Jumat, 11 Desember 2015

52. Zionis Yahudi



Ketika kita bicara tentang Amerika maka tidak lepas dari Yahudi dan Israel  sebab sebagian besar anggota Parlemen bahkan kebijakan Amerika berangkat dari kepentingan Yahudi, begitu juga sebaliknya disaat membicarakan Yahudi maka terlalu banyak keterlibatan Amerika di dalamnya sehingga Amerika itu adalah Yahudi kecil sedangkan Israel adalah Amerika kecil. 

Fakta fenomenal saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan dan penindasan Yahudi terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4). Dalam tafsir Jalalayn dijelaskan bahwa maksud fil ardhi dalam ayat itu adalah bumi Syam yang meliputi Suriah, Palestina, Libanon, Yordan dan sekitarnya.

Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah Yahudi.Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh.Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.4:157). Inilah di antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah orang Yahudi dan musyrik (QS. 5:82).

Penolakan janji Allah (QS. 5:21-22) yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa, membuktikan sebenarnya Yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Bahkan QS. 5:24 menggambarkan bahwa mereka tidak butuh tanah yang dijanjikan dan tidak ingin merdeka selama masih ada sekelompok orang kuat yang tinggal di sana. Lalu mereka meminta Nabi Musa dan Tuhannya berperang sendiri.

Oleh karena itu Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum Yahudi.Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).[Henri Shalahuddin, 12 Rahasia Kejahatan Yahudi dalam Kitab Suci , Republika.online,  09 Juni 2010 06:30].

Umat Islam dan dunia Islam, sejauh ini, hanya mampu melakukan protes, menangis, mengeluarkan resolusi dan kutukan demi kutukan.Tetapi, tidak ada yang digubris oleh Israel.Sepertinya, Israel sudah hafal langgamkaum Muslim. Jika dibantai atau dipecundangi, kaum Muslim akan marah dan melakukan aksi demontrasi. Setelah itu, lama-lama lupa pada masalahnya, lalu diam. Megapa umat Islam begitu mudah untuk diperdaya dan dipecundangi ?Tidak adakah kemuliaan bagi kaum Muslimin?Padahal, dalam Al-Quran, Allah SWT menjamin “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran: 139).

Jadi, umat Islam harusnya menjadi umat yang mulia, umat yang disegani, umat yang terbaik yang menjadi saksi atas umat manusia lainnya.Tetapi, semua itu tidak akan terjadi, jika umat Islam meninggalkan syarat-syarat untuk dapat menjadi umat yang mulia."Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kamu) menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemunkaran, serta beriman kepada Allah." (QS Ali Imran:110). Jika kaum Muslim meninggalkan syarat untuk menjadi mulia, maka mereka akan menjadi umat yang hina.

Kondisi umat Islam yang tidak berdaya menghadapi kebiadaban kaum Zionis Israel seperti mencerminkan apa yang telah digambarkan oleh Rasulullah saw:
“Hampir tiba suatu zaman dimana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.” Maka salah seorang sahabat  bertanya: “Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?”  Nabi SAW menjawab: “Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa  gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al wahnu.” Seorang sahabat bertanya: “Apakah al wahnu itu Ya Rasulallah?”  Rasulullah SAW menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud)

Tanpa perlu melakukan riset yang rumit, dengan mudah dapat dilihat, bahwa kondisi umat Islam saat ini sangat mirip dengan apa yang digambarkan Rasulullah saw tersebut. Di berbagai belahan dunia, umat menghadapi ujian dan cobaan yang berat.Umat Islam diperlakukan dengan sangat hina.Tidak disegani dan ditindas dimana-mana. Di Palestina, Moro, Xin Jiang, India, Kashmir,

Thailand Selatan, dan di berbagai belahan dunia lainnya, umat Islam menghadapi penindasan dalam berbagai bidang kehidupan. Umat Islam, yang jumlahnya sekarang sekitar 1,3 milyar jiwa, bernasib seperti buih, kehilangan kepercayaan diri,  diombang-ambingkan situasi dan kondisi. Untuk menyelesaikan masalah Palestina saja masih belum  mampu. Bandingkan dengan kaum Yahudi yang jumlahnya hanya sekitar 15 juta jiwa, yang berani menolak  puluhan resolusi PBB, dan tidak gentar sedikit pun menghadapi protes dari seluruh penjuru dunia.[Dr Adian Husaini,Menyikapi Kebrutalan Zionis Israel , Republika Online, Senin, 17 Mei 2010 02:45].

Syaikh ‘Iwadl Al-Qarni, aktivis dakwah sekaligus pemikir Islam Arab Saudi menegaskan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza dalam kaca mata syari’ah merupakan bagian dari shira’ atau pertarungan antara haq dan batil.

Adalah percaturan yang telah lama Allah SWT ceritakan kepada kita bahwa kesudahan dan kemenangan bagi orang yang bertaqwa.

Dalam siaran program dialog khusus channel Al-Hiwar, 2/2/09, beliau menekankan bahwa referensi yang sesuai dengan syari’ah menjelaskan kepada kita bahwa pertarungan di Palestina tidak sekedar pertarungan batas tanah, ini adalah pertarungan eksistensi bagi umat Islam semuanya tanpa terkecuali. Sehingga boleh jadi pertarungan itu membawa kemuliaan dan kehormatan bagi seluruh buminya, atau bahkan selalu dalam kondisi hidup yang hina, lemah dan selalu dijajah.

Beliau menegaskan, berdamai abadi dengan Zionis tidak diperbolehkan sesuai syari’ah, dalam kondisi apa pun, selagi ada bumi Islam yang terjajah, meskipun sejengkal saja.

Yang diperbolehkan hanya kesepakatan kondisional dan bersyarat bagi kemaslahatan umat.Bukan genjatan dan perdamaian yang melanggengkan penjajahan. (it/ut)[Al-Qarni: Tidak Ada Damai Dengan Zionis, dakwatuna.com, 4/2/2009 | 07 Shafar 1430 H].

Bani Israel adalah umat pertama yang menghadapi dakwah Islamiyah dengan permusuhan, tipu muslihat, dan peperangan di Madinah dan seluruh jazirah Arab. Sekarang, bukan hanya di semenanjung Arab, tetapi di seluruh pelosok bumi, di mana ada orang keturunan Bani Israel dan Mukmin, pasti akan terjadi peperangan.

Mereka ini memerangi orang-orang Mukmin sejak hari pertama.Mereka membuat permusuhan yang sangat keras terhadap orang-orang Mukmin.Sampai hari ini.Inilah sebuah realitas. Perang antara para pengikut dan penyembah Allah Azza Wa Jalla melawan kaum Bani Israel dengan seluruh keturunannya.

Mereka yang menumbuh-suburkan kemunafikan dan orang-orang munafik. Jiwa-jiwa nifaq yang berkembang biak dikalangan umat ini merupakan buah karya yang paling agung dari kalangan Bani Israel. Kelompok yang paling berbahaya dan destruktif dalam kehidupan ini, tak lain adalah orang-orang munafik. Pertama kali tumbuh dan lahir golongan munafik adalah di Madinah.

Kaum Bani Israel membantu orang-orang munafik dengan berbagai sarana tipu daya terhadap aqidah kaum Mukmin secara bersama-sama.Mereka tak pernah henti melakukan tipu daya dan permusuhan terhadap orang-orang Mukmin. Sehingga, sering terjadinya kehancuran perpecahan dikalangan orang-orang Mukmin, tak lain berasal dari kaum munafik.

Bani Israel membantu orang-orang munafik dan memprovokasi orang-orang musyrik, memberikan janji-janji kepada mereka, dan berkonspirasi dengan mereka untuk memusuhi orang-orang Mukmin.Ini terjadi sepanjang sejarah kehidupan. Tidak akan pernah berhentik persekongkolan jahat mereka, ketika mereka menghadapi kaum Mukminin. Inilah karakter dasar Bani Israel.

Mereka yang menggerakan perang, rumor, fitnah, intrik, tipu muslihat, dan kekacauan di tengah barisan kaum mukminin.Mereka yang mencekoki orang-orang Mukmin dengan kehidupan materialisme yang menggantikan aqidah dan iman kaum Mukminin.Mereka menjerumuskan orang-orang Mukmin dengan cara-cara yang sangat rendah, terutama yang menjadi kecenderungan fitrah nafsu manusia.Segala kenikmatan dunia dan prenik-prenik yang seakan nampak indah itu, kemudian menjadi alat yang ampuh menggeroroti iman dan aqidah orang-orang Mukmin, yang lemah komitmennya.

Kemudian, tak jarang dan sedikit pula kaum Mukminin, yang sudah menanggalkan aqidah adan iman mereka, lalu bersedia menjadi budak dan kaki tangan Bani Israel untuk menghancurkan Islam dan barisan Islam. Mereka juga menyebarkan subhat, keragu-raguan, penyimpangan-penyimpangan seputar aqidah dan para pemimpin. Semua mereka lakukan dengan sembunyi-sembunyi, sebelum mereka melakukan perang terbuka dan terang-terangan.

Orang-orang munafik yang sudah menjadi bagian dan alat Bani Israel, sangat pandai mereka menyembunyikan identas dan karakter mereka, dan mereka menelusup ke barisan kaum Mukminin, dan mengadu domba, dan membius kaum Mukminin dengan iming-iming harta, jabatan, kekuasaan, dan bahkan wanita. Banyak diantara kaum Mukminin yang tergoda, kemudian mengikuti kehendak dan ajakan Bani Israel, dan mengekor kepada mereka.

Kaum Mukminin harus tahu sejarah mereka, dan siapa yang menjadi musuhnya?Bagaimana karakter mereka? Dan apa hakikat perang yang mereka masuki melawan Bani Israel. “Sesungguhnya Allah tahu bahwa Bani Israel akan menjadi musuh-musuh petunjuk Allah di sepanjang kehidupan".[Mashadi, Bani Israel Musuh Sepanjang Sejarah, Eramuslim.com, Senin, 11/10/2010 13:15 WIB].

Etnis Yahudi berkeyakinan bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan dan dipilih untuk memimpin dunia. Menurut ajaran Talmud, kitab suci orang Yahudi, etnis non-Yahudi (gayim) adalah para pendosa, karenanya Tuhan mengizinkan orang Yahudi untuk mengambil, merampas, menindas, menzalimi, membunuh, dan atau menjajah ( 6M ) etnis non-Yahudi demi mengembalikan keistimewaan mereka yang dirampas. Oleh sebab itu, ke mana pun orang Yahudi pergi, mereka merasa berhak menjalankan aksi 6 M itu kepada siapa saja.
Pada jaman para nabi, kelakuan jahat orang Yahudi dimulai dengan rencana membunuh dan membuang Nabi Yusuf (QS 12:9-19), membohongi Nabi Musa (QS 3:55), membunuh Nabi Zakaria, mengaku membunuh Nabi Isa (QS 4:157), berusaha membunuh Nabi Harun (QS 7:150), dan berkali-kali berusaha membunuh Nabi saw. Pada jaman khalifah Abu Bakar orang Yahudi memprovokasi kaum Muslimin untuk murtad, bersekongkol membunuh Umar bin Khattab, memfitnah Usman bin Affan, dan mengadu domba pengikut Ali bin Abi Thalib dengan pengikut Muawiyah. Puncak kekejian mereka terjadi ketika mereka menghina Tuhan (QS 3:181).Maka kemudian Allah mengutuk orang Yahudi menjadi kera yang hina (QS 2:65).

Untuk menundukkan etnis non-Yahudi di seluruh dunia, Yahudi membentuk gerakan Freemasonry, sebuah gerakan rahasia yang telah menyusup ke seluruh dunia, termasuk ke negeri kita.

Ketika Belanda datang ke Indonesia, orang-orang Yahudi yang bergerak dalam Kelompok Cahaya (salah satu agen Freemasonry) ikut mendompleng.Di bawah pimpinan Sneevliet, pada tahun 1914 mereka melebarkan jaringan di Semarang dan Surabaya.Sneevliet berhasil memikat beberapa orang pengurus Serikat Islam cabang Semarang, di antaranya Semaun dan Darsono.Sneevliet sering diundang oleh Semaun untuk memberikan ceramah tentang sosialisme dan marxisme di gedung Serikat Islam.

Pada Mei 1914 di Surabaya Sneevliet bersama HW. Dekker, JA Brandstender, dan P. Bergsma mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV). Semaun dan Darsono menjadi anggota ISDV pada tahun 1917 merangkap sebagai pimpinan SI Semarang.Mereka kerap melakukan kontak dengan Kelompok Cahaya Nederland. Akibatnya, Serikat Islam terpecah menjadi dua: SI Putih di bawah komando HOS Cokroaminoto yang tetap berpegang pada prinsip Islam dan SI Merah pimpinan Semaun yang berhalauan Sosialis Marxis. 

Setelah diadakan Kongres Komunis Internasional ke-3 di Rusia, SI Merah berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selain Kelompok Cahaya, agen Freemasonry lainnya adalah Masonik yang menyebarkan paham Plotisma. Paham ini menganggap semua agama benar dan kalau perlu disatukan. Dalam Islam, Masonik berhasil membentuk paham ingkar sunah (mengingkari hadis Nabi saw), aliran Quraniyah (berislam berdasarkan Quran saja), gerakan kemahdian (pemimpin suatu kelompok yang mengaku Imam Mahdi), paham sekularisme (memisahkan kehidupan agama dan dunia), gerakan Islam campuran (mencampuradukkan Islam dengan budaya non-Islam seperti perayaan Valentine Day), dan paham Islam kebangsaan.[Kenapa kita Ngomong Emang Yahud ? www.swaramuslim.net].

Begitu gencarnya Yahudi sejak dahulu kala, tidak disangka demikian kekuatan yang mereka bangun di negara kita ini sehingga tanpa disadari banyak hal prilaku dan sikap yang kita lakukan sehari-hari kadangkala merupakan teladan dan doktrin dari Yahudi, di seluruh dunia ummat islam memerangi Yahudi bukan hanya dengan fisik saja tapi juga peperangan urat syaraf yang digencarkan, karena kejahatan Yahudi bukan hanya Nampak di Palestina saja maka selayaknya kitapun mewaspadainya.

Kaum Muslim di Indonesia, sudah harus mulai berpikir serius dalam merumuskan srategi perjuangan  melawan Yahudi. Sebelum melakukan perlawanan, umat Islam harus tahu persis, di mana posisi-posisi Yahudi di Indonesia.Perusahaan mana saja yang dibiayai Yahudi.iapa saja pendukung-pendukungnya di  Indonesia. Bagaimana cara mereka menguasai umat Islam. Semua itu harus dipelajari dan dikaji dengan serius oleh umat Islam, agar tidak salah dalam melangkah dan menyusun program perjuangan; agar tidak  sporadis dalam melawan kekuatan Yahudi yang sudah menggurita di berbagai sektor kehidupan: informasi, studi dan pemikiran Islam, keuangan, sampai barang-barang konsumsi rumah tangga.

Perjuangan melawan hegemoni Yahudi dan para kroninya adalah perjuangan yang panjang dan  membutuhkan keseriusan,  ilmu dan kesabaran. Maka, sudah saatnya umat Islam berusaha keras  pembangun posisi kemandiriannya, terutama dalam pemikiran, budaya, dan ekonomi. Sangatlah sulit dibayangkan, bagaimana kaum Muslim mau melawan Yahudi, sedangkan untuk air minum saja, umat Islam masih merasa nyaman mereguk air kemasan produk Yahudi.

Dan sangatlah mustahil untuk mengalahkan Yahudi dan kroninya, jika untuk pemikiran Islam saja, kampus-kampus berlabel  Islam bangga menjiplak pemikiran Yahudi, dan bahkan sejumlah kampus sudah memasukkan metode penafsiran Bibel Yahudi untuk menafsirkan Al-Quran sebagai mata kuliah wajib di jurusan Tafsir-Hadits.[Dr Adian Husaini, Menyikapi Kebrutalan Zionis Israel , Republika Online, Senin, 17 Mei 2010 02:45]. 

Demikian mengguritanya pengaruh Yahudi di Indonesia bahkan ada yang berupaya untuk merayakan hari Kemerdekaan Yahudi itu di Indonesia, hal ini terjadi karena semakin banyaknya orang-orang Indonesia yang pro kepada Yahudi.

Setelah Indonesia Israel Public Affair Comitte (IIPAC), sebuah lembaga lobi Yahudi di Indonesia yang bergerak dalam bidang politik-sosial-ekonomi, dilaunching secara resmi di sebuah tempat di Jakarta Selatan pada 29 Januari 2010, kini masih di sebuah tempat yang dirahasiakan di wilayah Jakarta Selatan, kelompok pro Yahudi di Indonesia akan mengadakan acara “Peringatan ke-63 Hari Kemerdekaan Israel”.

Peringatan yang akan berlangsung pada Sabtu, 14 Mei 2011 tersebut, rencananya akan diisi dengan serangkaian acara, seperti pengibaran bendera Israel, menyanyikan lagu kebangsaan Israel “Hatikvah” dan ramah tamah.
Unggun Dahana, panitia penyelenggara acara tersebut dalam akun jejaring sosialnya mengatakan, “Saudara2ku Pro Israel, saya sudah mendapatkan tempat untuk merayakan Dirgahayu Hari Kemerdekaan Israel di Jakarta Selatan, 14 Mei 2011.Pemilik tempat mengijinkan Mengibarkan Bendera Israel didalam rumah.HIDUP ISRAEL!” Selain itu, Unggun juga menyatakan, “Kondusif atau tidak kondusif, TO BE Or Not To Be, BENDERA ISRAEL AKAN TETAP BERKIBAR DI JAKARTA”

Unggun Dahana juga menegaskan, bahwa peringatan ini tidak melanggar hukum, karena UUD 45 menjamin kebebasan berpendapat.Sebelumnya, pada 7 Mei lalu, panitia penyelenggara juga sudah mengadakan pertemuan untuk mematangkan acara peringatan ini. Peserta yang berminat hadir dalam perayaan ini harus mendaftar ke alamat email: yerusalem.jakarta@yahoo.com. 

Menurut panitia, peserta yang ingin bergabung juga akan disediakan kendaraan antar jemput. Panitia memang merahasiakan soal lokasi acara perayaan ini, mengingat Front Pembela Islam (FPI) berjanji akan membubarkan acara.

Di wilayah Jakarta Selatan juga, saat launching IIPAC, dua situs online Tempointeraktif.com dan The Jakarta Post menyebutkan bahwa IIPAC yang diketuai oleh Benjamin Ketang berkantor di sebuah tempat di Jakarta Selatan. Benjamin sendiri mengajak para simpatisan IIPAC untuk menghadiri acara perayaan ini.

Kuat dugaan, kelompok pro Israel yang menyelenggarakan acara ini adalah mereka yang disebut oleh pengamat zionisme, Ridwan Saidi, sebagai Ziokindo (Zionis-Kristen Indonesia).Dugaan ini bukan tanpa alasan, mengingat Unggun Dahana dalam situs jejaring sosial selalu menyatakan kejayaan bagi Kristen dan Yahudi.
Selain itu, saat ini juga berkembang organisasi Messianic Jewish Comitte (MJC), sebuah organisasi yang meyakini soal “messianic Judaism”, yaitu mereka yang berkeyakinan bahwa ada kesamaan antara orang Yahudi dan Kristen tentang Yesus sebagai juru selamat.

Mereka yang aktif dalam kepercayaan ”messianic judaism” meyakini bahwa Yesus adalah juru selamat dan non Yahudi (gentiles) yang mengadopsi identitas dan gaya hidup Yahudi. Para anggota Messianic Jewish Community (MJC) tersebar di bebarapa kota besar, seperti Manado, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.

Mereka terdiri dari orang-orang dari beragam profesi elit, seperti pengusaha, pengacara, dan lain sebagainya.Selain kepentingan idelogi, mereka juga memiliki kepentingan bisnis.Karena itu, kelompok ini, seperti juga kelompok pro-Israel lainnya di Indonesia, selalu menyuarakan agar Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Kini, di tengah umat Islam yang kurang peduli dengan lobi-lobi Zionis di Indonesia, mereka kian gencar dan berani menyuarakan keberpihakan mereka terhadap Israel.Beberapa waktu lalu, grup Jawa Pos bahkan memberitakan bahwa kelompok Yahudi di Indoneia menginginkan agama Yahudi diakui sebagai agama resmi di Indonesia.Mereka juga mengatakan bahwa lobi-lobi mereka sudah sangat kuat di kurang lebih 33 provinsi di Indonesia.

Mantan Ketua Yayasan Lembaha Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Munarman, dalam satu kesempatan menyatakan bahwa ada orang-orang yang membekingi kelompok-kelompok pro Yahudi-Israel di Indonesia. Mereka sengaja memunculkan orang-orang yang kerap tampil provokatif menyuarakan kepentingan Yahudi di media massa.

Sementara di balik orang-orang tersebut, ada tokoh-tokoh lain yang bisa jadi sangat berbahaya dan memainkan peranan penting bagi keberlangsungan lobi zionis di Indonesia. Mereka inilah yang memiliki kepentingan merusak dan menguasai kepentingan ekonomi-sosial-politik di Indonesia.[Kelompok Pro Yahudi di Indonesia Makin Berani, Eramuslim.com, Rabu, 11/05/2011 15:21 WIB].

Terlalu banyak ujian dan fitnah ummat islam di dunia ini, selain menghadapi kelemahan dari dalam sendiri juga harus berhadapan dengan kekuatan lain yang akan menggiring kehancuran ummat ini, kekuatan itu sudah dijanjikan Allah akan memerangi ummat islam selama-lamanya dengan berbagai cara yaitu Yahudi dan Nasrani, namun dengan ujian dan fitnah itu akan membuat ummat ini semakin kuat dan semakin matang sehingga imun [kebal] terhadap semua konspirasi dan intimidasi dari pihal lain khususnya Zionis Yahudi, Wallahu a’lam, [Cubadak Solok, 29 Juni 2011.M/ 27 Rajab 1432.H].


Tidak ada komentar:

Posting Komentar