Selasa, 15 Desember 2015

75. Tantangan Islam



Islam adalah agama yang diturunkan Allah untuk keselamatan manusia di dunia ini, kebenarannya menembus dan menghancurkan isme yang dibuat manusia, dapat dibuktikan bahkan Allah sendiri menantang seandainya manusia ragu akan kebenaran ajaran Al Qur’an silahkan membuat satu ayat saja untuk menandingi ayat-ayat Allah, pengumuman kompetisi tersebut dikeluarkan 14 abad yang silam untuk  umum, tapi hingga kini belum ada yang tampil sebagai pemenang.

            Tugas mukmin diantaranya yaitu mempertahankan Islam dari segala pengaruh dunia baik yang datang dari tradisi nenek moyang maupun isme-isme yang  dibuat oleh thaghut untuk mengalihkan umat dari fikiran agama dengan maksud menghancurkan agama melalui fikiran-fikiran sesat seperti;

1.Nativisme
Ajaran ini mengajak umat untuk kepada keyakinan nenek moyang dengan tatacara yang tidak masuk akal, tentu saja bertentangan dengan Islam seperti ziarah kubur dengan menabur kembang, memohon do’a serta ajaran kurafat, tahayul, bid’ah dan syirik. Golongan ini dengan terang-terangan menolak ajaran Allah karena mereka yakin benar akan tradisi nenek moyang sebagaimana disindir Allah dalam surat Al Maidah 5;104, ”Apabila dikatakan kepada mereka,”Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”, mereka menjawab,”Cukuplah untuk kamu apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”, dan apakah bapak-bapak mereka akan diikuti walaupun mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk”.

Disamping itu mereka melakukan perbuatan tersebut karena terikat oleh tradisi nenek moyang padahal mereka tahu bahwa ajaran tersebut tidak ada manfaat atau mudharatnya sebagaimana Ibrahim menanya kaumnya tentang berhala, kaumnya tahu bahwa menyembah berhala tidak ada manfaat dan mudharatnya tapi karena telah terikat oleh adat terpaksa mereka melakukannya [Asy Syu’ara 26;70-75].

2.Sekularisme
Faham ini sangat berbahaya yang memisahkan kepentingan agama dengan kepentingan negara, agama tidak boleh menyinggung apalagi mencampuri urusan negara dan negara tidak akan mengurus tentang agama, jangan bicara tentang negara, di pemerintahan boleh bahkan harus bicara tentang negara, jangan menyinggung agama, agama urusan ulama, negara urusan pemerintah, kedua ini jangan dicampuri harus terpisah sangat jauh. Islam mengajarkan bahwa ulama dan umara harus bersanding agar kehidupan berjalan dengan baik, Islam tidak membenarkan antara ulama dan umara bertanding maka kacaulah kehidupan.

Faham ini terbagi dua yaitu non ekstrim merekalah orang yang memojokkan Islam dengan pengertian-pengertian sempit, dikatakan Islam hanya sekedar shalat dan masjid, bila bicara tentang ekonomi dan politik maka itu bukan bidang Islam. Golongan yang ekstrim merekalah yang mengatakan Tuhan telah mati, agama candu masyarakat, tidak lepas dari Komunis yang merencanakan penghancuran Islam baik dengan terang-terangan atau dari dalam.

3.Positivisme
Ajaran ini ditokohkan oleh Aguste Comte yang berpendapat bahwa kekuatan terbesar di dunia ini adalah fikiran, dengan fikiran manusia dapat berbuat apa maunya untuk kesenangan dan kesejahteraan di dunia, fikiran yang baik akan mencetuskan  ide-ide yang baik pula dengan hasil yang gemilang tanpa menggantungkan diri kepada Tuhan. Orang yang mengakui Tuhan berarti fikirannya telah terikat dan terbelenggu, dia tidak memanfaatkan kekuatan yang ada pada dirinya atau fikiran, fikiranlah sebagai Tuhan, tiada lain Tuhan selain fikiran yang menghasilkan teknologi, industri dan komputer.

Pengabdian manusia hanya kepada manusia yang telah menggunakan fikirannya yang baik,bukan mengabdi kepada Tuhan karena manusia lain telah berjasa besar dalam hidup kita melalui pengorbanan fikirannya, adakah kekuatan lain sebagai ganti fikiran yang telah berhasil menciptakan ilmu pengetahuan dengan teknologi yang canggih?

4.Materialisme
Karl Marx lah sebagai bidan yang membantu melahirkan ajaran ini dengan faham bahwa puncak dari segala sesuatu adalah materi atau benda, dengan demikian segala yang berbau agama harus disingkirkan karena agama tidak diperlukan dalam hidup, asal kebutuhan materi terpenuhi, orang menganut agama karena mereka tidak memiliki mataeri lalu diiming-iming dengan syurga agar antara satu dengan yang lain menyerahkan materi yang dimilikinya atau yang tidak bermateri terhibur oleh racun agama, hal ini suatu taktik dari pengusaha dan penguasa untuk menjajah kaum proletar, jangan sampai menuntut hak yang lebih baik, toh  nanti Tuhan akan membalas orang yang berlaku sewenang-wenang.

Faham inilah yang diajarkan Karl Marx untuk melepaskan kaum proletar dari kemiskinan dan kungkungan kaum borjuis, sehingga semua yang berbau agama harus dibuang karena dapat menghambat perjuangan untuk mencapai kemenangan dan kepuasan. Mereka tidak memiliki tujuan hidup selain dunia ini, hidup mereka adalah di dunia, bila mati maka habis cerita tentang dirinya seiring dengan hancurnya jasad, sekali-kali mereka tidak akan dibangkitkan kembali.
 
5. Pragmatisme
Seiring dengan faham materialisme tidak jauh berbeda dengan pendapat Pragmatisme yaitu anjuran yang memberikan pandangan bahwa yang harus difikirkan sekarang dan kini, segala yang bermerk agama harus dijauhkan karena bertentangan dengan faham ini, apalagi bicara tentang syurga-neraka dan kehidupan akherat mereka tidak mau tahu apalagi mempelajarinya karena hidup mereka adalah sekarang dan kini, tidak punya masa depan yang harus dicapai.

6.Vitalisme
Frederich Nietzhe memprakarsai aliran ini dengan pandangan bahwa Tuhan telah gagal menurunkan aturan hidup kepada manusia di bumi, aturan Tuhan tidak cocok lagi dipakai untuk zaman sekarang, selama ini manusia yang memakai ajaran Tuhan jauh tertinggal dari kemajuan selain keterbelakangan dan kehancuran, kegagalan Tuhan dalam menurunkan ajarannya harus diganti dengan aturan baru yaitu buatan manusia yang sesuai dengan watak, kemauan dan hati nurani manusia sendiri, dengan demikian aturan Tuhan telah usang dan tidak berlaku lagi, Tuhan tidak lagi berkuasa, kekuasaan dan fisik Tuhan telah mati.

7. Belenggu masyarakat
- sulit melepaskan pengaruh ini, ibarat berenang di air yang deras, semakin berenang makin hanyut, agar selamat dari belenggu masyarakat [luar atau dalam negeri] ada tiga sikap yang perlu diperhatikan;
a.menerima secara bulat; maka akan rusak agama dan hancur pribadi, contohnya pakaian yang mengumbar aurat dan pergaulan bebas.

b.menolak secara bulat; hidup akan tersisih, tidak ada kemajuan, contohnya ilmu pengetahuan dan treknologi.

c.menerima dengan filter; ambil yang baik dan tinggalkan yang jelek, bisa memilah dan  memilih.

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).[Al An'am 6;116]

8. Belenggu ego
            Semua manusia mempunyai sifat ini, tergantung tebal dan tipisnya. Ketika kita dihadapkan kepada sebuah foto yang terdapat di dalamnya sekelompok manusia, maka akan terlihat terlebih dahulu wajah sendiri dengan pengakuan ” ini aku sedang duduk”, setelah itu baru terlihat wajah orang lain.
Allah berfirman dalam surat Al Isra’  17; 83-84 ”Dan apabila Kami berikan kesenangan [nikmat] kepada manusia, niscaya berpalinglah dia dan membelakang dengan sikap yang sombong, dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia putus asa. Katakanlah, ”Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”.

            Egoisme bila meluas sama dengan membanggakan suku dan bangsa menjadi sukuisme dan nasionalisme, lebih mengutamakan diri, suku dan bangsa sendiri sementara orang lain yang tidak terlibat di dalamnya tanpa ditenggang dan diperhatikan.
Hidupnya diburu oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, biarlah orang lain berada dibawah dan terhimpit penderitaan ”asal aku diatas” terbuai oleh nikmatnya kebahagiaan.

            Setiap orang menjadi korban keinginannya sendiri, tidak seorangpun yang menentramkan diri dengan mengatakan, ”Satu burung di tangan lebih baik daripada sepuluh burung di udara”.

            Ego atau nafsu atau sifat ananiyah kita pada hakekatny dapat memenjara kita, yang berada di dalam diri kita. Jadi kita yang memenjara dan yang dipenjara. Manusia yang telah terbenam oleh egonya bahkan kemudian akan mempertuhankan egonya itu. Dia menjadi manusia yang tamak, loba dan serakah. Dia tidak puas dengan apa yang dimilikinya, walaupun kekayaannya sudah melimpah ruah, akibatnya menjadi masyarakat nafsi-nafsi. 

            Egoisme, sukisme dan nasionalisme adalah faham sempit yang timbul dari pengagungan seseorang dan bangsa, ”Jangan berikan kesempatan kepadanya karena dia bukan suku kita”, dan ”Kenapa dia diberi bantuan, kan dia bukan golongan kita”

9.Kristenisasi dan Zionisme
Tantangan Islam yang tidak kalah beratnya yaitu dua kelompok manusia yang berbeda ajaran tapi sekongkol dan satu sasaran untuk menghancurkan Islam, yaitu Kristen dan Yahudi. Kristen dengan Kristenisasinya melumpuhkan ummat Islam  dari segi kualitas dan kuantitas, betapa banyak ummat Islam yang meninggalkan agamanya karena diiming-iming dunia.
Sedangkan Yahudi dengan gerakan Zionismenya melancarkan aksi untuk menghancurkan Islam bahkan baru-baru ini mereka melancarkan perang dingin dengan menyebarkan susu bubuk dengan merek CIK yang dapat memandulkan ummat Islam, sengaja susu tersebut  diedarkan di wilayah Islam dengan maksud agar ummat Islam habis secara kuantitas. Narkotikapun mereka edarkan melalui rentetan jaringan mafia yang sulit dilacak dilanjutkan dengan gerakan kebebasan seks melalui kesenian dan kebudayaan. Sebenarnya sejak dahulu Allah telah memperingatkan kepada ummat Islam agar berhati-hati dengan firman-Nya dalam surat Al Baqarah 2;120, ”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”.

10.Al Ghazwul Fikri
Ghazwul Fikri berasal dari bahasa Arab yang artinya secara harfiyah yaitu Perang Pemikiran, sedangkan maksudnya adalah sebuah upaya umat non muslim untuk menghancurkan ummat islam dengan berbagai cara, sistim yang tepat mereka gunakan untuk  itu adalah memerangi ummat islam melalui fikiran dan idiologi mereka dengan tujuan agar seluruh tatanan kehidupan muslim tersebut mengadopsi cara hidup mereka.

            Samuel Zwemer adalah orang yang paling gencar memusuhi islam dan ummatnya, hanya dengan empat program S tapi tercapai semuanya, dalam waktu yang relatif singkat dengan dana yang minim bahkan ummat islam itu sendiri yang membiayai penghancuran dirinya tanpa disadari. Barat dan idiologi apa saja sudah kewalahan berhadapan dengan ummat islam bila peperangan hanya secara “asykari” melalui militer. Ummat islam adalah ummat yang tangguh berperang di medan jihad walaupun dengan perlengkapan seadanya, sehingga wajar ketika meletuskan Perang Bosnia, sang Presiden Elija Becovic menyatakan siap bertemput dengan Serbia hingga dua puluh tahun lagi, sementara Serbia sudah kecapaian.

            Dengan ketidakberdayaan musuh-musuh islam berhadapan di medan jihad secara frontal sehingga mereka merubah strategi perang melalui pemikiran, perang idiologi dan perang urat syaraf, percaya ataupun tidak ummat islam dilumpuhkan dengan strategi perang ini sehingga berlutut menghadapi kehancuran. Program mereka tersebut hanya dengan S saja yaitu;

            Pertama, mereka menggencarkan Song, yaitu lagu dan nyanyi sehingga ummat islam senang dan terlena dengan kesibukan menyanyi ini. Syair yang tampilpun banyak yang menyimpang dari aqidah islam seperti. Bagaimana penyanyi kita hadir di layar kaca atau di panggung, pakaian dan  dandanannya sungguh diluar syariat. Bukan kita tidak boleh menyanyi, bahkan kegiatan ini adalah rileknya hati manusia, tapi lagu-lagu yang mengajak kepada keimanan, yang memberikan penyadaran agar berhati-hati dalam hidup, ingin bernyanyi dan mendengarkan lagu, selain hiburan alternatif yang dibawakan oleh Raihan, Hijaj, Saujana dan Hadad Alwi dengan nasyidnya perlu dilestarikan agar tidak terjebak program ghazwul fikri.

            Kedua, mereka melancarkan Sport, yaitu olah raga. Ini adalah program mendunia, bahkan Eropa telah menukar tuhannya dengan sport, khususnya sepak bola. Sehingga kegiatan gereja sudah kosong dari ritual ibadah mereka karena disibukkan oleh agama baru mereka di lapangan hijau. Kita sebagai muslim dianjurkan pula berolah raga, tapi bukan olah raga yang hari ini diikuti dan digandrungi oleh ummat ini. Sejak dari pakaian olah raga yang cendrung membuka aurat.

            Ketiga, mereka ingin agar ummat islam itu suka dengan   Story yaitu kisah dan cerita yang ditayangkan melalui media elektronik, cetak dan radio yang intinya agar umat islam sibuk dengan itu, bahkan melalui story pula nilai-nilai islam dikubur dengan menampilkan nilai-nilai yang tidak islami seperti kisah Saur Sepuh, Nenek Lampir, Pokemon, Telletubies, Superman dan sederet kisah lainnya.

            Seorang anak usia 12 tahun naik ke gedung tingkat sembilan di Singapura kemudian dengan ucapan ”Superman” dia  terjunkan dirinya ke bawah. Di Jakarta seorang anak menghadang modil di jalan raya sehingga mati seketika, rupanya di punggung sianak tertulis Kura-Kura Ninja. Seorang anak naik ke lemari ibunya di sebuah kamar, ketika disuruh turun dia lansung terjun dengan ucapan Satria Baja Hijam. Solusi dari semua itu , paling tidak dan ringan bagaimana anak-anak kita menyukai kisah-kisah islami dari pada kisah yang akan meracuni kehidupannya.

            Keempat, musuh islam telah berupaya menanamkan kepada ummat islam agar senang dengan Sex, baik melalui ucapan, tontonan, lagu ataupun canda pengisi waktu disela-sela istirahat kerja di kantor, di sawah, di ladang dan kesibukan lainnya. Bahkan da’wahpun kita telah mengarah kepada humor yang dibumbui dengan sex, sungguh ironi dan menyedihkan. Lihatlah di pasar-pasar, kedai-kedai koran dengan berani memampangkan wajah dan tubuh mulus wanita tanpa [minim] busana, dan itu laku keras. Rental vcdpun menjamur ibarat cendawan di musim hujan, yang isinya beragam sesuai selera pelanggannya.

            Sebenarnya peperangan ini susah berlansung semenjak kehadiran nabi Adam As yang berseteru dengan iblis la’natullah, dia ingin menampakkan segala dosa itu sebagai keindahan sehingga baik dan bagus dipandangan indra kita melalui empat S tersebut. Iblis berkata, ”Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menyesatkan semua ummat”.

11.Ekstrimisme
Ekstrim dalam bahasa Arab disebut dengan Tatharuf Diniy yaitu melampaui batas tengah agama, sedangkan islam mengajak kepada jalan tengah dalam segala hal, baik dalam ibadah, menuntut ilmu dan mencari harta, ”Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas perbuatanmu”[Al Baqarah 2;143].

            Umat pilihan yang adil yaitu umat yang pertengahan; tidak mementingkan kerohanian saja, tidak pula mementingkan kebendaan melulu, dia mementingkan dunia dan akherat, nabi bersabda, ”Hindarilah sikap melampaui batas dalam agama karena sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah binasa karenanya” [Ibnu Abbas].

            Ekstrem dengan pengertian berlebihan dalam agama tidak pula disukai dan bertentangan dengan islam, tanda-tandanya adalah;

  1. Fanatik Kepada Satu Pendapat
      Sikap ini mengakibatkan tidak mengakui pendapat orang lain karena menganggap pendapat merekalah yang benar, seolah-olah mereka berkata, ”hak saya untuk berbicara dan kewajiban anda untuk mendengar, hak saya untuk menetapkan suatu dan kewajiban tuan untuk melaksanakannya”, orang yang memiliki sifat ini cendrung menyalahkan orang lain, mereka mau berdebat mati-matian untuk membela dan mempertahankan pendapatnhya walaupun pendapat itu nyata kesalahannya.

  1. Kewajiban Yang Tidak Diwajibkan Allah
      Dia memberi beban kepada diri sendiri untuk melaksanakan yang sulit padahal ada pekerjaan yang mudah, seperti  musyafir  atau orang sakit boleh tidak puasa pada bulan Ramadhan dengan jalan mengqadhanya pada hari yang lain, shalat tidak kuat berdiri boleh dilakukan dengan duduk, tidak kuat duduk silahkan berbaring, shalat bagi musyafir diringankan Allah melalui jamak atau qashar, bahkan dalam cuaca dingin walaupun dalam keadaan junub dia khawatir atas kesehatan dan keselamatannya kalau kena air, Allah meringankan dengan tayamum, keringanan yang diberikan Allah tapi tidak diikuti akhirnya menyulitkan diri sendiri.
      Mewajibkan sesuatu yang sunnah, seperti sujud tilawah/ sajadah karena sudah terbiasa lalu bila tidak dilaksanakan seolah-olah ada yang kurang dalam shalatnya, demikian pula dengan peringatan hari-hari besar islam, Rasulullah tidak pernah mengerjakan, tapi dalam satu tahun tidak dilaksanakan Maulid nabi lalu merasa berdosa, ini berarti memberatkan diri sendiri padahal biaya untuk itu tidak sedikit yang habis sedangkan manfaatnya tidak seberapa, ”Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” [Al Baqarah 2;185].

      Namun nabi Muhammad dalam shalat sendiri sangat panjang ayat yang dibacanya tapi ketika shalat berjamaah bacaan beliau sangat ringan sebagaimana sabda beliau, ”Adakalanya aku hendak memanjangkan shalatku, lalu ku dengar tangis anak sehingga kuringankan shalatku, karena aku mengetahui kegelisahaan ibunya terhadap tangis anaknya” [HR.Anas]

  1. Memperberat bukan pada tempatnya.
      Allah memberikan kemudahan dalam segala hal,hanya ummatnya saja yang kadangkala belum tahu ajaran islam, sebagai contoh; orang yang baru masuk islam harus diringankan dulu kewajiban agamanya terhadapnya dengan shalat memakai bahasa Indonesia sebisanya atau  dengan gerakan saja, puasa anak kecil cukup setengah hari dalam rangka memberikan latihan. Ketika memberantas khamar Rasulullah melakukan dengan tiga periode bukan sekaligus, pertama diberitahukan bahwa khamar itu sedikit manfaatnya sementara para sahabat masih meminumnya, periode kedua dikatakan bahwa boleh minum khamar tapi jangan shalat karena dikhawatirkan nanti bacaan shalatnya tidak benar, barulah yang ketiga dengan tegas bahwa khamar itu haram diminum sedikit atau banyak, mabuk ataupun tidak bukan alasan untuk membolehkan meminumnya.
  
  1. Bersikap kasar dan keras.
      Watak ekstrim yang keempat yaitu berlaku kasar dan keras dalam segala hal, baik dalam berkomunikasi, berkata ataupun dalam bertindak. Islam telah memberikan batasan boleh berlaku kasar dan keras dalam dua hal dan tempat yang tepat yaitu; di  tengah peperangan dalam menghadapi orang kafir, ”Hai orang-orang yang beriman perangilah orang-orang kafir yang ada di sekelilingmu”, boleh berlaku kasar yang kedua yaitu dalam menegakkan hukum Allah, ”Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya 100 kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah”[An Nur 24;2].

  1. Buruk sangka kepada Manusia.
      Karena dirasuki sifat buruk sangka, orang akan menyebarkan kesalahan dan keburukan orang lain, menyebarkan fitnah dan isu, bahkan condong menuduh orang telah terjerumus dalam kekafiran padahal nabi telah bersabda,”Hindarilah dari pra sangka, karena sesungguhnya prasangka adalah sebohong-bohong ucapan”[Bukhari dan Muslim]. Dalam surat Al Hujurat 49;12 Allahpun telah berfirman, ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prangsangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”.
      Orang yang bijaksana dan tidak terlibat dalam karakter ekstrim adalah orang yang sibuk meneliti aib dan kekurangannya diri sendiri, dialah orang yang baik,tidak ada waktu untuk melihat kekurangan orang lain.

  1. Terjerumus Dalam Jurang Kekafiran
      Karena posisi yang dimiliki cukup baik lalu menganggap golongan sendirilah yang lebih islam sementara golongan lain sesat dan keluar dari islam tanpa dasar yang kuat. Dalam sebuah hadits nabi bersabda, ”Apabila seseorang mengkhafirkan saudaranya maka kata kafir itu akan kembali kepada salah satunya”. Akibat terbesar atau watak ekstrim yang sangat berbahaya yaitu keenam ini, akhirnyapun sampai terjadi pembunuhan. Allah telah memberikan suatu batasan dan julukan agar ummat islam berlaku dalam lingkaran pertengahan, jangan terjerumus dalam watak ekstrim yaitu tidak fanatik kepada suatu pendapat dengan jalan banyak belajar dari perbedaan tersebut, tidak memperberat suatu pekerjaan padahal Allah memberikan kemudahan dan keringanan, berlaku lemah lembut dalam pergaulan walaupun dengan orang berlainan aqidah bukan berarti toleransi yang salah kaprah, selalu bersangka baik kepada manusia walaupun yang datang kabar buruk maka selidikilah terlebih dahulu.  

            Untuk menangkal semua itu adalah mencetak generasi yang Mukhlis yaitu orang yang  punya kriteria Salamatul Fikrah [pemikiran yang selamat], saliimul aqidah [aqidah yang bersih], shahihul ibadah [ibadah yang benar] dan matiinul khuluq [akhlak yang solid], Wallahu a’lam [ Solok,17052002].  

Gerakan di  atas dibuat dan dilancarkan manusia pada satu sisi untuk menghancurkan agama dengan menghilangkan ajarannya sedangkan secara keseluruhan guna melumpuhkan Islam baik dari dalam atau dari luar, baik secara halus atau kasar dengan sasaran Islam tidak lagi berdaya, Islam kehilangan taring. Bagi pemeluk Islam gerakan tersebut harus ditantang minimal dengan menata kembali pribadi masing-masing dan keluarga jangan sampai terseret baik bicara, fikiran dan tindakannya berada dalam ajaran tersebut, kita Islamkan segala niat, bicara, fikiran dan tindakan kita walaupun tidak mampu melenyapkan mereka tapi cukuplah mereka tidak mampu menghancurkan kita. wallahu a'lam. [Cubadak Solok, 20 Ramadhan 1431.H/ 30Agustus 2010.M]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar