Senin, 14 Desember 2015

60. Tahajud



Hubungan muslim dengan Allah dapat diibaratkan seperti gardu dengan pusat listrik. Manakala gardu mendapat suplai energi listrik yang besar maka ia akan membagi listriknya ke rumah-rumah dengan baik. Namun bila hubungannya dengan pusat listrik lemah atau byarpet, maka gardu tersebut tidak bermanfaat menerangi rumah-rumah di sekitarnya, firman Allah, ;

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. [An Nur 24;35].

            Tahajud atau Qiyamullail adalah saat penting dan paling tepat untuk menerima hidayah Allah yang menjadi sumber utama da’wah Rasulullah yaitu menjauhkan ummat ini dari sikap dan perbuatan maksiat sampai kapanpun sehingga kehidupannya selalu dekat kepada Allah melalui aktivitas ibadah fadhu ataupun sunnah [Al Qiyamah 73;5-6]
"Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus. Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?"

Rasulullahpun menempa sahabat-sahabatnya melalui qiyamullail dan tilawah qur’an dalam shalat. Mereka tidak pernah melewatkan itu, mereka merasakan kenikmatan yang tiada tara tatkala berinteraksi dengan Al Qur’an. Ketika sampai ayat azab mereka menangis, tatkala membaca ayat rahmat menjadi gembira. Ketika digambarkan tentang kekuasaan Allah merekapun memuji Allah dan  tatkala menemukan ayat-ayat sajadah mereka bersujud dengan penuh rasa takut  [As Sajdah 32;16].
 "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan".

Dari Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu berkata: Aku berkata, “Wahai  Rasulullah, beritahu aku amal yang akan memasukanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka”. Beliau bersabda, “Engkau telah bertanya tentang masalah yang besar. Namun itu adalah perkara yang mudah bagi siapa yang dimudahkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Engkauharusmenyembah Allah danjanganmenyekutukan-Nyadenganapapun, mendirikansholat, mengeluarkan zakat, berpuasaRamadhan, dan haji keBaitullah.”Kemudianbeliaubersabda, “Maukahkamuakutunjukkanpintu-pintukebajikan?Puasaadalahperisai, sedekahmemadamkandosasebagaimana air memadamkanapi, danshalat di tengahmalam.” [HR. Tirmizi]

Yang dimaksud dengan  Qiyamullail adalah pada saat seorang muslim dituntut untuk banyak mendirikan malam dengan ibadah, menegakkan shalat baik fardhu ataupun sunnah, zikir, tilawah qur'an dan aktivitas ibadah lainnya.

KetikaRasulullahberadaditahunpertamakenabianmenghadapiberbagaipelecehanbahkanfitnah, Allah SWT menurunkanwahyusebagaipanduanmenyikapikeadaanitu, di antaranya, Surat Al-Muzzamil.Beberapaayatdarisurattersebutberisisemacampanduan spiritual agar beliautetaptangguh, istikamah, danmantapmenjalankantugas."Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlahshalatmalam, separuhmalam, ataukurangisedikitataulebihdanbacalahAlqurandengantartil, makaakuakanberikankepadamuqaulantsaqilan (ucapanberbobot) dansesungguhnyabangun di pengujungmalamitu paling dalamkesannyauntukmenumbuhkanimandanmemantapkan mental." (Q.S. Al Muzzamil, 1-6).

Di antaraibadahsunah yang tidakpernahditinggalkanolehRasulullah SAW adalahshalatmalam (Tahajud).Rasulullahmengerjakannyahinggakeduatelapak kaki beliaubengkak-bengkak.Tahajudmerupakanibadah yang disyariatkansebagairahmat, tambahankebaikan, dankeutamaan (QS Al-Muzzammil [73]: 1-4).

ShalatTahajudmenjadijalanhidupdanamalanrutinbagiorangorangsaleh (HR Tirmidzi); orangorangbesar (takwa) (QS AdzDzariyat [51]: 17-18); 'Ibadurrahman (QS Al-Furqan [25]: 64); danmenjadisalahsatuciri orang-orang yang memilikikesempurnaaniman (QS As-Sajdah [32]: 16-17).

Ada duajanji yang Allah berikansetelahbeliaumelakukanshalatmalamdanmentartil (membacaAlqurandengantertib).Pertama, qaulantsaqilan (ucapanberbobot) yang seringdiartikansebagaikharismabilkasyaf.Kedua, tangguhdanmantapdalammenghadapitantangandanujian.

SahabatIbnu Abbas dalamtafsirnyamenyatakan, setelahturunnyaSurat Al-Muzzamil, Nabi Muhammad terusmemeliharashalatmalamsampaisaat-saatmenjelangbeliauwafat.Kepadaumatnya, beliaumenyampaikanbahwashalatmalamitumerupakanshalatparanabidanrasul Allah.Jugakebiasaan orang salehdanamalan orang berprestasi.

Beliaujugapernahmemberikanresep spiritual terhadapkeluarga yang menghadapi problem."Bangunkanistrimu di pengujungmalamdenganpenuhkasihsayang, bangunkansuamimu di pengujungmalamdenganpenuhkasihsayang," demikianucapanRasulullah.Jikasuamiistrimelakukanshalatmalamdanmerekaberzikirmemohonkepada Allah, maka Allah menyatakan, "Akumalukalauakutidakmemenuhidoamereka, Akumalukalauakutidakmengabulkanmunajatmereka."

Shalatmalamjugadapatberfungsisebagaitandasyukurkepada Allah SWT.Sahabat Abu HurairahpernahbertanyakepadaRasulsetelahiamelihat kaki beliaumemar, bengkak, lecet-lecetparah. "MengapaAndashalatmalamsampai kaki Andalecet, bengkak, danmemar?Padahal, AndaadalahRasulullah.AndatakpernahberbuatdosadanAnda pun pastimasuksurga."Beliaumenjawab, "Apakahtidakpantaskalausayamensyukurisegalaanugerah Allah?"PadaawalpembangunanmasyarakatMadinah, Nabi Muhammad menyampaikanempatpesan moral kepadaumat Islam.Beliaumengatakan, tebarkanlahsalam, bangunkeakraban, wujudkankepeduliansosial, danbangunshalatmalampadasaat orang-orang sedangtidur.[HikmahdariMuftahFaridl: ShalatMalam,
RepublikaOnLine, Selasa, 11 Januari 2011, 08:10 WIB].
Selainmenjadisumberenergikeimanan, shalatTahajudmemilikibanyakmanfaat yang dapatdirasakansecaralangsungoleh orang orang yang melaksanakannya. Banyak hikmah yang dapat dipetik ketika menegakkan shalat dimalam hari yaitu ;

1.Merupakan pekerjaan orang-orang shaleh terdahulu.
Ketika Rasulullah menerangkan tentang keutamaan qiyamullail dengan aktivitas shalat tahajud, sahabat menanyakan tentang keberadaan shalat malam itu, beliau menjawab bahwa shalat malam itu adalah amalan orang-orang shaleh terdahulu. Artinya jangan kita menyebut diri sebagai orang shaleh bila tidak melakukan shalat tahajud.

2.Waktu yang tepat untuk shalat khusyu' hanya malam hari
Untuk shalat khusuk di siang hari sangatlah sulitnya karena banyaknya problematika hidup yang dialami secara pribadi ataupun masyarakat, kebisingan dan hiruk pikuk kehidupan duniawi pada siang hari sulit untuk dihindari sehingga sahalat yang dilakukan hanya sebatas menyelesaikan kewajiban saja,  malam hari adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kekyusukan dalam beribadah.

3.Bacaan Al Qur'an dimalam hari sangat berkesan hingga ke sanubari.
            Bacaan yang baik, dengan kelembutan dan suara yang menyentuh apalagi mengerti maksud dan arti dari ayat yang dibaca akan berkesan di sanubari seseorang yang melakukan shalat tahajud, bahkan bisa saja kita meneteskan airmata karena sentuhan Rabbani menjalar keseluruh tubuh menggugah relung-relung hati yang penuh dengan harap dan cemas terhadap kebesaran Allah, harap agar segala keberkahan dan nikmat Allah dan cemas adalah rasa khawatir dan takut bilamana dosa-dosa tidak diampuni-Nya dan ibadah yang dilakukan tidak bernilai pahala.

4.Menyeimbangkan kesibukan siang dengan ibadah malam
            Hiruk pikuk pekerjaan, kesibukan duniawi yang penuh dengan emosi dan benturan keinginan yang tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh membuat kita hidup gelimang kesalahan dan dosa, hal ini karena kondisi medan yang dilalui masing-masing kita tidaklah sama sehingga membuat tensi naik, amarah memuncak, kesabaran terampas. Maka semuanya itu dapat disingkirkan dikala malam hari saat seorang hamba mengadukan segala persoalannya kepada Allah melalui patah-patah lafadh ayat yang dibaca dalam tahajudnya.
"Dan pada sebagian dari malam, Maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari."[Al Insan 76;26]

5.Masuk syurga penuh kedamaian
            Abdullah bin Salam mengatakan, Ketika Rasulullah Saw datang ke Madinah, aku mendatanginya, setelah aku jelas melihat wajahnya, aku mengetahui bahwa wajahnya  bukanlah wajah seorang pembohong, maka hal pertama yang beliau sabdakan adalah, "Wahai manusia, sebarkan salam, berikanlah makanan, sambunglah persaudaraan, dan kerjakan shalat dimalam hari ketika manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk syurga dengan penuh kedamaian" [HR. Turmizi dan Ibnu Majah].

6.Pencegah dan penghapus perbuatan dosa
            Energi lain yang diberikan oleh tahajud adalah tercegah dan terhapusnya perbuatan-perbuatan dosa. Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah bersabda,"Tetaplah kalian mengerjakan shalat malam karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ia merupakan pendekatan kepada Tuhan, penghapus dosa-dosa dan pencegah dari perbuatan dosa" [HR. Turmuzi].

Ada empat hal yang disampaikan oleh Rasulullah tentang shalat keistimewaan malam itu yaitu;
-pekerjaan orang-orang shaleh; sebagai muslim kita memang dituntut untuk meneladani orang-orang yang baik, agung shaleh dan yang punya kelebihan dalam hidupnya yang berkaitan dengan ibadah dan akhlaknya.
-pendekatan kepada Allah; salah satu waktu yang tepat dan sarana yang baik untuk dekat kepada Allah adalah melaksanakan shalat di malam hari.
-penghapus dosa-dosa; dosa yang kita lakukan bisa hapus dengan bertaubat kepada-Nya melalui munajad, do'a dan deraian air mata karena penyesalan. Allah juga punya hak mutlak untuk menghapuskan dosa hamba-Nya melalui ketundukan dan ketaatan melakukan ibadah salah satunya dengan shalat di malam hari.
-pencegah perbuatan dosa; kesibukan seorang hamba di malam hari dengan ibadah yang banyak tentu tidak ada peluang baginya untuk memikirkan untuk berbuat dosa, selain itu di siang hari dia selalu merencanakan malam harinya untuk melaksanakan  shalat malam.

7.Allah simpati kepadanya
            Ketika Allah memerintahkan malaikat untuk menyuruh seorang ahli ibadah masuk ke dalam syurga karena rahmat-Nya, sang abid menyanggah agar dia dimasukkan syurga bukan karena rahmat Allah tapi karena banyaknya ibadah yang dia lakukan selama ini, lalu Allah menyuruh malaikat untuk menghitung semua amal ibadah sang abid selama hidupnya ternyata tidak sebanding dengan syurga Allah, Allah menyuruh malaikat  untuk memasukkan hamba itu ke dalam neraka, barulah sang abid mohon ampun dan berharap agar dia dimasukkan ke syurga karena Rahmata dan kasih sayang Allah.
            Seorang mukmin seharusnya tidak hanya mengandalkan ibadah yang banyak tapi juga mengharapkan simpati Allah, salah satunya untuk meraih simpati itu adalah dengan melaksanakan shalat tahajud.

            Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah bersabda,"Tuhan kita kagum kepada dua orang; yang bangkit dari selimutnya meninggalkan orang yang dicintai dan keluarganya untuk mengerjakan shalat. Maka Allah berfirman kepada malaikat-Nya, lihatlah hamba-Ku, dia bangkit dari tempat tidur dan selimutnya meninggalkan orang yang dicintai dan keluarganya untuk mengerjakan shalat karena mengharap apa yang ada pada-Ku dan takut dari apa yang ada pada-Ku. Kedua orang yang berjuang di jalan Allah lalu dia lari bersama teman-temannya. Setelah itu dia mengetahui bahaya dari larinya tersebut dan mengetahui pahala yang besar jia ia kembali  sampai darahnya teralirkan..........."

8.Sebagai ungkapan rasa syukur
            Al Mughirah meriwayatkan bahwa Rasulullah berdiri mengerjakan shalat tahajud sampai kedua kakinya membengkak. Lalu ditanyakan kepada beliau,"Mengapa engkau melakukan hal itu padahal dosamu yang telah lalu dan yang akan datang sudah diampuni? Beliau menjawab,"Apakah aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur" [HR. Bukhari dan Muslim].

"Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur" [Al Mukmin 40;61]

9.Pintu kebaikan
            Banyak pintu kebaikan yang disediakan Allah bagi hamba-Nya, diantaranya adalah melakukan shalat tahajud. Dengan shalat tahajud selain ungkapan rasa syukur dia juga menjadikan hamba dekat kepada Allah dan punya hati yang bersih, perasaan santun dan sikap mulia lainnya. Kebaikan yang didambakan manusia semuanya dari Allah dan tak ada orang yang mampu menghalanginya;

"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, Maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"[Yunus 10;107]
Jabir mengatakan, aku mendengar Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya pada malam hari terdapat satu saat yang tiada seorang muslimpun yang bertepatan dengan waktu itu lalu dia memohon kebaikan [dari persoalan dunia maupun akherat] pada Allah Swt pada saat tersebut kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya. Hal itu terjadi setiap malam" [HR. Muslim].

"Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri"[Asy Syura 26;23].

Namun  bangun dimalam hari untuk menunaikan ibadah sangatlah berat, bahkan syaitan berupaya untuk menggagalkan rencana seseorang untuk mengisi malamnya dengan ibadah, digambarkan oleh hadits bahwa ketika seseorang mau berangkat tidur, syaitan telah mengikat dikuduknya tiga buhul, lalu dia berkata , "Wahai hamba Allah tidurlah karena malammu sangat panjang'...bila orang tersebut bangun dan berzikir, lepas satu ikatan, bila ia pergi berwudhul lepas pula satu ikatan, bila ia qiyamullail, lepas satu ikatan lagi. Sehingga orang tersebut menjadi semangat untuk beribadah dan bersih hatinya, sedang bila ikatan syaitan itu tidak lepas ia menjadi sempit jiwa.

Begitu banyaknya hikmah yang akan diterima oleh orang-orang yang mau dan mampu untuk menyisihkan waktunya di tengah malam, mengisi malamnya dengan ibadah seperti tahajud, sementara manusia lainnya terbuai dengan mimpi-mimpi indah yang melenakan tidurnya, hikmah yang akan diterima dan dirasakan bukan hanya masalah ruhiyah saja tapi juga banyak asfek jasmani yang dirasakan nanti, diantaranya;

Pertama, menjagakesehatan.SabdaNabi SAW, "Lakukanlahshalatmalamkarenaituadalahtradisi orang-orang salehsebelum kalian, saranamendekatkandirikepada Allah, pencegahdari per buatandosa, penghapuskesalah an, danpencegahsegalapenyakitdaritubuh."
Kedua, merawatketampananataukecantikan."Barangsiapa yang banyakmenunaikanshalatmalam, makawajahnyaakanterlihattampan/cantik di sianghari."(HR IbnuMajah).
            Ketiga, meningkatkanproduktivitaskerja. "Setanmembuatikatanpadatengkuksalahseorang di antara kalian ketikatidurdengantigaikatandansetiap kali memasangikatandiaberkata: `Malammasihpanjang, makatidurlah.' Jika orang tadibangunlaluberzikirkepada Allah SWT, makaterlepassatuikatan, jikadiaberwudhu, makaterlepassatuikatan yang lainnya, danjikadiamelaksanakanshalat, makaterlepassemuaikatannya.Padaakhirnya, diaakanmenjadisegardenganjiwa yang bersih. Jikatidak, diaakanbangundenganjiwa yang kotor yang diliputi rasa malas." (HR Bukhari).
Keempat, mempercepattercapainyacita-citadan rasa aman. "Ketahuilahsesungguhnya Allah tertawaterhadapdua orang lakilaki: Seseorang yang bangunpadamalam yang dingindariranjangdanselimutnya, laluiaberwudhudanmelakukanshalat. Allah SWT berfirmankepadaparaMalaikatNya, "Apa yang mendoronghambaKumelakukanini?"Merekamenjawab, "WahaiRabb kami, iamelakukaninikarenamengharapapa yang ada di sisi-Mu."Allah berfirman, "SesungguhnyaAkutelahmemberikankepadanyaapa yang iaharapkan (cita-citakan) danmemberikan rasa amandariapa yang iatakutkan." (HR Ahmad).
Kelima, melembutkanhati yang keras. Dari Abu Hanifah, "Sayatidaklebihdarisatuayat yang sayabacaketikamelakukanshalatmalam." Satuayattersebutdibacaberulang-ulangsemalamsuntuk, "Sesungguhnyaharikiamatitulahhari yang dijanjikankepadamerekadankiamatitulebihdahsyatdanlebihpahit." (QS Al-Qamar [54]: 46). Karenaitu,  bersegeralahuntukmenunaikanshalatTahajuddanraihmanfaatnya (balasannya) (QS As-Sajdah [32]: 17).[Imam NurSuharnoHikmahShalatTahajud, RepublikaOnLine,Jumat, 07 Januari 2011, 07:40 WIB].

Semua berpulang kepada kita untuk mencari peluang ibadah hingga di tengah dan akhir malam, kita punya banyak jalan untuk meraup pahala dan kebaikan dari Allah yaitu dengan munajad dan ibadat bersama tahajud,Shalatmalammerupakansaranapenghapusdosa, penenanghati, pembersihjiwa, dantakarub yang paling efektif. Shalatinijugamenjadiobatsegalamacamkegundahan, kegelisahan, kesedihan, kemarahan, keterasingan, keputusasaan, dan problem-problem rohaniahlainnya.Iaadalahtiketuntukmeraihsurgadankemuliaan di sisi Allah SWT, Wallahua’lam, [CubadakSolok, 26 Juni 2011.M/ 24 Rajab 1432.H].



Tidak ada komentar:

Posting Komentar