Senin, 25 Januari 2016

128. Valentine Day



Valentine Day, istilah ini sudah populer dikalangan ummat islam apalagi remaja dan pemuda karena terbius dengan acara yang sarat dengan kasih sayang, tanpa disadari bahwa kegiatan ini dapat merusak kepribadian dan mendangkalkan aqidahnya.

Valentine Day biasa dirayakan tiap tanggal 14 Februari, Mengapa sampai ada valentine day ?, Setidak-tidaknya ada beberapa legenda diantaranya; adalah Kerajaan Romawi, yang dipimpin Kaisar Claudius II sekitar Abad III masehi, pada saat itu Kerajaan Romawi sering terlibat dalam kampanye perang berdarah-darah dengan kerajaan lain. Saat itu banyak orang laki-laki yang enggan bergabung dengan kesatuan militer yang dia kerahkan, alasannya adalah bahwa mereka lebih mencintai istri dan keluarganya dan tdk mau meninggalkan mereka untuk berperang apalagi perang yg memakan berbulan-bulan, bahkan tahunan.Kaisar yang kejam tersebut mencari jalan dengan melarang perkawinan dan tidak mengijinkan perkawinan para pemuda, diharapkan pemuda tersebut menjadi prajurit/tentara dalam kesatuan militer, menurut Kaisar prajurit yang bagus itu pemuda yg tidak menikah.

Melihat bentuk ketidakadilan, kesewenang-wenangan Penguasa Romawi tersebut, Seorang pemuda yg bernama Valentinos atau orang yg bernama Valentine mempertahankan percintaannya diwilayah kekuasaan Kaisar II, bahkan dia melaksanakan perkawinannya dengan sembunyi-sembunyi kendati Sang Kaisar melarang hal ini. Akhirnya berita tentang perkawinannya tercium juga oleh Sang Kaisar, Seketika itu Ia menangkap dan memenjarakan Valentine hingga ia meninggal tanggal 14 Pebruari 270 Masehi.

Beberapa ratus tahun kemudian acara Valentine Day berkembang pesat seperti yang kita kenal dewasa ini, pada waktu itu Agama Kristen lagi pesat-pesatnya berkembang di Eropa.

Sedangkan legenda yang lain menyatakan bahwa Ketika Valentine dipenjara di Romawi, Ia tertarik dengan seorang gadis dan jatuh cinta kepadanya, gadis yang pernah mengunjunginya selama masa penahananya, dimana gadis itu sendiri saudara dari orang yg memenjarakan Valentine. Diduga Ia menulisi surat kepada gadis tersebut dan menandatanganinya “from your valentine”. Paus Gelasius kemudian mendeklarasikan tanggal 14 Pebruari sebagai Valentine Day sekitar abad 498 M.Demikianlah beberapa legenda seputar valentine day, namun yang jelas bahwa masih terjadi kesamaran, dan bias seputar valentine day dan legenda versi lain mengatakan bahwa valentine merupakan figur yang simpatik dan romantis dan heroik.

Itulah sedikit tentang asal-usul hari valentine day, kemunculannya dari Kerajaan Romawi, kendati berdasarkan ceritanya hanya seorang pemuda yg memberikan surat cinta kepada seorang gadis namun sekarang tradisi merayakan valentine day telah berubah, valentine day dirayakan dengan berbagai kemaksiatan, pelanggaran hukum syara’, dan diisi berbagai aktivitas menghambur-hamburkan uang. Sangat jelas aktivitas yang sangat bertentangan dengan hukum syara’ ini patut dijelaskan kepada umat islam, sehingga mereka memahami keharaman perayaan valentine day ini, meninggalkannya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Akhir-akhir ini telah merebak perayaan valentin's day -terutama di kalangan para pelajar putri-, padahal ini merupakan hari raya kaum Nashrani. Mereka mengenakan pakaian berwarna merah dan saling bertukar bunga berwarna merah.. Kami mohon perkenan Syaikh untuk menerangkan hukum perayaan semacam ini, dan apa saran Syaikh untuk kaum muslimin sehubungan dengan masalah-masalah seperti ini. Semoga Allah menjaga dan memelihara Syaikh.

Jawaban:Tidak boleh merayakan valentin's day karena sebab-sebab berikut:
Pertama.
Bahwa itu adalah hari raya bid'ah, tidak ada dasarnya dalam syari'at.

Kedua.
Bahwa itu akan menimbulkan kecengengan dan kecemburuan.

Ketiga.
Bahwa itu akan menyebabkan sibuknya hati dengan perkara-perkara bodoh yang bertolak belakang dengan tuntunan para salaf.

Karena itu, pada hari tersebut tidak boleh ada simbol-simbol perayaan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah, ataupun lainnya.

Hendaknya setiap muslim merasa mulia dengan agamanya dan tidak merendahkan diri dengan menuruti setiap ajakan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kaum muslimin dari setiap fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dan semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan bimbingan dan petunjukNya.[Hukum Merayakan Valentin's Day, almanhaj.or.id Sabtu, 5 Februari 2005 21:11:48 WIB].

Berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, para pendahulu umat sepakat menyatakan bahwa hari raya dalam Islam hanya ada dua, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha, selain itu, semua hari raya yang berkaitan dengan seseorang, kelompok, peristiwa atau lainnya adalah bid'ah, kaum muslimin tidak boleh melakukannya, mengakuinya, menampakkan kegembiraan karenanya dan membantu terselenggaranya, karena perbuatan ini merupakan perbuatan yang melanggar batas-batas Allah, sehingga dengan begitu pelakunya berarti telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri.

Jika hari raya itu merupakan simbol orang-orang kafir, maka ini merupakan dosa lainnya, karena dengan begitu berarti telah bertasyabbuh (menyerupai) mereka di samping merupakan keloyalan terhadap mereka, padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melarang kaum mukminin ber-tasyabbuh dengan mereka dan loyal terhadap mereka di dalam KitabNya yang mulia, dan telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda."Artinya : Barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka.".

Valentin's day termasuk jenis yang disebutkan tadi, karena merupakan hari raya Nashrani, maka seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak boleh melakukannya, mengakuinya atau ikut mengucapkan selamat, bahkan seharusnya me-ninggalkannya dan menjauhinya sebagai sikap taat terhadap Allah dan RasulNya serta untuk menjauhi sebab-sebab yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah dan siksaNya. Lain dari itu, diharamkan atas setiap muslim untuk membantu penyelenggaraan hari raya tersebut dan hari raya lainnya yang diharamkan, baik itu berupa makanan, minuman, penjualan, pembelian, produk, hadiah, surat, iklan dan sebagainya, karena semua ini termasuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan serta maksiat terhadap Allah dan RasulNya, sementara Allah Swt telah berfirman."Artinya : Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya." [Al-Ma'idah: 2]

Dari itu, hendaknya setiap muslim berpegang teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah dalam semua kondisi, lebih-lebih pada saat-saat terjadinya fitnah dan banyaknya kerusakan. Hendaknya pula ia benar-benar waspada agar tidak terjerumus ke dalam kese-satan orang-orang yang dimurkai, orang-orang yang sesat dan orang-orang fasik yang tidak mengharapkan kehormatan dari Allah dan tidak menghormati Islam. Dan hendaknya seorang muslim kembali kepada Allah dengan memohon petunjukNya dan keteguhan didalam petunjukNya. Sesungguhnya, tidak ada yang dapat memberi petunjuk selain Allah dan tidak ada yang dapat meneguhkan dalam petunjukNya selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hanya Allah lah yang kuasa memberi petunjuk.[Hukum Merayakan Valentin's Day, Al-Lajnah Ad-Da' imah lil Buhuts Al-'Ilmiyah wal Ifta', almanhaj.or.id Sabtu, 5 Februari 2005 21:11:48 WIB].

Disini sangat jelas Valentine day adalah budaya orang kafir, yang nyata-nyata kita dilarang untuk mengambilnya, dalam hal ini kita dilarang menyerupai budaya yang lahir dari peradaban kaum kafir, yg jelas-jelas bertentangan dengan akidah islam, sementara yang boleh diambil dari semua orang(termasuk kafir) adalah dalam masalah terknologi, budaya yang tdk lahir dari pandangan hidup mereka; seperti bahasa asing, menanam padi yang baik, membuat pesawat terbang, komputer, sepeda motor, mobil dll bahkan kita dituntut untuk mendalami hal ini.
Hali ini diperkuat dengan hadist Rasulullah saw :"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari golongan mereka"( HR Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)
."Tidak termasuk golongan ku orang-orang yang menyerupai selain golongan umat ku (umat Islam)" (HR Tirmidzi dari Amru bin Syu'aib dari ayahnya dari datuknya).

Maka sangat jelas kita tidak diperbolehkan “tashabuh”, menyerupai, meniru-niru cara hidup orang kafir yang lahir dari pandangan hidupnya, sudah seharusnya kita tinggalkan semua budaya kufur tersebut jauh-jauh.
Aktivitas muda-mudi ketika merayakan valentine juga banyak yg melanggar syara’, mereka melakukan kadang dengan berduaan/khalwat, antara lawan jenis, saling berciuman, berpegangan tangan, kadang dilakukan dengan ramai-ramai campur baur laki dan wanita non mahram, disertai dengan alunan musik, saling merayu.Padahal sudah sangat jelas bahwa hukum asal kaum wanita dan laki-laki adalah terpisah sebelum ada dalil/keperluan syar’i yang menuntut bertemunya keduanya misalnya berdagang, bekerja, beribadah, haji, sholat, menikah dll.[Hidayatullah Remaja Islam dikepung Budaya Kufur Velentine Day Murtadin & Jahiliyah Oleh : Fakta 03 Feb 2004 - 12:50 am].

Dalam dunia mitologi horoscope Timur maupun Barat, setiap detak perjalanan waktu selalu dilekati esensi pemaknaan.Ada relung waktu tersebut dimaknai dengan simbol grafik seperti yang tampak pada susunan astrologi, ada juga yang dimaknai dengan manifestasi dogmatis dari tokoh yang dikultuskan dalam mitologi itu. Sebutlah Valentine’s Day yang sudah begitu mendunia, merupakan ritus mitologi yang tidak hanya melibatkan emosi para kawula muda, kalangan dewasa hingga yang berubanpun kadang-kadang gandrung dengan hingar-bingar hari Valentine’s yang dikonspirasikan berpuncak pada setiap tanggal 14 Februari.

Ritus hari Valentine’s yang mengusung panji percintaan dan kasih sayang, diperingati dengan berbagai cara. Ada yang mengekspresikannya dalam bentuk pengiriman kartu yang kadang-kadang disertai dengan hadiah yang sarat dengan simbol LOVE.Namun ada yang merayakan dengan menggelar pesta makan, minum yang diiringi musik dansa yang dinyanyikan secara berpasangan.Bahkan diakhiri hubungan seks.Semua ini tentu saja merupakan hal yang wajar dan lazim. Akan tetapi tentu bukan sesuatu yang wajar dan lazim setidaknya dalam ukuran Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, jika tata cara pengekspresian hari Valentine’s dilakukan dengan melabrak sistem nilai dan norma.

Tidak sedikit pecandu Valentine’s Day mengeksploitasi momen klasik ini dengan menorehkan cinta dan perasaan kasih sayang pada Valentine’s card-nya dengan gambar yang bernuansa erotis dan pornografi. Demikian pula yang diekspresikan dalam bentuk ceremonial party, selain diwarnai dengan ajang perselingkuhan mini lantaran kontrak person berpasangan yang tidak mengenal lagi batas mahram juga kerap menggiring para abdi Valentino dengan mengkonsumsi barang haram mulai dari minuman keras hingga narkoba yang berujung dengan mabuk-mabukan.

Tak cuma itu dengan dalih hari kasih sayang, tidak jarang petualang hari Valentine’s merayakannya dengan gamely ala Valentine’s, namun yang tragis lagi adalah eksploitasi rasa cinta dan kasih sayang dari Valentine’s Day dengan mengumbar syahwat rendahnya. Pasangan muda-mudi yang tak memiliki ikatan perkawinan kerap melewatkan semalam suntuk Valentine’s Day dengan mengekspresikan seks bebas ala nudis.
Selain Valentine’s Day cenderung dimanifestasikan dengan pendewaan terhadap hedonisme dan konsumerisme luar biasa.Ia juga sarat dengan bias-bias pelanggaran hukum dan moral. Semua ini tentu dengan dalih cinta dan kasih sayang yang terkemas dalam spektrum doktrinal Santo Valentino. Anehnya karena penikmat ritus hari Valentine’s, sebagian besar hanya tahu kesemarakan prosesi ceremonial nya saja tanpa sedikitpun pengetahuan tentang apa, siapa dan mengapa Valentine’s Day itu diperingati.[Saharuddin Daming, Dibalik “Berhala” Valentine’s Day, Hidayatullah.com.Rabu, 13 Pebruari 2008].

Valentine’s Day adalah salah satu agenda rutin setiap tahun untuk menghancurkan ummat islam melalui remaja dan pemudanya dengan tidak melupakan untuk meruntuh akhlak ummat islam melalui wanita dan orangtua, intinya hanya satu agar ummat islam itu terlibat dengan aktivitas yang mereka lakukan tanpa kita masuk keagama mereka.

            Keberhasilanmereka dalam menlancarkan misi-misinya jelas di pelupuk mata kita yaitu dengan mengeksploitasi wanita-wanita muslim dalam berbagai sarana hiburan dan lain sebagainya.  Wanita-wanita kita, di jaman sekarang, lebih cenderung atau leibh suka menjadi wanita-wanita pekerja/buruh di luar rumah daripada menjalankan tugas untukmengurus rumah tangganya, mendidik anak-anaknya supaya bisamenjadi generasi yang handal kelak dikemudian hari atau melayanisuami dan lain sebagainya.  Lebih-lebih sekarang di negeri kita ini,dengan bantuan sarana telekomunikasi TV, musuh-musuh kita lebihgencar dan efektif lagi dalam merusak/mengikis akhlak masyarakat
Indonesia yang mayoritas beragama Islam umumnya dan keluargamuslim khususnya.  Acara film keluarga impor yang disiarkan TV swasta seluruhnya berasal dari negara non muslim --Kristen. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang banyak untuk men-dubbing ke dalam bahasa Indonesia, karena dengan melakukan itu misi yang mereka inginkan lebih bekerja secara efektif lagi.

Orang lebih suka mendengar daripada harus membaca teksterjemahan.Dan ini mereka --yang tidak suka dengan Islam--pahami dengan sangat.  Dengan siaran-siaran tersebut diharapkan mereka --keluarga muslim-- akan mencontoh tatanan keluarga Barat yang tidak sesuai dengan kepribadian Islam.

Dalam waktu singkat saja akan terjadi krisis kepribadianIslam melanda umat Islam di negeri kita bila tidak ada penanganan yang cepat dan serius dalam mengatasi masalah ini.  Terutama dalam membentengin keluarga muslim dari keratan-keratan atau ghazwul fikri dengan memberikan pemahaman yang frekuentif tentang dien Islam.[C. Dermawan, UPAYA MUSUH ISLAM TERHADAP KELUARGA MUSLIM, ktpd isnet].

Terutama keluaga untuk berupaya sekuat tenaga untuk membentengi anak-anak kita dari budaya yang tidak islami seperti mengikuti perayaan Natal, Memeriahkan Tahun Baru dan Mengikuti Acara Valentine’s Day, yang semua itu adalah upaya Kristenisasi yang digunakan sebagai sarana untuk menjauhkan ummat islam dari islamnya dengan memakai istilah toleransi, artinya ujud toleransi itu maka ummat islam mengikuti kegiatan mereka seperti Valentine Day, untuk diketahui bahwa semua acara itu adalah batil, tidak ada kaitannya dengan islam dan ummatnya, untuk menyelamatkan aqidah dan membersihkan ibadah hindarilah acara itu,  wallahu a’lam [Cubadak Solok, 4 Agustus 2011.M/ 4 Ramadhan 1432.H].


Tidak ada komentar:

Posting Komentar