada ummatnya untuk hidup bersih dan rapi, hal itu merupakan ujud dari menjaga kesehatan, islam menganjurkan untuk makan yang baik lagi halal, dikala sakit agar berobat tapi yang lebih baik adalah menjaga kesehatan sehingga tidak keluar dana untuk berobat, ketahuilah bahwa sakit itu mahal harganya dan kita merasakan  sehat itu penting dalam hidup ini dikala sedang terbaring mengalami sakit, wallahu a’lam [Kubu Dalam Parak Karakah Padang, 13 Rajab 1432.H/ 14 Juni 2011.M].



Tidak ada komentar:

Posting Komentar