Rabu, 09 Desember 2015

35. Jahiliyah



Selama lebih kurang tiga belas tahun Rasulullah menghadapi ummat jahiliyyah di tanah Mekkah, selama itu pula suka dan duka yang beliau tanggung bersama para sahabat yang setia mengikuti langkah nabinya. Di Madinah bukan berarti perjalanan mulus yang dihadapi, tidak bedanya denan di Mekkah, hanya di Madinah fokus pembinaan kepada sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum islam. Sedangkan di Mekkah harus mengikis habis karakteristik jahiliyyah yang telah mengkristal di hati ummat . Walaupun demikian kerasnya perjuangan yang harus dihadapi berkat pembinaan yang kontinyu serta hidayah Allah lahirlah tokoh-tokoh handal pembela islam seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Hamzah, Bilal bin Rabah dan para sahabat yang lain yang rela mengorbankan hidup demi tegaknya Kalimatullah di dunia ini.

            Kebenaran islam di Mekkah sebenarnya sudah menyentuh lapisan masyarakat laus sejak dari budak belian sampai penguasa tapi sedikit sekali yang mau mengakui  karena beberapa sebab; diantaranya mereka tidak mau ikut ajaran islam karena para pengikut islam pada waktu itu sedikit sekali dan terdiri dari orang-orang lemah yang tidak berpengaruh. Kenyataan ini sejak zaman nabi Nuh dahulu sudah terjadi, ”Ketika saudara mereka [Nuh] berkata kepada mereka, ”Mengapa kamu tidak  bertaqwa? Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan yang diutus kepadamu”, mereka berkata,”apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang hina” [Asy Syura 26;106,107,111].

            Dengan bekal iman dan kekuatan dari Allah, Rasulullah berusaha menegakkan kebenaran di muka bumi ini dengan memerangi segala bentuk watak jahiliyyah yang menyesatkan ummat. Mereka menyekutukan Allah dengan berbagai bentuk sembahan yang mereka buat sendiri, mencuri, berbohong, minu, khamar, membunuh manusia tanpa haq. Bermain judi adalah suatu adat kasar yang diwarisi turun temurun. Berzina, main sihir, makan suap, mengurangi timbangan atau takaran dalam perdagangan, mengumpat dan menghasut sulit untuk ditinggalkan akibat kerasnya adat jahiliyyah yang mereka anut.

Masih banyak lagi akhlak tercela yang direkam sejarah yang dilakukan ummat jahiliyyah. Nabi Muhammad tampil sendiri ke gelanggang dengan tuntunan wahyu Allah agar berbeda dengan kehidupan banyak orang, karena kalau diikuti maka kehidupan mereka akan rusaklah pribadi, hancurlah akhlak, ”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain adalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Allah”[Al An’am 6;116].

            Sejak awal beliau mampu menunjukkan kepada ummatnya bahwa dia adalah contoh teladan yang dikirim Allah untuk membina manusia sehingga walaupun kafir Quraisy terbelenggu oleh adat jahiliyyah, nabi Muhammad dengan gelar ”Al Amin” yaitu orang yang dapat dipercaya, mereka berikan julukan emas. Julukan ini bukan nabi Muhammad yang membuatnya, tapi kepercayaan masyarakat kepada beliau yang berbeda dengan kehidupan mereka sendiri, artinya Muhammad secara pribadi tidak jadi masalah bagi mereka, tapi Muhammad sebagai penyampai wahyu yang mereka tidak mengakuinya.

            Untuk menegakkan iman sudah banyak korban berjatuhan di medan perang, tidak sedikit harta disedekahkan, ayah bercerai dengan anak, isteri tidak berjumpa dengan suaminya selain nama yang pulang mengabarkan suami telah syahid dalam berjihad. Tapi mereka bukan semata-mata mati yang tidak berguna, bahkan inilah kematian yang mahal sekali harganya, ”Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki” [Ali Imran 3;169].

            Mereka masih bertempur menghadapi musuh walaupun kawan sudah banyak jatuh sebagai syuhada’ sedikitpun tidak gentar malah menambah keberanian untuk menumpas kebathilan menjunjung tinggi agama Allah, ”Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia  Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang mereka yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” [Ali Imran 3;170].

            Masa itu telah berlalu dibawah komando Rasulullah dan khulafaur rasyidin, melenyapkan jahiliyyah ke akar-akarnya sehingga tegaklah kebenaran islam di bumi ini merembes kebelahan dunia sehingga kejayaan islam diperolehnya, lalu islam satu kekuatan yang diperhitungkan.

            Sejarah kejayaan telah lama berlalu sementara ummat masih tertidur pulas dininabobokkan keberhasilan yang membawa mereka lupa bahwa lapangan dan pemain telah berganti. Ummat islam bukan lagi sebagai pemenang dan pemegang keberhasilan tapi sebagai penonton segala bentuk adat jahiliyyah yang model baru. Kini ummat islam dihadapkan kembali kepada perjuangan berat sebagaimana yang dialami orang-orang terdahulu, dengan jelas kemaksiatan hadir didepan mata,kebobrokan akhlak tidak dapat dipungkiri semua itu jiplakan tempo dulu hanya dibungkus dengan kemasan abad dua puluh, inilah yang disebut dengan Muhammad Quthb dengan jahiliyyah modern.

            Yang dimaksud jahiliyyah adalah segala asfek kehidupan yang tidak mengacu kepada nilai-nilai islam; sejak dari pakaian, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan apa saja yang dikerjakan seorang muslim yang jauh dari nilai-nilai islam, maka itulah jahiliyyah. Ini tanggungjawab ummat islam seluruhnya sesuai dengan bidang garap yang mereka hadapi minimal keluarga masing-masing terbina, jangan sampai termakan rayuan kejahatan, karena jahiliyyah modern cita-citanya melalui keluarga, masyarakat dan bangsa. Ummat islam selalu dibatasi geraknya, dibelenggu kekuatan dari penguasa kafir, semua mereka itu bermusuhan tapi bila memerangi ummat islam mereka bersatu walaupun untuk sesaat, ”Sesungguhnya orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi orang dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan kedalam neraka jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan”.

Suatu kebudayaan atau tradisi akan tetap lestari bila generasi yang menyandangnya selalu memberlakukan dan mempertahankan dari kepunahan, dengan melakukan pemupukan untuk suburnya tradisi tersebut semaksimal mungkin, tanpa memperhatikan baik dan buruknya tradisi yang telah diterima, segala yang diwarisi tersebut harus dipertahankan padahal tidak sedikit warisan itu harus disingkirkan dari peredarannya karena bertentangan dengan agama serta kemajuan zaman, akan tetapi merombak sebuah tradisi tidaklah mudah sebagaimana yang digambarkan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 70;

            “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”, mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari perbuatan nenek moyang kami”, apakah mereka akan mengikuti juga walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun dan tidak mendapat petunjuk”.

            Ada beberapa warisan jahiliyyah yang hingga kini tetap bersemayam di hati ummat, dengan kemampuan yang ada baik sadar atau tidak, masih dianut, dilaksanakan dan dipertahankan kelestariannya, seperti halnya khamar dan judi adalah karakteristik  jahiliyyah yang ditentang Rasululah, namun kini masih tumbuh subur dengan segala aktivitasnya. Dalam Al Maidah 5;90 Allah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya khamar, judi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan syaitan, karena itu jauhilah dia, agar kamu mendapat keberuntungan”.

            Pada zaman jahiliyyah kebiasaan minum khamar dilakukan di tempat-tempat umum atau pesta-pesta bahagia, maka tidak jauh bedanya dengan zaman sekarang; di hari ulang tahun, pesta tahun baru dan lebaran terasa indah bila koleksi minuman terpampang di rumahnya dengan lengakp, Bir sampai Columbus serta merek lainnya yang menarik, hari itu bukan sekedar pelebur dosa antara manusia tetapi hari mabuk-mabukan dengan penumpukan dosa baru.

            Khamar bagaimanapun jenisnya sejak dari Bir,  Wiski, Brandy, Vodka sampai kepada Jenifer dengan kadar alkohol dari 1 sampai 70 % tetap haram, sebagaimana sabda Rasulullah, “Segala sesuatu minuman bilamana banyak memabukkan maka sedikitpun tetap haram” [Abu Daud dan Turmuzi].

            Ummat islam masih terus meminum khamar, hingga Nabi Muhammad hijrah dari Mekkah ke Madinah. Ummat islam bertanya-tanya tentang minum khamar  dan tentang judi demi melihat kejahatan-kejahatan dan kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh kedua perbuatan itu, oleh karena itulah Allah menurunkan surat Al Baqarah 2;219, ”Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya”.

            Maksudnya ialah bahwa melakukan kedua perbuatan itu mengandung dosa besar, karena didalamnya kemudharatan-kemudharatan serta kerusakan-kerusakan material dan keagamaan. Kedua hal ini memang mempunyai manfaat yang bersifat material yaitu keuntungan bagi penjual khamar dan kemungkinan memperoleh harta benda tanpa susah payah bagi si penjudi. Akan tetapi dosanya jauh lebih banyak dari pada manfaat-manfaat itu. Lebih besar dosanya dari pada manfaatnya itulah yang menyebabkan keduanya diharamkan. Hal ini jugalah yang membuat keduanya lebih cendrung untuk diharamkan walaupun belum diharamkan secara mutlak.

            Setelah ayat diatas turun ayat yang mengharamkan khamar dalam kaitannya dengan sembahyang terutama bagi mereka yang telah kecanduan khamar dan telah menjadi bagian dari hidupnya, Allah berfirman dalam An Nisa’ 4; 43, ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan”.

            Sebab turunnya ayat ini ialah kasus seorang muslim yang mengerjakan shalat padahal dia sedang mabuk, sehingga yang dibacanya tidak benar lagi. Kasus ini merupakan pengantar bagi diharamkannya khamar itu secara final dan setelah ini pulalah Allah mengharamkannya secara  tuntas.

            Atas dasar itulah manusia diwajibkan menghentikan perbuatan-perbuatan tersebut. Ayat diatas merupakan ayat terakhir yang menghukumi minum khamar dengan hukum ”Haram mutlak”. Dampak negatif dari khamar tidak dapat diragukan lagi, membuat sipecandu mabuk, tidak tahu diri apalagi di sekitarnya bahkan dapat mendatangkan maut minimal pingsang bila kadar alkohol dalam darahnya terlalu banyak sehingga si  peminum tidak kuat lagi.

            Ulama-ulama agama mengatakan bahwa khamar itu haram hukumnya lantara ia merupakan induk segala kejahatan. Ahli kedokteran mengatakan bahwa khamar bahaya besar yang mengancam manusia yaitu penyakit paru-paru. Ulama moral mengatakan bahwa agar manusia memiliki sifat-sifat seperti terpuji, terhormat, berwibawa, mulia dan bersemanga yang tinggi, maka seharusnya dia menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menghilangkan sifat-sifat terpuji itu. Ulam ekonomi mengatakan bahwa setiap sen yang kita belanjakan untuk kepentingan yang wajar adalah menjadi kekuatan kita dan kekuatan negara. Sebaliknya setiap sen yang  kita hamburkan untuk hal yang mencelakakan diri kita sendiri merupakan kerugian kia dan kerugian negara.

            Judi biasanya dilakukakan pada zaman jahiliyah seiring dengan minum khamar di tempat-tempat pesta yang tenggelam dalam kemaksiatan, namun kini dapat kita saksikan dalam berbagai bentuk, sejak dari yang resmi sampai yang terlarang, apapun nama dan jenisnya tetap dinamakan judi dan haram dilakukan.

            Dari segi rohani maka judi sangat mempengaruhi jiwa seseorang sebab tidak adanya keselarasan antara cita-cita dan perbuatan, dengan khayalan membubung tinggi tanpa kerja keras ingin mendapatkan kekayaan yang banyak dan mudah, nasib berada pada nomor undian yang dibeli. Judi yang berlansung sekian hari, minggu dan tahun akhirnya jiwa merana, harta benda habis. Menurut H. Marzuki Yatim, judi dapat mendatangkan akibat-akibat sebagai berikut;

  1. Melalaikan segalanya, bahkan tugas sehari-hari, anak dan isteri
  2. Banyak musuh.
  3. Merusak kesehatan.
  4. Merusak iman.
  5. Musuh Polisi.
  6. Merusak keuangan rumah tangga.

            Dari sekian warisan jahiliyyah yang masih hidup dan digandrungi anak-anak remaja dan orang-orang tua ialah khamar dan judi, dari kampung dengan lapau tuaknya sampai kota besar dengan Barnya. Warisan ini akan tetap abadi di masyarakat bila segala akivitasnya dilestarikan dengan membuka kesempatan selebar-lebarnya, sementara kesadaran ummat kepada agama semakin pudar.

Masyarakat Arab sebelum datangnya agama Islam disebut dengan masyarakat jahiliyyah artinya masyarakat yang bodoh dalam bidang aqidah, ibadah yang akhlak.

            Adapun watak-watak jahiliyyah, baik zaman dahulu maupun zaman modern ini adalah;

1.Berdo'a kepada orang shaleh
"Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu)."[ Yunus 10;18]

                Yang termasuk berdo'a kepada orang shaleh adalah;
-          mengagungkan orang shaleh dengan berlebihan
-          menganggap orang shaleh itu dapat menyelamatkan
-          bernazar kepada orang shaleh lewat kuburan

"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?[At Taubah 9;30]

2.Menolak kebenaran karena sedikit pengikutnya
            Sumual berkata," ''Ia mencela kami lantaran sedikit jumlah kami, maka akupun menjawab,"bahwa orang yang mulia itu sedikit jumlahnya".

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).[Al An'am 6;116]

Orang kafir Quraisy tidak mau mengikuti ajaran Rasulullah karena jumlah orang yang ikut agama islam sangat sedikit.

3.Menolak kebenaran karena pendukungnya orang lemah
            Pengikut Rasulullah  banyak terdiri dari orang-orang yang lemah seperti Bilal bin Rabah, Zaid bin Haritsah, demikian pula pengikut nabi-nabi sebelumnya;

" Ketika saudara mereka (Nuh) Berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan Aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku". Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?".[Asy Syu'ara 26;106-111]

4.Menolak kebenaran karena datang kepada pihak lain
            Orang-orang Yahudi dan Nasrani sama-sama menantikan seorang nabi, mereka berharap bahwa Rasul yang dinantikan itu muncul dari kalangan mereka, nyatanya Rasul tersebut muncul dari kalangan bangsa Arab, maka mereka menolak kenabian Muhammad Saw; ''Dan orang-orang kafir Berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. dan Karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya Maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama".[Al Ahqaf 46;11]

Bila mereka diajak untuk masuk ke agama Islam maka mereka akan membantah dan bertahan dalam kekafirannya;

"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami Hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?[Al Baqarah 2;91]

5.Mencaci- maki masa
            Rasulullah bersabda; "Janganlah kamu mencaci-maki masa, karena Allah telah berfirman,"Aku adalah pengatur hari siang dan malam, Aku perbaharui dia dan Aku rusakkan pula dan Aku datangkan raja-raja setelah penguasa yang lain".
            Waktu atau masa selalu dipergilirkan Allah, demikian pula kekuasaan akan digilirkan kepada yang berhak menerimanya; "Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu"[Ali Imran 3;26]

6.Menyandarkan nikmat Allah kepada yang lain
            Allah memberikan nikmat kepada manusia tidak terhitung jumlahnya, diantaranya; "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur' [An Nahl 16;78] "Mereka mengetahui nikmat Allah, Kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir" [An Nahl 16;83]

                Pada masa Nabi Saw pernah pada suatu pagi diturunkan hujan oleh Allah, lalu Rasulullah bersabda; "Pagi ini ada orang yang syukur dan ada pula yang kufur, yang bersyukur berkata,"Ini adalah rahmat dari Allah", yang kufur berkata,"Sungguh tepat bintang ini dan bintang itu".

7.Membanggakan keturunan nabi
            Para ahli kitab merasa bangga dan mulia dari orang Arab, sebab mereka keturunan para Nabi dan menerima kitab Taurat, Zabur dan Injil, Rasulullah bersabda;"Hai sekalian orang Quraisy, sesungguhnya orang yang paling dekat kepada  Nabi ialah orang yang bertaqwa".

            Rasulullah tidak dapat menyelamatkan orang lain, karena berdasarkan keturunan, sabdanya; "Wahai Fatimah binti Muhammad, aku tidak dapat menyelamatkan engkau sedikitpun juga dari siksa Allah".

            Allah berfirman dalam surat Al Hujurat 49;13 "Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal"

Pepatah Arab mengatakan; "Jadilah engkau orang yang terhormat bukan karena keturunan dan janganlah engkau menjadi orang yang Cuma membanggakan keturunan" "Sesungguhnya pemuda itu adalah orang berkata,"Inilah aku". Bukannya pemuda itu orang yang berkata,"Begitulah ayahku dahulu".

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah 2;134
"Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang Telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang Telah mereka kerjakan" [Al Baqarah 2;134]

Dengan mengetahui karakter jahiliyyah itu mengajak kita untuk menyelamatkan masyarakat dari sifat dan sikap jahiliyyah dan juga  agar kita tidak berperangai sebagaimana orang-orang jahiliyyah.

Dengan kemampuan dan keteguhan hati, serta dukungan dari Allah, maka nabi Muhammad Saw, berhasil meruntuhkan sendi-sendi jahiliyyah kemudian merubahnya dengan pilar-pilar ajaran islam. Tetapi sebuah peringatan nabi Muhammad kepada ummat islam sesungguhnya ummat islam akan diliputi oleh sifat-sifat jahiliyyah, bila tidak waspada menyeleksi segala perbuatannya.

                    Meskipun seseorang hidup dalam alam modern dengan tekhnologi serba canggih, bila sifat-sifat jahiliyah masih terdapat, maka dia tetap merupakan bagian ummat yang jahiliyah, sesuai dengan pendapat Muhammad Qutb dengan istilah ”Jahiliyyah Modern”.

            Kata ”jahiliyyah” pada umumnya diartikan ”bodoh” tetapi yang dimaksud dengan jahiliyyah Arab pada masa dahulu yaitu bodoh dalam hal ” ibadah dan aqidah” serta mereka tidak mempunyai tata aturan yang manusiawi. Karena yang kaya menginjak yang miskin, yang berkuasa menjatuhkan yang lain, hutang darah dibayar dengan darah, antara satu sama lain tidak ada rasa tenggang menenggang. Bila semua sifat inipun telah merajalela, berarti tepat apa yang dikatakan oleh Muhammad Qutb .

Untuk menegakkan izzatul islam wal muslimin di Afghanistan, Bosnia, Chechnya, Dagestan, Moro, Pattani, Khasmir, Ambon dan Aceh sudah   banyak korban dan dana ummat islam dikeluarkan agar kejayaan islam dan ummatnya dapat diperoleh, tapi orang kafirpun tidak sedikit pula mengeluarkan biaya untuk menghalangi dan menghancurkan rencana ummat islam, mereka takut kalau kemerdekaan dicapai oleh ummat atau islam dan ummatnya memperoleh kejayaan.

            Walau dimanapun juga berada ummat islam bila prilaku jahiliyyah mulai beraksi berarti perang pasti dimulai sebagaimana sejarah menuntun mereka untuk merambah habis jahiliyyah dengan segala daya dan upaya sebagai ciri ummat terbaik yang dilukiskan Allah yatiu menegakkan kebenaran dengan kekuatan iman, bahkan konsep hijrah secara maknawi juga ”meninggalkan segala bentuk jahiliyyah menuju kehidupan yang islami”.

            Orang yang telah tershibghah [tercelup] oleh nilai-nilai islam bagi mereka tidak ada yang lebih penting dari tegaknya dienul islam itu di dunia ini walaupun diawali dari pribadi dan rumah tangga, sehingga benarlah kata seorang ulama bernama Musthafa Mashur, ”Tegakkan islam didirimu maka dia akan tegak di negaramu”, wallahu a’lam . [Cubadak Solok, 16 Ramadhan 1431.H/ 26 Agustus 2010].







Tidak ada komentar:

Posting Komentar