Hubungan muslim
dengan Allah dapat diibaratkan seperti gardu dengan pusat listrik. Manakala
gardu mendapat suplai energi listrik yang besar maka ia akan membagi listriknya
ke rumah-rumah dengan baik. Namun bila hubungannya dengan pusat listrik lemah
atau byarpet, maka gardu tersebut tidak bermanfaat menerangi rumah-rumah di
sekitarnya, firman Allah, ;
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya
Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada
Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang
bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang
berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu)
dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir
menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis),
Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah
memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui
segala sesuatu. [An Nur 24;35].
Tahajud atau Qiyamullail adalah saat penting dan paling
tepat untuk menerima hidayah Allah yang menjadi sumber utama da’wah Rasulullah
yaitu menjauhkan ummat ini dari sikap dan perbuatan maksiat sampai kapanpun
sehingga kehidupannya selalu dekat kepada Allah melalui aktivitas ibadah fadhu
ataupun sunnah [Al Qiyamah 73;5-6]
"Bahkan manusia itu hendak
membuat maksiat terus menerus. Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?"
Rasulullahpun
menempa sahabat-sahabatnya melalui qiyamullail
dan tilawah qur’an dalam shalat.
Mereka tidak pernah melewatkan itu, mereka merasakan kenikmatan yang tiada tara
tatkala berinteraksi dengan Al Qur’an. Ketika sampai ayat azab mereka menangis,
tatkala membaca ayat rahmat menjadi gembira. Ketika digambarkan tentang kekuasaan
Allah merekapun memuji Allah dan tatkala
menemukan ayat-ayat sajadah mereka bersujud dengan penuh rasa takut [As Sajdah 32;16].
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya
dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap,
serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan".
Dari Mu’adz
bin Jabal rodhiallohu ‘anhu berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, beritahu aku amal yang akan
memasukanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka”. Beliau bersabda,
“Engkau telah bertanya tentang masalah yang besar. Namun itu adalah perkara
yang mudah bagi siapa yang dimudahkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Engkauharusmenyembah Allah
danjanganmenyekutukan-Nyadenganapapun, mendirikansholat, mengeluarkan zakat,
berpuasaRamadhan, dan haji keBaitullah.”Kemudianbeliaubersabda,
“Maukahkamuakutunjukkanpintu-pintukebajikan?Puasaadalahperisai,
sedekahmemadamkandosasebagaimana air memadamkanapi, danshalat di
tengahmalam.” [HR. Tirmizi]
Yang dimaksud dengan
Qiyamullail adalah pada saat seorang muslim dituntut untuk banyak
mendirikan malam dengan ibadah, menegakkan shalat baik fardhu ataupun sunnah,
zikir, tilawah qur'an dan aktivitas ibadah lainnya.
KetikaRasulullahberadaditahunpertamakenabianmenghadapiberbagaipelecehanbahkanfitnah,
Allah SWT menurunkanwahyusebagaipanduanmenyikapikeadaanitu, di antaranya, Surat
Al-Muzzamil.Beberapaayatdarisurattersebutberisisemacampanduan spiritual agar
beliautetaptangguh, istikamah, danmantapmenjalankantugas."Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlahshalatmalam,
separuhmalam, ataukurangisedikitataulebihdanbacalahAlqurandengantartil,
makaakuakanberikankepadamuqaulantsaqilan (ucapanberbobot) dansesungguhnyabangun
di pengujungmalamitu paling dalamkesannyauntukmenumbuhkanimandanmemantapkan
mental." (Q.S. Al Muzzamil, 1-6).
Di
antaraibadahsunah yang tidakpernahditinggalkanolehRasulullah SAW
adalahshalatmalam (Tahajud).Rasulullahmengerjakannyahinggakeduatelapak kaki
beliaubengkak-bengkak.Tahajudmerupakanibadah yang disyariatkansebagairahmat,
tambahankebaikan, dankeutamaan (QS Al-Muzzammil [73]: 1-4).
ShalatTahajudmenjadijalanhidupdanamalanrutinbagiorangorangsaleh (HR Tirmidzi); orangorangbesar (takwa) (QS AdzDzariyat [51]: 17-18); 'Ibadurrahman (QS Al-Furqan [25]: 64); danmenjadisalahsatuciri orang-orang yang memilikikesempurnaaniman (QS As-Sajdah [32]: 16-17).
Ada duajanji yang Allah berikansetelahbeliaumelakukanshalatmalamdanmentartil (membacaAlqurandengantertib).Pertama, qaulantsaqilan (ucapanberbobot) yang seringdiartikansebagaikharismabilkasyaf.Kedua, tangguhdanmantapdalammenghadapitantangandanujian.
SahabatIbnu Abbas dalamtafsirnyamenyatakan, setelahturunnyaSurat Al-Muzzamil, Nabi Muhammad terusmemeliharashalatmalamsampaisaat-saatmenjelangbeliauwafat.Kepadaumatnya, beliaumenyampaikanbahwashalatmalamitumerupakanshalatparanabidanrasul Allah.Jugakebiasaan orang salehdanamalan orang berprestasi.
Beliaujugapernahmemberikanresep spiritual terhadapkeluarga yang menghadapi problem."Bangunkanistrimu di pengujungmalamdenganpenuhkasihsayang, bangunkansuamimu di pengujungmalamdenganpenuhkasihsayang," demikianucapanRasulullah.Jikasuamiistrimelakukanshalatmalamdanmerekaberzikirmemohonkepada Allah, maka Allah menyatakan, "Akumalukalauakutidakmemenuhidoamereka, Akumalukalauakutidakmengabulkanmunajatmereka."
Shalatmalamjugadapatberfungsisebagaitandasyukurkepada Allah SWT.Sahabat Abu HurairahpernahbertanyakepadaRasulsetelahiamelihat kaki beliaumemar, bengkak, lecet-lecetparah. "MengapaAndashalatmalamsampai kaki Andalecet, bengkak, danmemar?Padahal, AndaadalahRasulullah.AndatakpernahberbuatdosadanAnda pun pastimasuksurga."Beliaumenjawab, "Apakahtidakpantaskalausayamensyukurisegalaanugerah Allah?"PadaawalpembangunanmasyarakatMadinah, Nabi Muhammad menyampaikanempatpesan moral kepadaumat Islam.Beliaumengatakan, tebarkanlahsalam, bangunkeakraban, wujudkankepeduliansosial, danbangunshalatmalampadasaat orang-orang sedangtidur.[HikmahdariMuftahFaridl: ShalatMalam, RepublikaOnLine, Selasa, 11 Januari 2011, 08:10 WIB].
Selainmenjadisumberenergikeimanan,
shalatTahajudmemilikibanyakmanfaat yang dapatdirasakansecaralangsungoleh orang
orang yang melaksanakannya. Banyak hikmah yang
dapat dipetik ketika menegakkan shalat dimalam hari yaitu ;
1.Merupakan pekerjaan orang-orang shaleh terdahulu.
Ketika Rasulullah menerangkan tentang keutamaan
qiyamullail dengan aktivitas shalat tahajud, sahabat menanyakan tentang
keberadaan shalat malam itu, beliau menjawab bahwa shalat malam itu adalah
amalan orang-orang shaleh terdahulu. Artinya jangan kita menyebut diri sebagai
orang shaleh bila tidak melakukan shalat tahajud.
2.Waktu yang tepat untuk shalat khusyu' hanya malam hari
Untuk shalat khusuk di siang hari sangatlah sulitnya
karena banyaknya problematika hidup yang dialami secara pribadi ataupun
masyarakat, kebisingan dan hiruk pikuk kehidupan duniawi pada siang hari sulit
untuk dihindari sehingga sahalat yang dilakukan hanya sebatas menyelesaikan
kewajiban saja, malam hari adalah waktu
yang tepat untuk meningkatkan kekyusukan dalam beribadah.
3.Bacaan Al Qur'an dimalam hari sangat berkesan hingga ke
sanubari.
Bacaan yang baik, dengan
kelembutan dan suara yang menyentuh apalagi mengerti maksud dan arti dari ayat
yang dibaca akan berkesan di sanubari seseorang yang melakukan shalat tahajud,
bahkan bisa saja kita meneteskan airmata karena sentuhan Rabbani menjalar
keseluruh tubuh menggugah relung-relung hati yang penuh dengan harap dan cemas
terhadap kebesaran Allah, harap agar segala keberkahan dan nikmat Allah dan cemas
adalah rasa khawatir dan takut bilamana dosa-dosa tidak diampuni-Nya dan ibadah
yang dilakukan tidak bernilai pahala.
4.Menyeimbangkan kesibukan siang dengan ibadah malam
Hiruk pikuk pekerjaan, kesibukan duniawi yang penuh
dengan emosi dan benturan keinginan yang tidak sesuai dengan hasil yang
diperoleh membuat kita hidup gelimang kesalahan dan dosa, hal ini karena
kondisi medan yang dilalui masing-masing kita tidaklah sama sehingga membuat
tensi naik, amarah memuncak, kesabaran terampas. Maka semuanya itu dapat
disingkirkan dikala malam hari saat seorang hamba mengadukan segala
persoalannya kepada Allah melalui patah-patah lafadh ayat yang dibaca dalam
tahajudnya.
"Dan pada sebagian dari malam, Maka sujudlah kepada-Nya dan
bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari."[Al Insan 76;26]
5.Masuk syurga
penuh kedamaian
Abdullah bin Salam mengatakan, Ketika Rasulullah Saw
datang ke Madinah, aku mendatanginya, setelah aku jelas melihat wajahnya, aku
mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah
seorang pembohong, maka hal pertama yang beliau sabdakan adalah, "Wahai
manusia, sebarkan salam, berikanlah makanan, sambunglah persaudaraan, dan
kerjakan shalat dimalam hari ketika manusia sedang tidur, maka kalian akan
masuk syurga dengan penuh kedamaian" [HR. Turmizi dan Ibnu Majah].
6.Pencegah dan
penghapus perbuatan dosa
Energi lain yang diberikan oleh tahajud adalah tercegah
dan terhapusnya perbuatan-perbuatan dosa. Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah
bersabda,"Tetaplah kalian mengerjakan shalat malam karena ia merupakan kebiasaan
orang-orang shaleh sebelum kalian, ia merupakan pendekatan kepada Tuhan,
penghapus dosa-dosa dan pencegah dari perbuatan dosa" [HR. Turmuzi].
Ada empat
hal yang disampaikan oleh Rasulullah tentang shalat keistimewaan malam itu
yaitu;
-pekerjaan orang-orang shaleh; sebagai muslim kita memang dituntut untuk meneladani orang-orang yang
baik, agung shaleh dan yang punya kelebihan dalam hidupnya yang berkaitan
dengan ibadah dan akhlaknya.
-pendekatan kepada Allah; salah satu waktu yang tepat dan sarana yang baik untuk dekat kepada Allah
adalah melaksanakan shalat di malam hari.
-penghapus dosa-dosa; dosa yang kita lakukan bisa hapus dengan bertaubat kepada-Nya melalui
munajad, do'a dan deraian air mata karena penyesalan. Allah juga punya hak
mutlak untuk menghapuskan dosa hamba-Nya melalui ketundukan dan ketaatan
melakukan ibadah salah satunya dengan shalat di malam hari.
-pencegah perbuatan dosa; kesibukan seorang hamba di malam hari dengan ibadah yang banyak tentu
tidak ada peluang baginya untuk memikirkan untuk berbuat dosa, selain itu di
siang hari dia selalu merencanakan malam harinya untuk melaksanakan shalat malam.
7.Allah simpati
kepadanya
Ketika Allah memerintahkan malaikat untuk menyuruh
seorang ahli ibadah masuk ke dalam syurga karena rahmat-Nya, sang abid
menyanggah agar dia dimasukkan syurga bukan karena rahmat Allah tapi karena
banyaknya ibadah yang dia lakukan selama ini, lalu Allah menyuruh malaikat
untuk menghitung semua amal ibadah sang abid selama hidupnya ternyata tidak
sebanding dengan syurga Allah, Allah menyuruh malaikat untuk memasukkan hamba itu ke dalam neraka,
barulah sang abid mohon ampun dan berharap agar dia dimasukkan ke syurga karena
Rahmata dan kasih sayang Allah.
Seorang mukmin seharusnya tidak hanya mengandalkan ibadah
yang banyak tapi juga mengharapkan simpati Allah, salah satunya untuk meraih
simpati itu adalah dengan melaksanakan shalat tahajud.
Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah
bersabda,"Tuhan kita kagum kepada dua orang; yang bangkit dari selimutnya
meninggalkan orang yang dicintai dan keluarganya untuk mengerjakan shalat. Maka
Allah berfirman kepada malaikat-Nya, lihatlah hamba-Ku, dia bangkit dari tempat
tidur dan selimutnya meninggalkan orang yang dicintai dan keluarganya untuk
mengerjakan shalat karena mengharap apa yang ada pada-Ku dan takut dari apa
yang ada pada-Ku. Kedua orang yang berjuang di jalan Allah lalu dia lari
bersama teman-temannya. Setelah itu dia mengetahui bahaya dari larinya tersebut
dan mengetahui pahala yang besar jia ia kembali
sampai darahnya teralirkan..........."
8.Sebagai ungkapan
rasa syukur
Al Mughirah meriwayatkan bahwa Rasulullah berdiri mengerjakan shalat
tahajud sampai kedua kakinya membengkak. Lalu ditanyakan kepada
beliau,"Mengapa engkau melakukan hal itu padahal dosamu yang telah lalu
dan yang akan datang sudah diampuni? Beliau menjawab,"Apakah aku tidak
ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur" [HR. Bukhari dan Muslim].
"Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya;
dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal
karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak
bersyukur" [Al Mukmin 40;61]
9.Pintu kebaikan
Banyak pintu kebaikan yang disediakan Allah bagi hamba-Nya, diantaranya
adalah melakukan shalat tahajud. Dengan shalat tahajud selain ungkapan rasa
syukur dia juga menjadikan hamba dekat kepada Allah dan punya hati yang bersih,
perasaan santun dan sikap mulia lainnya. Kebaikan yang didambakan manusia
semuanya dari Allah dan tak ada orang yang mampu menghalanginya;
"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada
yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan
bagi kamu, Maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. dia memberikan kebaikan
itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah
yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"[Yunus 10;107]
Jabir
mengatakan, aku mendengar Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya pada malam
hari terdapat satu saat yang tiada seorang muslimpun yang bertepatan dengan
waktu itu lalu dia memohon kebaikan [dari persoalan dunia maupun akherat] pada
Allah Swt pada saat tersebut kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya. Hal
itu terjadi setiap malam" [HR. Muslim].
"Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-
hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku
tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam
kekeluargaan". dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan
baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Mensyukuri"[Asy Syura 26;23].
Namun bangun
dimalam hari untuk menunaikan ibadah sangatlah berat, bahkan syaitan berupaya
untuk menggagalkan rencana seseorang untuk mengisi malamnya dengan ibadah,
digambarkan oleh hadits bahwa ketika seseorang mau berangkat tidur, syaitan
telah mengikat dikuduknya tiga buhul, lalu dia berkata , "Wahai hamba
Allah tidurlah karena malammu sangat panjang'...bila orang tersebut bangun dan
berzikir, lepas satu ikatan, bila ia pergi berwudhul lepas pula satu ikatan,
bila ia qiyamullail, lepas satu ikatan lagi. Sehingga orang tersebut menjadi
semangat untuk beribadah dan bersih hatinya, sedang bila ikatan syaitan itu
tidak lepas ia menjadi sempit jiwa.
Begitu banyaknya hikmah yang
akan diterima oleh orang-orang yang mau dan mampu untuk menyisihkan waktunya di
tengah malam, mengisi malamnya dengan ibadah seperti tahajud, sementara manusia
lainnya terbuai dengan mimpi-mimpi indah yang melenakan tidurnya, hikmah yang
akan diterima dan dirasakan bukan hanya masalah ruhiyah saja tapi juga banyak
asfek jasmani yang dirasakan nanti, diantaranya;
Pertama, menjagakesehatan.SabdaNabi SAW,
"Lakukanlahshalatmalamkarenaituadalahtradisi orang-orang salehsebelum
kalian, saranamendekatkandirikepada Allah, pencegahdari per buatandosa,
penghapuskesalah an, danpencegahsegalapenyakitdaritubuh."
Kedua,
merawatketampananataukecantikan."Barangsiapa yang
banyakmenunaikanshalatmalam, makawajahnyaakanterlihattampan/cantik di
sianghari."(HR IbnuMajah).
Ketiga,
meningkatkanproduktivitaskerja. "Setanmembuatikatanpadatengkuksalahseorang
di antara kalian ketikatidurdengantigaikatandansetiap kali
memasangikatandiaberkata: `Malammasihpanjang, makatidurlah.' Jika orang
tadibangunlaluberzikirkepada Allah SWT, makaterlepassatuikatan,
jikadiaberwudhu, makaterlepassatuikatan yang lainnya,
danjikadiamelaksanakanshalat, makaterlepassemuaikatannya.Padaakhirnya,
diaakanmenjadisegardenganjiwa yang bersih. Jikatidak, diaakanbangundenganjiwa
yang kotor yang diliputi rasa malas." (HR Bukhari).
Keempat,
mempercepattercapainyacita-citadan rasa aman. "Ketahuilahsesungguhnya
Allah tertawaterhadapdua orang lakilaki: Seseorang yang bangunpadamalam yang
dingindariranjangdanselimutnya, laluiaberwudhudanmelakukanshalat. Allah SWT
berfirmankepadaparaMalaikatNya, "Apa yang
mendoronghambaKumelakukanini?"Merekamenjawab, "WahaiRabb kami,
iamelakukaninikarenamengharapapa yang ada di sisi-Mu."Allah berfirman,
"SesungguhnyaAkutelahmemberikankepadanyaapa yang iaharapkan (cita-citakan)
danmemberikan rasa amandariapa yang iatakutkan." (HR Ahmad).
Kelima,
melembutkanhati yang keras. Dari Abu Hanifah, "Sayatidaklebihdarisatuayat
yang sayabacaketikamelakukanshalatmalam." Satuayattersebutdibacaberulang-ulangsemalamsuntuk,
"Sesungguhnyaharikiamatitulahhari yang
dijanjikankepadamerekadankiamatitulebihdahsyatdanlebihpahit." (QS Al-Qamar
[54]: 46). Karenaitu,
bersegeralahuntukmenunaikanshalatTahajuddanraihmanfaatnya (balasannya) (QS As-Sajdah
[32]: 17).[Imam NurSuharnoHikmahShalatTahajud, RepublikaOnLine,Jumat, 07
Januari 2011, 07:40 WIB].
Semua berpulang kepada kita
untuk mencari peluang ibadah hingga di tengah dan akhir malam, kita punya
banyak jalan untuk meraup pahala dan kebaikan dari Allah yaitu dengan munajad
dan ibadat bersama tahajud,Shalatmalammerupakansaranapenghapusdosa, penenanghati,
pembersihjiwa, dantakarub yang paling efektif.
Shalatinijugamenjadiobatsegalamacamkegundahan, kegelisahan, kesedihan,
kemarahan, keterasingan, keputusasaan, dan problem-problem
rohaniahlainnya.Iaadalahtiketuntukmeraihsurgadankemuliaan di sisi Allah SWT,
Wallahua’lam, [CubadakSolok, 26 Juni 2011.M/ 24 Rajab 1432.H].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar