Islam
adalah agama yang diturunkan Allah untuk keselamatan manusia di dunia ini,
kebenarannya menembus dan menghancurkan isme yang dibuat manusia, dapat
dibuktikan bahkan Allah sendiri menantang seandainya manusia ragu akan
kebenaran ajaran Al Qur’an silahkan membuat satu ayat saja untuk menandingi
ayat-ayat Allah, pengumuman kompetisi tersebut dikeluarkan 14 abad yang silam
untuk umum, tapi hingga kini belum ada
yang tampil sebagai pemenang.
Tugas mukmin diantaranya yaitu
mempertahankan Islam dari segala pengaruh dunia baik yang datang dari tradisi
nenek moyang maupun isme-isme yang
dibuat oleh thaghut untuk mengalihkan umat dari fikiran agama dengan
maksud menghancurkan agama melalui fikiran-fikiran sesat seperti;
1.Nativisme
Ajaran ini mengajak umat untuk kepada keyakinan nenek moyang dengan
tatacara yang tidak masuk akal, tentu saja bertentangan dengan Islam seperti
ziarah kubur dengan menabur kembang, memohon do’a serta ajaran kurafat,
tahayul, bid’ah dan syirik. Golongan ini dengan terang-terangan menolak ajaran
Allah karena mereka yakin benar akan tradisi nenek moyang sebagaimana disindir
Allah dalam surat Al Maidah 5;104, ”Apabila dikatakan kepada mereka,”Marilah
mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”, mereka
menjawab,”Cukuplah untuk kamu apa yang kami dapati bapak-bapak kami
mengerjakannya”, dan apakah bapak-bapak mereka akan diikuti walaupun mereka itu
tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk”.
Disamping itu mereka melakukan perbuatan tersebut karena terikat oleh
tradisi nenek moyang padahal mereka tahu bahwa ajaran tersebut tidak ada
manfaat atau mudharatnya sebagaimana Ibrahim menanya kaumnya tentang berhala,
kaumnya tahu bahwa menyembah berhala tidak ada manfaat dan mudharatnya tapi
karena telah terikat oleh adat terpaksa mereka melakukannya [Asy Syu’ara
26;70-75].
2.Sekularisme
Faham ini sangat berbahaya yang memisahkan kepentingan agama dengan
kepentingan negara, agama tidak boleh menyinggung apalagi mencampuri urusan
negara dan negara tidak akan mengurus tentang agama, jangan bicara tentang
negara, di pemerintahan boleh bahkan harus bicara tentang negara, jangan
menyinggung agama, agama urusan ulama, negara urusan pemerintah, kedua ini
jangan dicampuri harus terpisah sangat jauh. Islam mengajarkan bahwa ulama dan
umara harus bersanding agar kehidupan berjalan dengan baik, Islam tidak
membenarkan antara ulama dan umara bertanding maka kacaulah kehidupan.
Faham ini terbagi dua yaitu non ekstrim merekalah orang yang memojokkan
Islam dengan pengertian-pengertian sempit, dikatakan Islam hanya sekedar shalat
dan masjid, bila bicara tentang ekonomi dan politik maka itu bukan bidang
Islam. Golongan yang ekstrim merekalah yang mengatakan Tuhan telah mati, agama
candu masyarakat, tidak lepas dari Komunis yang merencanakan penghancuran Islam
baik dengan terang-terangan atau dari dalam.
3.Positivisme
Ajaran ini ditokohkan oleh Aguste Comte yang berpendapat bahwa kekuatan
terbesar di dunia ini adalah fikiran, dengan fikiran manusia dapat berbuat apa
maunya untuk kesenangan dan kesejahteraan di dunia, fikiran yang baik akan
mencetuskan ide-ide yang baik pula
dengan hasil yang gemilang tanpa menggantungkan diri kepada Tuhan. Orang yang
mengakui Tuhan berarti fikirannya telah terikat dan terbelenggu, dia tidak
memanfaatkan kekuatan yang ada pada dirinya atau fikiran, fikiranlah sebagai
Tuhan, tiada lain Tuhan selain fikiran yang menghasilkan teknologi, industri
dan komputer.
Pengabdian manusia hanya kepada manusia yang telah menggunakan fikirannya
yang baik,bukan mengabdi kepada Tuhan karena manusia lain telah berjasa besar
dalam hidup kita melalui pengorbanan fikirannya, adakah kekuatan lain sebagai
ganti fikiran yang telah berhasil menciptakan ilmu pengetahuan dengan teknologi
yang canggih?
4.Materialisme
Karl Marx lah sebagai bidan yang membantu melahirkan ajaran ini dengan
faham bahwa puncak dari segala sesuatu adalah materi atau benda, dengan
demikian segala yang berbau agama harus disingkirkan karena agama tidak
diperlukan dalam hidup, asal kebutuhan materi terpenuhi, orang menganut agama
karena mereka tidak memiliki mataeri lalu diiming-iming dengan syurga agar
antara satu dengan yang lain menyerahkan materi yang dimilikinya atau yang
tidak bermateri terhibur oleh racun agama, hal ini suatu taktik dari pengusaha
dan penguasa untuk menjajah kaum proletar, jangan sampai menuntut hak yang
lebih baik, toh nanti Tuhan akan
membalas orang yang berlaku sewenang-wenang.
Faham inilah yang diajarkan Karl Marx untuk melepaskan kaum proletar dari
kemiskinan dan kungkungan kaum borjuis, sehingga semua yang berbau agama harus
dibuang karena dapat menghambat perjuangan untuk mencapai kemenangan dan
kepuasan. Mereka tidak memiliki tujuan hidup selain dunia ini, hidup mereka
adalah di dunia, bila mati maka habis cerita tentang dirinya seiring dengan
hancurnya jasad, sekali-kali mereka tidak akan dibangkitkan kembali.
5. Pragmatisme
Seiring dengan faham materialisme tidak jauh berbeda dengan pendapat
Pragmatisme yaitu anjuran yang memberikan pandangan bahwa yang harus difikirkan
sekarang dan kini, segala yang bermerk agama harus dijauhkan karena
bertentangan dengan faham ini, apalagi bicara tentang syurga-neraka dan
kehidupan akherat mereka tidak mau tahu apalagi mempelajarinya karena hidup mereka
adalah sekarang dan kini, tidak punya masa depan yang harus dicapai.
6.Vitalisme
Frederich Nietzhe memprakarsai aliran ini dengan pandangan bahwa Tuhan
telah gagal menurunkan aturan hidup kepada manusia di bumi, aturan Tuhan tidak
cocok lagi dipakai untuk zaman sekarang, selama ini manusia yang memakai ajaran
Tuhan jauh tertinggal dari kemajuan selain keterbelakangan dan kehancuran,
kegagalan Tuhan dalam menurunkan ajarannya harus diganti dengan aturan baru
yaitu buatan manusia yang sesuai dengan watak, kemauan dan hati nurani manusia
sendiri, dengan demikian aturan Tuhan telah usang dan tidak berlaku lagi, Tuhan
tidak lagi berkuasa, kekuasaan dan fisik Tuhan telah mati.
7. Belenggu
masyarakat
- sulit melepaskan
pengaruh ini, ibarat berenang di air yang deras, semakin berenang makin hanyut,
agar selamat dari belenggu masyarakat [luar atau dalam negeri] ada tiga sikap
yang perlu diperhatikan;
a.menerima secara bulat; maka akan rusak agama dan hancur pribadi,
contohnya pakaian yang mengumbar aurat dan pergaulan bebas.
b.menolak secara bulat; hidup akan tersisih, tidak ada kemajuan, contohnya
ilmu pengetahuan dan treknologi.
c.menerima dengan filter; ambil yang baik dan tinggalkan yang jelek, bisa
memilah dan memilih.
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan
orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan
Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka
tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).[Al An'am 6;116]
8. Belenggu ego
Semua manusia mempunyai sifat ini,
tergantung tebal dan tipisnya. Ketika kita dihadapkan kepada sebuah foto yang
terdapat di dalamnya sekelompok manusia, maka akan terlihat terlebih dahulu
wajah sendiri dengan pengakuan ” ini aku
sedang duduk”, setelah itu baru terlihat wajah orang lain.
Allah berfirman dalam surat Al Isra’ 17; 83-84 ”Dan
apabila Kami berikan kesenangan [nikmat] kepada manusia, niscaya berpalinglah
dia dan membelakang dengan sikap yang sombong, dan apabila dia ditimpa
kesusahan, niscaya dia putus asa. Katakanlah, ”Tiap-tiap orang berbuat menurut
keadaannya masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar
jalannya”.
Egoisme
bila meluas sama dengan membanggakan suku dan bangsa menjadi sukuisme dan
nasionalisme, lebih mengutamakan diri, suku dan bangsa sendiri sementara orang
lain yang tidak terlibat di dalamnya tanpa ditenggang dan diperhatikan.
Hidupnya diburu oleh keinginan untuk
memenuhi kebutuhan pribadi, biarlah orang lain berada dibawah dan terhimpit
penderitaan ”asal aku diatas” terbuai
oleh nikmatnya kebahagiaan.
Setiap
orang menjadi korban keinginannya sendiri, tidak seorangpun yang menentramkan
diri dengan mengatakan, ”Satu burung di
tangan lebih baik daripada sepuluh burung di udara”.
Ego
atau nafsu atau sifat ananiyah kita pada hakekatny dapat memenjara kita, yang
berada di dalam diri kita. Jadi kita yang memenjara dan yang dipenjara. Manusia
yang telah terbenam oleh egonya bahkan kemudian akan mempertuhankan egonya itu.
Dia menjadi manusia yang tamak, loba dan serakah. Dia tidak puas dengan apa
yang dimilikinya, walaupun kekayaannya sudah melimpah ruah, akibatnya menjadi
masyarakat nafsi-nafsi.
Egoisme,
sukisme dan nasionalisme adalah faham sempit yang timbul dari pengagungan
seseorang dan bangsa, ”Jangan berikan
kesempatan kepadanya karena dia bukan suku kita”, dan ”Kenapa dia diberi bantuan, kan dia bukan golongan kita”
9.Kristenisasi dan Zionisme
Tantangan Islam yang tidak kalah beratnya yaitu dua kelompok manusia yang
berbeda ajaran tapi sekongkol dan satu sasaran untuk menghancurkan Islam, yaitu
Kristen dan Yahudi. Kristen dengan Kristenisasinya melumpuhkan ummat Islam dari segi kualitas dan kuantitas, betapa
banyak ummat Islam yang meninggalkan agamanya karena diiming-iming dunia.
Sedangkan Yahudi dengan gerakan Zionismenya melancarkan aksi untuk
menghancurkan Islam bahkan baru-baru ini mereka melancarkan perang dingin
dengan menyebarkan susu bubuk dengan merek CIK yang dapat memandulkan ummat
Islam, sengaja susu tersebut diedarkan
di wilayah Islam dengan maksud agar ummat Islam habis secara kuantitas.
Narkotikapun mereka edarkan melalui rentetan jaringan mafia yang sulit dilacak
dilanjutkan dengan gerakan kebebasan seks melalui kesenian dan kebudayaan.
Sebenarnya sejak dahulu Allah telah memperingatkan kepada ummat Islam agar
berhati-hati dengan firman-Nya dalam surat Al Baqarah 2;120, ”Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama
mereka”.
10.Al Ghazwul
Fikri
Ghazwul Fikri berasal dari bahasa Arab
yang artinya secara harfiyah yaitu Perang Pemikiran, sedangkan maksudnya adalah
sebuah upaya umat non muslim untuk menghancurkan ummat islam dengan berbagai
cara, sistim yang tepat mereka gunakan untuk
itu adalah memerangi ummat islam melalui fikiran dan idiologi mereka
dengan tujuan agar seluruh tatanan kehidupan muslim tersebut mengadopsi cara hidup
mereka.
Samuel Zwemer adalah orang yang paling
gencar memusuhi islam dan ummatnya, hanya dengan empat program S tapi tercapai
semuanya, dalam waktu yang relatif singkat dengan dana yang minim bahkan ummat
islam itu sendiri yang membiayai penghancuran dirinya tanpa disadari. Barat dan idiologi apa saja sudah
kewalahan berhadapan dengan ummat islam bila peperangan hanya secara “asykari”
melalui militer. Ummat islam adalah ummat yang tangguh berperang di medan jihad
walaupun dengan perlengkapan seadanya, sehingga wajar ketika meletuskan Perang
Bosnia, sang Presiden Elija Becovic
menyatakan siap bertemput dengan Serbia hingga dua puluh tahun lagi, sementara
Serbia sudah kecapaian.
Dengan
ketidakberdayaan musuh-musuh islam berhadapan di medan jihad secara frontal
sehingga mereka merubah strategi perang melalui pemikiran, perang idiologi dan
perang urat syaraf, percaya ataupun tidak ummat islam dilumpuhkan dengan
strategi perang ini sehingga berlutut menghadapi kehancuran. Program mereka
tersebut hanya dengan S saja yaitu;
Pertama, mereka menggencarkan Song,
yaitu lagu dan nyanyi sehingga ummat islam senang dan terlena dengan kesibukan
menyanyi ini. Syair yang tampilpun banyak yang menyimpang dari aqidah islam
seperti. Bagaimana penyanyi kita hadir di layar kaca atau di panggung, pakaian
dan dandanannya sungguh diluar syariat.
Bukan kita tidak boleh menyanyi, bahkan kegiatan ini adalah rileknya hati
manusia, tapi lagu-lagu yang mengajak kepada keimanan, yang memberikan
penyadaran agar berhati-hati dalam hidup, ingin bernyanyi dan mendengarkan
lagu, selain hiburan alternatif yang dibawakan oleh Raihan, Hijaj, Saujana dan
Hadad Alwi dengan nasyidnya perlu dilestarikan agar tidak terjebak program
ghazwul fikri.
Kedua, mereka melancarkan Sport, yaitu
olah raga. Ini adalah program mendunia, bahkan Eropa telah menukar tuhannya
dengan sport, khususnya sepak bola. Sehingga kegiatan gereja sudah kosong dari
ritual ibadah mereka karena disibukkan oleh agama baru mereka di lapangan
hijau. Kita sebagai muslim dianjurkan pula berolah raga, tapi bukan olah raga
yang hari ini diikuti dan digandrungi oleh ummat ini. Sejak dari pakaian olah raga
yang cendrung membuka aurat.
Ketiga, mereka ingin agar ummat islam
itu suka dengan Story yaitu kisah dan
cerita yang ditayangkan melalui media elektronik, cetak dan radio yang intinya
agar umat islam sibuk dengan itu, bahkan melalui story pula nilai-nilai islam
dikubur dengan menampilkan nilai-nilai yang tidak islami seperti kisah Saur
Sepuh, Nenek Lampir, Pokemon, Telletubies, Superman dan sederet kisah lainnya.
Seorang
anak usia 12 tahun naik ke gedung tingkat sembilan di Singapura kemudian dengan
ucapan ”Superman” dia terjunkan dirinya
ke bawah. Di Jakarta seorang anak menghadang modil di jalan raya sehingga mati
seketika, rupanya di punggung sianak tertulis Kura-Kura Ninja. Seorang anak
naik ke lemari ibunya di sebuah kamar, ketika disuruh turun dia lansung terjun
dengan ucapan Satria Baja Hijam. Solusi dari semua itu , paling tidak dan
ringan bagaimana anak-anak kita menyukai kisah-kisah islami dari pada kisah
yang akan meracuni kehidupannya.
Keempat, musuh islam telah berupaya
menanamkan kepada ummat islam agar senang dengan Sex, baik melalui ucapan,
tontonan, lagu ataupun canda pengisi waktu disela-sela istirahat kerja di
kantor, di sawah, di ladang dan kesibukan lainnya. Bahkan da’wahpun kita telah
mengarah kepada humor yang dibumbui dengan sex, sungguh ironi dan menyedihkan.
Lihatlah di pasar-pasar, kedai-kedai koran dengan berani memampangkan wajah dan
tubuh mulus wanita tanpa [minim] busana, dan itu laku keras. Rental vcdpun
menjamur ibarat cendawan di musim hujan, yang isinya beragam sesuai selera
pelanggannya.
Sebenarnya
peperangan ini susah berlansung semenjak kehadiran nabi Adam As yang berseteru
dengan iblis la’natullah, dia ingin menampakkan segala dosa itu sebagai
keindahan sehingga baik dan bagus dipandangan indra kita melalui empat S
tersebut. Iblis berkata, ”Ya Tuhanku,
oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menyesatkan
semua ummat”.
11.Ekstrimisme
Ekstrim dalam bahasa Arab disebut dengan
Tatharuf Diniy yaitu melampaui batas tengah agama, sedangkan islam mengajak
kepada jalan tengah dalam segala hal, baik dalam ibadah, menuntut ilmu dan
mencari harta, ”Dan demikianlah Kami
telah menjadikan kamu umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas
perbuatan manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas perbuatanmu”[Al Baqarah
2;143].
Umat
pilihan yang adil yaitu umat yang pertengahan; tidak mementingkan kerohanian
saja, tidak pula mementingkan kebendaan melulu, dia mementingkan dunia dan
akherat, nabi bersabda, ”Hindarilah sikap
melampaui batas dalam agama karena sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah
binasa karenanya” [Ibnu Abbas].
Ekstrem
dengan pengertian berlebihan dalam agama tidak pula disukai dan bertentangan
dengan islam, tanda-tandanya adalah;
- Fanatik Kepada Satu Pendapat
Sikap
ini mengakibatkan tidak mengakui pendapat orang lain karena menganggap pendapat
merekalah yang benar, seolah-olah mereka berkata, ”hak saya untuk berbicara dan kewajiban anda untuk mendengar, hak saya
untuk menetapkan suatu dan kewajiban tuan untuk melaksanakannya”, orang
yang memiliki sifat ini cendrung menyalahkan orang lain, mereka mau berdebat
mati-matian untuk membela dan mempertahankan pendapatnhya walaupun pendapat itu
nyata kesalahannya.
- Kewajiban Yang Tidak Diwajibkan Allah
Dia
memberi beban kepada diri sendiri untuk melaksanakan yang sulit padahal ada
pekerjaan yang mudah, seperti
musyafir atau orang sakit boleh
tidak puasa pada bulan Ramadhan dengan jalan mengqadhanya pada hari yang lain,
shalat tidak kuat berdiri boleh dilakukan dengan duduk, tidak kuat duduk
silahkan berbaring, shalat bagi musyafir diringankan Allah melalui jamak atau
qashar, bahkan dalam cuaca dingin walaupun dalam keadaan junub dia khawatir
atas kesehatan dan keselamatannya kalau kena air, Allah meringankan dengan
tayamum, keringanan yang diberikan Allah tapi tidak diikuti akhirnya menyulitkan
diri sendiri.
Mewajibkan
sesuatu yang sunnah, seperti sujud tilawah/ sajadah karena sudah terbiasa lalu
bila tidak dilaksanakan seolah-olah ada yang kurang dalam shalatnya, demikian
pula dengan peringatan hari-hari besar islam, Rasulullah tidak pernah
mengerjakan, tapi dalam satu tahun tidak dilaksanakan Maulid nabi lalu merasa
berdosa, ini berarti memberatkan diri sendiri padahal biaya untuk itu tidak
sedikit yang habis sedangkan manfaatnya tidak seberapa, ”Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka
wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada
hari-hari yang lain” [Al Baqarah 2;185].
Namun
nabi Muhammad dalam shalat sendiri sangat panjang ayat yang dibacanya tapi
ketika shalat berjamaah bacaan beliau sangat ringan sebagaimana sabda beliau, ”Adakalanya aku hendak memanjangkan
shalatku, lalu ku dengar tangis anak sehingga kuringankan shalatku, karena aku
mengetahui kegelisahaan ibunya terhadap tangis anaknya” [HR.Anas]
- Memperberat bukan pada tempatnya.
Allah
memberikan kemudahan dalam segala hal,hanya ummatnya saja yang kadangkala belum
tahu ajaran islam, sebagai contoh; orang yang baru masuk islam harus
diringankan dulu kewajiban agamanya terhadapnya dengan shalat memakai bahasa
Indonesia sebisanya atau dengan gerakan
saja, puasa anak kecil cukup setengah hari dalam rangka memberikan latihan.
Ketika memberantas khamar Rasulullah melakukan dengan tiga periode bukan
sekaligus, pertama diberitahukan bahwa khamar itu sedikit manfaatnya sementara
para sahabat masih meminumnya, periode kedua dikatakan bahwa boleh minum khamar
tapi jangan shalat karena dikhawatirkan nanti bacaan shalatnya tidak benar,
barulah yang ketiga dengan tegas bahwa khamar itu haram diminum sedikit atau
banyak, mabuk ataupun tidak bukan alasan untuk membolehkan meminumnya.
- Bersikap kasar dan keras.
Watak
ekstrim yang keempat yaitu berlaku kasar dan keras dalam segala hal, baik dalam
berkomunikasi, berkata ataupun dalam bertindak. Islam telah memberikan batasan
boleh berlaku kasar dan keras dalam dua hal dan tempat yang tepat yaitu;
di tengah peperangan dalam menghadapi
orang kafir, ”Hai orang-orang yang
beriman perangilah orang-orang kafir yang ada di sekelilingmu”, boleh
berlaku kasar yang kedua yaitu dalam menegakkan hukum Allah, ”Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah
tiap-tiap seorang dari keduanya 100 kali dera, dan janganlah belas kasihan
kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah”[An Nur 24;2].
- Buruk sangka kepada Manusia.
Karena
dirasuki sifat buruk sangka, orang akan menyebarkan kesalahan dan keburukan
orang lain, menyebarkan fitnah dan isu, bahkan condong menuduh orang telah
terjerumus dalam kekafiran padahal nabi telah bersabda,”Hindarilah dari pra sangka, karena sesungguhnya prasangka adalah
sebohong-bohong ucapan”[Bukhari dan Muslim]. Dalam surat Al Hujurat 49;12
Allahpun telah berfirman, ”Hai
orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prangsangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan
orang lain”.
Orang
yang bijaksana dan tidak terlibat dalam karakter ekstrim adalah orang yang
sibuk meneliti aib dan kekurangannya diri sendiri, dialah orang yang baik,tidak
ada waktu untuk melihat kekurangan orang lain.
- Terjerumus Dalam Jurang Kekafiran
Karena
posisi yang dimiliki cukup baik lalu menganggap golongan sendirilah yang lebih
islam sementara golongan lain sesat dan keluar dari islam tanpa dasar yang
kuat. Dalam sebuah hadits nabi bersabda, ”Apabila
seseorang mengkhafirkan saudaranya maka kata kafir itu akan kembali kepada
salah satunya”. Akibat terbesar atau watak ekstrim yang sangat berbahaya
yaitu keenam ini, akhirnyapun sampai terjadi pembunuhan. Allah telah memberikan
suatu batasan dan julukan agar ummat islam berlaku dalam lingkaran pertengahan,
jangan terjerumus dalam watak ekstrim yaitu tidak fanatik kepada suatu pendapat
dengan jalan banyak belajar dari perbedaan tersebut, tidak memperberat suatu
pekerjaan padahal Allah memberikan kemudahan dan keringanan, berlaku lemah
lembut dalam pergaulan walaupun dengan orang berlainan aqidah bukan berarti
toleransi yang salah kaprah, selalu bersangka baik kepada manusia walaupun yang
datang kabar buruk maka selidikilah terlebih dahulu.
Untuk
menangkal semua itu adalah mencetak generasi yang Mukhlis yaitu orang yang punya kriteria Salamatul Fikrah [pemikiran
yang selamat], saliimul aqidah [aqidah yang bersih], shahihul ibadah [ibadah
yang benar] dan matiinul khuluq [akhlak yang solid], Wallahu a’lam [ Solok,17052002].
Gerakan di
atas dibuat dan dilancarkan manusia pada satu sisi untuk menghancurkan
agama dengan menghilangkan ajarannya sedangkan secara keseluruhan guna
melumpuhkan Islam baik dari dalam atau dari luar, baik secara halus atau kasar
dengan sasaran Islam tidak lagi berdaya, Islam kehilangan taring. Bagi pemeluk
Islam gerakan tersebut harus ditantang minimal dengan menata kembali pribadi
masing-masing dan keluarga jangan sampai terseret baik bicara, fikiran dan
tindakannya berada dalam ajaran tersebut, kita Islamkan segala niat, bicara,
fikiran dan tindakan kita walaupun tidak mampu melenyapkan mereka tapi cukuplah
mereka tidak mampu menghancurkan kita. wallahu
a'lam. [Cubadak Solok, 20
Ramadhan 1431.H/ 30Agustus 2010.M]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar