Ketika kita bicara tentang Amerika maka
tidak lepas dari Yahudi dan Israel sebab
sebagian besar anggota Parlemen bahkan kebijakan Amerika berangkat dari
kepentingan Yahudi, begitu juga sebaliknya disaat membicarakan Yahudi maka
terlalu banyak keterlibatan Amerika di dalamnya sehingga Amerika itu adalah
Yahudi kecil sedangkan Israel adalah Amerika kecil.
Fakta fenomenal
saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan dan penindasan Yahudi
terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: Dan
telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya
kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan
menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4). Dalam tafsir
Jalalayn dijelaskan bahwa maksud fil ardhi dalam ayat itu adalah bumi Syam yang
meliputi Suriah, Palestina, Libanon, Yordan dan sekitarnya.
Pembunuhan bukan
hal asing dalam sejarah Yahudi.Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya
dan Nabi Yahya pun dibunuh.Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa
dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.4:157). Inilah di
antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah
orang Yahudi dan musyrik (QS. 5:82).
Penolakan janji
Allah (QS. 5:21-22) yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi
Musa, membuktikan sebenarnya Yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak
terhadap dunia dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Bahkan QS.
5:24 menggambarkan bahwa mereka tidak butuh tanah yang dijanjikan dan tidak
ingin merdeka selama masih ada sekelompok orang kuat yang tinggal di sana. Lalu
mereka meminta Nabi Musa dan Tuhannya berperang sendiri.
Oleh karena itu
Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati
kaum Yahudi.Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan
ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati
kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta
dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).[Henri Shalahuddin, 12 Rahasia Kejahatan Yahudi dalam Kitab Suci , Republika.online, 09 Juni 2010 06:30].
Umat Islam dan
dunia Islam, sejauh ini, hanya mampu melakukan protes, menangis, mengeluarkan
resolusi dan kutukan demi kutukan.Tetapi, tidak ada yang digubris oleh
Israel.Sepertinya, Israel sudah hafal langgamkaum Muslim. Jika dibantai atau
dipecundangi, kaum Muslim akan marah dan melakukan aksi demontrasi. Setelah
itu, lama-lama lupa pada masalahnya, lalu diam. Megapa umat Islam begitu mudah
untuk diperdaya dan dipecundangi ?Tidak adakah kemuliaan bagi kaum
Muslimin?Padahal, dalam Al-Quran, Allah SWT menjamin “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati,
karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu
orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran: 139).
Jadi, umat Islam
harusnya menjadi umat yang mulia, umat yang disegani, umat yang terbaik yang
menjadi saksi atas umat manusia lainnya.Tetapi, semua itu tidak akan terjadi,
jika umat Islam meninggalkan syarat-syarat untuk dapat menjadi umat yang mulia."Kamu
adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kamu) menyuruh kepada yang
makruf dan mencegah kemunkaran, serta beriman kepada Allah." (QS Ali
Imran:110). Jika kaum Muslim meninggalkan syarat untuk menjadi mulia, maka
mereka akan menjadi umat yang hina.
Kondisi umat
Islam yang tidak berdaya menghadapi kebiadaban kaum Zionis Israel seperti
mencerminkan apa yang telah digambarkan oleh Rasulullah saw:
“Hampir
tiba suatu zaman dimana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang
mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni hidangan
mereka.” Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah karena jumlah kami
yang sedikit pada hari itu?” Nabi SAW menjawab: “Bahkan, pada hari itu
jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah
akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan
Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al wahnu.” Seorang sahabat
bertanya: “Apakah al wahnu itu Ya Rasulallah?” Rasulullah SAW menjawab:
“Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud)
Tanpa perlu
melakukan riset yang rumit, dengan mudah dapat dilihat, bahwa kondisi umat
Islam saat ini sangat mirip dengan apa yang digambarkan Rasulullah saw
tersebut. Di berbagai belahan dunia, umat menghadapi ujian dan cobaan yang
berat.Umat Islam diperlakukan dengan sangat hina.Tidak disegani dan ditindas
dimana-mana. Di Palestina, Moro, Xin Jiang, India, Kashmir,
Thailand
Selatan, dan di berbagai belahan dunia lainnya, umat Islam menghadapi
penindasan dalam berbagai bidang kehidupan. Umat Islam, yang jumlahnya sekarang
sekitar 1,3 milyar jiwa, bernasib seperti buih, kehilangan kepercayaan
diri, diombang-ambingkan situasi dan kondisi. Untuk menyelesaikan masalah
Palestina saja masih belum mampu. Bandingkan dengan kaum Yahudi yang
jumlahnya hanya sekitar 15 juta jiwa, yang berani menolak puluhan
resolusi PBB, dan tidak gentar sedikit pun menghadapi protes dari seluruh
penjuru dunia.[Dr Adian Husaini,Menyikapi Kebrutalan Zionis Israel , Republika
Online, Senin, 17 Mei 2010 02:45].
Syaikh ‘Iwadl Al-Qarni, aktivis dakwah sekaligus pemikir
Islam Arab Saudi menegaskan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza dalam kaca
mata syari’ah merupakan bagian dari shira’ atau pertarungan antara haq
dan batil.
Adalah percaturan yang telah lama Allah SWT ceritakan kepada
kita bahwa kesudahan dan kemenangan bagi orang yang bertaqwa.
Dalam siaran program dialog khusus channel Al-Hiwar,
2/2/09, beliau menekankan bahwa referensi yang sesuai dengan syari’ah
menjelaskan kepada kita bahwa pertarungan di Palestina tidak sekedar
pertarungan batas tanah, ini adalah pertarungan eksistensi bagi umat Islam
semuanya tanpa terkecuali. Sehingga boleh jadi pertarungan itu membawa
kemuliaan dan kehormatan bagi seluruh buminya, atau bahkan selalu dalam kondisi
hidup yang hina, lemah dan selalu dijajah.
Beliau menegaskan, berdamai abadi dengan Zionis tidak
diperbolehkan sesuai syari’ah, dalam kondisi apa pun, selagi ada bumi Islam
yang terjajah, meskipun sejengkal saja.
Yang diperbolehkan hanya kesepakatan kondisional dan
bersyarat bagi kemaslahatan umat.Bukan genjatan dan perdamaian yang melanggengkan
penjajahan. (it/ut)[Al-Qarni: Tidak Ada
Damai Dengan Zionis, dakwatuna.com, 4/2/2009 | 07 Shafar 1430 H].
Bani Israel adalah umat
pertama yang menghadapi dakwah Islamiyah dengan permusuhan, tipu muslihat, dan
peperangan di Madinah dan seluruh jazirah Arab. Sekarang, bukan hanya di
semenanjung Arab, tetapi di seluruh pelosok bumi, di mana ada orang keturunan
Bani Israel dan Mukmin, pasti akan terjadi peperangan.
Mereka ini memerangi orang-orang Mukmin sejak
hari pertama.Mereka membuat permusuhan yang sangat keras terhadap orang-orang
Mukmin.Sampai hari ini.Inilah sebuah realitas. Perang antara para pengikut dan
penyembah Allah Azza Wa Jalla melawan kaum Bani Israel dengan seluruh
keturunannya.
Mereka yang menumbuh-suburkan kemunafikan dan
orang-orang munafik. Jiwa-jiwa nifaq yang berkembang biak dikalangan umat ini
merupakan buah karya yang paling agung dari kalangan Bani Israel. Kelompok yang
paling berbahaya dan destruktif dalam kehidupan ini, tak lain adalah
orang-orang munafik. Pertama kali tumbuh dan lahir golongan munafik adalah di
Madinah.
Kaum Bani Israel membantu orang-orang munafik
dengan berbagai sarana tipu daya terhadap aqidah kaum Mukmin secara
bersama-sama.Mereka tak pernah henti melakukan tipu daya dan permusuhan
terhadap orang-orang Mukmin. Sehingga, sering terjadinya kehancuran perpecahan
dikalangan orang-orang Mukmin, tak lain berasal dari kaum munafik.
Bani Israel membantu
orang-orang munafik dan memprovokasi orang-orang musyrik, memberikan
janji-janji kepada mereka, dan berkonspirasi dengan mereka untuk memusuhi
orang-orang Mukmin.Ini terjadi sepanjang sejarah kehidupan. Tidak akan pernah
berhentik persekongkolan jahat mereka, ketika mereka menghadapi kaum Mukminin.
Inilah karakter dasar Bani Israel.
Mereka yang menggerakan perang,
rumor, fitnah, intrik, tipu muslihat, dan kekacauan di tengah barisan kaum
mukminin.Mereka yang mencekoki orang-orang Mukmin dengan kehidupan materialisme
yang menggantikan aqidah dan iman kaum Mukminin.Mereka menjerumuskan
orang-orang Mukmin dengan cara-cara yang sangat rendah, terutama yang menjadi
kecenderungan fitrah nafsu manusia.Segala kenikmatan dunia dan prenik-prenik
yang seakan nampak indah itu, kemudian menjadi alat yang ampuh menggeroroti
iman dan aqidah orang-orang Mukmin, yang lemah komitmennya.
Kemudian, tak jarang dan
sedikit pula kaum Mukminin, yang sudah menanggalkan aqidah adan iman mereka,
lalu bersedia menjadi budak dan kaki tangan Bani Israel untuk menghancurkan
Islam dan barisan Islam. Mereka juga menyebarkan subhat, keragu-raguan,
penyimpangan-penyimpangan seputar aqidah dan para pemimpin. Semua mereka
lakukan dengan sembunyi-sembunyi, sebelum mereka melakukan perang terbuka dan
terang-terangan.
Orang-orang munafik yang sudah
menjadi bagian dan alat Bani Israel, sangat pandai mereka menyembunyikan
identas dan karakter mereka, dan mereka menelusup ke barisan kaum Mukminin, dan
mengadu domba, dan membius kaum Mukminin dengan iming-iming harta, jabatan,
kekuasaan, dan bahkan wanita. Banyak diantara kaum Mukminin yang tergoda,
kemudian mengikuti kehendak dan ajakan Bani Israel, dan mengekor kepada mereka.
Kaum Mukminin harus tahu
sejarah mereka, dan siapa yang menjadi musuhnya?Bagaimana karakter mereka? Dan
apa hakikat perang yang mereka masuki melawan Bani Israel. “Sesungguhnya Allah
tahu bahwa Bani Israel akan menjadi musuh-musuh petunjuk Allah di sepanjang
kehidupan".[Mashadi, Bani
Israel Musuh Sepanjang Sejarah, Eramuslim.com, Senin, 11/10/2010 13:15 WIB].
Etnis Yahudi
berkeyakinan bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan dan dipilih untuk memimpin
dunia. Menurut ajaran Talmud, kitab suci orang Yahudi, etnis non-Yahudi (gayim)
adalah para pendosa, karenanya Tuhan mengizinkan orang Yahudi untuk mengambil,
merampas, menindas, menzalimi, membunuh, dan atau menjajah ( 6M ) etnis
non-Yahudi demi mengembalikan keistimewaan mereka yang dirampas. Oleh sebab
itu, ke mana pun orang Yahudi pergi, mereka merasa berhak menjalankan aksi 6 M
itu kepada siapa saja.
Pada jaman para
nabi, kelakuan jahat orang Yahudi dimulai dengan rencana membunuh dan membuang
Nabi Yusuf (QS 12:9-19), membohongi Nabi Musa (QS 3:55), membunuh Nabi Zakaria,
mengaku membunuh Nabi Isa (QS 4:157), berusaha membunuh Nabi Harun (QS 7:150),
dan berkali-kali berusaha membunuh Nabi saw. Pada jaman khalifah Abu Bakar
orang Yahudi memprovokasi kaum Muslimin untuk murtad, bersekongkol membunuh
Umar bin Khattab, memfitnah Usman bin Affan, dan mengadu domba pengikut Ali bin
Abi Thalib dengan pengikut Muawiyah. Puncak kekejian mereka terjadi ketika
mereka menghina Tuhan (QS 3:181).Maka kemudian Allah mengutuk orang Yahudi
menjadi kera yang hina (QS 2:65).
Untuk
menundukkan etnis non-Yahudi di seluruh dunia, Yahudi membentuk gerakan
Freemasonry, sebuah gerakan rahasia yang telah menyusup ke seluruh dunia,
termasuk ke negeri kita.
Ketika Belanda
datang ke Indonesia, orang-orang Yahudi yang bergerak dalam Kelompok Cahaya
(salah satu agen Freemasonry) ikut mendompleng.Di bawah pimpinan Sneevliet,
pada tahun 1914 mereka melebarkan jaringan di Semarang dan Surabaya.Sneevliet
berhasil memikat beberapa orang pengurus Serikat Islam cabang Semarang, di
antaranya Semaun dan Darsono.Sneevliet sering diundang oleh Semaun untuk
memberikan ceramah tentang sosialisme dan marxisme di gedung Serikat Islam.
Pada Mei 1914 di
Surabaya Sneevliet bersama HW. Dekker, JA Brandstender, dan P. Bergsma
mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV). Semaun dan Darsono
menjadi anggota ISDV pada tahun 1917 merangkap sebagai pimpinan SI
Semarang.Mereka kerap melakukan kontak dengan Kelompok Cahaya Nederland. Akibatnya,
Serikat Islam terpecah menjadi dua: SI Putih di bawah komando HOS Cokroaminoto
yang tetap berpegang pada prinsip Islam dan SI Merah pimpinan Semaun yang
berhalauan Sosialis Marxis.
Setelah diadakan
Kongres Komunis Internasional ke-3 di Rusia, SI Merah berubah menjadi Partai
Komunis Indonesia (PKI).
Selain Kelompok
Cahaya, agen Freemasonry lainnya adalah Masonik yang menyebarkan paham
Plotisma. Paham ini menganggap semua agama benar dan kalau perlu disatukan.
Dalam Islam, Masonik berhasil membentuk paham ingkar sunah (mengingkari hadis
Nabi saw), aliran Quraniyah (berislam berdasarkan Quran saja), gerakan
kemahdian (pemimpin suatu kelompok yang mengaku Imam Mahdi), paham sekularisme
(memisahkan kehidupan agama dan dunia), gerakan Islam campuran (mencampuradukkan
Islam dengan budaya non-Islam seperti perayaan Valentine Day), dan paham Islam
kebangsaan.[Kenapa kita Ngomong Emang Yahud ? www.swaramuslim.net].
Begitu gencarnya
Yahudi sejak dahulu kala, tidak disangka demikian kekuatan yang mereka bangun
di negara kita ini sehingga tanpa disadari banyak hal prilaku dan sikap yang
kita lakukan sehari-hari kadangkala merupakan teladan dan doktrin dari Yahudi,
di seluruh dunia ummat islam memerangi Yahudi bukan hanya dengan fisik saja
tapi juga peperangan urat syaraf yang digencarkan, karena kejahatan Yahudi
bukan hanya Nampak di Palestina saja maka selayaknya kitapun mewaspadainya.
Kaum Muslim di
Indonesia, sudah harus mulai berpikir serius dalam merumuskan srategi
perjuangan melawan Yahudi. Sebelum melakukan perlawanan, umat Islam harus
tahu persis, di mana posisi-posisi Yahudi di Indonesia.Perusahaan mana saja
yang dibiayai Yahudi.iapa saja pendukung-pendukungnya di Indonesia.
Bagaimana cara mereka menguasai umat Islam. Semua itu harus dipelajari dan
dikaji dengan serius oleh umat Islam, agar tidak salah dalam melangkah dan
menyusun program perjuangan; agar tidak sporadis dalam melawan kekuatan
Yahudi yang sudah menggurita di berbagai sektor kehidupan: informasi, studi dan
pemikiran Islam, keuangan, sampai barang-barang konsumsi rumah tangga.
Perjuangan
melawan hegemoni Yahudi dan para kroninya adalah perjuangan yang panjang
dan membutuhkan keseriusan, ilmu dan kesabaran. Maka, sudah saatnya
umat Islam berusaha keras pembangun posisi kemandiriannya, terutama dalam
pemikiran, budaya, dan ekonomi. Sangatlah sulit dibayangkan, bagaimana kaum
Muslim mau melawan Yahudi, sedangkan untuk air minum saja, umat Islam masih
merasa nyaman mereguk air kemasan produk Yahudi.
Dan
sangatlah mustahil untuk mengalahkan Yahudi dan kroninya, jika untuk pemikiran
Islam saja, kampus-kampus berlabel Islam bangga menjiplak pemikiran
Yahudi, dan bahkan sejumlah kampus sudah memasukkan metode penafsiran Bibel
Yahudi untuk menafsirkan Al-Quran sebagai mata kuliah wajib di jurusan
Tafsir-Hadits.[Dr Adian Husaini, Menyikapi Kebrutalan Zionis Israel , Republika
Online, Senin, 17 Mei 2010 02:45].
Demikian
mengguritanya pengaruh Yahudi di Indonesia bahkan ada yang berupaya untuk merayakan
hari Kemerdekaan Yahudi itu di Indonesia, hal ini terjadi karena semakin
banyaknya orang-orang Indonesia yang pro kepada Yahudi.
Setelah Indonesia Israel
Public Affair Comitte (IIPAC), sebuah lembaga lobi Yahudi di Indonesia yang
bergerak dalam bidang politik-sosial-ekonomi, dilaunching secara resmi di
sebuah tempat di Jakarta Selatan pada 29 Januari 2010, kini masih di sebuah
tempat yang dirahasiakan di wilayah Jakarta Selatan, kelompok pro Yahudi di
Indonesia akan mengadakan acara “Peringatan ke-63 Hari Kemerdekaan Israel”.
Peringatan yang akan
berlangsung pada Sabtu, 14 Mei 2011 tersebut, rencananya akan diisi dengan
serangkaian acara, seperti pengibaran bendera Israel, menyanyikan lagu
kebangsaan Israel “Hatikvah” dan ramah tamah.
Unggun Dahana, panitia
penyelenggara acara tersebut dalam akun jejaring sosialnya mengatakan,
“Saudara2ku Pro Israel, saya sudah mendapatkan tempat untuk merayakan Dirgahayu
Hari Kemerdekaan Israel di Jakarta Selatan, 14 Mei 2011.Pemilik tempat
mengijinkan Mengibarkan Bendera Israel didalam rumah.HIDUP ISRAEL!” Selain itu,
Unggun juga menyatakan, “Kondusif atau tidak kondusif, TO BE Or Not To Be,
BENDERA ISRAEL AKAN TETAP BERKIBAR DI JAKARTA”
Unggun Dahana juga menegaskan,
bahwa peringatan ini tidak melanggar hukum, karena UUD 45 menjamin kebebasan
berpendapat.Sebelumnya, pada 7 Mei lalu, panitia penyelenggara juga sudah
mengadakan pertemuan untuk mematangkan acara peringatan ini. Peserta yang
berminat hadir dalam perayaan ini harus mendaftar ke alamat email: yerusalem.jakarta@yahoo.com.
Menurut panitia, peserta yang
ingin bergabung juga akan disediakan kendaraan antar jemput. Panitia memang
merahasiakan soal lokasi acara perayaan ini, mengingat Front Pembela Islam
(FPI) berjanji akan membubarkan acara.
Di wilayah Jakarta Selatan
juga, saat launching IIPAC, dua situs online Tempointeraktif.com dan The
Jakarta Post menyebutkan bahwa IIPAC yang diketuai oleh Benjamin Ketang
berkantor di sebuah tempat di Jakarta Selatan. Benjamin sendiri mengajak para
simpatisan IIPAC untuk menghadiri acara perayaan ini.
Kuat dugaan, kelompok pro
Israel yang menyelenggarakan acara ini adalah mereka yang disebut oleh pengamat
zionisme, Ridwan Saidi, sebagai Ziokindo (Zionis-Kristen Indonesia).Dugaan ini
bukan tanpa alasan, mengingat Unggun Dahana dalam situs jejaring sosial selalu
menyatakan kejayaan bagi Kristen dan Yahudi.
Selain itu, saat ini juga
berkembang organisasi Messianic Jewish Comitte (MJC), sebuah
organisasi yang meyakini soal “messianic Judaism”, yaitu mereka yang
berkeyakinan bahwa ada kesamaan antara orang Yahudi dan Kristen tentang Yesus
sebagai juru selamat.
Mereka yang aktif dalam
kepercayaan ”messianic judaism” meyakini bahwa Yesus adalah juru
selamat dan non Yahudi (gentiles) yang mengadopsi identitas dan gaya hidup
Yahudi. Para anggota Messianic Jewish Community (MJC) tersebar di
bebarapa kota besar, seperti Manado, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan
Bandung.
Mereka terdiri dari
orang-orang dari beragam profesi elit, seperti pengusaha, pengacara, dan lain
sebagainya.Selain kepentingan idelogi, mereka juga memiliki kepentingan
bisnis.Karena itu, kelompok ini, seperti juga kelompok pro-Israel lainnya di
Indonesia, selalu menyuarakan agar Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan
Israel.
Kini, di tengah umat Islam
yang kurang peduli dengan lobi-lobi Zionis di Indonesia, mereka kian gencar dan
berani menyuarakan keberpihakan mereka terhadap Israel.Beberapa waktu lalu,
grup Jawa Pos bahkan memberitakan bahwa kelompok Yahudi di Indoneia
menginginkan agama Yahudi diakui sebagai agama resmi di Indonesia.Mereka juga
mengatakan bahwa lobi-lobi mereka sudah sangat kuat di kurang lebih 33 provinsi
di Indonesia.
Mantan Ketua Yayasan Lembaha
Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Munarman, dalam satu kesempatan menyatakan
bahwa ada orang-orang yang membekingi kelompok-kelompok pro Yahudi-Israel di
Indonesia. Mereka sengaja memunculkan orang-orang yang kerap tampil provokatif
menyuarakan kepentingan Yahudi di media massa.
Sementara di balik orang-orang
tersebut, ada tokoh-tokoh lain yang bisa jadi sangat berbahaya dan memainkan
peranan penting bagi keberlangsungan lobi zionis di Indonesia. Mereka inilah
yang memiliki kepentingan merusak dan menguasai kepentingan
ekonomi-sosial-politik di Indonesia.[Kelompok Pro Yahudi di Indonesia Makin
Berani, Eramuslim.com, Rabu, 11/05/2011 15:21 WIB].
Terlalu banyak ujian dan
fitnah ummat islam di dunia ini, selain menghadapi kelemahan dari dalam sendiri
juga harus berhadapan dengan kekuatan lain yang akan menggiring kehancuran
ummat ini, kekuatan itu sudah dijanjikan Allah akan memerangi ummat islam
selama-lamanya dengan berbagai cara yaitu Yahudi dan Nasrani, namun dengan
ujian dan fitnah itu akan membuat ummat ini semakin kuat dan semakin matang
sehingga imun [kebal] terhadap semua konspirasi dan intimidasi dari pihal lain
khususnya Zionis Yahudi, Wallahu a’lam, [Cubadak Solok,
29 Juni 2011.M/ 27 Rajab 1432.H].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar